BAB 2 PROGRAM STOKASTIK

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 PEMROGRAMAN STOKASTIK. 2.1 Program Stokastik Sebagai Suatu Ketidakpastian

BAB 1 PENDAHULUAN. Persoalan keputusan sering diformulasikan sebagai. persoalan optimisasi, jadi dalam berbagai situasi, pengambil keputusan ingin

KARAKTERISTIK MODEL DETERMINISTIK EKIVALEN TERHADAP PROGRAM STOKASTIK CACAH CAMPURAN TAHAP GANDA

METODE PENGEMBANGAN PENDEKATAN RATA RATA SAMPEL UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH PROGRAM STOKASTIK CACAH CAMPURAN

BAB I PENDAHULUAN. yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Bab 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengantar Proses Stokastik

BAB I PENDAHULUAN. sewajarnya untuk mempelajari cara bagaimana variabel-variabel itu dapat

PEMBENTUKAN POHON SKENARIO UNTUK PROBLEMA KEPUTUSAN TAHAP GANDA

Catatan Kuliah AK5161 Matematika Keuangan Aktuaria Insure and Invest! Dosen: Khreshna I.A. Syuhada, MSc. PhD.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Catatan Kuliah. AK5161 Matematika Keuangan Aktuaria Insure and Invest. Dosen: Khreshna I.A. Syuhada, MSc. PhD.

Catatan Kuliah. AK5161 Matematika Keuangan Aktuaria Insure and Invest. Dosen: Khreshna I.A. Syuhada, MSc. PhD.

Catatan Kuliah. AK5161 Matematika Keuangan Aktuaria Insure and Invest. Dosen: Khreshna I.A. Syuhada, MSc. PhD.

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA

BAB III PORTOFOLIO OPTIMAL. Capital assets pricing model dipelopori oleh Treynor, Sharpe, Lintner

BAB III MODEL STATE-SPACE. dalam teori kontrol modern. Model state space dapat mengatasi keterbatasan dari

BAB III VALUE AT RISK (VaR ) DAN PENDEKATAN COPULA

Pengukuran Value at Risk pada Aset Perusahaan dengan Metode Simulasi Monte Carlo

MODEL PROGRAM STOKASTIK DALAM TRANSPORTASI DAN LOGISTIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. return, mean, standard deviation, skewness, kurtosis, ACF, korelasi, GPD, copula,

I. PENDAHULUAN II. LANDASAN TEORI

Analisis Komponen Utama (Principal component analysis)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

STATISTIK PERTEMUAN VI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. komoditas, model pergerakan harga komoditas, rantai Markov, simulasi Standard

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang dan Permasalahan

Catatan Kuliah AK5161 Matematika Keuangan Aktuaria Insure and Invest! Dosen: Khreshna I.A. Syuhada, MSc. PhD.

PENGGUNAAN SIMULASI MONTE CARLO UNTUK PENGUKURAN VALUE AT RISK

Metode Resampled Efficient Frontier Mean Variance Simulasi Montecarlo Untuk Pemilihan Bobot Portofolio

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Dalam beberapa tahun terakhir, model graph secara statistik telah diaplikasikan

PENGUKURAN VALUE AT RISK PADA PORTOFOLIO SAHAM DENGAN METODE SIMULASI BOOTSTRAPPING

BAB II LANDASAN TEORI

Catatan Kuliah. MA5181 Proses Stokastik

II LANDASAN TEORI. Contoh. Ditinjau dari sistem yang didefinisikan oleh:

BAB III ANALISIS FAKTOR. berfungsi untuk mereduksi dimensi data dengan cara menyatakan variabel asal

BAB V IMPLEMENTASI SIMULASI MONTE CARLO UNTUK PENILAIAN OPSI PUT AMERIKA

BAB 1 PENDAHULUAN. tidak ada prestasi, tidak ada kemajuan dan tidak ada imbalan.

STATISTIKA UNIPA SURABAYA

KONSEP DASAR TERKAIT METODE BAYES

III. BILANGAN KROMATIK LOKASI GRAF. ini merupakan pengembangan dari konsep dimensi partisi dan pewarnaan graf.

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. ini sehingga dapat dijadikan sebagai landasan berpikir dan akan mempermudah. dalam hal pembahasan hasil utama berikutnya.

AK5161 Matematika Keuangan Aktuaria

Catatan Kuliah AK5161 Matematika Keuangan Aktuaria Insure and Invest! Dosen: Khreshna I.A. Syuhada, MSc. PhD.

TINJAUAN PUSTAKA Analisis Gerombol

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

PERHITUNGAN VALUE AT RISK PORTOFOLIO SAHAM MENGGUNAKAN METODE SIMULASI MONTE CARLO

SBAB III MODEL VARMAX. Pengamatan time series membentuk suatu deret data pada saat t 1, t 2,..., t n

STK 203 TEORI STATISTIKA I

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

Analisis Regresi Nonlinear (I)

BAB 3 REVIEW SIFAT-SIFAT STATISTIK PENDUGA KOMPONEN PERIODIK

Pengantar Proses Stokastik

TINJAUAN PUSTAKA. Model Linier dengan n pengamatan dan p variable penjelas biasa ditulis sebagai

Minggu XI ANALISIS KOMPONEN UTAMA. Utami, H

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dana tersebut. Umumnya investasi dikategorikan dua jenis yaitu:

Studi dan Implementasi Integrasi Monte Carlo

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. satu peubah prediktor dengan satu peubah respon disebut analisis regresi linier

Aplikasi Model Black Litterman dengan Pendekatan Bayes (Studi kasus : portofolio dengan 4 saham dari S&P500) 1. Retno Subekti 2

Bab 3 MODEL DAN ANALISIS MATEMATIKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yaitu investasi, portofolio, return dan expected return, risiko dalam berinvestasi,

AK5161 Matematika Keuangan Aktuaria

PENDEKATAN PERSAMAAN CHAPMAN-KOLMOGOROV UNTUK MENGUKUR RISIKO KREDIT. Chairunisah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (b) Variabel independen yang biasanya dinyatakan dengan simbol

DASAR-DASAR TEORI RUANG HILBERT

BAB III METODE PENELITIAN

TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 4.

BAB III EXTENDED KALMAN FILTER DISKRIT. Extended Kalman Filter adalah perluasan dari Kalman Filter. Extended

3.6. NILAI SAMPEL DARI KOMBINASI LINEAR DARI VARIABEL

PENENTUAN UKURAN CONTOH DAN REPLIKASI BOOTSTRAP UNTUK MENDUGA MODEL REGRESI LINIER SEDERHANA

AK6083 Manajemen Risiko Kuantitatif. Referensi: McNeil, Frey, Embrechts (2005), Quantitative Risk Management: Concepts, Techniques and Tools.

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

II. TINJAUAN PUSTAKA

Pengantar Statistika Matematik(a)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI

II. TINJAUAN PUSTAKA. real. T dinamakan himpunan indeks dari proses atau ruang parameter yang

BAB II LANDASAN TEORI. selanjutnya sebagai bahan acuan yang mendukung tujuan penulisan. Materi-materi

Bab II Kajian Teori Copula

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam bab ini dibahas tentang matriks, metode pengganda Lagrange, regresi

BAB I PENDAHULUAN. penerbangan, kedokteran, teknik mesin, software komputer, bahkan militer

PEMILIHAN SUPPLIER DENGAN PENDEKATAN POSSIBILITY FUZZY MULTI-OBJECTIVE PROGRAMMING

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

BAB III METODE MONTE CARLO

UJI KONVERGENSI. Januari Tim Dosen Kalkulus 2 TPB ITK

Transkripsi:

BAB 2 PROGRAM STOKASTIK 2.1 Pengertian Program Stokastik Banyak persoalan keputusan yang dapat dimodelkan dengan menggunakan program stokastik dengan tujuan menentukan nilai maksimum atau minimum. Tujuan dan kendala dari sebuah program stokastik adalah fungsi dari variabel, dan persoalan data yang berasal dari permasalahan yang sebenarnya. Sebagai contoh dari persoalan data termasuk biaya perunit, rata-rata produksi, penjualan atau kapasitas, investasi aset. Andaikan keputusan dinyatakan oleh variabel (x 1,x 2,...,x n ). Sebagai contoh x i menyatakan produksi ke-i dari n produk. Bentuk umum program matematika adalah : Min f(x 1,x 2,x 3,...,x n ) Kendala g 1 (x 1,x 2,x 3,...,x n ) 0 g 1 (x 1,x 2,x 3,...,x n ) 0. (2.1) g 2 (x 1,x 2,x 3,...,x n ) 0 (x 1,x 2,x 3,...,x n ) X dimana X adalah himpunan bilangan real non negatif serta g 1,g 2,...g n adalah kendala yang dihadapi dalam program stokastik. Program Stokastik adalah sebuah nama yang menyatakan program matematika yang dapat berupa linear, cacah, cacah campuran, non linear tetapi dengan menampilkan elemen stokastik pada data. Oleh karena itu dapat dinyatakan bahwa : a. Pada program stokastik deterministik, data (koefisien) adalah bilangan-bilangan yang diketahui (tertentu). 5

6 b. Pada program stokastik, data (koefisien) merupakan bilangan yang tidak diketahui (tidak pasti) yang disajikan sebagai distribusi peluang. Program stokastik merupakan program matematika dengan situasi (yang mengandung) ketidakpastian. Program stokastik adalah merupakan program matematika, dimana beberapa data yang termuat pada tujuan atau kendala mengandung ketidakpastian, ketidakpastian biasanya dicirikan oleh distribusi peluang pada parameter. Walaupun ketidakpastian didefinisikan dengan tepat tetapi pada prakteknya diberikan beberapa skenario (hasil yang mungkin dari data) yang spesifik dan distribusi peluang gabungan yang cepat. Hasil-hasil secara umum digambarkan pada elemen w W. Ketika beberapa data acak, maka penyelesaian dan nilai tujuan optimal untuk masalah optimisasi juga acak. Ada dua tipe permasalahan program stokastik, yaitu : 1. Recourse Models (Model Rekursif) 2. Probabilistically Constrained Models (model Kendala Berpeluang) Suatu cara logis yang diperlukan dalam persoalan adalah membuat sebuah keputusan sekarang dan meminimumkan biaya rata-rata harapan (yang digunakan) sebagai konsekwensi dari keputusan. Paradigma ini dikenal sebagai model Recourse. Andaikan x adalah vektor keputusan yang diambil, dan y(w) adalah sebuah vektor keputusan yang menyatakan aksi terbaru atau konsekwensi dari x. Himpunan berbeda yang berisi y akan dipilih dari tiap-tiap hasil yang mungkin dari w. Formulasi dua tahapnya adalah min f 1 (x)+ nilai harapan [f 2 (y(w),w)] kendala g 1 (x) 0,...,g m (x) 0 h 1 (x, y(w)) 0, untuk setiap w W.. (2.2) h k (x, y(w)) 0 untuk setiap w W

7 x X, y(w) Y Himpunan kendala h 1,h 2,...,h k, menggambarkan hubungan antara keputusan tahap pertama x dan keputusan tahap kedua y(w). Di catat bahwa dipersyaratkan (diharuskan) tiap-tiap kendala dipenuhi dengan peluang 1, atau untuk setiap w W yang mungkin. Fungsi f 2 merupakan penyelesaian yang sering muncul dari persoalan matematika. Tidak dibutuhkan untuk membuat korelasi yang berubah-ubah (recourse) untuk keputusan tahap pertama, perlu untuk dibuat korelasi yang terbaik. Model Recourse dapat diperluas dengan banyak cara. Untuk persoalan tahap ganda, pengaruh keputusan sekarang akan ditunggu untuk beberapa ketidakpastian yang diselesaikan kembali (direalisasikan), sehingga pembuatan keputusan yang lain didasarkan pada apa yang terjadi. Tujuannya adalah untuk meminimumkan biaya yang diharapkan dari semua keputusan yang diambil. Pada beberapa kasus, dapat digunakan suatu metode yang lebih tepat untuk mencoba menentukan sebuah keputusan, yang mana keputusan tersebut dijamin oleh himpunan kendala yang akan dipenuhi oleh sebuah peluang tertentu. Model umum dengan kendala berpeluang disebut sebagai probabilistically constrained models yang dirumuskan sebagai berikut : min f(x 1,x 2,x3,...,x n ) kendala Pr[g 1 (x 1,x 2,x3,...,x n ) 0... g m (x 1,x 2,x3,...,x n ) 0] α h 1 (x 1,x 2,x3,...,x n ) 0 (2.3) h 2 (x 1,x 2,x3,...,x n ) 0] (x 1,x 2,x3,...,x n ) X 2.2 Program Stokastik Dua Tahap Banyak persoalan perencanaan dan manajemen yang mengandung resiko dan ketidakpastian dibahas dan diselesaikan dengan program stokastik dua tahap. Persoalan stokastik dengan kompensasi dari divergensi pada sistem dengan kendala mem-

8 punyai aplikasi yang lebih banyak dari pada model program yang lain. Penyelesaian persoalan program stokastik dua tahap berisi vektor acak dan vektor deterministik. Pada tahap pertama, penyelesaian persoalan rencana awal deterministik akan dibuat. Pembentukan rencana awal deterministik dilakukan sebelum kondisi acak dari persoalan ditentukan. Sebuah vektor acak pada penyelesaian persoalan yang sesuai digunakan untuk merencanakan kompensasi divergensi, spesifikasi parameter dari persoalan akan muncul pada tahap kedua. Tujuan dari manager pada persoalan di atas adalah meminimum nilai rata-rata biaya, yang mana tidak hanya termasuk pengeluaran pada tahap perencanaan pendahuluan tetapi juga pada tahap kedua yang diperlukan untuk mengkompensasi pada divergensi di dalam sistem kendala persoalan. Jika persoalan program stokastik dengan model dua tahap dapat diselesaikan maka pemilihan dari rencana awal deterministik akan menjamin keberadaan (eksistensi) vektor acak di dalam kompensasi untuk sistem yang divergen. Andaikan terdapat persoalan berikut: Min(C, X) (2.4) A 0 X = B 0 (2.5) AX = B (2.6) X 0 (2.7) dimana C = {c j },j =1, 2,...,m B =(b i ),i=1, 2,...,m B 0 =(b 0 k ),k =1, 2,...,m A 0 = a 0 kj,k =1, 2,...,m: j =1, 2,...,n

9 A = a ij,i=1, 2,...,m: j =1, 2,...,n Andaikan elemen dari matriks A = A(ω), vektor B = B(ω) dan C = C(ω) bernilai acak. Maka untuk proses penyelesaian dari persoalan (2.4-2.7) akan dibagi menjadi dua tahapan, sebelum pengamatan dari parameter acak pada kondisi dari tahap pertama dipilih rencana non-negatif deterministik X 0 yang memenuhi kondisi (2.5). pada tahap kedua ditentukan spesifikasi ω 0 dari setiap kejadian acak yang bersamaan (sesuai) dengan nilai A(ω 0 ) dan B(ω 0 ). Hitung divergensi B(ω 0 ) A(ω 0 )X 0 yang muncul pada kondisi (2.6) setelah realisasi ω 0 Ω. Definisikan vektor kompensasi divergensi Y 0 yang sesuai dengan hubungan berikut D(ω 0 )Y (ω 0 )=B(ω 0 ) A(ω 0 )X 0 (2.8) dimana D = d il,i = 1, 2...,m; l = 1, 2...,n adalah sebuah matriks kompensasi yang berisi elemen acak. Sehingga diasumsikan bahwa realisasi acak ω yang diamati pada tahap kedua tidak bergantung pada pemilihan rencana pendahuluan X 0. Perhatikan persoalan program matematika berikut : Tentukan vektor X berdimensi n dan vektor Y (ω) berdimensi n 1,ω Ω. menghasilkan Yang min X E ω {(C(ω),X)+ min Y (H, Y (ω))} (2.9) dengan kendala A 0 X = B 0 (2.10) A(ω)X + D(ω)Y (ω) = B(ω) = B(ω),ω Ω (2.11) X ),Y(ω) 0 (2.12)

10 H adalah vektor penalty yang bergantung pada nilai kompoinen dari vektor Y (ω) yang mana merupakan kompensasi divergensi. E adalah notasi ekspekstasi matematika setelah ditentukan rencana awal X 0, kita pilih komponen vektor Y (ω) dengan cara menjamin penalty minimum untuk kompensasi divergensi pada kondisi dari persoalan. Dengan kata lain, setelah ditentukan vektor X 0, perlu menyelesaikan persoalan min Y (H, Y (ω)) D(ω)Y (ω) =B(ω) A(ω)X0 Y (ω) 0} (2.13) Kebergantungan (keadaan) pada bermacam-macam proses aktual yang dapat dimodelkan, menyebabkan persoalan dinamik akan memiliki salah satu bentuk berikut yaitu : tidak dapat dikondisikan, kondisi probabilistik atau kendala statistik. Untuk persoalan dinamik dengan kendala tidak dapat dikondisikan, karakteristik keputusan adalah membuat pada basis informasi mengenai distribusi yang dikombinasikan oleh parameter acak dari kondisi pada semua tahapan. Pada persoalan dinamik dengan kondisi dua kasus kendala dapat dibedakan menjadi : (a) jika oleh momen pembuatan keputusan hanya realisasi dari parameter acak pada tahap sebelumnya yang diperkirakan diketahui dan (b) jika oleh momen pembuatan keputusan melengkapi informasi yang tersedia mengenai realisasi parameter acak (termasuk kondisi) yang dinyatakan tahapan, tetapi nilai dari parameter acak pada tahapan berurutan tidak diketahui. Terdapat relasi tertentu antara persoalan tahap ganda dengan yang tidak dapat dikondisikan dan kondisi kendala. Penyelesaian optimal untuk persoalan program stokastik dinamik dapat diperoleh dengan strategi murni atau campuran. Pada komponen kasus akhir pada penyelesaian atau karakteristik statistik dari distribusi yang memberikan penyelesaian akan bergantung pada nilai parameter acak di dalam kondisi persoalan, yang direalisasikan oleh momen pembuatan keputusan. Konstruksi model probabilistik dinamik dan melaksanakan metode untuk realisasi yang ditampilkan akan sangat sulit. Pada bagian ini akan diberikan beberapa persoalan yang berisi model matematika untuk persoalan tahap ganda dan prosedur untuk mengkonstruksi penyelesaiannya.

11 Untuk mengoperasikan model program stokastik diuraikan dengan metode sebagai berikut: a. Bootstrap Data Historis b. Pemodelan statistika dengan pendekatan value at risk c. Model vektor Autoregressi a. Bootstrap Data Historis Pendekatan paling sederhana untuk membangun skenario hanya memakai data yang ada tanpa pemodelan matematika. Setiap skenario merupakan sampel dari perolehan aset yang diperoleh dengan mensampling perolehan yang diamati di masa lalu. Waktu dari catatan historis yang tersedia dipilih secara acak dan untuk setiap waktu dalam sampel dibawa perolehan dari semua kelas tersebut. Ini merupakan skenario perolehan bulanan. Jika ingin dibangun skenario perolehan untuk horizon waktu panjang misalnya 1 tahun, disampel perolehan 12 bulan dari titik waktu yang berbeda. Susunan perolehan dari deretan yang disampel merupakan perolehan 1 tahun. Dengan pendekatan ini korelasi diantara kelas aset dipertahankan. b. Model Statistika dari Konsep Value-at-Risk Analisis deret waktu dari data historis dapat dipakai untuk mengestimasi perubahan dari matriks korelasi antara kelas aset. Matriks korelasi ini dipakai untuk mengukur resiko dengan metode Value-at-Risk (VaR). Nyatakan peubah acak dengan vektor acak k-dimensi w. Dimensi w sama dengan jumlah faktor resiko yang ingin dimodelkan. Dengan mengandaikan bahwa peubah acak secara gabungan bersebaran normal dapat didefinisikan fungsi kepadatan peluang dari w sebagai f(w) =(2π) p 2 Q 1 2 exp [ 1(w 2 w) Q 1 (w w)] disini w adalah ekspektasi dari w dan Y matriks kovarian dan dapat dihitung dari data historis.

12 Setelah parameter dari sebaran normal multivarian diestimasi dapat memakainya dalam simulasi Monte Carlo dengan menggunakan pendekatan faktorisasi Cholesky atau prosedur pembentukan skenario yang didasarkan pada analisis komponen utama yang diajukan oleh Jamshidian dan Zhu (1997). Simulasi dapat diterapkan secara berulang pada status berbeda dari pohon kejadian. Segitupun, mungkin saja ingin dipersyaratkan nilai acak yang dibangun pada nilai-nilai yang diperoleh oleh beberapa peubah acak. Sampling bersyarat dari peubah normal multivariat dilakukan seperti berikut. Peubah w dipartisi menjadi 2 subvektor w 1 dan w 2 dengan w 1 vektor dimensi K, dari peubah acak untuk nama beberapa informasi tambahan tersedia dan w 2 adalah vektor dimensi K 2 K K 1 dari peubah sisa. Vektor nilai ekspektasi dan matriks kovarian dipartisi secara analog sebagai [ w1 ] [ Q11 Q 12 ] w = dan Q = w 2 Q 21 Q 22 Fungsi kepadatan peluang marginal dari w 2 dengan diketahui w 1 = w 1 diberikan oleh f(w w 1 = w 1)=(2π) p 2 2 Q 22.1 1 2 exp [ 1 2 (w 2 w 2.1 ) Q 1 22.1(w 1 w 2.1 )] dimana nilai ekspektasi bersyarat dan matriks kovarian diberikan oleh dan w 2.1 (w 1 =( w 2 Q 21 Q 1 11 µ 1 )+Q 21 Q 1 11 w 1 Q 22.1 = Q 22 Q 21 Q 1 11Q 12 Skenario w 2 untuk periode t dipersyaratkan pada nilai w 1 diberikan oleh w1 t dapat dibangun dari peubah normal multivariat melalui pernyataan w2i t = w0 2i exp [σ i tw2i ] dengan w2i t nilai hari ini dan σ i adalah perubahan periode tunggal dari komponen ke i peubah acak w 2.

13 c. Pembentukan Skenario Menggunakan Model Vektor Autoregressi Model vektor Autoregressi dapat dipakai untuk membentuk skenario. Dalam hal ini diambil ilustrasi etnang sistem simulasi Asset Liahlity Management (ALM) untuk dana pensiun. Karena cakupan dari sistem ini selalu dibatasi pada keputusan strategis jangka panjang model investasi hanya mempraktekkan kumpulan kecil dari kelas aset yang besar yaitu deposito, bond, real estate dan saham. Terpisah dari perolehan atas aset-aset ini, setiap skenario harus mengandung informasi tentang pertumbuhan gaji masa datang untuk menghitung nilai masa datang pensiun. Model vektor autoregresi untuk membentuk skenario perolehan aset dan pertumbuhan gaji adalah R t = c + Vh t 1 + ε t ε t RN(0,Q),t=1, 2,...,T R it = ln(1 + π it ),i=1, 2,...,m,t=1, 2,...,T Dengan m jumlah deret waktu aset, π it laju perubahan diskrit dari peubah i ditahun t, R t vektor dimensi-m dari laju majemuk, c vektor koefisien berdimensi m, V adalah matriks koefisien m m, ε t vektor dimensi m dari pencilan dan Q matriks kovariansi m m. Spesifikasi model vektor autoregressi harus dipilih secara hati-hati, walaupun beberapa hubungan inter-temporal diantara perolehan mungkin signifikan lemah yang didasarkan pada data historis, tidak berakibat bahwa hubungan ini juga bermanfaat untuk membentuk skenario.