pads Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi

dokumen-dokumen yang mirip
KARAKTERISASI FISIK DAN ph PADA PEMBUATAN SERBUK TOMAT APEL LIRA BUDHIARTI

SEBAGAI ALTERNATIF DlVERSIFIKASI PROD UK TEH

Seperti tinggrnya langit dari bumi. demikianlah tingginya ialank~( dari jalanmu. dan rancangank~i dari rancanganmu f Yesaya

BAB I PENDAHULUAN. nutrien untuk menumbuhkan bakteri yang diinginkan. Pembuatan kombucha, teh

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

DARi BATAWG YAWG DITUNDA EKSTRAKSI NIRANVA

Prinsip-prinsip Penanganan dan Pengolahan Bahan Agroindustri

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Teh merupakan salah satu dari jenis produk minuman yang dikenal dan

I PENDAHULUAN. hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Kelapa termasuk dalam famili Palmae,

2014 STUDI OPTIMASI PEMBUATAN KOMBUCHA DARI EKSTRAK TEH HITAM SERTA UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN

MEMPELAJARI TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI DAN PENGENDALIAN MUTU DI PT. COCA COLA AMATIL JAKARTA

1. Teh Hijau (Green Tea)

TUGAS AKHIR SILVI DIANA SHOFI L0C

PEMBUATAN KERIPIK WALUH (Cucurbita) MENGGUNAKAN ALAT VACUUM FRYER DENGAN VARIABEL WAKTU DAN SUHU

PEMEUATAN KECAP IKAN DENGAN CARA KOMBlNASl HlDROLlSA EN ZIMATIS DAN FERMENTASI

STUDI PEMBUATAN TEH DAUN KOPI (Coffea Sp) FREDDY HOTMARULI TUA SIRINGORINGO / ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN

BAB I PENDAHULUAN. selai adalah buah yang masak dan tidak ada tanda-tanda busuk. Buah yang

ARTIKEL ILMIAH. Evaluasi Mutu dan Waktu Kadaluarsa Sirup Teh Dari Jumlah Seduh Berbeda RINGKASAN

PEMBUATAM BAKSO DAN SOSlS DARI BAHAN DASAR DAGIMG IKAN EUEUT HASlL PEMASAKAN EKSTRUSI SERTA EVALUASI MUTUMYA

Pengawetan bahan pangan

BAB I PENDAHULUAN. dikembangkan, mulai dari teh, kopi, karet, kakao, kelapa, rempah-rempah

LAPORAN TUGAS AKHIR. PEMBUATAN PERMEN JELLY DARI EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium Guajava L.)

I. PENDAHULUAN. sebagai bahan utamanya dan bumbu pelengkap seperti terasi, garam, asam jawa.

1. PROSPEK TEH HIJAU SEBAGAI INDUSTRI HILIR TEH

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

KOMPLEMENTASI KEDELAI DEBIGAN BERAS; UNTUK PEMBUATAN TEMPE

PENGARUH PENAMBAHAN JUS BUAH NAGA MERAH (Hylocereuz polyrhizus) GUNA MENINGKATKAN KUALITAS ORGANOLEPTIK, KIMIA DAN FISIK YOGHURT SUSU SAPI

SKRIPSI MEMPELAJARI PEMBUATAN TABLET EFFERVESCENT MINUMAN CIN.'VA-ALE. Oleh: DIAN WAHYUNINGSIH F FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

PENGARUH PENAMBAHAN GULA PASIR DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU MINUMAN FERBEET (Fermented Beetroot) SKRIPSI. Oleh :

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. tubuh. Tanaman teh dapat tumbuh subur di daerah-daerah yang rendah

PEMBUATAN YOGHURT SUSU SAPI DENGAN BANTUAN MIKROORGANISME DALAM PLAIN YOGHURT MENGGUNAKAN ALAT FERMENTOR

DAFTAR ISI. ABSTRAK... iii. ABSTRACT... iv. KATA PENGANTAR... v. DAFTAR ISI... viii. DAFTAR TABEL... xii. DAFTAR GAMBAR... xiii. DAFTAR LAMPIRAN...

BAB I PENDAHULUAN. Susu merupakan bahan makanan yang bergizi tinggi karena mengandung

PROSIDING SEMINAR NASIONAL DUKUNGAN INOVASI TEKNOLOGI DALAM AKSELERASI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS INDUSTRIAL PEDESAAN. Malang, 13 Desember 2005

SERTA PENGGUNWAM FUNGISIDA SEBAGAI PEMGNAMBWT PERTUMBUHAH KAPAHG PENYEBAB KERUSARAN BUAN

SERTA PENGGUNWAM FUNGISIDA SEBAGAI PEMGNAMBWT PERTUMBUHAH KAPAHG PENYEBAB KERUSARAN BUAN

METODOLOGI PENELITIAN

Dan hamba-hamba yang baik adalah orang-orang yan$

PEMBUATAN HERBATIC (HERBAL NABATIC ICE CREAM) EKSTRAK JAHE MENGGUNAKAN SISTEM MIXING DAN KONTROL RPM

STUDI EFEKTIVITAS BAHAN PENGAWET ALAMI DALAM PENGAWETAN TAHU. Ria Mariana Mustafa

MEMPELAJARI PEMBUATAN BUBUK KONSENTRAT KUNYIT (C~lrc~rr~zn doinestica Val) DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PENGERING SEMPROT

PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2015

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pembuatan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Asap. Pengolahan ikan tongkol (Euthynnus affinis) asap diawali dengan

MEMPELAJAAI PENGAAUH BEABAGAI KONSENTRASI BENTONIT TEAHADAP MUTU MINUMAN SARI AUMPUT LAUT. ( Euckeuma &ottonii) SKRIPSI OLEH : RUMANT'r

HASIL DAN PEMBAHASAN

TEMPE JAMUR MERANG : KARAKTERlSTIK FISIKOKIMIA, MlKROBIOLOG! DAM ORGWNQLEPTDZB

MEMPELAJARI METODE REDUKSI KADAR HISTAMIN DALAM PEMBUATAN PlNDANG TONGKOL. Oleh F FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN instltut PERTANIAN BOGOR

Haris Dianto Darwindra BAB VI PEMBAHASAN

PEMBUATAN ES KRIM SIRSAK (Annona muricata L.) dan ANALISA EKONOMI PRODUKNYA

UJI COBA ALAT PENGGORENGAN VAKUM UNTUK MEMBUAT KERIPIK LOBAK (Raphanus sativus) DENGAN VARIABLE SUHU, WAKTU, DAN PERENDAMAN AIR GARAM

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan sayuran yang

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Teh adalah salah satu minuman terkenal di dunia, termasuk di

PENGARUH BAHAN PENGHAMBAT RESPlRASl PADA PENYIMPANAN CABE MERAH (Capsicum annuum) DENGAN MENGGUNAKAN MODlFlKASl ATMOSFERA. Oleh : HANlF ADHIJAGA W

P PENGARUH PENAMBAHAN MALTODEKSTRIN PADA PENGOLAHAN MINUMAN SERBUK SIRSAK TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN

I. PENDAHULUAN. mengkonsumsi buah pare (Widayanti dkk., 2013).

<-- ' ' '\' l~i~ ;~~ B riicl~"':ii

RANCANGAN PROSES PENGOLAHAN TAHU DENGAN ClTA RASA SEBAGAI DASAR DALAM PERENCANAAN RANCANGAN PABRIK TAHU ClTA RASA

I PENDAHULUAN. Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian.

-- f MEMPELAJARI KARAKTERISTIK PENGERINGAN LOBAK ( RAPHANUS SATIVUS L. VAR. HORTENSIS BACK) LISTIAWATI SULAIMAN F Oleh

Metode penelitian Rancangan penelitian (reseach Design) Rancangan Percobaan

SKRIPSI. PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENGGORENGAN HAMPA TERHADAP SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK KERIPIK BENGKUANG (Pachyrhizus erosus L.

SKRIPSI. PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENGGORENGAN HAMPA TERHADAP SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK KERIPIK BENGKUANG (Pachyrhizus erosus L.

XINGKASAN. dan 0,8 persen), fermentasi (tanpa fermentasi dan dengan Kemudian kedua faktor berikutnya adalah lama

PENDAHULUAN. Nira adalah cairan yang rasanya manis dan diperoleh dari bagian tandan

BAB I PENDAHULUAN. yang tinggi, diantaranya mengandung vitamin C, vitamin A, sejumlah serat dan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I PENDAHULUAN. terbesar di dunia. Hampir 60% produksi kakao berasal dari pulau Sulawesi yakni

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia dan merupakan hasil olahan dari kacang kedelai yang kaya akan

BAB I PENDAHULUAN. makanan sangat terbatas dan mudah rusak (perishable). Dengan pengawetan,

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penyangraian bahan bakunya (tepung beras) terlebih dahulu, dituangkan

Sifat Fisik Dan Organoleptik Jamu Instan Plus

MEMPELAlARl JENIS DAN PROPORSl BAHAN-BAHAN PEMBENTUK GEL DALAM PENGOLANAN JELl AGAR

KARAKTERISTIK SELAI WORTEL (Daucus carota L) DENGAN PENAMBAHAN PEKTIN SKRIPSI. Oleh GAVINDA SHAILLA NIDYA PUTRI

PENGARUH TINGKAT SUBSTITUSI GLUKOSA DENGAN SORBITOL TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA KEMBANG GULA KERAS (HARD CAND r) SKRIPSI OLEH : YENr HALJM I '

MEMPEkAJARl CAR& PEMBUATAN TEW INSTAES DEMGAN AkAP PENGERING SEMPRO

I. PENDAHULUAN. Jumlah pasar tradisional yang cukup banyak menjadikan salah satu pendukung

BAB I PENDAHULUAN. bahan dalam pembuatan selai adalah buah yang belum cukup matang dan

BAB III METODE PENELITIAN

Pengaruh waktu dan Nutrien dalam pembuatan yoghurt dari susu dengan starter plain Lactobacillus Bulgaricus menggunakan alat fermentor

I. PENDAHULUAN. berbagai macam variasi, baik warna, bahan baku, maupun flavor. Bahan utama

SKRIPSI. MEMPELAJARI PENGARUH PENYIMPANAN TAPE KETAN (Oryza sativa glutinosa) TERHADAP DAYA TERIMA KONSUMEN. Oleh: YENY NUR PUTRI F

BAB III METODE PENELITIAN

PENDAHULUAN. mencukupi kebutuhan gizi masyarakat, sehingga perlu mendapat perhatian besar

1 PENDAHULUAN. Pemikiran, dan (6) Hipotesis Penelitian dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian.

PEMBUATAN GULA SEMUT DARI NIRA TEBU : KAJIAN PENGARUH KONSENTRASI C. (OH)z DAN N. METABISULFIT SKRIPSI. Olelt : LINA ANDRELIA CITRO ( )

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI BAHAN PENGAWET ALAMI DAN KONSENTRASINYA TERHADAP MUTU NIRA AREN (Arenga pinnata) SKRIPSI. Oleh:

PENGARUH lenls DAM KOMSENTRASl BANAN PENGlSl TERMADAP DESAlN PRODUK TEPUNG INSTAW SARl BUAH HENAS

I. PENDAHULUAN. Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian, dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian.

OLEH: LAWONO, FELICIANA NATALI

Transkripsi:

aku mcari man, m k u dalam ragu apakah uang, apakah aku, apakah lagu, apakah mati kubuat jaring untuk Hlenyaring tak bisa ku tangkap seperti kupu-kupu atau ku genggam seperti batu bukan seperti angin kecuali Hlenjadi kekasih biarkan ini cinta dari yang tiada.- cibogo, 21 pebruari 1993 bapak, ibu, anto, handoko, sigit, haris, juga nina

INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN PEMBUATAN MINUMAN RINGAN BERKARBONAT DARI TEH SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA TEKNOLOGI PERTANIAN pads Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor Oleh EKO KUSUMAWIJAYA F 25 1432 Dilahirkan di Jakarta, 30 April 1970 Maret 1993

EKO KUSUMAWIJAYA. F 25 1432. Pembuatan Minuman Ringan Berkarbonat dari Teh. Di bawah bimbingan Darwin Kadarisman dan Kustamiyati Bambang. RINGKASAN Teh merupakan minuman penyegar karena dengan meminumnya baik pada saat udara panas maupun dingin, orang akan merasa lebih segar. Selain memberikan kesegaran, teh juga telah ditemukan mencegah beberapa jenis penyakit. Minuman ringan sering ditambahi karbondioksida (karbonasi) untuk memberikan efek sparkle ketika diminum, sehingga minuman terasa lebih menyegarkan. Selain menimbulkan efek tersebut, karbondioksida dalam minuman ringan juga menimbulkan daya awet pada minuman tersebut, karena akan membentuk suasana yang lebih asam dan lebih anaerob. Pada kondisi perdagangan teh dewasa ini, dimana terdapat kecenderungan harga teh akan menurun akibat lebih tingginya jumlah produksi dibandingkan konsumsinya, maka pengembangan produk baru minuman ringan dari teh ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi teh. Penelitian ini menyelidiki pengaruh jenis teh yaitu mutu teh hitam dan teh hijau, serta pengkarbonasian minuman yaitu minuman yang dikarbonasi dan tanpa karbonasi. Sebelumnya dilakukan penelitian pendahuluan untuk menentukan kadar teh dan kadar gula minuman yang disukai

konsumen. Pengamatan dilakukan terhadap tingkat kesu- kaan terhadap produk, ph, total padatan, total gula, to- tal asam, tekanan dalam botol, warna minuman dan total mikroba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman teh hi- tam yang dikarbonasi memiliki rasa dan aroma yang disu- kai oleh konsumen, walaupun dengan warna yang kurang di- sukai. Setelah penyimpanan selama satu bulan, minuman yang dikarbonasi mempunyai daya simpan yang lebih baik. Hal ini terlihat pada tidak nyatanya perubahan yang ter- jadi setelah penyimpanan. Karbonasi memang dapat me- ningkatkan daya simpan minuman ringan, termasuk teh.

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan hanya kepada Allah, karena hanya dengan rahmatnya tulisan ini dapat diselesaikan. Tulisan ini disusun sebagai karya ilmiah untuk memperoleh gelar Sarjana Teknologi Pertanian dari Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Penulis menyampaikan terima kasih denqan tulus atas bantuan yang telah diberikan selama penelitian dilakukan kepada : 1. Bapak Darwin Kadarisman, sebagai Dosen Pembimbing I, 2. Ibu Kustamiyati Bambang, sebagai Dosen Pembimbing 11, 3. Bapak M. Sultoni Arifin, sebagai Direktur Pusat Penelitian Teh dan Kina - Gambung, 4. Bapak Rony N. Yusuf, sebagai Administratur Perkebunan Pasir Sarongge, 5. Direktur PTP XI1 dan Administratur Perkebunan Gunung Mas-PTP XII, 6. Bapak, Ibu dan Adik-adik yang telah banyak membantu, 7. Teman-teman dalam kelompok Wrong Gank dan

8. Nina dan Euis yang telah memberikan beberapa ide, 9. Pihak-pihak lain yang tidak mungkin disebutkan satu per satu. Kritik dan saran sangat diharapkan dari para pembaca atas tulisan ini. Semoga tulisan ini bermanfaat. Bogor, Maret 1993 Penulis

DAFTAR IS1 halaman KATA PENGANTAR... i RINGKASAN... ii PENDAHULUAN... 1 TINJAUAN PUSTAKA... 3 A. TEH... 3 1. Pelayuan... 6 2. Penggulungan... 6 3. Fermentasi... 7 4. Pengeringan... 9 B. MINUMAN RINGAN BERKARBONAT... 15 1. Air... 18 2. Flavor... 21 3. Zat pewarna... 22 4. Asam... 23 5. Pemanis... 24 6. Karbondioksida... 25 BAHAN DAN METODA PENELITIAN... 30 A. BAHAN DAN ALAT... 30 B. METODA PERCOBAAN... 30 1. Pendahuluan... 30 2. Utama... 31 C. PENGAMATAN... 32 HASIL DAN PEMBAHASAN... 34 A. PENDAHULUAN... 34

1. Kadar Teh... 34 2. Kadar Gula... 37 3. Analisis Teh... 40 B. UTAMA... 41 1. Uji Kesukaan... 41 2. ph... 44 3. Total Padatan... 48 4. Total Gula... 50 5. Total Asam... 55 6. Tekanan Dalam Botol... 56 7. Total Mikroba... 57 8. Warna Minuman... 60 KESIMPULAN DAN SARAN... 62 A. KESIMPULAN... 62 B. SARAN... 63 DAFTAR PUSTAKA... 64 LAMPIRAN... 67

DAFTAR TABEL No. Judul halaman 1 Komposisi kimia dalam pucuk dan teh hitam.. 10 2 Persyaratan kimia dalam teh menurut IS0 3720... 10 3 Bahan larut air dan kandungan air rata-rata teh hijau (%)... 15 4 Standar kimia air untuk minuman ringan... 21 5 Zat pewarna yang biasa digunakan dalam minuman ringan... 23 6 Suhu dan persen karbonasi... 28 7 Skor rata-rata hasil uji organoleptik teh hitam dengan berbagai konsentrasi... 36 8 Skor rata-rata hasil uji organoleptik teh hijau dengan berbagai konsentrasi... 36 9 Skor rata-rata hasil uji organoleptik teh hitam dengan berbagai konsentrasi gula... 38 10 Skor rata-rata hasil uji organoleptik teh hijau dengan berbagai konsentrasi gula... 38 11 Hasil analisis terhadap teh hitam dan teh hijau... 40 12 Skor rata-rata hasil uji organoleptik terhadap minuman ringan dari teh... 43

DAFTAR GAMBAR No. Judul halaman 1 Diagram alir pembuatan minuman ringan dari teh... 32 2 Teh hitam dan teh hijau yang digunakan dalam penelitian... 34 3 Minuman ringan dari teh yang diuji... 43 4 Diagram batang rata-rata ph hasil interaksi jenis jeh dan pengkarbonasian setelah penyimpanan satu bulan... 46 5 Diagram batang rata-rata total gula akibat interaksi jenis teh dan pengkarbonasian... 51 6 Diagram batang rata-rata perubahan total gula akibat interaksi jenis teh dan pengkarbonasian 53...