Pengukuran Kinerja Supply Chain

dokumen-dokumen yang mirip
Pengukuran Kinerja Supply Chain

Pengukuran Kinerja SCM

#14 PENGUKURAN KINERJA SCM

PENGUKURAN KINERJA SCM

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

II. TINJAUAN PUSTAKA 1.1. Definisi Supply Chain dan Supply Chain Management

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Rantai Pasokan dan Manajemen Rantai Pasokan

KONSEP PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA SYSTEM MANUFACTUR

PENGUKURAN DAN PENINGKATAN KINERJA RANTAI PASOKAN DENGAN PENDEKATAN SCOR (SUPPLY CHAIN DI PT. XYZ TUGAS SARJANA DEA DARA DAFIKA SIAGIAN NIM.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Analisis Performansi Supply Chain Management Menggunakan Model Supply Chain Operation Reference (SCOR)

Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Bab V Pengolahan Data dan Analisis

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Supply chain (rantai pasok) merupakan suatu sistem yang

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

PERFORMANCE MEASUREMENT (Pengukuran Kinerja) Supply Chain Management. Ir. Dicky Gumilang, MSc. Universitas Esa Unggul July 2017

BAB II LANDASAN TEORI

PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN DI PT XYZ DENGAN MENGGUNAKAN METODE SCOR

PEMODELAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT MENGGUNAKAN SCORE MODEL UNTUK OBAT DAN ALAT KESEHATAN DI RUMAH SAKIT Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG

Gambar 4.1 Tipper Vessel

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL. HALAMAN PRASYARAT GELAR MAGISTER.. HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING TESIS HALAMAN PENETAPAN PANITIA PENGUJI TESIS ABSTRAKSI.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Konsep Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management)

BAB II LANDASAN TEORI

PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN DENGAN METODE SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE (SCOR) MANAJEMEN DI PT.GUNAWAN DIANJAYA STEEL SURABAYA SKRIPSI

Seminar Nasional IENACO ISSN: ANALISIS PERFORMANSI RANTAI PASOK DENGAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE DI PD.

Pengukuran Kinerja Manajemen Rantai Pasokan dengan SCOR Model 9.0 (Studi Kasus di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk)

Konsep Perbaikan Kinerja Supply Chain Management dengan Pendekatan SCOR Model

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN MELALUI PENDEKATAN SCOR MODEL DI PT. LASER JAYA SAKTI,Tbk GEMPOL, PASURUAN SKRIPSI

III. METODOLOGI PENELITIAN Metodologi Penelitian dan Pengumpulan Data. tempat dan waktu btertentu. Metode pengumpulan dengan melakukan

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENGUKURAN KINERJA PENJADWALAN PRODUKSI PADA IKM TEKSTIL BAJU MUSLIM XYZ DENGAN METODE SCOR

SKRIPSI. Disusun Oleh : DONNY BINCAR PARULIAN ARUAN NPM :

BAB I PENDAHULUAN. sistem distribusi barang. Pada dasarnya sistem distribusi dimulai dari

BAB V HASIL DAN ANALISIS

PENGUKURAN KINERJA SCOR PADA PERENCANAAN BAHAN BAKU DI IKM TPT ABC DAN XYZ DENGAN PENDEKATAN OBJECTIVE MATRIX

PENGGUNAAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCES (SCOR) DALAM PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN PADA PT. GUNA KEMAS INDAH

BAB II LANDASAN TEORI

IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Jenis, Sumber, dan Metode Pengumpulan Data

PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN

PEMBUKTIAN PENERAPAN SCOR MODEL VERSI 10.0 PADA PERUSAHAAN DISTRIBUTOR (PT SURYA PERDANA LESTARI) DENGAN PERUSAHAAN PRODUKSI

PENGUKURAN KINERJA MANAJEMEN RANTAI PASOKAN DENGAN PENDEKATAN SCOR MODEL 9.0 (STUDI KASUS DI PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk) Oleh

ANALISIS KINERJA SUPPLY CHAIN PADA PERUSAHAAN GULA ABSTRAK

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

KATA PENGANTAR. rahmat dan kasih sayang -Nya. Sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan

ANALISA PROSES BISNIS

STRATEGI PENINGKATAN KINERJA RANTAI PASOK UKM BATIK DENGAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENGUKURAN KINERJA AKTIFITAS SUPPLY CHAIN PADA INDUSTRI MINUMAN JUS DENGAN SCOR (STUDY KASUS PT. API)

KONSEP PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA SYSTEM MANUFACTUR DENGAN MODEL PERFORMANCE OF ACTIVITY DAN SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... xiv DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR GAMBAR... xvii. BAB IPENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah...

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangannya di perusahaan manufaktur, selain

KINERJA PENYAMPAIAN SUKU CADANG PT TOYOTA-ASTRA MOTOR DENGAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE. Oleh NISAA MARDHIYYAH H

PENGUKURAN KINERJA SUPPLIER DENGAN MENGGUNAKAN METODE SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) - ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

IDENTIFIKASI INDIKATOR KINERJA GREEN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DI INDUSTRI BAJA HILIR

EVALUASI AKTIVITAS SUPPLY CHAIN PENGADAAN BAHAN BAKU PRODUK SAMBAL PT XYZ UNTUK OPTIMALISASI PROFIT

III. METODE PENELITIAN

BAB V ANALISIS Analisis SCOR (Supply Chain Operation Reference)

ANALISIS PERFORMANSI KINERJA UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PERUSAHAAN DENGAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKAN DAN DASAR TEORI

TUGAS AKHIR PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN PADA PT. MATARAM TUNGGAL GARMENT

BAB II LANDASAN TEORI

Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

PENGUKURAN PERFORMANSI SUPPLY CHAIN PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) DI PT. PG CANDI BARU SIDOARJO SKRIPSI

BAB 3 PENTINGNYA TEKNOLOGI INFORMASI

*Bagaimana menerjemahkan kebutuhan pelanggan yang subyektif menjadi target yang tepat untuk langkah pengembangan selanjutnya?

5 KINERJA, SUMBER RISIKO, DAN NILAI TAMBAH RANTAI PASOK BUAH MANGGIS DI KABUPATEN BOGOR

KINERJA PENYAMPAIAN SUKU CADANG PT TOYOTA-ASTRA MOTOR DENGAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE. Oleh NISAA MARDHIYYAH H

Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

Bab III Metodologi Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. terus menciptakan berbagai inovasi-inovasi baru untuk tetap dapat unggul dan

Supply Chain Management. Tita Talitha,MT

Rute Menuju Best Practice. Catatan dari kegagalan implementasi ERP

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA DENGAN SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE (SCOR) DI PERUSAHAAN SYP SOPONYONO WARU SIDOARJO SKRIPSI OLEH :

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ( SCM ) Prof. Made Pujawan

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan bisnis (Naslund et al., 2010). Manajemen rantai pasok melibatkan

PENGEMBANGAN MODEL PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN DI PT. INDOMAPAN INTISARI

ERP merupakan fungsi sistem aplikasi software yang dapat membantu organisasi dalam

Six Sigma, Lean dan Lean Six Sigma

Pengukuran Performansi Perusahaan dengan Menggunakan Metode Supply Chain Operation Reference (SCOR)

MANAJEMEN LOGISTIK & SUPPLY CHAIN MANAGEMENT KULIAH 7: MENGELOLA PERSEDIAAN PADA SUPPLY CHAIN. By: Rini Halila Nasution, ST, MT

ABSTRAKSI. Kata Kunci: ITIL V3, ITIL v3 Service Strategy, Service Asset, Service Structure, Service Provider Type, Service Unit, Bisnis Unit

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN

PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK KOMODITAS IKAN BANDENG BEKU DENGAN PENDEKATAN SCOR

Bab 2 Strategi Supply Chain

Analisis Penerapan Supply Chain Management di Industri Tas Tanggulangin, Sidoarjo

27 Penentuan dan pembobotan KPI...(Ariani dkk)

Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Menggunakan Metode SCOR dan AHP Pada Unit Pengantongan Pupuk Urea PT. Dwimatama Multikarsa Semarang

enterprise resource planning, penjualan, produksi, work order, otomatisasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pengukuran Kinerja Supply Chain Dengan Pendekatan Supply Chain Operation References (SCOR)

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

Transkripsi:

Pengukuran Kinerja Supply Chain Pentingnya Sistem Pengukuran Kinerja Monitoring dan pengendalian Mengkomunikasikan tujuan organisasi ke fungsi-fungsi pada supply chain Mengetahui dimana posisi suatu organisasi relatif terhadap pesaing maupun terhadap tujuan yang hendak dicapai Menentukan arah perbaikan untuk menciptakan keunggulan dalam bersaing Struktur pengkuran kinerja Indiidual metrics Indiidual metrics Metric sets Oerall performance measurement systems Metrik : ukuran yang bisa dierifikasi, diwujudkan dalam bentuk kuantitatif ataupun kualitatif, dan didefinisikan tehadap suatu titik acuan (reference point) tertentu. Metrik efektif bila: Harus diwujudkan dalam bentuk yang masuk akal dan dimengerti dengan baik oleh mereka yang menggunakan Harus Value-based ( metrik harus dikaitkan dengan bagaimana organisasi menciptakan alue ke pelanggan atau memenuhi kepentingan stakeholders yang lain Metrik harus bisa menangkap karakteristik atau hasil(outcome) dalam bentuk numerik atau nominal. Ukuran ini dibandingkan dengan reference point Metrik sedapat mungkin tidak menciptakan konflik atar fungsi dalam suatu organisasi Metrik harus bisa melakukan distilasi terhadap data yang banyak tanpa kehilangan informasi yang terkandung di dalamnya Metric Definition Template Klasifikasi Metrik (Menurut Melnyk, 2004) Nama Tujuan Target Atribut Formula Satuan Frekuensi Sumber Data Pemilik (Owner) Penjelasan Gunakan nama metrik yang persis Harus jelas hubungan antar metrik dengan tujuan organisasi Perlu target sebagai bencmark Perlu formula yang jelas bagaimana nilai kinerja diperoleh Perlu definisi satuan metrik Frekuensi pengukuran perlu didefinisikan Sumber data perngkuran perlu disebutkan Perlu disebutkan pihak yang bertanggung jawab untuk mengukur 1

Pendekatan Proses dalam Pengukuran Kinerja Supply Chain Identifikasi dan menghubungkan semua proses yang terlbat baik yang terjadi di dalam maupun di luar organisasi Pendekatan Proses dalam Pengukuran Kinerja Supply Chain Mendefinisikan dan batasi proses inti Menentukan misi, tanggung jawab, dan fungsi dari proses inti Menguraikan dan mengidentifikasi sub-proses Menentukan tanggung jawab dari fungsi sub-proses Menguraikan lebih lanjut sub-proses menjadi aktiitas Menghubungkan target antar hirarki mulai dari proses sampai ke aktiitas. Metrik untuk Kinerja Suply Chain Ongkos Waktu Kapasitas Kapabilitas Produktiitas Utilisasi Outcome Realibilitas, Ketersediaan, Fleksibilitas Model Supply Chain Operations Reference merupakan suatu referensi model yang digunakan untuk mengukur kinerja dari Supply Chain. di kembangkan oleh Supply Chain Council (SCC) yakni suatu lembaga nonprofit yang didirikan pada tahun 1996 dan diprakarsai oleh beberapa organisasi/perusahaan seperti Bayer, Compaq, Procter & Gamble, Lockheed Martin, Nortel, Rockwell Semiconductor, Texas Instruments, 3M, Cargill, Pittiglio, Rabin, Todd, & McGrath (PRTM), dan AMR (Adance Manufacturing Research). Pada awal berdirinya SCC ini memiliki anggota sebanyak 69 perusahaan, namun saat ini anggotanya telah mencapai 1000 perusahaan. Tiga Elemen Utama Proses-proses Inti Supply Chain Business Process Reengineering Menangkap proses kompleks yang terjadi saat ini (as is) dan mendefinisikan proses yang diinginkan(to be) Benchmarking Kegiatan untuk mendapatkan data kinerja operasional dari perusahaan sejenis Process Measurement Untuk mengukur, mengendalikan, dan memperbaiki proses-proses supply chain Plan Make Delier Return merupakan proses yang menyeimbangkan permintaan dan pasokan untuk menentukan tindakan terbaik dalam memenuhi kebutuhan pengadaan, produksi, dan pengiriman proses pengadaan barang maupun jasa untuk memenuhi permintaan. proses untuk mentransformasi bahan baku/komponen menjadi produk yang diinginkan pelanggan merupakan proses untuk memenuhi permintaan terhadap barang maupun jasa. proses pengembalian atau menerima pengembalian produk karena berbagai alasan 2

Customer Internal 12/20/2016 SCOR Processes Leel 1 Leel 2 Leel 3 Leel 4 Leel 5 Hirarki Proses SCOR Dekomposisi Proses Dari Umum Ke Detail Scope Configuration Actiity Workflow Transactions Supply-Chain Business Defines Scope S1 Stocked Product Complexity Capabilities S1.2 Receie Product Names Tasks Sequences Steps Links Transactions Links, Metrics, Tasks and Practices Standard SCOR definitions Job Details EDI XML Details of Automation Industry or Technology Company Specific Specific Company/Industry definitions Leel 1 Leel tertinggi yang memberikan definisi umum dari 5 proses (plan, source, make, delier, return) Leel 2 - Configuration leel Supply chain perusahaan bisa dikonfigurasi berdasarkan sekitar 30 proses inti. Bisa konfigurasi saat ini (as is) maupun yang diinginkan (to be) Leel 3 Process Element Leel Mengandung definisi elemen proses, input, output, metrik masing-masing elemen proses serta referensi (benchmark dan best practice) Metrik pada SCOR Dimensi Supply Chain Reliability berkaitan dengan keandalan Supply Chain Responsieness berkaitan dengan kecepatan waktu respon setiap perubahan Supply Chain flexibility berkaitan dengan keflesibelan di dalam menghadapi setiap perubahan Supply Chain Cost berkaitan dengan biaya-biaya di dalam Supply chain Efisiensi Asset dalam pengelolaan asset berkaitan dengan nilai suatu barang Performance Metrics SCOR Attribute metrics: Standard Metric Strategic (Strategic) (Leel 1) Metrics Reliability Responsieness Agility / Flexibility Cost Assets Perfect Order Fulfillment Order Fulfillment Cycle Time Supply Chain Flexibility Supply Chain Adaptability Supply Chain Management Cost Cost of Goods Sold Cash-to-Cash Cycle Time Return on Supply Chain Fixed Assets Return on Working Capital Performance Metrics Leel 1 Customer Facing Internal Facing Performance Attribute Reliability Responsieness Flexibility Cost Assets Deliery Performance Fill Rate Perfect Order Fulfillment Order Fulfillment lead time Supply chain response time Production flexibility Supply chain management costs Costs of good sold Value-added productiity Warranty cost or return processing cost Cash-to cash cycle time Inentory days of supply Asset turns 3

Contoh... Inentory Days Of Supply Lamanya rata-rata (dalam hari) suatu perusahaan bisa bertahan dengan jumlah persediaan yang dimiliki (apabila tidak ada pasokan lebih lanjut) Mengukur kecukupan persediaan dalam satuan waktu (hari). Pada klasifikasi Asset Kinerja bagus mampu memutar asset dengan cepat / turnoer tinggi Semakin pendek inentory days of supply, semakin bagus kinerja asset suatu supply chain Contoh... Inentory Days Of Supply Perusahaan rata-rata menyimpan suatu komponen sebanyak 150 unit. Kebutuhan rata-rata komponen tersebut per tahun adalah 4000 unit Jumlah hari kerja dalam setahun adalah 250 Maka rata-rata kebutuhan komponen per hari : = 4000 / 250 = 16 unit Jumlah hari rata-rata yang bisa ditutupi oleh persediaan yang dimiliki adalah = 150 / 16 = 9,375 hari Perhitungan bisa dilakukan perjenis barang (dalam unit) atau agregat (dalam uang) Mengukur kecepatan suplly chain mengubah persediaan menjadi uang Semakin pendek waktu yang dibutuhkan, semakin bagus bagi supply chain. Pada dasarnya Mengukur kesehatan finansial suatu supply chain Untuk memperpendek Cash To Cash Cycle Time : Menurunkan tingkat persediaan Melakukan negosiasi term pembayaran dengan supplier Melakukan negosiasi dengan pelanggan Cash To Cash Cycle Time mengintegrasikan siklus di fungsi : pengadaan, produksi dan penjulan/distribusi. Tiga komponen dalam perhitungan cash to cash cycle Rata-rata account receiable Ukuran seberapa cepat pelanggan membayar barang yang sudah diterima Rata-rata account payable Mengukur kecepatan perusahaan membayar ke pemasok untuk material / komponen yang sudah diterima Rata-rata persediaan (inentory days of supply) Cash to cash cycle time = inentory days of supply + aerage days of account receiable - aerage days of account payable Nilai penjualan selama 30 hari adalah 300 juta. Account receiable pada akhir bulan sebesar 60 juta Nilai persediaan di akhir bulan adalah 120 juta Cost of sales besarnya 60% dari nilai penjulan Account payable di akhir bulan 45 juta Margin keuntungan 40% dari nilai penjualan Nilai penjualan per hari = 300 juta / 30 hari = 10 juta/hari Account receiable = 60 juta / 10 juta/hari = 6 hari Cost of sales per hari = 45 juta / 6juta/hari = 7,5 hari Inentory days of supply = 120 juta / 6juta/hari = 20 hari Cash to cash cycle time = 20 + 6 7,5 = 18.5. 4

Benchmarking Kinerja Membandingkan proses maupun kinerja suatu organisasi relatif terhadap proses maupun kinerja perusahaan referensi. Utamanya adalah perusahaan sejenis yang tergolong best in class. Bertujuan untuk mengetahui dimana posisi perusahaan relatif terhadap kompetitor ataupun perusahaan acuan, mengidentifikasikan pada aspek aman perusahaan lebih baik dan pada aspek mana perusahaan membutuhkan perbaikan. Perbaikan kinerja Supply Chain Pendekatan Lean Pendekatan berbasis pada pemberdayaan dan pelibatan semua karyawan di dalam organisasi (bottom up) Tidak membutuhkan inestasi yang besar Yang dibutuhkan : pembentukan budaya organisasi yang menjunjung peran serta semua elemen dalam organisasi. Sig sixma Mengurangi hasil cacat Top Down Membutuhkan training yang sangat banyak Inestasi besar 5