BAB II 2.1. RENCANA STRATEGIS

dokumen-dokumen yang mirip
REVIEW PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAWA TIMUR

MATRIKS RENCANA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

KATA PENGANTAR. optimal akan dapat diperbaiki di tahun berikutnya.

DINAS PERDAGANGAN TAHUN 2018

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN,STRATEGI DAN KEBIJAKAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

BAB IV Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Arah Kebijakan

PERUBAHAN. Renja 2015

PEMERINTAH KOTA BANDUNG DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN

B. VISI : Indonesia Menjadi Negara Industri yang Berdaya Saing dengan Struktur Industri yang Kuat Berbasiskan Sumber Daya Alam dan Berkeadilan

Bab I. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

RANCANGAN AKHIR RENCANA STRATEGIS DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

RENCANA STRATEGIS DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan Karunia-Nya, kami telah dapat menyelesaikan penyusunan Laporan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

Menjadikan Bogor sebagai Kota yang nyaman beriman dan transparan

Rencana Strategis BAB 1 PENDAHULUAN

BAB VI Indikator Kinerja yang Mengaeu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD

BAB II RENCANA STRATEGIS DAN PERJANJIAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN KINERJA

REVISI RENJA 2018 DINAS PERDAGANGAN KABUPATEN LAHAT

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA

DAFTAR INFORMASI PUBLIK DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI NTB TAHUN 2014

: PERINDUSTRIAN ORGANISASI : DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN Halaman sebelum perubahan

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

Bab II Perencanaan Kinerja

RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018

RENCANA STRATEGIS TAHUN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN BIMA BAB I PENDAHULUAN

lampiran 2 RENCANA KINERJA TAHUNAN TAHUN 2015

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT

Rencana Kinerja Tahunan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Bandung Tahun 2016 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

RENCANA KERJA (RENJA)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP)

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perencanaan pembangunan daerah, proses. penyusunan tahapan-tahapan kegiatannya melibatkan berbagai

KATA PENGANTAR. Banjar, 14 Januari 2016 KEPALA DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN KOPERASI KOTA BANJAR

DAFTAR INFORMASI PUBLIK DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI NTB TAHUN 2016

KATA PENGANTAR. Banjar, 14 Januari 2017 KEPALA DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN KOPERASI KOTA BANJAR

BAB II RENCANA STRATEJIK

LAPORAN KINERJA DINAS PERDAGANGAN KABUPATEN BANTUL. Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul

KATA PENGANTAR. Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur

RENCANA KERJA (RENJA)

BAB I PENDAHULUAN. Renstra BPM, KB dan Ketahanan Pangan Kota Madiun I - 1

Kegiatan perencanaan dan penganggaran Pemerintah Daerah yang diatur

BAB I PENDUHULUAN Latar Belakang

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BPPT KOTA BANDUNG

Written by Danang Prihastomo Friday, 06 February :22 - Last Updated Wednesday, 11 February :46

RENSTRA DINAS KETAHANAN PANGAN BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang LAMPIRAN KEPUTUSAN GUBERNUR JAMBI NOMOR : 462/KEP/GUB/BAPPEDA-2/2012 TANGGAL : 13 JULI 2012

BAB I PENDAHULUAN. mampu menghasilkan barang atau jasa yang memiliki kandungan teknologi yang

PEMBINAAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH MELALUI PENERAPAN STANDAR NASIONAL INDONESIA. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan

PERATURAN GUBERNUR BANTEN

A. RENCANA STRATEGIS : VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, KEBIJAKAN DAN PROGRAM

BAB I PENDAHULUAN. DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur Renstra BAB I - 1 -

RENCANA STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI TAHUN BAB I PENDAHULUAN

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun

b) Melaksanakan koordinasi antar pelaku pembangunan dalam perencanaan pembangunan daerah. c) Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan

RENCANA KINERJA TAHUN ANGGARAN 2016

Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Utara BAB I PENDAHULUAN KEPALA DINAS PERDAGANGA N DALAM KEPALA SEKSI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2017, KEPALA DINAS PERKEBUNAN PROVINSI JAWA BARAT,

BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA. Rencana strategis merupakan proses yang berorientasi

LAMPIRAN PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN RETENSI ARSIP SEKTOR PEREKONOMIAN URUSAN PERDAGANGAN

RENCANA STRATEGIS BAB I PENDAHULUAN

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015

BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA. penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai

BUPATI LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN

GUBERNUR RIAU PERATURAN DAERAH PROVINSI RIAU NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH PROVINSI RIAU TAHUN

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2016

BAB II PERENCANAAN KINERJA

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) DIREKTORAT ALAT DAN MESIN PERTANIAN TA. 2014

RENCANA STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI TAHUN BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN Landasan Hukum

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

terealisasi sebesar Rp atau 97,36%. Adapun program dan alokasi anggaran dapat dilihat pada tabel berikut :

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA RINCIAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

PERENCANAAN KINERJA. 11 L K I P D I S P E R I N D A G K O P d a n U K M K A B U P A T E N A C E H J A Y A

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

GUBERNUR SUMATERA BARAT PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 6 TAHUN 2016 T E N T A N G RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH

PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 5 TAHUN 2011 T E N T A N G

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) DIREKTORAT IKM PANGAN BARANG DARI KAYU DAN FURNITUR TAHUN ANGGARAN 2017

Transkripsi:

BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS Agenda pembangunan bidang ekonomi sebagaimana tertuang dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2009-2014 adalah meningkatkan percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan, terutama melalui pengembangan agroindustri / agribisnis serta pembangunan dan penyediaan insfrastrutur pertanian dan pedesaan. Dengan sub agenda yang terkait langsung dengan Dinas Perindag Prov. Jatim, antara lain (1) Sub Agenda Peningkatan Invenstasi, Ekspor Non Migas dan Pariwisata; (2) Sub Agenda Peningkatan Daya Saing Industri Manufaktur. Dinas Perindustrian dan Perdagangan bertugas membantu Gubernur dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang Perindustrian dan Perdagangan. Dalam kurun waktu 2009-2014 dengan berorientasi kepada hasil yang ingin dicapai selama 5 (lima) tahun dan memperhitungkan potensi, peluang, serta kendala yang ada maupun tantangan yang mungkin terjadi. Dalam rangka mendukung agenda tersebut, maka Kepala Dinas telah menetapkan Visi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, yaitu menjadikan Jawa Timur sebagai pusat industri dan perdagangan terkemuka, berdaya saing global dan berperan sebagai motor penggerak utama perekonomian dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka mencapai visi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan menetapkan 4 (empat) misi, yaitu : 1. Mewujudkan peningkatan nilai tambah industri, penguasaan teknologi industri dan penguatan struktur industri. 2. Mewujudkan peningkatan kinerja ekspor non migas. 3. Mewujudkan penguatan pangsa pasar dan peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri. Dinas Perindag Prov. Jawa Timur Laporan Kinerja TA. 2014 12

4. Mewujudkan Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan. Dalam rangka implementasi atau penjabaran dari misi, ditetapkan tujuan yang merupakan sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan pada kurun waktu tertentu, yaitu satu sampai lima tahun kedepan dalam tahun 2009-2014, serta menggambarkan arah strategis organisasi, perbaikanperbaikan yang ingin dicapai sesuai dengan tugas dan fungsi, serta meletakkan kerangka prioritas untuk memfokuskan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan. Tujuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk Periode 2009-2014 sebagai berikut : 1. Meningkatkan daya saing industri manufaktur; 2. Meningkatkan kinerja ekspor non migas; 3. Meningkatkan penguatan pangsa pasar dan efisiensi perdagangan dalam negeri; 4. Meningkatkan perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan. Untuk menjabarkan tujuan agar terukur dan dapat dicapai secara nyata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyusun sasaran strategis. Sasaran Strategis Dinas Perindag untuk tahun 2009-2014 adalah sebagai berikut : Tujuan 1 : Meningkatkan daya saing industri manufaktur, sasaran yang ingin dicapai antara lain : 1) Meningkatnya perkembangan Industri Kecil dan Menengah, nilai tambah industri berbasis sumber daya alam, kapasitas teknologi industri dan kualitas sumber daya manusia. Dengan indikator Kinerja Utama sebagai berikut : a. Persentase Pertumbuhan Sektor Industri Pengolahan b. Persentase Kontribusi Sektor Industri Pengolahan terhadap PDRB ADHB Jatim c. Persentase Kontribusi Nilai Ekspor Produk Industri Pengolahan Terhadap Total Ekspor Non Migas Jawa Timur Dinas Perindag Prov. Jawa Timur Laporan Kinerja TA. 2014 13

2) Meningkatnya standardisasi produk industri manufaktur sebagai faktor penguat daya saing. Dengan indikator Kinerja Utama sebagai berikut : a. Persentase Industri yang telah menerapkan standarisasi dan HKI Tujuan 2 : Meningkatkan kinerja ekspor non migas, dengan sasaran: 3) Meningkatnya kinerja ekspor non migas yang berdaya saing, dan terciptanya pengendalian impor. Dengan indikator Kinerja Utama sebagai berikut : a. Nilai Ekspor bersih perdagangan (Milliar US$) b. Persentase Pertumbuhan Ekspor Non Migas c. Persentase Peningkatan Fasilitasi Promosi Bagi UKM/IKM untuk orientasi ekspor Tujuan 3 : Meningkatkan penguatan pangsa pasar dan efisiensi perdagangan dalam negeri, dengan sasaran : 4) Meningkatnya pangsa pasar dalam negeri, efisiensi dan efektivitas sistem distribusi daerah, serta wira usaha baru sektor perdagangan. Dengan indikator Kinerja Utama sebagai berikut : a. Persentase Pertumbuhan Sub Sektor Perdagangan b. Persentase Kontribusi Sub Sektor Perdagangan terhadap PDRB ADHB Jatim c. Persentase Pertumbuhan Nilai Transaksi Pasar Lelang d. Persentase Pertumbuhan nilai ekspor dalam negeri Jawa Timur Tujuan 4 : Meningkatkan perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan, dengan sasaran : 5) Meningkatnya penguatan kelembagaan pengujian dan sertifikasi mutu barang, kemetrologian serta pengawasan perdagangan barang dan jasa illegal. Dengan indikator Kinerja Utama sebagai berikut : a. Indeks Kepuasan Masyarakat b. Pelayanan Tera/Tera Ulang Alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan perlengkapannya (UTTP) c. Pelayanan kalibrasi Alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan perlengkapannya (UTTP) Dinas Perindag Prov. Jawa Timur Laporan Kinerja TA. 2014 14

d. Pertumbuhan sertifikasi mutu komoditi/produk e. Persentase Peningkatan Pengawasan Barang bertanda SNI, Label, MKG (Manual Kartu Garansi), Lain-lain f. Persentase Pengaduan Konsumen Terkait Jasa Kemetrologian Yang ditindak lanjuti Sasaran Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan diatas akan dicapai melalui 10 (sepuluh) program yang dilaksanakan oleh masing-masing unit eselon III sesuai dengan tugas dan fungsinya. Adapun kesepuluh program tersebut adalah : Program Prioritas 1. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Program ini bertujuan untuk merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengembangan IKM, meningkatkan nilai tambah produk, menumbuhkan populasi IKM, memanfaatkan sumber daya termasuk SDA kabupaten / kota secara optimal, mengembangkan OVOP, mengembangkan industri kreatif, meningkatkan daya saing industri industri kecil dan menengah, meningkatkan nilai tambah sepanjang rantai nilai komoditi. 2. Program Peningkatan Kapasitas Teknologi Industri Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan industri dalam menciptakan, mengembangkan, dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik dalam uji komersialisasi hasil penelitian, dan pengembangan rancangan produk baru, maupun proses produksi serta pemanfaatan sumber daya lokal. 3. Program Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan, keahlian, dan kompetensi tenaga kerja industri, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi. 4. Program Peningkatan Industri Berbasis Sumber Daya Alam Program ini bertujuan memperkuat basis produksi untuk meningkatkan nilai tambah sektor industri yang berbasis sumber daya alam. Dinas Perindag Prov. Jawa Timur Laporan Kinerja TA. 2014 15

5. Program Peningkatan Standarisasi Industri Program ini bertujuan meningkatkan perluasan penerapan standardisasi industri untuk menghasilkan produk-produk berkualitas sesuai permintaan pasar di dalam maupun luar negeri, sekaligus untuk perlindungan konsumen. 6. Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor Program ini bertujuan meningkatkan daya saing global produk Jawa Timur, serta meningkatkan peran ekspor barang dan jasa dalam rangka meningkatkan pemerataan dan pertumbuhan ekonomi, serta perluasan lapangan kerja. 7. Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri. Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi distribusi perdagangan, sarana dan prasarana penunjang perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing produk Jawa Timur. 8. Program Peningkatan Perlindungan Konsumen Program ini bertujuan memberdayakan konsumen, penguatan lembaga perlindungan konsumen, dan peningkatan kapasitas kelembagaan metrologi legal, serta optimalisasi pengawasan barang beredar terutama terhadap barang-barang strategis, obat dan makanan. PROGRAM PENUNJANG 9. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan dalam bidang penyediaan maupun pemeliharaan sarana dan prasarana yang diperlukan Dinas Perindag dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan nyaman bagi para pemangku kepentingan. Sebagai indikator pencapaiannya tersedianya sarana dan prasarana kerja sesuai kebutuhan. 10. Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dibidang teknologi informasi berbasis fiber optic. Dinas Perindag Prov. Jawa Timur Laporan Kinerja TA. 2014 16

2.2 RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN 2014. Dengan berpedoman pada Rencana Strategis, Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyusun Rencana Kerja (Renja) yang memuat kebijakan, program, dan kegiatan yang meliputi kegiatan pokok dan kegiatan pendukung (sub kegiatan) untuk mencapai sasaran hasil program induknya, dan dirinci menurut sasaran output dan outcome pada tahun rencana, prakiraan sasaran tahun berikutnya, lokasi, pagu indikatif sebagai indikasi pagu anggaran, serta cara pelaksanaannya. 2.3 PENETAPAN KINERJA / PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2014. Penetapan/Perjanjian Kinerja merupakan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan korupsi, dan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perjanjian Kinerja, dokumen Perjanjian Kinerja merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja / kesepakatan kinerja/perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan pada sumber daya yang dimiliki oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Untuk menjamin tercapaianya sasaran dan target secara optimal dan tepat waktu, visi dan misi Dinas Perindustrian dan Perdagangan harus menjadi acuan sekaligus landasan penyusunan strategi. Dari visi dan misi tersebut kemudian dirumuskan sasaran strategis. Sasaran Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2014 telah ditetapkan dan dikelompokkan sebagaimana tertuang dalam Matriks Rencana Strategis (RENSTRA) Tahun 2009-2014. Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan memuat 5 (lima) sasaran strategis. Kelima sasaran strategis tersebut sebagai berikut : (1) Meningkatnya perkembangan Industri Kecil dan Menengah, nilai tambah industri berbasis sumber daya alam, kapasitas teknologi industri dan kualitas sumber daya manusia; (2) Meningkatnya standardisasi produk industri manufaktur sebagai faktor penguat daya Dinas Perindag Prov. Jawa Timur Laporan Kinerja TA. 2014 17

saing; (3) Meningkatnya kinerja ekspor non migas yang berdaya saing, dan terciptanya pengendalian impor; (4) Meningkatnya pangsa pasar dalam negeri, efisiensi dan efektivitas sistem distribusi daerah, serta wira usaha baru sektor perdagangan; (5) Meningkatnya Penguatan kelembagaan pengujian dan sertifikasi mutu barang, kemetrologian serta pengawasan perdagangan barang dan jasa ilegal. Tabel 2.1 Keterkaitan Misi, Tujuan, dan Sasaran Pembangunan dan Pengembangan Indag Tahun 2009-2014 MISI 1. Mewujudkan peningkatan nilai tambah industri, penguasaan teknologi industri dan penguatan struktur industri. 2. Mewujudkan peningkatan kinerja ekspor non migas 3. Mewujudkan penguatan pangsa pasar dan peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri 4. Mewujudkan Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan. TUJUAN 1. Meningkatkan daya saing industri manufaktur 2. Meningkatkan kinerja ekspor non migas 3. Meningkatkan penguatan pangsa pasar dan efisiensi perdagangan dalam negeri 4.Meningkatkan perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan SASARAN STRATEGIS 1. Meningkatnya perkembangan Industri Kecil dan Menengah, nilai tambah industri berbasis sumber daya alam, kapasitas teknologi industri dan kualitas sumber daya manusia 2. Meningkatnya standardisasi produk industri manufaktur sebagai faktor penguat daya saing. 3. Meningkatnya kinerja ekspor non migas yang berdaya saing, dan terciptanya pengendalian impor. 4. Meningkatnya pangsa pasar dalam negeri, efisiensi dan efektivitas sistem distribusi daerah, serta wira usaha baru sektor perdagangan 5. Meningkatnya Penguatan kelembagaan pengujian dan sertifikasi mutu barang, kemetrologian serta pengawasan perdagangan barang dan jasa ilegal Dinas Perindag Prov. Jawa Timur Laporan Kinerja TA. 2014 18

Tabel 2.2 : Perjanjian Kinerja Tahun 2014 Sasaran Strategis No. Indikatator Kinerja Satuan Target Meningkatnya perkembangan Industri Kecil dan Menengah, nilai tambah industri berbasis sumber daya alam, kapasitas teknologi industri dan kualitas sumber daya manusia Meningkatnya standardisasi produk industri manufaktur sebagai faktor penguat daya saing. Meningkatnya kinerja ekspor non migas yang berdaya saing, dan terciptanya pengendalian impor. Meningkatnya pangsa pasar dalam negeri, efisiensi dan efektivitas sistem distribusi daerah, serta wira usaha baru sektor perdagangan Meningkatnya Penguatan kelembagaan pengujian dan sertifikasi mutu barang, kemetrologian serta pengawasan perdagangan barang dan jasa ilegal 1. Persentase Pertumbuhan Sektor Industri % 7 Pengolahan 2. Persentase Kontribusi Sektor Industri % 27 Pengolahan terhadap PDRB ADHB Jatim 3. Persentase Kontribusi Nilai Ekspor Produk Industri Pengolahan Terhadap Total Ekspor Non Migas Jawa Timur % 83 1. Persentase Industri yang telah menerapkan % 6 standarisasi dan HKI 1. Nilai Ekspor bersih perdagangan (Milliar US$) Milliar -2,05 US$ 2. Persentase Pertumbuhan Ekspor Non Migas % 15 3. Persentase Peningkatan Fasilitasi Promosi Bagi % 5 UKM/IKM Untuk Orientasi Ekspor 1. Persentase Pertumbuhan Sub Sektor % 10 Perdagangan 2. Persentase Kontribusi Sub Sektor Perdagangan % 24 Terhadap PDRB ADHB Jatim 3. Persentase Pertumbuhan Nilai Transaksi Pasar % 25 Lelang 4. Persentase Pertumbuhan nilai ekspor dalam negeri Jawa Timur % 17 1. Indeks Kepuasan Masyarakat % 77,7 2. Pelayanan Tera/Tera Ulang Alat-alat Ukur, UTTP 1.100.000 Takar, Timbang dan perlengkapannya (UTTP) 3. Pelayanan kalibrasi Alat-alat Ukur, Takar, UTTP 2.000 Timbang dan perlengkapannya (UTTP) 4. Pertumbuhan sertifikasi mutu komoditi/produk % 3,75 5. Persentase Peningkatan Pengawasan Barang % 11 Bertanda SNI, Label, MKG (Manual Kartu Garansi), dll 6. Persentase Pengaduan Konsumen Terkait Jasa Kemetrologian Yang DiTindaklanjuti % 75 Dinas Perindag Prov. Jawa Timur Laporan Kinerja TA. 2014 19