PROFIL JURUSAN BIOLOGI

dokumen-dokumen yang mirip
PANDUAN PEMBENTUKAN ORGANISASI MUTU ITS

2011, No Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 76, Tambahan Lembaran Ne

A. SEJARAH DAN HARI JADI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI UNIT KERJA DI FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UB. Tugas Fakultas ORGANISASI FAKULTAS

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA

BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI. A. Sejarah Singkat Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

KEPUTUSAN REKTOR UNIVESITAS GUNADARMA Nomor : 06.1/SK/REK/UG/2016

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB II PROFIL PERUSAHAAN/INSTANSI. A. Sejarah Singkat Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG NOMOR 16 TAHUN 2005 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2006 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA

10 KATALOG UNIVERSITAS NEGERI MALANG EDISI 2014

KEBIJAKAN MUTU AKADEMIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA PERATURAN PEMBUKAAN DAN PENUTUPAN PROGRAM STUDI (Draft)

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN1990 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1990 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI. Presiden Republik Indonesia,

BAB II GAMBARAN UMUM FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN AGAMA. Organisasi dan Tata Kerja. IAIN. Syekh Nurjati.

STANDAR MUTU. Program Studi S1 Teknik Elektro. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

AREA : AKADEMIK NO. REVISI: 3

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 1999 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1990 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, MEMUTUSKAN:

BAB II GAMBARAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG

SURAT KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI DEL No. 024/ITDel/Rek/SK/III/18. Tentang PEDOMAN KESESUAIAN BIDANG KEILMUAN DOSEN INSTITUT TEKNOLOGI DEL

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

PEDOMAN PELAKSANAAN PRAKTIKUM MAHASISWA PROGAM STUDI BIOLOGI S-1

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 1999 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI

REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1990 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

SALINAN PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS DIPONEGORO NOMOR 04 TAHUN 2016 TENTANG

UNIVERSITAS AIRLANGGA

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER

TENTANG TATA CARA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN PADA TINGKAT FAKULTAS/SEKOLAH DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS DIPONEGORO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 1999 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS UDAYANA NOMOR : 396/UN14/HM/2015 Tentang BUKU PANDUAN PROGRAM MAGISTER PADA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA

KURIKULUM, PEMBELAJARAN DAN SUASANA AKADEMIK

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 1999 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PENDAHULUAN Misi Fakultas Farmasi, MASTER PLAN Perumusan Visi dan Misi Visi Jangka Panjang Fakultas Farmasi

Deskripsi masing-masing organ UNM sebagaimana disebutkan dalam Statuta UNM No. 025/O/2002 Tanggal 8 Maret 2002, sebagai berikut:

2 2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Repub

SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK

Visi Visi Universitas Dhyana Pura adalah Perguruan Tinggi Teladan dan Unggulan.

STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 95 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TERNATE

BAB II PROFIL FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA. Medan. Penetapan pembukaan dilakukan dengan surat keputusan Menteri

2 2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Repub

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 1999 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Sistem Penjaminan Mutu Internal Program Studi di Lingkungan KOPERTIS VII Jawa Timur di Surabaya

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 225/O/2000 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 1999 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STATUTA PERGURUAN TINGGI

KEMENAG. Universitas Islam Negeri Yogyakarta. Statuta. Perubahan.

MEMUTUSKAN. Menetapkan :

Manual Mutu Jurusan UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010

PEDOMAN PEMBUKAAN DAN PENUTUPAN PROGRAM STUDI

1. Jatidiri prodi 2. Makna tatapamong 3. Tatapamong dalam konteks SNP 4. Tatapamong dalam perspektif kegiatan akreditasi BAN PT

: PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENDIDIKAN TINGGI.

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Program Kerja Laboratorium Bioindustri

Visi Visi Universitas Dhyana Pura adalah Perguruan Tinggi Teladan dan Unggulan.

DOKUMEN JURUSAN TATA PAMONG PROGRAM STUDI S1 TEKNIK ELEKTRO

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AMBON

LEARNING OUTCOME S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

AKREDITASI INSTITUSI PERGURUAN TINGGI BARU INSTRUMEN AKREDITASI

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016

LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN BLORA PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016

LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN DEMAK PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Kewirausahaan (B) 3305 TIM. Kewirausahaan (B) 3305 TIM. Kewirausahaan (A) 3305 TIM. Kewirausahaan (A) 3305 TIM Biostatistika (A) Riezky MP, M.

Universitas Lampung. Universitas Lampung sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi, dengan Pola

BAB I KEBIJAKAN MUTU INTERNAL FAKULTAS A. Kebijakan Umum 1. Fakultas sebagai bagian dari Universitas Andalas berpartisipasi aktif dalam gerakan menjag

BAB II PROFIL PERUSAHAAN / INSTANSI Sejarah Singkat Fakultas Ekonomi USU. Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara lahir di luar kota Medan

4. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran

2016, No Islam Negeri Batusangkar menjadi Institut Agama Islam Negeri Batusangkar dan untuk menjamin penyelenggaraan pendidikan pada Institut A

PEDOMAN PENYELENGGARAAN JURUSAN FISIKA

BAB II PROFIL PERUSAHAAN / INSTANSI. di Darussalam (Universitas Syiah Kuala) kota Kuraja (Banda Aceh), dan sebagai

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 50 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 51 D. UNSUR YANG TERLIBAT 51 E. REFERENSI 51 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 51

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS UDAYANA NOMOR : 395/UN14/HM/2015 Tentang BUKU PANDUAN PROGRAM DOKTOR PADA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA

Disampaikan pada PPM di MAN 2 Wates, 16 Mei

Rasional. Visi, Misi, dan Tujuan

SURAT KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA NOMOR : 12/H3.1.5/PPd/2009. tentang

VISI MISI DAN PROGRAM KERJA CALON DEKAN FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO PERIODE

2 2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Repub

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2018 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN KEDOKTERAN

UNIVERSITAS AIRLANGGA

MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 74 TAHUN 2008 TENTANG GURU

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR VISI DAN MISI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

Transkripsi:

PROFIL JURUSAN BIOLOGI Jurusan berada di bawah FMIPA UM. Jurusan bermula dari salah satu Jurusan yang dimiliki Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) Malang yang didirikan tanggal 18 Oktober 1954, yang juga merupakan cikal bakal UM. Pendirian PTPG Malang dikukuhkan dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Nomor 38742/Kab tanggal 1 September 1954. Dua bulan berikutnya, yaitu tanggal 10 November 1954, pemerintah mendirikan Universitas Airlangga (Unair) yang berkedudukan di Surabaya dan PTPG Malang sebagai salah satu fakultasnya. Fakultas tersebut bernama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unair dan secara formal ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 1958. Dalam periode tahun 1960-1963, di Indonesia terdapat dua jenis lembaga pendidikan tinggi pencetak guru sekolah lanjutan, yaitu FKIP (yang merupakan bagian dari suatu universitas) dan IPG (Institut Pendidikan Guru) yang merupakan lembaga mandiri. Untuk menyatukan dua jenis lembaga pendidikan tinggi tersebut, pada 3 Januari 1963 terbit Surat Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1963 yang isinya menyatukan dua jenis lembaga tersebut menjadi lembaga baru yang bernama IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan). Melalui Keputusan Bersama Menteri PTIP (Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan) dan Menteri PDK (Pendidikan dan Kebudayaan) Nomor 32 dan 34 Tahun 1963, FKIP Unair dan IPG Madiun digabung menjadi IKIP MALANG. Berdasarkan SK Menteri PTIP Nomor 35 tahun 1964, IKIP MALANG memiliki cabang di Surabaya, Madiun, Singaraja, dan Kupang. Kemudian melalui SK Menteri PTIP Nomor 36 Tahun 1964, Cabang IKIP MALANG bertambah satu lagi, yaitu di Jember. Pada tahun 1964, IKIP MALANG memiliki 4 fakultas, salah satunya adalah Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta (FKIE) yang memiliki empat Jurusan, yaitu Jurusan Ilmu Pasti, Jurusan Ilmu Hayat, Jurusan Ilmu Alam, dan Jurusan Ilmu Kimia. Pada tahun 1975, sesuai dengan sistem yang berlaku di IKIP MALANG, sebutan Jurusan di semua fakultas diganti dengan departemen. Bersamaan dengan itu, empat Jurusan yang ada di FKIE direstrukturisasi menjadi tiga departemen, yaitu Departemen Matematika-Fisika (yang terdiri atas Program Studi Matematika dan Program Studi Fisika), Departemen Ilmu Hayat, dan Departemen Ilmu Kimia. Sistem penjenjangan program pendidikan yang berlaku pada waktu itu ialah jenjang sarjana muda dengan gelar Bachelor of Arts (BA) dan jenjang sarjana dengan gelar Doktorandus (Drs). Masa studi jenjang sarjana muda adalah tiga tahun setelah SLTA, dan masa studi pada jenjang sarjana adalah dua tahun setelah Sarjana Muda. Pada tahun 1979, sistem penjenjangan Sarjana Muda dan Sarjana dihapus, diganti dengan Strata-0 (S0) dan Strata-1 (S1). Seiring dengan perubahan tersebut, istilah departemen tidak lagi digunakan dan sebagai gantinya digunakan kembali istilah Jurusan. Jumlah Jurusan di FKIE dikembalikan lagi menjadi 4, yaitu Jurusan Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidik-an Kimia, dan Jurusan Pendidikan.

Berdasarkan Keputusan Ditjen Dikti Nomor: 241/DIKTI/ Kep/1997 tanggal 15 Agustus 1997, IKIP MALANG mendapat mandat tambahan untuk menyelenggarakan pendidikan sarjana program non-kependidikan. Akibatnya, FPMIPA IKIP MALANG mulai tahun 1997 menyelenggarakan delapan program studi S1 yaitu: (1) Pendidikan Matematika, (2) Matematika, (3) Pendidikan Fisika, (4) Fisika, (5) Pendidikan Kimia, (6) Kimia, (7) Pendidikan, dan (8). Sebagai konsekuensi perluasan mandat tersebut, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 93 Tahun 1999 tanggal 4 Agustus 1999, IKIP MALANG ditingkatkan statusnya menjadi universitas dengan nama: Universitas Negeri Malang (UM). Nama FPMIPA diganti menjadi FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), dan nama-nama Jurusannya diubah menjadi Jurusan Matematika, Jurusan Fisika, Jurusan Kimia, dan Jurusan, dimana masing-masing Jurusan mengelola dua program studi, yaitu Prodi Kependidikan dan Prodi Non Kependidikan. Jurusan mengelola 4 prodi dan 1 Program Profesi, sebagai berikut: Tabel 2.1 Status Akreditasi Program Studi di Jurusan Program Studi Peringkat Batas akhir Masa Berlaku Sarjana Pendidikan A 29 September 2016 Sarjana A 10 Desember 2015 Magister Pendidikan A 11 Juni 2015 Doktor Pendidikan A 30 Desember 2015 Program Pendidikan Profesi Guru Dikelola oleh Prodi Pendidikan yang telah terakreditasi A A. VISI DAN MISI JURUSAN BIOLOGI 1. Visi Jurusan Menjadi jurusan unggul dan menjadi rujukan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang dan pembelajarannya. 2. Misi Jurusan 1) Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan pembelajaran yang efektif dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi. 2) Menyelenggarakan penelitian dalam bidang baik kependidikan maupun non kependidikan yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. 3) Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan baik kependidikan maupun non kependidikan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

4) Menyelenggarakan tata pamong dan otonom, akuntabel dan transparan yang menjamin peningkatan kualitas secara berkelanjutan B. ORGANISASI TINGKAT JURUSAN BIOLOGI Statuta Universitas Negeri Malang hanya menjelaskan struktur organisasi sampai dengan tingkat fakultas. Pada level jurusan yang tercantum di statuta adalah Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, dan Kepala Laboratorium. Dengan demikian terbuka bagi jurusan untuk mengembangkan struktur organisasi sesuai dengan idealisme, kondisi, dan situasi jurusan, serta diprediksi dapat mendukung implementasi visi, misi, dan tujuan jurusan, tetapi tetap dalam bingkai statuta. Model struktur organisasi jurusan biologi yang diajukan berbasis pada: 1. pemberdayaan semua unsur jurusan, baik SDM maupun unsur yang lain (sarana dan prasarana); 2. mengutamakan pada kerja bersama yang kompak (team work); 3. pengambilan kebijakan diupayakan atas dasar musyawarah dan mufakat; dan 4. memberikan keleluasaan dan kesempatan seluas-luasnya kepada semua unit di jurusan, khususnya laboratorium bidang dan Kelompok Bidang Keahlian, untuk mengembangkan diri. Keleluasaan ini diberikan dengan mendelegasikan kewenangan dan tanggung jawab sebanyak mungkin kepada unit-unit di jurusan. Jurusan diketuai oleh seorang Ketua Jurusan. Dalam tugasnya, Ketua Jurusan dibantu oleh Sekretaris Jurusan, Kepala Laboratorium, dan Koordinator Program Studi (Korprodi). Jurusan memiliki 4 (empat) Korprodi, yaitu Korprodi Pendidikan S1, Korprodi S1, Korprodi Pascasarjana, dan Korprodi Program Profesi Guru. Proses berfungsinya jurusan juga didukung oleh Satuan Tugas yang ditugaskan melalui SK Dekan. Satuan Tugas (Satgas) yang terdapat di Jurusan adalah Satgas Kurikulum, Jurnal, Wirausaha, Pengelola Dokumen Akademik Jurusan, PKL/PPL, Pembina HMJ, Penelitian, Pengabdian, Akreditasi, Humas dan Kerjasama, Laman, dan Alumni Dosen Jurusan telah membentuk Kelompok Bidang Keahlian, melalui Surat Keputusan Dekan FMIPA. Kelompok Bidang Keahlian di Jurusan adalah: 1. Genetika dan Molekuler 2. Mikrobiologi 3. Fisiologi Tumbuhan dan Kultur Jaringan Tumbuhan 4. Fisiologi Hewan dan Manusia 5. Struktur Perkembangan dan Sistematik Hewan 6. Struktur Perkembangan dan Sistematik Tumbuhan 7. Ekologi dan Lingkungan 8. Pendidikan dan Pembelajaran IPA/

Ketua Jurusan Sekretaris Jurusan Korprodi Pascasarjana Korprodi S1 Korprodi S1 Pendidikan Korprodi PPG Kepala Laboratorium Administrasi Laboran dan Teknisi KBK 1. Genetika dan Molekuler 2. Mikrobiologi 3. Fisiologi Tumbuhan dan Kultur Jaringan Tumbuhan 4. Fisiologi Hewan dan Manusia 5. Struktur Perkembangan dan Sistematik Hewan 6. Struktur Perkembangan dan Sistematik Tumbuhan 7. Ekologi dan Lingkungan 8. Pendidikan dan Pembelajaran IPA/ Laboratorium Bidang: 1. Ekologi 2. PBM/PPG 3. Fisiologi Hewan 4. Fisiologi Tumbuhan 5. Taksonomi dan Perkembangan Hewan 6. Taks. & Perk. Tumb. 7. Mikrobiologi 8. Genetika 9. KJT 10. Biomolekuler 11. Regulasi Genetik & KJH 12. Mikroteknik Unit Setara Lab. Bidang 13. Kebun 14. Bioreferensi 15. Herbarium Satgas Jurusan 1. Kurikulum 2. Jurnal 3. Pengelola Herbarium 4. Wirausaha 5. BioReferensi 6. PPG 7. Pengelola Dokumen Akademik Jurusan 8. PKL/PPL 9. Pembina HMJ 10. Penelitian 11. Pengabdian 12. Akreditasi 13. Humas dan Kerjasama 14. Laman 15. Alumni Dosen Mahasiswa S1, S2, S3, dan PPG Keterangan: Instruksi Koordinasi Pelayanan Gambar Struktur Organisasi Jurusan

1. Dalam kaitan tugas dan fungsi Kepala Laboratorium, Ketua KBK, dan Satgas Jurusan bertanggung jawab langsung kepada Ketua Jurusan/Sekretaris Jurusan 2. Dalam kaitannya dengan pengembangan dan layanan laboratorium Ketua laboratorium dan Kebun bertanggung jawab langsung kepada Ketua Jurusan. 3. Kepala Laboratorium hanya berperan sebagai koordinator layanan dan administrati pelaksanaan kegiatan laboratorium secara keseluruhan (pengadaan alat dan bahan, pengaturan jadwal penggunaan laboratorium sampai layanan laboratorium kepada dosen, mahasiswa dan masyarakat yan memerlukan bantuan. 4. Laboratorium Bidang dipimpin seorang Koordinator Laboratorium Bidang, sedangkan kebun biologi dipimpin seorang Koordinator Kebun. Koordinator Laboratorium Bidang dan Kebun diberi kewenangan dan tanggung jawab penuh untuk mengelola dan mengembangkan laboratorium/kebun untuk meningkatkan mutu layanan laboratorium/kebun kepada dosen, mahasiswa dan masyarakat yang memerlukan. 5. KBK (Kelompok Bidang Keahlian) adalah kumpulan/kelompok dosen berdasarkan keahlian yang sama atau serumpun untuk mengembangkan keahlian masing-masing, baik dalam bidang ilmunya, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat (Tri Dharma PT). KBK dipimpin seorang Ketua KBK. 6. Dalam kaitannya untuk meningkatkan mutu layanan dan pengembangan akademik antar Ketua KBK, Koordinator Lab. Bidang dan Koordinator Kebun harus saling berkoordinasi secara timbal balik di bawah persetujuan Kepala Lab dan Ketua/sekretaris Jurusan. 7. Satgas Jurusan dibentuk oleh Ketua/Sekretaris Jurusan sesuai dengan kebutuhan pengembangan jurusan. Satgas bertugas membantu pimpinan Jurusan dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Satgas dapat berarti sekelompok dosen atau satu dosen saja. Satgas yang dipandang perlu untuk pengembangan jurusan adalah: satgas kurikulum, satgas pengelola jurnal, satgas pengelola herbarium, Satgas PPG, Keluarga dan Sosial, satgas kemahasiswaan (Pembina HMJ), satgas bioreferensi. Ketua satgas dapat dirangkap oleh ketua jurusan, sekretaris jurusan, atau kepala laboratorium. 8. Mahasiswa dapat berhubungan secara langsung dengan semua unit di jurusan, tetapi untuk kebutuhan administrasi formal hanya dapat dilayani oleh Ketua/Sekretaris Jurusan serta Kepala Laboratorium, seperti surat perijinan untuk hal yang terkait dengan layanan dan pengembangan laboratorium. 9. Penugasan Koordinator Laboratorium Bidang atau Ketua KBK dilakukan pimpinan Jurusan dengan pertimbangan Kepala Laboratorium. 10. Setiap unit pelaksanaa/satgas di Jurusan menyusun laporan kemajuan diakhir Bulan Juni, dan menyusun laporan akhir tahun pelaksanaan program dan pendanaannya untuk disampaikan kepada pimpinan Jurusan. C. LABORATORIUM BIOLOGI Salah satu fungsi UM adalah menyelenggarakan, mengembangkan ilmu pengetahuan melalui kegiatan penelitian dan layanan laboratorium sehingga menghasilkan karya akademik maupun temuan yang bermakna. Sehubungan dengan fungsi tersebut maka laboratorium yang merupakan salah satu tempat untuk pelaksanaan kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan serta kegiatan akademik

perlu terus dikembangkan, terutama laboratorium bidang. Pengembangan dan pelayanan laboratorium bidang diserahkan kepada koordinator dan anggota laboratorium bidang dengan mengedepankan interakasi antar laboratorium. dan koordinasi dengan Kepala Lab dan Ketua Jurusan. Laboratorium Bidang merupakan laboratorium yang berfungsi menampung semua kegiatan akademik di bidang ilmu tertentu. Di dalam laboratorium bidang terselenggara kegiatan yang dilakukan oleh tenaga akademik dan mahasiswa yang mengarah kepada peningkatan kemampuan dan keterampilan profesional di bidang ilmunya. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dikembangkan fungsi dan wewenangnya sehingga memiliki peran yang lebih mandiri, namun tetap mengedepankan koordinasi antar laboratorium bidang dan dengan persetujuan Kepala laboratorium dan Ketua Jurusan. Laboratorium bidang di ini terdiri dari 12 laboratorium bidang yaitu: 1. Laboratorium Bidang Ekologi 2. Laboratorium Bidang PBM/PPG 3. Laboratorium Bidang Fisiologi Hewan 4. Laboratorium Bidang Fisiologi Tumbuhan 5. Laboratorium Bidang Taksonomi dan Perkembangan Tumbuhan 6. Laboratorium Bidang Taksonomi dan Perkembangan Hewan 7. Laboratorium Bidang Mikrobiologi 8. Laboratorium Bidang Genetika 9. Laboratorium Bidang KJT 10. Laboratorium Bidang Biomolekuler 11. Laboratorium Bidang Regulasi Genetik 12. Laboratorium Bidang Mikroteknik Selain itu juga ada tiga unit setara dengan laboratorium Bidang yaitu, Herbarium Malangense, Kebun, dan Bioreferensi Masing-masing laboratorium bidang dikoordinasi oleh Koordinator laboratorium. Bidang. Tugas Koordinator Laboratorium bidang adalah mengkoordinasi, merencanakan dan mengembangkan laboratorium. Bidangnya masing-masing. Untuk pelaksanaan kegiatan di dalam laboratorium bidang, dibantu oleh tenaga laboran/teknisi. Adanya keterkaitan antar sub disiplin ilmu dalam biologi maka mutlak diperlukan kerjasama dan koordinasi yang harmonis antar laboratorium bidang. Mekanisme koordinasi antar laboratorium. bidang termasuk dengan dengan kebun biologi mekanismenya diatur oleh Kepala Laboratorium dengan persetujuan Ketua Jurusan. Berkaitan dengan pelimpahan tugas untuk pengelolaan laboratorium maka perlu ada diskripsi tugas yang lebih terinci dari komponen-komponen laboratorium. Diskripsi tugas tertuang di petunjuk teknis pengelolaan laboratorium biologi. Upaya pengembangan laboratorium biologi meliputi struktur organisasi laboratorium, deskripsi tugas dan tanggung jawab komponen laboratorium, dan pedoman penggunaan fasilitas laboratorium.