BUKU PEDOMAN MAHASISWA PROBLEM BASED LEARNING [TAHUN AKADEMIK 2011/2012] [REVISI KE 5] PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011
BUKU PEDOMAN MAHASISWA PROBLEM BASED LEARNING NAMA NIM SEMESTER AKADEMIK 2011/2012 TAHUN PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2011 2
KATA PENGANTAR Puji Syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat, karunia serta hidayah-nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan penulisan Buku Pedoman Mahasiswa Problem Based Learning. Buku pedoman ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang tengah menjalani Problem Base Learning (PBL), yang berisi panduan bagi mahasiswa dan dilengkapi dengan jadwal kegiatan Problem Base learning (PBL), sehingga memudahkan mahasiswa untuk melaksanakan proses PBL. Penyusun menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penulisan buku pedoman ini, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses Problem Base Learning (PBL). Penyusun menyadari bahwa dalam proses pembuatan buku pedoman ini masih jauh dari sempurna, untuk itu saran dan kritik konstruktif sangat diharapkan untuk kesempurnaannya. Akhirnya penyusun berharap semoga karya kecil ini membawa manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Malang, Agustus 2011 Penyusun 3
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.. 2 DAFTAR ISI. 4 BAB 1. Informasi Umum 1.1. Problem Based Learning.. 5 1.2. Blok 6 1.3. Metode Pembelajaran.. 6 1.4. Penyusun Blok. 6 1.5. Produk Blok 7 BAB 2. Tata Tertib 2.1 Peran Mahasiswa.... 9 2.2 Tata Tertib. 9 BAB 3. Evaluasi Proses Pembelajaran dan Penilaian 3.1 Komponen Penilaian Problem Based Learning... 13 3.2 Nilai Lulus dalam Problem Based Learning... 21 Lampiran 22 BAB 1 INFORMASI UMUM 1.1 PROBLEM BASED LEARNING Metode pembelajaran PBL adalah metode yang terpusat pada mahasiswa (student-centered), dimana mahasiwa tidak lagi tergantung kepada pengajar dalam mendapatkan ilmu pengetahuan. Tetapi mahasiswa menjadi lebih aktif dalam mengakses dan mempelajari semua sumber yang ada, baik itu melalui buku ajar, jurnal, artikel ilmiah, maupun pakar sebagai nara sumber. Metode ini menuntut mahasiswa untuk belajar mandiri secara aktif (self-directed learning atau active learning) dalam mengidentifikasi masalah, menentukan tujuan pembelajaran, mencari sumber ajar, menyusun penjelasan masalah serta menganalisa penjelasan tersebut. Metode ini melibatkan sekelompok kecil mahasiswa (8-15 orang/kelompok) dalam kelompok dengan dibimbing oleh seorang tutor/fasilitator dan nara sumber. Sebuah masalah (problem) diberikan pada awal kelompok tersebut 4
untuk memicu proses pembelajaran. Masalah biasanya diberikan dalam bentuk tertulis, berisi fenomena yang membutuhkan penjelasan. The Seven Jumps from Schmidt adalah langkah-langkah yang lazim digunakan dalam metode PBL. Langkah-langkah tersebut adalah: 1. Mengklarifikasi istilah-istilah dan konsep yang tidak dimengerti bersama kelompok 2. Menentukan masalah-masalah 3. Menganalisa masalah (brainstorming) untuk menemukan penjelasan masalah. 4. Menata usulan penjelasan masalah dari langkah 3 menjadi penjelasan terstruktur (menyusun hipotesis) 5. Menentukan tujuan pembelajaran 6. Mengumpulkan informasi (dengan cara belajar mandiri) dari berbagai sumber 7. Melaporkan hasil pembelajaran dalam kelompok, menyusun penjelasan dan menerapkan pengetahuan yang didapatkan dari belajar mandiri untuk menjelaskan masalah-masalah yang ada. Di Program Studi Ilmu Gizi (PSIG) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, sistem yang diterapkan dalam PBL adalah sebagai berikut : 1. Dibutuhkan 4 kali pertemuan kelompok kecil mahasiswa dalam satu minggu untuk menkan sebuah pemicu/skenario yaitu kelompok 1 (DK 1), kelompok 2 (DK 2), kelompok 3 (DK 3) dan kelompok 4 (DK 4). 2. Pada Diskusi Kelompok 1 (DK 1) dilaksanakan langkah 1-5. Sedangkan pada kelompok 2 (DK 2) dilaksanakan review langkah 1-5. Tujuan dilakukan review langkah 1-5 adalah untuk mengantisipasi apabila pada saat kelompok 1 (DK1), tujuan pembelajaran yang ditetapkan oleh tim blok dan tim kurikulum belum tercapai. 3. Apabila pada kelompok 1 (DK 1) tujuan pembelajaran sudah tercapai, maka kelompok 2 (DK 2) bertujuan untuk memperdalam pembahasan skenario. Hasil dari dua tersebut akan berupa tujuan pembelajaran yang harus dicapai selama proses PBL berlangsung. 4. Sebuah masalah diberikan untuk memandu mahasiswa dalam memformulasikan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh tim Blok bersama tim Kurikulum. 5. Pada saat kelompok 1, mahasiswa tidak diperkenankan membawa referensi/ literatur kecuali kamus. Mahasiswa juga tidak diperkenankan membawa laptop, kecuali yang bertugas sebagai scribe. 6. Sebelum kelompok ketiga (DK 3), dilaksanakan langkah ke 6 dari Seven Jump. Mahasiswa akan mencari sumber ajar melalui proses belajar mandiri dan /atau mendatangi pakar (nara sumber) untuk memperoleh data yang digunakan sebagai dasar dalam membahas masalah, yang ditemukan saat DK 1 dan 2. Hasil dari proses ini adalah log book yang dibuat oleh mahasiswa. 7. Pada kelompok ketiga (DK 3) dilaksanakan langkah ke-7. Mahasiswa melaporkan dan menkan hasil pembelajaran mereka serta mempersiapkan kegiatan skill s lab. Pada saat ketiga (DK 3), mahasiswa diwajibkan membawa log book dan referensi pendukung/laptop. 5
8. Pada keempat (DK 4) mahasiswa akan melaporkan hasil pembelajaran kelompok melalui presentasi dan pleno yang dihadiri oleh tim blok, fasilitator dan seluruh mahasiswa. 9. Kuliah pakar pada setiap pemicu/skenario dapat diadakan bila diperlukan oleh mahasiswa dengan menghadirkan pakar yang berkompeten. 1.2 BLOK Blok di PSIG dikelompokkan dalam 3 (tiga) bidang, yaitu Gizi Klinik, Gizi Komunitas dan Gizi Institusi. Pemicu/skenario yang dikan oleh mahasiswa juga terbagi dalam tiga blok tersebut, yang proporsinya ditentukan oleh tim kurikulum dan tim blok. Melalui blok-blok tersebut diharapkan mahasiswa mampu memahami berbagai masalah gizi secara lebih integratif, sebagai landasan untuk perencanaan program gizi baik di klinik, komunitas maupun institusi. 1.3 METODE PEMBELAJARAN Pembelajaran berdasarkan masalah yang terdistribusi dalam kelompok 1 s.d 3, skill s lab, presentasi kelompok (DK 4) dan kuliah pakar. 1.4 PENYUSUN BLOK (PENANGGUNG JAWAB BLOK DAN NARASUMBER) Penyusun Blok Gizi Klinik : 1. Inggita Kusumastuty, S.Gz 2. Ayuningtyas Dian A, S.Gz 3. Leny Budhi Harti, S.Gz 4. Fuadiyah Nila, S.Gz., MPH 5. Olivia Anggraeny S.Gz 6. Ummu Ditya Erliana S.Gz 7. Cleonara Yanuar Dini S.Gz., Dietisien Penyusun Blok Gizi Komunitas : 1. Nia Novita Wirawan, STP., MSc 2. Widya Rahmawati, S.Gz.,M.Gizi 3. Fajar Ari Nugroho, S.Gz 4. Eriza Fadhilah, S.Gz., M.Gizi 5. Intan Yusuf Habibie, S.Gz Penyusun Blok Gizi Institusi : 1. Nurul Muslihah, MKes 2. Laksmi Karunia T, S.Gz 3. Titis Sari Kusuma, S.Gz 4. Yosfi Rahmi, S.Gz., MSc 5. Amalia Ruhana SP., MPH 6. Eva Putri Arfiani S.Gz 1.5 PRODUK DISKUSI Untuk setiap, mahasiswa mempunyai kewajiban untuk membuat produk. Produk yang harus dibuat mahasiswa adalah : 1.5.1 LAPORAN KELOMPOK Merupakan hasil kelompok untuk setiap pemicu/skenario, yang dirangkum dalam satu laporan kelompok untuk menggambarkan pemahaman materi 6
dan pencapaian sasaran belajar dalam setiap pemicu/skenario. Format laporan kelompok harus meliputi : 1. JUDUL LAPORAN LAPORAN HASIL DISKUSI Blok.. SKENARIO. Minggu ke-.. Tanggal s.d logo UB Penyusun/ kelompok. Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang tahun 2. DAFTAR ISI 3. ISI A. KOMPETENSI YANG AKAN DICAPAI B. SKENARIO C. DAFTAR UNCLEAR TERM D. DAFTAR CUES E. DAFTAR PROBLEM IDENTIFICATION F. HASIL BRAINSTORMING G. HIPOTESIS H. LEARNING ISSUES I. PEMBAHASAN LEARNING ISSUES 4. KEGIATAN SKILL LABORATORIUM A. WAKTU PELAKSANAAN B. PENUGASAN C. HASIL D. HAMBATAN SAAT SKILL LAB 5. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI (berisi kesimpulan kelompok dan saran serta rekomendasi untuk perbaikan pemicu/skenario yang telah dibahas) 6. REFERENSI/ DAFTAR PUSTAKA 7. TIM PENYUSUN A. KETUA B. SEKRETARIS C. ANGGOTA 7
D. FASILITATOR E. PROSES DISKUSI 1. KEMAMPUAN FASILITATOR DALAM MEMFASILITASI (berisi penjelasan deskriptif mengenai kemampuan fasilitator setiap kelompok dalam memfasilitasi kegiatan mahasiswa) 2. KOMPETENSI/ HASIL BELAJAR YANG DICAPAI OLEH ANGGOTA DISKUSI Note: 1. Format laporan adalah sebagai berikut: a. Jumlah halaman minimum 20 lembar b. margins: atas 2cm, kiri 2cm, bawah 1,5cm, kanan 1,5cm; paragraph 1,5 spasi c. font Calibri size 11 d. no halaman pojok kanan bawah e. kertas HVS A4 70 g; f. dijilid langsung dengan kertas buffalo warna hijau muda g. naskah asli dan bukan foto kopi 2. Hard copy laporan hasil untuk masing-masing kelompok dilakukan sehari sebelum presentasi pleno, pukul 10.00 dan tanpa laporan lab s skill 3. Pengumpulan dalam bentuk soft copy file laporan lengkap beserta hasil lab s skill, slide presentasi dan referensi masing-masing kelompok untuk satu kelas setiap 1 scenario pada 1 keping DVD-R yang diberi cover judul dan weeks scenario, yang dikordinasi oleh salah satu kelompok secara bergantian. Laporan dikumpulkan kepada fasilitator paling lambat hari Jum at, sebelum DK 1 dimulai untuk dievaluasi oleh tim blok. 1.5.2 WORKSHEET dan LOG BOOK 1. Worksheet merupakan lembar kerja mahasiswa, yang diberikan pada awal DK 1 dan harus diisi oleh mahasiswa sebelum dimulai. Worksheet dievaluasi dan dinilai oleh fasilitator pada DK 1 dan dikembalikan lagi ke mahasiswa, selanjutnya dapat dimulai. 2. Log Book merupakan rangkuman ringkasan hasil belajar mahasiwa dalam belajar mandiri dan hasil kelompok mahasiswa. Setiap mahasiswa wajib mempunyai log book dalam bentuk buku yang ditulis berisi tulisan tangan. Log Book bukan merupakan catatan hasil bagi tugas dalam kelompok melainkan keseluruhan catatan hasil temuan informasi yang berkaitan dengan learning objectives dan pencapaian sasaran pembelajaran. Log book boleh dilampiri print out atau foto kopi referensi yang dijadikan bahan belajar. Log book dievaluasi dan dinilai oleh fasilitator pada kelompok 3 (DK 3). 8
BAB 2 PERAN DAN TATA TERTIB 2.1 PERAN MAHASISWA Seluruh mahasiswa dalam kelompok PBL harus turut berperan secara aktif dalam PBL. Dalam setiap PBL hendaknya dipilih seorang ketua dan sekretaris secara bergantian, sehingga semua anggota kelompok mendapatkan giliran berlatih memegang tanggung jawab. 1. Peran Ketua/Chair : a. Ketua bertugas untuk membuka PBL, memimpin jalannya sehingga dapat berlangsung dengan baik. b. Ketua juga berperan dalam mengatur jalannya dengan cara melibatkan semua anggota kelompok untuk aktif dalam. c. Selama berlangsung, ketua kelompok harus dapat menjaga tetap terarah dan tidak melenceng dari tujuan pembelajaran. d. Selama proses ketua tetap harus mengutarakan pendapat e. Setelah berakhir, ketua menyampaikan rangkuman hasil kepada kelompoknya. 2. Peran Sekretaris/Scriber : a. Sekretaris bertugas mencatat semua informasi dan penjelasan yang didapatkan selama PBL kemudian menyusunnya agar teratur. b. Pada akhir PBL pertama, sekretaris bertugas mencatat daftar tujuan pembelajaran yang ditetapkan oleh kelompok tersebut. c. Di PSIG, sekretaris berjumlah 2 (dua) orang, yang masing-masing bertugas mencatat di papan tulis atau kertas flipchart dan dalam komputer atau laptop. d. Selama proses sekretaris tetap harus mengutarakan pendapat 3. Peran Anggota : a. Anggota kelompok bertugas untuk terlibat aktif dalam kegiatan PBL (dalam seluruh langkah seven jumps ). Dengan mengaktifkan prior knowledge yang telah dimiliki, seluruh anggota kelompok melakukan untuk membahas masalah apa yang ditemukan, kemungkinan penjelasan masalah tersebut, usulan solusi bagi masalah yang ditemukan, dan menetapkan tujuan pembelajaran. b. Semua anggota kelompok wajib membuat log book dan mencari literatur untuk mencapai seluruh tujuan pembelaran dari pemicu yang diberikan. Pada ketiga, seluruh anggota kelompok wajib menunjukkan log book dan melaporkan hasil pembelajaran mandiri mereka dan bertukar pendapat dengan anggota kelompok lainnya. 2.2 TATA TERTIB Setiap mahasiswa wajib mentaati ketentuan yang tercantum dalam Surat Keputusan Rektor Universitas Brawijaya tentang Tata Tertib Kehidupan Kampus Universitas Brawijaya dan Peraturan Akademik yang berlaku. 9
2.2.1 Umum 1. Bersama-sama dengan civitas akademika lainnya mengembangkan tata kehidupan sebagai masyarakat ilmiah yang berbudaya, bermoral Pancasila dan berkepribadian Indonesia. 2. Memantapkan dan memelihara rasa kesejawatan diantara sesama Keluarga Besar Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. 3. Membantu dan berpartisipasi aktif dalam setiap penyelenggaraan programprogram kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra kurikuler. 4. Menjaga integritas sebagai calon sarjana serta taat dan loyal terhadap setiap peraturan yang berlaku di Fakultas maupun Universitas Brawijaya. 5. Bersikap kesatria, sopan dan penuh rasa tanggung jawab terhadap sesama keluarga besar Universitas Brawijaya dan masyarakat luas. 6. Setiap mahasiswa wajib mentaati ketentuan yang tercantum dalam Surat Keputusan Rektor No.180/SK/2003 mengenai Tata Tertib Kehidupan Kampus Universitas Brawijaya. 7. Setiap mahasiswa wajib memegang teguh tata krama/sopan santun pergaulan dalam segala tingkah lakunya. 8. Setiap mahasiswa wajib berpenampilan rapi, sopan, sesuai kelaziman dalam berpakaian, dilarang memakai sandal/selop, kaos tidak berkerah, celana jeans, celana ketat dan rok mini, tidak memakai perhiasan yang berlebihan. Potongan rambut yang pantas sesuai dengan kepribadiannya sebagai calon dokter gigi, bagi mahasiswa perempuan rambut terikat rapi dan bagi yang berjilbab, jilbab dimasukkan ke dalam jas praktikum saat mengikuti praktikum (Skill s Lab), bagi mahasiswa laki-laki rambut tidak panjang melebihi bahu. 9. Setiap mahasiswa harus ikut memperhatikan dan menjaga kebersihan ruang kuliah, ruang praktikum (Skill s Lab), lingkungan sekitarnya, termasuk halaman, taman dan WC/kamar mandi yang tersedia 10. Pengumuman dan peraturan Fakultas/Jurusan/Departemen dipasang di papan pengumuman tentang perkuliahan, sedangkan pengumuman tentang kegiatan kemahasiswaan dipasang pada papan senat mahasiswa. Para mahasiswa dilarang melakukan corat-coret terhadap pengumuman yang dipasang tersebut. 11. Fakultas/Departemen/Laboratorium tidak bertanggung jawab atas barang yang tertinggal/hilang di dalam kamar mahasiswa/ruang kuliah atau ruang praktikum (Skill s Lab). 12. Setiap mahasiswa diwajibkan mentaati peraturan-peraturan khusus di departemen/ laboratorium. 2.2.2 Kuliah/Diskusi Kelompok 1. Mahasiswa harus sudah ada dalam ruangan kuliah/ kelompok sebelum kuliah/ dimulai, tidak diperkenankan meninggalkan ruangan sebelum kuliah/ selesai ataupun sebelum pengajar/fasilitator meninggalkan ruangan kuliah/ kelompok. 2. Mahasiswa wajib memelihara ketertiban dalam ruang kuliah/ kelompok. Apabila kuliah/ kelompok sudah dimulai dan dianggap terganggu karena perilaku mahasiswa, maka fasilitator berhak menghentikan kuliah/ kelompok pada saat itu juga atau mengambil tindakan lain. Sedangkan kuliah/ yang direncanakan diberikan hari itu dianggap telah diberikan seluruhnya. 3. Kuliah/ kelompok harus diikuti oleh seluruh mahasiswa yang kehadirannya dicatat dalam daftar hadir. 10
4. Pada dasarnya seluruh kegiatan kuliah/ kelompok harus diikuti oleh setiap mahasiswa. Departemen/ Laboratorium berhak menentukan batas minimal ketidak hadiran mahasiswa untuk diijinkan mengikuti ujian masing-masing, selama tidak melebihi maksimal dari keputusan yang sudah ada. 5. Didalam ruang kuliah/ kelompok, mahasiswa dilarang merokok, makan (kecuali permen dan minum) atau melakukan kegiatan serupa lainnya. 6. Dilarang mengadakan corat-coret dengan apapun serta merusak peralatan yang ada di dalam ruang kuliah/ kelompok. 7. Selama kuliah/ kelompok berlangsung, mahasiswa dilarang mengaktifkan penyeranta dan telepon genggam. 2.2.3 Kehadiran Mahasiswa 1. Mahasiswa diwajibkan mengikuti seluruh kegiatan pendidikan. 2. Alasan yang dapat dibenarkan untuk ketidak hadiran : a. Sakit atau musibah kurang dari 3 (tiga) hari harus disertai surat Keterangan Dokter atau orang/tua atau wali lebih dari 3 (tiga) hari dan kurang dari 1 (satu) minggu harus disertai surat Keterangan Dokter atau orang tua/wali yang dilegalisasi oleh Pembantu Dekan I FKUB. lebih dari 1 (satu) minggu harus disertai surat keterangan dokter yang dilegalisasi oleh Pusat Kesehatan Mahasiswa Universitas Brawijaya dan Pembantu Dekan I FKUB. b. Mendapat tugas dari Fakultas/Universitas (harus ada surat tugas) c. Alasan lain yang dapat dipertanggung jawabkan dan diperkenankan 3. Meninggalkan kegiatan pendidikan setelah menyerahkan surat keterangan dokter 4. Surat keterangan dokter harus diserahkan ke Fasilitator paling lambat 1 (satu) hari setelah ketidak hadiran. 5. Meninggalkan kegiatan pendidikan karena alasan lain lebih dari 3 (tiga) hari harus sepengetahuan orangtua/wali. 6. Surat ijin harus sudah disampaikan ke Fasilitator selambat-lambatnya 3 (tiga) hari terhitung mulai berakhirnya Surat Ijin. 7. Bila mahasiswa tidak melaksanakan kegiatan pendidikan, atau kehadirannya kurang dari 80% dari total pemicu/skenario pada setiap blok, maka dianggap tidak memenuhi syarat sehingga tidak diijinkan mengikuti ujian blok, sehingga harus mengikuti remidi proses. Mahasiswa diwajibkan hadir 15 menit sebelum kegiatan pendidikan dimulai. Setiap keterlambatan 15 menit akan diberi peringatan berupa teguran dari staf pengajar yang bersangkutan. 8. Kehadiran mahasiswa mempengaruhi nilai proses (nilai selama ) 2.2.4 Ujian 1. Setiap mahasiswa diwajibkan mengikuti semua ujian pada waktu yang telah ditentukan. 2. Ujian dilakukan pada setiap blok, meliputi ujian tulis dan ujian praktek atau OSCE 3. Setiap mahasiswa yang akan mengikuti ujian-ujian diwajibkan membawa KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) atas nama mahasiswa yang bersangkutan (ada foto mahasiswa, tanda tangan dan stempel resmi dari instansi). 4. Mahasiswa yang tidak dapat mengikuti ujian pada waktu yang telah ditentukan, harus melapor paling lambat 3 (tiga) hari sesudah ujian kepada Ketua Tim Blok 11
terkait dengan mengajukan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan dan akan mendapat kesempatan untuk mengikuti ujian susulan atau kebijakan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 5. Mahasiswa yang tidak mengikuti ujian susulan akan diberi nilai 0 (nol) atau nilai E dan harus mengulang blok. 6. Bagi mahasiswa yang sudah lulus maupun belum lulus dalam blok, diberikan kesempatan untuk memperbaiki nilai pada ujian perbaikan. 7. Mahasiswa yang terbukti terlibat kecurangan dalam bentuk apapun (misalnya, mencatat/mengambil soal ujian, memberi atau menerima jawaban soal ujian, membawa segala macam bentuk catatan yang berkaitan dengan jawaban ke tempat ujian) akan diberi nilai 0 (nol) atau nilai E dan harus mengulang blok. 2.2.5 Ujian Remidi Proses Ujian remidi proses diselenggarakan sebelum ujian tengah semester maupun ujian akhir semester. Ujian ini dilaksanakan apabila terdapat mahasiswa yang memiliki nilai proses PBL (nilai DK1-DK3) C, atau tingkat kehadiran mahasiswa lebih dari 20% untuk tiap-tiap blok. 2.2.6 Ujian Perbaikan Berdasarkan Pedoman Pendidikan Jurusan Gizi TA 2009/2010, Ujian perbaikan merupakan ujian dalam rangka memperbaiki nilai akhir pada semester berlangsung dan dilaksanakan dengan ketentuan : 1. Dilaksanakan rentang waktu sesudah UAS yang terjadwal atau sebelum KHS keluar. 2. Nilai yang diperbaiki maksimal B. 3. Hasil nilai yang dicapai maksimal B+ atau nilai yang terbaik. 4. Ada tidaknya penyelenggaraan ujian perbaikan diserahkan kepada kebijakan PJMK/PJ Blok 12
BAB 3 EVALUASI PROSES PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN 3.1 Komponen Penilaian Problem Based Learning Evaluasi meliputi komponen sebagai berikut: 1. Proses DK1-DK3 (50%) 2. Laporan (10%) 3. Examination (30%) 4. Presentasi (10%) Dengan rincian sebagai berikut : 1. Proses DK1-DK3 (50%), yang meliputi evaluasi terhadap : a. persiapan b. partisipasi c. komunikasi d. berfikir kritis e. profesionalisme 2. Laporan (10%), yang meliputi evaluasi terhadap : a. kesesuaian format laporan b. substansi laporan c. referensi yang digunakan (sumber pustaka) d. kedalaman pembahasan e. bahasa 3. Examination / sumatif (30%) a. ujian tulis 40% b. OSCE/ ujian praktek 60% 4. Presentasi / DK4 (10%), yang meliputi : a. Keaktifan mahasiswa (7%) : Partisipasi dan keaktifan saat presentasi b. Kehadiran (3%) Evaluasi terhadap proses meliputi Assessment of Student Participation in PBL by Facilitator, Self Assessment dan Peer Assessment. Assessment of Student Participation in PBL by Facilitator akan menjadi dasar pemberian nilai untuk komponen proses, sedangkan evaluasi yang lain (Self Assessment dan Peer Assessment) akan menjadi bahan evaluasi perkembangan mahasiswa yang dilaporkan kepada Pembimbing Akademik masing-masing. Berikut adalah uraian panduan penilaian partisipasi mahasiswa oleh fasilitator. 13
No 1 PANDUAN PENILAIAN PARTISIPASI MAHASISWA DALAM PBL OLEH FASILITATOR Penilaian partisipasi mahasiswa dalam proses PBL (Problem Based Learning) dilakukan oleh Fasilitator pada DK (Diskusi Kelompok) 1, DK 2, dan DK 3 KOMPONEN PENILAIAN PERSIAPAN SKOR PENILAIAN 1 2 3 4 5 DK 1 - Tidak membawa Kamus - Tidak mengisi worksheet DK3 : - Tidak membawa sumber referensi - Tidak membuat ringkasan sebelumnya dan materi hasil pembelajaran mandiri di logbook - Tidak menguasai materi yang dibahas DK 1 : - Tidak membawa hanya kamus - Mengisi 50% dari worksheet DK3 : - Membawa sumber referensi berupa handout kuliah atau jurnal popular - Hanya membuat ringkasan sebelumnya - Menyampaikan materi dengan membaca/mengutip langsung DK 1 : - Tidak membawa kamus - Mengisi worksheet dengan lengkap Atau - Membawa 1 kamus bahasa asing/kesehatan/gizi - Mengisi 50% dari worksheet DK3 : - Membawa sumber referensi berupa 1 buah jurnal ilmiah atau text book - Membuat ringkasan sebelumnya dan ringkasan materi 30% dari LI berdasarkan hasil pembelajaran mandiri di logbook - Menyampaikan materi dengan sesekali membaca (kecuali sumber referensi dan DK 1 : - Membawa 1 kamus bahasa asing/kesehatan/gizi - Mengisi worksheet dengan lengkap DK3 : - Membawa sumber referensi berupa 2 buah jurnal ilmiah atau text book - Membuat ringkasan sebelumnya dan ringkasan materi 70% dari LI berdasarkan hasil pembelajaran mandiri di logbook - Menguasai materi dan menyampaikan dengan bahasa sendiri DK 1: - Membawa lebih dari 1 kamus bahasa asing/kesehatan/gizi - Mengisi worksheet dengan lengkap DK 3 : - Membawa sumber referensi lebih dari 3 jurnal ilmiah atau text book - Membuat ringkasan sebelumnya dan ringkasan materi 100% dari LI berdasarkan hasil pembelajaran mandiri di logbook - Sangat menguasai dan menyampaikan dengan bahasa sendiri 14
2 3 PARTISIPASI KOMUNIKASI Menyampaikan pendapat 1 kali selama proses tanpa merespon pendapat teman lain selama proses a. Tidak mau mendengarkan pendapat orang lain selama (sibuk dengan kegiatan sendiri) b. Tidak mampu menangkap bahasa non verbal/pesan emosi Menyampaikan pendapat lebih dari 1 kali tanpa merespon pendapat teman yang lain selama proses a. Tidak mampu mengkomunikasi ide secara jelas an terstruktur b. Melakukan intervensi pendapat secara tidak tepat c. Mengabaikan orang lain d. Mendominasi kelompok rumus) - Sudah memberikan pendapat sendiri secara aktif minimal 1 kali selama proses - Mampu merespon pendapat teman minimal 1 kali selama proses a. Mampu mengkomunikasikan ide secara jelas dan terstruktur b. Menunjukkan penghargaan dan perhatian pada anggota kelompok yang lain DK 1 = DK2 = DK 3 - Sudah menyampaikan pendapat sendiri secara aktif minimal 3 kali selama proses - Mampu merespon pendapat teman minimal 3 kali selama proses a. Mampu mengkomunikasikan ide secara jelas dan terstruktur b. Menunjukkan penghargaan dan perhatian pada anggota kelompok yang lain Mampu mengambil alih atau mengintervensi secara tepat - Sudah menyampaikan pendapat sendiri minimal 5 kali selama proses - Mampu merespon pendapat teman minimal 5 kali selama proses a. Mampu mengkomunikasikan ide secara jelas dan terstruktur b. Menunjukkan penghargaan dan perhatian pada anggota kelompok yang lain c. Mampu mengambil alih atau mengintervensi secara tepat d. Membantu menyelesaikan masalah 4 BERPIKIR KRITIS a. Tidak mampu membuat hipotesa a. Kesulitan membuat hipotesa a. Mampu membuat hipotesa a. Mampu membuat hipotesa a. Mampu membuat hipotesa 15
dan menarik kesimpulan b. Tidak mampu menerangkan proses penalaran atau pengambilan keputusan b. Kesulitan menilai informasi dengan kritis c. Kesulitan menerangkan proses penalaran atau pengambilan keputusan b. Cukup mampu menilai informasi dengan kritis c. Kesulitan menerangkan proses penalaran atau pengambilan keputusan b. Mampu menilai informasi dengan kritis c. Kesulitan menerangkan proses penalaran atau pengambilan keputusan b. Mampu menilai informasi dengan kritis c. Mampu menerangkan proses penalaran atau pengambilan keputusan 5 BERPERILAKU PROFESIONAL a. Datang tidak tepat waktu (lebih dari 15 menit) b. Menggunakan HP selama proses c. Keluar masuk ruangan selama proses d. Makan selama (kecuali permen dan minum) e. Belum maksimal dalam bertindak sesuai peranan, yaitu: Chair : - tidak mampu membagi a. Datang tepat waktu b. Tidak menggunakan HP selama proses c. Tidak keluar masuk ruangan selama proses d. Tidak makan selama (kecuali permen dan minum) e. Belum maksimal dalam bertindak sesuai peranan, yaitu : Chair : - tidak mampu membagi kesempatan kepada seluruh anggota a. Datang tepat waktu b. Tidak menggunakan HP selama proses c. Tidak keluar masuk ruangan selama proses d. Tidak makan selama (kecuali permen dan minum) e. Belum maksimal dalam bertindak sesuai peranan, yaitu : Chair : - mampu membagi kesempatan kepada seluruh anggota - tidak mampu mengatur jalannya bila terdapat perbedaan pendapat atau tidak a. Datang tepat waktu b. Tidak menggunakan HP selama proses c. Tidak keluar masuk ruangan selama proses d. Tidak makan selama (kecuali permen dan minum) e. Belum maksimal dalam bertindak sesuai peranan, yaitu : Chair : - mampu membagi kesempatan kepada seluruh anggota - mengatur jalannya bila terdapat perbedaan pendapat a. Datang tepat waktu b. Tidak menggunakan HP selama proses c. Tidak keluar masuk ruangan selama proses d. Tidak makan selama (kecuali permen dan minum) e. Mampu bertindak sesuai peranan secara maksimal, yaitu : Chair : - mampu membagi kesempatan kepada seluruh anggota - mengatur jalannya bila terdapat perbedaan pendapat atau tidak sesuai dengan alur PBL 16
kesempatan kepada seluruh anggota - tidak mampu mengatur jalannya bila terdapat perbedaan pendapat atau tidak sesuai dengan alur PBL - tidak mampu merangkum hasil - tidak berpendapat sebagai anggota Scriber : - tidak membantu chair dalam melaksanakan tugasnya - tidak mencatat pendapat anggota - tidak berpendapat sebagai anggota Anggota : - tidak mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh - tidak mampu mengatur jalannya bila terdapat perbedaan pendapat atau tidak sesuai dengan alur PBL - tidak mampu merangkum hasil - tetap berpendapat sebagai anggota Scriber : - tidak membantu chair dalam melaksanakan tugasnya - tidak mencatat pendapat anggota - tetap berpendapat sebagai anggota Anggota : - tidak mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh chair (mekanisme berpendapat) sesuai dengan alur PBL - tidak mampu merangkum hasil - tetap berpendapat sebagai anggota Scriber : - tidak membantu chair dalam melaksanakan tugasnya - sesekali mencatat pendapat anggota - tetap berpendapat sebagai anggota Anggota : - sesekali mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh chair (mekanisme berpendapat) atau tidak sesuai dengan alur PBL - tidak mampu merangkum hasil - tetap berpendapat sebagai anggota Scriber : - tidak membantu chair dalam melaksanakan tugasnya - mencatat pendapat anggota - tetap berpendapat sebagai anggota Anggota : - sesekali mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh chair (mekanisme berpendapat) - mampu merangkum hasil - tetap berpendapat sebagai anggota Scriber : - membantu chair dalam melaksanakan tugasnya - mencatat pendapat anggota - tetap berpendapat sebagai anggota Anggota : - mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh chair (mekanisme berpendapat) 17
chair (mekanisme berpendapat) Catatan : Bila melakukan satu atau seluruh pelanggaran profesionalisme diatas akan langsung mendapat nilai 1 meskipun peran dilaksanakan dengan baik 18
No 1 2 3 KOMPONEN PENILAIAN PENGUASAAN MATERI PARTISIPASI KOMUNIKASI PANDUAN PENILAIAN PARTISIPASI MAHASISWA DALAM PRESENTASI PBL OLEH FASILITATOR Penilaian partisipasi mahasiswa dalam presentasi PBL (Problem Based Learning) dilakukan oleh Fasilitator pada DK 4 SKOR PENILAIAN 1 2 3 4 5 - Merespon/menjawab pertanyaan dengan melihat buku/ laporan DAN - jawaban yang disampaikan adalah jawaban orang lain (dibantu oleh teman) Tidak mengambil peran dalam PENANYA - Bertanya sebanyak 1 kali - Merespon/menjawab pertanyaan dengan melihat buku/ laporan ATAU - jawaban yang disampaikan adalah jawaban orang lain (dibantu oleh teman) Tidak mengambil peran meskipun ada dorongan dari teman PENANYA - Berperan sebagai presentator ketika sharing skill lab - Merespon/ menjawab pertanyaan dengan sesekali melihat buku DAN - jawaban yang disampaikan adalah jawaban sendiri dengan sesekali dibantu oleh teman Mengambil peran dengan dorongan teman lain PENANYA - Bertanya sebanyak 1 kali DAN - Berperan sebagai presentator ketika sharing skill lab - Merespon/ menjawab pertanyaan dengan sesekali melihat buku ATAU - jawaban yang disampaikan adalah jawaban sendiri dengan sesekali dibantu oleh teman Mengambil peran dengan sesekali mendapatkan dorongan dari teman lain PENANYA - Bertanya sebanyak 2 kali ATAU - Berperan sebagai presentator ketika sharing skill lab dengan inisiatif sendiri - Merespon/ menjawab pertanyaan dengan menggunakan bahasa sendiri tanpa melihat buku/ laporan dan hasil pemikiran sendiri tanpa bantuan teman Mengambil peran tanpa dorongan dari teman lain (inisiatif sendiri) PENANYA - Bertanya sebanyak lebih dari sama dengan 3 kali ATAU - Bertanya sebanyak 2 kali dan berperan sebagai presentator ketika sharing skill lab dengan inisiatif sendiri 19
- Tidak mau mendengarkan pendapat orang lain selama (sibuk dengan kegiatan sendiri) - Tidak mampu menangkap bahasa non verbal/pesan emosi PENANYA - Tidak mampu mengkomunikasi ide/ pertanyaan secara jelas dan terstruktur - Tidak mampu mengkomunikasi ide secara jelas an terstruktur - Melakukan intervensi pendapat secara tidak tepat - Mengabaikan orang lain - Mendominasi kelompok PENANYA - Kesulitan mengkomunikasi ide/ pertanyaan secara jelas dan terstruktur - Mampu mengkomunikasikan ide secara jelas dan terstruktur - Menunjukkan penghargaan dan perhatian pada anggota kelompok yang lain PENANYA - Cukup mampu mengkomunikasi ide / pertanyaan secara jelas dan terstruktur - Mampu mengkomunikasikan ide secara jelas dan terstruktur - Menunjukkan penghargaan dan perhatian pada anggota kelompok yang lain - Mampu mengambil alih atau mengintervensi secara tepat PENANYA - Mampu mengkomunikasi ide/ pertanyaan secara jelas dan terstruktur ATAU Mampu memberikan masukan (sharing) hasil kelompok, ketika kelompok presentator mengalami kesulitan untuk menjawab - Mampu mengkomunikasikan ide secara jelas dan terstruktur - Menunjukkan penghargaan dan perhatian pada anggota kelompok yang lain - Mampu mengambil alih atau mengintervensi secara tepat - Membantu menyelesaikan masalah PENANYA - Mampu mengkomunikasikan ide/ pertanyaan secara jelas dan terstruktur DAN Mampu memberikan masukan (sharing) hasil kelompok, ketika kelompok presentator mengalami kesulitan untuk menjawab 4 BERPIKIR KRITIS - Tidak mampu - Kesulitan menilai informasi dengan - Cukup mampu menilai - Mampu menilai informasi dengan kritis - Mampu menilai informasi 20
menerangkan proses penalaran atau pengambilan keputusan kritis - Kesulitan menerangkan proses penalaran atau pengambilan keputusan informasi dengan kritis - Kesulitan menerangkan proses penalaran atau pengambilan keputusan - Kesulitan menerangkan proses penalaran atau pengambilan keputusan dengan kritis - Mampu menerangkan proses penalaran atau pengambilan keputusan 21
3.2 Nilai Lulus dalam Problem Based Learning Sistem Penilaian Berdasarkan Acuan Universitas Brawijaya dalam Nilai Angka Mutu, Huruf Mutu, Bobot, dan Sebutan Kisaran Angka Huruf Mutu Bobot >81 100 >75 80 >69 75 >60 69 >55 60 >50 55 >44 50 <44 A 4 B+ 3,5 B 3 C+ 2,5 C 2 D+ 1,5 D 1 E 0 LAMPIRAN Jadwal PBL Semester 5 Mahasiswa Jurusan Gizi Angkatan 2009 Program A T.A 2011/2012 22
Waktu JADWAL PBL MAHASISWA SEMESTER 2 PROGRAM B T.A 2010/2011 08.00-09.00 INDIVIDUAL Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat DK 3 SKILL LAB INDIVIDUAL 09.00-10.00 LEARNING LEARNING 10.00-11.00 DK 1 11.00-12.00 INDIVIDUAL INDIVIDUAL 12.00-13.00 LEARNING LEARNING 13.00-14.00 14.00-15.00 15.00-16.00 DK 2 PLENO Diskusi Kelompok Individual Learning Skill Lab Pleno 23
CONTOH PEMBUATAN HIPOTESIS (STEP 4 DARI 7 JUMP SCHMIDT PBL) A. Cara membuat HIPOTESIS 1 : Pada langkah ini, mahasiswa dalam kelompok bersama-sama menganalisa dan menyusun penjelasan-penjelasan pada langkah 3 menjadi satu hipotesis (penjelasan terstruktur). Penjelasan ini menerangkan masalah yang ada dalam pemicu, sedetil mungkin, berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki, dapat dituliskan dalam bentuk kalimat maupun skema. Perlu diingat: skema yang dibuat adalah hipotesis mekanisme penjelasan masalah, bukan pembagian topik bahasan Pada saat menyusun hipotesis ini, nantinya akan terlihat lubang-lubang (gaps), yaitu pengetahuan yang belum dimiliki mahasiswa untuk dapat menjelaskan masalah secara detil inilah learning objectivesnya. 1 Disadur dari slide presentasi saat workshop kurikulum B. CONTOH HIPOTESIS YANG SALAH : HIV/AIDS Gambaran umum Faktor Resiko Tanda dan Gejala Cara Penularan Interaksi obat dan makanan Prinsip Diet PENGAWASAN (MONITORING) 24
C. CONTOH HIPOTESIS YANG BENAR Faktor resiko: -Rokok -Alkohol Etiologi: Human Papilloma Virus Kanker Serviks Kerusakan GIT Penurunan fungsi fisiologis GIT 66 th (Lansia) Gangguan GIT Nausea, vomit, anorexia, dysphagia Nafsu makan Kemoterapi, Radioterapi Hb = 7 g/dl ( ) Perdarahan vagina Nyeri perut BB Intake Protein IMT = 17,58 Albumin = 2,3 gr/dl ( ) Malnutrisi (underweight) intervensi Gizi Medis Diet Edukasi Operasi Kemoterapi Radioterapi Enteral (blenderized) Parenteral Makro Mikro amiparen 500ml/hari D 10% 500ml/hari Monev 25