THE FACTORY ORGANISATION

dokumen-dokumen yang mirip
2015 MANFAAT HASIL BELAJAR PEMBUATAN BUSANA IND USTRI SEBAGAI KESIAPAN MELAKSANAKAN PRAKTEK KERJA IND USTRI (PRAKERIN)

BAB II DESKRIPSI (OBYEK PENELITIAN)

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan industri di Indonesia sekarang ini semakin pesat. Hal ini

RIWAYAT HIDUP PENULIS. Alamat : Kp. Cisitu no.66. Padalarang Bandung.

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. PD. Sandang Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB II. bidang pembuatan pakaian tidur orientasi ekspor, yang didirikan pada tanggal 10

BAB IV OPERASIONAL AUDIT ATAS FUNGSI PRODUKSI PADA CV ENDANG AJI TRADING

BAB 1 PENDAHULUAN. PT. Federal Karyatama adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang

Oleh : IDAH HADIJAH. Editor: TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

BAB 1 PENDAHULUAN. bisnis yang ingin memenangkan persaingan dituntut untuk memberikan perhatian

Flow chart Deskripsi 1. Data order/ permintaan konsumen. Bagian order kain

Penyusun: ANTI ASTA VIANI. Editor TIM KONSULTAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

BAB III METODOLOGI. Proses produksi pada PT. PIN khususnya proses dari bagian upper (cutting

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. beralamat di Jalan Prepedan Raya No 54, Kalideres, Jakarta Barat.

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING...ii. HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI...iii. HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN...

JALUR SOP DARI ORDER DITERIMA SAMPAI ORDER JADI

LAMPIRAN WAWANCARA. Produk yang diproduksi dan dijual kepada pelanggan PT. Lucky Print Abadi. adalah kain bercorak. Kain dijual dalam ukuran yard.

BAB III METODE PENELITIAN. masalah atas apa yang diteliti, untuk mencapai tujuan dari penelitian ini perlu

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. CV Aneka Konveksi merupakan sebuah perusahaan konveksi yang

MANAJEMEN MUTU GARMEN GARMENT QUALITY CONTROL

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 357 TAHUN 2013 TENTANG

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

KODE MODUL: BUS 209A PENYUSUN: TIM KONSULTAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

MODUL ANALISIS TEKSTIL

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

KODE MODUL: BUS 209C PENYUSUN: TIM KONSULTAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

BAB III OBJEK PENELITIAN. Perusahaan PT Abdy Sentra Kreasi adalah sebuah pabrik pengolahan dan

Bab I - Pendahuluan. I.1 Latar Belakang

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. bidang packaging, seperti membuat bungkusan dari suatu produk seperti, chiki,

Penyusun: ANTI ASTA VIANI. Editor TIM KONSULTAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Data Umum Perusahaan. PT. Rapico Busana Permata Indah didirikan pada tahun 1983 yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan produk plastik pada saat ini cukup pesat dimana semakin

Penyusun NURUL AINI. Editor TIM FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGRI MALANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KODE MODUL: BUS-208C. Penyusun: TIM KONSULTAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP T.A. 2015/2016 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

ANALISIS SITUASI Magang merupakan serangkaian kegiatan belajar sambil bekerja bagi mahasiswa praktikan untuk mengasah kemampuan keterampilan yang dida

BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

GAMBARAN UMUM PROFIL PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

PENINGKATAN DAYA SAING MELALUI KUALITAS PRODUK FASHION. Oleh : Nanie Asri Yuliati Program Studi Pendidikan Teknik Busana, FT. UNY

LAMPIRAN SOP Setting Mesin 2. SOP Langkah Kerja 3. SOP Pemeriksaan 4. Flowchart Prosedur Usulan di Lantai Produksi

KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2015 TENTANG

Bentuk Kuesioner Analisa SWOT

INTEGRATED CASE MANAGEMENT ACCOUNTING CV. TRANSIT

LEMBAR PENGESAHAN. Menyetujui dan Mengesahkan,

LAMPIRAN 1. Pembagian dan Tugas Tanggung Jawab.

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK

PEMBUATAN SISTEM INFORMASI PRODUKSI DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN: STUDI KASUS PADA PT. VONITA GARMENT

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 4 PROFIL PERUSAHAAN

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2015 GOLONGAN PETERNAKAN DAN NAMA JABATAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan pada bab-bab terdahulu, maka dapatlah dikemukakan beberapa

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 4 HASIL ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Industri tekstil dan produk tekstil yang salah satunya adalah produk

KODE MODUL: BUS-208C. Penyusun: TIM KONSULTAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

BAB 1 PENDAHULUAN. dibutuhkan kualitas yang baik pada struktur produk yang dimiliki oleh suatu perusahaan

Prosedur Pemesanan dan Pembelian Persediaan Barang PT. Bondor Indonesia (bagian 1) Diagram Alir Aktivitas

BAB 3 DATA DAN ANALISIS. di Bursa Saham Indonesia sejak memproduksi busana yang dipotong, dijahit, dan dirajut, busana woven, serta

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA) 1 SISTEM PENGENDALIAN PRODUKSI DI PT. SJ MODE INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini, dunia industri khususnya industri pakaian (garment)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Penyusun ESIN SINTAWATI. Editor TIM KONSULTAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

BAB III DATA PERUSAHAAN

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. PT.Ricky Putra Globalindo merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang

Quantity Warna Kain 24-55pcs pcs pcs 241-dst Soft Cotton Combed 30s

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

PROSEDUR PENANGANAN DELIVERY ORDER PADA PT. JUAHN INDONESIA

EQUANTUM Garmen ERP System

BAB 3 OBJEK DAN DESIGN PENELITIAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

PROYEK AKHIR SISTEM MANAJEMEN MUTU PERUSAHAAN SARI ROTI. PT NIPPON INDOSARI CORPINDO,Tbk.

BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 1 PENDAHULUAN. giat untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat memenuhi permintaan tersebut. Banyak

PROSES PRODUKSI BAGIAN LINE OTHER DI PT. BINA BUSANA INTERNUSA (BBI) SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Quantity Warna Kain 24-55pcs pcs pcs 241-dst Soft Cotton Combed 30s

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MATERIAL PRODUK KEMASAN MENGGUNAKAN METODE FIFO PADA PT. CRS

BAB I PENDAHULUAN. tahapan tersebut diperlukan suatu pengendalian terhadap kualitas.

PEMBUATAN BUSANA KERJA MODEL BLAZER

V. Hasil 3.1 Proses yang sedang Berjalan

BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pada tahun 2003 sebagai perusahaan joint venture antara Indonesia Belanda.

PROSES PEMBUATAN DIES UNTUK PEMBENTUKAN PANEL MOBIL DI PT. TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA

1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM. Prima Sempurna (PT. AMPS). PT. AMPS sendiri adalah perusahaan swasta nasional

Introduction to. Chapter 9. Production Management. MultiMedia by Stephen M. Peters South-Western College Publishing

BAB 1 PENDAHULUAN. perusahaan untuk tetap dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.

BAB I PENDAHULUAN. elektronik dengan menggunakan tiga jenis mesin injeksi. Dua tahun

BAB V PEMBAHASAN 5.1 Tahap Define 5.2 Tahap Measure Jenis Cacat Jumlah Cacat jumlah

Transkripsi:

THE FACTORY ORGANISATION Director IT - Department Finance Shipping Human Resources Marketing Manager Chief Merchandiser Merchandisers Sampling Asst. Merchandiser Production Management Production Orders Quality Assurance Technical and Machine / Equipment Maintenance / Repair Department Pattern / Marker Cutting Sewing / Knitting Finishing Pressing Quality Control Packing Deliveries

Garment Process Production Start Receive Order + Sample Development Material Purchasing Production Preparation (PPIC, sample, technician) Production Process (Cutting, Sewing) Material Inspection (warehouse) Finish Goods Inspection (QC) Customer Care (Marketing) Packing & Shipping Finishing Process (Pressing, QA) Finish

Bagian Produksi (Production Department)

Bagian Sample dan Pola (Sample and Pattern Section) Sample Department 13 of 29

Pada bagian pembuatan sample dan pola diperlukan seseorang yang sangat terampil untuk menciptakan pakaian sesuai dengan permintaan buyer. Contoh yang dibuat harus mendapat persetujuan dari buyer sebelum memproduksi sesuai dengan jumlah yang diorderkan Seorang pembuat pola harus mempunyai kemampuan mengkonversi disain ke dalam pola untuk membuat contoh pakaian A CAD pattern design system (PDS) speeds patter making and can improve its accuracy. A CAD pattern design system (PDS) speeds patter making and can improve its accuracy, dimana program ini dapat meningkatkan kecepatan penyelesaian pekerjaan dan ketelitian ukuran yang sangat tinggi Setelah sample disetujui berarti pola contoh dapat dikembangkan sesuai dengan ukuran yang diorderkan dengan cara grading yaitu menambah atau mengurangi dimensinya untuk mendapatkan berbagai ukuran untuk diproduksi.

keep in a good condition k Bagian Gudang Warehouse (Warehouse Section) 20 of 29

Bagian gudang merupakan bagian yang penting dalam Industri Konfeksi, karena di gudang inilah dilakukan kegiatan menerima, mengirimkan, dan mengendalikan barang yang tersimpan di gudang itu. Gudang dibagi menjadi 2 divisi, satu gudang untuk menyimpan bahan utama (kain) dan satu lagi untuk menyimpan asesoris. Setiap keluar masuk material harus dikendalikan dengan baik dan harus didokumentasikan.

Pemeriksaan Kain (Fabric Inspection)

Bagian pemeriksaan kain termasuk bagian dari pengendalian mutu yang melakukan pemeriksaan kain begitu datang untuk menghindari ketidakcocokan dengan pesanan. Pemeriksaan dilakukan pada pada kain 1 % dari semua jumlah yar. Standar pengecekan pada umumnya menggunakan 4 point system

Bagian Marker (Marker Section)

Pekerjaan yang dilakukan bagian marker adalah menyusun pola di atas kertas marker sesuai dengan ukuran bahan yang akan dibuat. Yang perlu diperhatikan dalam marker adalah prinsip efisiensi bahan. Saat ini marker di Industri Garmen dilakukan dengan computer program CAM ( computer aided manufacturing) saat ini yang mendapat lisensi adalah lectra, program ini dapat meminimalkan sisa kain.

e a Bagian Cutting dan Bundling (Cutting and Bundling Section) Cutting

difficult designs 22 of 29 All sewing component was prepare before sewing process All sewing component was prepare before sewing process 23 of 29 23 of 29 All sewing component was prepare before

Kegiatan yang dilakukan adalah: Memotong kain menurut pola yang telah ditentukan. Memotong bahan pendukung seperti kain keras dll. Menyiapkan potongan-potongan bahan per pakaian dibendel, sehingga memudahkan bagian penjahitan untuk mengambilnya.

Bagian Fusing (Fusing Section)

Perekatan Interfacing Fusing adalah suatu proses pelekatan interfacing ke bagian tertentu misalnya tengah muka, kerah, manset, tutup saku menggunakan mesin fusing. Prinsip kerja mesin fusing adalah memberi tekanan panas sehingga perekat yang ada di interfacing meleleh sehingga mudah lengket. Bagian yang diberi interfacing manset, kerah, tengah muka, ban pinggang

Bagian Penjahitan (Sewing Section)

Perakitan pakaian sesuai dengan potongan yang ada pada bendelan, biasanya para pekerja diberi foto copy lengkap dengan ukuran dan detail model yang dibuat Menjahit potongan yang sudah ada, dalam tahap ini pakaian sudah terbentuk atau hampir jadi tetapi belum sempurna Tiap langkah dalam proses perakitan memegang peran penting didalam menentukan mutu suatu produk pakaian

Bagian Pembordiran (Embrodery Section)

Di Industri Konfeksi pembordiran dilakukan dengan mesin otomatis yang dilengkapi dengan program computer, sehingga satu disain hiasan dapat diproduksi secara masal dan tidak memerlukan waktu lama. Disamping itu bentuk dan ukurannya dapat diatur dan dikendalikan.

Bagian Pencucian (Washing Section)

Pencucian menjadi hal paling mendasar dari semua proses produksi. Pakaian dicuci menggunakan mesin cuci besar dan alat pengering. Pencucian sangat penting bagi pakaian dari jeans denim dan jaket. Pada pencucian ini digunakan obat-obat pencuci, obat-obat lain untuk memberi efek warna Tidak semua pabrik mempunyai sarana untuk melalukan pencucian, sehingga mereka harus bekerja sama dengan usaha lain untuk melakukan pencucian.

Bagian Finishing (Finishing Section)

Pekerjaan penyelesaian meliputi menambahkan detil, memasang kancing, memasang hiasan memeriksa, memperbaiki atau mengerjakan lagi bagian yang cacat

Bagian Trimming & Pengecekan Akhir (Trimming and Inspection Section) Sejalan dengan pembersihan memotong/memutuskan kelebihan benang jahit pada pakaian agar tampak rapih dan bersih dilakukan pemeriksaan adanya kesalahan jahit atau cacat. Pada kegiatan ini memastikan masingmasing order pesanan mempunyai kwalitas sesuai mutu standard pembeli

Bagian Pengepresan (Pressing Section)

Penyeterikaan, hal ini merupakan persyaratan yang harus dilaksanakan untuk dapat memberikan bentuk dan corak tertentu menurut disain pakaian yang direncanakan. Pengaruh penyeterikaan/ presing memberikan suatu pandangan yang menarik kepada si pemakai untuk menunjukkan kerapihan dan keindahan yang mengesankan.

Bagian Pelipatan dan Pengemasan (Folding & Packing Section)

Bagian ini mengerjakan: Pemberian label Pelipatan, setelah bahan disetrika kemudian dilipat. Dalam penyeterikaan ini apabila terdapat kerusakan atau kesalahan dalam penjahitan yang tidak diketahui oleh bidang quality control maka pakaian tersebut diberikan kepada quality control lagi dan kemudian diberikan kepada penjahit untuk diperbaiki. Setelah dilipat dimasukkan ke dalam plastik kemasan. Packing adalah memasukkan pakaian yang sudah dikemas ke dalam dus-dus / kotak kemasan. Ada empat sistem packing yaitu: Solid Size Assorted Color, artinya dalam satu kotak kemasan terdiri dari satu ukuran dengan bermacam-macam warna. Solid Size and Solid Color, artinya dalam satu kotak kemasan terdapat satu ukuran dan satu warna. Assorted Size Solid Color, artinya dalam satu kotak kemasan terdiri dari beberapa ukuran dengan satu warna. Assorted Size Assorted Size, artinya dalam satu kotak kemasan terdiri dari beberapa ukuran dengan bermacam-macam warna. Bagian pengepakan harus memastikan bahwa cara pengepakannya sudah sesuai dengan gaya dan PO yang ditentukan pembeli dan instruksi pengepakan untuk menghindari klaim dari pembeli.

Pengiriman (Distribution) Pengiriman dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan Pengiriman dapat dilakukan melalui udara, cara ini dinilai paling mahal oleh karena itu cara ini jarang dilakukan. Dengan cara pengapalan, cara ini paling umum dilakukan karena ongkosnya lebih murah.

Pengiriman (Shipping)

Thank you very much