Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyusunan Daftar Kartografik dan telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Juli 2009 Plt. DEPUTI BIDANG KONSERVASI ARSIP, TULKHAH MANSYUR
Nasional Republik Indonesia PROSEDUR TETAP NOMOR 07 TAHUN 2009 TENTANG PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN BAB I PENDAHULUAN A. Umum statis sebagai warisan budaya bangsa merupakan salah satu aset bangsa yang perlu dilestarikan bersama. Secara yuridis formal pelestarian arsip statis merupakan tanggungjawab Lembaga Kearsipan baik di pusat (ANRI), maupun di daerah (Lembaga Kearsipan Provinsi, Kabupaten/Kota). Di dalamnya terkandung informasi yang tiada ternilai harganya tentang kiprah perjalanan bangsa, mulai masa penjajahan sampai dalam mengisi kemerdekaan. statis disimpan, dipelihara dan diolah bukan untuk kepentingan Lembaga Kearsipan semata, namun yang jauh lebih penting adalah untuk kepentingan pendidikan, penelitian, pembangunan, kesejahteraan dan kemaslahatan bangsa. Maka peran instansi terkait dan masyarakat menjadi sangat penting. Hal ini sejalan dengan era informasi di mana kebutuhan informasi menjadi sangat penting. Mengantisipasi keadaan tersebut maka ANRI dituntut untuk selalu tanggap. Peran ANRI sebagai salah satu sumber informasi sangat vital. Namun demikian agar informasi yang tersimpan dapat diakses oleh publik diperlukan finding aids, baik dalam bentuk daftar, inventaris dan guide arsip. Disinilah peran Direktorat. arsip tidak seperti mengolah jenis informasi lainnya. arsip harus mengacu pada standar internasional yang telah diatur oleh ICA dengan ISAD (G). Di dalamnya mencakup berbagai aturan dan komponen yang harus dipenuhi. Guna mengaplikasikan standar pengaturan arsip yang benar maka di samping harus diatur sesuai ketentuan ISAD (G) juga perlu diatur dalam bentuk petunjuk teknis dan langkah-langkah pengaturannya dalam bentuk Prosedur Tetap Penyusunan Daftar Kartografik dan kearsitekturan.
- 2 - B. Maksud dan Tujuan Penyusunan Prosedur Tetap Penyusunan Daftar Kartografik dan ini dimaksudkan untuk memberikan panduan agar terdapat kesamaan pemahaman dan langkah pada semua pihak yang terkait dalam pelaksanaan kegiatan di lingkungan Subdit Kartografik dan. Tujuan Prosedur Tetap Penyusunan Daftar Kartografik dan adalah sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan bagi Subdit Kartografik dan. Manfaat lain adalah adanya suatu sinergi dan keterkaitan antara kegiatan unit yang satu dengan unit yang lain untuk pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dalam satuan program lembaga. C. Ruang Lingkup Prosedur Tetap Penyusunan Daftar Kartografik dan ini berlaku dan digunakan di lingkungan Subdit Kartografik dan. Prosedur Tetap Penyusunan Daftar Kartografik dan ini meliputi Penyusunan Daftar Kartografi Dan, Identifikasi Fisik, Sistem Penataan Dan Provenance, Penyusunan Rencana Teknis, Penelusuran Sumber Dan Referensi Serta Keterkaitan - Nusantara Berbahasa Asing Dan Daerah, Penyusunan Skema Sementara, Rekonstruksi, Deskripsi, Penyusunan Skema Definitif, Manuver, Penulisan Daftar, Penilaian Dan Penelaahan Daftar, Penyempurnaan Daftar, Penilaian Dan Pengesahan. D. Dasar 1. Undang-Undang mor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1971 mor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia mor 2964); 2. Keputusan Presiden mor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Statis (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 mor 143); 3. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara mor PER/21/M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Penyusunan Standard Operating Prosedures (SOP); 4. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara mor 22/KEP/M.PAN/07/2008 tentang Pedoman Umum Tata Naskah Dinas; 5. Peraturan Kepala Nasional Republik Indonesia mor 03 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Nasional Republik Indonesia. 6. Peraturan Kepala Nasional Republik Indonesia mor 06 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Prosedur Tetap Di Lingkungan Nasional Republik Indonesia
- 3 - E. Pengertian Dalam Prosedur Tetap ini yang dimaksud dengan : 1. Prosedur Tetap adalah naskah dinas yang memuat serangkaian petunjuk tentang cara dan urutan kegiatan tertentu. 2. Identifikasi Statis adalah kegiatan pendataan arsip secara langsung di lokasi penyimpanan arsip baik fisik arsip, sistem penataan arsip maupun provenance atau pencipta arsipnya. 3. Rencana Teknis Penyusunan Daftar yaitu kegiatan membuat rancangan kerja dengan menguraikan perkiraan rincian waktu, biaya dan pelaksana yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pengolahan arsip statis. 4. Penelusuran Sumber dan Referensi adalah kegiatan penelitian data melalui sumber cetakan/bahan referensi dari perpustakaan ke lembaga pencipta arsip yang akan diolah. 5. Penyusunan Skema Sementara adalah suatu kegiatan dalam pembuatan kerangka sementara yang akan digunakan sebagai pedoman pengelompokan arsip yang akan digunakan sebagai pedoman pengaturan dan pengelompokan arsip yang tercipta dari fungsi/kegiatan yang sama dalam suatu Organisasi/Lembaga/Aktivitas Tokoh. 6. Rekonstruksi adalah kegiatan menata kembali arsip statis dalam rangka penataan arsip dengan benar sesuai dengan kaidah-kaidah kearsipan yang berlaku. 7. Deskripsi adalah kegiatan membuat rincian informasi yang terkandung dalam arsip dari suatu unit arsip yang dideskripsi secara lengkap beserta komponennya pada suatu kartu fisches (kartu deskripsi) yang telah disiapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Deskripsi dilakukan dengan menggambarkan informasi secara menyeluruh dari suatu arsip yang dituangkan dalam kartu dan diberi nomor urut sementara sesuai dengan nomor sementara arsipnya. 8. Pembuatan Skema Definitif adalah kegiatan menentukan struktur/bagan dari penataan informasi arsip statis yang sudah definitif (tetap). 9. Manuver adalah kegiatan mengelompokkan fisches (kartu deskripsi) sesuai dengan skema definitif yang dibuat. 10. Penulisan Daftar adalah memasukkan data berisi deskripsi dalam berbagai derajat rincian yang isinya memuat mengenai suatu khasanah arsip. 11. Penilaian dan Penelaahan adalah kegiatan menilai dan menelaah daftar oleh Eselon II. 12. Penyempurnaan adalah kegiatan perbaikan terhadap daftar yang telah dinilai dan ditelaah. 13. Pengesahan adalah tindakan pengakuan terhadap karakteristik resmi sesuatu naskah /dokumen yang dilakukan oleh pejabat yang berwenang
- 4 - BAB II PROSEDUR PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN Prosedur Penyusunan Daftar Kartografik dan dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut: 1. Penyusunan Daftar. 2. Identifikasi, Sistem dan Provenance Penyusunan daftar arsip dimulai dari kegiatan identifikasi arsip untuk mengetahui jumlah dan kondisi fisik arsip, sistem penataan dan provenance arsip. Pemahaman hal tersebut akan mempermudah proses penyusunan rencana teknis. 3. Penyusunan Rencana Teknis Rencana Teknis disusun berdasarkan identifikasi arsip yang telah dilakukan untuk merancang rincian biaya,waktu dan pelaksana terkait pengolahan arsip. 4. Melaksanakan Penelusuran Sumber dan Referensi Kegiatan penelusuran sumber dan referensi dilaksanakan dalam rangka penyusunan skema sementara yang diperlukan dalam mengolah arsip. 5. Penyusunan Skema Sementara Setelah data hasil referensi dan penelusuran terkumpul, maka selanjutnya dibuat skema sementara yang akan digunakan sebagai dasar pengelompokkan arsip. 6. Rekonstruksi Rekonstruksi dilakukan dengan mengelompokkan arsip sesuai dengan kaidah kearsipan untuk selanjutnya dideskripsi. 7. Deskripsi Gambaran informasi arsip secara lengkap yang tertuang dalam kartu deskripsi. 8. Penyusunan Skema Definitif Dari hasil deskripsi, apabila terdapat tambahan data/informasi untuk skema, maka dibuatlah skema definitif (tetap). 9. Manuver Setelah skema definitif tersusun,selanjutnya arsip dikelompokkan sesuai dengan skema yang ada. 10. Penulisan Daftar Kegiatan selanjutnya adalah pembuatan daftar arsip berdasarkan data yang terkumpul dari kartu deskripsi yang telah tersusun sesuai skema.
- 5-11. Penilaian dan Penelaahan Daftar yang telah disusun selanjutnya dinilai dan ditelaah oleh atasan langsung dan. 12. Penyempurnaan Apabila terdapat koreksi maka dilakukan penyempurnaan daftar arsip kembali. 13. Pengesahan Pengesahan merupakan prosedur akhir dari penyusunan daftar arsip
- 6 - BAB III PENUTUP Prosedur Tetap tentang Penyusunan Daftar Kartografik dan ini dapat menjadi acuan di Lingkungan Subdit Kartografik dan dalam menyusun daftar arsip sehingga pada akhirnya semua unit kerja dapat memiliki pedoman dalam melaksanakan tugas dan fungsinya yang pada gilirannya akan berdampak pada efisiensi dan efektifitas pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan khususnya di ANRI dalam kerangka reformasi birokrasi nasional. Prosedur Tetap tentang Penyusunan Daftar Kartografik dan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal Juli 2009 DIREKTUR PENGOLAHAN, SUMRAHYADI
Nasional Republik Indonesia LAMPIRAN PROSEDUR TETAP NOMOR 07 TAHUN 2009 TENTANG PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
- 1 - DAFTAR LAMPIRAN PROSEDUR TETAP TENTANG PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN A. PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN B. IDENTIFIKASI FISIK, SISTEM PENATAAN DAN PROVENANCE DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN C. PENYUSUNAN RENCANA TEKNIS DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN D. PENELUSURAN SUMBER DAN REFERENSI SERTA KETERKAITAN ARSIP-ARSIP NUSANTARA BERBAHASA ASING DAN DAERAH DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN E. PENYUSUNAN SKEMA SEMENTARA DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN F. REKONSTRUKSI ARSIP DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN G. DESKRIPSI ARSIP KARTOGRAFIK DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN H. PENYUSUNAN SKEMA DEFINITIF ARSIP DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN I. MANUVER ARSIP DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN J. PENULISAN DAFTAR ARSIP DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN K. PENILAIAN DAN PENELAAHAN DAFTAR DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN L. PENYEMPURNAAN DAFTAR DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN M. PENILAIAN DAN PENGESAHAN DAFTAR DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN
- 2 - PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN 1 Melaksanakan Identifikasi, Sistem dan Provenance aris Preservasi Penyimpanan Arkon 2 Menyusun Rencana Teknis 3 Melaksanakan penelusuran sumber dan referensi serta sinkronisasi arsip-arsip nusantara berbahasa Belanda 4 Menyusun skema sementara 5 Merekonstruksi pengaturan arsip 6 Mendeskripsi 7 Menyusun Skema Definitif 8 Manuver 9 Memberi nomor definitif 10 Menulis daftar 11 Menilai dan menelaah daftar arsip 12 Menyempurnakan daftar 13 Mengesahkan rma waktu: 60 hari kerja per guide
- 3 - IDENTIFIKASI FISIK, SISTEM PENATAAN DAN PROVENANCE DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN aris Preservasi Penyimpanan Arkon 1 Membuat dan mengajukan rencana identifikasi arsip, sistem dan provenance yang akan diolah arsip ke 2 Memberikan penilaian dan arahan 3 Membuat revisi rencana identifikasi arsip, sistem dan provenance yang telah dinilai dan diarahkan oleh 4 Mengajukan rencana identifikasi arsip, sistem dan provenance yang akan diolah ke 5 Menilai dan mengarahkan ke tentang teknik identifikasi arsip Melakukan koordinasi dengan Preservasi, Preservasi Memerintahkan Penyimpanan Arkon untuk berkoordinasi dengan 6 Memerintahkan arsiparis untuk melakukan identifikasi fisik, sistem dan provenance arsip 7 Melaksanakan identifikasi fisik, sistem dan provenance arsip ke Depo 8 Mengetik hasil identifikasi dalam bentuk laporan identifikasi.
- 4 - aris Preservasi Penyimpanan Arkon 9 Menyampaikan laporan identifikasi ke. 10 Menyampaikan laporan verifikasi ke. 11 Berdasarkan laporan identifikasi, memutuskan tentang prioritas khasanah arsip yang akan dibuat daftar. rma waktu: 10 hari kerja
- 5 - PENYUSUNAN RENCANA TEKNIS DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN aris Preservasi Penyimpanan Arkon 1 Mengajukan draf rencana teknis penyusunan daftar yang terdiri dari jangka waktu pembuatan guide, biaya dan peralatan serta jumlah SDM yang dibutuhkan ke 2 Memberikan penilaian dan arahan kepada aris tentang penyusunan rencana teknis 3 Merevisi draf rencana teknis setelah mendapat penilaian dan arahan dari 4 Mengajukan program rencana teknis ke 5 Memberikan penilaian dan arahan ke tentang penyusunan rencana teknis 6 Merevisi draf penyusunan rencana teknis yang telah dinilai selanjutnya diarahkan kepada 7 Berdasarkan penyempurnaan draf rencana teknis yang telah dilakukan oleh arsiparis, menyetujui rencana teknis dan membuat pengesahan terhadap rencana teknis rma waktu: 3 hari kerja
- 6 - PENELUSURAN SUMBER DAN REFERENSI SERTA KETERKAITAN ARSIP-ARSIP NUSANTARA BERBAHASA ASING DAN DAERAH DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN aris Deputi Konservasi Instansi Terkait 1 Membuat draf surat permohonan melakukan penelusuran sumber dan referensi serta keterkaitan arsip-arsip nusantara berbahasa asing dan daerah kepada instansi terkait 2 Mengajukan draf surat kepada 3 Mengoreksi draft surat 4 Merevisi draf surat korespondensi yang telah dinilai dan diarahkan oleh 5 Memberi paraf dan mengajukan draf surat ke 6 Memberikan arahan ke tentang draft surat yang akan ditandatangani oleh Deputi Konservasi 7 Melakukan penyempurnaan terhadap draft surat yang telah dinilai dan diarahkan oleh 8 Membuat nota dinas sebagai pengantar surat yang akan ditandatangani oleh Deputi Konservasi
- 7 - aris Deputi Konservasi Instansi Terkait 9 aris dan melakukan penelusuran sumber/referensi serta keterkaitan arsip-arsip nusantara berbahasa asing dan daerah ke instansi terkait 10 Mencari dan mencatat data-data mengenai lembaga pencipta arsip, provenance dan sistem penataan serta yang diperoleh di instansi terkait 11 Melakukan identifikasi terhadap khasanah arsip berbahasa asing dan daerah pada instansi terkait 12 Menindaklanjuti hasil identifikasi dengan memberi masukan tentang pengelolaan arsip-arsip nusantara berbahasa asing dan daerah 13 Melakukan diskusi dan praktek pengolahan arsip-arsip nusantara berbahasa asing dan daerah dengan instansi terkait 14 Melakukan telaah terhadap daftar/inventaris arsip-arsip nusantara berbahasa asing dan daerah pada instansi terkait 15 Hasil penelusuran sumber dan bahan referensi serta keterkaitan arsip-arsip nusantara berbahasa asing dan daerah ke instansi terkait dibuat laporan 16 Menyampaikan Laporan ke rma waktu: 10 hari kerja
- 8 - PENYUSUNAN SKEMA SEMENTARA DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN aris Preservasi Penyimpanan Arkon 1 Mempersiapkan data/informasi yang dihimpun dari berbagai referensi/penelusuran 2 Membuat skema sementara 3 Meminta persetujuan/koreksi dari atasan langsung 4 Perbaikan atas koreksi skema sementara rma waktu: 3 hari kerja
- 9 - REKONSTRUKSI ARSIP DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN aris Preservasi Penyimpanan Arkon 1 Menyiapkan arsip yang akan direkonstruksi 2 Memilah antara arsip dan nonarsip 3 Mengelompokkan arsip berdasarkan jenisnya 4 Mengelompokkan arsip berdasarkan unit informasinya 5 Mengkronologiskan kelompok arsip 6 telah mengelompok berdasarkan jenis, dan unit informasinya rma waktu: 5 hari kerja
- 10 - DESKRIPSI ARSIP KARTOGRAFIK DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN aris Preservasi Penyimpanan Arkon 1 Menyiapkan arsip yang akan dideskripsi 2 Membaca keseluruh informasi arsip 3 Menelaah isi informasi arsip 4 Menuangkan isi informasi arsip ke dalam kartu / formulir deskripsi 5 Menentukan bentuk redaksi 6 Menentukan inti informasi yang terkandung dalam arsip 7 Menentukan kurun waktu terciptanya arsip 8 Menentukan tingkat perkembangan arsip 9 Informasi lengkap hasil deskripsi tertulis dalam kartu/formulir deskripsi rma waktu: tergantung volume arsipnya
- 11 - PENYUSUNAN SKEMA DEFINITIF ARSIP DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN aris Preservasi Penyimpanan Arkon 1 Menyiapkan skema sementara yang akan diubah/ditetapkan 2 Memeriksa kembali kelengkapan skema sementara 3 Mencocokkan hasil deskripsi dengan skema 4 Mengurangi atau menambahkan serie atau group pada skema penataan arsip sementara 5 Melakukan konsultasi pada atasan 6 Melakukan perbaikan atas koreksi 7 Membuat skema definitif rma waktu: 3 hari
- 12 - MANUVER ARSIP DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN aris Preservasi Penyimpanan Arkon 1 Menyiapkan kartu/formulir deskripsi yang akan dimanuver 2 Menggabungkan kartu/formulir yang memiliki informasi sejenis 3 Mengelompokkan kartu/formulir berdasarkan skema yang telah dibuat 4 Menyusun kartu/formulir secara kronologis 5 Kartu/formulir deskripsi tersusun sesuai dengan skema rma waktu: 5 hari
- 13 - PENULISAN DAFTAR ARSIP DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN aris Preservasi Penyimpanan Arkon 1 Menyiapkan kartu/formulir yang sudah dimanuver untuk dibuat daftar 2 Membuat judul daftar sesuai fonds 3 Menentukan kurun waktu arsip berdasarkan arsip yang ditata 4 Membuat kata pengantar 5 Membuat daftar isi 6 Menuangkan deskripsi dari kartu /formulir deskripsi ke dalam daftar 7 Mangajukan konsep daftar arsip kepada atasan 8 Mengoreksi daftar yang diajukan 9 Melakukan perbaikan sesuai dengan hasil koreksi rma waktu: tergantung volume arsipnya
- 14 - PENILAIAN DAN PENELAAHAN DAFTAR DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN aris Deputi Konservasi Instansi Terkait 1 Mempersiapkan draf daftar dan menelaah deskripsi yang tertuang dalam daftar arsip 2 Mempersiapkan arsip yang akan diujipetikkan 3 Mencocokkan informasi arsip dengan fisik arsip 4 Mengajukan draf daftar ke 5 Memberikan arahan kepada aris tentang penulisan daftar 6 Merevisi draf daftar setelah mendapat arahan dari 7 Mengajukan draft daftar ke 8 Memberikan arahan ke tentang penyusunan daftar arsip rma waktu: 5 hari kerja
- 15 - PENYEMPURNAAN DAFTAR DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN Tahapan Kegiatan aris Preservasi Penyimpanan Arkon 1 Mengajukan draf daftar ke 2 Memberikan arahan kepada aris tentang penulisan daftar 3 Merevisi draf daftar setelah mendapat arahan dari 4 Mengajukan draft daftar ke 5 Memberikan arahan ke tentang penyusunan daftar arsip 6 Merevisi draf daftar teknis yang telah dinilai dan diarahkan oleh 7 Melakukan uji petik terhadap daftar 8 Berdasarkan penyempurnaan daftar yang telah dilakukan oleh arsiparis, memutuskan daftar telah final rma waktu: 5 hari kerja
- 16 - PENILAIAN DAN PENGESAHAN DAFTAR DALAM PENYUSUNAN DAFTAR ARSIP KARTOGRAFIK DAN KEARSITEKTURAN aris Preservasi Penyimpanan Arkon 1 Memeriksa kelengkapan daftar yang akan dilegalisasi yang akan disahkan 2 Membuat nota dinas untuk ditandatangani oleh 3 Mensahkan daftar rma waktu: 2 hari kerja DIREKTUR PENGOLAHAN, SUMRAHYADI