INTELIGENSI. Kuliah 6 Psikodiagnostik

dokumen-dokumen yang mirip
Teori-Teori Inteligensi

INTELIGENSI. Pertemuan pertama

BAKAT & INTELEGENSI. 2 Kemampuan Mental. Individual Differences

TES KELOMPOK : TES INTELIGENSI & TES MINAT DAN BAKAT. Kuliah 9 Pengantar Psikodiagnostik

BAKAT & INTELEGENSI. Cattel m coba menemukan perbedaan2 individu dlm hal: - ketajaman sensoris (indra) - kekuatan otot 10 aspek - kemampuan mental

TES INTELLIGENSI. NENY ANDRIANI, M.PSI, PSIKOLOG, CH, CHt, M.NLP

PSIKOLOGI INDUSTRI. Berbagai Kemampuan Manusia. Agus Riyanto,M.T Bandung, Psikologi Industri 1

Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan : 2. Perkembangan pada abad ke-20

MENURUT WECHSLER 1. Entitas atau kuantitas yang mampu diukur oleh tes-tes inteligensi bukanlah kuantitas sederhana. Dengan demikian inteligensi tidak

PENGANTAR PENGUKURAN BAKAT NENY ANDRIANI, M.PSI,PSIKOLOG

Adhyatman Prabowo, M.Psi

BAB I PENDAHULUAN. diukur dengan test dan dinyatakan dalam bentuk nilai. Hasil belajar mempunyai

TES INTELIGENSI DARI WECHSLER (David Wechsler, pimpinan ahli psikologi RS Bellevue, New York)

Kuliah 2 Adriatik Ivanti, M.Psi

Pengertian. 4 Tes Inteligensi Diah Widiawati, M.Psi.

Pendekatan thd intelegensi. General factor specific factor

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-2

PROSES ASEMEN PSIKOLOGIS DAN INTERPRETASI PSIKOLOGI. Kuliah 3 Adriatik Ivanti, M.Psi, Psi

KEMAMPUAN KHUSUS INDIVIDU & ANTISIPASI PENDIDIKAN

Pengertian intelegensi bermacam-macam dapat diartikan 1. Kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir

Penempatan Pegawai. School of Communication & Business Inspiring Creative Innovation

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-2

Perkembangan Kognitif Masa Remaja KULIAH 1

Pengantar Psikodiagnostik

PENGUKURAN TES PSIKOLOGI : TEKNIK DAN METODOLOGI RELIABILITAS DAN VALIDITAS

Cabang-cabang psikologi perkembangan fungsionalisme

Tes Inteligensi. Teori Inteligensi, Beberapa Tes Inteligensi Populer, Keterbatasan Tes Inteligensi. Yenny, M.Psi. Psikolog.

Oleh Farida Agus Setiawati, M.Si

Konteks assessment dan Klasifikasi Pemeriksaan Psikologis

Nama : Eka Rezeki Amalia NIM : Matkon IV A

KONSTRUKSI ALAT UKUR & PENYUSUNAN SKALA PSIKOLOGI

INTELEGENSI. Farida Agus Setiawati dan Rita Eka Izzaty

PETUNJUK: HARAP LAMBANG SPEAKER DIKLIK UNTUK DAPAT MENDENGAR SUARA SN PERILAKU ORGANISASI 2

TES INTELIGENSI. Wechsler Intelligence Scale for Children Terbit th Digunakan diberbagai Negara Untuk anak usia 5;0 15;11 th.

KECERDASAN DAN BERPIKIR. Psikologi Umum 2

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

KEMAMPUAN KHUSUS INDIVIDU & ANTISIPASI PENDIDIKAN

PSIKOLOGI PENDIDIKAN. Oleh: Arumi Savitri Fatimaningrum

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH PSIKODIAGNOSTIKA 2 : TES INTELEGENSI KODE / SKS : KK / 3 SKS

Selamat Membaca dan Memahami Materi e-learning Rentang Perkembangan Manusia II

KONSEP STATISTIK Kosenp Dasar

Psikodiagnostik 1. Marcia Martha Siahay

BAB V PEMBAHASAN. A. Pengaruh Intelegensi Terhadap Prestasi belajar Siswa. untuk variabel intelgensi berpengaruh ke prestasi belajar sebasar 0.

Tes Inteligensi: WISC

Oleh Farida Agus Setiawati, M.Si

Pengertian Tes Di dalam lapangan psikologi kata tes mula-mula digunakan oleh J. M. Cattel pada tahun Dan sejak itu makin popular sebagai nama me

Novia Sinta R. PSIKODIAGNOSTIK II

Kuliah 3 Adriatik Ivanti, M.Psi, Psi

Perkembangan Fisik dan Kognitif Masa Akhir Kanak-Kanak. Kuliah 8 Psikologi Perkembangan

Pengantar Psikodiagnostik

KUANTIFIKASI & OBJEKTIVITAS DALAM PEMERIKSAAN PSIKOLOGI

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) PROGRAM STUDI PSIKOLOGI

BAB I PENDAHULUAN. tertentu. Contohnya di bidang pendidikan, tes psikologi digunakan untuk

Siti Wuryan Indrawati, M.Pd, Psi Ita Juwitaningrum, S.Psi Hani Yulindrasari, S.Psi, M.StatGend Diah Z Wyandini, M.Si

STUDI DESKRIPTIF TINGKAT INTELEGENSI MAHASISWA PG PAUD UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

Modul ke: Tes Inteligensi. Skala Inteligensi Wechsler. Fakultas Psikologi. Yenny, M.Psi. Psikolog. Program Studi Psikologi.

Mata kuliah : Pendidikan Anak Berbakat

BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 207

CIRI & PENGGUNAAN TES. N o v i a S i n t a R, M. P s i.

BAB I PENDAHULUAN. psikologi dituntut harus mampu mengungkap aspek-aspek psikologis dengan

Jadi, psikodiagnostik adalah ilmu yang mempelajari/ mencari tahu masalah perilaku yang muncul

BAB I PENDAHULUAN. untuk bekerja sama secara efektif. Sumber daya manusia yang memiliki

5 Tes Bakat Diah Widiawati, M.Psi

Psikometri Validitas 2

SEJARAH SINGKAT PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Dra. Sri Hastuti Handayani, M.Si

Observasi dan Wawancara

ANALISIS & SELEKSI AITEM

KONSELING KELOMPOK.

Menjelaskan sistem penilaian Menjelaskan pengertian penilaian kelas Menjelaskan Prinsip penilaian kelas Menjelaskan Teknik penilaian kelas

Menurut Davidoff (1987: ) ada tiga hal yang sering menyertai proses fikir yaitu:

Bentuk-bentuk Gejala Jiwa dan Implikasinya dalam Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

A. Klasifikasi Pendekatan Menurut Northrop

BAB III METODE PENELITIAN

Tes bagian yg integral dari pengukuran.pengukuran hanya bagian dari evaluasi

Tes Inteligensi. Definisi Inteligensi, Sejarah Tes Inteligensi, Faktor Yang Mempengaruhi Inteligensi. Yenny, M.Psi., Psikolog.

KOMUNIKASI. Komunikasi mengandung pengertian memberitahukan untuk menggugah partisipasi agar hal-hal yg diberitahukan itu menjadi milik bersama

JENIS PENELITIAN KE-2

BAB I PENDAHULUAN. latihan sehingga mereka belajar untuk mengembangkan segala potensi yang

TEORI INTELEGENSI GUILFORD

THE SIXTEEN PERSONALITY FACTOR TES KEPRIBADIAN 16 PF RAYMOND B CATTELL

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. PISA atau Program for International Student Assessment yang

Perkembangan Kognitif. Psikologi Anak Usia Dini Unita Werdi Rahajeng

GEJALA-GEJALA JIWA 1. Pengamatan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

ASPEK-ASPEK PERKEMBANGAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

KONSEP DASAR TES. Oleh Farida Agus Setiawati, M.Si.

PSIKOMETRI. Pengantar Psikometri MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh 01

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF: PIAGET. Dr. J anprasetyo, SpKJ (K)

PSIKOLOGI PENDIDIKAN. Sugihartono, M.Pd dan Tim

LANDASAN FILOSOFIS BERBAGAI TEORI INTELIGENSI. Herlina Siwi Widiana Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan. Abstrak

Transkripsi:

INTELIGENSI Kuliah 6 Psikodiagnostik

PENGANTAR Kita sering dengar bahwa kebanyakan tes psikologi adalah mengukur inteligensi Sebenarnya, apa sih yang diukur? Ternyata, tes-tes yang menamakan tes inteligensi, mengukur : 1. Tingkah laku yang disebut sebagai inteligensi 2. Sumber perbedaan individu 3. Predictability dari inteligensi

DEFINISI INTELIGENSI Konsep yang bersifat filsafat a. Ebbinghaus (1897), inteligensi adalah kemamp untuk membuat kombinasi b. Spearman: kemampuan umum yang terbentuk akibat pendidikan c. Terman (1921), inteligensi adalahlkemamp untuk membentuk konsep/berpikir abstrak d. Thorndike, inteligensi ialah kemamp untuk membuat asosiasi e. Thurstone (1921), inteligensi adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri, membayangkan beragam respon, dan kesadaran untuk memodifikasi penyesuaian diri.

SEJARAH INTELIGENSI PERIODE SEBELUM BINET - Pengaruh ilmiah = Fisika, Kimia, dan astronomi = muncul perhatian tdh perbed indv = tidak semua orang sama - Perkembangan metode statistik a. Francis Galton = menemukan regresi, korelasi, dan psikometri = membuat alat ukur indv differences = indvidu yang inteligensinya tinggi memiliki diskriminasi sensoris yang baik. b. Spearman dan Pearson

PERIODE BINET (PERANCIS) a. Binet = bagaimana cara m bedakan org2 yang lemah dan tdk lemah dengan cara mengukur : judgement, reasoning, comprehension. Ciri2 tl inteligensi : 1) ada arah dan tujuan dan bisa mempertahankan, 2) bisa menyesuaikan diri dengan tujuan dan mencapai akhir yang diinginkan, 3) ada kemamp untuk menilai diri = bisa menerima kritik PERKEMBANGAN DI AMERIKA a. Cattell = murid Wundt, mengukur ketajaman sensoris

Lucunya, semakin banyak yang mendefinisikan inteligensi dan berkembangnya alat ukur mengenai inteligensi, tapi Para ahli ini tidak memiliki kesepakatan mengenai definisi inteligensi. Simposium 1921 dan 1974 = blm berhasil merumuskan

MEANING OF AN IQ Inteligensi dalam tes-tes psikologi, disimbolkan dengan term IQ Byk tes inteligensi namun dalam menginterpretasikan harus hati-hati, krn tidak semua tes inteligensi mengukur hal yang sama. Walaupun sama-sama mengukur inteligensi. Misal : Tes PM dan Tes Wechsler

POINT TO BE REMEMBERED FOR AN IQ 1. Inteligensi hrs deskriptif, jgn untuk melabel sso, krn IQ itu merupakan ekspresi dari level kemamp indv. Sehingga, tes IQ digunakan untuk memahami indv misal : orang tua memiliki anak belum bisa membaca, kemudian pergi ke psikolog untuk tes IQ. Sebagai psikolog, tdk boleh menuruti mengetes IQ, krn nantinya pasti jelek bila tesnya bkaitan dengan keg m baca. Beri tes IQ non verbal lbh bijaksana atau ajarkan dulu m baca baru tes

2. Inteligensi itu bukan segalanya, krn sll dikaitkan dengan penalaran angka, mtk, dll = pddk di Indonesia. Diperparah dengan p buatan tes IQ yang sll tfokus pd kemamp verbal, numerik, dan simbol abstrak. Padahal, banyak kemamp lain (yang bisa dikategorikan sbg inteligensi jg) pada indv (spt kemamp interpersonal = Oprah, kemamp atletik = olahragawan, kemamp seni = seniman dan artis, dll). intelligence is not a single, unitary ability, but a composite of several function

3. Skor IQ tidak tetap, namun kapasitasnya tidak berubah dapat berubah karena lingkungan.

Pada umumnya, tes inteligensi dibuat untuk anak2 usia sekolah Jadi kebanyakan tes IQ memang mengukur kemampuan2 yang dibutuhkan di sekolah = kemampuan akademik Hasil IQ merupakan refleksi dari pendidikan yang diterima di masa lampau dan dapat dijadikan sebagai prediktor kinerja akademik.

INTELIGENSI DAN HEREDITER Ternyata, selain stimulasi pada masa infant, faktor genetika berperan dalam potensi kecerdasan sso Dengan perkataan lain, skor IQ dapat berubah2 tapi kapasitasnya tidak dapat berubah! Misal : analogi inteligensi dengan ukuran panci. Namun, skor tsb dpt berubah2 karena adanya perubahan2 dlm keluarga, kehidupan anak, atau perubahan di lingkungan tempat tinggal anak.

PENDEKATAN DALAM PENELITIAN INTELIGENSI 1. Pendekatan Psikometris - Menggunakan tes yang sudah distandardisasi dan berstruktur = tugas dan penilaiannya jelas - Kuantitatif = angka - Menitikberatkan pada performa - Analisa statistik = analisa faktor, korelasi - Berbeda dengan pendekatan impresionistik = mempelajari individu dr org tsb, misal tulisan tangan, ungkapan2, dll.

2. Simulasi Komputer - simulasi komputer tidak dapat 100% menggambarkan human mind dan inteligensi sso 3. Inteligensi sebagai adaptasi sosial & biologis - manusia selalu memiliki tantangan dan rintangan. Jadi, inteligensi merujuk pada problem solving terhadap masalah2 yang dihadapi.

4. Inteligensi sebagai proses kognitif - Proses kognitif yang menggambarkan inteligensi : a. Encoding : menterjemahkan kata b. Menarik hub antara 2 hal c. Mapping : menemukan rule yang lbh tinggi d. Aplikasi : membentuk image ttg jwb yang benar e. Justifikasi f. Memberi response - Metode yang digunakan : think aloud : Subyek diharuskan menyuarakan apa yang dipikirkan

TEKNIK PEMBUATAN TES INTELIGENSI FAKTOR ANALISA Penelitian ini dimulai dengan mengkorelasikan nilai2 yang didapat oleh orang yang sama dalam beberapa tes kemamp yang diikuti oleh orang tsb. Setelah itu, dianalisa dengan statistik dlm rangka mencari faktor2 atau traits2 yang umum dalam tes itu.

Prinsip utama dari analisa faktor adalah membuat data menjadi sederhana dengan cara mpkecil variable2 atau dimensi2 penting yang ada di dalam tes. Dpl, mencari tema utama (atau payung tema) dari tes2 yang ada tanpa harus mengorbankan data2 yang banyak di dalam tes!

FAKTOR ANALISA : THEORIES OF TRAIT ORGANIZATION 1. The Two-Factor Theory - Developed by Charles Spearman - Menurutnya kegiatan intelektual terdiri dari General Factor (g) dan Specific Factor (s). - g : faktor2 yang selalu ada dalam semua tes atau hampir semua tes bermuatan tinggi dan signifikan pd 1 faktor - s : hanya 1 tes yamg memiliki muatan tinggi pd faktor tsb = ciri khas

Misal : indiv yang melakukan tes IQ dengan Wechsler didapatkan bahwa reading compre, verbal analyze, vocabulary, dan object analyze baik, maka intelektualnya bagus = krn item2 tsb merupakan faktor g yang mengukur inteligensi Contoh tes yang mengukur g faktor : Raven s Progressive Matrices dan CFIT Lihat hal 310 Anastasi

Inti dari pengukuran psikologis adalah : mengukur faktor g individu. Diasumsikan dengan mengukur faktor g maka kita dapat memprediksi kinerja seseorang di masa yang akan datang atau pada situasi tertentu Selain faktor g dan s, ada yang namanya group factor, ialah intermediate class of factors, yaitu tidak segeneral faktor g dan tidak sespesifik faktor s. Contoh group faktor adalah kemamp aritmatik, mekanik, dan berbahasa.

FAKTOR ANALISA : THEORIES OF TRAIT ORGANIZATION (CON T) 2. Multiple-Factor Theories - Ahli trait organization dari Amerika menyadari bahwa banyak sekali group factor yang ada, dimana masing2 group faktor akan memiliki bobot yang berbeda bila berada di tes yang berbeda pula - Misal : faktor verbal memiliki bobot yang tinggi di tes vocabulary tp bobotnya rendah di tes verbal analogi dan tes aritmatik.

- Tokohnya : Thurstone - Primary Mental Ability = group factor - V = verbal compre = faktor2nya adalah reading compre, verbal analogies, disarraged sentences, verbal reasoning, dll = it is most adequately measured by vocab test - W = word fluency = rhyming, naming words in a given category (eg. Sebutkan nama anak laki2, atau sebutkan kata yang diawali huruf S) - N = number = speed and accuracy of simple aritmethic computation

- S = space = geometric relation - M = associative memory = menuntut kemamp mengingat = misal diminta menyebutkan gambar yang baru saja diperlihatkan - P = perceptual speed = misal diminta untuk menyebutkan perbedaan dan persamaan gambar - I = induction (general reasoning) = penalaran induktif dan deduktif.

Dlm 1 battery tes jenis tesnya sedikit, maka 1 tes saja bisa menjelaskan general faktor. Misal : 1 battery tes kemamp verbal = tesnya hanya reading compre dan analogi verbal = maka bila kita melihat hanya hasil tes reading comprenya, kita sdh dpt mprediksi kemam verbal sso Namun, bila tes yang sama (reading compre dan analogi verbal) berada pd battery tes yang cukup besar dimana terdapat berbagai macam tes (numerik, spatial, dll) maka hasil tes dari reading compre dan analogi verbal merupakan group factor.

Contoh Penerapan dalam kehidupan shari2 Misal : seleksi pegawai untuk posisi difficult and highly specialized mechanical job. Dari berbagai tes yang diberikan dalam satu battery tes, maka yang dilihat hanya nilai dari tes perceptual dan spatial saja = match dengan persyaratan untuk menduduki pos difficult and highly specialized mechanical job.

FAKTOR ANALISA : THEORIES OF TRAIT ORGANIZATION (CON T) 3. Structure-of-Intellect Model - Berangkat dari keinginan para ahli faktor analisa untuk membuat hubungan antar trait (dari begitu banyak trait yang terukur dlm 1 battery tes) menjadi lebih simpel. - Dengan cara mengorganisasikan trait yang ada ke dalam skema yang sistematis

- Operations = apa yang dilakukan oleh si testee. Termasuk didalamnya kognisi, memori recording, memory retention, divergent production (creativity), convergent production, dan evaluasi - Contents = sifat dari materi2 yang digunakan untuk mengukur kinerja sso dlm tes tsb = simbol2 (angka, huruf), semantic (kata2), tingkah laku, dll - Products = output = bentuk informasi yang dihasilkan oleh testee units, klas, dll.

FAKTOR ANALISA : THEORIES OF TRAIT ORGANIZATION (CON T) 4. Hierarchical Theories - An alternative schema for the organization factors - Burt, Humprey, dan Vernon