Cerita Tak Bernama. Re.

dokumen-dokumen yang mirip
Cerita Tak Bernama. Reyuni Adelina Barus

Ketika mimpi menjadi sebuah bayangan, aku menanyakan "kapan ini akan terwujud?" Mungkin nanti, ketika aku telah siap dalam segalagalanya

Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan.

LUCKY_PP UNTUKMU. Yang Bukan Siapa-Siapa. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

Belajar Memahami Drama

KISAH KISAH YANG HAMPIR TERLUPAKAN

Good Person. By : Mentari Puteri Utami

Bagian 1 : Tak Kan Kubiarkan Kau Merebutnya Dariku!

"Tapi mimpi itu inspirasi. Aku ragu untuk melangkah tanpa aku tau mimpiku."

Ah sial aku selingkuh!

"Apa begitu sulit untuk memulai hidup dengan seorang fotografer?" tanyanya saat aku

Pemilik jiwa yang sepi

Semalam Aldi kurang tidur. Hujan deras ditambah. Rahasia Gudang Tua

YAYAN FIRMANSYAH DIARY ADAM ( ) Penerbit: Diary Sang ADAM

Ayu Prameswary. Jazz. Hujan. Pierre. fortherosebooks

ZEITMASCHINE. Kumpulan Prosa MAS OKIS

Shuffled Playlist. Andika Hilman

Belasan kota kudatangi untuk menjadi tempat pelarianku. Kuharap di sana bisa kutemukan kedamaian atau cinta yang lain selainmu.

Musim Semi Merah. Dyaz Afryanto

Yui keluar dari gedung Takamasa Group dengan senyum lebar di wajahnya. Usaha kerasnya ternyata tak sia-sia. Dia diterima berkerja di perusahaan itu

Penantian Terakhir. Susi Retno Juwita. Penerbit Nulisbuku.com

DIPA TRI WISTAPA MEMBILAS PILU. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

Alifia atau Alisa (2)

DI BALIK DINDING. Apa ya, yang berada di balik dinding itu?, selalu dan selalu dia bertanya-tanya

Cinta, bukan satu hal yang patut untuk diperjuangkan. Tapi perjuangan untuk mendapatkan cinta, itulah makna kehidupan. Ya, lalu mengapa...

#RainbowProject: ORANGE. A Way To Sunset NULIS BUKU CLUB PALEMBANG NULIS BUKU CLUB UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Prolog. Entah kenapa puisi yang kugubah. Padahal aku bukannya mahir berkata-kata. Kurasa, ini karenamu juga:

AKU AKAN MATI HARI INI

Yarica Eryana. Destiny. Penerbit HKS

RINDU. Puguh Prasetyo ~ 1

Sejatinya, semua manusia terlahir untuk dua hal, mendapatkan berita terbaik dan terburuk. Berita ini adalah sebuah misteri, ketika mereka terus

Stupid Love. June 21 st, 2013

[Fanfic] Sebuah gambar aneh menarik perhatianmu. Gambar itu jelek, tapi memiliki sesuatu yang membuatmu penasaran. Cast : Kalian yang membaca~

IV. GAMBARAN UMUM. Gambar 4.1 Dara Prayoga sumber: (2015)

Chapter 1. Baik, selagi kalian mencatat, saya absen.

KOPI DI CANGKIR PELANGI..

Ya sudah aku mau makan mie saja deh hari ini, kebetulan aku lagi pengen makan mie pakai telur ceplok.

Antara keingin- an dan hasrat serta pengorbanan Ber- bagi

CERITA, INGATAN, DAN KENANGAN. By MID A.K.A ICHISAN A.K.A NEKOVA LIGHT NOVEL SERIES BAB II UNTUK SEMUA YANG MENDUKUNGKU AKU UCAPKAN TERIMAKASIH

Kisah Seorang GADIS. a novel by. P.S. Putri. Penerbit

Butterfly in the Winter

Ruang Rinduku. Part 1: 1

Dimas Dewa. Sajak Satu tm

NADIA AKU. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

CINTA TANPA DEFINISI 1 Agustus 2010

Romantika Merah Biru Desi Mandasari

MORIENDO. Terlihat uluran tangan yang melepaskan butiran-butiran yang begitu cemerlang bagaikan kristal ke angkasa

Kumpulan Cerpen proyek menulis. Kasih tak sampai. Buku 6

Kodokhitamputih Dkk. Tanya 10 Hati. Penerbit Kodok Hitam Putih. Nulisbuku.com. Bekerjasama dengan

UJIAN TENGAH SEMESTER PERANCANGAN FILM KARTUN

Karya Kreatif Tanah Air Beta. Karya ini diciptakan untuk menuturkan isi hati Mama Tatiana di dalam buku hariannya. Karya

1. Aku Ingin ke Bandung

Kierkegaard dan Sepotong Hati

Anak laki-laki itu segera mengangkat kakinya. Maaf, ujarnya, sementara si anak

1. Cinta Setinggi Ilalang

DIAN TRIA YUNITA TULISAN HATI. Penerbit Nulisbuku

Korean Chingu. Korean Chingu s Fandoom! Penerbit Korean Chingu Publishing

WASIAT SEGELAS PASIR. Oleh: Agus Setiawan. Copyright 2013 by Agus Setiawan. Penerbit. Nulis Buku. Desain Sampul: Welly Huang. Diterbitkan melalui:

Bintang Pembuka. Kepada orang-orang yang tidak pernah naik keatas atap rumahnya untuk sekedar melihat betapa indahnya bintang-bintang.

SUNFLOWERS. Saya lebih suka menghadap ke matahari.

(Cintaku) Bait Pertama. Angin senja begitu halus berhembus. Sore itu, di

2 Andika Pratama. Sanksi Pelanggaran Pasal 72. Undang-Undang Nomor 19 Tahun Tentang Hak Cipta

cinta seringkali lebih mudah didefinisi dengan air mata... Aku Bukan Pergi, Tapi Menjelma Jadi Rindu dan Berkelana di Hatimu.

Talita Zahrah Fauziyyah. Sekeping Hati. Penerbit NulisBuku

Penerbit Lintang Fajar

Kaki Langit. Bulan dan Matahari

Buku BI 3 (12 des).indd 1 16/12/ :41:24

Claresta Vania. The Things Left Unsaid

Semangat ya kerja kelompok nya. J

Sayang berhenti menangis, masuk ke rumah. Tapi...tapi kenapa mama pergi, Pa? Masuk Sayang suatu saat nanti pasti kamu akan tahu kenapa mama harus

Seorang gadis sedang berjalan bahagia di

Someone! Susi Retno Juwita. Penerbit Nulisbuku.com

Jingga Senja kazuka s publisher

TERPERANGKAP. merakitkata.blogspot.com

The New Beginning (2015)

BATANG BERMANFAAT. Farhan Abdul Aziz M. Kau berjalan diatas kertas Kau menari-nari diatas kertas Kau berjasa bagi kita Kau adalah pahlawanku

BABAK I DI KOTA INDAH NAN MULIA

TEKNIK EDITING DALAM FILM BELENGGU

Entahlah, suamiku. Aku juga tidak pernah berbuat jahat dan bahkan selalu rajin beribadah, jawab sang isteri sambil menahan air mata.

Pertama Kali Aku Mengenalnya

Seperti api membakar hati Irfan. Dia menekan dadanya, menangis sekuatnya. Padahal hidup belum berakhir. Aisyah datang menampakkan diri.

Sepasang Sayap Malaikat

pernah terasa sama lagi setelah kau mengalami hal yang fantastis. Bagiku, pengalaman selama di Vazard adalah hal yang fantastis.

Fiction. John! Waktunya untuk bangun!

I NEED YOU. oh baby don t you know how much i love you. oh baby don t you know how much i miss you. oh baby don t you know it s true

Di Semenanjung Tahun. Saat semua berakhir, saat itu pula semua berawal. Yuni Amida

Dalam perjalanan ke Malang, matahari pagi yang hangat ku biarkan masuk lewat

ROSE PAPPER AND BLOODY LILY Part 1

S a t u DI PAKUAN EXPRESS

Sarah mengemas barangnya dengan cemberut. Entah yang keberapa. kalinya Dia harus pindah. Dari Jakarta ke Jogja lalu ke Makassar dan kali ini dia

CINTA 2 HATI. Haii...! Tiara terkejut, dan menatap pada pria itu. Pada saat itu, ternyata pria itu juga menatap kearah Tiara. Mereka saling menatap.

Seseorang yang sedang di landa kebingungan itu mendadak tak dapat lagi mengungkapkan kata dalam hati ketika menyadari betapa ia sedang merasakan

KAU YANG HIDUP DALAM KATA-KATA

PATI AGNI Antologi Kematian

sudah rapi kembali setelah dicukur. Ruangan-ruangan didalam bangunan ini sangat

hidup yang sebenarnya tidak hidup. Namun, selalu terlihat sangat nyata. Kadang aku bertanya, apa mungkin yang ku lihat di langit itu adalah apa yang

Rasa Kesatu Marshmallow

Sebuah kata teman dan sahabat. Kata yang terasa sulit untuk memasuki kehidupanku. Kata yang mungkin suatu saat bisa saja meninggalkan bekas yang

Transkripsi:

Cerita Tak Bernama Re.

Cerita Tak Bernama Copyright 2014 by Reyuni Adelina Barus Penerbit Nulis Buku www.nulisbuku.com admin@nulisbuku.com Hak cipta dilindungi undang-undang

Daftar Isi Friday 11 Dream Catcher 22 Tentang Rasaku Padamu 48 Ternyata Bukan Cinta 79 Secret Admirer 87 Cinta untuk Kamila 98 Dia Ada, Untukku 111 Pengagum Jingga 123 Black Coffee 126 Angan Sehembus Angin 154 Datang untuk Pergi 156 Di Persimpangan Jalan 158 Untitled 161

Cerita tak bernama bukan berarti cerita tak bermakna...

Friday A ku mengaduk ice cappuccino yang baru saja kupesan. Sambil menyeruputnya sedikit, aku membaca ulang tulisanku. Bibirku mengulas senyuman tipis. Kemudian aku kembali mengetik, meneruskan tulisanku. Aku terlalu larut dalam berjuta kata-kata hingga aku merasa hanya akulah penghuni bumi. Aku tak keberatan jika itu terjadi. Aku tak pernah kesepian. Hari-hariku selalu ramai ditemani jutaan kata yang selalu melayang dalam otakku, berputar mengelilingi tiap sudut pikiranku. Sekilas pandanganku tertuju pada sepasang remaja yang tengah bersenda-gurau di balik jendela kaca kafe ini. Aku tertegun, mereka tampak bahagia sekali. Seindah itukah jatuh cinta? Aku ingin merasakannya. Ah, tidak, tidak! Aku tidak ingin merasakannya. Namanya saja jatuh, sudah pasti sakit. Tapi, sekali lagi, kuperhatikan mereka diamdiam. Mereka berjalan santai sambil melahap ice cream masing-masing. Sesekali mereka menyuapi satu sama lain. Persis seperti di novel-novel roman yang sering kubaca. Aku memutuskan untuk kembali sibuk dengan tulisanku yang akan kukirim pada redaksi majalah remaja minggu depan.

Tak terasa matahari sudah menyingsing me-ninggalkan goresan jingga pada langit senja. Senja. Aku sangat menyukai pesonanya. Setiap hari Jumat aku nongkrong di kafe ini hanya untuk menunggu senja menghampiriku dengan warnanya yang membuatku terpukau. Kadang aku berangan, andaikan ada orang yang begitu mempesona seperti senja datang menghampiriku. Kurasa, aku adalah gadis paling beruntung. Ah, sudahlah. Hidup dalam angan-angan membuatku jengah jua. Aku memutuskan untuk pulang setelah membereskan peralatanku. Kegiatanku terhenti begitu melihat sebuah tisu tergeletak di atas meja. Aku memungutnya, lalu membaca tulisan rapih yang terukir disana. Aku suka sekali melihat ekspresimu ketika menulis. -Senja- Aku membaca ulang isi tisu itu mencoba me-yakinkan diri sendiri bahwa penglihatanku tidak salah. S e n j a. Pengirimnya bernama Senja, begitu? Ini benar-benar kebetulan yang aneh. Aku menyukai senja dan tiba-tiba saja ada orang bernama Senja mengirimiku surat yang mengatakan bahwa ia menyukai ekspresiku ketika menulis. Nah, memangnya seperti apa ekspresiku ketika menulis? Aku mengedarkan pandangan ke penjuru kafe, mencoba menemukan siapa kira-kira orang iseng yang mengirimiku surat tisu semacam ini. Apakah tadi aku sebegitu larutnya dalam tulisan hingga tak menyadari kehadiran Senja di mejaku? Ini benarbenar me-musingkan, apalagi tak ada tanda-tanda Senja ada di tempat ini. Dan akupun memutuskan untuk pulang.

Ceritaku sudah dimuat dalam majalah remaja edisi minggu ini. Aku tidak menyangka, cerita tentang si misterius Senja yang kutuai dalam cerita begitu banyak peminatnya. Dan akhirnya, akupun mulai dihantui oleh deadline. Ini menyenangkan sekaligus merepotkan. Menyenangkan karena aku bisa menghabiskan waktu untuk menulis, dan merepotkan karena aku tidak tahu harus melanjutkan cerita bersambung Senja yang sedang kugarap. Aku memutuskan untuk pergi ke kafe biasa yang setiap hari Jumat kukunjungi. Setelah memesan ice cappuccino, aku menyalakan laptop dan membuka akun Twitterku. Sudah lama sekali aku tidak mem-bukanya. Setelah login, aku membuka notifications. Tidak ada yang terlalu menarik, hanya beberapa mentions dari para readers. Lalu mataku tertuju pada satu pemberitahuan: Senja followed you. Kuperhatikan detail waktunya, 2 minggu yang lalu. Aku membuka profil Senja. Dan yang pertama kali ditangkap oleh indera penglihatanku adalah: background, header, dan avatar miliknya, semuanya bergambar senja. Dan aku benar-benar terkejut membaca sebuah tweet. Aku suka sekali melihat ekspresimu ketika menulis. Lalu kuklik tombol view photo untuk melihat gambar yang di share-nya. Astaga! Ini fotoku! Tidak salah lagi. Ini benar-benar fotoku Jumat yang lalu tepat di kafe ini. Siapa sebenarnya orang ini? Apakah dia me-ngenalku? Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang aneh. Aku mendongak dan terkejut mendapati seorang lelaki duduk tepat di hadapanku, menatapku datar tanpa ekspresi. Si-siapa kau? Tidak ada jawaban.

A-apa yang kaulakukan di sini? Aku menatapnya was-was sambil memperbaiki letak kacamataku. Melihatmu, jawabnya datar. A-apa? Aku menyukaimu. Setiap hari aku datang ke sini menunggu kedatanganmu. Tetapi kau hanya datang setiap hari Jumat. Hah? Ia mengedikkan bahu tak acuh. Setelah itu ia pergi meninggalkanku tanpa mengatakan apapun. Aku memandangi punggungnya yang semakin menjauh kemudian hilang dari pandangan dengan kening berkerut penuh tanda tanya. Aku mendengus kesal, lalu mataku tertuju pada selembar tisu di atas meja. Aku memungutnya dengan ragu. Aku harus pergi. Semoga kita bisa bertemu lagi. -Senja-

Tentang Penulis Reyuni Adelina Barus Seorang mahasiswi yang akrab disapa Rey atau Reye, tetapi memutuskan untuk menggunakan nama Re sebagai nama pena-nya. Suka menulis dan membaca sejak duduk di sekolah menengah. Cerita Tak Bernama merupakan kumpulan cerpen dan tulisan-tulisan singkat yang pertama kali ia terbitkan. Namun ada banyak naskah-naskah terbengkalai yang pada akhirnya hanya tersimpan di dalam draft. Sekarang ini, ia masih berusaha mencuri kesempatan untuk menulis di sela-sela kesibukan kuliah. Re bisa dihubungi lewat: @Reyuniadelina Reyuni Adelina Barus reyuniadelina02@gmail.com