KEPRIBADIAN DAN PEMBELAJARAN

dokumen-dokumen yang mirip
School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-3

Penempatan Pegawai. School of Communication & Business Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior)

Kebijakan dan Praktek SDM. Struktur dan Desain organisasi. Kepemimpinan. Struktur kelompok. Kekuasaan dan politik. Persepsi.

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-3

DASAR-DASAR PERILAKU INDIVIDUAL. Karakteristik biografis Kemampuan Kepribadian Belajar Perilaku organisasi positif

RESUME PERILAKU DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI UNTUK UTS

PERSONALITY AND EMOTIONAL. By Syafrizal Chan

Kepribadian, Emosi & Persepsi

DASAR-DASAR PERILAKU ORGANISASI

KEPRIBADIAN DAN NILAI. Mohd. Kurniawan. DP Bahan ajar 5

Tipe-tipe Kepribadian. Oleh : Tine A. Wulandari, S.I.Kom.

INDIVIDU. Chapter 13

Personality & Emotion

TEORI BELAJAR BEHAVIORISME (TINGKAH LAKU)

BERBAGAI PENDEKATAN DALAM PSIKOLOGI

MYERSS BRIGGS TYPE INDICATOR

DASAR DASAR PERILAKU INDIVIDU

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. merupakan jumlah total cara-cara di mana seorang individu beraksi atas

BAB 2 LANDASAN TEORI. tahun 1996 yang merupakan ahli teori pembelajaran sosial. Locus of control dapat

Tes Inventory. Pengertian, Kegunaan, dan Metode Tes MBTI. Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi

BAB I KEPRIBADIAN. Keseluruhan cara dimana seorang individu bereaksi dan

Teori Teori Belajar: Behaviorisme, Kognitif, dan Gestalt

TRAIT FACTOR THEORY EYSENCK, CATTELL, GOLDBERG. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi

MEMAHAMI TEORI-TEORI PERILAKU BELAJAR DALAM ORGANISASI

Teori-teori Belajar. Teori Behavioristik. Afid Burhanuddin. Memahami teori-toeri belajar dan implementasinya dalam proses pembelajaran.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengelolaan. Menurut Mangkunegara (2005) manajemen adalah suatu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Karyawan Pada CV. Zavatex Surabaya oleh Maisaroh (2008) mempunyai tujuan

t u j u a n berpengaruh potensi menghargai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sikap (attitude) adalah pernyataan evaluatif, baik yang menyenangkan

3. Emosi subyek ketika menjawab pertanyaan interview. 4. Bagaimana kebudayaan etnis Cina dalam keluarga subyek?

Pokok Bahasan 12 KEPRIBADIAN. By Hiryanto, M.si.

TEORI behaviorism. Teori belajar koneksionisme

Sejarah dan Aliran-Aliran Psikologi

ETIK UMB MENGENALI POTENSI DIRI AHMAD GOZALI,SHI,MH. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Program Studi AKUNTANSI.

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia per 31 Desember 2010 (KPK, 2010). Sumber lain menyebutkan jika

MBTI (Myers Briggs Type Indicator) Mengenali : -Kekuatan, keunikan, motivasi, potensi -Menghargai/berkomunikasi dg mereka yg berbeda dg kita

Dasar-dasar Perilaku Individu

Kepuasan Kerja. bergantian.

LEARNING OLEH: ASEP SUPENA

Pengertian Psikologi

SUMBER PERBEDAAN INDIVIDUAL

PERILAKU DALAM BERORGANISASI

Perkembangan Sepanjang Hayat

TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK. MAKALAH UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Belajar dan Pembelajaran yang dibina oleh Bapak Drs. Parno, M.

EVA IMANIA ELIASA, M.Pd

antara stimulus dan respon. Menurut Pavlov respon dari seseorang tergantung

Pertemuan 5 PENDEKATAN TRANSORIENTASIONAL

Penempatan Pegawai. School of Communication & Business Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior)

Etika Profesi Public Relations

I. PENDAHULUAN. TK (Taman kanak-kanak) merupakan salah satu lembaga pendidikan formal

Untuk pemahaman yang lebih mendalam, perlu diuraikan definisi belajar tersebut melalui penjelasan dari komponen-komponen dan istilah-istilah serta

PENGANTAR DAN TEORI ALIRAN BEHAVIOUR

TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN PLPG PGSD UAD 2016

MEMAHAMI TEORI-TEORI PERILAKU BELAJAR DALAM ORGANISASI

MENGUKUR KUALITAS PEMIMPIN MELALUI INTERAKSINYA DENGAN PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

I. PENDAHULUAN. masalah, terutama masalah perkembangannya. Oleh karena itu, perkembangan. anak perlu diperhatikan, khususnya oleh orang tua dan guru.

Program Pascasarjana - UNY TEORI BELAJAR. (Learning Theory) Oleh. Dr. H. MUKMINAN. PPs. UNY /

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS. Wade dan Tavris (2007: 194) menyebutkan bahwa kepribadian

Tes Inventori. Tes MBTI MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi TatapMuka Kode MK DisusunOleh 04

Social Learning Theory

TEORI BELAJAR SKINNER

TEORI PENGUATAN OLEH SKINNER

Konsep-konsep Modifikasi Perilaku. Danang Setyo Budi Baskoro, S.Psi., M.Psi

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

LANDASAN PSIKOLOGI. Imam Gunawan

TEORI BELAJAR TINGKAH LAKU

KEPRIBADIAN DAN APARAT KEHUMASAN

Teori Belajar Behavioristik

Oleh : Muh. Mustakim, M.Pd.I

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Feist (2010:134) kajian mengenai sifat manusia pertama kali

PETUNJUK: HARAP LAMBANG SPEAKER DIKLIK UNTUK DAPAT MENDENGAR SUARA SN PERILAKU ORGANISASI 2

BAB II KAJIAN TEORITIK. 1. Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis

Perbedaan Individual. Psikologi Pendidikan

KEPRIBADIAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERILAKU ORGANISASI (suatu kajian teoritis terhadap Kepribadian dalam Perilaku Organisasi)

BAB II. LANDASAN TEORI

Teori Albert Bandura A. Latar Belakang Teori self-efficasy

TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK

BAB V PENUTUP. 1. Seluruh faktor faktor kepribadian berpengaruh signifikan terhadap stres

1. PENGERTIAN 2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI 3. TEORI-TEORI YANG BERKAITAN DENGAN MOTIVASI 4. BAGAIMANA MENJADI TERMOTIVASI? 5.

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan tersebut akan terus-menerus mendorong manusia

BAB II URAIAN TEORITIS. Sumbayak (2009) dengan judul skripsi Pengaruh Tipe Kepribadian Big Five

MACAM-MACAM PERBEDAAN INDIVIDUAL PADA PESERTA DIDIK PROGRAM PENGAJARAN INDIVIDUAL

BAB I PENDAHULUAN. mengakibatkan tingginya angka pengangguran di negara Indonesia adalah. pertumbuhan ekonomi di Indonesia (Andika, 2012).

Memahami Orang lain dengan Cara Memahami diri Anda sendiri

BAB I PENDAHULUAN. semakin menyadari pentingnya mendapatkan pendidikan setinggi mungkin. Salah

E.E.L. THORNDIKE Belajar merupakan peristiwa asosiasi antara stimulus (S) dengan respon (R) Supaya tercapai hubungan antara S dengan R, dibutuhkan kem

C A R E E R H O G A N D E V E L O P TIPS- TIPS PENGEMBANGAN UNTUK MANAJEMEN KARIR. Laporan untuk: Sam Poole ID: HC Tanggal: 23 Februari 2017

3/22/2012. Definisi Intelek : Kekuatan mental manusia dalam berpikir Kecakapan (terutama kecakapan berpikir) Pikiran dan intelegensi

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1. Kemampuan Berpikir Kritis Matematis. membedakan manusia dari hewan.

TEORI PEMBELAJARAN. IPG Kampus Sultan Mizan, Besut, Terengganu.

Teori Pembelajaran. 9/24/2010 Nordin Bin Tahir, IPIP 1

2. TINJAUAN PUSTAKA. Universitas Indonesia

Bagian 1. Pendahuluan: Evaluasi dan Persoalan Mutu Hasil Belajar

EMPATI DAN PERILAKU PROSOSIAL PADA ANAK

PSIKOLOGI UMUM 1. Aliran Bevahiorisme: Neo-Behaviorisme

Transkripsi:

KEPRIBADIAN DAN PEMBELAJARAN

KEPRIBADIAN (Personality) Kepribadian merupakan jumlah total dari caracara di mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain. sesuatu yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan

Kepribadian Kombinasi cara-cara yang dipergunakan oleh seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain, yang dipengaruhi oleh sifat turunan (genetis) dan lingkungan.

Ciri Kepribadian Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) Untuk mengenali bagaimana individu merasakan dan bertindak dalam situasi-situasi tertentu. Ciri Kepribadian Individu dibedakan ke dalam: Extrovert (E) or Introvert (I), lingkungan Sensing (S) or intuition (N) (indera atau intuisi) Thinking (T) atau feeling (F) ( pikiran atau perasaan) Perceiving (P) or judging (J) (penilaian atau pendapat)

Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) Tipe Interaksi sosial Extrovert (E) Introvert (I) Dalam Memperoleh Informasi Dalam Membuat Keputusan Gaya Pengambilan Keputusan Sensing (S) Intuitive (N) Feeling (F) Thinking (T) Perceptive (P) Judgmental (J) INTJ = visionaris ESTJ = Pengorganisasi ENTP = penggagas

Ekstraversi Kemampuan Bersepakat Stabilitas Emosional Model Lima Besar Kepribadian Berhati-hati Terbuka terhadap Pengalaman

The Big Five Model (Model 5 besar) 1. Ekstraversi (Extraversion), mudah bergaul,banyak bicara, tegas, percaya diri. 2. Sifat menyenangkan (Agreeableness), baik budi, kooperatif, dapat dipercaya,perhatian 3. Sifat mendengarkan kata hati (Conscientiousness), bertanggung jawab, pekerja keras, ulet dan memiliki N- Ach (needs of achievement) tinggi 4. Stabilitas emosi (Emotional Stability), tenang, aman, tidak khawatir 5. Terbuka pada pengalaman (Openness to Experience ), imajinatif, responsif, kreatif, intelek, fleksibel.

FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN 1. Keturunan (genetik), ditentukan sejak lahir, berupa sifat-sifat bawaan baik fisik maupun mental yang mempengaruhi perbuatan, perasaan, dan pikiran. 2. Lingkungan, berupa budaya, norma, nilai dimana seseorang dibesarkan dalam lingkungan keluarga, teman, kelompok sosial, masyarakat. 3. Situasi, kepribadian orang bisa berubah-ubah akibat perubahan situasi/kontek tertentu.

16 ciri utama MBTI 1. Pendiam 2. Kurang cerdas 3. Dipengaruhi perasaan 4. Mengalah 5. Serius 6. Mudah bersedia 7. Malu-malu 8. Keras hati 9. Mempercayai 10. Praktis 11. Terus terang 12. Percaya diri 13. Konservatif 14. Bergantung kelompok 15. Tak terkendali 16. santai 1. Ramah 2. Lebih cerdas 3. Mantap secara emosional 4. Dominan 5. Suka bersenang-senang 6. Berhati-hati 7. Petualang 8. Peka 9. Mencurigai 10. Imajinatif 11. Lihai /licin 12. Takut-takut 13. Suka bereksperimen 14. Berdiri sendiri 15. Terkendali 16. Tegang.

Lokus Kendali Otoriter Machiavelianisme Atribut Kepribadian Dalam OB Pemantauan Diri Mengambil Resiko Kepribadian Tipe A

ATRIBUT KEPRIBADIAN 1. SUMBER KENDALI / LOCUS OF CONTROL: sejauh mana orang yakin bahwa mereka menguasai nasib mereka sendiri. Faktor internal: mereka yakin bahwa mereka mengendalikan apa yang terjadi pada diri mereka. Faktor eksternal: individu yakin bahwa apa yang terjadi pada diri mereka dikendalikan oleh faktor / kekuatan dari luar.ex: peluang, kemujuran.

2. Machiavelianisme Sejauh mana seorang individu bersifat pragmatis, menjaga jarak emosional, dan meyakini bahwa tujuan dapat menghalalkan cara 3. PENGHARGAAN DIRI./ self esteem Derajat suka atau tidak suka dari individu terhadap diri mereka sendiri

4. PEMANTAUAN DIRI Suatu ciri kepribadian yang mengukur kemampuan individu untuk menyesuaikan perilakunya pada faktor-faktor situasional luar. Pemantauan diri yang tinggi, akan mampu beradaptasi terhadap lingkungannya. 5. KEPRIBADIAN TIPE A. Kepribadian yang agresif dan tanpa henti untuk mencapai lebih banyak dalam waktu yang singkat, suka menentang upaya yang sebaliknya dari hal-hal atau orang lain

TIPE KEPRIBADIAN A dan B TIPE A: Selalu bergerak, berjalan, makan dengan cepat Merasa tidak sabar dengan kemajuan suatu peristiwa Bergulat untuk melakukan dua hal / lebih dalam waktu serentak Tidak dapat mengatasi waktu luang Terobsesi dengan bilangan, yang mengkur kesuksesan dengan berapa banyak semua hal dapat diperoleh TIPE B: Tidak pernah merasakan urgensi waktu yang diikuti ketidaksabaran / santai Tidak perlu membahas tentang prestasi, Kecuali jika diperlukan Lebih menyukai kesenangan dan santai Dapat santai tanpa rasa salah.

Teori Holland Tipe Kepribadian Pekerjaan Realistis Investigatif Sosial Konvensional Enterprising (giat) Artistik Pemalu, stabil, praktis Analitis, mandiri Kooperatif, mudah bersosialisasi Efisien, tidak luwes, praktis Ambisi, energik Imajinatif, tidak praktis, idealis Mekanik, petani, pekerja perakitan Ahli biologi, ekonom, ahli matematika Pekerja sosial, guru, konselor Manajer, akuntan, teller Pengacara, penjual Tukang cat, pemusik, penulis

Konvensional Tipe Kepribadian yang Berhubungan Dengan Pekerjaan R I C A Artistik E S

Tipe Kepribadian Hippocrates dan Galenus Tipe kepribadian Choleris Melancholis Phlegmatis sanguinis

Hipocrates membagi kepribadian menjadi 4 kelompok besar Berdasarkan aspek biologis, Hipocrates membagi kepribadian menjadi 4 kelompok besar dengan fokus pada cairan tubuh yang mendominasi dan memberikan pengaruh kepada individu tersebut. ( 4 jenis cairan tubuh), pembagiannya meliputi : empedu kuning (choleris), empedu hitam (melankolis), cairan lendir (flegmatis) dan darah (sanguinis).

a. Sanguinis. sanguinis adalah orang yang gembira, yang senang hatinya, mudah untuk membuat orang tertawa, dan bisa memberi semangat pada orang lain. Tapi kelemahannya adalah dia cenderung impulsive, yaitu orang yang bertindak sesuai emosi atau keinginannya. b. Plegmatik, tipe plegmatik adalah orang yang cenderung tenang, dari luar cenderung tidak beremosi, tidak menampakkan perasaan sedih atau senang. Naik turun emosinya itu tidak nampak dengan jelas. Orang ini memang cenderung bisa menguasai dirinya dengan cukup baik, ia intorspektif sekali, memikirkan ke dalam, bisa melihat, menatap dan memikirkan masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya. Kelemahan orang plegmatik adalah ia cenderung mau ambil mudahnya, tidak mau susah, sehingga suka mengambil jalan pintas yang paling mudah dan gampang.

c. Melankolik, Tipe melankolik adalah orang yang terobsesi dengan karya yang paling bagus, yang paling sempurna dan dia memang adalah seseorang yang mengerti estetika keindahan hidup ini. Perasaannya sangat kuat, sangat sensitif maka kita bisa menyimpulkan bahwa cukup banyak seniman yang memang berdarah melankolik. Kelemahan orang melankolik, ia mudah sekali dikuasai oleh perasaan dan cukup sering perasaan yang mendasari hidupnya sehari-hari adalah perasaan murung. d. Kolerik. Seseorang yang kolerik adalah seseorang yang dikatakan berorientasi pada pekerjaan dan tugas, dia adalah seseorang yang mempunyai disiplin kerja yang sangat tinggi. Kelebihannya adalah dia bisa melaksanakan tugas dengan setia dan akan bertanggung jawab dengan tugas yang diembannya. Kelemahan orang yang berciri kolerik adalah kurangnya kemampuan untuk bisa merasakan perasaan orang lain (empati), belas kasihannya terhadap penderitaan orang lain juga agak minim, karena perasaannya kurang bermain.

Struktur kepribadian manusia Komponen kepribadian: id, ego, super ego. id artinya nafsu atau dorongan-dorongan kenikmatan yang harus dipuaskan, bersifat alamiah pada manusia. Ego dianalogikan sebagai kemampuan otak atau akal yang membimbing manusia untuk mencari jalan keluar terhadap masalah melalui penalarannya. Super Ego dianalogikan sebagai norma, aturan, agama, norma sosial.

PEMBELAJARAN

Teori Pembelajaran 4 Mazhab Utama Behavioris Kognitif Sosial Humanis Pavlov Thorndike Gagne Bruner Bandura. Rogers Skinner Ausubel

PROSES PEMBELAJARAN (Learning Process) Setiap perubahan yang relatif permanen dari perilaku yang terjadi sebagai hasil pengalaman (Robbin, 1996:99) PENGALAMAN (EXPERIENCE) Menghasilkan Perubahan yang relatif permanen

FUNGSI PEMBELAJARAN 1. Sebagai alat untuk memotivasi karyawan mengendalikan perilakunya 2. Sebagai fungsi: menunjuk pada segi-segi yang memungkinkan terjadinya proses belajar dan perubahan-perubahan diri seseorang. 3. Sebagai proses keterlibatan mental, emosi dan phisik seseorang dalam mengasimilasi dan mengakomodir pengetahuan, keterampilan, dan perilaku

4. Sebagai hasil kenampakan, sifat dan pola pengalaman tingkah laku individu 5. Sebagai stimulus yang dikondisikan atau yang tidak dikondisikan yang diharapkan melahirkan outcome tertentu (perubahan perilaku)

TEORI PEMBELAJARAN (LEARNING THEORY) 1. Pengkondisian Klasik (Classical Conditioning) 2. Pengkondisian Operan (Operant Conditioning) 3. Pembelajaran Sosial (Social Learning )

Pengkondisian Klasik (Classical Conditioning) Suatu tipe pengkodisian dimana seorang individu merespon beberapa stimulus berdasarkan kebiasaan/tradisional STIMULUS (S) RESPON (R)

INTI TEORI PENGKONDISIAN KLASIK Proses belajar terjadi (B=Behavior) jika pada subyek belajar terjadi hubungan antara stimulus (S) dengan respon (R) yang berlangsung secara otomatis Perilaku individu akan kembali seperti semula apabila tidak lagi mendapatkan rangsangan atau jika tidak terjadi proses belajar

Percobaan teori pengkondisian klasik

Percobaan Pavlov

Perbandingan teori-teori pembelajaran behaviorisme: 1) Teori pelaziman klasik (Pavlov dan watson) : mementingkan rangsangan dan gerak balas. 2) Teori pelaziman Operan(Thorndike dan Skinner): mementingkan peneguhan. B.F. Skinner(1904-1990) Pavlov: Thorndike:

Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya : 1.Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer), maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat. 2. Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer, maka kekuatannya akan menurun

Pengkondisian Operan (Operant Conditioning) Suatu tipe pengkondisian di mana orang-orang berperilaku untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan (imbalan) atau menghindari sesuatu yang tidak mereka inginkan (hukuman) Suatu perhatian utama dalam pembelajaran yang terjadi sebagai konsekuensi perilaku. Dan perilaku terjadi bersamaan atau bisa juga mendahului stimulus (Fred Luthans)

INTI TEORI PENGKONDISIAN OPERAN Bahwa perilaku seseorang akan meningkat jika ada kondisi-kondisi yang menyenangkan atau adanya penguat (reenforcement) berupa ganjaran yang membuat orang berperilaku secara sukarela (voluntary) Perilaku yang diganjar atau menyebabkan hukuman cenderung tidak diulang Respon mendahului stimulus

Perilaku respons: adalah perilaku alami, perilaku ini merupakan respons langsung atas stimulus, perilaku ini bersifat reflektif. Perilaku ini sama halnya dengan istilah aktivitas reflektif dalam kondisioning klasik dari Pavlov. Perilaku operan: perilaku ini lebih bersifat spontan, perilaku yang muncul bukan ditimbulkan oleh stimulus, melainkan ditimbulkan oleh organisme itu sendiri.

Dua prinsip umum dalam teori pengkondisian operan yang dipaparkan oleh Skinner 1). Setiap respons yang disertai dengan Reward (sebagai reinforcement stimuli) akan cenderung diulangi, dan 2). Reward atau reinforcement stimuli akan meningkatkan kecepatan atau rate terjadinya respons

Pembelajaran Sosial (Social Learning ) Orang dapat belajar dengan mengamati apa yang terjadi pada orang lain atau pengalaman langsung Mengandaikan perilaku sebagai suatu fungsi dari konsekuensi.

INTI TEORI pembelajaran sosial Sebagai contoh-contoh yang di sosialisasikan sebagai patron atau model Bahwa proses belajar bersifat sosial karena aspek dominan lingkungan belajar setiap individu adalah keberadaannya dan kebersamaannya dengan individu belajar lainnya yang melahirkan proses evaluasi sosial Manusia cenderung untuk meniru (imitasi/plagiat) daripada berinovasi

Bahwa orang dapat belajar melalui pengamatan (observasi) dan pengalaman (experience) Atau juga sebagai hasil dari perilaku-perilaku model (idola) yang merupakan tahapan pembelajaran sosial dari: proses perhatian (attention), proses pemahaman (retention), proses peniruan dan proses penguatan (reenforcement)

PERILAKU : Model Idola Contoh Disosialisasikan Dikondisikan OBSERVER : Memperhatikan model Mengingat apa yang dilakukan model Mempraktekkan perilaku Model Meniru perilaku model sebagai idola

KONKLUSI TEORI Berilah contoh/model yang positif (reenforcement) bukan yang negatif (punishment) Perilaku dapat berubah berdasar seleksi alam (natural selection) sehingga perilaku bersifat situasional atau tidak langgeng