Edisi kedelapan Tahun 2015

dokumen-dokumen yang mirip
Edisi kedelapan Tahun 2014

GANGGUAN SISTEM UROGENITAL

GANGGUAN SISTEM UROGENITAL. STUDENT`S GUIDE EdisikeenamTahun 2012

EdisiketujuhTahun 2013

GANGGUAN SISTEM UROGENITAL

BLOK 1.4 PENCERNAAN, METABOLISME, DAN HORMON

UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS KEDOKTERAN SILABUS

BLOK 1.5 UROGENITAL PENDAHULUAN. Koordinator Blok 1.5. Dr. Susila sastri M.Biomed. Pencernaan, Metabolisme, dan Hormon 1

Student s Guide Blok 2.5 (Gangguan Hormon Dan Metabolisme) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Blok 2.3 (Gangguan Endokrin, Metabolisme dan Nutrisi) Edisi Ke-1 Tahun

MODUL GLOMERULONEFRITIS AKUT

Hormon Dan Metabolisme) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Tim Pengelola Blok 2.4 (Gangguan Hormon dan Metabolisme)

PELATIHAN NEFROLOGI MEET THE PROFESSOR OF PEDIATRICS. TOPIK: Tata laksana Acute Kidney Injury (AKI)

PERSAMAAN PERSEPSI TUTORIAL SISTEM UROGENITALIA 13 APRIL Program Studi Pendidikan Dokter FKK UMJ

riwayat personal-sosial

LAPORAN KASUS / RESUME DIARE

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Pengumpulan/Penyajian Data Dasar Secara Lengkap

KULIT MENGHITAM MODUL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MAHASISWA SISTEM ENDOKRIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

Buku Kerja Mahasiswa MODUL DIARE SISTEM MEKANISME DASAR PENYAKIT

BLOK 1.5 UROGENITAL PENDAHULUAN. Koordinator Blok 1.5. Dr. Susila sastri M.Biomed. Pencernaan, Metabolisme, dan Hormon 1

Buku Pegangan Mahasiswa MODUL KAKI BENGKAK. Diberikan pada Mahasiswa Semester Kedua Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

MODUL-1 LUKA / TRAUMA

TERAPI INHALASI MODUL PULMONOLOGI DAN KEDOKTERAN RESPIRASI. : Prosedur Tidakan pada Kelainan Paru. I. Waktu. Mengembangkan kompetensi.

JADWAL KEGIATAN PENDIDIKAN BLOK 2.3(GANGGUAN ENDOKRIN, NUTRISI DAN METABOLISME) TAHUN AJARAN 2016/2017

TUTORIAL SKENARIO B BLOK X 1.1 Data Tutorial : dr. Nia Ayu Saraswati

Kesan : terdapat riwayat penyakit keluarga yang diturunkan

Ditetapkan Tanggal Terbit

BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian dilakukan pada tanggal 8 Mei 2007 jam : Jl. Menoreh I Sampangan Semarang

PEDOMAN AKADEMIK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA BAB IV PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN

Panduan Modul Manajemen Rumah Sakit

MUDAH LAPAR DAN HAUS

PENUNTUN KETRAMPILAN KLINIK 5 BAGIAN 1 BLOK 3.1 SEMESTER 5

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. PENGUMPULAN/PENYAJIAN DATA DASAR SECARA LENGKAP

GDS (datang) : 50 mg/dl. Creatinin : 7,75 mg/dl. 1. Apa diagnosis banding saudara? 2. Pemeriksaan apa yang anda usulkan? Jawab :

ADHIM SETIADIANSYAH Pembimbing : dr. HJ. SUGINEM MUDJIANTORO, Sp.Rad FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. MUHAMMADIYAH JAKARTA S t a s e R a d i o l o g i, R u

BAB I KONSEP DASAR. Berdarah Dengue (DBD). (Aziz Alimul, 2006: 123). oleh nyamuk spesies Aedes (IKA- FKUI, 2005: 607 )

PORTOFOLIO KASUS MEDIK

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada hari Sabtu tanggal 22 Maret 2014 pukul WIB Ny Y datang ke

A. lisa Data B. Analisa Data. Analisa data yang dilakukan pada tanggal 18 April 2011 adalah sebagai. berikut:

Portofolio Kasus 1 SUBJEKTIF OBJEKTIF

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Pengumpulan Data Dasar Secara Lengkap. tahun, dan ini merupakan kehamilan ibu yang pertama.

CHECKLIST KELUHAN UROGENITAL. Nama mahasiswa : Penguji : Tanggal : Nilai :

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Langkah I : Pengumpulan/penyajian data dasar secara lengkap

BAB III RESUME KEPERAWATAN

Kasus 1 (SGD 1,2,3) Pertanyaan:

MODUL SISTEM MUSKULOSKELETAL

Kanker Usus Besar. Bowel Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

DIARE AKUT. Berdasarkan Riskesdas 2007 : diare merupakan penyebab kematian pada 42% bayi dan 25,2% pada anak usia 1-4 tahun.

BAB I PENDAHULUAN. peradangan sel hati yang luas dan menyebabkan banyak kematian sel. Kondisi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN I. PENGUMPULAN/PENYAJIAN DATA DASAR SECARA

Buku Kerja Mahasiswa MODUL KESADARAN MENURUN. Semester Awal Tahun Akademik 2016/2017

M/ WITA/ P4A0

Sistem UROGENITALIA (422K6) (6 SKS/semester IV) 13 April sd 23 mei 2015

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN ANAK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA LAPORAN USAHA KESEHATAN MASYARAKAT UPAYA KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) SERTA KELUARGA BERENCANA (KB)

TATALAKSANA MALARIA. No. Dokumen. : No. Revisi : Tanggal Terbit. Halaman :

BAB V PENUTUP. khususnya pada keluhan utama yaitu Ny. S G III P II A 0 hamil 40 minggu. mmhg, Nadi: 88 x/menit, Suhu: 36,5 0 c, RR: 26 x/menit, hasil

LAPORAN TUTORIAL BLOK MUSKULOSKELETAL SKENARIO II MENGAPA LUTUT NENEK NYERI DAN BENGKAK?

BAB III TINJAUAN KASUS. Dalam bab ini penulis akan melaporkan tentang pemberian asuhan

STATUS COASS KEBIDANAN DAN KANDUNGAN

BAB III TINJAUAN KASUS. Jenis kelamin : Laki-laki Suku bangsa : Jawa, Indonesia

PENGKAJIAN PNC. kelami

Implementasi dan Evaluasi Keperawatan No. Dx. Tindakan dan Evaluasi

CHECKLIST UJIAN SKILLS LAB GENITALIA LAKI-LAKI. Nama mahasiswa : Penguji : Tanggal : Nilai :

BAB III TINJAUAN KASUS. Dalam tinjauan kasus ini penulis menerapkan Asuhan Keperawatan

BUKU PANDUAN STUDENT GUIDE BLOK 3.3 GANGGUAN RESPIRASI

MODUL PULMONOLOGI DAN KEDOKTERAN RESPIRASI BATUK DARAH. Oleh

PANDUAN PENANGANAN, PENGGUNAAN DAN PEMBERIAN DARAH DAN PRODUK DARAH RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN LAMPUNG

Pola buang air besar pada anak

LAPORAN KASUS BEDAH SEORANG PRIA 34 TAHUN DENGAN TUMOR REGIO COLLI DEXTRA ET SINISTRA DAN TUMOR REGIO THORAX ANTERIOR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Derajat 2 : seperti derajat 1, disertai perdarah spontan di kulit dan atau perdarahan lain

LAPORAN JAGA 24 Maret 2013

PENANGANAN DIARE. B. Tujuan Mencegah dan mengobati dehidrasi, memperpendek lamanya sakit dan mencegah diare menjadi berat

BAB III TINJAUAN KASUS. Pada bab ini akan penulis paparkan hasil pengelolaan asuhan keperawatan pada klien

MODUL PROBLEM BASED LEARNING NYERI KEPALA

SATUAN ACARA PENYULUHAN DI BANGSAL CEMPAKA RSUD WATES INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK)

Kanker Payudara. Breast Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

PMR WIRA UNIT SMA NEGERI 1 BONDOWOSO Materi 3 Penilaian Penderita

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB 1 PENDAHULUAN. tujuan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, mempertahankan

BAB II RESUME KEPERAWATAN WIB, pasien dirawat dengan Fraktur Femur pada hari ke empat:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB IV PEMBAHASAN. pengkajian tujuh langkah Varney. Pembahasan iniakan diuraikan sebagai berikut:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Pengumpulan atau Penyajian Data Dasar Secara Lengkap

UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS KEDOKTERAN 2014 SILABUS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BAGIAN/SMF ILMU PENYAKIT DALAM FK UNSYIAH/RSUDZA DARUSSALAM BANDA ACEH

RENCANA TERAPI A PENANGANAN DIARE DI RUMAH (DIARE TANPA DEHIDRASI)

BAB III TINJAUAN KASUS. Bab ini penulis akan menerangkan proses keperawatan yang telah dilakukan

BAB III RESUME ASUHAN KEPERAWATAN

PROFIL KESEHATAN. BERAT BADAN YANG DIREKOMENDASIKAN kg LINGKAR PERUT YANG DIREKOMENDASIKAN cm

SURAT PENOLAKAN TINDAKAN KEDOKTERAN

BAB I PENDAHULUAN. mengeksresikan zat terlarut dan air secara selektif. Fungsi vital ginjal

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Luka bakar adalah suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan yang

BUKU REGISTER PERINATOLOGI DI RUMAH SAKIT

Mengenal Penyakit Kelainan Darah

Transkripsi:

UNIVERSITAS ANDALAS FAKULTAS KEDOKTERAN Alamat : Jl.Perintis Kemerdekaan. Padang 25127. Indonesia Telp.: +62 751 31746. Fax.: +62 751 32838 e-mail : fk2unand@pdg.vision.net.id BLOK 3.4 : GANGGUAN SISTEM UROGENITAL STUDENT`S GUIDE Edisi kedelapan Tahun 2015 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG - INDONESIA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS Padang, Indonesia Gangguan Sistem Urogenital edisi ke-8 Tahun 2015 0

Tim Pengelola Blok 3.4 (Gangguan Urogenital) Koordinator : dr. H. Syaiful Azmi, SpPD-KGH, FINASIM Sekretaris : dr. Alvarino, SpB SpU Anggota : dr. Saptino Miro, SpPD dr. Rudy Afriant, SpPD dr. Yenita M Biomed, SpPA Padang, 28 Januari 2015 Wakil Dekan I Koordinator Blok 3.4 Dr. Rina Gustia, SpKK dr. H. Syaiful Azmi, SpPD-KGH, FINASIM Nip. 1964191991032001 Nip. 195202171980031005 Gangguan Sistem Urogenital edisi ke-8 Tahun 2015 1

BLOK 3.4 GANGGUAN SISTEM UROGENITAL PENDAHULUAN Pada Blok 3.4 (Gangguan Sistem Urogenital), mahasiswa dipersiapkan untuk kompeten dalam bidang sistem urogenital. Pembelajaran dalam Blok 3.4 ini meliputi kuliah pengantar, tutorial, skills lab dan praktikum. Pembelajaran dalam Blok urogenital (Blok 3.4) terdiri dari patofisiologi, prinsip diagnosis dan penatalaksanaan dari - Kelainan congenital sistem urogenital, - Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit - Infeksi dan otoimun - Trauma sistem urogenital - Penyakit degenerative dan neoplasma sistem urogenital - Penyakit Ginjal Kronik Pada akhir pembelajaran di Blok 3.4ini, diharapkan mahasiswa mampu berkompetensi dalam mendiagnosis dan menatalaksana kelainan sistemutogenital dalam pendekatan sebagai dokter dalam pelayanan primer. Gangguan Sistem Urogenital edisi ke-8 Tahun 2015 2

POHON TOPIK Sistem Urogenital Patogenesis / kelainan Sistem Urogenital Kelainan Kongenital Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit Trauma Infeksi dan penyakit otoimun Penyakit degenerative dan neoplasma Penyakit Ginjal Kronik - Anamnesis - Kelainanfisis - Kelainanlaboratorium - Pemeriksaanpenunjang - Diagnosis - Diagnosis banding Prognosis Penatalaksanaan Dirujuk Gangguan Sistem Urogenital edisi ke-8 Tahun 2015 3

METODE PEMBELAJARAN A. Aktivitas Pembelajaran. a. Tutorial. Diskusi kelompok dengan tutor dijadwalkan dua kali seminggu. Jika berhalangan hadir karena sesuatu hal, mahasiswa yang bersangkutan harus menginformasikan kepada tutor dalam waktu 2 x 24 jam. b. Skill s lab. Kegiatan untuk mendapatkan keterampilan medik, mulai dari komunikasi, keterampilan laboratorium, keterampilan prosedural dan keterampilan klinik c. Praktikum Kegiatan yang dilakukan di laboratorium, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang teori. d. Diskusi pleno Tujuan dari diskusi ini untuk mempersamakan dan membandingkan proses pembelajaran kelompok untuk mencegah adanya kelompok yang mengambil jalur yang salah. Kelompok dapat mengajukan masalah yang belum terpecahkan dan fasilitator akan mengarahkan diskusi. Kegiatan ini diadakan sekali seminggu dan dihadiri oleh dosen yang terkait. e. Kuliah Pengantar Kuliah yang diberikan oleh dosen, yang bertujuan untuk memberikan pedoman kepada mahasiswa dalam mempelajari suatu topik. f. Konsultasi dengan fasilitator / instruktur / pakar. Konsultasi dengan fasilitator, instruktur atau dosen apabila diperlukan dengan membuat perjanjian sebelumnya g. Belajar mandiri Sebagai seorang pelajar dewasa, anda diharapkan untuk melakukan belajar mandiri, suatu keterampilan yang penting untuk karir anda ke depan dan perkembangannya. Keterampilan ini meliputi mengetahui minat anda sendiri, mencari informasi yang lebih banyak dari sumber pembelajaran yang tersedia, mengerti informasi dengan menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda dan berbagai aktivitas, menilai pembelajaran anda sendiri dan mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran selanjutnya. Tidaklah cukup belajar hanya dari catatan kuliah atau buku teks. Belajar mandiri adalah ciri yang penting pada pendekatan PBL dan belajar harus dianggap sebagai perjalanan yang tiada akhir tanpa batas untuk memperoleh informasi. Gangguan Sistem Urogenital edisi ke-8 Tahun 2015 4

h. Diskusi kelompok tanpa tutor Tergantung pada kebutuhan, mahasiswa juga dapat merancang pertemuan kelompok tanpa kehadiran tutor. Tujuan dari diskusi tanpa tutor bisa bervariasi, seperti mengidentifikasi pertanyaan secara teoritis, mengidentifikasi tujuan pembelajaran kelompok, untuk memastikan bahwa kelompok tersebut telah mengumpulkan cukup informasi, atau untuk mengidentifikasi pertanyaan praktis B. Sumber Pembelajaran. Sumber pembelajaran berupa: a. Buku teks. b. Majalah dan Jurnal. c. Internet (e-library). d. Nara sumber. e. Laboratorium. C. Media Instruksional. Media instruksional yang digunakan a. Panduan tutorial (student s guide). b. Penuntun Praktikum. c. CD Rom. d. Preparat dan peraga praktikum. e. Panduan Skill s Lab. Gangguan Sistem Urogenital edisi ke-8 Tahun 2015 5

EVALUASI NO KOMPONEN BOBOT 1 Penilaian Tutorial 20% 2 Ujian Skills Lab 20% 3 Ujian Tulis (MCQ, PAQ) 60% Ketentuan : 1. Mahasiswa yang akan mengikuti ujian tulis/skills lab/praktikum harus memenuhipersyaratan berikut : a. Minimal kehadiran dalam kegiatan diskusi tutorial 90% b. Minimal kehadiran dalam kegiatan diskusi pleno 90% c. Minimal kehadiran dalam kegiatan skills lab 100% d. Minimal kehadiran dalam kegiatan praktikum 100% 2. Apabila tidak lulus dalam ujian tulis, mahasiswa mendapat kesempatan untuk ujian remedial satu kali pada akhir tahun akademik yang bersangkutan. Jika masih gagal, mahasiswa yang bersangkutan harus mengulang blok. 3. Apabila tidak lulus ujian skills lab, mahasiswa mendapat kesempatan untuk ujian remedial satu kali di akhir blok. Jika masih gagal, mahasiswa yang bersangkutan harus mengulang blok 4. Ketentuan penilaian berdasarkan peraturan akademik program sarjana Universitas Andalas tahun 2006. Nilai Angka Nilai Mutu Angka Mutu Sebutan Mutu 90-100 A+ 4.00 Sangat cemerlang 85-89 A 3.75 Cemerlang 80-84 A- 3.50 Hampir cemerlang 75-79 B+ 3.25 Sangat baik 70-74 B 3.00 Baik 65-69 B- 2.75 Hampir baik 60-64 C+ 2.25 Lebih dari cukup 55-59 C 2.00 Cukup 50-54 C- 1.75 Hampir cukup 40-49 D 1.00 Kurang <40 E 0.00 Gagal Gangguan Sistem Urogenital edisi ke-8 Tahun 2015 6

MODUL 1 SKENARIO 1 : MENGAPA CUMA SATU? Dalam diskusi antara dokter spesialis anak dan dokter muda di poliklinik RSUP Dr.M. Djamil Padang, dibicarakan seorang ibu yang membawa anaknya berobat ke poliklinik anak setelah dirujuk dokter umum di puskesmas dengan keterangan kriptorkismus. Anak laki-laki ini berusia tujuh bulan tanpa keluhan lain selain tidak ditemukan buah zakar dalam kantong kemaluan. Pertumbuhan dan perkembangan dalam batas normal. Tidak ada kosanguinitas dalam keluarga. Dari hasil pemeriksaan didapatkan tanda vital dalam batas normal. Pada daerah genital didapatkan ukuran penis 1,5 cm (<2 SD), anatomi normal, skrotum terbentuk baik, testis dekstra teraba dengan volume diperkirakan 2 ml, sedangkan testis sinistra tidak ditemukan. Dari pemeriksaan USG pelvis ditemukan testis sinistra di inguinal sinistra dengan volume 2 ml dengan kesan akhir undescended testis sinistra. Dokter mendiskusikan bahwa permasalahan pada pasien ini tidak hanya undescended testis sinistra tetapi juga mikropenis. Dalam diskusi timbul pertanyaan apakah perlu dilakukan terapi hormonal dan tindakan operasi? Bila tidak dilakukan tindakan segera apakah berisiko untuk terjadi infertilitas atau karsinoma testis? Bagaimana saudara menjelaskan apa yang terjadi pada anak dalam skenario diatas? Gangguan Sistem Urogenital edisi ke-8 Tahun 2015 7

MODUL 2 SKENARIO 2 : MUNTABER Tn. Dehidra, 20 tahun dibawa ke Puskesmas dengan keluhan mencret-mencret dan muntah-muntah sejak 3 hari yang lalu. Mencret + 10 x sehari dan muntah + 5 x sehari. Dari anamnesis diketahui bahwa Tn. Dehidra makan cendol dipinggir jalan 3 hari yang lalu. Pada pemeriksaan jasmani didapatkan KU lemah, mata cekung dan suara parau. Kesadaran Somnolen, tekanan darah 80/60 mmhg, nadi 110 x/menit, nafas cepat dan dalam, 26 x/menit dan turgor kulit jelek. Dokter segera memasang infus Runger Lactat, memberi oksigen. Dokter menerangkan pada Tn. Dehidra tentang penyakitnya, bahwa akibat kehilangan cairan yang cepat dan banyak telah terjadi gangguan pernafasan dan mungkin gangguan elektrolit. Oleh karena itu dokter menganjurkan Tn. Dehidra dirujuk ke RSUP. Di RSUP Tn. Dehidra dirawat di ruang HCU (Hight Care Unit), dilakukan pemeriksaan darah, elektrolit dan analisa gas darah. Dari pemeriksaan darah didapatkan Hb 14 gr/dl, ureum 100 mg/dl, creatinin 1,8 g/dl, Natrium 100 meg/l, K 3,4 Eg/L dan dari AGD didapatkan tanda-tanda asidosis. Dokter segera mengoreksi hiponatremi dan asidosis disamping meneruskan infus Ringer Lactat. Hari ke dua rawatan, keadaan umum Tn. Dehidra mulai membaik, sadar dan kooperatif, sesak nafas telah hilang dan tidak ada lagi mencret. Tn. Dehidra dipindahkan keruangan perawatan. Bagaimana anda menjelaskan apa yang terjadi pada Tn. Dehidra? Gangguan Sistem Urogenital edisi ke-8 Tahun 2015 8

MODUL 3 SKENARIO 3 : NY.PIEL YANG MALANG Ny. Piel, 30 tahun datang ke puskesmas dengan demam sejak 5 hari yang lalu. Demam disertai menggigil, berkeringat dan pinggang kanan terasa nyeri. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, suhu 39,5 o C, nadi 110 x/menit, tekanan darah 130/80 mmhg, jantung dan paru dalam batas normal. Pada pemeriksaan punggung didapatkan nyeri ketok CVA kanan. Pada pemeriksaan urine didapatkan albumin +, sedimen : Eritrosit 1-2 /LPB, Lekosit 20-30 /LPB, berkelompok. Dokter menerangkan pada Ny. Piel bahwa telah terjadi infeksi pada saluran kencing dan manganjurkan Ny. piel untuk dirujuk ke RSUP. Setelah memasang infus dan memberikan parasetamol Ny. Piel dirujuk ke RSUP. Di RSUP Ny. Piel dirawat di penyakit dalam, dan dilakukan pemeriksaan kultur dan sensitivity test urine MSU. Kemudian dokter memberikan anti biotika. Hari kedua rawatan. Keadaan Ny. Piel mulai membaik, tidak demam lagi. Ny. Piel tidak habis pikir, kenapa ia bisa mendapat infeksi yang berat seperti itu. Bagaimana bakteri bisa sampai ke ginjalnya? Berbeda dengan sakit pinggangnya satu tahun yang lalu sehabis memakan jengkol, dimana di samping sakit pinggang, juga diikuti kencing yang berdarah. Hari ketiga rawatan, masuk seorang pasien baru, wanita muda dengan sembab pada seluruh badannya. Pasien tersebut berumur 18 tahun dan sudah tiga kali dirawat dengan keluhan sembab ini. Menurutnya ini terjadi karena makan obat yang tidak teratur disamping penyakitnya ini diturunkan oleh ibunya yang juga sembab. Dokter yang merawatnya mengatakan bahwa ginjalnya bocor. Bagaimana anda menjelaskan apa yang terjadi pada Ny Piel dan wanita muda tersebut? Gangguan Sistem Urogenital edisi ke-8 Tahun 2015 9

MODUL 4 SKENARIO 4 : RAJA JALANAN YANG NA AS Romeo, 16 tahun dilarikan ke puskesmas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas sesama pengendara sepeda motor waktu kebut-kebutan di jalan raya. Romeo mengeluh perut kanannya sakit dan kepala pusing. Dari keterangan keluarga yang membawanya, perut kanan Romeo terbentur trotoar. Saat Romeo datang ke puskesmas, dokter sedang memeriksa seorang pasien wanita untuk dibuatkan visum et repertum atas permintaan kepolisian, karena diduga telah terjadi kekerasan seksual. Segera dokter tersebut memeriksa Romeo, karena dilaporkan oleh perawat ada kasus kecelakaan. Pada pemeriksaan didapatkan pasien gelisah, sadar, akral dingin, tekanan darah 70/40 mmhg, nadi 120/menit, lemah, nafas 20/menit. Pada abdomen didapatkan jejas di perut kanan atas, dinding perut tegang dengan nyeri tekan dan nyeri lepas. Dokter segera memasang infus ringer laktat dengan tetesan cepat dan memasang kateter uretra. Dari kateter keluar urine bercampur darah. Dokter menerangkan pada Romeo dan keluarganya bahwa benturan pada perutnya berkemungkinan mengenai ginjal. Untuk itu harus segera dirujuk ke RSUP. Di RSUP, Romeo dirawat di ruang intensif, pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 120/80 mmhg, urine 50 ml/jam masih bercampur darah. Dokter melakukan pemeriksaan CT Scan abdomen dengan kontras, dengan hasil terlihat extravasasi kontras keluar dari pool atas ginjal, sedangkan organ intra abdomen lainnya normal. Keluarga Romeo bertanya apakah ginjalnya masih bisa di selamatkan? Bagaimana anda menjelaskan apa yang terjadi pada Romeo dan pasien wanita tersebut? Gangguan Sistem Urogenital edisi ke-8 Tahun 2015 10

MODUL 5 SKENARIO 5 : KATETER DI SUPRAPUBIS Tn. Hipro 80 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kencing tidak keluar sejak satu hari yang lalu. Tn Hipro sudah mengeluh sebelumnya kencing sedikit dan sering, ada rasa tidak puas sehabis kencing, serta pancaran kencingnya tidak kuat lagi. Dari pemeriksaan didapatkan keadaan umum gelisah, tekanan darah 130/80 mmhg. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan pembengkakan di suprasimfisis, kira-kira 3 jari di bawah pusat, kenyal dan nyeri tekan. Dari pemeriksaan rectal toucher didapatkan anus tenang, mucosa licin, teraba pool atas kelenjar prostat, kenyal, permukaan rata, tidak nyeri tekan. Dokter menerangkan pada Tn. Hipro bahwa kencingnya terhambat keluar karena kelenjar prostat yang membesar. Dokter meminta persetujuan Tn. Hipro untuk pemasangan kateter. Setelah kateter terpasang, keluar urine + 2 liter. Setelah urine keluar, Tn. Hipro merasa nyaman dan segera minta pulang. Dengan susah payah dokter menerangkan pada Tn. Hipro tentang penyakitnya, dan menganjurkan untuk dirujuk ke RSUP. Setelah mendengar keterangan dokter, akhirnya Tn. Hipro setuju untuk dirujuk ke RSUP. Di RSUP Tn. Hipro dirawat di bagian bedah, dan dilakukan pemeriksaan USG dengan hasil pembesaran kelenjar prostat serta pemeriksaan PSA normal. Dokter menganjurkan Tn. Hipro untuk dioperasi, Tn. Hipro mempertimbangkan untuk di operasi karena dia khawatir apakah dia menjadi impoten. Sementara itu masuk seorang pasien baru dengan kateter terpasang di atas simfisis pubis. Menurut keterangan dokter, pasien tersebut menderita kanker prostat, dan gagal dipasang kateter. Bagaimana anda menjelaskan apa yang terjadi pada Tn. Hipro dan pasien kanker prostat tersebut? Gangguan Sistem Urogenital edisi ke-8 Tahun 2015 11

MODUL 6 SKENARIO 6 : DERITA NY. RENKIS Ny. Renkis, 50 tahun dengan berat badan 40 kg, datang berobat ke puskesmas dengan keluhan perut membuncit sejak 5 bulan yang lalu. Di samping itu Ny. Renkis juga mengeluh lesu, mual, nafsu makan berkurang. Ny. Renkis sudah sering berobat dengan bidan desa dan diberi obat maag namun keluhannya tidak berkurang. Pada pemeriksaan dokter mendapatkan keadaan umum lemah, conjungtiva anemis. Tekanan darah 180/110 mmhg. Jantung didapatkan tanda-tanda LVH, dan paru tidak ditemukan ronkhi. Pemeriksaan abdomen hepar dan lien tidak teraba. Pada Palpasi bimanual abdomen, ballotemen ginjal kanan (+). Pemeriksaan laboratorium ditemukan HB 8 g/dl, lekosit 8.000/mm 3. Urine : albumin + +, sedimen urine : eritrosit 4-6 /LPB, Lekosit 1-3 /LPB. Dokter menerangkan pada Ny. Renkis bahwa ia menderita hipertensi, anemia dan protein yang lolos dari ginjal, oleh karena itu harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyakitnya. Dokter puskesmas memberi obat anti hipertensi dan merujuk Ny. Renkis ke RSUP. Di RSUP dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan hasil gula darah 120 mg/dl, ureum 100 mg/dl, creatinin 4 mg/dl. Dari pemeriksaan USG abdomen ditemukan multiple cyst di kedua ginjal, di hati dan pankreas. Dokter menerangkan pada Ny. Renkis tentang penyakitnya, bahwa telah ada gagal ginjal, penyakit ini progresive dan irreversible yang satu saat akan sampai pada penyakit ginjal tahap akhir yang memerlukan cuci darah. Di samping Ny. Renkis, dirawat seorang pasien wanita 40 tahun, yang baru saja menjalani cuci darah. Menurut dokter yang merawat, pasien tersebut mengalami gagal ginjal akut akibat muntaber yang terlambat dibawa ke RS. Bagaimana anda menjelaskan apa yang terjadi pada Ny. Renkis dan pasien wanita disampingnya tersebut? Gangguan Sistem Urogenital edisi ke-8 Tahun 2015 12

LAMPIRAN 1 METODA TUJUH LANGKAH (SEVEN JUMPS) DALAM DISKUSI TUTORIAL Untuk mencapai tujuan pembelajaran, digunakan metoda tujuh langkah (sevenjumps) dalam diskusi kelompok. Diskusi kelompok yang pertama mencakup langkah 1-5, dan langkah berikutnya dilakukan dalam diskusi kelompok kedua tentang skenario yang sama. Pertanyaan yang digarisbawahi adalah : Apa yang perlu diketahui? Apa yang telah diketahui? Apa yang ingin diketahui? Langkah 1. Mengklarifikasi terminologi dan konsep Langkah 2. Menentukan masalah Langkah 3. Menganalisis masalah melalui brainstorming dengan menggunakan prior knowledge Langkah 4. Membuat pengkajian yang sistematik dari berbagai penjelasan yang didapatkan pada langkah 3 Langkah 5. Memformulasikan tujuan pembelajaran Langkah 6. Mengumpulkan informasi di perpustakaan, internet, dll Langkah 7. Sintesa dan uji informasi yang telah diperoleh Gangguan Sistem Urogenital edisi ke-8 Tahun 2015 13