EFFECTIVE REPORT WRITING MODUL 4 PENGGUNAAN EYD DALAM LAPORAN Modul 4-1
BAHASA YANG BAIK DAN BENAR Bahasa yang digunakan dalam laporan harus baik dan benar. Bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakaiannya. Bahasa yang benar adalah bahasa yang mematuhi kaidah-kaidah bahasa yang berlaku. Modul 4-2
EJAAN YANG DISEMPURNAKAN Penulisan laporan dalam Bahasa Indonesia harus mengacu kepada kaidah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan yang diresmikan pada tanggal 16 Agustus 1972 oleh Presiden Republik Indonesia. Ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi bahasa (kata, kalimat) dalam bentuk tulisan (hurufhuruf dan tanda baca). Modul 4-3
EJAAN YANG DISEMPURNAKAN Ejaan Bahasa yang Disempurnakan mencakupi lima pokok berikut : PEMAKAIAN HURUF Abjad Huruf vokal Huruf konsonan Huruf diftong Gabungan huruf konsonan Pemenggalan kata PENULISAN HURUF Penulisan huruf besar atau huruf kapital Penulisan huruf miring Modul 4-4
EJAAN YANG DISEMPURNAKAN Ejaan Bahasa yang Disempurnakan mencakupi lima pokok berikut : PENULISAN KATA Kata dasar Kata turunan atau kata berimbuhan Kata ulang Gabungan kata Kata ganti ku, kau, mu, dan nya Kata depan di, ke, dari Kata sandang si dan sang Partikel Singkatan dan akronim Angka dan lambang bilangan PENULISAN UNSUR-UNSUR SERAPAN Modul 4-5
EJAAN YANG DISEMPURNAKAN Ejaan Bahasa yang Disempurnakan mencakupi lima pokok berikut : PEMAKAIAN TANDA BACA Titik Koma Titik koma Titik dua Tanda Hubung Tanda Pisah Tanda Petik Tanda Petik Tunggal Tanda Tanya Tanda Seru Tanda Kurung Tanda Kurung Siku Garis miring Modul 4-6
KESALAHAN PENULISAN KATA YANG SERING DIJUMPAI Penanggalan awalan me- Salah Amerika Serikat luncurkan pesawat bolak-balik Columbia. Jaksa Agung periksa mantan Presiden Soeharto. Benar Amerika Serikat meluncurkan pesawat bolak-balik Columbia. Jaksa Agung memeriksa mantan Presiden Soeharto. Modul 4-7
KESALAHAN PENULISAN KATA YANG SERING DIJUMPAI Penanggalan awalan ber- Salah Sampai jumpa lagi. Pendapat saya beda dengan pendapatnya. Kalau Saudara tidak keberatan, saya akan meminta saran Saudara tentang penyusunan proposal penelitian. Benar Sampai berjumpa lagi. Pendapat saya berbeda dengan pendapatnya. Kalau Saudara tidak berkeberatan, saya akan meminta saran Saudara tentang penyusunan proposal penelitian. Modul 4-8
KESALAHAN PENULISAN KATA YANG SERING DIJUMPAI Peluluhan bunyi /c/ Salah Wakidi sedang menyuci mobil. Rini lebih menyintai Bobi daripada Roy. Benar Wakidi sedang mencuci mobil. Rini lebih mencintai Bobi daripada Roy. Modul 4-9
KESALAHAN PENULISAN KATA YANG SERING DIJUMPAI Bunyi /s/, /k/, /p/, dan /t/ yang tidak luluh Salah Eksistensi Indonesia sebagai negara pensuplai minyak sebaiknya dipertahankan. Bangsa Indonesia mampu mengkikis habis paham komunis sampai ke akarakarnya. Semua warga negara harus mentaati peraturan yang berlaku. Benar Eksistensi Indonesia sebagai negara penyuplai minyak sebaiknya dipertahankan. Bangsa Indonesia mampu mengikis habis paham komunis sampai ke akar-akarnya. Semua warga negara harus menaati peraturan yang berlaku. Modul 4-10
KESALAHAN PENULISAN KATA YANG SERING DIJUMPAI Kaidah peluluhan s, k, p, dan t tidak berlaku pada kata-kata yang dibentuk dengan gugus konsonan. Contoh : Traktor mentraktor Proklamasi memproklamasikan Modul 4-11
KESALAHAN PENULISAN KATA YANG SERING DIJUMPAI Awalan ke- hanya dapat menempel pada kata bilangan, misalnya : kedua, ketiga, kesepuluh, keseribu. Selain di depan kata bilangan, awalan ke- tidak dapat dipakai. Pengecualian terdapat pada kata kekasih, kehendak, dan ketua. Modul 4-12
KESALAHAN PENULISAN KATA YANG SERING DIJUMPAI Pemakaian Akhiran ir Dalam bahasa Indonesia baku, untuk padanan akhiran ir adalah asi atau isasi. Salah Saya sanggup mengkoordinir kegiatan itu. Sukarno-Hatta memproklamirkan negara Republik Indonesia. Benar Saya sanggup mengkoordinasi kegiatan itu. Sukarno-Hatta memproklamasikan negara Republik Indonesia. Modul 4-13
KESALAHAN PENULISAN KATA YANG SERING DIJUMPAI Perlu diperhatikan, akhiran asi atau isasi pada kata-kata lelenisasi, turinisasi, neonisasi, radionisasi, pompanisasi, dan koranisasi merupakan bentuk yang salah karena pada dasarnya bukan kata serapan dari bahasa asing. Kata-kata itu harus diungkapkan menjadi usaha peternakan lele, usaha penanaman turi, usaha pemasangan neon, gerakan memasyarakatkan radio, gerakan pemasangan pompa, dan usaha memasyarakatkan koran. Modul 4-14
KESALAHAN PENULISAN KATA YANG SERING DIJUMPAI Padanan yang tidak serasi Salah Karena modal di bank terbatas sehingga tidak semua pengusaha lemah memperoleh kredit. Apabila pada hari itu saya berhalangan hadir, maka rapat akan dipimpin oleh Sdr. Daud. Benar Karena modal di bank terbatas, tidak semua pengusaha lemah memperoleh kredit. Modal di bank terbatas sehingga tidak semua pengusaha lemah memperoleh kredit. Pada hari itu saya berhalangan hadir, maka rapat akan dipimpin oleh Sdr. Daud. Apabila pada hari itu saya berhalangan hadir, rapat akan dipimpin oleh Sdr. Daud. Modul 4-15
KESALAHAN PENULISAN KATA YANG SERING DIJUMPAI Padanan yang tidak serasi Modul 4-16
KESALAHAN PENULISAN KATA YANG SERING DIJUMPAI Padanan yang tidak serasi Modul 4-17
KESALAHAN PENULISAN KATA YANG SERING DIJUMPAI Pemakaian kata depan, di, ke, dari, bagi, pada, daripada, dan terhadap Salah Putusan daripada pemerintah itu melegakan hati rakyat. Meja ini terbuat daripada kayu. Neny lebih cerdas dari Vina Sepeda motornya dititipkan di saya selama ia sedang belajar. Saya tiba ke Bank Indonesia tepat pukul 08.00. Benar Putusan pemerintah itu melegakan hati rakyat. Meja ini terbuat dari kayu. Neny lebih cerdas daripada Vina Sepeda motornya dititipkan pada saya selama ia sedang belajar. Saya tiba di Bank Indonesia tepat pukul 08.00. Modul 4-18
Pemakaian akronim Singkatan : PLO, UI, dll. KESALAHAN PENULISAN KATA YANG SERING DIJUMPAI Bentuk singkat ialah lab (laboratorium), memo (memorandum), dll. Pemakaian akronim dan singkatan sedapat mungkin dihindari karena menimbulkan berbagai tafsiran terhadap akronim atau singkatan itu. Singkatan yang dapat dipakai adalah singkatan yang sudah umum dan maknanya telah mantap. Walaupun demikian, agar tidak terjadi kekeliruan kalau hendak mempergunakan bentuk akronim atau singkatan dalam suatu artikel atau makalah sejenis dengan itu, akronim atau singkatan itu lebih baik didahului oleh bentuk lengkapnya. Modul 4-19
KESALAHAN PENULISAN KATA YANG SERING DIJUMPAI Penggunaan kata yang hemat Boros sejak dari agar supaya demi untuk adalah merupakan seperti dan sebagainya misalnya dan lain-lain antara lain..dan seterusnya tujuan daripada pembangunan mendeskripsikan tentang hambatan berbagai faktor-faktor daftar nama-nama peserta mengadakan penelitian dalam rangka untuk mencapai tujuan Hemat sejak atau dari agar atau supaya demi atau untuk adalah atau merupakan seperti atau dan sebagainya misalnya atau dan lain-lain antara lain atau dan seterusnya tujuan pembangunan mendeskripsikan hambatan berbagai faktor daftar nama peserta meneliti untuk mencapai tujuan Modul 4-20
KESALAHAN PENULISAN KATA YANG SERING DIJUMPAI Penggunaan kata yang hemat Boros berikhtiar dan berusaha untuk memberikan pengawasan mempunyai pendirian melakukan penyiksaan menyatakan persetujuan apabila.., maka walaupun, namun berdasarkan, maka karena sehingga namun demikian sangat..sekali Hemat berusaha mengawasi berpendirian menyiksa menyetujui apabila.., tanpa kata penghubung walaupun, tanpa kata namun berdasarkan, tanpa maka karena tanpa sehingga, atau tanpa karena.. sehingga namun, tanpa demikian walaupun, tanpa demikian sangat tanpa sekali, atau sekali tanpa sangat Modul 4-21
KESALAHAN PENULISAN KATA YANG SERING DIJUMPAI Bentuk jamak dalam bahasa Indonesia Bentuk jamak dengan melakukan pengulangan kata yang bersangkutan Contoh : kuda-kuda, meja-meja, buku-buku Bentuk jamak dengan menambahkata bilangan Contoh : beberapa meja, sekalian tamu, semua buku, dua tempat. Bentuk jamak dengan menambah kata bantu jamak Contoh : para tamu Bentuk jamak dengan menggunakan kata ganti orang Contoh : mereka, kami, kita, kalian Modul 4-22
Ungkapan idiomatik KESALAHAN PENULISAN KATA YANG SERING DIJUMPAI Salah bertemu Menteri Dalam Negeri bertemu Presiden Gus Dur. sehubungan berhubungan sesuai bertepatan sejalan terdiri terjadi atas disebabkan karena membicarakan tentang tergantung kepada menemui kesalahan menjalankan hukuman Benar bertemu dengan Menteri Dalam Negeri bertemu dengan Presiden Gus Dur. sehubungan dengan berhubungan dengan sesuai dengan bertepatan dengan sejalan dengan terdiri atas/dari terjadi dari disebabkan oleh berbicara tentang tergantung pada menemukan kesalahan menjalani hukuman Modul 4-23
TANDA BACA Banyak alat-alat bahasa seperti lagu, jeda, tinggi rendah suara, tekanan suara, dsb., yang sukar digambarkan dalam bahasa yang tertulis. Untuk melengkapi kekurangan itu maka orang membuat tanda baca. Dengan adanya tanda baca tersebut diharapkan penuturan yang tertulis itu dapat dipahami pembaca sebaik-baiknya. Modul 4-24
Titik TANDA BACA Dipakai sebagai tanda bahwa kalimat telah selesai. Sesudah tanda titik dimulai dengan huruf besar. Koma Tanda koma hendaknya dipakai dengan hemat. Tugas pokok tanda koma ialah untuk menyatakan jeda sejenak. Titik koma Hubungan kalimat yang panjang-panjang sebenarnya boleh ditandai dengan koma, tetapi kadang-kadang, lebih-lebih jika makna kalimat yang terdahulu bertentangan dengan kalimat yang berikut, sering juga diberi tanda titik-koma. Modul 4-25
Titik dua TANDA BACA Terutama sekali digunakan untuk menyatakan perincian berbagai hal, benda, dsb. Garis miring Kadang-kadang dipakai untuk menyatakan atau (salah satu). Tanda kurung ( ) Untuk menyatakan bahwa yang dituliskan di dalam kurung itu di luar hubungan kalimat. Jadi hanya dipakai sebagai penjelasan atau keterangan saja. Modul 4-26
KALIMAT Kalimat sekurang-kurangnya harus memiliki subjek (S) dan predikat (P). Kalau tidak memiliki unsur subjek dan unsur predikat, pernyataan itu bukan kalimat tetapi disebut frasa. Kalau dilihat dari hal predikat, kalimat-kalimat dalam bahasa Indonesia ada dua macam, yaitu : Kalimat-kalimat yang berpredikat kata kerja (umumnya lebih banyak) Kalimat-kalimat yang berpredikat bukan kata kerja Modul 4-27
JENIS KALIMAT Kalimat tunggal Kalimat majemuk Setiap kalimat tunggal di atas dapat diperluas dengan menambahkan kata-kata pada unsur-unsurnya. Modul 4-28
KALIMAT MAJEMUK SETARA (KOORDINATIF) Majemuk setara penjumlahan dihubungkan dengan kata dan atau serta Kami membaca dan mereka menulis. Majemuk setara pertentangan dihubungkan dengan kata tetapi Amerika dan Jepang tergolong negara maju, tetapi Indonesia tergolong negara berkembang. Majemuk setara perurutan dihubungkan dengan kata lalu dan kemudian Upacara serah terima pengurus koperasi sudah selesai, lalu Pak Amin membacakan doa selamat. Majemuk setara pemilihan dihubungkan dengan kata atau. Kita bisa membayar iuran televisi di kantor pos terdekat atau petugas menagihnya ke rumah kita. Modul 4-29
KALIMAT MAJEMUK SETARA RAPATAN Yaitu merapatkan dua atau lebih kalimat tunggal. Yang dirapatkan adalah unsur subjek atau unsur objek yang sama. Dalam hal seperti ini, unsur yang sama cukup disebutkan satu kali. Contoh : Kami berlatih, bertanding, dan berhasil menang. Modul 4-30
KALIMAT MAJEMUK TIDAK SETARA (SUBORDINATIF) Kalimat yang terdiri dari induk kalimat (berisi inti gagasan) dan anak kalimat (pertalian gagasan dengan hal-hal lain). Contoh : Apabila engkau ingin melihat bak mandi panas, saya akan membawamu ke hotel-hotel besar. Catatan : Penanda anak kalimat adalah : Walaupun, meskipun, sungguhpun, karena, apabila, jika, kalau, sebab, agar, supaya, ketika, sehingga, setelah, sesudah, sebelum, kendatipun, sekalipun, bahwa, bahwa, dll. Modul 4-31
KALIMAT MAJEMUK TAKSETARA YANG BERUNSUR SAMA Kalimat majemuk taksetara dapat dirapatkan andaikata unsur-unsur subjeknya sama. Contoh : Kami sudah lelah. Kami ingin pulang. Karena sudah lelah, kami ingin pulang (BENAR) Karena kami sudah lelah, ingin pulang (SALAH) Subjek ditekankan pada induk kalimat sehingga subjek pada anak kalimat boleh dihilangkan, dan bukan sebaliknya. Modul 4-32
KALIMAT MAJEMUK CAMPURAN Terdiri atas kalimat majemuk majemuk taksetara dan kalimat majemuk setara atau sebaliknya. Contoh : Karena hari sudah malam, kami berhenti dan langsung pulang. Anak kalimat Induk kalimat (kalimat setara) Bertingkat + setara Modul 4-33
KALIMAT EFEKTIF Kalimat efektif ialah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasangagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada dalam pikiran pembicara atau penulis. Kalimat sangat mengutamakan keefektifan informasi itu sehingga kejelasan kalimat itu dapat terjamin. Modul 4-34
CIRI-CIRI KALIMAT EFEKTIF Kesepadanan Keparalelan Ketegasan Kehematan Kecermatan Kepaduan Kelogisan Modul 4-35
Memiliki ciri : KESEPADANAN Memiliki subjek dan predikat yang jelas Tidak terdapat subjek ganda Kata penghubung intrakalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal. Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang. Modul 4-36
MEMILIKI SUBJEK DAN PREDIKAT YANG JELAS Hindarkan pemakaian kata depan di, dalam, bagi, untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dll. di depan subjek. Contoh : Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. (SALAH) Pengamatan yang dilakukan dengan cara menyebarkan angket yang berisi soal-soal matematika tentang penjumlahan dan pengurangan serta penulisan angka yang diketahui anak dengan waktu yang telah ditentukan. (SALAH) Modul 4-37
TIDAK TERDAPAT SUBJEK GANDA Soal itu saya kurang jelas. (SALAH) Soal itu bagi saya kurang jelas. (BENAR) Penyusunan laporan itu saya dibantu oleh para dosen. (SALAH) Dalam menyusun laporan itu, saya dibantu oleh para dosen. (BENAR) Modul 4-38
KATA PENGHUBUNG INTRAKALIMAT TIDAK DIPAKAI PADA KALIMAT TUNGGAL Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. (SALAH) Kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. (BENAR) Kami datang agak terlambat. Oleh karena itu, kami tidak dapat mengikuti acara pertama. (BENAR) Kakaknya membeli sepeda motor Honda. Sedangkan dia membeli sepeda motor Suzuki. (SALAH) Kakaknya membeli sepeda motor Honda, sedangkan dia membeli sepeda motor Suzuki. (BENAR) Kakaknya membeli sepeda motor Honda. Akan tetapi, dia membeli sepeda motor Suzuki. (BENAR) Modul 4-39
PREDIKAT KALIMAT TIDAK DIDAHULUI OLEH KATA YANG Sekolah kami yang terletak di depan bioskop Bintang. (SALAH) Sekolah kami yang terletak di depan bioskop Bintang. (BENAR) KEPARALELAN Kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat. Artinya, kalau bentuk pertama menggunakan kata nomina, bentuk kedua dan seterusnya harus menggunakan nomina. Kalau bentuk pertama menggunakan kata verba, bentuk kedua dan seterusnya harus menggunakan verba. Modul 4-40
KEPARALELAN Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes. (SALAH) Harga minyak dibekukan atau dinaikkan secara luwes. (BENAR) Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, memasang penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang. (SALAH) Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, pemasangan penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.(benar) Modul 4-41
KETEGASAN Suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat. Meletakkan kata yang ditonjolkan di depan atau di awal kalimat. Harapan Presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. Penekanannya : Harapan Presiden Menggunakan partikel penekanan (penegasan). Saudaralah yang bertanggung jawab. Modul 4-42
KEHEMATAN Menghilangkan pengulangan subyek Hadirin berdiri setelah mengetahui bahwa serentak berdiri setelah mereka mengetahui bahwa Presiden datang. (SALAH) Hadirin serentak Presiden datang. (BENAR) Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata Ia memakai baju warna merah. (SALAH) Ia memakai baju merah. (BENAR) Modul 4-43
KEHEMATAN Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat (bukan kalimat mubazir) Sejak dari pagi dia bermenung. (SALAH) Sejak pagi dia bermenung. (BENAR) Dari pagi dia bermenung. (BENAR) Laboratorium sangat diperlukan sekali dalam percobaan itu. (SALAH) Laboratorium diperlukan sekali dalam percobaan itu. (BENAR) Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak. Para tamu-tamu (SALAH), seharusnya para tamu atau tamutamu Modul 4-44
KECERMATAN Kalimat tidak menimbulkan tafsiran ganda dan tepat dalam pilihan kata (bukan kalimat taksa) Lukisan Abdullah dipajang di ruang pameran. (SALAH) Lukisan karya Abdullah dipajang di ruang pameran. (BENAR) Modul 4-45
KEPADUAN Tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berfikir yang tidak simetris hindari kalimat yang panjang dan bertele-tele. Kalimat panjang terjadi akibat penggabungan beberapa klausa (kalimat). Kalimat panjang tidak berarti salah. Akan tetapi, pembaca akan lebih mudah menangkap makna jika kalimat panjang tersebut dipenggal menjadi beberapa kalimat pendek. Modul 4-46
KEPADUAN Contoh kalimat panjang yang tidak bertele-tele: Faktor lain yang datang dari luar diri siswa adalah cara guru menyampaikan materi atau memberikan serta menanamkan pemahaman konsep atau pengetahuan dalam matematika dan guru terlebih dahulu hendaknya menjelaskan dengan tepat suatu bahan atau materi tertentu agar siswa dalam belajar mempunyai pegangan atau tuntutan yang membuatnya belajar secara teratur. Seharusnya : Faktor lain yang datang dari luar diri siswa adalah cara guru menyampaikan materi atau memberikan serta menanamkan pemahaman konsep atau pengetahuan dalam matematika. Guru terlebih dahulu hendaknya menjelaskan dengan tepat suatu bahan atau materi tertentu. Hal ini agar siswa dalam belajar mempunyai pegangan atau tuntutan yang membuatnya belajar secara teratur. Modul 4-47
Surat itu saya sudah baca. (SALAH) Surat itu sudah saya baca. (BENAR) KEPADUAN Saran yang dikemukakannya kami akan pertimbangkan. (SALAH) Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan. (BENAR) Tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita. Makalah ini akan membahas tentang kloning. (SALAH) Makalah ini akan membahas kloning. (BENAR) Modul 4-48
KELOGISAN Dari 150 angket yang disebarkan, hanya 125 angket memberikan jawaban. (SALAH) Dari 150 angket yang disebarkan, hanya 125 responden memberikan jawaban. (BENAR) Dari 150 angket yang disebarkan, hanya 125 angket yang terkumpul. (BENAR) Waktu dan tempat kami persilakan. (SALAH) Bapak Menteri kami persilakan. (BENAR) Untuk mempersingkat waktu, kita teruskan acara ini. (SALAH) Untuk menghemat waktu, kita teruskan acara ini. (BENAR) Modul 4-49
KELOGISAN Haryanto Arbi meraih juara pertama Jepang Terbuka. (SALAH) Haryanto Arbi meraih gelar juara pertama Jepang Terbuka. (BENAR) Hermawan Susanto menduduki juara pertama Cina Terbuka. (SALAH) Hermawan Susanto menjadi juara pertama Cina Terbuka. (BENAR) Mayat wanita yang ditemukan itu sebelumnya sering mondarmandir di daerah tersebut. (SALAH) Sebelum meninggal, wanita yang mayatnya ditemukan itu sebelumnya sering mondar-mandir di daerah tersebut. (BENAR) Modul 4-50
PARAGRAF Paragraf adalah sekumpulan kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik. Topik paragraf adalah pikiran utama atau apa yang menjadi pokok pembicaraan di dalam sebuah paragraf. Syarat paragraf yang baik : Kesatuan paragraf Kepaduan paragraf Modul 4-51
KESATUAN PARAGRAF Dalam sebuah paragraf terdapat hanya satu pokok pikiran. Kalimat-kalimat yang menyimpang dari pokok pikiran paragraf harus dikeluarkan dari paragraf. Rangka atau struktur sebuah paragraf terdiri atas sebuah kalimat topik dan beberapa kalimat penjelas. Kalimat topik adalah kalimat yang berisi topik yang dibicarakan pengarang. Modul 4-52
Perhatikan paragraf berikut! Carilah kalimat yang tidak menunjukkan keutuhan paragraf! Jateng sukses. Kata-kata ini meluncur gembira dari pelatih regu Jateng setelah selesai pertandingan final Kejurnas Tinju Amatir, Minggu malam, di Gedung Olahraga Jateng, Semarang. Kota Semarang terdapat di pantai utara Pulau Jawa, ibu kota Provinsi Jateng. Peryataan itu dianggap wajar karena apa yang diimpiimpikan selama ini dapat terwujud, yaitu satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu. Hal itu ditambah lagi oleh pilihan petinju terbaik yang jatuh ke tangan Jateng. Hasil yang diperoleh itu adalah prestasi paling tinggi yang pernah diraih oleh Jateng dalam arena seperti itu. Modul 4-53
KEPADUAN PARAGRAF Kalimat-kalimat dalam sebuah paragraf harus kaitberkait satu dengan yang lainnya. Keterkaitan ini dapat dinyatakan secara eksplisit dengan kata sambung, atau secara implisit dengan hubungan pengertian. Bila syarat itu tidak terpenuhi, maka akan menghasilkan uraian yang tersendat-sendat. Pembaca menjadi bingung karenanya. Modul 4-54
Perhatikan paragraf berikut! Carilah kata transisi & jenisnya yang terdapat di paragraf berikut! Belum ada isyarat jelas bahwa masyarakat sudah menarik tabungan deposito mereka. Sementara itu, bursa efek Indonesia mulai goncang dalam menampung serbuan para pemburu saham. Pemilik-pemilik uang berusaha meraih sebanyak-banyaknya saham yang dijual di bursa. Oleh karena itu, bursa efek berusaha menampung minat pemilik uang yang menggebu-gebu. Akibatnya indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam tempo cepat melampaui angka 100 %. Bahkan, kemarin IHSG itu meloncat ke tingkat 101, 828 persen. Modul 4-55
Penggunaan kata ganti dalam sebuah paragraf : Rizal, Rustam, dan Cahyo adalah teman sekolah sejak sma hingga perguruan tinggi. Kini mereka sudah menyandang gelar dokter dari sebuah universitas negeri di Jakarta. Mereka merencanakan mendirikan suatu poliklinik lengkap dengan apoteknya. Mereka menghubungi saya dan mengajak saya bekerja sama. Saya menyetujui permintaan mereka. Modul 4-56
Kata kunci Pengulangan kata-kata kunci ini perlu dilakukan dengan hatihati (tidak terlalu sering) Perhatikan paragraf berikut! Coba cari kata kuncinya! Sampah selamanya selalu memusingkan. Berkali-kali masalahnya diseminarkan dan berkali-kali pula jalan pemecahannya dirancang. Namun, keterbatasanketerbatasan yang kita miliki tetap menjadikan sampah sebagai masalah yang pelik. Pada waktu seminar-seminar itu berlangsung, penimbunan sampah terus terjadi. Modul 4-57
JENIS PARAGRAF BERDASARKAN PROSES BERFIKIR PARAGRAF DEDUKTIF PARAGRAF INDUKTIF PARAGRAF CAMPURAN PARAGRAF DESKRIPTIF Modul 4-58
PARAGRAF DEDUKTIF Kalimat pokok yang merupakan pernyataan umum atau kesimpulan ditempatkan pada awal paragraf. Kalimat-kalimat berikutnya merupakan penjelasan atau penjabaran ide yang dikemukakan pada kalimat pokok. Modul 4-59
CONTOH PARAGRAF DEDUKTIF Arang aktif adalah sejenis arang yang diperoleh dari suatu pembakaran yang mempunyai sifat tidak larut dalam air. Arang ini dapat diperoleh dari pembakaran zat-zat tertentu, seperti ampas, tebu, tempurung kelapa, dan tongkol jagung. Jenis arang ini banyak digunakan dalam beberapa industri pangan atau nonpangan. Industri yang menggunakan arang aktif adalah industri kimia dan farmasi, seperti pekerjaan memurnikan minyak, menghilangkan bau yang tidak murni dan menguapkan zat yang tidak perlu. Modul 4-60
PARAGRAF INDUKTIF Kalimat pokok yang merupakan pernyataan umum atau kesimpulan ditempatkan pada akhir paragraf. Dengan demikian, kalimat-kalimat yang merupakan penjelasan atau penjabaran pokok masalah ditempatkan pada awal paragraf. Modul 4-61
CONTOH PARAGRAF INDUKTIF Seorang pelukis bila melihat sawah yang terhampar luas sampai ke kaki gunung akan tergeraklah hatinya untuk melukis. Seorang insinyur pertanian ketika melihat sawah tersebut dalam pikirannya muncul berbagai gagasan bagaimana meningkatkan pengolahan sawah itu sehingga padinya meningkat. Seorang anak melihat sawah yang luas itu akan tergerak hatinya untuk segera membuat layang-layang sehingga dapat bermain layang-layang dengan penuh keasyikan. Jadi tanggapan dan sikap orang terhadap suatu objek bergantung pada keahlian, kesenangan, dan pengalamannya. Modul 4-62
SECARA DEDUKTIF-INDUKTIF Kalimat pokok ditempatkan pada awal dan juga pada akhir paragraf. Kalimat pokok pada akhir paragraf merupakan pengulangan kalimat pokok pada awal paragraf. Hal ini dimaksudkan untuk mempertegas suatu pernyataan. Cara pengungkapan ide pada kedua kalimat pokok itu mungkin saja berbeda, tetapi maksudnya sama. Perbedaan ini dimaksudkan selain variasi juga memperjelas pernyataan. Modul 4-63
CONTOH PARAGRAF SECARA DEDUKTIF-INDUKTIF Tiap bahasa mempunyai sistem ungkapan dan makna yang khusus. Hal ini ditentukan oleh kerangka dalam pemikiran pemakai bahasa itu. Bahasa Indonesia, misalnya, tidak mengenal bentuk jamak dan tunggal, juga perubahan bentuk kata kerja berdasarkan perbedaan waktu. Bahasa Inggris tidak mengenal tata tingkat sosial. Bahasa Zulu tidak mengenal kata yang berarti lembu tetapi, mengenal kata yang berarti lembu putih, lembu merah, dan sebagainya. Berdasarkan hal ini para ahli bahasa mengatakan bahwa setiap bahasa mempunyai sistem fonologi, gramatika, dan makna yang khusus. Modul 4-64
SECARA DESKRIPTIF Kalimat pokok tidak tercantum secara eksplisit. Dengan membaca keseluruhan paragraf itu, kita dapat menyimpulkan apa yang menjadi kalimat pokok atau kesimpulan paragraf tersebut. Dengan kata lain, kalimat pokoknya tercermin pada semua kalimat paragraf itu. Modul 4-65
CONTOH PARAGRAF SECARA DESKRIPTIF Istana itu dibangun dengan arsitektur Eropa bercampur Arab. Luasnya sekitar 300 meter persegi. Bangunan ini permanen, berlantai dua. Lantai bawah terbuat dari marmer yang didatangkan dari Cina. Seperlima bagian dindingnya sebelah dalam terbuat dari pualam. Keseluruhan bangunan ini dikerjakan arsitek asal Jerman selama dua tahun. Modul 4-66
TEKNIK PENGEMBANGAN PARAGRAF Dengan memberikan contoh/fakta Dengan memberikan alasan-alasan Dengan urutan kejadian (proses) Dengan perbandingan Dengan analogi Dengan pertanyaan Dengan pengulangan Modul 4-67
DENGAN MEMBERIKAN CONTOH/FAKTA Kalimat utama disusul dengan kalimat penjelasan yang berupa contoh/fakta. Contoh : Kohesi dan adhesi memegang peranan penting dalam menentukan permukaan zat cair. Misalnya, sekeping kaca yang bersih permukaannya diletakkan mendatar. Jika setetes air diletakkan di atas permukaan kaca itu, melebarlah air itu. Hal itu terjadi karena adhesi air dengan kaca lebih kuat daripada kohesi air. Sebaliknya, bila tetesan air raksa tersebut membetuk bola, hal ini terjadi karena kohesi air raksa lebih kuat daripada adhesi air raksa dengan kaca. Modul 4-68
DENGAN MEMBERIKAN ALASAN-ALASAN Kalimat utama disusul dengan kalimat penjelas yang menjelaskan sebab-sebab atau alasan-alasan logis mengapa demikian. Contoh : Membiasakan diri berolahraga setiap pagi banyak manfaatnya bagi seorang pegawai. Olahraga itu sangat perlu untuk mengimbangi kegiatan duduk berjam-jam di belakang meja kantor. Kalau tidak demikian, pegawai itu akan menderita beberapa penyakit karena tidak ada keseimbangan kerja otak dan kerja fisik. Kalau pegawai menderita sakit, berarti dia membengkalaikan pekerjaan kantor yang berarti pula melumpuhkan kegiatan negara. Modul 4-69
DENGAN URUTAN KEJADIAN (PROSES) Paragraf ini id itu timbul pula cabang yang lebih baru, yaitu hominid. Hominid inilah yadikembangkan dengan cara membeberkan suatu hal sesuai dengan urutan proses terjadinya. Secara sistematis hal tersebut dibicarakan dari awal sampai akhir. Contoh : Sejenis makhluk primat sebagai cabang mamalia, muncul kirakira tujuh puluh juta tahun yang lalu pada masa yang disebut Masa Palaeocene Tengah. Dalam waktu yang sangat lama, primat itu berkembang dan menurunkan cabang yang sangat banyak di antaranya hominoid, kira-kira tiga puluh juta tahun yang lalu yang disebut Masa Oligocene. Lebih lanjut kira-kira lima belas juta tahun yang lalu (Masa Miocene), dari hominoid timbul cabang-cabang baru berupa berbagai kera pongid dan kera gibon. Akhirnya, kira-kira dua juta tahun yang lalu (Masa Pleistocene) dari hominong kemudian menurunkan manusia seperti kita ini. Modul 4-70
DENGAN PERBANDINGAN Ide pokok dijelaskan dengan membandingkan dua pihak. Hal-hal yang dibandingkan itu misalnya, persamaanpersamaan dan perbedaan-perbedaan yang terdapat pada kedua hal itu. Contoh : Di kalangan pimpinan perguruan tinggi terdapat dua pendapat tentang tugas mahasiswa. Golongan pertama berpendapat bahwa tugas mahasiswa tiada lain hanya belajar. Golongan kedua berpendirian bahwa tugas mahasiswa bukan hanya belajar, melainkan sambil menceburkan diri ke dalam kehidupan bermasyarakat. Pandangan pertama tampaknya lebih metodis dan rasional, kecuali itu juga mempercepat mahasiswa menyelesaikan studinya sehingga diharapkan mereka dapat segera berperan di masyarakat. Pandangan yang kedua tampaknya lebih sulit pelaksanaannya, tetapi lebih nyata. Selain itu, berdasarkan pandangan yang kedua ini, maka mungkin akan berakibat terlambatnya mahasiswa menyelesaikan studinya karena banyaknya kegiatan sampingan. Walaupun demikian, pandangan yang kedua ini mempunyai kelebihan karena dapat mengakibatkan mahasiswa menjadi lebih matang. Modul 4-71
DENGAN ANALOGI Penjelasan kalimat pokok dilakukan dengan jalan mempersamakan dua pihak. Sebagai contoh, pencabangan sebuah bahasa dibandingkan atau diumpamakan dengan sebuah pohon. Contoh : Pencabangan sebuah bahasa proto menjadi beberapa bahasa baru dapat dibandingkan dengan pencabangan sebuah pohon. Pada suatu waktu batang pohon itu tumbuh mengeluarkan cabang baru. Tiap cabang baru itu bertunas dan mengeluarkan ranting-ranting baru dan seterusnya. Demikian pula pencabangan pada bahasa. Tentu saja ada perbedaan antara pencabangan bahasa dengan sebuah pohon Modul 4-72
DENGAN PERTANYAAN Paragraf ini biasanya dilakukan untuk menarik minat pembaca pada masalah yang akan dibicarakan. Setelah pertanyaan, disusul dengan kalimat penjelasan yang merupakan jawaban pertanyaan tadi. Contoh : Bagaimana pemakaian komputer di Indonesia dewasa ini? Sekarang pemakaian kompter sudah meluas di Indonesia. Komputer kita jumpai tidak hanya di kantor-kantor besar, tetapi juga di rumah-rumah. Kalau dulu komputer hanya dipakai oleh para sarjana atau orang yang dilatih khusus, sekarang pelayan, ibu rumah tangga, bahkan anak-anak pun telah dapat memanfaatkan alat tersebut. Keadaan ini disebabkan oleh semakin meningkatnya kebutuhan dan keinginan manusia untuk dapat melaksanakan jenis pekerjaan dengan cepat dan tepat. Modul 4-73
DENGAN PENGULANGAN Paragraf ini menjelaskan suatu hal dengan menyebutkan kembali kata atau bagian yang dianggap penting pada kalimat lain. Maksudnya selain mengingatkan pembaca atau mempertegas, juga supaya jelas kesinambungan kalimat yang satu dengan kalimat berikutnya. Contoh : Setiap sel mempunyai inti sel. Dalam setiap inti sel terdapat butir-butir yang dapat mengisap zat warna. Karena sifatnya itu, butir-butir kromatin itu membentuk jaringan yang mempunyai jala. Akan tetapi jaringan itu selama proses pembelahan berubah menjadi benang-benang yang disebut kromosom. Modul 4-74