ATMOSPHERIC EFFECTS ON PROPAGATION

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II LANDASAN TEORI

Radio dan Medan Elektromagnetik

Sistem Transmisi Telekomunikasi. Kuliah 6 Jalur Gelombang Mikro

BAB II LANDASAN TEORI

FADING REF : FREEMAN FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO 1

BAB II LANDASAN TEORI

LINK BUDGET. Ref : Freeman FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO

Perencanaan Transmisi. Pengajar Muhammad Febrianto

PROPAGASI. REFF : Freeman FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO

BAB II GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK. walaupun tidak ada medium dan terdiri dari medan listrik dan medan magnetik

BAB III PERENCANAAN MINILINK ERICSSON

ANALISIS LINK BUDGET PADA PEMBANGUNAN BTS ROOFTOP CEMARA IV SISTEM TELEKOMUNIKASI SELULER BERBASIS GSM

ANALISIS PERHITUNGAN FRESNEL ZONE WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) DENGAN MENGGUNAKAN SIMULATOR RADIO MOBILE

BAB III PRINSIP DASAR MODEL PROPAGASI

DASAR TEKNIK TELEKOMUNIKASI

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK FREKUENSI TINGGI DAN GELOMBANG MIKRO

Transmisi Signal Wireless. Pertemuan IV

BAB II JARINGAN MICROWAVE

Dasar Sistem Transmisi

ANALISIS COVERAGE AREA WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) b DENGAN MENGGUNAKAN SIMULATOR RADIO MOBILE

BAB II TEORI DASAR. Propagasi gelombang adalah suatu proses perambatan gelombang. elektromagnetik dengan media ruang hampa. Antenna pemancar memang

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 5. Hasil Perhitungan Link Budget

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III PROPAGASI GELOMBANG RADIO GSM. Saluran transmisi antara pemancar ( Transmitter / Tx ) dan penerima

Analisa Perencanaan Power Link Budget untuk Radio Microwave Point to Point Frekuensi 7 GHz (Studi Kasus : Semarang)

PENGARUH SPACE DIVERSITY TERHADAP PENINGKATAN AVAILABILITY PADA JARINGAN MICROWAVE LINTAS LAUT DAN LINTAS PEGUNUNGAN

BAB I PENDAHULUAN. ke lokasi B data bisa dikirim dan diterima melalui media wireless, atau dari suatu

BAB II PROPAGASI GELOMBANG MENENGAH

Materi II TEORI DASAR ANTENNA

Kata Kunci : Radio Link, Pathloss, Received Signal Level (RSL)

PERANCANGAN (lanjutan)

SIMULASI NILAI PERBANDINGAN ENERGI BIT PER NOISE YANG AKAN MENENTUKAN BESARNYA KEMUNGKINAN KESALAHAN PADA SISTEM KOMUNIKASI WIRELESSLAN

Antisipasi Pengaruh Pemudaran Gelombang (Fading) pada Transmisi Gelombang Mikro Digital dengan Space Diversity dan Frequency Diversity

Propagasi gelombang radio atau gelombang elektromagnetik dipengaruhi oleh banyak faktor dalam bentuk yang sangat kompleks kondisi yang sangat

PROPAGASI GELOMBANG RADIO (GELOMBANG ELEKTROMANETIK, GEM)

III. METODE PENELITIAN

PERANCANGAN (lanjutan)

BAB II PEMODELAN PROPAGASI. Kondisi komunikasi seluler sulit diprediksi, karena bergerak dari satu sel

Program Studi S1 - Teknik Telekomunikasi Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Telkom BANDUNG, 2012

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB IV PERENCANAAN JARINGAN TRANSMISI GELOMBANG MIKRO PADA LINK SITE MRANGGEN 2 DENGAN SITE PUCANG GADING

ANALISIS UNJUK KERJA RADIO IP DALAM PENANGANAN JARINGAN AKSES MENGGUNAKAN PERANGKAT HARDWARE ALCATEL-LUCENT 9500 MICROWAVE PACKET RADIO (MPR)

PERANCANGAN JALUR GELOMBANG MIKRO 13 GHz TITIK KE TITIK AREA PRAWOTO UNDAAN KUDUS Al Anwar [1], Imam Santoso. [2] Ajub Ajulian Zahra [2]

BAB IV KOMUNIKASI RADIO DALAM SISTEM TRANSMISI DATA DENGAN MENGGUNAKAN KABEL PILOT

SIMULASI LINK BUDGET PADA KOMUNIKASI SELULAR DI DAERAH URBAN DENGAN METODE WALFISCH IKEGAMI

BAB II DASAR TEORI. atau gedung. Dengan performa dan keamanan yang dapat diandalkan,

ANALISA INTERFERENSI CO-CHANNEL PADA SISTEM KOMUNIKASI LMDS

Konsep Propagasi Gelombang EM dan Link Budget

BAB II LANDASAN TEORI

2.1. KONSEP PENGUATAN DAYA (LOSS DAN DECIBELL)

BAB II DASAR TEORI. cara menitipkan -nya pada suatu gelombang pembawa (carrier). Proses ini

PERHITUNGAN PATHLOSS TEKNOLOGI 4G

PRODI D3 TEKNIK TELEKOMUNIKASI 2014 YUYUN SITI ROHMAH, ST., MT

APLIKASI RANCANG BANGUN ALAT PENETES PENGGUMPAL GETAH KARET SECARA OTOMATIS

BAB II PROPAGASI GELOMBANG RADIO. sistem komunikasi dengan kabel [2]. Gelombang radio adalah radiasi energi

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN ANALISA. radio IP menggunakan perangkat Huawei radio transmisi microwave seri 950 A.

PERANCANGAN JARINGAN TRANSMISI GELOMBANG MIKRO PADA LINK SITE MRANGGEN 2 DENGAN SITE PUCANG GADING

SINGUDA ENSIKOM VOL. 7 NO. 2/Mei 2014

BAB II STUDI PUSTAKA. Universitas Sumatera Utara

Istilah istilah umum Radio Wireless (db, dbm, dbi,...) db (Decibel)

BESAR DAN UKURAN KINERJA TELEKOMUNIKASI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV ANALISA PERFORMANSI BWA

KEGIATAN BELAJAR 2. FREKUENSI GELOMBANG RADIO PADA APLIKASI SISTEM TELEKOMUNIKASI

BAB III PERFORMANSI AKSES BWA

SOUND PROPAGATION (Perambatan Suara)

Jurnal ECOTIPE, Volume 1, No.2, Oktober 2014 ISSN

I. PENDAHULUAN TNI AU. LATAR BELAKANG Perkembangan Teknologi Komunikasi. Wireless : bandwidth lebih lebar. Kebutuhan Sarana Komunikasi VHF UHF SBM

BAB III SISTEM JARINGAN TRANSMISI RADIO GELOMBANG MIKRO PADA KOMUNIKASI SELULER

BAB III METODE PERENCANAAN

Dasar Sistem Gelombang Mikro dan Konfigurasi Gelombang Mikro Digital. Eka Setia Nugraha,S.T.,M.T.

Perancangan Sistem Komunikasi Radio Microwave Antara Onshore Dan Offshore Design of Microwave Radio Communication System Between Onshore and Offshore

SISTEM KOMUNIKASI SATELIT PERBANDINGAN PERHITUNGAN LINK BUDGET SATELIT DENGAN SIMULASI SOFTWARE DAN MANUAL

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV ANALISIS KEGAGALAN KOMUNIKASI POINT TO POINT PADA PERANGKAT NEC PASOLINK V4

Sistem Transmisi KONSEP PERENCANAAN LINK RADIO DIGITAL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Perancangan Jalur Gelombang Mikro 13 Ghz Titik Ke Titik Area Prawoto Undaan Kudus

Telekomunikasi: penyampaian informasi atau hubungan antara satu titik dengan titik yang lainnya yang berjarak jauh. Pengantar Telekomunikasi

ANALISA PROPAGASI GELOMBANG RADIO DALAM RUANG PADA KOMUNIKASI RADIO BERGERAK

BAB III PERANCANGAN DAN SIMULASI LEVEL DAYATERIMA DAN SIGNAL INTERFERENSI RATIO (SIR) UE MENGGUNAKAN RPS 5.3

ANALISA LINK BUDGET KOMUNIKASI PELABUHAN KE KAPAL MENGGUNAKAN KANAL VHF

BAB II DASAR SISTEM KOMUNIKASI WIRELESS. Jaringan wireless menggunakan gelombang radio (Radio Frequency/RF) atau

Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi, IT Telkom Jl. D. I. Panjaitan No. 128, Purwokerto, *

Eny Sukani Rahayu 1, Anugerah Galang Persada 1, Muhammad Farras Archi 2, Rahardian Luthfi Prasetyo 2

TEKNIK TELEKOMUNIKASI DASAR. Kuliah 9 Komunikasi Radio

Visualisasi Propagasi Gelombang Indoor Pada Wi-Fi 2,4 GHz

2.1. KONSEP PENGUATAN DAYA (LOSS DAN DECIBELL)

FISIKA. 2 SKS By : Sri Rezeki Candra Nursari

Pemodelan Kanal Komunikasi Akustik pada Perairan Dangkal dengan Kondisi LOS. By: dferyando.wordpress.com

Pertemuan 6 PROPAGASI GELOMBANG RADIO. DAHLAN ABDULLAH

Pengukuran Coverage Outdoor Wireless LAN dengan Metode Visualisasi Di. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

ANALISA FADING PADA LINK KOMUNIKASI MICROWAVE POINT TO POINT UNTUK PERENCANAAN JARINGAN INFRASTUKTUR KOMUNIKASI NIRKABEL

Radio Propagation. 2

PROPAGASI GELOMBANG RADIO HF PADA SIRKIT KOMUNIKASI STASIUN TETAP DENGAN STASIUN BERGERAK

BAB 2 DASAR TEORI. Sistem telekomunikasi yang cocok untuk mendukung sistem komunikasi

BAB II KANAL WIRELESS DAN DIVERSITAS

Transkripsi:

ATMOSPHERIC EFFECTS ON PROPAGATION

Introduction Jika pancaran radio di propagasikan di ruang bebas yang tidak terdapat Atmosphere maka pancaran akan berupa garis lurus. Gas Atmosphere akan menyerap dan menscatter energi lintasan radio.

1. Redaman Pengaruh Atmosphere Butir-butir hujan memberikan redaman terhadap gelombang elektromagnetik yang melintas. Semakin lebat hujan maka redaman tersebut semakin besar. (Gideon Jonatan, Rekayasa Transmisi Radio, Jilid I, 2003 ) Melalui pemahaman Fisika dan percobaan dapat dihitung seberapa besar redaman tersebut. Besar redaman hujan merupakan fungsi dari: - Besar curah hujan (R dengan satuan mm/hr). - Bentuk butiran air hujan. - Besar frekuensi yang digunakan. - Polarisasi gelombang yang digunakan (horizontal/vertikal). - Jarak yang ditempuh, distribusi hujan sepanjang lintasan gelombang 3

Curah hujan adalah besaran yang menyatakan tingginya kenaikan air hujan dalam suatu wadah (yang luas permukaannya sampai ke dasarnya sama) dalam satu jam 1). Besarnya redaman karena curah hujan dapat dinyatakan dengan rumus: (Roger L. Freeman, Telecomunication Transmission Handbook, New York, 1981. ) A r A eff a. R b 90 90 4D A. D. r.1.2.3 dimana : A = redaman karena hujan dalam db/km R = curah hujan dalam mm/jam r = faktor reduksi D = panjang lintasan dalam kilometer a dan b merupakan fungsi dari frekuensi dan polarisasi {harga a dan b dapat dilihat pada tabel} 4

5 Koefisien Regresi dari Fungsi Frekuensi dan Polarisasi (Sumber: Roger L. Freeman, 1987)

Untuk mengatasi redaman hujan ini, maka daya pancar harus dinaikkan sebesar redaman tersebut. Dari permasalahan yang ada pada diketahui bahwa curah hujan setempat adalah 50 mm/jam, panjang lintasan sejauh 39 km, frekuensi yang digunakan sebesar 6 GHz dan polarisasi yang digunakan adalah polarisasi horizontal. Dari polarisasi ini dapat dicari faktor regresi fungsi dari frekuensi dan polarisasi berdasarkan tabel pada slide sebelumnya. Dari tabel akan didapatkan nilai a sebesar 0.00175 dan nilai b sebesar 1.308. Untuk mencari besarnya redaman karena hujan dapat dicari dengan cara sebagai berikut: Untuk mencari redaman curah hujan, langkah pertama adalah mencari besarnya redaman, dengan menggunakan rumus pada slide sebelumnya akan didapatkan hasil sebagai berikut: 6 A = a x R b A = 0.00175 x 50 1.308 A = 0.29 db/km

Langkah kedua, mencari faktor reduksi dengan rumus 2 dan akan didapatkan hasil sebagai berikut: r r r 90 90 4D 90 90 (4x39) 0,37 Langkah terakhir, mencari besarnya redaman efektif karena hujan sepanjang 39 km, dengan rumus sebelumnya dan didapatkan hasil sebagai berikut: A eff = A x D x r A eff = 0.29 x 39 x 0.37 A eff = 4.18 db 7

2. Absorption Dari penelitian yang telah dilakukan, oksigen di atmosphere menyerap beberapa energi dari gelombang microwave dan untungnya pelemahan yang diberikan kecil pengaruhnya. Pelemahan yang didapat sekitar 0.01 db/km pada frekuensi 2 Ghz dan naik ke 0.02 db/km pada frekuensi 26 Ghz. 8

Curah hujan juga berpengaruh pada transmisi GM terutama diatas frekuensi 10 Ghz. Sebagai contoh pada 12 Ghz pelemahan yang dicapai hampir 10 db/km. Dan hujan yang sangat deras juga bisa mengakibatkan jatuhnya link (break transmition ) 3. Refraction (Pembiasan) Refraction adalah belokan dari gelombang radio yang disebabkan salah satunya oleh karena perubahan karakteristik dari atmosphere. Efek dari refraction menyebabkan arah dari tembakan microwave menyimpang dari jalur line of sight (LOS) nya. Padahal dalam komunikasi yang diinginkan adalah propagasi garis pandang atau LOS Rata-rata kondisi atmosphere menyebabkan jalur propagasi mempunyai radius lengkungan atau belokan sebesar 1.33 kali radius bumi yang sebenarnya. Secara praktisnya menyebabkan panjang dari jalur propagasi bertambah rata-rata 15% lebih panjang dibanding jalur LOS nya. 9

Refraktifitas Adalah index bias yang ditentukan sebagai rasio dari kecepatan propagasi dari gelombang radio pada ruang bebas (free space) terhadap kecepatan pada media yang ditentukan. Indek bias radio pada atmosphere dapat ditentukan dengan persaman:

Refraktifitas

Refraktifitas

Perubahan dari belokan bumi yang disebabkan oleh refraction dinyatakan dengan k- factor, yang didefinisikan sebagai perbandingan antara radius effective dari bumi dengan radius bumi yang sebenarnya. Radius Bumi yang sebenarnya adalah (Ref 6370 km dalam RADIO PROPAGATION TUTORIAL Copyright : 1997 TALTEL SISTEMI Via Tempesta 2, Milano, Italy, Luigi Moreno Radio Engineering Services) k = effective earth radius/ true earth radius Pada kondisi atmosfir normal, dalam perhitungan radius bumi ekuivalen biasanya digunakan k = 4/3 Kondisi k-faktor lainnya : k < 4/ 3 Sub- refractive Atm. Jalur dari gelombang radio teralu dekat dengan permukaan bumi. Nilai k yang terlalu rendah berhubungan dengan tingginya probabilitas gelombang radio terhalangi oleh permukaan tanah. 13

k > 4/ 3 Super- refractive Atm. Jalur dari gelombang radio teralu jauh dari permukaan bumi dan bisa memperluas interferensi yang tidak diinginkan. 14

Ray-beam bending for Various K-Faktor K r r o K = faktor radius efektif Bumi ro = radius permukaan bumi sebenarnya r = radius bumi efektif

Ray-beam bending for Various K-Faktor

17

4. Ducting Ducting adalah peristiwa dimana terperangkapnya gelombang mikro dalam sebuah atmosphere waveguide. Ini biasa terjadi pada ketinggian yang rendah dengan lapisan atmosphere yang sangat padat dan terjadi didekat atau diatas permukaan air Ada 2 macam ducting : 1. Surface Ducts : jika batas terendah dari duct adalah permukaan bumi. 2. Elevated Ducts : jika batas terendah dari duct adalah diatas permukaan bumi. 18

TERRAIN EFFECTS Effect yang diakibatkan dari penghalang seperti pohon dan bangunan. Dalam propagasi gelombang mikro sangat diharapkan terjadinya suatu propagasi garis pandang yang Line Of Sight (LOS) tanpa adanya penghalang. Untuk mengingat kembali sebuah persamaan yang sering dipergunakan tentang Free Space Propagations (Propagasi ruang bebas), yaitu : FSL (Free Space Loss) = 32,45 + 20 log f (MHz) + 20 log d (km) Dimana R dalam Km dan f dalam MHz FSL (Free Space Loss) = 92,5 + 20 log f (GHz) + 20 log d (km) Dimana R dalam Km dan f dalam Ghz Hubungan antara Frekuensi, jarak dan FSL 19

20

Tapi pada prakteknya akan sangat banyak penghalang pada sebuah komunikasi gelombang mikro. Disini akan dibahas efek apa saja yang terjadi karena adanya penghalang a. Fresnel dalam Zone propagasi gelombang mikro. Daerah Fresnel pertama merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam lintasan gelombang mikro line of sight. Daerah ini diutamakan harus bebas dari halangan pandangan (free of sight obstruction) karena bila tidak, akan menambah redaman lintasan. 21 d1 d2

Gambar di slide menunjukkan dua berkas lintasan propagasi gelombang radio dari pemancar (Tx) ke penerima (Rx), yaitu berkas lintasan langsung (direct ray) dan berkas lintasan pantulan (reflected ray). Jika berkas lintasan pantulan mempunyai panjang setengah kali lebih panjang dari berkas lintasan langsung dan bumi dianggap pemantul yang sempurna (koefisien pantul = -1, yang berarti gelombang datang dan gelombang pantul berbeda fase 180 o ), maka pada saat tiba di penerima akan mempunyai fase yang berbeda dengan gelombang langsung. Hal tersebut akan mengakibatkan terjadinya intensitas kedua gelombang pada saat mencapai antena penerima akan saling melemahkan. Batas daerah Fresnel dapat dicari dengan rumus sebagai berikut: (Roger L. Freeman, Radio System Design for Telecomunications (1-100 GHz),New York, 1987.) 22

Surface Refraction Februari (example)

Surface Refraction August(example)