MAKALAH. Oleh Irna Aryani

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini melibatkan siswa sebagai subjek penelitian dalam setting

Wawat Suryati STKIP-PGRI Bandar Lampung ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. informasi, pengetahuan, dan pengalaman yang dapat diperoleh siswa.

BAB II LANDASAN TEORI. Membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal,

KEMAMPUAN MEMBACA KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK SQ3R MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

MODEL PEMBELAJARAN MEMBACA CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN WHOLE LANGUANGE PADA SISWA KELAS VIII SMPN 1 TAROGONG TAHUN AJARAN 2011/2012 MAKALAH

2015 PENERAPAN METODE PQ4R (PREVIEW QUESTION READ REFLECT RECITE REVIEW) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA MEMINDAI SISWA SEKOLAH DASAR

LINA MARLINA NPM

JTEP-Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran, Volume 2, Nomor 1, Maret 2017 ABSTRAK

PEMBELAJARAN MEMBACA KRITIS TEKS EDITORIAL DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIN SQ3R PADA SISWA KELAS XI IPA 4 SMAN 14 GARUT TAHUN PELAJARAN 2011/2012 MAKALAH

PENERAPAN MODEL PQ4R DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAPAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROCEDURAL FLUENCY SISWA. NANANG PBU MAN Tlogo Blitar

Oleh. Kurnia Wahyuni Siti Samhati Ni Nyoman Wetty S. Abstract

HUBUNGAN KEBIASAAN MEMBACA KARYA SASTRA DENGAN KEMAMPUAN SISWA MENGAPRESIASI CERPEN DI SMP

IMAS MASKIAH Program Studi Pendidikan Bahasa Dan sastra Indonesia Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Siliwangi Bandung 2012

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW

MODEL PEMBELAJARAN MEMBACA CEPAT DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK INQUIRI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 CILAWU KABUPATEN GARUT TAHUN PELAJARAN

BAB III METODE PENELITIAN

PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN WACANA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK SQ3R

MODEL PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE POINT

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna. Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan. Pada Program Studi PGSD OLEH : NIKEN RETNO MAYASANTI

MODEL PEMBELAJARAN MEMBACA CEPAT DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK SCANNING DI KELAS VI SDN SUKAGALIH 5 TAROGONG KABUPATEN GARUT TAHUN AJARAN 2011/2012

BAB II LANDASAN TEORI. Metode PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) pada Siswa Kelas

BAB I PENDAHULUAN. siswa yang lebih berhasil dalam belajar bila programnya memberikan peluang

III. METODE PENELITIAN. dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2014:2). Lebih lanjut lagi Sukardi

pembelajaran sejak dasar. Sehubungan dengan empat keterampilan berbahasa, sesungguhnya sangat jarang suatu jenis keterampilan berbahasa digunakan

MODEL PEMBELAJARAN BERPIDATO DENGAN MENGGUNAKAN METODE MEMORITER PADA SISWA DI KELAS VIII SMPN 5 TAROGONG TAHUN AJARAN 2011/2012 MAKALAH

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kamaludin Gumilar, 2013

MODEL PEMBELAJARAN BERBICARA MENCERITAKAN TOKOH IDOLA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF PADA SISWA KELAS VII SMPN 2

BAB I PENDAHULUAN. pula pembelajaran bahasa-bahasa asing, di antaranya bahasa Inggris, bahasa

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENGGUNAAN TEKNIK WAWANCARA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN NARASI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 CISURUPAN KABUPATEN GARUT TAHUN AJARAN

KEEFEKTIFAN METODE GIST (GENERATING INTERACTION SCHEMATA AND TEXT) BERORIENTASI PENGALAMAN PADA PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI TANJUNGPINANG

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

MODEL PEMBELAJARAN BERBICARA DENGAN METODE CONTEKSTUAL TEACHING and LEARNING PADA KELAS XI SMAN 1 TAROGONG KABUPATEN GARUT TAHUN AJARAN 2011/2012

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI PENERAPAN STRATEGI PQ4R KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI GEMBONGAN

BAB III METODE PENELITIAN

MODEL PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN NARASI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK FAST WRITING PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 14 GARUT TAHUN PELAJARAN 2011/2012

OLEH : BAGUS ANDIK PRADANA NPM : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2016

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk

Raeni H. Endang Surahman Romy Faisal Mustofa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. diperoleh akan diolah dengan menggunakan teknik kuantitatif yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. 2013/2014 yaitu mulai tanggal 06 Februari sampai 26 Februari 2014 di SMAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Dalam situasi masyarakat yang selalu berubah, idealnya pendidikan tidak

BAB III METODE PENELITIAN

MAKALAH. Oleh NURDIANTI

KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT 250 KATA PER MENIT RAGAM WACANA TULIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SUTERA KABUPATEN PESISIR SELATAN ARTIKEL ILMIAH

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS BIOGRAFI PADA SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH PURWOREJO DENGAN METODE SQ3R TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013

MODEL PEMBELAJARAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS XI SMK PASUNDAN GARUT TAHUN PELAJARAN 2011/2012 MAKALAH

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang merupakan terjemahan dari classroom action research, yaitu penelitian

MODEL PEMBELAJARAN MEMBACA CERPEN DENGAN TEKNIK SQ3R PADA SISWA KELAS VI SDN SUKAGALIH 2 TAROGONG KABUPATEN GARUT TAHUN PELAJARAN 2011/2012 MAKALAH

UJI COBA PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PQ4R (PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW

M A K A L A H. Disusun oleh : IRNA IRAWATI NIM

PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF DEDUKTIF DENGAN MODEL RECIPROCAL TEACHING PADA SISWA KELAS VIII SMP TAHUN AJARAN

PENGARUH TEKNIK SQ3R TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan Sekolah Dasar (SD) merupakan jenjang pendidikan

MODEL PEMBELAJARAN MENYIMAK DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS VIII SMP GILANG KENCANA GARUT TAHUN PELAJARAN

MODEL PEMBELAJARAN MEMBACA CERITA PENDEK DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING and LEARNING DI KELAS VII SMPN II TAROGONG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pra eksperimen (pre

Oleh Ratna Dewi ABSTRAK

KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN METODE SQ3R TERHADAP PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN ARTIKEL ILMIAH SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 RANAH PESISIR ARTIKEL ILMIAH

ARTIKEL SKRIPSI OLEH: NUR AZIZAH SAFITRI NPM:

TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS DONGENG SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 LEMBAH MELINTANG KABUPATEN PASAMAN BARAT ARTIKEL ILMIAH

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan dari kebudayaan manusia

Oleh Beatriz Lasmaria Harianja Mara Untung Ritonga, S.S., M.Hum.,Ph.D. ABSTRAK

MODEL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SLANT

Pre test-post test Design, dikenal juga dengan eksperimen semu. Menurut

Abdul Wahid 1 Destiana Amarwanti 2

MAKALAH Oleh. Idin Jaenudin

OLEH : NINING CHOLIFATUS SUSANTI NPM:

HUBUNGAN KEBIASAAN MEMBACA KARYA SASTRA DENGAN KEMAMPUAN SISWA MENGAPRESIASI CERPEN DI SMP

MODEL PEMBELAJARAN MEMBACA DALAM HATI SECARA INTENSIF DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK DISCOVERY INQUIRY DI KELAS X SMK AL HIKMAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TYPE JIGSAW

ISSN Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI) Volume 3, Nomor 1, Maret 2014

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI EKSPOSITORIS DENGAN METODE MIND MAPPING

KEEFEKTIFAN MEDIA TELEPROMPTER DALAM PEMBELAJARAN MEMBACAKAN TEKS BERITA TERHADAP SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 BANDUNG

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING

USMAN SYARIP HIDAYAT PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA STKIP SILIWANGI BANDUNG ABSTRAK

Transkripsi:

MODEL PEMBELAJARAN MEMBACA INTENSIF DENGAN MENGGUNAKAN METODE PQ4R PADA SISIWA KELAS VII SMP MUHAMADIYAH TAROGONG KABUPATEN GARUT TAHUN PELAJARAN 2011/2012 MAKALAH Oleh Irna Aryani 1021.0941 DAN SEKOLAH T INGG I KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) SILIWANGI BANDUNG 2012

MODEL PEMBELAJARAN MEMBACA INTENSIF DENGAN MENGGUNAKAN METODE PQ4R PADA SISIWA KELAS VII SMP MUHAMADIYAH TAROGONG KABUPATEN GARUT TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Irna Aryani 1021.0941 Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Siliwangi Bandung 2012 ABSTRAK Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih kurangnya kemampuan membaca siswa dalam memahami atau menyerap isi bacaan yang telah mereka baca dan penerapan metode pembelajarari membaca di sekolah yang masih kurang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan awal membaca intensif dan peningkatan kemampuan siswa dalam membaca intensif sesudah diterapkannya metode PQ4R pada siswa kelas VII C SMP Muhamadiyah Tarogong tahun pelajaran 2011/2012, serta menemukan keefektifan metode PQ4R dalam meningkatkan kemampuan membaca intensif pada siswa kelas VII C SMP Muhamadiyah Tarogong tahun pelajaran 2011/2012. Peneliti ini hanya menggunakan instrumen tes karena terfokus pada pengujian keandalan metode PQ4R dalam pembelajaran membaca intensif. Instrumen tes ini berupa soal objektif dengan 20 butir soal yang jawabannya merujuk pada sebuah teks bacaan, Instrumen tes ini digunakan pada saat pretes dan postes. Hasil penelitian dengan penghitungan uji-t melalui statistik menunjukkan bahwa metode PQ4R efektif membantu meningkatkan kemampuan membaca intensif siswa kelas VII C. Hal ini terbukti dari hasil t hitung = 3,072 > t tabel = 2,069. Dengan demikian, sesuai ketentuan bahwa jika t hitung lebih besar sama dengan t tabel, maka hipotesis akhir (Ha) diterima dan hipotesis awal (Ho) ditolak. Penelitian menggunakan metode diskriptif dengan model one group pretes-posttes design. Pemilihan metodologi karena subjek sudah dikelompokkan ke dalam kelas-kelas, sehingga keacakan sampel penelitian sulit untuk terpenuhi Kata Kunci : Membaca Intensif, Metode PQ4R PENDAHULUAN Membaca dapat dipandang sebagai sebuah proses interaktif antara bahasa dan pikiran. Sebagai proses interaktif. maka keberhasilan membaca akan dipengaruhi oleh faktor pengetahuan yang melatarbelakangi dan strategi atau metode membaca. Karena kemampuan membaca intensif dapat dilatih, peneliti mencoba menerapkan metode PQ4R untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca tersebut. Selain itu juga, metode PQ4R ini masih jarang ditemukan atau dipakai dalam kegiatan membaca. Kegiatan membaca harus mampu menafsirkan dan menghubungkan pengalaman membaca sebelumya dengan wacana/teks/bacaaan yang dibaca agar pemahaman yang benar dapat tercapai. Selain menguasai kemampuan berbahasa dengan baik (misal, kosakata). pemilihan dan penguasaan metode serta teknik membaca yang baik akan mempermudah kita untuk memahami bacaan yang kita baca. Oleh karena itu, membaca tanpa metode. walaupun mungkin bagus, hasilnya tidak akan sebagus membaca dengan menggunakan metode tertentu. Ada beberapa strategi atau metode membaca yang digunakan untuk membaca buku pelajaran atau bahan bacaan yang lainnya dalam sesuatu bidang pengetahuan. Salahsatu metode membaca yang inovatif dan masih belum dikenal atau belum terlalu populer yakni metode membaca PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect. Recite, dan Review).

Metode PQ4R ini merupakan salah satu bagian dari strategi elaborasi karena digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang mereka baca, sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna KAJIAN TEORI DAN METODE Pengertian Membaca Hakikat membaca merupakan peruujudan atau kesatuan berbagai macam proses. Dengan kata lain, membaca bukanjah proses tunggal melainkan sintesis dari berbagai proses yang kemudian berakumulasi pada suatu perbuatan tunggal. Hal ini berarti bahwa kita harus memandang membaca sebagai suatu pengalaman yang aktif, yaitu sebuah kegiatan yang dilakukan secara sadar dan beitujuan. Tentu saja, pengalaman anak didik pun ikut berperan sebagai unsur penting dalam perbuatan membaca itu. Selain membaca itu merupakan proses, komponen membaca lainnya yang sangat penting adalah produk. Komunikasi pikiran dan perasaan penulis pada pembaca merupakan produk membaca. Kalau kegiatan membaca tidak membenkan suatu produk. maka kegiatan itu tidak lebih dari melihat- Iihat huruf yang tidak bermakna. Menurut Hajasujana dan Damaiami (2004: 56, 65, 78. 88. 96, dan 100), hakikat membaca sebagai suatu proses dapat dipilah ke dalam beberapa proses membaca, yaitu proses asosiasi. psikologis. sensoris, perseptuat, perkembangan, dan keterampilan. Pengertian Membaca Intensif Wahid(2009) dalam artikelnya Jenis-jenis Membaca dan Karakteristiknya mengatakan bahwa membaca intensif adalah membaca dengan penuh penghayatan untuk menyerap apa yang seharusnya kita kuasai. Membaca intensif ini bukan sekadar memahami makna tersurat saja, melainkan sampai kepada menghasilkan suatu pengertian dari hasil membaca tersebut. Mujiyanto (2009) menyamakan membaca intensif tersebut dengan membaca dalam hati, yaitu kegiatan membaca yang berusaha memahami keseluruhan isi bacaan secara mendalam sambil menghubungkan isi bacaan itu dengan pengalaman maupun pengetahuan yang dimiliki pembaca tanpa diikuti gerak lisan maupaun suara. Hal itu sesuai dengan pemyataan Klein Petterson dan Simington dalam Rahim (2001:158) bahwa membaca merupakan interaksi antara informasi dari teks dan latar belakang pengetahuan yang dipunyai pembaca untuk mendapatkan makna. Dengan kata lain, untuk memahami suatu teks, antara lain ditentukan oleh persamaan latar belakang antara penulis dan pembaca. Pengertian Metode PQ4R Metode PQ4R merupakan salah satu bagian dari strategi elaborasi, yaitu proses penambahan perincian sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna. Metode ini membantu pemindahan informasi baru dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang melalui penciptaan penggabungan dan hubungan antara informasi baru dan apa yang telah diketahui. Selain itu, metode ini dapat digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang mereka baca dan merabantu proses belajar mengajar di kelas yang dilaksanakau dengan kegiatan mernbaca buku. Metode PQ4R adalah metode belajar yang meliputi enam langkah tahapan kegiatan, yaitu Preview (mernbaca selintas dengan cepat), Question (merumuskan pertanyaan). Read (baca), Reflect (refleksi), Recite (tanva jawab sendiri),dan Review (mengulang secara menyeluruh). METODE PENELITIAN Penelitian ini melibatkan siswa sebagai subjek penelitian dalam setting persekolahan. Setiap siswa sudah dikelompokan ke dalam kelas-kelas, sehingga keacakan pemilihan sampel penelitian sulit untuk terpenuhi. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode diskriptif. Desain metode penelitian diskriptif yang hendak dilakukan adalah one group pretest-posnest design. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini merupakan proses pengambilan data dari berbagai sumber data yang diteliti. Teknik pengumpulan data ini mengguhakan tes. Hal ini bertujuan untuk mengukur besarnya kemampuan subjek yang diteliti. Pengumpulan data ini dilakukan dua kali tes, yakni pada awal dan akhir penelitian. Tes tahap awal ini (pretes) akan menghasilkan nilai awal atau gambaran awal tentang kemampuan membaca intensif pada siswa kelas VII C sebelum diterapkannya metode PQ4R dalam pembelajaran. Setelah pemberian tes awal (pretes) serta mendapat nilai awalnya, peneliti memberikan sebuah treatment sebanyak 3 kali tentang membaca intensif dengan menggunakan metode PQ4R dalam pembelajaran di kelas. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini. peneliti mmiliki data dari hasil pretes dan postes para siswa kelas VII C sebagai kelas eksperimen yang diolah pada bab ini. Penelitian ini menggunakan model one-group pretestposttest design, sehingga data penelitian hanya diperoleh dari hasil pretes dan postes para siswa.

Hasil. pretes dan postes ini diperoleh dari pengujian sampel kelas VII C SMP Muhamadiyah Tarogong sebanyak 24 siswa. Analisis data hasil pretes dan postes ini digunakan untuk mendapatkan nilai yang berguna untuk pengolahan data selanjutnya. Analisis ini memperlihatkan adanya suatu perbedaan rata-rata nilai antara sebelum dan sesudah digunakannya metode PQ4R. Dari tabel di atas terlihat bahwa 2 siswa termasuk kriteria baik dengan nilai 75, 4 siswa termasuk kriteria cukup dengan nilai 65, 11 siswa termasuk kriteria kurang dengan rentang nilai antara 45-55, dan 7 siswa termasuk kriteria sangat kurang dengan rentang nilai 30-40. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa dalam pretes ini adaidh 51,25 (lihat tabel 4.1). Nilai rata-rata tersebut berkriteria kurang karena belum mencapai batas minimal kelulusan, yaitu 60. Deskripsi Hasil Penelitian Pretes dan Postes Dari kedua tabel di atas terlihat bahwa 1 siswa termasuk kriteria sangat baik dengan nilai 80,7 siswa termasuk kriteria baik dengan nilai 70 dan 75. 7 siswa termasuk kriteria cukup dengan nilai 60 dan 65, 4 siswa termasuk kriteria kurang dengan nilai 50 dan 55, serta 5 siswa termasuk kriteria sangat kurang dengan rentang nilai antara 35-45. Dengan melihat nilai rata-rata postes siswa (lihat tabel 4.2). yaitu 58.96. maka nilai rata-rata tersebut dapat dikatakan berkriteria cukup karena mendekati nilai batas kelulusan. yaitu 60. Dari analisis data hasil pretes dan postes tersebut. peneliti dapat melihat adanya peningkatan rata-rata nilai kelas antara sebelum dan sesudah digunakannya metode PQ4R pada kemampuan membaca intensif siswa walaupun tidak terlaiu signifikan. yaitu dari 51.25 menjadi 58.%. Pembahasan Hasil Penelitian Ketika pretes dilakukan, siswa memperoleh nilai rata-rata sebesar 51.25, maka dapat dikatakan bahwa rata-rata kemampuan membaca intensif siswa sebelum menggunakan metode PQ4R tergolong kurang. Perolehan nilai tertinggi adalah 75, sedangkan batas nilai lulus adalah 60. Oleh karena itu, siswa yang mampu mencapai batas lulus hanya 6 orang dan 18 orang lainnya gagal. Namun, ketika postes telah dilaksanakan, siswa memperoleh kenaikan niiai rata-rata, yaitu menjadi 58,96. Dengan demikian, rata-rata kemampuan membaca imensif siswa tergolong cukup baik karena hampir memenuhi standar kelulusan. Oleh karena itu, dalam postes ini, siswa yang mampu mencapai batas lulus sebanyak 15 orang dan 9 lainnya masih gagal. Peningkatan nilai rata-rata kelas mengenai kemampuan membaca intensif juga dapat digambarkan dalam diagram batang sebagai berikut. Merujuk pada diagram di atas, dapat dicermati bahwa kelas VII C meraih rata-rata nilai pretes sebesar 51,25 dan nilai postes sebesar 58.96. Hal ini membukrikan adanya peningkatan nilai dari pretes ke postes walaupun tidak signifikan dan memenuhi standar kelulusan, yaitu mendapat ± 7,71 poin kenaikan nilai rata-rata. Namun, kedua hasil pretes dan postes tersebut belum mencapai batas minimal kelulusan. yaitu 60. Peneliti menduga kenaikan nilai rata-rata kemampuan membaca intensif siswa yang tidak signifikan dan tidak memenuhi standar kelulusan ini, yaitu adanya faktor yang tidak terteliti oleh peneliti, sehingga memengaruhi kondisi siswa saat mengerjakan soal tes. SIMPULAN Setelah melakukan analisis dan pembahasan terhadap dau.-data penelitian, peneliti dapat menyimpulkan hasil penelitian ini sebagai berikut. 1) Sebelum digunaknn metode PQ4R, hanya 6 siswa yang mencapai batas lulus (KKM). yaitu 60, dan 18 siswa lainnya gagal. Niai rata-rata pretes siswa ini tergolong kurang, yaitu 51.25, yang masih jauh dari nilai standar kelulusan. 2) Setelah digunakan metode PQ4R, siswa yang mencapai batas lulus (KKM) menjadi 15 siswa dan 9 siswa lainnya masih gagal. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca intensif mereka saat tes akhir (postes), yaitu dengan nilai rata-rata 58,96. Nilai rata-rata postes ini tergolong cukup baik karena mendekati batas standar kelulusan, yaitu 60. 3) Hasil penghitungan statistik menunjukkan nilai t hitung sebesar 3,072, sedangkan t tabel sebesar 2,069 dengan taraf signifikasi 5% atau 0,05. Dalam ketentuan, bila t hitung lebih besar sama dengan t tabel. maka hipotesis akhir (Ha) diterima. Dengan kata lain, hasil penelitian ini meunjukkan bahwa t hitung = 3,072 > t tabel = 2,069. Oleh karena itu. berdasarkan hasil tersebut, metode PQ4R efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca intensif siswa kelas VII C SMP Muhamadiyah Tarogong tahun pelajaran 2011/2012 dinyatakan terbukti. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. 2003. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Jakarta: Bumi Aksara Arikunto. S. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara.

Dardjowidjojo, S. 2005. Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Harjasujana. Et al. 2004. Membaca dalam Teori dan Praktik. Bandune: Mutiara. Nurgiyantoro, B. 2001. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: BPFE. Nuriadi. 2008. Teknik Jitu Menjadi Pembaca Terampil. Yogyakarta: Pustaka. Pelajar. Riduwan. 2003. Dasar-Dasar Statistika. Bandung: Alfabeta Soedarso. 2004. Speed Reading: Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta. Tampubolon, DP. 1987. Kemampuan Membaca: Teknik Membaca Efektif dan, Efesien. Bandung: Angkasa. Tarigan, H G. 1983. Membaca sebagai suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasikan Kontruktivisme. Jakarta: Prestasi Pustaka. Wahid, D H. 2009. Jenis-Jenis Membaca dan Karakteristiknya dalam Artikel Guru IT.