BAB I PENDAHULUAN. Profil Kesehatan Tahun 2013

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

PROFIL KESEHATAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2012

BAB VI INDIKATOR KINERJA PERANGKAT DAERAH YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Tabel 4.1 INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KERINCI TAHUN Formulasi Penghitungan Sumber Data

Profil Kesehatan Provinsi Gorontalo Tahun 2011

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA

A. RENCANA STRATEGIS : VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, KEBIJAKAN DAN PROGRAM

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

Perencanaan Pembangunan Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau

TUGAS POKOK : Melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi dan tugas

B A B I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

KATA SAMBUTAN DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1 BAB II GAMBARAN UMUM 3

Mewujudkan Peningkatan Budaya Sehat dan Aksesbilitas Kesehatan Masyarakat.

BAB II PERENCANAAN KINERJA

LAMPIRAN PENETAPAN KINERJA DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013

RENCANA AKSI KINERJA DAERAH (RAD) DINAS KESEHATAN KABUPATEN KERINCI TAHUN Target ,10 per 1000 KH

BAB I PENDAHULUAN. millenium (MDG s) nomor 5 yaitu mengenai kesehatan ibu. Adapun yang menjadi

Target Tahun. Kondisi Awal Kondisi Awal. 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 Program pengadaan, peningkatan dan penduduk (tiap 1000 penduduk

Perencanaan Pembangunan Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Dr.dr. Bondan Agus Suryanto, SE, MA, AAK

BAB I PENDAHULUAN. Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kab. Purbalingga 2013 hal 1

PROFIL KESEHATAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2014

RENCANA KINERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN PACITAN TAHUN 2015

BAB 27 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN YANG LEBIH BERKUALITAS

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tujuan Penulisan Sumber Data... 3

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN LALU

REVIEW INDIKATOR RENSTRA DINAS KESEHATAN KOTA BOGOR

FORMULIR RENCANA KINERJA TAHUNAN TINGKAT UNIT OEGANISASI ESELON I KL DAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAAH (SKPD)

BAB. III AKUNTABILITAS KINERJA

PERJANJIAN KINERJA TINGKAT SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

BAB 27 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP LAYANAN KESEHATAN YANG LEBIH BERKUALITAS

PROGRAM KEGIATAN DINAS KESEHATAN KELUARGA SEHAT DAN LORONG SEHAT TAHUN dr. Hj. A. Naisyah Azikin, M.Kes KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA MAKASSAR

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 15 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN SITUBONDO

Tabel Target dan Capaian Kinerja Urusan Kesehatan Tahun No Indikator Target 2015

Kata Pengantar Keberhasilan pembangunan kesehatan tentu saja membutuhkan perencanaan yang baik. Perencanaan kesehatan yang baik membutuhkan data/infor

BAB III TUJUAN, SASARAN DAN KEBIJAKAN

PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 (PERUBAHAN ANGGARAN) PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

1 Usia Harapan Hidup (UHH) Tahun 61,2 66,18. 2 Angka Kematian Bayi (AKB) /1.000 KH Angka Kematian Ibu Melahirkan (AKI) /100.

KATA PENGANTAR. DR.Ir. SUDIRMAN HABIBIE, M.Sc

KATA PENGANTAR. Gorontalo, 25 Februari 2017 Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo

RENCANA STRATEGIS CARA MENCAPAI TUJUAN/SASARAN URAIAN INDIKATOR KEBIJAKAN PROGRAM KETERANGAN. 1 Pelayanan Kesehatan 1.

KATA PENGANTAR. Semoga Peta Kesehatan Indonesia Tahun 2012 ini bermanfaat. Jakarta, September 2013 Kepala Pusat Data dan Informasi

KATA PENGANTAR. Gorontalo, Agustus 2011 KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI GORONTALO

RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF DINAS KESEHATAN PROVINSI BANTEN

PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017

BAB. III TUJUAN, SASARAN PROGRAM DAN KEGIATAN

KATA PENGANTAR Masyarakat Kolaka yang Sehat, Kuat. Mandiri dan Berkeadilan Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka 2016 Hal. i

RENCANA KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANJAR TAHUN 2017

Bab 1 PENDAHULUAN STRATEGI PEMBANGUNAN KESEHATAN 1

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANGGAI

MATRIKS BUKU I RKP TAHUN 2011

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

MISI 5 Mewujudkan Peningkatan Budaya Sehat dan Aksesibilitas Kesehatan Masyarakat SATU AN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB III PROFIL PERUSAHAAN

BAB 28 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN

Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2016 KATA PENGANTAR

UPAYA PENINGKATAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA ( IPM ) KALBAR DENGAN PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA KEMATIAN BAYI DAN IBU

IV-55. Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Banten

Filosofi. Mendekatkan Akses pelayanan kesehatan yg bermutu kepada masyarakat. UKM_Maret

PROFIL PUSKESMAS KARANGASEM I TAHUN 2012

KATA PENGANTAR. dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes.

HASIL ANALISIS APBD PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT 1

RENCANA KERJA TAHUNAN ( RKT ) TAHUN 2017

RPJMD Kab. Temanggung Tahun I X 47

PEMBANGUNAN SOSIAL BUDAYA

KEBIJAKAN KEMENTERIAN KESEHATAN DALAM AKSELERASI PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas ijin dan. kehendak-nya sehingga Laporan Tahunan dan Profil Kesehatan Puskesmas

ESTIMASI JUMLAH PENDUDUK INDONESIA TAHUN Estimasi Jumlah Penduduk Indonesia :

B A B P E N D A H U L U A N

3.2 Pencapaian Millenium Development Goals Berdasarkan Data Sektor Tingkat Kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar Tahun

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2015

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2016

PEMERINTAH KOTA PRABUMULIH DINAS KESEHATAN

TREND PEMBANGUNAN KESEHATAN

PENGUKURAN INDIKATOR KINERJA SASARAN

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 27 TAHUN 2004 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN KABUPATEN / KOTA

RANCANGAN RENCANA PELAKSANAAN RPJMD TAHUN KE-4

PERJANJIAN KINERJA DINAS KESEHATAN TAHUN 2016

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

Strategi Pemecahan Masalah pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai berikut :

KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN PELALAWAN NOMOR :440/SEKT-PROG/DINKES/2016/ TENTANG

BUKU SAKU DINAS KESEHATAN KOTA MAKASSAR TAHUN 2014 GAMBARAN UMUM

KATA PENGANTAR dr. Hj. Rosmawati

BUPATI SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 26 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 36 TAHUN 2012 STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN BELITUNG

BAB. III AKUNTABILITAS KINERJA

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP

CAPAIAN MDGs BIDANG KESEHATAN

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

Standar Pelayanan Minimal Puskesmas. Indira Probo Handini

CAPAIAN MDGs. provinsi KALIMANTAN TENGAH

Ikhtisar Pencapaian MDGs Provinsi Kepulauan Riau Menurut Jumlah Indikator

Transkripsi:

Profil Kesehatan Tahun 2013 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan adalah tanggung jawab bersama dari setiap individu, masyarakat, pemerintah, maupun swasta. Adapun peran yang dilakukan oleh pemerintah tanpa kesadaran individu dan masyarakat untuk secara mandiri menjaga kesehatan mereka, maka tujuan mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri tidak akan tercapai. Perilaku sehat dan kemampuan masyarakat untuk memilih dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu sangat mementukan keberhasilan program pembangunan kesehatan. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36 tentang Kesehatan mengamanatkan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita cita bangsa, kemudian sebagai pelaksana tugas di daerah Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo tahun 2012 2017. Penyelenggaraaan pembangunan kesehatan ditujukan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal agar mampu menjawab tantangan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan termasuk konsistensi kebijakan, keterlibatan lintas sektor, serta berdasarkan perkembangan ilmu kesehatan masyarakat yang mutakhir guna mencapai target derajat kesehatan masyarakat yang tertuang dalam Renstra Kementerian Kesehatan dan Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, secara nasional mengupayakan pencapaian 1) Millenium Development Goal s (MDG s) yakni Deklarasi Milenium yang lahir pada tahun 2000 dan disepakati oleh 189 Negara anggota PBB untuk bersama sama melaksanakan tujuan pembangunan millennium (Millenium Development Goal s) dengan menentukan target keberhasilannya tahun 2015. 2) Indeks Pembangunan manusia (IPM) yaitu salah satu indeks yang mengukur tentang tingkat pembangunan manusia yang diukur dari 3 (tiga) indikator yakni kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan. 3) Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM), 4) Yang terus diupayakan saat ini yakni Indeks Pembangunan Gender (IPG) yang menggambarkan tingkat ketimpangan gender yang Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 1

Profil Kesehatan Tahun 2013 dilihat dari 3 (tiga) dimensi yakni kesehatan, reproduksi dan pemberdayaan perempuan. Hal ini lebih dilakukan sejak adanya kebijakan nasional yang di tetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang RPJMN tahun 2010-2014 dan dipertegas dalam instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2000 tentang Pengarus Utamaan Gender (PUG). Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam hal pembangunan kesehatan saat ini telah banyak memberikan kontribusi terhadap pencapaian derajat kesehatan masyarakat. Salah satu indikator pencapaiannya adalah diperolehnya IPM Provinsi Gorontalo dengan nilai 71,31 pada tahun 2012, capaian ini terus meningkat dari tahun tahun sebelumnya yakni dengan nilai 70,82 di tahun 2011. Keberhasilan pembangunan bidang kesehatan tersebut tidak terlepas peran dari pemerintah, masyarakat dan swasta. Sistem desentralisasi kesehatan yang telah diterapkan selama bertahun-tahun memberi kesempatan daerah untuk lebih berperan dalam merencanakan dan melaksanakan program kesehatan khususnya untuk kesehatan ibu dan anak, namun di dalam pelaksanaannya banyak menghadapi kendala. Permasalahan utama yang saat ini masih dihadapi berkaitan dengan kesehatan ibu di Provinsi Gorontalo adalah masih tingginya angka kematian ibu yang berhubungan dengan persalinan, penyakit maupun komplikasi lainnya dari tahun ke tahun mengalami fluktuatif. Menghadapi masalah ini maka dilakukan berbagai upaya kesehatan yang mempunyai prioritas pada peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak terutama pada masa kehamilan, persalinan, pasca persalinan dan perawatan pada bayi dan anak. Upaya lain yang dilakukan adalah melalui strategi pembangunan untuk mencapai kesetaraan gender melalui identifikasi masalah, kebijakan dan perencanaan program yang berbasis gender di bidang kesehatan, hal ini ditujukan untuk lebih memenuhi keadilan bagi kelompok kelompok yang lebih membutuhkan. B. Maksud Dan Tujuan Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan pasal 168 bab XIV disebutkan bahwa Untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang efektif dan efisien di perlukan informasi kesehatan. Dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi tersebut, disusun buku Profil Kesehatan Provinsi Gorontalo ini. Adapun Maksud penyusunan profil kesehatan Provinsi Gorontalo ini adalah menyajikan data dan informasi kesehatan yang diharapkan dapat dipergunakan oleh seluruh komponen baik ditingkat pusat, daerah, swasta dan bagi pengambil kebijakan dengan harapan bahwa pembangunan kesehatan ini dapat diawali dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 2

Profil Kesehatan Tahun 2013 proses perencanaan yang dilakukan secara komprehensif dengan data data yang akurat baik yang bersumber dari Kabupaten / Kota, lintas sector dan Dinas kesehatan Provinsi sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Provinsi Gorontalo yang akan datang dengan sasaran pelaksanaan program yang tepat. Tujuan dari penyusunan profil kesehatan ini adalah disampaikannya gambaran dan situasi kesehatan, gambaran umum tentang derajat kesehatan dan lingkungan, situasi upaya kesehatan dan situasi sumber daya kesehatan. C. Sistematika Penyajian Sistematika penyajian Profil Kesehatan Provinsi Gorontalo 2012 adalah: Bab I. Pendahuluan Berisi latar belakang, maksud dan tujuan, sistematika penyajian profil kesehatan Provinsi Gorontalo Tahun 2012. Bab II. Gambaran Umum. Berisi gambaran umum Provinsi Gorontalo yang meliputi keadaan geografis, administrasi, kependudukan, ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan lingkungan. Bab III. Situasi Derajat Kesehatan Berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian, angka kesakitan dan angka status gizi masyarakat. Bab IV. Situasi Upaya Kesehatan Berisi uraian tentang pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan dan penunjang, pemberantasan penyakit menular, pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar, perbaikan gizi masyarakat, pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan, pelayanan kesehatan dalam situasi bencana. Pelayanan menurut indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan serta upaya pelayanan kesehatan lainnya. Bab V. Situasi Sumber Daya Kesehatan Berisi uraian tentang sarana kesehatan, tenaga kesehatan, pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya. Bab VI. Kesimpulan Berisi sajian tentang hal-hal penting yang perlu di telaah lebih lanjut dari Profil Kesehatan Tahun 2012. Selain keberhasilan-keberhasilan dan hal-hal yang masih kurang dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 3

Profil Kesehatan Tahun 2013 BAB II GAMBARAN UMUM PROVINSI GORONTALO A. Keadaan Geografis Dan Topografi Provinsi Gorontalo di bentuk pada tahun 2001 berdasarkan Undang Undang Nomor 38 tahun 2000. Secara geografis Provinsi Gorontalo terletak di antara 0,19 1,15 Lintang Utara (LU) dan 121,23 123,43 Bujur Timur (BT). Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Buol Toli Toli (Sulawesi Tengah) dan Laut Sulawesi, Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Donggala (Sulawesi Tengah), Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara), Sebelah Selatan berbatasan dengan Teluk Tomini (Gorontalo). Peta wilayah Provinsi Gorontalo di sajikan dalam gambar sebagai berikut : Gambar : 2.1 Peta Provinsi Gorontalo Provinsi Gorontalo terdiri dari 1 Kota dan 5 Kabupaten yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo Utara. Luas wilayah Provinsi Gorontalo adalah 12.435,00 km2 yang masing-masing Kabupaten/Kota memiliki luas sebagai berikut : Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 4

Profil Kesehatan Tahun 2013 Tabel : 2.1 Luas Wilayah Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Kabupaten/Kota Luas Wilayah (km 2 ) Persentase (%) Kota Gorontalo 65,96 0,53 Kabupaten Gorontalo 2.143,48 17,24 Kabupaten Boalemo 1.736,61 13,97 Kabupaten Pohuwato 4.455,60 35,83 Kabupaten Bone Bolango 1.891,49 15,21 Kabupaten Gorontalo Utara 2.141,86 17,22 Provinsi Gorontalo 12.435,00 100 Sumber : BPS Prov. Gorontalo Tahun 2013 Berdasarkan tabel di atas data yang bersumber dari data BPS Tahun 2013 luas wilayah Provinsi Gorontalo terluas yakni Kabupaten Pohuwato 4.455,60 km2 dengan persentase 35,83% diikuti oleh Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara masing masing 2.143,48 km2 dengan persentase 17,24% dan 2.141,86 km2 dengan persentase 17,22%. Jumlah Kecamatan Tahun 2013 sebanyak 77 Kecamatan dengan jumlah Desa/Kelurahan sebanyak 731. Data jumlah Desa/Kelurahan meningkat dibandingkan Tahun 2012 sejumlah 728 Desa/Kelurahan, peningkatan ini terjadi di Kabupaten Boalemo bertambah 2 Desa dan Kabupaten Pohuwato bertambah 1 desa menjadi 104. Gambar : 2.2 Persentase Luas Daerah menurut Kabupaten / Kota Provinsi Gorontalo Sumber : BPS Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Jumlah penduduk di Provinsi Gorontalo tahun 2013 mencapai 1.123.350 jiwa, yang terdiri dari laki laki sebanyak 554.473 jiwa dan perempuan sebanyak 568.877 Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 5

Profil Kesehatan Tahun 2013 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk Provinsi Gorontalo Tahun 2012 yang diperoleh dari data BPS tahun 2013 yakni mencapai 2,09%. Berikut jumlah sebaran penduduk per Kabupaten/Kota menurut jenis kelamin dapat dilihat pada table berikut : Tabel : 2.2 Jumlah Penduduk Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Kabupaten/Kota Laki-Laki Perempuan Jumlah Kota Gorontalo 96.394 100.283 196.677 Kabupaten Gorontalo 183.681 191.090 374.771 Kabupaten Boalemo 70.493 73.281 143.720 Kabupaten Pohuwato 70.771 240.266 311.037 Kabupaten Bone Bolango 78.970 82.158 161.128 Kabupaten Gorontalo Utara 54.164 53.780 107.944 Provinsi Gorontalo 554.473 568.877 1.123.350 Sumber : BPS Prov. Gorontalo Tahun 2013 Gambar : 2.3 Piramida penduduk Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Profil Kabupaten / Kota se Provinsi Tahun 2013 Gambar piramida penduduk diatas menunjukkan jumlah penduduk Provinsi Gorontalo tahun 2013 tertinggi terdapat pada kelompok umur 15 19 tahun dengan persentase laki laki 10,46% dan perempuan 9,78% sedangkan jumlah penduduk terendah ada pada golongan umur 75 tahun ke atas dengan persentase laki laki 0,96% dan perempuan 0,6%. Piramida ini juga menjelaskan bahwa adanya penurunan tingkat kelahiran dibandingkan dengan tahun lalu yakni pada kelompok umur 0 4 Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 6

Profil Kesehatan Tahun 2013 tahun, dimana jumlah penduduk di usia tersebut laki laki 9,46% dan perempuan 9,89% di tahun 2012 menurun di tahun 2013 dengan jumlah penduduk laki laki 8,75% dan perempuan 9,41%. Keberhasilan program KB merupakan salah satu kontribusi penurunan kelahiran pada masyarakat. (Data kependudukan Kabupaten/Kota selengkapnya dapat dilihat pada lampiran profil kesehatan tahun 2013 tabel 2 dan 3). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) Indonesia menempati ranking 121 dari 187 negara. IPM Indonesia naik 3 peringkat pada tahun 2012 dibanding tahun sebelumnya yang menempati posisi 124 dari 187 negara di dunia. Nilai IPM Indonesia ini dilihat dari pembangunan manusia pada kelas menengah. Adapun nilai IPM Provinsi Gorontalo tahun 2012 yakni 71,31, angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yakni 70,82. Sedangkan IPM Nasional juga mengalami peningkatan dari 72,77 di tahun 2011 meningkat menjadi 73,29 di tahun 2012. Berikut dapat dilihat gambar trend IPM selang tahun 2002 sampai dengan 2012. Gambar : 2.4 Trend IPM Provinsi Gorontalo dengan IPM Nasional Tahun 2002-2011 Sumber : BPS Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 7

Profil Kesehatan Tahun 2013 B. Gambaran Ekonomi Mata pencaharian masyarakat Provinsi Gorontalo antara lain bidang pertanian, perdagangan dan perikanan. Jumlah penduduk miskin di tahun 2013 yakni 17,51%, persentase ini meningkat bila dibandingkan tahun 2012 yakni 17,33%. Strategi yang perlu dilakukan guna penurunan angka kemiskinan yakni dengan menciptakan seluasluasnya lapangan pekerjaan di masyarakat guna meningkatkan pendapatan dan dapat menyeimbangkan pengeluaran dalam rumah tangga masyarakat. Gambar : 2.5 Persentase Kemiskinan Nasional dan Provinsi Gorontalo Tahun 2003-2013 Sumber : Bappeda Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Gambaran secara makro perekonomian di Provinsi Gorontalo dapat dilihat melalui besaran PDRB. PDRB terdiri dari 2 (dua) sisi pendekatan yaitu sektoral maupun penggunaan. Dari sisi sektoral pada tahun 2012 PDRB provinsi Gorontalo atas dasar harga berlaku (ADHB) adalah sebesar 10.368 Miliyar Rupiah. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 (ADHK adalah sebesar 3.384 Miliyar Rupiah). Sedangkan untuk PDRB Provinsi Gorontalo ADHB menurut penggunaan, pengeluaran konsumsi rumah tangga masih merupakan penyumbang terbesar, yaitu sebesar 6.101,7 Miliyar Rupiah diikuti oleh import luar negeri dan antar pulau sebesar 4.557,7 Miliyar Rupiah. Laju pertumbuhan ekonomi dapat dilihat melalui besaran perubahan nilai PDRB ADHK tahun berjalan terhadap tahun sebelumnya. Pada tahun 2012, laju pertumbuhan perekonomian Provinsi Gorontalo mengalami peningkatan yaitu mencapai 7,71% jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2011 yang hanya sebesar 7,68%. Laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo pada 3 tahun terakhir mengalami peningkatan seperti yang di gambarkan sebagai berikut : Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 8

Profil Kesehatan Tahun 2013 Gambar : 2.6 Trend laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo dan Nasional Tahun 2004-2013 Sumber : Bappeda Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Gambar diatas menunjukkan trend laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo, pada 3 (tiga) tahun terakhir menunjukkan adanya peningkatan perekonomian masyarakat baik dari segi sektoral, penggunaan maupun daya beli masyarakat. Hal ini berdampak positif bagi pembangunan di Provinsi Gorontalo ke depan. C. Gambaran Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan masyarakat Provinsi Gorontalo di fokuskan pada pemberian kesempatan untuk penduduk agar memperoleh pendidikan yang layak terutama penduduk dengan kelompok usia sekolah (umur 7 24 tahun), hal ini tentunya seiring dengan tersedianya sarana dan prasarana yang sangat menunjang kualitas mutu pendidikan yang di harapkan. Data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo Tahun 2013 persentase penduduk yang masih sekolah menurut kelompok usia sekolah/angka Partisipasi Sekolah (APS) sebesar 97,52% pada kelompok umur 7 12 tahun, 82,57% pada kelompok umur 13 15 tahun dan 57,82% pada kelompok umur 16 18 tahun. Sementara Angka Partisipasi Murni (APM) yang merupakan banyaknya penduduk usia sekolah yang masih sekolah pada jenjang pendidikan yang sesuai dengan usianya. APM menurut jenjang pendidikan dapat dilihat pada gambar berikut : Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 9

Profil Kesehatan Tahun 2013 Gambar : 2.7 Angka Partisipasi Murni (APM) Menurut Jenjang Pendidikan Provinsi Gorontalo tahun 2012 Sumber : BPS Provinsi Gorontalo (Gorontalo dalam angka Tahun 2013) Gambar diatas menunjukkan bahwa persentase tertinggi murid yang saat ini sedang mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD) sebanyak 92,21% disusul dengan SMP/MTs sebesar 59,82% dan berkurang pada tingkat pendidikan SMA/MA yakni 44,67%. Hal ini menjelaskan upaya pemerintah terhadap masyarakat dalam menekan Angka Putus sekolah (APS) maupun anak yang tidak pernah sekolah dari tahun ke tahun menunjukkan hasil yang meningkat, dibuktikan dengan persentase murid SD yang bersekolah di tahun 2012 hingga sekarang. Data tingkat pendidikan yang bersumber dari profil Kabupaten / Kota se Provinsi Gorontalo pada lampiran profil ini belum menggambarkan jumlah dan persentase di tingkat Provinsi dikarenakan beberapa Kabupaten tidak bisa memperoleh data jumlah murid yang sedang sekolah saat ini di selurauh tingkatan pendidikan. Sedangkan data penduduk umur 10 tahun ke atas yang melek huruf tahun 2013 mencapai 55,58%. Data ini hanya dilaporkan oleh 3 (tiga) Kabupaten/Kota yakni Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten yang tidak memiliki data pendidikan yakni Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo Utara. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 10

Profil Kesehatan Tahun 2013 D. Visi dan Misi Provinsi Gorontalo Tahun 2012-2017 1. Visi Visi pembangunan daerah Provinsi Gorontalo yakni Terwujudnya Percepatan Pembangunan Berbagai Bidang serta Peningkatan Ekonomi Masyarakat yang Berkeadilan di Provinsi Gorontalo. 2. Misi Untuk mencapai visi daerah selang 5 (Lima) tahun ke depan, maka misi yang di emban pemerintah daerah adalah : a. Memfokuskan peningkatan ekonomi atas dasar optimalisasi pemanfaatan potensi kewilayahan, mendorong laju investasi, percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan, sekaligus mengembangkan potensi unggulan dengan mengakselerasi secara cerdas terhadap pencapaian kesejahteraan rakyat. b. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pendekatan kesesuaian keahlian serta pemenuhan mutu kualitas penyelenggaraan Pendidikan dan Kesehatan. c. Mengembangkan manajemen pengelolaan potensi sumber daya Perikanan dan Kelautan, Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Perkebunan dan Pariwisata yang lebih baik, saling terintegrasi serta lestari demi kepentingan kemakmuran masyarakat serta memelihara dan melestarikan danau limboto sebagai sumber persediaan air bersih, untuk pengembangan perikanan air tawar dan daerah pariwisata dan meningkatkan pengelolaan DAS sebagai wujud memelihara lingkungan (Pro Green). d. Mengembangkan nilai nilai religi dalam kehidupan bermasyarakat yang rukun penuh kesejukan sekaligus memelihara dan melestarikan keragaman budaya dan adat istiadat serta memperkuat peran Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan terhadap anak, termasuk issue Kesetaraan Gender dalam Pembangunan. e. Menciptakan sinergitas diantara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota di Gorontalo dalam kaidah otonomi daerah sekaligus untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik, menurunkan angka kemiskinan serta menjalankan sistem tata pemerintahan yang baik dalam rangka reformasi birokrasi. Tujuan pembangunan kesehatan dalam hal ini terdapat pada misi ke-2 yang ditargetkan untuk mempersiapkan sumber daya manusia dengan tingkat kualitas siap Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 11

Profil Kesehatan Tahun 2013 pakai pakai, sekaligus bertujuan memberikan jaminan yang memadai melalui layanan Gratis terhadap penyelenggaraan pendidikan dasar hingga menengah, termasuk di bidang kesehatan melalui pola insentif yang diistilahkan Universal Total Coverage. Hal ini menjadi peran strategis untuk memastikan pemerintah daerah menciptakan sistem yang berkeadilan dari akses maupun mutu pelayanan kesehatan yang baik khususnya bagi warga miskin (Pro-Poor). Menyingkapi persoalan dalam pembangunan kesehatan di Provinsi Gorontalo, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan pembangunan kesehatan yakni melalui Rencana Strategi (RENSTRA) Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Tahun 2012 2017 yang menetapkan Visi, Misi dan Strategi maupun program program kesehatan sebagai berikut : 1. Visi Visi Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 2012-2017 adalah Mewujudkan Gorontalo Sehat, Mandiri dan Berkeadilan dengan penjelasan sebagai berikut : Sehat, adalah terwujudnya masyarakat untuk hidup sehat, memperoleh akses atas sumber daya kesehatan, dan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau; Mandiri, adalah terwujudnya masyarakat mandiri untuk hidup sehat, melalui upaya pencegahan; Berkeadilan, adalah terwujudnya pelayanan kesehatan yang adil dan merata di Provinsi Gorontalo. 2. Misi Untuk mencapai masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan ditempuh melalui misi sebagai berikut : a) Meningkatkan kesehatan individu, keluarga, masyarakat serta lingkungan b) Menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu, dan berkeadilan. c) Menggerakkan dan memberdayakan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. d) Meningkatkan kualitas sumber daya kesehatan yang merata. e) Meningkatkan kapasitas aparatur dan kinerja layanan organisasi. 3. Tujuan Sebagaimana tertuang dalam RPJMD Provinsi Gorontalo Tahun 2012 2017, Tujuan Jangka Menengah Pembangunan Kesehatan Provinsi Gorontalo adalah Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat yang dijabarkan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 12

Profil Kesehatan Tahun 2013 dana Tujuan Rencana Strategi Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Tahun 2012-2017 sebagai berikut : a. Peningkatan status kesehatan gizi masyarakat, b. Pengendalian penyakit menular dan penyakit tidak menular diikuti penyehatan lingkungan, c. Peningkatan fasilitas kesehatan dasar dan rujukan serta menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan d. Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) e. Terpenuhinya tenaga kesehatan strategis di Daerah Tertinggal, Terpencil, Perbatasan dan Kepualauan (DTPK), f. Peningkatan kinerja aparatur dan layanan organisasi 4. Sasaran Sasaran program yang ingin dicapai pada tahun 2013 sebagaimana Renstra tahun 2012-2017 untuk mencapai tujuan diatas yakni : a. Meningkatnya status kesehatan dan gizi masyarakat dengan : 1) Menurunnya Angka Kematian Ibu (AKI) dari 243,3/100.000 KH Tahun 2012 menjadi 200/100.000 KH Tahun 2013 2) Menurunnya Angka Kematian Bayi (AKB) dari 18,5/1000 KH Tahun 2012 menjadi 17/1000 KH Tahun 2013 3) Menurunkan prevalensi kekurangan gizi (standar WHO 2005) dari 14,44% Tahun 2012 menjadi 14,22% Tahun 2013. 4) Meningkatnya Usia Harapan Hidup menjadi 67,52% Tahun 2013 5) Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani menjadi 71% 6) Cakupan pertolongan persalinan oleh nakes yang memiliki kompotensi kebidanan menjadi 93,50% 7) Cakupan kunjungan bayi menjadi 85,45% 8) Angka Kematian Balita (AKABA) menjadi 19,70/1000 KH 9) Angka Kematian Neonatal (AKN) menjadi 11/1000 KH b. Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular melalui, : 1) Cakupan desa/kelurahan UCI menjadi 75% 2) Cakupan balita gizi buruk yang mendapat perawatan 100% 3) Cakupan penemuan dan penangan penderita penyakit TBC BTA Positif 86% 4) Cakupan penemuan dan penangan penderita DBD 100% Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 13

Profil Kesehatan Tahun 2013 c. Meningkatnya fasilitas dan akses pelayanan kesehatan di Provinsi Gorontalo ditandai dengan : 1) Rasio posyandu per satuan balita : 11,65% 2) Rasio puskesmas per satuan penduduk : 0,08 3) Rasio Pustu per satuan penduduk : 0,24 4) Jumlah Posyandu : 1330 d. Meningkatnya penyediaan anggaran publik untuk kesehatan dalam rangka mengurangi risiko financial akibat gangguan kesehatan bagi seluruh penduduk, terutama penduduk miskin, melalui : 1) Jumlah masyarakat miskin yang mendapatkan pelayanan kesehatan gratis sebanyak 170.392 Jiwa 2) Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin : 100% e. Meningkatnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada 5 tatanan, ditandai dengan: 1) Persentase rumah tangga yang ber-phbs 67,5% 2) Persentase rumah tangga pengguna air bersih yang sehat : 63,5% 3) Persentase penduduk dengan akses sanitasi dasar yang layak : 60% f. Meningkatnya perilaku masyarakat tentang penganekaragaman makanan khas daerah Gorontalo, sehingga diharapkan persentase balita gizi buruk menurun menjadi 4,03%. g. Meningkatnya pemenuhan tenaga kesehatan strategis di Daerah Tertinggal, Terpencil, Perbatasan dan Kepualauan (DTPK), melalui : 1) Rasio Rumah Sakit per satuan penduduk : 0,007 2) Rasio Dokter Gigi per satuan penduduk : 0,02 3) Rasio Dokter spesialis per satuan penduduk : 0,05 4) Rasio Dokter Umum per satuan penduduk : 0,26 5) Rasio Perawat per satuan penduduk : 1,23 6) Rasio Bidan per satuan penduduk : 0,66 7) Rasio Nutritionis per satuan penduduk : 0,27 8) Rasio apoteker per satuan penduduk : 0,06 h. Meningkatnya kapasitas aparatur Dinas Kesehatan. i. Meningkatnya kinerja organisasi Dinas Kesehatan. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 14

Profil Kesehatan Tahun 2013 5. Strategi dan Kebijakan Untuk mencapai Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran yang telah ditetapkan, maka strategi dan kebijakan yang diambil Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dalam kurun waktu 2012-2017 adalah sebagai berikut : a. Strategi Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo : 1) Meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau, bermutu dan berkeadilan, serta berbasis bukti, dengan mengutamakan pada upaya promotif dan preventif. 2) Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan obat dan alat kesehatan serta menjamin keamanan/khasiat, kemanfaatan dan mutu sediaan farmasi, alat kesehatan dan makanan. 3) Meningkatkan pembiayaan pembangunan kesehatan, terutama untuk mewujudkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 4) Meningkatkan pemberdayaan masyarakat, swasta dan masyarakat madani dalam pembangunan kesehatan. 5) Meningkatkan pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan yang merata dan bermutu. 6) Meningkatkan manajemen kesehatan yang akuntabel, transparan, berdayaguna dan berhasil guna. b. Kebijakan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 1) Peningkatan kesehatan ibu, bayi, balita dan KB 2) Perbaikan Gizi Masyarakat 3) Pengendalian penyakit menular dan penyakit tidak menular diikuti penyehatan lingkungan 4) Pengembangan sistem jaminan kesehatan masyarakat melalui pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin. 5) Peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, pemerataan, keamanan, mutu dan penggunaan obat serta pengasan obat dan makanan. 6) Pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan bencana & kirisis kesehatan 7) Peningkatan pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tersier. 8) Pemenuhan, pengembangan dan pemberdayaan SDM kesehatan 9) Peningkatan kualitas manajemen perencanaan program dan pembiayaan kesehatan serta sistem informasi kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 15

Profil Kesehatan Tahun 2013 6. Program/Kegiatan : Program yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo tahun 2013 ada 15 program dengan 46 kegiatan, untuk mendukung pencapaian sasaran yang telah ditetapkan dengan rincian sebagai berikut : a. Program pelayanan administrasi perkantoran - Pelayanan jasa administrasi perkantoran b. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur - Peningkatan sarana dan prasarana perkantoran c. Program peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur - Bimtek peningkatan kapasitas sumber daya aparatur d. Program peningkatan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan - Penyusunan anggaran, penatausahaan dan laporan keuangan SKPD - Rakor pelaksanaan anggaran pembangunan kesehatan tahun 2013 - Monitoring, evaluasi dan pelaporan e. Program obat dan perbekalanan kesehatan - Peningkatan pemerataan obat dan perbekalan kefarmasian - Peningkatan pengawasan dan bahan berbahaya f. Program upaya kesehatan masyarakat - Pelayanan kesehatan penduduk miskin di puskesmas jaringannya - Pemeliharaan dan pemulihan kesehatan - Peningkatan pelayanan kesehatan bagi pengungsi korban bencana - Peningkatan pelayanan kesehatan dan penderita gangguan jiwa g. Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat - Pengembangan media promosi dan informasi sadar hidup sehat - Pelayanan kesehatan pada kampung nelayan desa siaga aktif - Bimtek pelayanan posyandu terintegrasi PAUD dan bina KB kepada kader posyandu - Jaminan Kesehatan Semesta (JAMKESTA) h. Program perbaikan gizi masyarakat - Pemberian tambahan makanan dan vitamin - Pelatihan tenaga mulok ilmu gizi berbasis makanan khas daerah gorontalo - Survey pemantauan status gizi keluarga sadar gizi i. Program pengembangan lingkungan sehat - Pengkajian pengembangan lingkungan sehat j. Program pencegahan dan penaggulangan penyakit menular dan tidak menular Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 16

Profil Kesehatan Tahun 2013 - Pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular langsung - Peningkatan imunisasi - Pencegahan Penularan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) - Penanggulangan dan pencegahan penyakit tidak menular - Survailance epidemiologi dan penanggulangan KLB k. Program standarisasi pelayanan kesehatan - Bimtek pelaksanaan program pembangunan - Pembekalan dr/drg PTT dan pembinaan teknis dr/drg PTT - Penyusunan Renja SKPD bidang kesehatan - Rapat koordinasi penyusunan tenaga PTT dr/ drg/ bidan PTT dan tugsus nakes tahun 2014 - Peningkatan pengolahan data dan sistem informasi kesehatan - Bimtek bagi tim penilai angka kredit dan KTI jabatan fungsional kesehatan - Penilaian tenaga kesehatan teladan l. Program pelayanan kesehatan penduduk miskin - Pelayanan sunatan masal - Pengobatan masal - Pelayanan rujukan pasien miskin keluar daerah m. Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak - Kemitraan bidan dan dukun melalui rumah tunggu persalinan kecamatan IPM rendah - Pendampingan puskesmas/ kecamatan IPM rendah dalam peningkatan cakupan dan penerapan program kesehatan ibu dan anak - Orientasi penggunaan dan pemanfaatan buku KIA bagi PKK, kader, dan masyarakat - Penyuluhan kesehatan reproduksi remaja dan penjaringan anak sekolah di Kecamatan IPM rendah n. Program pembinaan upaya kesehatan - Pelayanan administrasi laboratorium kesehatan o. Program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan mata - Pelayanan kesehatan klinik mata. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 17

Profil Kesehatan Tahun 2013 BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN PROVINSI GORONTALO Kesehatan sebagai hak asasi telah menjadi kebutuhan dasar dan menjadi kewajiban negara dalam upaya pemenuhannya. Kesehatan juga mempunyai peranan yang sangat fundamental karena merupakan komponen pembangunan yang memiliki nilai investasi. Hal ini dibuktikan dengan kesediaan tenaga siap pakai dalam hal ini menyiapkan Sumber Daya Manusia yang sehat dan produktif. Lemahnya pembangunan di sektor kesehatan dapat dilihat dari angka Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index) negara kita masih menempati posisi 124 dari 187 negara di dunia, situasi yang lain dapat digambarkan melalui kualitas pelayanan kesehatan yakni Puskesmas sebagai pelayanan dasar dan Rumah Sakit sebagai pelayanan rujukan masih dirasakan sangat kurang dari segi kuantitas maupun kualitas secara merata. Dengan keadaan ini maka derajat kesehatan masyarakat di Indonesia maupun di Provinsi Gorontalo belum memenuhi target yang diharapkan. Berdasarkan Visi, Misi tersebut diatas pemerintah melakukan kegiatan kegiatan yang bertujuan peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya. Gambaran tentang derajat kesehatan selengkapnya meliputi indikator mortalitas, morbiditas dan status gizi masyarakat. Mortalitas terdiri dari indikator Angka Kematian Bayi (AKB) per-1000 Kelahiran Hidup, Angka Kematian Balita (AKABA) per-1000 Kelahiran Hidup, Angka Kematian Ibu (AKI) per 100.000 Kelahiran Hidup dan Angka Harapan Hidup Waktu Lahir. Morbiditas dilihat dari indikator indikator Angka Kesakitan Malaria per 1000 Penduduk, Angka Kesembuhan TB Paru BTA +, Prevalensi HIV (Persentase Kasus Terhadap Penduduk Beresiko), Angka Acute Flacid Paralysis (AFP) pada anak usia <15 tahun per 100.000 anak dan angka kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) per 100.000 Penduduk. Sedangkan status gizi dilihat dari indikator Persentase Balita dengan Status Gizi di bawah garis merah (BGM) dan jumlah kasus balita gizi buruk. Keadaan ini masih dipengaruhi oleh keadaan social ekonomi dan budaya masyarakat yang mengakibatkan perubahan kondidi kependudukan, mobilitas penduduk dan kondisi lingkungan. Situasi derajat kesehatan masyarakat di Provinsi Gorontalo tahun 2013 dapat dilihat dari capaian Angka kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang masih tinggi masing masing 251,7/100.000 Kelahiran hidup dan 13,3/1000 Kelahiran hidup, sedangkan Umur harapan Hidup saat ini rata rata 67,88. Hal ini dipengaruhi berbagai Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 18

Profil Kesehatan Tahun 2013 faktor antara lain kebijakan pemerintah yang dari tahun ke tahun lebih menekankan pada upaya kuratif (pengobatan). Jaminan pelayanan kesehatan masyarakat menyeluruh (total coverage) memudahkan masyarakat melakukan pengobatan jika sakit tanpa ada dukungan untuk memperbaiki kualitas hidup dengan upaya preventif (Pencegahan). Angka kesakitan saat ini diupayakan penemuan sebanyak banyaknya terhadap kasus penyakit sedini mungkin agar upaya pencegaran dan penanggulangan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Misalnya gambaran penyakit salah satunya angka kematian selama pengobatan TB (+) di Provinsi Gorontalo mencapai 3,9/100.000 penduduk, masih tingginya kematian akibat penyakit ini merefleksikan adanya hubungan antara penderita penyakit dengan keadaan ekonomi atau tingkat kemiskinan masyarakat serta budaya dalam mencegah dan mengobati penyakit secara tepat. Begitu pula dengan situasi penyakit pada masyarakat lainnya seperti Malaria, HIV/AIDS, Kusta maupun penyakit lainnya. Cakupan program yang merupakan indikator indikator derajat kesehatan masyarakat Provinsi Gorontalo Tahun 2013 adalah sebagai berikut : A. Angka Kematian (Mortalitas) Mortalitas atau kejadian kematian dalam masyarakat seringkali digunakan sebagai indikator dalam menilai keberhasilan pelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan lainnya. Angka kematian pada umumnya dapat dihitung dengan melakukan berbagai survey dan penelitian. Mortalitas yang dibahas pada profil kesehatan 2013 ini berpengaruh sangat signifikan terhadap derajat kesehatan masyarakat, terdiri dari : Angka Kematian Anak 1. Angka Kematian Neonatal (AKN) yakni kematian yang terjadi sebelum bayi berumur 1 bulan atau 28 hari per 1000 kelahiran hidup pada satu tahun tertentu. Kematian neonatal diperlukan guna pencegahan dan penanganan terhadap ibu maupun bayi dengan resiko kegawatdaruratan agar dapat segera ditangani. 2. Angka kematian bayi (AKB) atau Infant Mortality Rate (IMR) merupakan indikator yang lazim digunakan untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat sehingga program program kesehatan banyak menitikberatkan pada upaya penurunan AKB dimana AKB menunjuk jumlah bayi yang meninggal antara fase kelahiran hingga bayi umur <1 tahun dibagi dengan jumlah kelahiran hidup ditahun itu. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 19

Profil Kesehatan Tahun 2013 3. Angka Kematian Balita (AKABA) adalah jumlah balita sampai dengan usia 59 bulan (bayi + anak balita) yang meninggal disuatu wilayah pada kurun waktu tertentu per 1.000 kelahiran hidup di wilayah dan pada kurun waktu yang sama. Angka Kematian Ibu (AKI) Kematian ibu maternal adalah kematian ibu karena kehamilan, melahirkan atau selama nifas. Angka kematian ibu merupakan salah satu indikator yang dapat menggambarkan status kesehatan ibu dan gizi ibu dan pelayanan kesehatan pada ibu. Angka Kematian Ibu merupakan jumlah kematian ibu hamil, ibu melahirkan dan ibu nifas dibagi dengan jumlah kelahiran hidup ditahun itu. 1. Angka Kematian Neonatal Angka kematian neonatal adalah jumlah bayi usia sampai 28 hari yang meninggal disuatu wilayah pada kurun waktu tertentu per 1.000 kelahiran hidup pada wilayah dan kurun waktu yang sama. Tinggi rendahnya Neonatal Mortality Rate (NMR) berguna untuk menggambarkan 3 (tiga) hal yakni Pelayanan Antenatal Care (ANC) yang berkualitas, Pelayanan Post Natal dan Program pertolongan persalinan dan penanganan kasus kegawatdaruratan neonatal essensial. Berikut jumlah kematian neonatal Kabupaten / Kota tahun 2013 sebagai berikut : Gambar : 3.1 Jumlah dan Angka Kematian Neonatal Kabupaten / Kota Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2013 Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 20

Profil Kesehatan Tahun 2013 Dari gambar diatas dapat diketahui jumlah kematian neonatal dari yang tertinggi hingga terendah dan capaian Provinsi. Jumlah kematian neonatal Provinsi Gorontalo tahun 2013 yakni sebanyak 202 bayi dengan angka kematian sebesar (10/1000 Kelahiran Hidup), jumlah ini menurun dibandingkan kematian neonatal tahun 2012 yakni sebanyak 231 kematian neonatal begitu juga dengan Angka Kematian Neonatal di tahun 2012 yakni 11,76/1000 KLH. Hal ini dikarenakan pelayanan kesehatan bayi melalui kunjungan ke sarana kesehatan secara umum dilihat dari capaian Provinsi lebih meningkat dibandingkan tahun tahun sebelumnya, sehingga penanganan dan pengawasan terhadap bayi sakit dapat segera ditangani. Penyebab lain menurunnya jumlah kematian neonatal di Provinsi Gorontalo yakni Kunjungan Neonatal Lengkap (KNL) di Provinsi Gorontalo tahun 2013 meningkat dibandingkan tahun 2012 sebesar 75% menjadi 88,2% di tahun 2013. dimana jika kunjungan tinggi, maka semakin cepat deteksi dini tanda tanda bahaya pada neonatal ditemukan sehingga semakin cepat penanganan diberikan. Dilihat dari data yang ada kunjungan neonatal mengalami peningkatan dari tahun 2012 yang hanya 33,7% meningkat pada tahun 2013 sejumlah 39,8%, namun demikian persentase penanganan terhadap faktor resiko komplikasi neonatal ini masih rendah dan memerlukan upaya upaya guna peningkatan ditahun yang akan datang. Kematian Neonatal Kabupaten / Kota tertinggi tahun 2013 terjadi di Kabupaten Gorontalo sebanyak 65 kematian dan terendah di Kabupaten Pohuwato sejumlah 16 kematian neonatal. Hal ini disebabkan Kabupaten Gorontalo memiliki wilayah yang paling luas dengan jumlah penduduk yang terbesar di Provinsi Gorontalo. 2. Angka Kematian Bayi dan Balita Angka kematian bayi adalah jumlah bayi usia 0-11 bulan yang meninggal disuatu wilayah pada kurun waktu tertentu per 1.000 kelahiran hidup di wilayah dan pada kurun waktu yang sama termasuk kematian neonatal dan bayi. Angka kematian bayi terdiri dari angka kematian Neonatal yakni kematian yang terjadi sebelum bayi berumur 1 bulan atau 28 hari per 1000 kelahiran hidup pada satu tahun tertentu. Angka kematian balita adalah jumlah balita usia sampai 59 bulan (bayi + anak balita) yang meninggal di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu per 1.000 kelahiran hidup. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 21

Profil Kesehatan Tahun 2013 Di Indonesia angka kematian balita menurun 63% antara tahun 1990 dan 2012, terutama berkat upaya perluasan layanan imunisasi dan penggunaan terapi rehidrasi oral untuk mengobati diare. Pembentukan lebih dari 250.000 pos kesehatan masyarakat (Posyandu) ditingkat desa dalam 25 tahun terakhir yang menyediakan perawatan kesehatan khusus bagi ibu dan anak anak serta pelaksanaan program program kesehatan dasar termasuk keluarga berencana, gizi dan imunisasi juga memberikan kontribusi terhadap penurunan jumlah kematian bayi dan anak. Trend angka kematian Bayi dan Balita selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut : Gambar : 3.2 Trend Angka Kematian Bayi dan Balita Kabupaten / Kota se Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2013 Angka kematian Bayi dan Balita dipengaruhi oleh persalinan yang ditolong tenaga kesehatan yang saat ini mencapai 96,8% sehingga penanganan kegawatdaruratan pada bayi dapat segera ditangani. Hal lain yang mempengaruhi penurunan angka kematian bayi dan balita di Provinsi Gorontalo tahun 2013 adalah kunjungan bayi dan balita, semakin tinggi kunjungan bayi dan balita maka akan semakin dini mendeteksi resiko atau situasi kesehatan bayi dan balita. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan bayi dari tahun 2012 yang mencapai 64% meningkat menjadi 75,2% di tahun 2013. Penurunan angka kematian bayi ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya kapasitas tenaga kesehatan dalam penanganan bayi dan balita sakit. Dimana tenaga kesehatan telah dilatih Penanganan Neonatal Komplikasi, Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), Penanganan Bayi dan Balita Sakit, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 22

Profil Kesehatan Tahun 2013 Stimulasi Deteksi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) dan masih ada program lain yang dilaksanakan bersama sama pemerintah Provinsi dan Kabupaten / Kota. Pelatihan ini juga bukan lagi di khususkan untuk bidan seperti pelatihan yang telah dilakukan sebelumnya tetapi dilakukan juga terhadap perawat dan dokter di Puskesmas atau sarana pelayanan kesehatan dasar dengan tujuan agar terbentuk tim di Puskesmas guna penanganan kegawatdaruratan bayi dan balita. Dari angka kematian bayi dan balita per 1000 KLH di Provinsi Gorontalo dapat dilihat jumlah kematian bayi dan balita sebagai berikut : Gambar : 3.3 Jumlah Kematian Bayi dan Balita Kabupaten / Kota se Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2013 Gambar diatas menunjukkan jumlah kematian pada bayi dan balita, dimana kematian bayi terbanyak terjadi di Kabupaten Gorontalo sebanyak 89 bayi dengan angka kematian 16,8/1.000 KLH disusul dari Kabupaten Boalemo dengan jumlah kematian 69 bayi dan terendah Kabupaten Pohuwato sejumlah 20 kematian. Sedangkan trend angka kematian bayi dan balita di Provinsi Gorontalo dari kurun waktu 2008 sampai 2009 mengalami fluktuasi yakni tahun 2008 13,5/1.000 KLH, tahun 2009 mengalami peningkatan yakni dengan angka 14,7/1.000 KLH, di tahun 2010 mengalami penurunan signifikan yakni 12,9/1.000 KLH kemudian terus meningkat ditahun 2011 dan 2012 sebanyak 18,7/1.000 KLH. Capaian ini mengalami penurunan di tahun 2013 hingga 13,3/1.000 KLH. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 23

Profil Kesehatan Tahun 2013 3. Angka Kematian Ibu (AKI) Angka kematian ibu merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Kematian ibu yang dapat dilihat yakni kematian ibu hamil, kematian ibu bersalin dan kematian ibu nifas. AKI merupakan upaya dan tujuan dalam Millenium Development Goal s yakni meningkatkan kesehatan ibu dimana target yang akan dicapai sampai tahun 2015 yakni menurunkan angka kematian ibu hingga tiga per empat dalam kurun waktu 1990 2015 (102/100.000 KLH). Secara Nasional dari tahun 1994 sampai dengan tahun 2012, AKI menunjukkan penurunan yang signifikan dari angka 390 dari tahun 1994 menjadi 228 di tahun 2007. Namun berdasarkan SDKI 2012, pada periode 2008 2012 AKI meningkat tajam menjadi 359 per 100.000 KLH. Jumlah kematian ibu di Provinsi Gorontalo tahun 2013 mencapai 52 ibu, jumlah ini mengalami peningkatan dibanding dengan tahun 2012 yakni 48 ibu. Untuk Provinsi Gorontalo belum dapat menghitung Angka Kematian Ibu dikarenakan jumlah kelahiran belum mencapai 100.000 kelahiran hidup, tetapi guna mengukur capaian kinerja bidang kesehatan ditingkat daerah berdasarkan Renstra dan Renja Dinas kesehatan Provinsi Gorontalo melalui komitmen antara Kepala Daerah dalam hal ini Gubernur, Wakil Gubernur dan Satuan Kerja Dinas Kesehatan maka untuk melihat keberhasilan program kesehatan ibu dihitung dengan menggunakan jumlah dan angka kematian ibu. Hal ini sangat dibutuhkan sebagai tolok ukur dalam perencanaan dan evaluasi bidang kesehatan selanjutnya, sehingga setiap tahunnya tetap menghitung capaian kinerja membandingkan jumlah kematian dengan kelahiran hidup dalam konstanta 100.000. Tahun 2013 dari jumlah Kematian ibu sebanyak 52 ibu, tertinggi terjadi pada kelompok umur 20 30 tahun seperti yang digambarkan melalui grafik berikut : Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 24

Profil Kesehatan Tahun 2013 Gambar : 3.4 Jumlah Kematian Ibu Berdasarkan Umur Kabupaten / Kota Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2013 Gambar diatas menunjukkan jumlah kematian ibu berdasarkan golongan umur dimana pada golongan umur <20 tahun jumlah kematian 5, tertinggi terjadi di Kabupaten Gorontalo sebanyak 3 kematian ibu. Pada golongan umur 20 34 tahun ditahun 2013 terjadi 39 kematian ibu tertinggi di Kabupaten Bone Bolango sebanyak 9 ibu, disusul pada kelompok umur >35 tahun terjadi 8 kematian ibu yang tertinggi dialami oleh Kabupaten Gorontalo. Kematian ibu tertinggi pada kelompok umur 20 34 tahun, berdasarkan laporan dari bidang Bina Gizi dan KIA Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo hal ini dikarenakan hal hal sebagai berikut : - Upaya sosialisasi dan penyuluhan pada remaja mengenai bahaya menikah dan mengalami kehamilan pada usia dini sudah dilaksanakan oleh tenaga kesehatan, lintas program serta lintas sektor dari tingkat Provinsi sampai dengan tingkat Kabupaten secara kontinyu sehingga mampu menekan kematian ibu dibawah umur 20 tahun. - Umur 20 34 tahun adalah usia produktif seorang wanita, sehingga kehamilan diusia ini lebih banyak di bandingkan dengan usia lainnya yang secara tidak langsung juga menyebabkan resiko kematian terbanyak ada pada range umur ini. Jumlah penduduk dengan usia kehamilan tertinggi 20 34 tahun dibuktikan juga dengan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 tertinggi di daerah perkotaan maupun pedesaan. Sehingga pada rentan umur tersebut Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 25

Profil Kesehatan Tahun 2013 terdapat banyak resiko maupun kejadian kehamilan, bgitu juga kejadian kematian. Gambar : 3.5 Proporsi penduduk yang sedang hamil berdasarkan laporan rumah tangga Menurut kelompok umur dan tempat tinggal, Indonesia 2013 Sumber : Riskesdas Tahun 2013 Sedangkan trend kematian ibu di Provinsi Gorontalo dari kurun waktu tahun 2009 hingga 2013 mengalami fluktuasi yakni sebanyak 50 ibu mati ditahun 2009, kemudian mengalami penurunan signifikan ditahun 2010 sebanyak 40 ibu mati. Selanjutnya pada tahun 2011 meningkat sebanyak 49 ibu mati dan tahun 2013 meningkat lagi menjadi 52 ibu mati. Selengkapnnya dapat dilihat melalui gambar berikut : Gambar : 3.6 Jumlah dan Angka Kematian Ibu kurun waktu 5 (Lima) tahun Provinsi Gorontalo Tahun 2009 2013 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2009 2013 Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 26

Profil Kesehatan Tahun 2013 Angka kematian ibu di Provinsi Gorontalo yang mengalami fluktuatif selama kurun waktu 5 tahun ini menggambarkan bahwa masalah yang sama yang menjadi penyebab kematian ibu belum terselesaikan dengan baik. Masalah utama penyebab kematian ibu berdasarkan laporan dari penyebab kematian ibu Kabupaten / Kota adalah Antenatal Care (ANC) yang belum berkualitas sehingga penemuan dini resiko tinggi pada ibu hamil belum maksimal. Hal berikut yang menyebabkan masih tingginya angka kematian ibu adalah kapasitas bidan dalam penanganan kegawatdaruratan obstetri masih rendah. Sesuai data kesehatan ibu Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Tahun 2013, dari 779 bidan yang berada di Provinsi Gorontalo (baik bidan PNS dan bidan PTT) hanya 232 bidan yang telah dilatih Asuhan Persalinan Normal (APN). Pelatihan APN bertujuan agar terlaksananya persalinan normal dengan baik dan benar, selain itu penyebab lainnya adalah kepesertaan KB berkualitas yang masih kurang. Hal hal tersebut diatas yang memicu penyebab medis pada kematian ibu hamil, ibu melahirkan dan ibu nifas. Berikut persentase penyebab kematian ibu Kabupaten / Kota tahun 2013. Gambar : 3.7 Persentase Penyebab Kematian Ibu Kabupaten / Kota Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2013 Dari gambar diatas dapat diketahui persentase penyebab kematian ibu di Provinsi Gorontalo tahun 2013. Proporsi penyebab kematian tertinggi adalah hipertensi sebanyak 28,8% (15 orang) dan perdarahan sebanyak 21,2% (11 orang), penyebab lainnya adalah infeksi 7,7% (4 orang), abortus 1,9% (1 orang), partus lama 1,9% (1 orang). Sedangkan untuk penyebab kematian Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 27

Profil Kesehatan Tahun 2013 lain lain sebesar 38,5% (20 orang) yakni dengan rincian penyebab sebagai berikut : - Kota Gorontalo : Jantung (2 orang) - Kabupaten Gorontalo : Asma Bronkhial (1 orang) dan Urosepsis (1 orang) - Kabupaten Boalemo : Kala II lama (1 orang), Prolaps Uterus (1 orang), Infact Miocard (1 orang), Acites (1 orang), Emboli Air Ketuban (1 orang), TBC (1 orang) - Kabupaten Pohuwato : Gagal Ginjal (1 orang) - Kabupaten Bone Bolango : Gagal Ginjal (1 orang), Emboli Air Ketuban (1 orang), Gagal Nafas (1 orang), Alergi (1 orang), Kejang (1 orang), Odema Paru Akut (1 orang). - Kabupaten Gorontalo Utara : Jantung (2 orang), Acites + Ikterus (1 orang). 4. Usia Harapan Hidup (UHH) Usia Harapan Hidup merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. Angka harapan hidup yang rendah disuatu daerah harus diikuti dengan program pembangunan kesehatan dan program sosial lainnya termasuk kesehatan lingkungan, kecukupan gizi dan kalori termasuk program pembrantasan kemiskinan. Tabel : 3.1 Capaian Usia Harapan Hidup (UHH) Provinsi Gorontalo Tahun 2006-2012 Indikator 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Usia Harapan Hidup 65,6 65,9 66,2 66,4 66,8 67,1 67,88 Sumber : BPS Provinsi Gorontalo Usia harapan hidup Provinsi Gorontalo dari kurun waktu tahun 2006 sampai 2012 mengalami peningkatan, dimana tahun 2006 capaian usia harapan hidup 65,6 tahun terus meningkat hingga tahun 2012 mencapai 67,88 tahun. Data ini cukup mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan IPM Provinsi Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 28

Profil Kesehatan Tahun 2013 Gorontalo yang meningkat dari 70,82 ditahun 2012 meningkat menjadi 71,31. Usia harapan hidup merupakan salah satu gambaran keberhasilan program upaya kesehatan dan program pembangunan sosial ekonomi suatu daerah dan negara. Meningkatnya upaya kesehatan melalui pelayanan kesehatan di Puskesmas dan meningkatnya akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, mampu memenuhi kebutuhan gizi dan kalori, mampu mempunyai pendidikan lebih baik sehingga memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang memadai yang pada akhirnya akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan memperpanjang usia harapan hidupnya. B. Angka Kesakitan (Morbiditas) 1. Angka Kesakitan TB Tuberculosis adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri yang berpengaruh pada paru, sistim kekebalan tubuh yang baik dapat mengendalikan penyakit ini. Menurut WHO penyakit TB adalah penyebab kematian yang besar untuk ODHA diseluruh dunia, sehingga percepatan penanggulangan dan pengendalian penyakit ini secara nasional ditargetkan melalui komitmen global Millenium Development Goals (MDG s) hingga tahun 2015 melalui goal 6 (enam) yakni Memerangi HIV/AIDS, Malaria dan penyakit menular lainnya. Hasil Riskesdas tahun 2013 prevalensi penduduk Indonesia yang di diagnosis TB Paru menurut Riskesdas 2013 yakni 0,4%. Gorontalo termasuk dalam 5 (Lima) Provinsi dengan TB Paru tertinggi (0,5%), Provinsi lain adalah Jawa Barat (0,7%), Papua (0,6%), DKI Jakarta (0,6%), Banten (0,4%) dan Papua Barat (0,4%). Selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut : Gambar : 3.8 Prevalensi TB Paru Menurut Provinsi Tahun 2007 & 2013 Sumber : Riskesdas Tahun 2013 Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 29

Profil Kesehatan Tahun 2013 Di Provinsi Gorontalo proporsi pasien TB Paru BTA Positif diantara suspek yang di periksa dahaknya menggambarkan mutu dari proses penemuan sampai diagnosis pasien serta kepekaan menetapkan kriteria suspek. Angkanya berkisar antara 5% 15%. Data yang bersumber dari profil kesehatan Kabupaten / Kota se Provinsi Gorontalo menggambarkan proporsi pasien TB Paru Positif di antara suspek TB yang diperiksa, memperoleh hasil sebagai berikut : Gambar : 3.9 Proporsi Pasien Tb Paru Positif Tahun 2013 Sumber : Profil Kes. Kab / Kota Thn 2013 Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa proporsi pasien TB paru BTA positif diantara suspek yang diperiksa dahaknnya per Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo tahun 2013 tertinggi adalah Kabupaten Gorontalo Utara 9,92% dan terendah kabupaten gorontalo 6,69%. Angka ini termasuk kategori baik karena masih dalam range 5% - 15%. Jika angka ini <5% kemungkinan disebabkan oleh penjaringan suspek yang terlalu longgar, banyak yang tidak memenuhi kriteria suspek atau terdapat masalah dalam pemeriksaan laboratorium (negatif palsu). Sedangkan jika angka ini >15% mungkin disebabkan oleh penjaringan terlalu ketat atau terdapat masalah dalam pemeriksaan laboratorium (positif palsu). Jumlah penderita TB Paru positif saat ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu yakni dari jumlah TB Paru (+) 1.756 penderita di tahun 2012 meningkat menjadi 1.842 penderita di tahun 2013. Jumlah ini terbanyak di Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo masing masing 484 penderita dan 414 penderita. Angka penemuan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 30

Profil Kesehatan Tahun 2013 kasus baru (CDR) yang mencapai target di tahun 2013 yakni 86,5% dari target yang telah ditentukan sebesar 85% dan CNR (Case Notification Rate) mencapai 163/100.000 penduduk tahun 2013. 2. Angka Kesakitan Pneumonia Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernafasan yang terbanyak didapatkan dan sering merupakan penyebab kematian hampir di seluruh dunia. Pneumonia adalah radang paru yang disebabkan oleh bakteri dengan gejala panas tinggi disertai batuk berdahak, napas cepat (frekuensi napas >50 kali/menit), sesak dan gejala lainnya (sakit kepala, gelisah dan nafsu makan berkurang). Di Indonesia menurut hasil Riskesdas insiden dan prevalensi pneumonia tahun 2013 adalah 1,8% dan 4,5%. Lima Provinsi yang mempunyai insiden dan prevalensi pneumonia tertinggi menurut umur adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) (4,6% dan 10,3%), Papua (2,6% dan 8,2%), Sulawesi Tengah (2,3% dan 5,7%), Sulawesi Barat (3,1% - 6,1%) dan Sulawesi Selatan (2,4% dan 4,8%). Hasil Riskesdas menyatakan Provinsi Gorontalo mengalami insiden dan prevalensi pneumonia Tahun 2013 yakni 1,7% dan 4,1%. Gambar : 3.10 Cakupan Penemuan Pneumonia Balita Tahun 2013 Sumber : Profil Kes. Kab / Kota Thn 2013 Program pengendalian ispa menetapkan bahwa kasus yang ditemukan harus ditatalaksana sesuai standar, dengan demikian angka penemuan kasus ispa juga merupakan gambaran penatalaksanaan kasus ISPA. Pada grafik diatas menunjukan bahwa angka penemuan kasus ISPA belum merata di Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 31

Profil Kesehatan Tahun 2013 kabupaten/kota. Kabupaten Boalemo merupakan kabupten dengan capaian penemuan tertinggi 93,4% (melebihi target Nasional 2013 yaitu 90%) sedangkan kabupaten lain secara berurutan Kabupaten Bone Bolango 63%, Kabupaten Gorontalo Utara 37,2%, Kabupaten Gorontalo 35,1%, Kota Gorontalo 31% dan yang paling rendah cakupannya adalah kabupaten pohuwato sebesar 24,4%. Cakupan penemuan secara umum di tingkat provinsi baru mencapai 44,4% dan belum mencapai target Nasional, akan tetapi Jika dibandingkan dengan capaian Nasional Tahun 2012 (23,4%) Provinsi Gorontalo cakupannya sudah cukup baik. 3. Kasus HIV / AIDS AIDS disebabkan salah satu kelompok virus yang disebut dengan retroviruses yang sering disebut dengan HIV. Virus AIDS menyerang sel darah putih khususnya yang disebut dengan T-lymphocytes. Seseorang yang terinfeksi HIV AIDS system kekebalan tubuhnya akan menurun drastis. Kasus HIV /AIDS di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan termasuk di Provinsi Gorontalo, sampai Desember 2013 kasus HIV/AIDS dilaporkan berjumlah 148 orang. Persentase lebih besar terjadi pada laki-laki yaitu 71,4% dan perempuan 28,6% serta didominasi oleh kelompok usia produktif 20-39 tahun. Gambar : 3.11 Jumlah Kasus HIV/AIDS Tahun 2003-2013 Sumber : Profil Kes. Kab / Kota Thn 2013 Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 32

Profil Kesehatan Tahun 2013 Gambar diatas menunjukkan jumlah kasus di tahun 2003 sampai dengan 2013 yang secara kumulatif berjumlah 148 kasus, peningkatan jumlah kasus HIV/Aids yang ditemukan dikarenakan intensifikasi penemuan kasus penyakit menular untuk peningkatan penanganan terhadap kasus penyakit sedini mungkin. Sehingga penderita penyakit lebih cepat mendapatkan pengobatan dan pemutusan rantai penularan lebih cepat. Gambar : 3.12 Jumlah Kasus HIV/AIDS Berdasarkan Umur Tahun 2013 Sumber : Profil Kes. Kab / Kota Thn 2013 Sebagaimana grafik diatas jumlah kasus AIDS lebih besar yaitu 21 kasus sedangkan kasus HIV berjumlah 14, jumlah kasus tertinggi berdasarkan kelompok umur yakni 20-29 tahun sebanyak 15 kasus, kelompok umur 30-39 tahun sebanyak 13 kasus. Berbagai kebijakan pemerintah diarahkan dalam penanggulangan AIDS, salah satunya sejak tahun 1994 pemerintah Indonesia mengeluarkan Keputusan Presiden No. 26 tahun 1994 dibentuklah Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) ditingkat Nasional yang kemudian disusul terbentuknya KPA seluruh Provinsi dan masih banyak lagi kebijakan internasional terkait dengan pengendalian lajunya epidemik HIV/AIDS. Dari kebijakan ini muncul langkah langkah prioritas yang mencantumkan program ini dalam perencanaan strategis pembangunan kesehatan, menetapkan dan memperkuat KPA untuk mengkoordinasikan upaya penanggulangan HIV/AIDS bersama perangkat daerah lainnya. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 33

Profil Kesehatan Tahun 2013 4. Kasus Diare Diare atau diarrhea adalah sebuah penyakit dimana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus menerus dengan tinja atau feses dengan kandungan air berlebihan. Gambar : 3.13 Prevalensi Diare per 1000 penduduk per Kabupaten / Kota Provinsi Gorontalo Tahun 2011-2013 Sumber : Profil Kes. Kab / Kota dan Program P2 Thn 2010-2013 Prevalensi diare menurun sampai tahun 2011 yakni 29,5 per 1000 penduduk. Tahun 2013 Prevalensi diare mengalami penurunan yakni 27,3 per 1000 penduduk, tertinggi capaian tahun 2013 terjadi di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara dengan angka prevalensi 34, terendah Kabupaten Pohuwato dengan angka prevalensi Diare 18. Sedangkan untuk case fatality rate (CFR) saat KLB masih dibawah standar nasional yaitu 0,03% (Nasional <1%). 5. Kasus Kusta Kusta adalah penyakit infeksi menahun yang disebabkan kuman kusta yang menyerang kulit dan saraf tepi yang disebut dengan mycobacterium leprae. Dalam tubuh manusia, kuman dapat ditemukan dikulit, kelenjar keringat, folikel rambut dan air susu ibu. Penyakit kusta (lepra) masih merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup besar di Indonesia, beban Kusta di Indonesia terbagi atas dua, yaitu provinsi dengan bebab kusta Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 34

Profil Kesehatan Tahun 2013 rendah (low endemik) dan Provinsi dengan kasus baru 10 atau lebih (High endemik). Tahun 2013 Provinsi Gorontalo masih termasuk kategori Provinsi dengan beban kusta tinggi (High Endemik) dengan Penemuan kasus sebesar 19,23 per 100.000 penduduk, dengan proporsi terbanyak penderita adalah lakilaki sebesar 62,96% dan perempuan sebanyak 37,04%. Demikian juga dengan kasus pada anak dan angka kecacatan tingkat II yang peningkatannya ditunjukkan pada gambar berikut : Gambar : 3.14 Persentase Kasus Kusta pada Anak dan Cacat Tkt. II per Kabupaten/Kota Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Profil Kes. Kab / Kota Tahun 2013 Gambar di atas menunjukkan angka proporsi cacat tk. II Provinsi Gorontalo tahun 2013 sebesar 6,5% melebihi standar yang ditetapka secara nasional yaitu <5%, adapun proporsi paling besar kasus dengan cacat tk. II adalah di Kota Gorontalo (16,7%) dan yang paling kecil adalah Kabupaten Gorontalo (1,7%). Angka proporsi cacat tk.ii menunjukkan kinerja petugas dalam case finding dan case holding, bisa diasumsikan kinerja petugas rendah kemungkinan lain adalah rendahnya pengetahuan masyarakat tentang tanda dini kusta. Untuk kasus kusta pada anak secara Nasional di tetapkan targetnya yakni <5%. Untuk Tahun 2013 Provinsi Gorontalo sebesar 9,7%, dengan proporsi kasus kusta pada anak terbesar di kabupaten Bone Bolango sebesar Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 35

Profil Kesehatan Tahun 2013 15,5% dan paling kecil di kabupaten boalemo. Tingginya kasus pada anak menunjukkan masih tingginya penularan kusta di masyarakat. 6. Kasus Acute Flaccid Paralysis (AFP) per 100.000 Penduduk < 15 tahun Acute Flaccid Paralysis (AFP) merupakan gejala awal dari penyakit polio. AFP adalah semua anak < 15 tahun dengan kelumpuhan (paralysis/paresis) yang sifatnya layuh (Flaccid) terjadi secara mendadak (Acute), bukan disebabkan oleh ruda paksa. Data surveilans menyatakan insiden polio tertinggi pada usia < 3 tahun (50 75%). Indikator yang harus dicapai pada surveilans AFP ini adalah non polio AFP Rate dan specimen adekuat. Secara Nasional telah memenuhi target yaitu >2 per 100.000 anak usia <15 Tahun, dengan specimen adekuat >80%. Termasuk di Provinsi Gorontalo untuk tahun 2013 AFP Rate Non Polio adalah 5,87 per 100.000 anak usia < 15 Tahun, akan tetapi angka ini belum merata di kabupaten / kota. Gambar : 3.15 Jumlah kasus AFP per Kabupaten/Kota Provinsi Gorontalo dan AFP Rate per 100.000 penduduk usia < 15 tahun Sumber : Profil Kes. Kab / Kota Tahun 2013 Gambar di atas menunjukkan jumlah kasus AFP per Kabupaten / Kota, tertinggi kasus AFP terjadi di Kota Gorontalo sejumlah 7 kasus, Kabupaten Bone Bolango sebanyak 4 Kasus, Kabupaten Gorontalo Utara sebanyak 3 kasus, Kabupaten Boalemo dan Pohuwato masing masing 2 Kasus dan terendah Kabupaten Gorontalo 1 kasus. Adapun AFP rate (Non Polio) Provinsi Gorontalo mencapai 5,87/100.000 penduduk usia <15 tahun. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 36

Profil Kesehatan Tahun 2013 7. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Demam berdarah atau demam dengue (DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Nyamuk atau beberapa jenis nyamuk menularkan atau menyebarkan virus dengue. Gejala dari demam dengue ini adalah demam, sakit kepala, kulit kemerahan yang tampak seperti campak, nyeri otot dan persendian. Jumlah kasus DBD yang dilaporkan di Provinsi Gorontalo Tahun 2013 berjumlah 243 kasus dengan CFR yang cukup tinggi yaitu 8,4%. Kasus DBD terbanyak terjadi di Kabupaten Gorontalo yaitu sebanyak 122 kasus dan kasus paling sedikit di Kabupaten Boalemo (2 kasus), sedangkan untuk CFR tertinggi adalah di Kabupaten Bone Bolango sebesar 6,1%. Selengkapnya per Kabupaten / Kota dapat dilihat sebagai berikut : Gambar : 3.16 Jumlah Kasus DBD dan CFR per Kabupaten / Kota Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Profil Kes. Kab / Kota Tahun 2013 Angka Insiden DBD Provinsi Gorontalo Tahun 2013 adalah 21,6 per 100.000 penduduk. Angka ini masih dibawah angka Nasional (52 per 100.000 penduduk), akan tetapi CFR di Provinsi Gorontalo masih tinggi (8,4%) melebihi standar yang ditetapkan <1% Seperti halnya DBD, kasus chikungunyah meningkat khususnya di daerah perkotaan. Untuk Tahun 2013 dilaporkan KLB chikungunyah sebanyak 7 kali di Kota Gorontalo dan 1 kali di laporkan di Kabupaten Gorontalo. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 37

Profil Kesehatan Tahun 2013 8. Kasus Malaria Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi sasaran prioritas komitmen global dalam Millenium Development Goals (MDG s) tujuan ke 6 yakni perang terhadap HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya. Berbagai upaya untuk pengendalian penyakit malaria ini diantaranya pencegahan dengan penggunaan kelambu dan penyemprotan dalam ruangan agar terhindar dari nyamuk pembawa penyakit malaria. Jumlah kasus malaria di Indonesia sejak tahun 2000 telah mengalami penurunan dari 3,62 kasus per 1000 penduduk pada tahun 2000 menjadi 1, 85 kasus per 1000 penduduk pada tahun 2009. Kendati penggunaan teknik baru untuk mengukur insidensi yakni melalui diagnosis klinis menunjukkan tingkat prevalensi nasional sebesar 2,89% pada tahun 2010. Insiden tertinggi terjadi di Papua dengan angka 31,4% dan terendah di Bali dengan 0,3%. Gambar : 3.17 Insiden Malaria Menurut Provinsi Tahun 2007 & 2013 Sumber : Profil Kes. Kab / Kota Tahun 2013 Data Riskesdas sebanyak 15 Provinsi mempunyai prevalensi malaria di atas angka Nasional sebagian besar berada di Indonesia Timur. Gorontalo mempunyai Insiden malaria 0,2% dan Prevalensi 1,1%. Di Provinsi Gorontalo kasus malaria dapat dilihat dari angka Annual Paracite incidence (API) yang menunjukkan angka 1,2 per 1000 penduduk. Angka ini sudah mencapai target Nasional dimana pemerintah telah menargetkan secara Nasional API sebesar (1,25 per 1000 penduduk). Guna mengukur pencapaian API dalam upaya pengendalian penularan malaria saat ini dilihat dari Angka Slide Positif Rate Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 38

Profil Kesehatan Tahun 2013 (SPR), pencapaian di Provinsi Gorontalo masih tinggi yaitu 9,38% (Nasional ditetapkan <5%) tertinggi di Kabupaten Pohuwato 27,5% dan paling rendah di Kota Gorontalo 1,13%. Angka SPR tinggi menunjukkan bahwa ABER (Annual Blood Examniation Rate atau sediaan darah yang diperiksa) masih rendah, seharusnya jika ditemukan 1 kasus positif maka sediaan darah 5 rumah di sekitar penderita dan masing-masing rumah, jadi minimal 25 orang. Dari pencapaian SPR ini dapat dilihat kemungkinan masih terdapat kasus lain disekitar penderita yang positif. Sehingga program pengendalian malaria dengan pemeriksaan sediaan darah 5 rumah disekitar penderita positif harus benar benar dilaksanakan guna penemuan kasus sedini mungkin, mengendalikan dampak penularan penyakit sekaligus menguji tercapaian target penemuan kasus per 1000 penduduk di Provinsi Gorontalo. Jika program ini dilaksanakan dengan baik maka tergambar jelas kondisi kasus malaria yang sebenarnya di Provinsi Gorontalo dan semakin efektif pula upaya pengendaliannya hingga pencapaian target API terus menurun sesuai kondisi dimasyarakat. Gambar : 3.18 Angka SPR (Slide Positif Rate) Kabupaten / Kota Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Profil Kes. Kab / Kota Tahun 2013 Dari gambar diatas menunjukkan persentase angka SPR (penderita positif dengan pemeriksaan sediaan darah) terhadap kasus malaria masih tinggi, angka Kabupaten / Kota tertinggi terjadi di Kabupaten Pohuwato yakni 27,5%, kemudian Kabupaten Boalemo 13,2%, terendah di Kota Gorontalo yakni Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 39

Profil Kesehatan Tahun 2013 1,13%. Provinsi Gorontalo mencapai 9,38%, angka ini masih tinggi dari target yang seharusnya dicapai yakni <5%. 9. Cakupan Desa / Kelurahan terkena KLB di tangani < 24 jam Kejadian Luar Biasa (KLB) menurut Departemen Kesehatan RI dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 949/MENKES/SK/VII/2004 dijelaskan sebagai timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis dalam kurun waktu dan daerah tertentu. Berikut persentase KLB yang ditangani <24 jam di Provinsi Gorontalo. Gambar : 3.19 KLB yang ditangani < 24 Jam per Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Profil Kes. Kab / Kota Tahun 2013 Target Nasional Kejadian Luar Biasa (KLB) ditangani < 24 jam adalah 90% pada Tahun 2013, untuk Provinsi Gorontalo pada Tahun 2013 mencapai 81,33%. Angka ini belum mencapai target Nasional, akan tetapi jika dilihat trend kenaikan dari Tahun 2010 yakni 66% angka ini mengalami peningkatan sehingga KLB di Provinsi Gorontalo dapat tertangani dengan baik. KLB yang paling sering terjadi pada tahun 2013 adalah chikungunya dengan frekuensi sebanyak 8 kali di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo dengan jumlah penduduk yang terserang yakni berjumlah 416 orang. Selain KLB chikungunya, Diare, DBD dan keracunan merupakan KLB dengan jumlah penduduk yang Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 40

Profil Kesehatan Tahun 2013 diserang >50 orang. Jumlah KLB selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut : Gambar : 3.20 Jumlah KLB Berdasarkan Jenis Penyakit / KLB Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Profil Kes. Kab / Kota Tahun 2013 Dari data KLB diatas dapat dilihat jumlah frekuensi dan penderita terbanyak yakni Chikungunyah dengan jumlah frekuensi 8 kali dan jumlah penderita terserang selama kurun waktu 2013 sebanyak 416 orang.terbanyak berikutnya adalah DBD dengan frekuensi 4 kali dan jumlah penderita terserang yakni 140 penderita, selain itu ada Diare dengan jumlah terserang 80 orang, Keracunan 70 orang dan yang masing masing kurang dari 50 terserang yakni Malaria, Rabies dan AFP. Upaya pengendalian KLB di Provinsi Gorontalo yakni dengan Surveilans Epidemiologi dan KLB sistem kewaspadaan dini (SKD-KLB) berupa pengamatan yang sistematis dan terus menerus yang mendukung sikap tanggap / waspada yang cepat dan tepat terhadap adanya suatu perubahan status kesehatan masyarakat. Kegiatan ini berupa penyelidikan KLB pada pertama kali mendapatkan informasi adanya KLB atau dugaan KLB. Penyelidikan perkembangan KLB atau penyelidikan KLB lanjutan dan selanjutnya penyelidikan KLB untuk mendapatkan data epidemiologi KLB atau pada saat KLB berakhir. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 41

Profil Kesehatan Tahun 2013 10. Kasus Rabies Rabies adalah penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik yaitu ditularkan dari hewan ke manusia. Virus rabies ditularkan ke manusia melalui gigitan hewan misalnya anjing, kucing, kera dan kelelawar. Rabies disebut juga penyakit anjing gila. Berikut data yang bersumber dari program pengandalian penyakit (P2) Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo mengenai jumlah kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR). Gambar : 3.21 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR)Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Profil Kes. Kab / Kota Tahun 2013 Selama Tahun 2013, KLB Rabies yang dilaporkan sebanyak 4 kali. Gambar diatas menunjukkan jumlah Kasus gigitan yang terjadi pada Tahun 2013 di Provinsi Gorontalo adalah 508 kasus dengan CFR 1,6%. Jumlah kasus terbanyak di Kabupaten Boalemo (137 kasus) tertinggi berikutnya di Kabupaten Gorontalo (99 kasus), Kabupaten Bone Bolango (95 kasus) dan CFR tertinggi di Kabupaten Gorontalo Utara (5%). Berdasarkan data profil kesehatan pada Tahun 2009 tercatat kasus klinis filariasis yang dilaporkan berjumlah 224 kasus. Program eliminasi dilaksanakan melalui dua pilar kegiatan yaitu Pemberian Obat Masal Pencegahan (POMP) filariasis kepada semua penduduk di kabupaten endemis dengan menggunakan DEC 6mg /kg BB dikombinasi dengan albendazole 400mg sekali setahun selama Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 42

Profil Kesehatan Tahun 2013 5 tahun serta tata laksana kasus klinis filariasis untuk mencegah dan mengurangi kecacatan. Di Provinsi Gorontalo telah dilaksanakan POMP selama 5 Tahun berturut sejak Tahun 2005, dan mulai Tahun 2012 telah melaksanakan kegiatan TAS (Transmission Assesment Survey) yang bertujuan apakah setelah kegiatan POMP selesai masih terjadi transmisi. Tahun 2012 di laksanakan pertama kali di Kabupaten Boalemo. Kegiatan TAS dilaksanakan 2 Tahap. C. Status Gizi Masyarakat Status gizi adalah suatu keadaan tubuh yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan. Keseimbangan tersebut dapat dilihat dari variable pertumbuhan, yaitu berat badan, tinggi badan/panjang badan, lingkar kepala, lingkar lengan dan panjang tungkai (Gibson, 1990). Status gizi dipengaruhi oleh konsumsi makanan dan penggunaan zat zat gizi di dalam tubuh. Bila tubuh memperoleh cukup zat zat gizi dan digunakan secara efisien akan tercapai status gizi optimal yang yang memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja dan kesehatan secara umum pada tingkat setinggi mungkin. (Almatsir, 2001). Status gizi masyarakat dapat dilihat dari indikator sebagai berikut : 1. Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Indikator untuk menilai status gizi masyarakat yakni cakupan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Berdasarkan pengertian BBLR adalah bayi baru lahir yang berat badan lahirnya pada saat kelahiran kurang dari 2500 gram. Dahulu neonates dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram disebut premature. Pada tahun 1961 oleh WHO semua bayi yang baru lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram disebut Low Birth Weight Infants (BBLR). Dari data yang bersumber dari Profil Kesehatan kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo, tahun 2012 jumlah BBLR sebanyak 560 bayi dengan persentase 2,9%. Capaian ini meningkat di tahun 2013 yakni jumlah BBLR sebanyak 721 bayi dengan persentase 3,5%. Penyebab adanya BBLR ini di akibatkan oleh faktor kesehatan ibu pada saat hamil antara lain penyakit yang berhubungan langsung dengan kehamilan misalnya perdarahan antepartum, trauma fisik dan psikologis, diabetes Melitus, Toksemia Gravidarum dan Nefritis Akut. Penyebab usia ibu hamil juga sangat mempengaruhi terjadinya BBLR, usia yang masih muda pada ibu hamil banyak mengakibatkan kejadian Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 43

Profil Kesehatan Tahun 2013 prematuritas tertinggi di masyarakat. Data BBLR Kabupaten / Kota selengkapnya dapat dilihat dari gambar berikut : Gambar : 3.22 Jumlah dan Persentase Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Tahun 2013 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2013 Dari gambar diatas dapat dilihat jumlah BBLR tertinggi di Kabupaten Gorontalo yakni 244 bayi dengan persentase 3,7%, tertinggi ke dua terjadi di Kabupaten Gorontalo Utara sejumlah 122 bayi dengan persentase 5,6%. Kejadian BBLR terendah di Kabupaten Pohuwato sejumlah 59 bayi dengan persentase 2,3%. BBLR terjadi dikarenakan faktor kesehatan ibu selama hamil dan faktor pemeriksaan ibu hamil pada sarana kesehatan sangat menentukan terjadinya BBLR. Faktor lain yang berpengaruh yakni kualitas dari pelayanan Antenatal Care (ANC) terpadu dan terintegrasi yang kurang maksimal. Jika kualitas ANC baik maka penemuan / deteksi dini faktor resiko ibu hamil dapat diatasi sejak dini pula. Saat ini intervensi yang sering dilakukan cenderung setelah bayi dilahirkan bukan pada saat ibu hamil melalui pengawasan pada ibu yang mempunyai faktor resiko tertentu. Solusi yang dilakukan yakni memasukkan dalam perencanaan terpadu untuk pelayanan ANC sesuai waktu pelaksanaan ANC yang harus dilakukan, misalnya pada saat ibu hamil trimester pertama sampai ketiga dilakukan pengawasan bagi ibu yang beresiko sehingga kasus BBLR dapat diatasi sejak dini dengan membuat program konsumsi makanan dan vitamin bagi ibu hamil. Saat ini jumlah penyebab kematian bayi terbanyak dikarenakan faktor BBLR, begitu juga dalam hal penanganannya harus dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 44

Profil Kesehatan Tahun 2013 segi gizi dan KIA. Sebagai perbandingan capaian BBLR Provinsi Gorontalo, dapat pula dilihat hasil RISKESDAS Nasional tahun 2013. Gambar : 3.23 Kecenderungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) pada balita Indonesia Tahun 2010 dan 2013 Sumber : Riskesdas Tahun 2013 2. Gizi Kurang, Gizi Buruk dan Prevalensi Gizi Kurang Guna mengukur tingkat status gizi masyarakat di Provinsi Gorontalo pemerintah melalui Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melaksanakan kegiatan Pemantauan Status Gizi (PSG) yang merupakan tindakan dan perhatian terhadap kasus gizi buruk yang terjadi. Gizi buruk merupakan masalah yang perlu mendapatkan perhatian secara khusus, serta perlu penanganan yang cermat dan sistematik, hingga diketahui akar penyebabnya dan selanjutnya disiapkan program strategik untuk mencegah agar kasus gizi buruk tidak terjadi, dan kasus gizi kurangyang ada tidak jatuh ke kasus gizi buruk. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah antara lain melalui revitalisasi Posyandu dalam meningkatkan kapasitasnya mendukung pelaksanaan surveilans gizi atau Pemantauan Wilayah Setempat (PWS)-Gizi. Pemantauan Status Gizi (PSG) adalah salah satu metode penilaian status gizi penduduk, khususnya anak balita, dan merupakan bagian dari Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG). Sedangkan KADARZI adalah keluarga yang mampu mengenali masalah gizi anggota keluarganya dan mampu mengatasi masalah tersebut baik sendiri maupun dengan bantuan pihak lain. Melalui pelaksanaan PSG-KADARZI diharapkan tersedia informasi status gizi balita dan perilaku keluarga sadar gizi yang terintegrasi secara Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 45

Profil Kesehatan Tahun 2013 berkala. Hal ini bermanfaat untuk keperluan perencanaan, penetapan kebijakan dan evaluasi program perbaikan gizi, (Laporan PSG Provinsi Gorontalo, 2013). Persentase status gizi di Provinsi Gorontalo dapat dilihat dari gambar berikut : Gambar : 3.24 Persentase Gizi Kurang, Gizi Buruk dan Prevalensi Kurang Gizi Tahun 2013 Sumber : Laporan PSG Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Gambar diatas menunjukkan gambaran status gizi yang dilihat dari indikator Gizi Kurang, Gizi Buruk dan Prevalensi gizi kurang. Dari hasil pemantauan status gizi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo diperoleh hasil capaian Gizi kuran di Provinsi Gorontalo mencapai 8,1%, kontribusi terbesar ada pada Kabupaten Pohuwato yakni 10,9% masyarakat dengan gizi kurang. Sedangkan gizi buruk mencapai 2,2% dengan tertinggi ada pada Kabupaten Gorontalo sejumlah 3,4%. Angka ini terus mengalami penurunan jika dibandingkan dengan hasil survey PSG di tahun 2012 dimana prevalensi gizi kurang mencapai 14,44% menurun di tahun 2013 hingga mencapai 10,3%. Capaian ini cukup signifikan mengingat perlunya upaya menekan angka kekurangan gizi dimasyarakat harus terus dilakukan, program pemantauan status gizi dan pemulihan gizi melalui sarana pelayanan dasar maupun Theurapeutic Feeding Center (TFC) di semua Kabupaten / Kota sangat mempengaruhi perbaikan gizi pada masyarakat terutama balita. Program inovasi lainnya yang dilaksanakan yakni kurikulum Ilmu Gizi berbasis Makanan Khas Gorontalo, hal ini dilakukan dalam upaya pemutusan penyebab gizi kurang dan buruk melalui makanan sehingga masyarakat khususnya usia sekolah menerapkan kebiasaan konsumsi makanan yang mudah diperoleh sehari hari tetapi memiliki nilai gizi yang tinggi. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 46

Profil Kesehatan Tahun 2013 BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN Upaya kesehatan msyarakat merupakan kegiatan yang dilakukan pemerintah maupun swasta untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan di masyarakat. Upaya kesehatan mencakup upaya upaya promosi kesehatan, pemeliharaan kesehatan, pemberantasan penyakit menular, penyehatan lingkungan dan penyediaan sanitasi dasar. Upaya kesehatan di Provinsi Gorontalo diutamakan pada pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi antara lain pelayanan antenatal, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir yang diberikan di sarana kesehatan mulai Posyandu, Poskesdes, Puskesmas sampai Rumah Sakit. A. Pelayanan Kesehatan Dasar 1. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4) Pelayanan antenatal adalah upaya preventif program pelayanan kesehatan obstetrik untuk optimalisasi luaran maternal dan neonatal melalui serangkaian kegiatan pemantauan rutin selama kehamilan. (Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo, 2010 hal. 278). K1 merupakan gambaran besaran ibu hamil yang telah melakukan kunjungan pertama ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal. sedangkan K4 adalah gambaran ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar paling sedikit empat kali, dengan distribusi pemberian pelayanan yang dianjurkan adalah minimal satu kali pada triwulan pertama, satu kali pada triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ke tiga umur kehamilan. (Juknis SPM, Kementerian Kesehatan RI 2008). Cakupan kunjungan ibu hamil K1 dan K4 Provinsi Gorontalo menurut data profil kesehatan Kabupaten / Kota menunjukkan adanya pencapaian target, yakni K1 target SPM 95% dan K4 target SPM 95%. Cakupan tahun 2013 ini tidak mengalami perubahan yang signifikan disbanding tahun 2012 dimana persentase K1 tahun 2013 mencapai 100,8% dan berada diatas target nasional. Sedangkan cakupan K4 tahun 2013 yakni 88,3% masih diperlukan upaya untuk mencapai target nasional tersebut. Kesenjangan antara K1 dan K4 tidak terlalu jauh, hal ini menunjukkan bahwa partisipasi ibu hamil dalam memeriksakan diri ke petugas kesehatan sudah cukup baik namun tetap tidak melupakan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh petugas kesehatan. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 47

Profil Kesehatan Tahun 2013 Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013 menunjukkan kunjungan pertama (K1) ideal di Provinsi Gorontalo mencapai >60%. K1 ideal yakni indikator untuk melihat frekuensi yang merujuk pada periode trimester saat melakukan pemeriksaan kehamilan. Sedangkan K4 Kementerian Kesehatan menetapkan K4 sebagai salah satu indikator ANC. (Direktorat Bina Kesehatan Ibu, Kemkes RI 2010). Berikut gambaran cakupan indikator ANC K1 ideal dan ANC K4 Indonesia tahun 2013 berdasarkan data Riskesdas tahun 2013. Gambar : 4.1 Cakupan Indikator ANC K1 ideal dan ANC K4 menurut Provinsi, Indonesia 2013 Sumber : Riskesdas Tahun 2013 Sedangkan capaian Provinsi Gorontalo menurut laporan Kabupaten / Kota cakupan K1 dari tahun ke tahun sudah memenuhi target SPM yang telah ditetapkan dan K4 ibu hamil menurun dari angka K1 yakni 88,3%. Capaian tertinggi K4 ada di Kabupaten Pohuwato sejumlah 93,7%, kemudian ke dua di Kota Gorontalo mencapai 93,4%, disusul Kabupaten Bone Bolango dengan capaian 90,2%, Kabupaten Gorontalo Utara 86,1% dan terendah Kabupaten Gorontalo 85,2 serta Kabupaten Boalemo 84%. Kunjungan ibu hamil ini harus terus diupayakan hingga memenuhi target SPM, agar ibu yang memiliki resiko tinggi terhadap kehamilan maupun persalinan dapat diketahui dan di pantau oleh tenaga kesehatan sampai bulan terakhir kehamilan. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 48

Profil Kesehatan Tahun 2013 Gambar : 4.2 Persentase Cakupan K1 dan K4 Berdasarkan Kabupaten / Kota Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2013 2. Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan yang memiliki Kompetensi Kebidanan Yang di maksud persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan adalah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan meliputi dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dokter umum dan bidan. Tenaga kesehatan merupakan orang yang memiliki keahlian dalam membantu persalinan sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin. Persalinan oleh tenaga kesehatan di Provinsi Gorontalo rata rata memperlihatkan kenaikan dibandingkan tahun 2012. Persalinan nakes akan mampu memberikan daya ungkit penurunan AKI dan AKB, jika dilaksanakan oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan yang memenuhi standar. Kenyataan yang ada selama ini masih terdapat persalinan nakes yang masih dilaksanakan diluar fasilitas kesehatan atau dilaksanakan di fasilitas kesehatan yang belum memenuhi standar. Pentingnya persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan yakni diketahuinya kelainan atau resiko secara dini pada ibu hamil sehingga dapat sesegera mungkin merujuk yang bersangkutan ke sarana kesehatan yang ada. Banyaknya kasus keterlambatan penanganan persalinan di sarana kesehatan mengakibatkan kematian pada ibu dan bayi. Terjadinya kematian ibu banyak disebabkan karena kondisi darurat perdarahan, hipertensi, eklampsi dan penyebab lainnya yang Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 49

Profil Kesehatan Tahun 2013 sebagian telah disertai dengan komplikasi sehingga menyulitkan pada saat persalinan. Berikut gambaran persalinan nakes di Provinsi Gorontalo : Gambar : 4.3 Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan Kabupaten / Kota Provinsi Gorontalo Tahun 2012-2013 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2013 Gambar diatas menunjukkan adanya peningkatan persalinan yang di tolong oleh tenaga kesehatan, yakni pada tahun 2012 persentase persalinan nakes 90,5% dan meningkat di tahun 2013 menjadi 96,8%. Kenaikan persalinan oleh tenaga kesehatan ini tertinggi di Kabupaten Gorontalo Utara dengan capaian 109,1%. Berikutnya di Kabupaten Pohuwato sebanyak 103,5% sedangkan Kabupaten lainnya rata rata capaian persalinan nakes diatas dari 90% di tahun 2013. Capaian ini diharapkan tetap dilaksanakan sehingga terus mencapai target 95%. Dari hasil Riskesdas tahun 2013 menyajikan proporsi tempat bersalin di fasilitas kesehatan (RS, RB/klinik/praktek nakes,puskesmas/pustu) dan Polindes /Poskesdes serta dirumah menurut karakteristik. Pada kelompok ibu berumur resiko tinggi (umur ibu kurang dari 20 tahun dan umur 35 tahun ke atas) nasional lebih banyak yang melahirkan dirumah mencapai 64,5%. Peningkatan persalinan oleh tenaga kesehatan dikarenakan peningkatan jumlah bidan di sarana kesehatan sehingga mampu melakukan pertolongan persalinan, meningkatnya jumlah rumah tunggu sebagai tempat sementara untuk upaya menuju ke sarana kesehatan terdekat ibu yang akan melakukan persalinan. Tahun 2012 sebanyak 41 rumah tunggu dan tahun 2013 sebanyak 28 rumah Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 50

Profil Kesehatan Tahun 2013 tunggu, faktor berikutnya adanya kepesertaan jaminan kesehatan untuk memudahkan pembiayaan masyarakat yang akan melakukan persalinan. Gambar : 4.4 Proporsi Kelahiran 1 Januari 2010 sampai saat wawancara menurut tempat bersalin dan Provinsi, Indonesia Tahun 2013 Sumber : Riskesdas Tahun 2013 Gambar diatas menunjukkan 70,4% kelahiran pada periode 1 janiari 2010 saat wawancara terjadi di fasilitas kesehatan di polindes/poskesdes dengan persentase tertinggi di rumah bersalin, klinik, praktek dokter/praktek bidan (38,0%) dan terendah di poskesdes/polindes (3,7%), namun masih terdapat 29,6% yang melahirkan dirumah/lainnya. Provinsi Gorontalo mencapai 68% ibu yang melahirkan pada fasilitas pelayanan kesehatan sedangkan masih ada sekitar 32% yang melahirkan dirumah/lainnya. Dari data tersebut dapat dilihat Provinsi Gorontalo masih memerlukan perhatian terhadap persalinan oleh tenaga kesehatan baik di fasilitas kesehatan atau rumah, karena masyarakat Gorontalo sebagian masih menempati daerah terpencil dengan tingkat pendidikan rendah sehingga pengetahuan dan jangkauan untuk melakukan persalinan masih perlu ditingkatkan lagi. Upaya pemerataan tenaga kesehatan yang berkompeten untuk menolong persalinan dan upaya pemerataan fasilitas kesehatan perlu dilakukan pemerintah guna menekan serendah rendahnya jumlah kematian ibu yang masih tinggi di Provinsi Gorontalo. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 51

Profil Kesehatan Tahun 2013 3. Peserta KB Baru dan KB Aktif Pengertian Keluarga Berencana (KB) menurut Undang Undang (UU) No. 52 tahun 2009 pasal 1 (8) dalam Arum dan Sujiatini (2009) tentang perkembangan dan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan melalui promosi perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Jenis jenis peserta KB yakni peserta KB baru, peserta KB lama dan peserta KB aktif. Sedangkan kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat adanya pertemuan antara sel telur dan sel sperma. Adapun tujuan KB yakni meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan norma keluarga kecil bahagia sejahtera yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk. Target nasional mengenai kesehatan reproduksi yang akan dicapai hingga tahun 2015 yang terangkum dalam indikasi keberhasialn Millenium development Goals (MDGs) adalah cakupan layanan KB pada pasangan usia subur (PUS) 70%. Penurunan prevalensi kehamilan 4 terlalu mencapai 50%, penurunan kejadian komplikasi KB serta penurunan angka drop out pengguna alat kontrasepsi. Pada kenyataan dilapangan cakupan peserta KB aktif yang tinggi belum menjamin kematian ibu rendah karena tingkat pengetahuan terhadap kontrasepsi jangka panjang sehingga masih perlu konseling kepada petugas kesehatan di tingkat dasar agar petugas kesehatan dapat memberikan sosialisasi atau pengetahuan ke masyarakat tentang kontrasepsi jangka panjang dan pengaruh positifnya terhadap pasangan usia subur. Kematian ibu cenderung dialami oleh pasangan usia subur yang menggunakan kontrasepsi jangka pendek seperti pil dan suntik karena ketidaksesuaian penggunaan sehingga banyak menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan. Lebih lanjut kahamilan yang tidak diinginkan tersebut dapat memicu terjadinya abortus dan faktor resiko lainnya yang merupakan penyebab utama kematian ibu saat ini, tetapi hal tersebut tidak membuat PUS beralih untuk memilih kontrasepsi jangka panjang dikarenakan faktor kurangnya pengetahuan akan manfaat MKJP, faktor takut dan malu saat pemasangan alat kontrasepsi dan faktor seringnya tidak tersedia alat kontrasepsi jangka panjang yang dipilih oleh masyarakat di layanan kesehatan. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 52

Profil Kesehatan Tahun 2013 Berikut jenis kontrasepsi yang digunakan dan kondisi kondisi di Provinsi Gorontalo yakni Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang terdiri dari IUD, MOP, MOW dan Implan. Sedangkan jenis kontrasepsi Non MKJP terdiri dari Suntik, Pil dan Obat Vagina. Di Provinsi Gorontalo kondisi tahun 2013 peserta KB aktif sejumlah 117.828 peserta PUS dengan persentase 66,6%. Peserta KB baru dari sumber Kabupaten / Kota se Provinsi Gorontalo di tahun 2013 yakni sejumlah 29.154 peserta dengan persentase 72,8%. Jumlah peserta KB aktif tahun 2013 ini lebih rendah dibandingkan dengan jumlah peserta KB tahun 2012 sejumlah 147.345 PUS. Perbandingan peserta KB aktif menurut jenis kontrasepsi yang digunakan oleh PUS selengkapnya dapat dilihat pada gambar sebagai berikut : Gambar : 4.5 Proporsi Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi Kabupaten / Kota Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2013 Gambar diatas menunjukkan proporsi kontrasepsi aktif di Kabupaten / Kota tahun 2013 terbanyak menggunakan kontrasepsi Suntik sebanyak 34,9%, tertinggi berikutnya penggunaan kontrasepsi Pil sebanyak 27,8%, kemudian Implan sebanyak 17,7% dan terendah penggunaan terhadap kontrasepsi Medis Operatif Pria (MOP) sebanyak 0,4%. Dewasa ini angka kematian ibu terus meningkat, program keluarga berencana (KB) ini diselenggarakan oleh pemerintah dengan tujuan mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, yang nantinya diharapkan dapat berkontribusi dalam penyelamatan terhadap ibu dan peningkatan mutu sumber daya manusia. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 53

Profil Kesehatan Tahun 2013 4. Desa yang mencapai Universal Child Immunization (UCI) Desa UCI (Universal Child Immunization) adalah desa dengan 80% anak usia <1 tahun di desa tersebut telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap sesuai umur yang terdiri dari HB0 1x, BCG 1x, DPTHB 3x, Polio 4x,Campak 1x. di Provinsi Gorontalo tahun 2013 capaian UCI 80%, perolehan ini meningkat dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya mencapai 77,9%. Cakupan UCI desa per Kabupaten / Kota se Provinsi Gorontalo selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut : Gambar : 4.6 Cakupan UCI Desa per Kabupaten/Kota Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2013 Untuk Tahun 2013 Cakupan Desa UCI di Provinsi Gorontalo adalah 80% dengan cakupan tertinggi Kabupaten Boalemo 95,1 % dan Terendah Kota Gorontalo 68%. Membandingkan kembali cakupan UCI tahun 2012 dan 2013 dalam persentase yakni Kota Gorontalo (80 & 68), Kabupaten Gorontalo (100 & 73,7), Kabupaten Boalemo (90,2 & 95,1), Kabupaten Pohuwato (75,2 & 90,5), Kabupaten Bone Bolango (69,1 & 84,2) dan Kabupaten Gorontalo Utara (59,3 & 70,7). Sedangkan target Nasional UCI Tahun 2013 adalah 90%, sehingga program ini belum mencapai target nasional. Dari data diatas dapat dilihat bahwa capaian UCI yang mengalami peningkatan signifikan yakni Kabupaten Bone Bolango dari capaian 69,1% tahun 2012 meningkat menjadi 84,2% tahun 2013. Sebaliknya yang mengalami penurunan capaian yakni Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo. Hal ini perlu Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 54

Profil Kesehatan Tahun 2013 mendapatkan perhatian dan upaya upaya penanganan terhadap bayi yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Perlunya penjaringan yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas masing masing Kabupaten / Kota hingga target 90% anak mendapatkan imunisasi dasar lengkap, perlu adanya sarana dan prasarana yang mudah di jangkau dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi dasar sehingga dapat membawa bayi untuk dilakukan imunisasi secara berkala. Tidak tercapaianya UCI Desa dipengaruhi pula banyaknya bayi yang tidak di imunisasi. Berikut analisis Persentase Drop Out Cakupan DPT HB1 - Campak per Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo Tahun 2013. Target Nasional imunisasi BCG adalah >95%, Provinsi Gorontalo Cakupan Imunisasi BCG Tahun 2013 mencapai 100%, tetapi masih terdapat 1 kabupaten yang belum mencapai target yaitu Kabupaten Boalemo cakupannya 82%. Cakupan BCG merupakan indikator keterjangkauan program. Angka Drop Out (DO) DPTHB1-Campak secara Nasional di tetapkan nilainya <5%. Angka ini menunjukkan efektivitas program. Untuk Tahun 2013 angka Drop Out di Provinsi Gorontalo masih di bawah 5%, akan tetapi yang menjadi perhatian adalah angka drop out yang nilainya minus yaitu Kabupaten Pohuwato (-2,77%) dan Kabupaten Gorontalo Utara (-5,45%). 5. Cakupan Imunisasi Campak Target Nasional Imunisasi Campak > 90%, Provinsi Gorontalo cakupan Imunisasi campak Tahun 2013 mencapai 99,9%. Cakupan Imunisasi campak merupakan indikator tingkat perlindungan program, angka yang telang dicapai tahun 2013 terus meningkat dari tahun ketahun dibandingkan tahun 2012 yang mencapai angka 98,8%. Imunisasi campak di Provinsi Gorontalo menunjukkan pencapaian diatas target nasional, namun hal ini belum seiring dengan capaian UCI dimana imunisasi dasar lengkap harus diperoleh seluruh bayi yang ada. Ini berarti anak yang di imunisasi campak masih ada yang terlewatkan imunisasi sebelumnya yakni imunisasi BCG, DPT-HB atau polio,sehingga UCI Desa belum dapat dicapai sesuai target. Imunisasi campak di Provinsi Gorontalo selama kurun waktu tahun 2012 sampai 2013 selengkapnya dapat dilihat sebagai berikut: Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 55

Profil Kesehatan Tahun 2013 Gambar : 4.7 Persentase Imunisasi Campak Provinsi Gorontalo Tahun 2012-2013 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2012 2013 Data yang bersumber dari Kabupaten / Kota se Provinsi Gorontalo menunjukkan peningkatan capaian imunisasi campak yang mengalami peningkatan dari tahun 2012 (98,8%) menjadi (99,9%) ditahun 2013. Tertinggi imunisasi campak di Kabupaten Gorontalo Utara 121,5%, disusul Kabupaten Pohuwato 114,6%, Kabupaten Gorontalo 98,1% dan Kabupaten Boalemo merupakan Kabupaten dengan capaian imunisasi campak paling rendah sebesar 85,7% B. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Akses dan mutu pelayanan kesehatan merupakan kesempatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Saat ini akses dan mutu pelayanan kesehatan diidentifikasi melalui proses perencanaan yang berbasis kesetaraan gender, hal ini dilakukan dalam upaya memenuhi sumber daya dan memberikan pelayanan yang tepat sesuai dengan kebutuhan pengguna. Ada 2 (dua) faktor utama yang mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan yakni pelayanan kesehatan yang di harapkan (expected services) dan pelayanan yang dirasakan (perceived services). Selain peningkatan sarana pelayanan dan mutu pelayanan kesehatan, akses terhadap pelayanan kesehatan juga dapat melalui program Jaminan Pelayanan Kesehatan secara menyeluruh (Universal Coverage). Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 56

Profil Kesehatan Tahun 2013 Untuk mengembangkan jaminan sosial bagi seluruh rakyat, pemerintah telah mengupayakan melalui Undang Undang Nomor 40 Tahun 2011 tentang Sistim Jaminan Sosial Nasional (SJSN) untuk menjamin seluruh rakyat agar mampu memenuhi kebutuhan dasar yang layak, termasuk didalamnya kesehatan. Hal ini diperkuat dengan di syahkannya UU BPJS II pada bulan Oktober 2011. Di Provinsi Gorontalo telah di kembangkan program Jaminan Kesehatan Semesta (JAMKESTA) yang terintegrasi dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sebanyak 325.236 penduduk yang telah tercover Jamkesta tahun 2013 sedangkan sebanyak 504.292 penduduk yang telah tercover Jamkesmas. Berikut data kepesertaan Jaminan Kesehatan di Provinsi Gorontalo selengkapnya : Tabel : 4.1 Kondisi Kepesertaan Jaminan Kesehatan di Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Seksi Promkes dan JPKM Dinkes Prov. Gorontalo Tahun 2013 Pelayanan kesehatan di Provinsi Gorontalo meliputi pelayanan kesehatan penduduk miskin, pelayanan kesehatan usia lanjut, pelayanan kesehatan gigi dan mulut dan jaminan pemeliharaan kesehatan. Program pelayanan kesehatan usia lanjut diperoleh capaian sebagai berikut : Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 57

Profil Kesehatan Tahun 2013 Gambar : 4.8 Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut (Usila) 60 Tahun ke Atas Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2013 Upaya kesehatan usia lanjut adalah upaya kesehatan paripurna dasar dan menyeluruh dibidang kesehatan usia lanjut yang meliputi peningkatan kesehatan, pencegahan, pengobatan dan pemulihan. Tempat pelayanan kesehatan tersebut bisa dilaksanakan di Puskesmas, Rumah Sakit, panti panti dan institusi lainnya. (Asfriyanti, SKM,M.Kes, 2003). Pelayanan kesehatan usia lanjut perlu dilakukan sebaik mungkin dalam rangka peningkatan umur harapan hidup karena usia lanjut meripakan sumber daya yang bernilai sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman kehidupan yang dimilikinya yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu kehidupan masarakat seluruhnya dan khususnya guna pelestarian sosial budaya dalam keluarganya. Usia lanjut yang produktif juga dapat dimanfaatkan dalam menunjang pembangunan dengan menjalin kerja sama lintas program dan sektoral dalam program pembinaan kesehatan usia lanjut, sehingga pembinaan dan pelayanan kesehatan usia lanjut yang dilakukan sebaik mungkin dapat membantu program pemerintah yakni upaya terciptanya keluarga yang sehat dan sejahtera. Tahun 2012 persentase pelayanan terhadap usia lanjut mencapai 43,51% yang terdiri dari laki laki sebanyak 46,16% dan perempuan sebanyak 45,46%. Cakupan ini meningkat di tahun 2013 yakni sebesar 59,37% dengan persentase usila laki laki sebanyak 56,93% dan pelayanan terhadap usila perempuan sebanyak 61,48%. Pelayanan kesehatan usia lanjut sudah terprogram dan dilaksanakan baik di tingkat posyandu, pustu, poskesdes maupun puskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan dasar di daerah, namun permasalahan rendahnya cakupan yang timbul karena proses pencatatan dan pelaporan yang tidak dilaksanakan. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 58

Profil Kesehatan Tahun 2013 Tabel : 4.2 Jumlah Pasien Gangguan Jiwa Berat Di Provinsi Gorontalo Tahun 2013 NO KAB/KOTA JUMLAH PASIEN JIWA PENDERITA PASUNG PENDERITA BEBAS PASUNG 1. Kota Gorontalo 107 6 4 2. Kabupaten Gorontalo 187 21 16 3. Kabupaten Boalemo 32 3 1 4. Kabupaten 23 7 2 Pohuwato 5. Kabupaten Bone 101 11 9 Bolango 6. Kabupaten 43 11 10 Gorontalo Utara T O T A L 493 Orang 59 Orang 42 Orang Sumber : Seksi Pelayanan Kesehatan Khusus Tahun 2013 Tabel di atas menunjukkan jumlah pasien gangguan jiwa berat di Provinsi Gorontalo yakni dari 493 orang jumlah pasien jiwa terdapat 59 orang penderita yang di pasung. Sejalan dengan adanya program pengembangan Pelayanan Kesehatan Jiwa dimana penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan secara berkala dan adanya peningkatan peran serta keluarga dan stakeholder terkait sehingga penderita yang dipasung menurun dari 59 orang hingga 42 orang. Di Provinsi Gorontalo terdapat pula program kesehatan tradisional, alternative, komplementer dan kesehatan kerja yang merupakan rangkaiana kegiatan penunjang untuk pencapaian program MDG s dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak serta pencegahan penyakit. Berikut bentuk pembinaan pelayanan kesehatan tradisional, alternative dan komlementer Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 59

Profil Kesehatan Tahun 2013 Tabel : 4.3 Pengobatan Tradisional Menurut Jenisnya Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Seksi Kestrad Alkom dan Kesker Dinkes Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Berdasarkan data diatas bahwa jumlah pengobatan tradisional di Provinsi Gorontalo sebanyak 3320 pengobatan dan yang paling banyak adalah Batra Pijat Urut. Dari keseluruhan pengobatan tradisional baru satu orang pengobat yang memiliki Surat Terdaftar Pengobatan Tradisional (STPT) yaitu batra yang ada di Kabupaten Bone Bolango. Disamping itu upaya peningkatan kapasitas petugas pengelola kestrad terus dilaksanakan melalui pelatihan-pelatihan baik yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan RI maupun Dinas Kesehatan Provinsi dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) 6 orang petugas yang dilatih keterampilan akupuntur. C. Perilaku Hidup Masyarakat 1. Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu strategi yang ditempuh untuk menghasilkan kemandirian dibidang kesehatan baik pada masyarakat maupun individun dan keluarga. Pengertian PHBS sendiri adalahsekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Tujuan PHBS yakni untuk meningkatkan pengetahuan, kemauan dan kemampuan anggota rumah tangga untuk melaksanakan PHBS berperan aktif dalam gerakan PHBS di masyarakat dengan melaksanakan 10 indikator PHBS dalam rumah tangga yakni : 1) Persalinan oleh tenaga kesehatan, 2) Member Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 60

Profil Kesehatan Tahun 2013 bayi ASI eksklusif, 3) Menimbang balita setiap bulan, 4) Menggunakan air bersih, 5) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, 6) Menggunakan jamban sehat, 7) Membrantas jentik dirumah sekali seminggu, 8) Makan sayur dan buah setiap hari, 9) Melakukan aktifitas fisik setiap hari dan 10) Tidak merokok dalam rumah. Terdapat 20 dari 33 Provinsi yang memiliki PHBS yang baik dibawah proporsi nasional. Proporsi nasional yakni 32,3%. Gambar : 4.9 Proporsi Rumah Tangga Yang Memenuhi Kriterian PHBS Baik Indonesia Tahun 2013 Sumber : Riskesdas Tahun 2013 Persentase rumah tangga berphbs Kab/Kota tahun 2013 mencapai 59,3%, capaian ini menurun dibandingkan dari cakupan tahun 2012 yakni 64,5%. Capaian PHBS Kabupaten / Kota tertinggi terjadi di Kota Gorontalo tahun 2012 89,7% dan tahun 2013 82,6%. Tertinggi selanjutnya dikabupaten Bone Bolango dengan persentase PHBS 53,0% dan 61,1%. Kabupaten terendah yang melaksanakan PHBS yakni Kabupaten Gorontalo Utara dengan capaian 2012 11,6 dan 2013 meningkat 23,4%. Penurunan capaian pelaksanaan PHBS ini dikarenakan terjadi pergantian petugas kesehatan yang menangani program PHBS sehingga survey yang dilakukan di tahun 2013 tidak mencakup seluruh rumah tangga. Sebagai perbandingan Proporsi rumah tangga yang memenuhi kriteria PHBS baik Provinsi Gorontalo menurut Riskesdas tahun 2013 mencapai 35%. Terdapat 20 dari 33 Provinsi yang memiliki PHBS yang baik dibawah proporsi nasional. Proporsi nasional yakni 32,3%. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 61

Profil Kesehatan Tahun 2013 Gambar : 4.10 Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Kabupaten / Kota se Provinsi Tahun 2012 2013 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2013 2. Persentase Posyandu Aktif Jumlah posyandu di Provinsi Gorontalo tahun 2013 yakni 1.298 sedangkan jumlah yang aktif adalah 437 (33,67%). Angka ini cenderung menurun dari jumlah di tahun 2012 yakni 1.316 unit dengan jumlah yang aktif sebanyak 711 unit (54,3%). Capaian ini tertinggi dilaporkan oleh Kota Gorontalo (98,47%), terendah dilaporkan Kabupaten pohuwato yakni (10,53%). Penurunan capaian posyandu aktif dipengaruhi adanya kemauan dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kegiatan yang berbasis masyarakat guna mengupayakan angka kesehatan ibu dan anak dan menurunkan angka kematian ibu dan anak. Berikut posyandu menurut strata dapat di gambarkan sebagai berikut : Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 62

Profil Kesehatan Tahun 2013 Gambar : 4.11 Proporsi Posyandu Menurut Strata Provinsi Gorontalo Tahun 2013 1.46% 5.86% 32.2% 60.48% Pratama Madya Purnama Mandiri Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2013 Gambar di atas menunjukkan proporsi strata posyandu, persentase tertinggi ada pada strata Madya sebanyak 60,48%, terbanyak berikutnya ada pada strata Purnama (32,2%) sedangkan pada strata pratama sebanyak 5,86%. Terendah yang berarti terdapat pelayanan lengkap yakni strata Mandiri sebanyak 1,46%. Posyandu ini dapat menjadi wadah pemeliharaan kesehatan yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat dengan bimbingan petugas kesehatan. Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) lain yang aktif yakni Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Saat ini kegiatan Posyandu sebagai upaya kesehatan sebagian besar di arahkan ke Poskesdes, di provinsi Gorontalo jumlah Poskesdes di 6 (enam) Kabupaten / Kota mencapai 279 unit. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun lalu yakni 233 unit Poskesdes D. Keadaan Lingkungan Pemeliharaan lingkungan hidup adalah salah satu tujuan dari tercapaian target MDGs goal 7 yakni Memastikan kelestarian lingkungan hidup. Target percepatan pembangunan kesehatan tahun 2015 di harapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat. Penyehatan lingkungan dapat dilihat dari indikator Rumah Sehat, persentase Keluarga yang Memiliki Akses Air Minum yang Layak, Tempat tempat umum (TTU) dan Tempa pengolahan Makanan (TPM) yang layak. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 63

Profil Kesehatan Tahun 2013 1. Rumah Sehat Rumah sehat adalah rumah yang dapat memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani secara layak sebagai suatu tempat tinggal atau perlindungan dari pengaruh alam luar. Adapun syarat kesehatan dari sebuah rumah tinggal yakni memenuhi syarat fisik dasar yakni temperature, penerangan, ventilasi dan kebisingan. Memenuhi syarat kejiwaan dasar penghuninya dan memenuhi syarat melindungi penghuni dari penularan penyakit (air bersih, pembuangan sampah, terhindar dari pencemaran lingkungan, tidak jadi sarang vector) serta kemungkinan bahaya dan kecelakaan (kokoh, tegak tidak curam, bahaya kebakaran, listrik, keracunan dan kecelakaan lalu lintas). Saat ini jumlah rumah yang layak sesuai syarat kesehatan sejumlah 132.156 unit rumah sebesar 56,7%. Berikut persentase rumah sehat per Kabupaten / Kota selang tahun 2012 dan 2013. Gambar : 4.12 Persentase Rumah Sehat Kabupaten / Provinsi Gorontal Tahun 2012 2013 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2013 dan Program PL Dinkes Prov. Gorontalo Gambar diatas menunjukkan persentase Rumah Sehat Kabupaten / Kota se Provinsi Gorontalo tahun 2013 mencapai 56,7%, kondisi ini meningkat dibandingkan tahun 2012 dengan capaian rumah sehat 53,2%. Jumlah rumah sehat terbanyak berada di Kota Gorontalo dengan capaian75,7%, kemudian di Kabupaten Gorontalo dengan persentase 62%. Terendah capaian rumah sehat di Provinsi Gorontalo terdapat di Kabupaten Boalemo yang hanya 41,5%. Capaian ini diharapkan meningkat setiap tahunnya seiring peningkatan taraf hidup Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 64

Profil Kesehatan Tahun 2013 masyarakat dan perkembangan ekonomi masyarakat Provinsi Gorontalo yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. 2. Penduduk yang memiliki Akses Air Minum yang Layak Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pekerjaan Umum 2013, akses air minum di Indonesia saat ini baru melayani 58,05% sedangkan sanitasi layak mencapai 57,35%. Padahal dalam rangka MDGs 2015, target Indonesia harus memenuhi pelayanan air minum 68,87% dan sanitasi yang layak 62,41%. (Hutajulu, 2013). Hasil Riskesdas Gambar : 4.13 Proporsi Rumah Tangga Yang Memiliki Akses Terhadap Sumber Air Minum Improved Menurut Provinsi Tahun 2007, 2010 dan 2013 Sumber : Riskesdas Tahun 2013 Dari hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2007, 2010 dan 2013 kecenderungan proporsi Rumah Tangga yang memiliki akses sumber air minum nasional mengalami peningkatan yakni tahun 2007 : 62,0%, tahun 2010 : 62,9%, tahun 2013 : 66,8% seperti yang terlihat pada gambar berikut. Persentase akses air minum yang memenuhi syarat kesehatan Nasional Tahun 2013 ditarget sebesar 63,5%. Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Jumlah penduduk yang mempunyai akses air minum sebesar 58%. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 65

Profil Kesehatan Tahun 2013 Gambar : 4.14 Persentase Akses Air Minum Memenuhi Syarat Kabupaten / Kota se Provinsi Gorotalo Tahun 2013 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2013 ` Persentase akses air minum yang memenuhi syarat kesehatan secara Nasional pada Tahun 2013 ditarget sebesar 63,5%. Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Jumlah penduduk dengan akses air minum sebesar 58% dan penduduk yang belum mendapatkan akses air minum yang memenuhi syarat kesehatan sebesar 42%.Tertinggi akses air minum adalah di Kota Gorontalo (78%) dan di Kabupaten Boalemo (15%). Jenis sarana air minum memenuhi syarat yang paling banyak digunakan adalah jenis sumur gali terlindungi sebesar 33,5% kemudian perpipaan sebesar 15,4%. 3. Penduduk yang Memiliki Akses Sanitasi yang Layak Akses terhadap sanitasi dasar yang layak di Provinsi Gorontalo haarus perlu diupayakan. Hal ini dikarenakan adanya penurunan jumlah rumah tangga yang mengakses sanitasi dasar yang layak. Target Nasional 2013 Akses Sanitasi yang Layak adalah 72%. Untuk Provinsi Gorontalo Tahun 2013 cakupannya mencapai 53%. Untuk Cakupan akses sanitasi yang mencapai target Nasional adalah Kota Gorontalo (77%) Kabupaten lainnya belum mencapai target dan yang terendah adalah Kabupaten Gorontalo Utara (29%). Provinsi Gorontalo selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut : Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 66

Profil Kesehatan Tahun 2013 Gambar : 4.15 Persentase Sanitasi Yang Memenuhi Syarat Kesehatan Kabupaten / Kota se Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Tahun 2013 ` Berdasarkan Grafik diatas bahwa sanitasi dasar yang memenuhi syarat kesehatan masih rendah dan belum mencapai target (72%). Sanitasi dasar yang memenuhi syarat dan paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah jenis leher angsa (43%) dan sebanyak (9,2%) menggunakan sarana jenis komunal atau sarana yang digunakan secara bersama termasuk MCK. Untuk jenis sarana plengsengan dan cemplung dimasukkan pada kategori tidak memenuhi syarat kesehatan sehingga jumlah penduduk yang menggunakan sarana tersebut dimasukkan pada kelompok yang tidak mendapatkan akses sanitasi yang layak yaitu sebesar (47,8%). Begitu pila halnya dengan program Desa yang melaksanakan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yakni Desa yang sudah melakukan pemicuan minimal 1 dusun, mempunyai tim kerja masyarakat / Natural Leader dan telah mempunyai rencana tindak lanjut untuk menuju Sanitasi Total. Untuk Tahun 2013 Persentase Desa yang melaksanakan STBM di Provinsi Gorontalo sebesar 35,8%. Tertinggi persentasenya adalah di Kota Gorontalo (100%), kemudian disusul kabupaten Boalemo (75,6%), Kabupaten Pohuwato (63,*%), Kabupaten Gorontalo (32,7), Kabupaten Gorontalo Utara (5,7%) dan paling rendah di Kabupaten Bone Bolango sebesar 4,5%. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 67

Profil Kesehatan Tahun 2013 BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN A. Sarana Kesehatan 1. Puskesmas Puskesmas di Provinsi Gorontalo di tahun 2013 ini berjumlah 92 puskesmas, jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2012 yakni 88 puskesmas. Jumlah puskesmas ini telah memenuhi target untuk melayani jumlah penduduk yang yang ada di Provinsi gorontalo. Hal ini dibuktikan dengan penghitungan rasio jumlah puskesmas dibandingkan dengan jumlah penduduk per 100.000 yakni 8. Hal ini berarti 1 puskesmas di Provinsi Gorontalo melayani sebanyak rata rata jumlah penduduk 130.535 jiwa, sedangkan target nasional yang harus dicapai yakni 1 puskesmas melayani 30.000 penduduk. Semakin tinggi dan merata jumlah puskesmas maka semakin terpenuhi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Dari 92 puskesmas di Provinsi Gorontalo terbagi atas 22 puskesmas rawat inap dan 70 puskesmas non rawat inap. Puskesmas tersebut di dukung dengan 227 puskesmas pembantu (PUSTU) yang rata rata 1 puskesmas didukung 2 pustu di Kabupaten / Kota. Hal ini berarti 1 pustu rata rata siap melayani 4.948 penduduk dengan rasio 20 per 100.000 penduduk. Jumlah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) tahun 2013 yakni 279 unit dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sejumlah 1.298 yang terdiri dari Posyandu pratama 76 (5,86%), madya 785 (60,48%), purnama 418 (32,20%) dan posyandu mandiri 19 (1,46%). Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 68

Profil Kesehatan Tahun 2013 Gambar : 5.1 Jumlah Puskesmas menurut Kabupaten/Kota Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Kabupaten/Kota Kota Gorontalo 9 Puskesmas Kabupaten Gorontalo 21 Puskesmas Kabupaten Boalemo 11 Puskesmas Kabupaten Pohuwato 16 Puskesmas Kabupaten Bone Bolango 20 Puskesmas Kabupaten Gorontalo Utara 15 Puskesmas Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2013 Dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang maksimal guna menurunkan angka kematian ibu, bayi dan balita serta indikator lainnya dibidang kesehatan dikembangkan pusat pelayanan kesehatan dasar dengan kriteria pengembangan antara lain menjadi puskesmas dengan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED). Puskesmas poned adalah puskesmas yang memiliki fasilitas dan kemampuan memberikan pelayanan untuk menanggulangi kasus kegawatdaruratan obstetri dan neonatal selama 24 jam. Puskesmas dalam criteria Poned harus memiliki standar yang meliputi standar administrasi dan manajemen, fasilitas bangunan atau ruangan, peralatan atau obat obatan, tenaga kesehatan dan fasilitas penunjang lainnya. Puskesmas Poned juga harus mampu memberikan pelayanan yang meliputi penanganan pre eklampsi, eklampsi, perdarahan, sepsis, sepsis neonatorum, asfiksia, kejang, ikterus, hipoglikemia, hipotemi, tetanus neonatorum, trauma lahir, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), sindroma gangguan pernapasan dan kelainan kongenital. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 69

Profil Kesehatan Tahun 2013 Saat ini di Provinsi Gorontalo dari 92 puskesmas terdapat 22 puskesmas poned. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2012 yakni 20 puskesmas poned, Peningkatan puskesmas poned terjadi di Kabupaten Bone Bolango menjadi 6 puskesmas telah mampu poned. Jumlah puskesmas poned yang meningkat diharapkan mampu menekan angka kematian ibu yang dibuktikan dengan penurunan jumlah ibu mati di Kabupaten Bone Bolango yang semula 10 ibu mati menjadi 9 di tahun 2013. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan puskesmas poned yakni di Kabupaten Bone Bolango puskesmas yang melaksanakan poned tetapi belum didukung oleh tim poned yang lengkap, berikutnya puskesmas poned di Kabupaten Gorontalo memiliki perlengkapan bidan kit yang baik akan tetapi tidak lengkap (seperti incubator dan suction pump tidak ada), untuk Kabupaten Gorontalo Utara terdapat 3 (tiga) puskesmas rawat inap tetapi belum menyelenggarakan poned, hal ini disebabkan keterbatasan sumberdaya manusia dan sarana prasarana yang mendukung pelaksanaan poned. Kriteria pengembangan puskesmas menjadi puskesmas poned yaitu puskesmas sudah berfungsi baik, puskesmas sudah berfungsi menolong persalinan, diutamakan puskesmas perawatan, melayani 50.000-100.000 penduduk (kecuali puskesmas di kepulauan) dapat dijangkau dengan waktu tempuh paling lama 2 jam dengan transportasi umum setempat, tenaga sekurang kurangnya 1 orang dokter, 1 orang bidan dan 1 orang perawat yang tinggal disekitar dari segi pendistribusian puskesmas poned minimal 4 puskesmas untuk setiap Kabupaten / Kota. Sedangkan penentuan pengembangan puskesmas poned tersebut harus didahului dengan pemetaan sesuai dengan kebutuhan dan puskesmas poned yang berada di perbatasan dengan Kabupaten / Kota tetangga perlu malakukan koordinasi dengan Rumah Sakit di kedua Kabupaten / Kota. Berikut tabel pengembangan puskesmas poned di Kabupaten / Kota se Provinsi Gorontalo. Dari data jumlah Puskesmas mampu Poned di Provinsi Gorontalo masih terdapat 4 Puskesmas Rawat Inap yang belum mampu Poned yakni di Kabupaten Gorontalo Utara yang terdiri dari Puskesmas Anggrek, Puskesmas Sumalata dan Puskesmas Tolinggula. Di Kabupaten Pohuwato yakni Puskesmas Pancakarsa. Hal ini disebabkan kurangnya Sumber daya manusia (SDM) terutama dokter Pegawai negeri Sipil (PNS) dan faktor lain yakni tidak adanya peralatan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 70

Profil Kesehatan Tahun 2013 penunjang Poned di Puskesmas tersebut. Pengembangan puskesmas poned di Kabupaten / Kota se Provinsi Gorontalo dapat dilihat dari tabel berikut : NO Tabel : 5.1 Jumlah Puskesmas mampu PONED Kabupaten / Kota se Provinsi gorontalo Tahun 2013 KABUPATEN/KOT A JUMLAH PUSKESMAS PONED NAMA PUSKESMAS BIASA 1 Kota Gorontalo 1 Limba B 1 KRITERIA PUSKESMAS TERPENCIL SANGAT TERPENCIL 2 Kab. Gorontalo 5 3 Kab. Boalemo 3 4 Kab. Pohuwato 5 Mongolato Tibawa Sidomulyo Tilote Batudaa Bongo II Paguyaman Mananggu Paguat Marisa Motolohu Lemito Popayato 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Suwawa Tapa 1 1 5 Kab. Bone Bolango 6 Bonepantai Kabila Bone Dumbaya Bulan 1 1 1 Botupingge 1 6 Kab. Gorontalo Utara 2 Atinggola Kwandang 1 1 Jumlah 22 5 17 Sumber : Seksi Yankes Dikes Prov. Gorontalo Tahun 2013 2. Rumah Sakit Di Provinsi Gorontalo tahun 2013 terdapat 12 unit rumah sakit yang terdiri dari 9 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan 3 Rumah Sakit Swasta (2 RS Umum dan 1 RS Ibu dan Anak). 5 (lima) RSUD merupakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yakni BLUD RS Prof. DR. Aloe Saboe Kota Gorontalo dan BLUD RS MM. Dunda Limboto, BLUD RS Tani dan Nelayan Boalemo, BLUD RS Pohuwato dan BLUD RS Toto Kabila. 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yakni RSUD Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo, RSUD Otanaha Kota Gorontalo dan RSUD Tombulilato di Kabupaten Bone Bolango, terdapat 2 RS umum swasta Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 71

Profil Kesehatan Tahun 2013 yakni RS Bunda Kota Gorontalo dan RS Islam Kota Gorontalo. RS khusus dengan pengelolaan swasta terdiri dari 1 RS yakni RS bersalin Siti Hadijah Kota Gorontalo, sedangkan 1 RS Kementerian kesehatan yakni RS Bergerak Kabupaten Gorontalo Utara. Jumlah sarana ini masih sama dengan tahun 2012 hanya fungsi dari pelayanan 1 unit RS swasta yang pada tahun 2012 merupakan RS bersalin telah beralih menjadi RS Umum. Indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan Rumah Sakit antara lain dengan melihat perkembangan sarana rumah sakit dengan melihat perkembangan fasilitas perawatan yang biasanya diukur dengan menghitung jumlah rumah sakit dan tempat tidurnya serta rasio terhadap jumlah penduduk. Rasio tempat tidur (TT) rumah sakit umum milik pemerintah terhadap 750 penduduk berdasarkan target RPJMD di Provinsi Gorontalo tahun 2013 yakni jumlah tempat tidur 1.015 TT dengan jumlah penduduk Provinsi gorontalo 1.123.350 jiwa sehingga diperoleh rasio 0,68 per 750 penduduk. Hal ini berarti 1 (satu) tempat tidur RS di Provinsi Gorontalo belum dapat melayani sebanyak 750 penduduk, capaian rasio TT RS menurut perhitungan harus mencapai 1. Makin tinggi rasio TT rumah sakit terhadap penduduk maka semakin tinggi kemampuan penyediaan fasilitas perawatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Capaian ini akan terus meningkat dikarenakan saat ini terdapat Rumah Sakit Provinsi sebagai fasilitas rawat inap bagi masyarakat Gorntalo. Tabel : 5.2 Cakupan Pelayanan Rumah Sakit Provinsi Gorontalo Tahun 2013 BTO RUMAH SAKIT TT BOR (%) LOS (hari) TOI (hari) (kali) Aloe Saboe 350 78,8 58 5 1 MM. Dunda 235 69,9 70 3 1 Toto Kabila 100 69,8 59 5 2 RSTN 78 51,9 48 4 4 Tombulilato 64 6,8 21 1 17 Pohuwato 94 54,7 53 4 3 Otanaha 35 28,0 36 3 7 Hasri Ainun Habibie 50 0,1 0 2 - RS Bergerak 9 22,3 37 0 7 Jumlah / Ratarata 1.015 60,9 53 4 3 Target Nasional 60-85% - 6-9 hari 1-3 hari Sumber : RS Kabupaten/Kota Prov. Gorontalo Tahun 2013 Tabel diatas menunjukkan indikator kinerja pelayanan Rumah Sakit di Provinsi Gorontalo dimana jumlah TT terbanyak dimiliki oleh RS Aloe Saboe Kota Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 72

Profil Kesehatan Tahun 2013 Gorontalo dengan jumlah 350 TT sedangkan yang terendah berada di Rumah Sakit Bergerak Kabupaten Gorontalo Utara sejumlah 9 TT. Keberadaan RS bergerak di Kabupaten Gorontalo Utara memberikan kontribusi yang sangat membantu masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan terutama yang membutuhkan pelayanan rujukan dan rawat inap. Mengingat kondisi geografis di daerah tersebut yang jarak antara fasilitas pelayanan kesehatan cukup jauh, maka keberadaan satu satunya RS di Kabupaten Gorontalo Utara itu sangat dibutuhkan meskipun masih dalam skala terbatas. Rumah sakit ke depan akan dikembangkan menjadi RSUD Kabupaten Gorontalo Utara. Sedangkan untuk persentase pemakaian TT tertinggi yakni di RS Aloe Saboe dengan persentase 78,8%, jumlah ini seiring dengan jumlah TT yang tersedia. Hal ini juga tentunya seiring dengan kebutuhan masyarakat akan pelayanan rawat inap sehingga dapat memberikan tingkat efektifitas dan efisiensi pemakaian tempat tidur bagi masyarakat. Untuk melihat cakupan pelayanan Rumah Sakit Provinsi Hasri Ainun Habibie belum menunjukkan banyak aktifitas rawat inap dikarenakan Rumah sakit ini baru beroperasi pada bulan Oktober tahun 2013, sehingga pemakaian tempat tidur maupun pasien yang dirawat masih jauh dari target nasional. 3. Tenaga Kesehatan Peraturan Pemerintah (PP) tentang tenaga kesehatan yakni PP nomor 32 tahun 1996 yang menyatakan tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau ketrampilan melalui pendidikan dibidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. Yang termasuk dengan tenaga kesehatan diantaranya adalah tenaga dokter, tenaga keperawatan yang meliputi perawat dan bidan. Adapun jenis Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan menurut peraturan pemerintah ini di kategorikan menjadi 9 (sembilan) yakni 1) Medis, 2) Keperawatan, 3) Kefarmasian, 4) Kesehatan Masyarakat, 5)Gizi, 6) Keterapian Fisik, 7) Keteknisan Medis, 8) Tenaga Kesehatan Lainnya, 9) Non Tenaga Kesehatan (Penunjang). Yang dimaksud dengan Non tenaga kesehatan yakni tenaga kesehatan tetapi tidak melaksanakan fungsi pelayanan kesehatan. Kebutuhan tenaga kesehatan dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan peningkatan sarana dan prasarana kesehatan serta kebutuhan akan pelayanan kesehatan yang dikarenakan banyaknya kasus mortalitas dan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 73

Profil Kesehatan Tahun 2013 morbiditas yang terjadi di Provinsi Gorontalo. Rasio tenaga kesehatan terhadap jumlah penduduk dapat dilihat pada gambar berikut : Tabel : 5.3 Rasio Tenaga Kesehatan Per 100.000 Penduduk Provinsi Gorontalo Tahun 2009-2013 INDIKATOR 2009 2010 2011 2012 2013 TARGET NASIONAL Rasio Dokter 20 25 30 34 22 40 Rasio Bidan 60 40 50 50 48 100 Rasio Perawat 85 181 108 109 105 158 Rasio Apoteker 4 8 4-4 9 Rasio Sarjana Kesmasy 19 40 42 35 22 35 Sumber : Profil Dinas Kesehatan Kab/Kota & RS Prov. Gorontalo Tahun 2009-2013 Dari tabel diatas dapat dilihat keadaan tenaga kesehatan di Provinsi Gorontalo selama kurun waktu 5 (lima) tahun dari tahun 2009 sampai dengan 2013. Jumlah dan rasio tenaga kesehatan tahun 2013 menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya dimana rasio dokter tahun 2012 34 per 100.000 penduduk menurun menjadi 22 per 100.000 penduduk di tahun 2013. Hal ini menunjukkan perlu adanya peningkatan SDM sesuai standar nasional untuk kebutuhan dokter yang harus dipenuhi yakni 40 per 100.000 penduduk. Di tingkat Kabupaten / Kota sebaran dokter sebagai pemberi pelayanan kesehatan baik ditingkat dasar maupun rujukan rata rata secara kuantitas meningkat tetapi hal ini masih mengalami kekurangan dikarenakan rasio yang sesuai target yang telah ditentukan belum tercapai, begitu juga dengan jumlah bidan, perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Gambaran tenaga kesehatan tahun 2013 dapat dilihat sebagai berikut : Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 74

Profil Kesehatan Tahun 2013 Gambar : 5.2 Jumlah Tenaga Kesehatan Berdasarkan Jenis Tenaga Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Sumber : Profil Dinas Kesehatan Kab/Kota & RS Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Jumlah tenaga kesehatan dalam Profil Kesehatan tahun 2013 ini tidak memasukkan data data tahun sebelumnya dikarenakan indikator pada petunjuk teknis profil 2013 berbeda dengan juknis sebelumnya, jenis tenaga kesehatan di tahun ini lebih lengkap sesuai dengan PP nomor 32 tahun 1996 yakni 9 (sembilan) jenis tenaga. Sehingga diharapkan guna merencanakan kebutuhan tenaga kesehatan di daerah agar benar benar sesuai kebutuhan dan tepat sasaran. Saat ini jumlah seluruh tenaga kesehatan baik di Kabupaten / Kota maupun Provinsi berjumlah 3.293 tenaga dengan jenis dan fungsi masing masing seperti yang terlihat pada gambar di atas. Lebih lengkap dan jelasnya sebaran tenaga baik di Puskesmas, Rumah Sakit maupun Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota dan Provinsi dapat di lihat pada lampiran dari profil kesehatan ini. Secara umum tenaga di Provinsi Gorontalo masih berada dibawah target standar yang layak dipenuhi satu daerah untuk melayani kebutuhan akan kesehatan masyarakatnya. Namun demikian pemerintah sudah berupaya memenuhi kebutuhan tenaga ini hingga di daerah terpencil dan kepulauan dengan melaksanakan program peningkatan kapasitas SDM kesehatan melalui pengadaan dokter dan bidan PTT yang akan di distribusikan ke daerah terpencil dan sangat terpencil di seluruh Kabupaten/Kota. Tetapi permasalahan distribusi pegawai maupun PTT saat ini masih kurang efektif, sedangkan kebutuhan akan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 75

Profil Kesehatan Tahun 2013 tenaga terutama dokter dan dokter spesialis di Kabupaten / Kota belum terpenuhi sehingga masih membutuhkan upaya sampai pada pemberlakuan reward dan punishment dari pemerintah untuk menempatkan tenaga kesehatan yang ada sesuai dengan kebutuhan. 4. Pembiayaan Kesehatan Tabel : 5.4 Anggaran APBD Kabupaten/Kota se Provinsi Gorontalo Tahun 2009 2013 Kab / kota 2009 2010 2011 2012 2013 Kota gorontalo Kab. Gorontalo 21.599.747.250 27.351.668.206 17.758.936.289 20.026.516.071 32.857.364.683 28.040.577.693 42.479.843.500 34.374.472.000 37.420.760.555 41.330.424.230 Kab. Boalemo 25.275.989.252 23.186.067.011 35.098.285.442 96.842.231.311 18.240.664.782 Kab. Pohuwato 14.949.763.416 15.163.680.652 24.596.907.468 30.776.740.368 37.427.315.211 Kab. Bone bolango 19.503.018.719 8.117.579.000 15.903.209.553 22.282.114.994 26.334.918.522 Kab. Gorut 6.529.485.250 14.309.819.019 32.246.933.012 26.700.274.214 33.676.623.524 JUMLAH 115.898.581.580 130.608.657.388 162.387.472.862 245.233.629.254 189.867.310.952 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2009-2013 Tabel di atas menunjukkan jumlah anggaran APBD Kabupaten / Kota dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dimana pada tahun 2009 APBD kabupaten / Kota mencapai Rp. 115.898.581.580,- meningkat hingga tahun 2013 mencapai 189.867.310.952,- Kabupaten dengan alokasi APBD kesehatan tertinggi di tahun 2013 yakni Kabupaten Gorontalo yang mengalokasikan Rp. 41.330.424.230,- anggaran di Kabupaten ini tertinggi dikarenakan wilayah yang paling luas dengan jumlah penduduk yang paling tinggi dibandingkan dengan Kabupaten lain sehingga kebutuhan akan biaya kesehatan sesuai dengan keadaan masyarakat dilapangan. Sedangkan APBD terendah yakni dialokasikan Kabupaten Boalemo Rp. 18.240.664.782,- anggaran di daerah ini paling tinggi di tahun sebelumnya yakni 2012 mencapai Rp. 96.842.231.311,- yang dipergunakan mencapai program program prioritas di bidang kesehatan sehingga capaian target dapat terlaksana. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 76

Profil Kesehatan Tahun 2013 Gambar : 5.3 Anggaran APBD Provinsi Gorontalo Tahun 2009 2013 Sumber : Sub Bagian Keuangan Dinkes Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Tabel : 5.5 REALISASI ANGGARAN BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) PROVINSI GORONTALO T. A. 2013 NO KAB./KOTA PAGU JUMLAH SISA DANA % 1 Kota Gorontalo 998,000,000 988,911,000 9,089,000 99.09 2 Kab. Gorontalo 2,319,800,000 2,318,145,100 1,654,900 99.93 3 Kab. Boalemo 1,228,140,000 1,228,140,000-100.00 4 Kab. Pohuwato 1,881,540,000 1,879,296,500 2,243,500 99.88 5 Kab. Bone Bolango 2,210,720,000 2,203,784,000 6,936,000 99.69 6 7 Kab. Gorontalo Utara 1,672,440,000 1,671,669,000 771,000 99.95 Manajemen BOK Prov. Gorontalo 534,640,000 512,508,300 22,131,700 95.86 Jumlah 10,845,280,000 10,802,453,900 42,826,100 99.61 Sumber : Seksi Kestrad dan Komplemente, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Provinsi Gorontalo Tahun 2013 Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 77

Profil Kesehatan Tahun 2013 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan analisis data yang diuraikan pada bab diatas yang tersaji dalam Profil Kesehatan Provinsi Gorontalo Tahun 2013, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : A. Kesimpulan 1. Berdasarkan letak geografis dan topografisnya Provinsi Gorontalo tergolong sangat stategis, selain karena berada dibentang garis pantai teluk tomini juga Provinsi Gorontalo berada dijalur lalu linatas penghubung satu provinsi dengan provinsi lainnya. 2. Situasi derajat kesehatan masyarakat di Provinsi Gorontalo tahun 2013 dapat dilihat dari capaian Angka kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang masih tinggi, masing masing 251,7/100.000 Kelahiran hidup dan 13,3/1000 Kelahiran hidup, dimana Umur harapan Hidup saat ini rata rata 67,88. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain adalah kebijakan pemerintah, yang mana dari tahun ke tahun cenderung masih mengarah pada upaya-upaya kuratif (pengobatan). Selain itu, adanya Jaminan pelayanan kesehatan masyarakat menyeluruh (total coverage) lebih dipahami oleh masyarakat untuk dimanfaatkan sebagai sarana yang memudahkan melakukan pengobatan jika sakit dan masih kurang dipahami sebagai dukungan untuk memperbaiki kualitas hidup dengan upaya preventif (Pencegahan). 3. Jumlah kematian neonatal Provinsi Gorontalo sepanjang tahun 2013 masih mengecewakan, sebanyak 202 bayi meninggal sebelum mencapai usia satu bulan. Alasannya cukup kontradiktif, meningkatnya persentase kunjungan neonatal tidak diimbangi oleh persentase penanganan komplikasi neonatal. Padahal secara teoritis, jika kunjungan tinggi maka semakin cepat deteksi dini tanda tanda bahaya pada neonatal ditemukan sehingga semakin cepat penanganan yang diberikan terhadap komplikasi neonatal. 4. Cukup menggembirakan memang, ketika melihat ketersediaan Data profil yang sudah terpilan menurut jenis kelamin terus meningkat dari tahun 2011, hal ini tentu memberikan kontribusi yang baik untuk perencanaan yang saat ini mengarah pada berbasis gender disetiap program / kegiatan kesehatan guna mendukung pencapaian MDGs bidang kesehatan. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 78

Profil Kesehatan Tahun 2013 5. Kunjungan ibu hamil di pelayanan kesehatan di tahun 2013 ini tidak mengalami perubahan yang signifikan dibanding tahun 2012 dimana persentase K1 tahun 2013 mencapai 100,8% dan berada diatas target nasional. Namun hal ini tidak diimbang oleh cakupan K4 tahun 2013 yang hanya mencapai 88,3%, walau pun angka ini telah mencapai target nasional. Memang, kesenjangan persentase K1 dengan K4 tidak terlalu jauh, dan hal ini menunjukkan bahwa partisipasi ibu hamil dalam memeriksakan diri ke petugas kesehatan sudah cukup baik namun juga harus mengutamakan kualitas pelayanan kesehatan. 6. Penyakit infeksi terutama HIV/AIDS, TB, Malaria dan DBD masih menjadi permasalahan resius. Ditambah lagi meningkatnya faktor risiko dan kematian yang ditimbulkan oleh penyakit degenerative karena perubahan pola hidup masyarakat yang berisiko tinggi semakin memberikan kontribusi terhadap penyakit yang bersifat kronis, sudah pasti juga meningkatkan beban pengendalian (pelayanan dan pembiayaan). Double Burden istilah dalam transisi epidemiologi pun mewarnai isu-isu kesehatan. Belum lagi masih adanya neglected diseases ( kusta, Diare, Ispa, Hepatitis, Filariasis/kecacingan), serta masalah sporadic (MERS, Flu Burung, SARS) yang kian mengancam status kesehatan masyarakat. Hal ini dikarenakan upaya preventif (imunisasi, perlindungan kelompok berisiko, dll) yang belum maksimal. 7. Puskesmas di Provinsi Gorontalo di tahun 2013 ini berjumlah 92 puskesmas, jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2012 yakni 88 puskesmas. Jumlah puskesmas ini telah memenuhi target untuk melayani jumlah penduduk yang yang ada di Provinsi gorontalo. Hal ini dibuktikan dengan penghitungan rasio jumlah puskesmas dibandingkan dengan jumlah penduduk per 100.000 yakni 8. Hal ini berarti 1 puskesmas di Provinsi Gorontalo melayani sebanyak rata rata jumlah penduduk 130.535 jiwa, sedangkan target nasional yang harus dicapai yakni 1 puskesmas melayani 30.000 penduduk. Semakin tinggi dan merata jumlah puskesmas maka semakin terpenuhi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Namun saat ini Puskesmas PONED sebagai rujukan pertama kasus kegawat daruratan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh puskesmas lain disekitarnya. 8. Bertambahnya anggaran kesehatan terutama dari kemampuan APBD Kabupaten / Kota mengalami peningkatan cukup signifikan dari RP.162.387.472.862,- tahun 2011 meningkat menjadi Rp. 245.233.629.254,- hal ini sangat penting untuk mendukung pelaksanaan program program Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 79

Profil Kesehatan Tahun 2013 kesehatan masyarakat yang berarti meningkatkan efektifitas menuju capaian sesuai target yang telah ditentukan. B. Saran 1. Melaksanakan rapat koordinasi dan sinkronisasi data secara berkala 2. Pembentukan bank data provinsi Gorontalo untuk menghimpun seluruh data dan informasi dibidang kesehatan 3. Mengupayakan anggaran kesehatan meningkat hingga 10% dari total APBD Kabupaten / Kota sesuai amanat Undang Undang Kesehatan No. 36 tahun 2009 Pasal 171 ayat 2. 4. Agar kegiatan kegiatan yang direncanakan difokuskan pada program program kesehatan yang belum tercapai guna mencapai hasil yang optimal sesuai target. Hal ini disesuaikan juga dengan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan hendaknya program program yang dilaksanakan mulai saat ini atau melalui perencanaan tahun depan dapat diarahkan pada kegiatan yang berbasis gender, hal ini merupakan upaya secara global guna pencapaian target MDGs bidang kesehatan. 5. Perlu adanya komitmen dan kerjasama dari semua pihak, baik lintas program maupun lintas sektor untuk bekerjasama meningkatkan capaian program sesuai dengan target yang sudah ada, saling terbuka memberikan masukan maupun usulan terhadap solusi penyebab masih tingginya angka mortalitas dan morbiditas baik itu dari pemerintah provinsi, kabupaten / kota, swasta maupun masyarakat pada umumnya. 6. Perlu adanya kesepakatan waktu pelaporan dan penyelesaian penyusunan profil kesehatan dengan data data yang sudah di validasi. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo 80

RESUME PROFIL KESEHATAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 ANGKA/NILAI NO INDIKATOR No. Lamp L P L + P Satuan A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 12,435 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 731 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah Penduduk 554,473 568,877 1,123,350 Jiwa Tabel 2 4 Rata-rata jiwa/rumah tangga 4.0 Jiwa Tabel 1 5 Kepadatan Penduduk /Km 2 90.3 Jiwa/Km 2 Tabel 1 6 Rasio Beban Tanggungan 47.4 per 100 penduduk produktif Tabel 2 7 Rasio Jenis Kelamin 97.5 Tabel 2 8 Penduduk 10 tahun ke atas melek huruf 56.08 55.12 55.58 % Tabel 3 9 Penduduk 10 tahun yang memiliki ijazah tertinggi a. SMP/ MTs 31,880.00 31,532.00 63,412.00 % Tabel 3 b. SMA/ SMK/ MA 32,695.00 32,478.00 65,173.00 % Tabel 3 c. Sekolah menengah kejuruan 10,437.00 10,482.00 20,919.00 % Tabel 3 d. Diploma I/Diploma II 3,231.00 3,159.00 6,390.00 % Tabel 3 e. Akademi/Diploma III 4,208.00 4,084.00 8,292.00 % Tabel 3 f. Universitas/Diploma IV 6,221.00 5,985.00 12,206.00 % Tabel 3 g. S2/S3 (Master/Doktor) 1,728.00 1,464.00 3,192.00 % Tabel 3 B. DERAJAT KESEHATAN B.1 Angka Kematian 10 Jumlah Lahir Hidup 10,476 10,182 20,658 Tabel 4 11 Angka Lahir Mati (dilaporkan) 12 12 12 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 4 12 Jumlah Kematian Neonatal 120 82 202 neonatal Tabel 5 13 Angka Kematian Neonatal (dilaporkan) 11 8 10 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5 14 Jumlah Bayi Mati 157 117 274 bayi Tabel 5 15 Angka Kematian Bayi (dilaporkan) 15 11 13 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5 16 Jumlah Balita Mati 179 134 313 Balita Tabel 5 17 Angka Kematian Balita (dilaporkan) 17 13 15 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5 18 Kematian Ibu Jumlah Kematian Ibu 52 Ibu Tabel 6 Angka Kematian Ibu (dilaporkan) 252 per 100.000 Kelahiran Hidup Tabel 6 B.2 Angka Kesakitan 19 Tuberkulosis Jumlah kasus baru TB BTA+ 1,100 736 1,836 Kasus Tabel 7 Proporsi kasus baru TB BTA+ 59.91 40.09 % Tabel 7 CNR kasus baru BTA+ 97.92 65.52 163.44 per 100.000 penduduk Tabel 7 Jumlah seluruh kasus TB 1,144 749 1,893 Kasus Tabel 7 CNR seluruh kasus TB 101.84 66.68 168.51 per 100.000 penduduk Tabel 7 Kasus TB anak 0-14 tahun 1.22 % Tabel 7 Persentase BTA+ terhadap suspek - - 8.39 % Tabel 8 Angka kesembuhan BTA+ 81.71 86.38 83.61 % Tabel 9 Angka pengobatan lengkap BTA+ 14.54 13.08 13.94 % Tabel 9 Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) BTA+ 96.25 99.46 97.56 % Tabel 9 Angka kematian selama pengobatan 0.00 0.00 3.92 per 100.000 penduduk Tabel 9 20 Pneumonia Balita ditemukan dan ditangani 44.55 44.27 44.41 % Tabel 10 21 Jumlah Kasus HIV 9 5 14 Kasus Tabel 11 22 Jumlah Kasus AIDS 16 5 21 Kasus Tabel 11 23 Jumlah Kasus Syphilis 0 0 88 Kasus Tabel 11 24 Jumlah Kematian karena AIDS 3 1 4 Jiwa Tabel 11 25 Donor darah diskrining positif HIV 0.20 0.66 0.22 % Tabel 12 26 Persentase Diare ditemukan dan ditangani 0.00 0.00 0.00 % Tabel 13 27 Kusta Jumlah Kasus Baru Kusta (PB+MB) 136 80 216 Kasus Tabel 14 Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR) 12.11 7.12 19.23 per 100.000 penduduk Tabel 14 Persentase Kasus Baru Kusta 0-14 Tahun 9.77 % Tabel 15 Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 6.51 % Tabel 15 Angka Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 1.25 per 100.000 penduduk Tabel 15 Angka Prevalensi Kusta 1.23 0.77 1.99 per 10.000 Penduduk Tabel 16 Penderita Kusta PB Selesai Berobat (RFT PB) 85.71 35.71 76.19 % Tabel 17 Penderita Kusta MB Selesai Berobat (RFT MB) 39.53 39.39 52.82 % Tabel 17 28 Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi AFP Rate (non polio) < 15 th 5.92 per 100.000 penduduk <15 tahun Tabel 18 Jumlah Kasus Difteri 0 0 0 Kasus Tabel 19 Case Fatality Rate Difteri #DIV/0! % Tabel 19 Jumlah Kasus Pertusis 0 0 0 Kasus Tabel 19 Jumlah Kasus Tetanus (non neonatorum) 0 0 0 Kasus Tabel 19 Case Fatality Rate Tetanus (non neonatorum) #DIV/0! % Tabel 19 Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum 0 0 0 Kasus Tabel 19 Case Fatality Rate Tetanus Neonatorum #DIV/0! % Tabel 19 Jumlah Kasus Campak 10 13 23 Kasus Tabel 20 Case Fatality Rate Campak 0 % Tabel 20 Jumlah Kasus Polio 0 0 0 Kasus Tabel 20 Jumlah Kasus Hepatitis B 0 0 0 Kasus Tabel 20 29 Incidence Rate DBD 11.31 9.70 21.63 per 100.000 penduduk Tabel 21 30 Case Fatality Rate DBD 6.69 9.92 8.37 % Tabel 21

ANGKA/NILAI NO INDIKATOR No. Lamp L P L + P Satuan 31 Angka Kesakitan Malaria (Annual Parasit Incidence ) 0.86 0.37 1.22 per 1.000 penduduk berisiko Tabel 22 32 Case Fatality Rate Malaria 0.83 0.73 0.80 % Tabel 22 33 Angka Kesakitan Filariasis 0 0 0 per 100.000 penduduk Tabel 23 34 Cakupan pengukuran tekanan darah 0.61 0.80 0.71 % Tabel 24 35 Cakupan pemeriksaan obesitas - - - % Tabel 25 36 Cakupan pemeriksaan IVA+ 0.00 % Tabel 26 37 Cakupan pemeriksaan CBE 0.00 % Tabel 26 38 Desa/Kel. terkena KLB ditangani < 24 jam 81.33 % Tabel 28 C. UPAYA KESEHATAN C.1 Pelayanan Kesehatan 39 Kunjungan Ibu Hamil (K1) 101 % Tabel 29 40 Kunjungan Ibu Hamil (K4) 88.29 % Tabel 29 41 Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan 96.75 % Tabel 29 42 Pelayanan Ibu Nifas 88.37 % Tabel 29 43 Ibu Nifas Mendapat Vitamin A 97.06 % Tabel 29 44 Ibu hamil dengan imunisasi TT2+ 86.44 % Tabel 30 45 Wanita usia subur dengan imunisasi TT2+ 2.38 % Tabel 31 46 Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3 85.41 % Tabel 32 47 Penanganan komplikasi kebidanan 78.77 % Tabel 33 48 Penanganan komplikasi Neonatal 43.15 36.40 39.82 % Tabel 33 49 Peserta KB Baru 18.73 % Tabel 36 50 Peserta KB Aktif 82.72 % Tabel 36 51 Bayi baru lahir ditimbang 100 99 100 % Tabel 37 52 Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) 3.65 3.35 3.50 % Tabel 37 53 Kunjungan Neonatus 1 (KN 1) 97.03 94.05 95.54 % Tabel 38 54 Kunjungan Neonatus 3 kali (KN Lengkap) 89.58 86.77 88.18 % Tabel 38 55 Bayi yang diberi ASI Eksklusif 17.86 17.71 26.27 % Tabel 39 56 Pelayanan kesehatan bayi 57.70 60.61 75.15 % Tabel 40 57 Desa/Kelurahan UCI 80.00 % Tabel 41 58 Cakupan Imunisasi Campak Bayi 113.52 86.05 99.87 % Tabel 42 59 Drop-Out Imunisasi DPT1-Campak 2.82 (2.64) 0.55 % Tabel 42 60 Imunisasi dasar lengkap pada bayi 111.45 87.82 99.71 % Tabel 43 61 Bayi Mendapat Vitamin A 65.17 66.64 79.94 % Tabel 44 62 Anak Balita Mendapat Vitamin A 58.27 63.07 71.04 % Tabel 44 63 Baduta ditimbang 69.33 68.60 59.96 % Tabel 45 64 Baduta berat badan di bawah garis merah (BGM) 2.89 2.66 2.77 % Tabel 45 65 Pelayanan kesehatan anak balita 34.86 37.17 45.97 % Tabel 46 66 Balita ditimbang (D/S) 72.26 74.88 74.96 % Tabel 47 67 Balita berat badan di bawah garis merah (BGM) 3.16 3.04 3.28 % Tabel 47 68 Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan 100.00 100.00 100 % Tabel 48 69 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat 96.44 95.68 96.07 % Tabel 49 70 Rasio Tumpatan/Pencabutan Gigi Tetap 0.11 Tabel 50 71 SD/MI yang melakukan sikat gigi massal 34.77 sekolah Tabel 51 72 SD/MI yang mendapat pelayanan gigi 33.18 sekolah Tabel 51 73 Murid SD/MI Diperiksa (UKGS) 31.74 35.54 29.08 % Tabel 51 74 Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS) 6.96 9.17 8.45 % Tabel 51 75 Siswa SD dan setingkat mendapat perawatan gigi dan mulut 6.96 9.17 8.45 % Tabel 51 76 Pelayanan Kesehatan Usila (60 tahun +) 56.93 61.48 59.37 % Tabel 52 77 Kegiatan promosi kesehatan: a. Jumlah kegiatan penyuluhan kesehatan 11729 Tabel 53 b. Jumlah kunjungan rumah 78548 Tabel 53 c. Penyebaran informasi 8849 Tabel 53 C.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Persentase 78 Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 47.29 46.45 88.15 % Tabel 54 79 Cakupan Kunjungan Rawat Jalan 44.39 58.57 54.70 % Tabel 55 80 Cakupan Kunjungan Rawat Inap 3.90 5.56 4.79 % Tabel 55 81 Angka kematian kasar/gross Death Rate (GDR) di RS 3.22 2.78 2.92 per 100.000 pasien keluar Tabel 56 82 Angka kematian murni/nett Death Rate (NDR) di RS 1.39 1.20 1.27 per 100.000 pasien keluar Tabel 56 83 Bed Occupation Rate (BOR) di RS 60.91 % Tabel 57 84 Bed Turn Over (BTO) di RS 53.25 Kali Tabel 57 85 Turn of Interval (TOI) di RS 2.68 Hari Tabel 57 86 Average Length of Stay (ALOS) di RS 4.12 Hari Tabel 57 C.3 Perilaku Hidup Masyarakat 87 Rumah Tangga ber-phbs 59.30 % Tabel 58 C.4 Keadaan Lingkungan 88 Persentase rumah sehat 56.71 % Tabel 59 89 Penduduk yang memiliki akses air minum yang layak 58.18 % Tabel 60 90 Penyelenggara air minum memenuhi syarat kesehatan 86.67 % Tabel 61 91 Penduduk yang memiliki akses sanitasi layak 53.44 % Tabel 62 92 Desa STBM - % Tabel 63 93 Tempat-tempat umum memenuhi syarat 78.47 % Tabel 64 TPM memenuhi syarat higiene sanitasi 54.88 % Tabel 65 TPM tidak memenuhi syarat dibina 77.70 % Tabel 66

ANGKA/NILAI NO INDIKATOR No. Lamp L P L + P Satuan TPM memenuhi syarat diuji petik 15.70 % Tabel 66 D. SUMBERDAYA KESEHATAN D.1 Sarana Kesehatan 94 Jumlah Rumah Sakit Umum 10.00 RS Tabel 68 95 Jumlah Rumah Sakit Khusus 1.00 RS Tabel 68 119 Jumlah Puskesmas Rawat Inap - Tabel 68 120 Jumlah Puskesmas non-rawat Inap - Tabel 68 Jumlah Puskesmas Keliling - Tabel 68 Jumlah Puskesmas pembantu - Tabel 68 121 Jumlah Apotek 109.00 Tabel 68 122 RS dengan kemampuan pelayanan gadar level 1 100.00 % Tabel 69 124 Jumlah Posyandu 1,298.00 Posyandu Tabel 70 125 Posyandu Aktif 33.67 % Tabel 70 126 Rasio posyandu per 100 balita 1.27 per 100 balita Tabel 70 127 UKBM Poskesdes 279.00 Poskesdes Tabel 71 Polindes 48.00 Polindes Tabel 71 Posbindu 9.00 Posbindu Tabel 71 Posmaldes 10.00 Posmaldes Tabel 71 Pos Tb desa - Pos Tb desa Tabel 71 128 Jumlah Desa Siaga 361.00 Desa Tabel 72 129 Persentase Desa Siaga 49.38 % Tabel 72 D.2 Tenaga Kesehatan 130 Jumlah Dokter Spesialis 36.00 23.00 59.00 Orang Tabel 73 132 Jumlah Dokter Umum 57.00 110.00 167.00 Orang Tabel 73 133 Rasio Dokter (spesialis+umum) 20.12 per 100.000 penduduk Tabel 73 134 Jumlah Dokter Gigi 3.00 23.00 26.00 Orang Tabel 73 135 Jumlah Bidan 544.00 Orang Tabel 74 136 Rasio Bidan per 100.000 penduduk 48.43 per 100.000 penduduk Tabel 74 137 Jumlah Perawat 263.00 808.00 1,121.00 Orang Tabel 74 136 Rasio Perawat per 100.000 penduduk 99.79 per 100.000 penduduk Tabel 74 138 Jumlah Perawat Gigi 15.00 41.00 56.00 Orang Tabel 74 139 Jumlah Tenaga Kefarmasian 19.00 96.00 115.00 Orang Tabel 75 141 Jumlah Tenaga Kesehatan kesehatan 55.00 187.00 242.00 Orang Tabel 76 142 Jumlah Tenaga Sanitasi 47.00 92.00 139.00 Orang Tabel 76 140 Jumlah Tenaga Gizi 31.00 130.00 161.00 Orang Tabel 77 D.3 Pembiayaan Kesehatan 145 Total Anggaran Kesehatan 266,995,583,663.00 Rp Tabel 82 146 APBD Kesehatan thd APBD Kab/Kota 10.05 % Tabel 82 147 Anggaran Kesehatan Perkapita 237,678.00 Rp Tabel 82

TABEL 1 LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA, DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2103 NO KABUPATEN/KOTA LUAS WILAYAH (km2) DESA JUMLAH KELURAHAN DESA + KELURAHAN JUMLAH PENDUDUK JUMLAH RUMAH TANGGA RATA-RATA JIWA/RUMAH TANGGA KEPADATAN PENDUDUK per km2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 KOTA GORONTALO 65.96 0 50 50 196,677 55,932 3.52 2981.76 2 KAB. GORONTALO 2,143.48 191 14 205 374,771 116,041 3.23 174.84 3 KAB. BOALEMO 1,736.61 84 0 84 143,720 31,188 4.61 82.76 4 KAB. POHUWATO 4,455.60 101 3 104 139,110 30,993 4.49 31.22 5 KAB. BONE BOLANGO 1,891.49 160 5 165 161,128 27,818 5.79 85.19 6 KAB. GORONTALO UTARA 2,141.86 123 0 123 107,944 22,240 4.85 50.40 JUMLAH (KAB/KOTA) 12,435.00 659 72 731 1,123,350 284,212 3.95 90 Sumber: - Kantor Statistik Kabupaten/Kota - Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013

TABEL 2 JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KELOMPOK UMUR (TAHUN) JUMLAH PENDUDUK LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN 1 2 3 4 5 6 1 0-4 52,184 49,744 101,928 104.91 2 5-9 58,869 54,925 113,794 107.18 3 10-14 54,802 52,912 107,714 103.57 4 15-19 54,252 59,468 113,720 91.23 5 20-24 51,830 53,761 105,591 96.41 6 25-29 49,695 50,713 100,408 97.99 7 30-34 46,049 47,354 93,403 97.24 8 35-39 44,755 45,146 89,901 99.13 9 40-44 39,344 39,932 79,276 98.53 10 45-49 31,491 32,541 64,032 96.77 11 50-54 25,264 26,023 51,287 97.08 12 55-59 18,070 19,387 37,457 93.21 13 60-64 12,233 14,833 27,066 82.47 14 65-69 7,432 9,729 17,161 76.39 15 70-74 4,650 6,567 11,217 70.81 16 75+ 3,553 5,842 9,395 60.82 JUMLAH 554,473 568,877 1,123,350 97.47 ANGKA BEBAN TANGGUNGAN (DEPENDENCY RATIO) 47 Sumber : - Kantor Statistik Kabupaten/kota - Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013

TABEL 3 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH MENURUT JENIS KELAMIN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO VARIABEL LAKI-LAKI JUMLAH PEREMPUAN LAKI-LAKI+ PEREMPUAN LAKI-LAKI PERSENTASE PEREMPUAN LAKI-LAKI+ PEREMPUAN 1 2 3 4 5 6 7 8 1 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS 138,296 147,157 285,453 100.00 106.41 206.41 2 3 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF PERSENTASE PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN: 77,560 81,106 158,666 56.08 55.12 55.58 a. TIDAK MEMILIKI IJAZAH SD 14,359 16,931 31,290 10.38 11.51 10.96 b. SD/MI 58,939 58,003 116,942 42.62 39.42 40.97 c. SMP/ MTs 31,880 31,532 63,412 23.05 21.43 22.21 d. SMA/ MA 32,695 32,478 65,173 23.64 22.07 22.83 e. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 10,437 10,482 20,919 7.55 7.12 7.33 f. DIPLOMA I/DIPLOMA II 3,231 3,159 6,390 2.34 2.15 2.24 g. AKADEMI/DIPLOMA III 4,208 4,084 8,292 3.04 2.78 2.90 h. UNIVERSITAS/DIPLOMA IV 6,221 5,985 12,206 4.50 4.07 4.28 i. S2/S3 (MASTER/DOKTOR) 1,728 1,464 3,192 1.25 0.99 1.12 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota tahun 2013

TABEL 4 JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 JUMLAH KELAHIRAN NO KABUPATEN/KOTA JUMLAH PUSKESMAS LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 KOTA GORONTALO 9 1,800 15 1,815 1,804 17 1,821 3,604 32 3,636 2 KAB. GORONTALO 21 3,380 48 3,428 3,255 31 3,286 6,635 79 6,714 3 KAB. BOALEMO 11 1,377 21 1,398 1,267 21 1,288 2,644 42 2,686 4 KAB. POHUWATO 16 1,307 7 1,314 1,305 10 1,315 2,612 17 2,629 5 KAB. BONE BOLANGO 20 1,474 28 1,502 1,500 19 1,519 2,974 47 3,021 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 1,138 13 1,151 1,051 21 1,072 2,189 34 2,223 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 10,476 132 10,608 10,182 119 10,301 20,658 251 20,909 ANGKA LAHIR MATI PER 1.000 KELAHIRAN (DILAPORKAN) 12.4 11.6 12.0 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013 Keterangan : Angka Lahir Mati (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan Angka Lahir Mati yang sebenarnya di populasi

TABEL 5 JUMLAH KEMATIAN NEONATAL, BAYI, DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 JUMLAH KEMATIAN NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS LAKI - LAKI PEREMPUAN LAKI - LAKI + PEREMPUAN NEONATAL ANAK ANAK BAYI BALITA NEONATAL BAYI BALITA NEONATAL BAYI BALITA BALITA ANAK BALITA BALITA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 KOTA GORONTALO 9 13 18 2 20 7 11 2 13 20 29 4 33 2 KAB. GORONTALO 21 37 49 8 57 28 40 7 47 65 89 15 104 3 KAB. BOALEMO 11 29 36 5 41 24 33 5 38 53 69 10 79 4 KAB. POHUWATO 16 11 13 1 14 5 7 2 9 16 20 3 23 5 KAB. BONE BOLANGO 20 19 27 3 30 12 17 1 18 31 44 4 48 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 11 14 3 17 6 9 0 9 17 23 3 26 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 120 157 22 179 82 117 17 134 202 274 39 313 ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN) 11 15 2 17 8 11 2 13 10 13.3 2 15 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013 Keterangan : Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan AKN/AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi

TABEL 6 JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 KEMATIAN IBU NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH LAHIR HIDUP JUMLAH KEMATIAN IBU HAMIL JUMLAH KEMATIAN IBU BERSALIN JUMLAH KEMATIAN IBU NIFAS JUMLAH KEMATIAN IBU < 20 tahun 20-34 tahun 35 tahun JUMLAH < 20 tahun 20-34 tahun 35 tahun JUMLAH < 20 tahun 20-34 tahun 35 tahun JUMLAH < 20 tahun 20-34 tahun 35 tahun JUMLAH 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 KOTA GORONTALO 9 3,604 0 5 0 5 0 1 0 1 0 2 0 2 0 8 0 8 2 KAB. GORONTALO 21 6,635 1 2 2 5 1 1 0 2 1 0 1 2 3 3 3 9 3 KAB. BOALEMO 11 2,644 0 2 0 2 1 2 0 3 0 4 1 5 1 8 1 10 4 KAB. POHUWATO 16 2,612 0 1 0 1 0 0 1 1 0 4 1 5 0 5 2 7 5 KAB. BONE BOLANGO 20 2,974 0 2 0 2 0 2 0 2 0 5 0 5 0 9 0 9 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 2,189 0 3 1 4 1 0 0 1 0 3 1 4 1 6 2 9 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 20,658 1 15 3 19 3 6 1 10 1 18 4 23 5 39 8 52 ANGKA KEMATIAN IBU (DILAPORKAN) 252 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013 Keterangan: - Jumlah kematian ibu = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin + jumlah kematian ibu nifas - Angka Kematian Ibu (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi

TABEL 7 KASUS BARU TB BTA+, SELURUH KASUS TB, KASUS PADA TB PADA ANAK, DAN CASE NOTIFICATION RATE (CNR) PER 100.000 PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH SELURUH JUMLAH KASUS BARU BTA+ KASUS TB KASUS TB ANAK 0- JUMLAH PENDUDUK 14 TAHUN L P L P L+P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 KOTA GORONTALO 9 96,394 100,283 196,677 239 57.7 175 42.3 414 239 58 175 42.27 414 0 0.0 2 KAB. GORONTALO 21 183,681 191,090 374,771 283 60.0 189 40.0 472 295 61 189 39.05 484 1 0.2 3 KAB. BOALEMO 11 70,439 73,281 143,720 157 55.7 125 44.3 282 160 56 126 44.06 286 8 2.8 4 KAB. POHUWATO 16 70,826 68,284 139,110 116 56.6 89 43.4 205 120 56 93 43.66 213 4 1.9 5 KAB. BONE BOLANGO 20 78,970 82,158 161,128 171 62.6 102 37.4 273 179 63 106 37.19 285 3 1.1 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 54,908 53,036 107,944 134 70.5 56 29.5 190 151 72 60 28.44 211 7 3.3 JUMLAH (KAB/KOTA) CNR KASUS BARU BTA+ PER 100.000 PENDUDUK CNR SELURUH KASUS TB PER 100.000 PENDUDUK 555,218 568,132 1,123,350 1,100 59.9 736 40.1 1,836 1,144 60 749 40 1,893 23 1.2 97.92 65.52 163.44 101.84 66.68 168.51 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013 Keterangan: Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan, rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll Catatan : Jumlah kolom 6 = jumlah kolom 7 pada Tabel 1, yaitu sebesar:

TABEL 8 JUMLAH KASUS DAN ANGKA PENEMUAN KASUS TB PARU BTA+ MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO 2013 TB PARU NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS SUSPEK BTA (+) % BTA (+) TERHADAP SUSPEK L P L + P L P L + P L P L + P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 KOTA GORONTALO 9 - - 4,179 239 175 414 - - 9.91 2 KAB. GORONTALO 21 - - 7,052 238 246 484 - - 6.86 3 KAB. BOALEMO 11 - - 3,048 160 126 286 - - 9.38 4 KAB. POHUWATO 16 - - 2,376 120 93 213 - - 8.96 5 KAB. BONE BOLANGO 20 - - 3,384 179 106 285 - - 8.42 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 - - 1,915 89 71 160 - - 8.36 - - JUMLAH (KAB/KOTA) 92 0 0 21,954 1,025 817 1,842 - - 8.39 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota tahun 2013 Keterangan: Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan, rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll

TABEL 9 ANGKA KESEMBUHAN DAN PENGOBATAN LENGKAP TB PARU BTA+ SERTA KEBERHASILAN PENGOBATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS BTA (+) DIOBATI ANGKA KESEMBUHAN (CURE RATE) L P L + P L ANGKA PENGOBATAN LENGKAP (COMPLETE RATE) P L + P ANGKA KEBERHASILAN PENGOBATAN (SUCCESS RATE/SR) JUMLAH KEMATIAN SELAMA PENGOBATAN L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 KOTA GORONTALO 9 248 160 408 247 99.60 158 98.75 405 99.26 9 3.63 6 3.75 15 3.68 103.23 102.50 102.94 - - 1 2 KAB. GORONTALO 21 276 190 466 213 77.17 152 80.00 365 78.33 46 16.67 28 14.74 74 15.88 93.84 94.74 94.21 - - 17 3 KAB. BOALEMO 11 144 110 254 85 59.03 75 68.18 160 62.99 56 38.89 32 29.09 88 34.65 97.92 97.27 97.64 - - 5 4 KAB. POHUWATO 16 129 88 217 114 88.37 81 92.05 195 89.86 7 5.43 10 11.36 17 7.83 93.80 103.41 97.70 - - 5 5 KAB. BONE BOLANGO 20 180 115 295 159 88.33 119 103.48 278 94.24 6 3.33 1 0.87 7 2.37 91.67 104.35 96.61 - - 7 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 89 71 160 53 59.55 49 69.01 102 63.75 31 34.83 19 26.76 50 31.25 94.38 95.77 95.00 - - 9 - - JUMLAH (KAB/KOTA) 92 1,066 734 1,800 871 81.71 634 86.38 1,505 83.61 155 14.54 96 13.08 251 13.94 96.25 99.46 97.56 0 0 44 ANGKA KEMATIAN SELAMA PENGOBATAN PER 100.000 PENDUDUK 0.0 0.0 3.9 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota tahun 2013 Keterangan: Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan, rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll

TABEL 10 PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 PNEUMONIA PADA BALITA NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH BALITA JUMLAH PERKIRAAN PENDERITA PENDERITA DITEMUKAN DAN DITANGANI L P L + P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 KOTA GORONTALO 9 9,341 9,718 19,059 934 972 1,906 324 34.7 267 27.5 591 31.0 2 KAB. GORONTALO 21 17,761 17,617 35,378 1,776 1,762 3,538 579 32.6 663 37.6 1,242 35.1 3 KAB. BOALEMO 11 7,525 6,847 14,372 753 685 1,437 587 78.0 755 110.3 1,342 93.4 4 KAB. POHUWATO 16 6,795 6,461 13,256 680 646 1,326 233 34.3 91 14.1 324 24.4 5 KAB. BONE BOLANGO 20 6,433 6,034 12,467 643 603 1,247 487 75.7 298 49.4 785 63.0 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 6,191 5,731 11,922 619 573 1,192 198 32.0 246 42.9 444 37.2 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 54,046 52,408 106,454 5,405 5,241 10,645 2,408 44.6 2,320 44.3 4,728 44.4 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013 Keterangan: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

TABEL 11 JUMLAH KASUS HIV, AIDS, DAN SYPHILIS MENURUT JENIS KELAMIN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 H I V AIDS SYPHILIS JUMLAH KEMATIAN AKIBAT AIDS NO KELOMPOK UMUR L P L+P PROPORSI KELOMPOK UMUR L P L+P PROPORSI KELOMPOK UMUR L P L+P PROPORSI KELOMPOK UMUR L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 1 < 1 TAHUN 0 0 0 0.00 1 0 1 4.76 0 0 0 0.00 1 0 1 2 1-4 TAHUN 0 0 0 0.00 0 0 0 0.00 0 0 0 0.00 0 0 0 3 5-14 TAHUN 1 0 1 7.14 0 0 0 0.00 0 0 0 0.00 0 0 0 4 15-19 TAHUN 2 0 2 14.29 0 0 0 0.00 0 0 0 0.00 0 0 0 5 20-29 TAHUN 4 1 5 35.71 8 2 10 47.62 0 0 0 0.00 1 1 2 6 30-39 TAHUN 1 4 5 35.71 5 3 8 38.10 0 0 0 0.00 1 0 1 7 40-49 TAHUN 1 0 1 7.14 2 0 2 9.52 0 0 0 0.00 0 0 0 8 50-59 TAHUN 0 0 0 0.00 0 0 0 0.00 0 0 0 0.00 0 0 0 9 60 TAHUN 0 0 0 0.00 0 0 0 0.00 0 0 0 0.00 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 9 5 14 16 5 21 0 0 88 3 1 4 PROPORSI JENIS KELAMIN 64.29 35.71 76.19 23.81 0.00 0.00 75.00 25.00 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus baru yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS Data kelompok umur syphilis tidak sama antara format di profil dengan kelompok umur di program P2

TABEL 12 PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV MENURUT JENIS KELAMIN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 DONOR DARAH NO UNIT TRANSFUSI DARAH JUMLAH PENDONOR SAMPEL DARAH DIPERIKSA/DISKRINING TERHADAP HIV POSITIF HIV L P L + P L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 1 KOTA GORONTALO 10,424 453 10,877 10,424 100 453 100 10,877 100.00 21 0.2 3 0.7 24 0.2 2 KAB. GORONTALO - - 0-0 - 0-0 - 0-0 - 0 3 KAB. BOALEMO - - 0-0 - 0-0 - 0-0 - 0 4 KAB. POHUWATO - - 0-0 - 0-0 - 0-0 - 0 5 KAB. BONE BOLANGO - - 0-0 - 0-0 - 0-0 - 0 6 KAB. GORONTALO UTARA - - 0-0 - 0-0 - 0-0 - 0 JUMLAH 10,424 453 10,877 10,424 100 453 100 10,877 100.00 21 0.2 3 0.7 24 0.2 Ket : Data (-) Tidak Diketahui Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 13 KASUS DIARE YANG DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 DIARE NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH PENDUDUK JUMLAH PERKIRAAAN KASUS L DIARE DITANGANI P L + P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 KOTA GORONTALO 9 96,394 100,283 196,677 2,063 2,146 4,209 2,327 113 2,734 127 5,061 120 2 KAB. GORONTALO 21 183,681 191,090 374,771 3,931 4,089 8,020 5,664 144 7,206 176 12,870 160 3 KAB. BOALEMO 11 70,439 73,281 143,720 1,507 1,568 3,076 1,462 97 1,618 103 3,080 100 4 KAB. POHUWATO 16 70,826 68,284 139,110 1,516 1,461 2,977 1,207 80 1,335 91 2,542 85 5 KAB. BONE BOLANGO 20 78,970 82,158 161,128 1,690 1,758 3,448 1,707 101 1,701 97 3,408 99 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 54,908 53,036 107,944 1,175 1,135 2,310 1,785 152 1,877 165 3,662 159 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 555,218 568,132 1,123,350 11,882 12,158 24,040 14,152 119.1 16,471 135.5 30,623 127.4 ANGKA KESAKITAN DIARE PER 1.000 PENDUDUK 214 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013 Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

TABEL 14 JUMLAH KASUS BARU KUSTA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 KASUS BARU NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS Pausi Basiler (PB)/ Kusta kering Multi Basiler (MB)/ Kusta Basah PB + MB L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 KOTA GORONTALO 9 0 2 2 18 11 29 18 13 31 2 KAB. GORONTALO 21 2 1 3 37 19 56 39 20 59 3 KAB. BOALEMO 11 4 7 11 16 10 26 20 17 37 4 KAB. POHUWATO 16 0 0 0 22 16 38 22 16 38 5 KAB. BONE BOLANGO 20 1 2 3 25 9 34 26 11 37 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 0 2 2 11 1 12 11 3 14 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 7 14 21 129 66 195 136 80 216 PROPORSI JENIS KELAMIN 33.33 66.67 66.15 33.85 62.96 37.04 ANGKA PENEMUAN KASUS BARU (NCDR/NEW CASE DETECTION RATE ) PER 100.000 PENDUDUK 12.11 7.12 19.23 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013

TABEL 15 KASUS BARU KUSTA 0-14 TAHUN DAN CACAT TINGKAT 2 MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 KASUS BARU NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS PENDERITA KUSTA PENDERITA KUSTA 0-14 TAHUN CACAT TINGKAT 2 L P L+P JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 KOTA GORONTALO 9 19 11 30 3 10.00 5 16.67 2 KAB. GORONTALO 21 39 20 59 8 13.56 1 1.69 3 KAB. BOALEMO 11 20 17 37 1 2.70 4 10.81 4 KAB. POHUWATO 16 22 16 38 4 10.53 2 5.26 5 KAB. BONE BOLANGO 20 26 11 37 5 13.51 1 2.70 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 11 3 14 0 0.00 1 7.14 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 137 78 215 21 9.77 14 6.51 ANGKA CACAT TINGKAT 2 PER 100.000 PENDUDUK 1 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013

TABEL 16 JUMLAH KASUS DAN ANGKA PREVALENSI PENYAKIT KUSTA MENURUT TIPE/JENIS, JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 KASUS TERCATAT NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS Pausi Basiler/Kusta kering Multi Basiler/Kusta Basah JUMLAH L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 KOTA GORONTALO 9 0 2 2 18 11 29 18 13 31 2 KAB. GORONTALO 21 2 1 3 39 25 64 41 26 67 3 KAB. BOALEMO 11 4 7 11 16 10 26 20 17 37 4 KAB. POHUWATO 16 0 0 0 22 16 38 22 16 38 5 KAB. BONE BOLANGO 20 1 2 3 25 9 34 26 11 37 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 0 0 0 11 1 12 11 3 14 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 7 12 19 131 72 203 138 86 224 ANGKA PREVALENSI PER 10.000 PENDUDUK 1.2 0.8 2.0 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013

TABEL 17 PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT (RELEASE FROM TREATMENT/RFT) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 KUSTA (PB) KUSTA (MB) NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS PENDERITA PB L RFT PB P L + P PENDERITA MB L RFT MB P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 KOTA GORONTALO 9 0 2 2 0 0 0 0 0 0 18 11 29 0 0 0 0 0 0 2 KAB. GORONTALO 21 2 1 3 1 50 1 100 2 67 37 19 56 28 76 14 74 42 75 3 KAB. BOALEMO 11 4 7 11 5 125 2 29 7 64 16 10 26 17 106 9 90 26 100 4 KAB. POHUWATO 16 0 0 0 0 0 0 0 0 0 22 16 38 0 0 0 0 0 0 5 KAB. BONE BOLANGO 20 1 2 3 - - - - 5 167 25 9 34 - - - - 26 76 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 0 2 2 0 0 2 100 2 100 11 1 12 6 55 3 300 9 75 JUMLAH (KAB/KOTA) 7 14 21 6 85.7 5 35.7 16 76.2 129 66 195 51 40 26 39 103 53 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013 Keterangan : Penderita kusta PB/MB merupakan penderita pada kohort yang sama X = tahun data.

TABEL 18 JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH PENDUDUK <15 TAHUN JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) 1 2 3 4 5 1 KOTA GORONTALO 9 41,410 7 2 KAB. GORONTALO 21 107,987 1 3 KAB. BOALEMO 11 56,671 2 4 KAB. POHUWATO 16 34,298 2 5 KAB. BONE BOLANGO 20 46,428 4 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 34,298 3 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 321,092 19 AFP RATE (NON POLIO) PER 100.000 PENDUDUK USIA < 15 TAHUN 5.92 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013 Keterangan: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS Catatan : Jumlah penduduk < 15 tahun kolom 4 = jumlah penduduk < 15 tahun pada tabel 2, yaitu 323,436

TABEL 19 JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 JUMLAH KASUS PD3I DIFTERI TETANUS (NON NEONATORUM) TETANUS NEONATORUM NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS PERTUSIS JUMLAH KASUS MENINGGAL JUMLAH KASUS MENINGGAL JUMLAH KASUS MENINGGAL L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 KOTA GORONTALO 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 KAB. GORONTALO 21 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 KAB. BOALEMO 11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 KAB. POHUWATO 16 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 KAB. BONE BOLANGO 20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 CASE FATALITY RATE (%) #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013

TABEL 20 JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 JUMLAH KASUS PD3I NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS CAMPAK POLIO HEPATITIS B JUMLAH KASUS MENINGGAL L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 KOTA GORONTALO 9 8 12 20 0 0 0 0 0 0 0 2 KAB. GORONTALO 21 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 KAB. BOALEMO 11 2 1 3 0 0 0 0 0 0 0 4 KAB. POHUWATO 16 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 KAB. BONE BOLANGO 20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 10 13 23 0 0 0 0 0 0 0 CASE FATALITY RATE (%) 0.0 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013

TABEL 21 JUMLAH KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH KASUS MENINGGAL CFR (%) L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 KOTA GORONTALO 9 31 36 67 0 1 1 0.0 2.8 1.5 2 KAB. GORONTALO 21 70 52 122 1 0 1 1.4 0.0 0.8 3 KAB. BOALEMO 11 0 2 2 0 0 0 0.0 0.0 0.0 4 KAB. POHUWATO 16 0 0 7 0 0 0 0.0 0.0 0.0 5 KAB. BONE BOLANGO 20 19 14 33 1 1 2 5.3 7.1 6.1 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 7 5 12 0 0 0 0.0 0.0 0.0 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 127 109 243 2 2 4 6.7 9.9 8.4 INCIDENCE RATE PER 100.000 PENDUDUK 11.3 9.7 21.6 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013 Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

TABEL 22 KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 MALARIA NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS SEDIAAN DARAH DIPERIKSA SUSPEK MENINGGAL CFR POSITIF L P L+P L P L+P L % P % L+P % L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 KOTA GORONTALO 9 265 88 353 265 88 353 3 1.1 1 1.1 4 1.13 1 0 1 33.33 0 25 2 KAB. GORONTALO 21 4,505 2,880 7,385 4,505 2,880 7,385 314 7.0 201 7.0 515 6.97 7 2 9 2.23 1.00 1.75 3 KAB. BOALEMO 11 1,379 426 1,805 1,379 426 1,805 176 12.8 62 14.6 238 13.19 0 0 0 0.00 0.00 0.00 4 KAB. POHUWATO 16 1,073 363 1,436 1,073 363 1,436 332 30.9 63 17.4 395 27.51 0 0 0 0.00 0.00 0.00 5 KAB. BONE BOLANGO 20 647 514 1,161 647 514 1,161 66 10.2 39 7.6 105 9.04 0 1 1 0.00 2.56 0.95 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 1,194 1,338 2,532 1,194 1,338 2,532 73 6.1 46 3.4 119 4.70 0 0 0 0.00 0.00 0.00 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 9,063 5,609 14,672 9,063 5,609 14,672 964 10.64 412 7 1,376 9.38 8 3 11 0.83 0.73 0.80 JUMLAH PENDUDUK BERISIKO 1,123,350 ANGKA KESAKITAN (ANNUAL PARASITE INCIDENCE ) PER 1.000 PENDUDUK BERISIKO 0.86 0.37 1.2249076 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013 Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

TABEL 23 PENDERITA FILARIASIS DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 PENDERITA FILARIASIS NO KECAMATAN PUSKESMAS KASUS BARU DITEMUKAN JUMLAH SELURUH KASUS L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 KOTA GORONTALO 9 0 0 0 0 0 0 2 KAB. GORONTALO 21 0 0 0 0 0 0 3 KAB. BOALEMO 11 0 0 0 0 0 0 4 KAB. POHUWATO 16 0 0 0 0 0 0 5 KAB. BONE BOLANGO 20 0 0 0 0 0 0 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 0 0 0 0 0 0 ANGKA KESAKITAN PER 100.000 PENDUDUK (KAB/KOTA) 0 0 0 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013 Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

TABEL 24 CAKUPAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH PENDUDUK 15 TAHUN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI + PEREMPUAN DILAKUKAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 KOTA GORONTALO 9 66,646 71,798 138,444 2,433 3.65 3,398 4.73 5,831 4.21 2 KAB. GORONTALO 21 128,231 138,553 266,784 - - - - 0 0.00 3 KAB. BOALEMO 11 49,176 53,134 102,310 - - - - 0 0.00 4 KAB. POHUWATO 16 62,345 63,526 125,871 - - - - 0 0.00 5 KAB. BONE BOLANGO 20 55,130 59,570 114,700 - - - - 0 0.00 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 36,587 37,059 73,646 - - - - 0 0.00 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 398,115 423,640 821,755 2,433 0.61 3,398 0.80 5,831 0.71 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013

TABEL 25 CAKUPAN PEMERIKSAAN OBESITAS MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH PENGUNJUNG PUSKESMAS DAN JARINGANNYA BERUSIA 15 TAHUN DILAKUKAN PEMERIKSAAN OBESITAS LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI + PEREMPUAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 KOTA GORONTALO 9 - - 0 - - - - 0-2 KAB. GORONTALO 21 - - 0 - - - - 0-3 KAB. BOALEMO 11 - - 0 - - - - 0-4 KAB. POHUWATO 16 - - 0 - - - - 0-5 KAB. BONE BOLANGO 20 - - 0 - - - - 0-6 KAB. GORONTALO UTARA 15 - - 0 - - - - 0 - JUMLAH (KAB/KOTA) 92 0 0 0 0-0 - 0 - Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013

TABEL 26 CAKUPAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE IVA DAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN KLINIS (CBE) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KECAMATAN PUSKESMAS PEREMPUAN USIA 30-49 TAHUN PEMERIKSAAN IVA PEMERIKSAAN KLINIS PAYUDARA (CBE) JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 1 KOTA GORONTALO 9 28,738 - - - - 2 KAB. GORONTALO 21 54,761 - - - - 3 KAB. BOALEMO 11 21,001 - - - - 4 KAB. POHUWATO 16 15,264 - - - - 5 KAB. BONE BOLANGO 20 23,545 - - - - 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 15,264 - - - - JUMLAH (KAB/KOTA) 92 158,573 0 0 0 0 Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2013 Ket: IVA: Inspeksi Visual dengan Asam asetat CBE: Clinical Breast Examination

TABEL 27 JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 No. Kabupaten / Kota Jenis Jlh Kecamatan & Desa Tanggal Kejadian Golongan Umur Total Penderita Jumlah Kematian Jumlah Penduduk Terancam Attack Rate (%) CFR (%) Penyakit yang terserang Diketahui Ditanggulangi Akhir 0-7 hr 8-028 hr < 1 1-4 5-9 10-14 15-19 20-44 45-54 55-59 60-69 70+ L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L + P 1 2 3 4 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Ket 1 Kota Gorontalo Chikungunya 1 Kec. 14-Jun-13 14-Jun-13 21-Jun-13 3 3 3 3 15 3 4 4 20 18 38 0 4279 #DIV/0! #DIV/0! 0.89 0.00 0.00 0.00 1 Kel. 2 Chikungunya 1 Kec. 26-Sep-13 26-Sep-13 02-Okt-2013 1 1 12 2 2 8 11 18 0 5480 0.33 0.00 0.00 0.00 1 Kel. 3 Chikungunya 1 Kec. 30-Sep-13 30-Sep-13 4 4 3 3 16 3 1 1 18 17 35 0 6834 0.51 0.00 0.00 0.00 1 Kel. 4 Chikungunya 1 Kec. 4-Oct-13 4-Oct-13 3 9 5 3 30 10 3 1 31 33 64 0 3331 1.92 0.00 0.00 0.00 1 Kel. 5 Chikungunya 1 Kec. 8-Oct-13 8-Oct-13 22-Oct-13 1 3 4 7 7 8 15 0 6487 0.23 0.00 0.00 0.00 1 Kel. 6 Chikungunya 1 Kec. 11-Oct-13 1 1 5 2 4 15 5 2 2 19 18 37 0 3030 1.22 0.00 0.00 0.00 1 Kel. 7 Chikungunya 1 Kec. 10-Nov-13 1 2 2 2 14 7 3 16 15 31 0 3459 0.90 0.00 0.00 0.00 1 Kel. 1 Kabupaten Gorontalo DBD 12 Kec. 14-Jan-13 14-Jan-13 21-Jan-13 3 15 11 15 57 15 1 3 2 70 52 122 1 0 1 25843 26886 52729 0.27 0.19 0.23 1.43 0.00 0.82 24 Kel./Desa 2 Rabies 2 Kec. 14-Jan-13 14-Jan-13 21-Jan-13 1 1 1 1 2 1 1 2 2263 2354 4617 0.04 0.04 0.04 100.00 100.00 100.00 2 Kel./Desa 3 Malaria 3 Kec. 15/11/2013 22/11/2013 27/11/2013 1 1 4 5 15 3 1 1 3 18 16 34 3 2 5 7898 8216 16114 0.23 0.19 0.21 16.67 12.50 14.71 5 Kel./Desa 4 Keracunan 3 Kec. 17/07/2013 17/07/2013 21/07/2013 5 11 11 10 3 1 20 21 41 0 0 0 7898 8216 16114 0.25 0.26 0.25 0.00 0.00 0.00 Makanan 4 Kel. / Desa 5 Chikungunya 2 Kec. 18/11/2013 18/11/2013 21/11/2013 2 13 13 6 28 8 2 5 178 0 0 0 11213 11665 22878 0.00 0.00 0.78 #DIV/0! #DIV/0! 0.00 3 Kel./ Desa 6 AFP 1 Kec. 17/04/2013 25/04/2013 30/04/2013 1 1 0 1 0 0 0 887 923 1810 0.11 0.00 0.06 0.00 #DIV/0! 0.00 1 Kel. 3 Kabupaten AFP 2 Kec 12/2/2013 12/2/2013 2 1 2 1 3 0 0 0 735 736 1471 0.27 0.14 0.20 0.00 0.00 0.00 Bone Bolango 3 Desa 18/02/2013 18/02/2013 22/04/2013 22/04/2013 4 Kabupaten Boalemo Rabies PKM Paguyaman 2 1 1 2 1 0 1 933 1034 1967 0.11 0.10 0.10 100.00 0.00 50.00 Desa Tangkobu Rabies PKm Pangi 2 2 0 2 1 0 1 680 687 1367 0.29 0.00 0.15 50.00 #DIV/0! 50.00 Desa Tanah Putih

TABEL 27 JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 No. Kabupaten / Kota Jenis Jlh Kecamatan & Desa Tanggal Kejadian Golongan Umur Total Penderita Jumlah Kematian Jumlah Penduduk Terancam Attack Rate (%) CFR (%) Penyakit yang terserang Diketahui Ditanggulangi Akhir 0-7 hr 8-028 hr < 1 1-4 5-9 10-14 15-19 20-44 45-54 55-59 60-69 70+ L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L + P 1 2 3 4 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Ket 5 Kabupaten Pohuwato Diare 1 Kec 3-Nov-13 3-Nov-13 7-Nov-13 5 11 21 5 4 2 27 21 48 0 0 0 105 112 217 25.71 18.75 22.12 0.00 0.00 0.00 1 Desa Diare 1 Kec 7-Feb-13 7-Feb-13 12-Feb-13 5 7 2 1 1 9 7 16 1 0 1 78 45 123 11.54 15.56 13.01 11.11 0.00 6.25 1 Desa Diare 1 Kec 12-Apr-13 12-Apr-13 14-Apr-13 2 3 7 10 2 11 13 24 0 0 0 84 79 163 13.10 16.46 14.72 0.00 0.00 0.00 1 Desa DBD 1 Kec 4-Feb-13 4-Feb-13 5-Feb-13 1 2 1 2 2 4 0 0 0 127 93 220 1.57 2.15 1.82 0.00 0.00 0.00 1 Desa DBD 1 Kec 4-Jan-13 4-Jan-13 7-Jan-13 1 1 2 0 2 1 0 1 214 132 346 0.93 0.00 0.58 50.00 #DIV/0! 50.00 1 Desa 6 Kabupaten Gorontalo Diare 1 Kec. 1-Jan-13 1-Jan-13 1-Nov-13 1 1 0 1 1 0 1 933 927 1860 0.11 0.00 0.05 100.00 #DIV/0! 100.00 Utara 1 Desa DBD 4 Kec. 22-Jan-13 22-Jan-13 22-Oct-13 1 1 2 7 1 7 5 12 12 12 4213 4284 8497 0.17 0.12 0.14 0.00 240.00 100.00 9 Desa Rabies 3 Kec 18-Jan-13 20-Jan-13 25-Jan-13 1 1 1 1 3 1 4 3 1 4 2195 2179 4374 0.14 0.05 0.09 100.00 100.00 100.00 4 Desa AFP 1 Kec 16-Apr-13 18-Apr-13 11-Oct-13 1 1 1 0 3 3 0 0 0 1329 1321 2650 0.00 0.23 0.11 #DIV/0! 0.00 0.00 2 Desa Keracunan 1 Kec 21-Sep-13 21-Sep-13 21-Sep-13 6 9 6 4 3 1 10 19 29 0 0 0 293 290 583 3.41 6.55 4.97 0.00 0.00 0.00 1 Desa Sumber: P2PL Kab/Kota Se-Provinsi Gorontalo

TABEL 28 KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI DESA/KELURAHAN YANG DITANGANI < 24 JAM PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS KLB DI DESA/KELURAHAN JUMLAH DITANGANI <24 JAM % 1 2 3 4 5 6 1 KOTA GORONTALO 9 7 7 100 2 KAB. GORONTALO 21 39 25 64 3 KAB. BOALEMO 11 2 2 100 4 KAB. POHUWATO 16 6 6 100 5 KAB. BONE BOLANGO 20 4 4 100 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 17 17 100 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 75 61 81.33

TABEL 29 CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL, PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN, DAN PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 IBU HAMIL IBU BERSALIN/NIFAS NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH K1 K4 JUMLAH PERSALINAN DITOLONG NAKES MENDAPAT YANKES NIFAS IBU NIFAS MENDAPAT VIT A JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 KOTA GORONTALO 9 3,856 3,903 101.2 3,602 93.4 3,659 3,623 99.0 3,377 92.3 3,497 95.6 2 KAB. GORONTALO 21 7,503 7,348 97.9 6,396 85.2 7,162 6,411 89.5 5,851 81.7 6,605 92.2 3 KAB. BOALEMO 11 2,877 2,960 102.9 2,416 84.0 2,747 2,591 94.3 2,362 86.0 2,541 92.5 4 KAB. POHUWATO 16 2,591 2,748 106.1 2,428 93.7 2,474 2,561 103.5 2,442 98.7 2,561 103.5 5 KAB. BONE BOLANGO 20 3,121 2,895 92.8 2,816 90.2 2,973 2,966 99.8 2,509 84.4 3,002 101.0 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 2,090 2,360 112.9 1,800 86.1 1,995 2,176 109.1 2,025 101.5 2,187 109.6 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 22,038 22,214 100.8 19,458 88.3 21,010 20,328 96.8 18,566 88.4 20,393 97.0633

TABEL 30 PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH IBU HAMIL IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA IBU HAMIL TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5 TT2+ JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 KOTA GORONTALO 9 3,856 3,067 79.5 2,381 61.7 478 12.4 195 5.1 377 9.8 3,431 89.0 2 KAB. GORONTALO 21 7,503 7,348 97.9 6,396 85.2 0-0 - 85 1.1 6,481 86.4 3 KAB. BOALEMO 11 2,877 2,583 89.8 2,120 73.7 0-0 - 0-2,120 73.7 4 KAB. POHUWATO 16 2,591 2,158 83.3 1,898 73.3 71 2.7 19 0.7 183 7.1 2,171 83.8 5 KAB. BONE BOLANGO 20 3,121 2,895 92.8 2,816 90.2 0-0 - 0-2,816 90.2 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 2,090 2,360 112.9 2,031 97.2 0-0 - 0-2,031 97.2 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 22,038 20,411 92.6 17,642 80.1 549 2.5 214 1.0 645 2.9 19,050 86.4

TABEL 31 PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA WANITA USIA SUBUR MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH WUS (15-39 TAHUN) IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA WUS TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5 TT2+ JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 KOTA GORONTALO 9 45,256 3,067 6.8 2,381 5.3 478 1.1 195 0.4 377 0.8 3,431 7.6 2 KAB. GORONTALO 21 89,943 144 0.2 72 0.1 0-0 - 0-72 0.1 3 KAB. BOALEMO 11 33,069 - - - - - - - - - - 0-4 KAB. POHUWATO 16 25,181 - - - - - - - - - - 0-5 KAB. BONE BOLANGO 20 37,074 1,777 4.8 1,724 4.7 182 0.5 201 0.5 122 0.3 2,229 6.0 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 25,919 320 1.2 378 1.5 0-0 - 0-378 1.5 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 256,442 5,308 2.1 4,555 1.8 660 0.3 396 0.2 499 0.2 6,110 2.4

TABEL 32 JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN TABLET FE1 DAN FE3 MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH IBU HAMIL FE1 (30 TABLET) FE3 (90 TABLET) JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 1 KOTA GORONTALO 9 3,856 3,752 97.30 3,022 78.37 2 KAB. GORONTALO 21 7,503 7,348 97.93 6,396 85.25 3 KAB. BOALEMO 11 2,877 2,834 98.51 2,353 81.79 4 KAB. POHUWATO 16 2,591 2,747 106.02 2,436 94.02 5 KAB. BONE BOLANGO 20 3,121 2,895 92.76 2,816 90.23 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 2,090 2,360 112.92 1,800 86.12 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 22038 21,936 99.54 18,823 85.41 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 33 JUMLAH DAN PERSENTASE PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN DAN KOMPLIKASI NEONATAL MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH IBU HAMIL PERKIRAAN BUMIL DENGAN KOMPLIKASI KEBIDANAN PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN JUMLAH LAHIR HIDUP PERKIRAAN NEONATAL KOMPLIKASI PENANGANAN KOMPLIKASI NEONATAL S % L P L + P L P L + P S % S % S % L P L + P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1 KOTA GORONTALO 9 3,856 771 513 66.5 1,800 1,804 3,604 270 271 541 50 18.5 36 13.3 86 15.9 2 KAB. GORONTALO 21 7,503 1,501 1220 81.3 3,380 3,255 6,635 507 488 995 243 47.9 241 49.4 484 48.6 3 KAB. BOALEMO 11 2,877 575 515 89.5 1,377 1,267 2,644 207 190 397 72 34.9 62 32.6 134 33.8 4 KAB. POHUWATO 16 2,591 518 528 101.9 1,307 1,305 2,612 196 196 392 185 94.4 117 59.8 302 77.1 5 KAB. BONE BOLANGO 20 3,121 624 543 87.0 1,474 1,500 2,974 221 225 446 52 23.5 50 22.2 102 22.9 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 2,090 418 153 36.6 1,138 1,051 2,189 171 158 328 76 44.5 50 31.7 126 38.4 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 22,038 4,408 3472 78.8 10,476 10,182 20,658 1,571 1,527 3,099 678 43.1 556 36.4 1,234 39.8 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 34 PROPORSI PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 PESERTA KB AKTIF NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS MKJP IUD % MOP % MOW % IM PLAN % JUMLAH % KON DOM % SUNTIK % PIL % NON MKJP OBAT VAGINA % LAIN NYA % JUMLAH % MKJP + NON MKJP % MKJP + NON MKJP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 1 KOTA GORONTALO 9 6,791 23.2 288 1.0 903 3.1 4,135 14.1 12,117 41.4 788 2.7 8,622 29.5 7,706 26.4 0 0.0 0 0.0 17,116 58.6 29,233 100 2 KAB. GORONTALO 21 5,511 7.8 121 0.2 1,183 1.7 10,354 14.6 17,169 24.2 2,951 4.2 30,116 42.4 20,853 29.3 0 0.0 0 0.0 53,920 75.8 71,089 100 3 KAB. BOALEMO 11 45 1.3 2 0.1 18 0.5 131 3.8 196 5.6 44 1.3 2,395 68.6 855 24.5 0 0.0 0 0.0 3,294 94.4 3,490 100 4 KAB. POHUWATO 16 844 3.9 89 0.4 174 0.8 5,442 25.0 6,549 30.1 925 4.2 6,884 31.6 7,407 34.0 0 0.0 0 0.0 15,216 69.9 21,765 100 5 KAB. BONE BOLANGO 20 10,324 25.3 192 0.5 838 2.1 10,395 25.5 21,749 53.3 2,021 4.9 8,693 21.3 8,372 20.5 0 0.0 0 0.0 19,086 46.7 40,835 100 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 402 3.9 0 0.0 6 0.1 774 7.5 1,182 11.4 167 1.6 4,992 48.1 4,037 38.9 0 0.0 0 0.0 9,196 88.6 10,378 100 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 23,917 13.5 692 0.4 3,122 1.8 31,231 17.7 58,962 33.4 6,896 3.9 61,702 34.9 49,230 27.8 0 0.0 0 0.0 117,828 66.6 176,790 100 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang

TABEL 35 PROPORSI PESERTA KB BARU MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS MKJP PESERTA KB BARU IUD % MOP % MOW % IMPLAN % JUMLAH % KONDOM % SUNTIK % PIL % OBAT VAGINA % LAIN NYA % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 1 KOTA GORONTALO 9 647 12.4 5 0.1 181 3.5 1,019 19.6 1,852 35.6 141 2.7 2,465 47.4 742 14.3 0 0.0 0 0.0 3,348 64.4 5,200 100 NON MKJP MKJP + NON MKJP % MKJP + NON MKJP 2 KAB. GORONTALO 21 846 5.2 6 0.0 162 1.0 2,854 17.7 3,868 24.0 984 6.1 6,145 38.1 5,138 31.8 0 0.0 0 0.0 12,267 76.0 16,135 100 3 KAB. BOALEMO 11 7 0.8 0 0.0 2 0.2 36 4.0 45 5.0 19 2.1 593 65.4 250 27.6 0 0.0 0 0.0 862 95.0 907 100 4 KAB. POHUWATO 16 207 2.7 28 0.4 23 0.3 1,156 15.0 1,414 18.3 383 5.0 2,580 33.4 3,351 43.4 0 0.0 0 0.0 6,314 81.7 7,728 100 5 KAB. BONE BOLANGO 20 1,149 12.8 9 0.1 120 1.3 2,144 23.9 3,422 38.2 601 6.7 2,822 31.5 2,115 23.6 0 0.0 0 0.0 5,538 61.8 8,960 100 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 228 20.6 0 0.0 2 0.2 50 4.5 280 25.3 20 1.8 440 39.8 365 33.0 0 0.0 0 0.0 825 74.7 1,105 100 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 3,084 7.7 48 0.1 490 1.2 7,259 18.1 10,881 27.2 2,148 5.4 15,045 37.6 11,961 29.9 0 0.0 0 0.0 29,154 72.8 40,035 100 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang

TABEL 36 JUMLAH PESERTA KB BARU DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH PUS PESERTA KB BARU PESERTA KB AKTIF JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 1 KOTA GORONTALO 9 32,691 5,200 15.9 29,233 89.4 2 KAB. GORONTALO 21 79,075 16,135 20.4 71,089 89.9 3 KAB. BOALEMO 11 26,923 907 3.4 3,490 13.0 4 KAB. POHUWATO 16 27,483 7,728 28.1 21,765 79.2 5 KAB. BONE BOLANGO 20 29,183 8,960 30.7 40,835 139.9 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 18,357 1,105 6.0 10,378 56.5 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 213,712 40,035 18.7 176,790 82.7 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 37 BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHU 2013 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH LAHIR HIDUP L BAYI BARU LAHIR DITIMBANG P L + P L BBLR P L + P L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 KOTA GORONTALO 9 1,800 1,804 3,604 1,800 100.0 1,804 100.0 3,604 100.0 50 2.78 36 2.0 86 2.4 2 KAB. GORONTALO 21 3,380 3,255 6,635 3,380 100.0 3,255 100.0 6,635 100.0 130 3.8 114 3.5 244 3.7 3 KAB. BOALEMO 11 1,377 1,267 2,644 1,377 100.0 1,267 100.0 2,644 100.0 60 4.4 60 4.7 120 4.5 4 KAB. POHUWATO 16 1,307 1,305 2,612 1,297 99.2 1,258 96.4 2,555 97.8 28 2.2 31 2.5 59 2.3 5 KAB. BONE BOLANGO 20 1,474 1,500 2,974 1,474 100.0 1,500 100.0 2,974 100.0 45 3.1 45 3.0 90 3.0 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 1,138 1,051 2,189 1,136 99.8 1,040 99.0 2,176 99.4 69 6.1 53 5.1 122 5.6 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 10,476 10,182 20,658 10,464 99.9 10,124 99.4 20,588 99.7 382 3.7 339 3.3 721 3.5 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 38 CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATAL MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 KUNJUNGAN NEONATAL 1 KALI (KN1) JUMLAH BAYI NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS L P L + P KUNJUNGAN NEONATAL 3 KALI (KN LENGKAP) L P L + P L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 KOTA GORONTALO 9 1,879 1,956 3,835 1,849 98.4 1,799 92.0 3,648 95.1 1,717 91.4 1,744 89.2 3,461 90.2 2 KAB. GORONTALO 21 3,425 3,396 6,821 3,320 96.9 3,246 95.6 6,566 96.3 3,057 89.3 2,938 86.5 5,995 87.9 3 KAB. BOALEMO 11 1,373 1,429 2,802 1,305 95.0 1,293 90.5 2,598 92.7 1,203 87.6 1,158 81.0 2,361 84.3 4 KAB. POHUWATO 16 1,333 1,280 2,613 1,341 100.6 1,217 95.1 2,558 97.9 1,172 87.9 1,081 84.5 2,253 86.2 5 KAB. BONE BOLANGO 20 1,570 1,623 3,193 1,474 93.9 1,500 92.4 2,974 93.1 1,408 89.7 1,431 88.2 2,839 88.9 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 1,163 1,036 2,199 1,135 97.6 1,027 99.1 2,162 98.3 1,067 91.7 950 91.7 2,017 91.7 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 10,743 10,720 21,463 10,424 97.0 10,082 94.0 20,506 95.5 9,624 89.6 9,302 86.8 18,926 88.2 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 39 JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH BAYI USIA 0-6 BULAN L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 KOTA GORONTALO 9 3,425 3,396 6,821 422 12.3 453 13.3 875 12.8 2 KAB. GORONTALO 21 1,167 1,217 2,384 659 56.5 686 56.4 1,345 56.4 3 KAB. BOALEMO 11 1,333 1,280 2,613 29 2.2 24 1.9 53 2.0 4 KAB. POHUWATO 16 1,570 1,623 3,193 - - - - 1,647 51.6 5 KAB. BONE BOLANGO 20 1,163 1,036 2,199 4 0.3 9 0.9 13 0.6 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 1,163 1,036 2,199 640 55.0 526 50.8 1,166 53.0 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 9,821 9,588 19,409 1,754 17.9 1,698 17.7 5,099 26.3 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 40 CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS PELAYANAN KESEHATAN BAYI JUMLAH BAYI L P L + P L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 KOTA GORONTALO 9 1,879 1,956 3,835 1,734 92.3 1,806 92.3 3,540 92.3 2 KAB. GORONTALO 21 3,425 3,396 6,821 2,570 75.0 2,665 78.5 5,235 76.7 3 KAB. BOALEMO 11 1,373 1,429 2,802 759 55.3 729 51.0 1,488 53.1 4 KAB. POHUWATO 16 1,333 1,280 2,613 0 0.0 0 0.0 1,625 62.2 5 KAB. BONE BOLANGO 20 1,570 1,623 3,193 1,136 72.4 1,297 79.9 2,433 76.2 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 1,163 1,036 2,199 - - - - 1,809 82.3 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 10,743 10,720 21,463 6,199 57.7 6,497 61 16,130 75.2 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 41 CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH DESA/KELURAHAN DESA/KEL UCI % DESA/KEL UCI 1 2 3 4 5 6 1 KOTA GORONTALO 9 50 34 68.0 2 KAB. GORONTALO 21 205 151 73.7 3 KAB. BOALEMO 11 82 78 95.1 4 KAB. POHUWATO 16 105 95 90.5 5 KAB. BONE BOLANGO 20 165 139 84.2 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 123 87 70.7 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 730 584 80.0 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 42 CAKUPAN IMUNISASI DPT, HB, DAN CAMPAK PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 BAYI DIIMUNISASI DO RATE (%) JUMLAH BAYI DPT1+HB1 DPT3+HB3 CAMPAK NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16.0 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 1 KOTA GORONTALO 9 1,879 1,956 3,835 1,898 101.0 1,749 89.4 3,647 95.1 1,857 98.8 1,797 91.9 3,654 95.3 1,792 95.4 1,841 94.1 3,633 94.7 5.58-5.26 0.38 2 KAB. GORONTALO 21 3,544 3,395 6,939 5,297 149.5 1,782 52.5 7,079 102.0 5,354 151.1 1,680 49.5 7,034 101.4 5,040 142.2 1,769 52.1 6,809 98.1 4.85 0.73 3.81 3 KAB. BOALEMO 11 1,373 1,429 2,802 1,190 86.7 1,206 84.4 2,396 85.5 1,148 83.6 1,225 85.7 2,373 84.7 1,128 82.2 1,217 85.2 2,345 83.7 5.21-0.91 2.13 4 KAB. POHUWATO 16 1,433 1,379 2,812 1,594 111.2 1,542 111.8 3,136 111.5 1,675 116.9 1,624 117.8 3,299 117.3 1,635 114.1 1,588 115.2 3,223 114.6-2.57-2.98-2.77 5 KAB. BONE BOLANGO 20 1,458 1,518 2,976 1,402 96.2 1,462 96.3 2,864 96.2 1,448 99.3 1,504 99.1 2,952 99.2 1,370 94.0 1,484 97.8 2,854 95.9 2.28-1.50 0.35 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 1,163 1,036 2,199 1,293 111.2 1,241 119.8 2,534 115.2 1,375 118.2 1,348 130.1 2,723 123.8 1,352 116.3 1,320 127.4 2,672 121.5-4.56-6.37-5.45 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 10,850 10,713 21,563 12,674 116.8 8,982 83.8 21,656 100.4 12,857 118.5 9,178 85.7 22,035 102.2 12,317 113.5 9,219 86.1 21,536 99.9 2.82-2.64 0.55 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 43 CAKUPAN IMUNISASI BCG DAN POLIO PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 BAYI DIIMUNISASI NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BAYI BCG POLIO4 IMUNISASI DASAR LENGKAP L P L + P L P L + P L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 KOTA GORONTALO 9 1,879 1,956 3,835 1,992 106 1,856 95 3,848 100 1,828 97.28579 1,786 91.31 3,614 94.24 1,573 83.7 2,060 105.3 3,633 94.7 2 KAB. GORONTALO 21 3,544 3,395 6,939 5,315 150 1,724 51 7,039 101 5,297 149.4639 1,732 51.02 7,029 101.30 5,040 142.2 1,769 52.1 6,809 98.1 3 KAB. BOALEMO 11 1,373 1,429 2,802 1,101 80 1,199 84 2,300 82 1,156 84.19519 1,220 85.37 2,376 84.80 1,141 83.1 1,199 83.9 2,340 83.5 4 KAB. POHUWATO 16 1,433 1,379 2,812 1,515 106 1,568 114 3,083 110 1,675 116.8876 1,624 117.77 3,299 117.32 1,635 114.1 1,588 115.2 3,223 114.6 5 KAB. BONE BOLANGO 20 1,458 1,518 2,976 1,354 93 1,438 95 2,792 94 1,463 100.3429 1,501 98.88 2,964 99.60 1,361 93.3 1,472 97.0 2,833 95.2 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 1,163 1,036 2,199 1,297 112 1,256 121 2,553 116 1,429 122.8719 1,342 129.54 2,771 126.01 1,342 115.4 1,320 127.4 2,662 121.1 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 10,850 10,713 21,563 12,574 116 9,041 84 21,615 100 12,848 118.4147 9,205 85.92 22,053 102.27 12,092 111.45 9,408 87.82 21,500 99.71 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 44 CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BAYI, ANAK BALITA, DAN IBU NIFAS MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 BAYI 6-11 BULAN ANAK BALITA (12-59 BULAN) BALITA (6-59 BULAN) NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH BAYI L MENDAPAT VIT A P L + P JUMLAH L MENDAPAT VIT A P L + P JUMLAH L MENDAPAT VIT A P L + P L P L+P SƷ % S % S % L P L+P S % S % S % L P L+P S % S % S % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 KOTA GORONTALO 9 1,879 1,956 3,835 1,427 75.94 1,468 75.05 2,895 75.49 7,462 7,762 15,224 5,947 79.70 6,049 77.93 11,996 78.80 9,341 9,718 19,059 7,374 78.94 7,517 77.35 14,891 78.13 2 KAB. GORONTALO 21 3,407 3,541 6,948 3,015 88.49 3,133 88.48 6,148 88.49 12,139 12,626 24,765 10,318 85.00 11,149 88.30 21,467 86.68 15,546 16,167 31,713 13,738 88.37 14,285 88.36 28,023 88.36 3 KAB. BOALEMO 11 1,373 1,429 2,802 665 48.43 644 45.07 1,309 46.72 5,740 5,404 11,144 907 15.80 874 16.17 1,781 15.98 7,113 6,833 13,946 5,041 70.87 4,969 72.72 10,010 71.78 4 KAB. POHUWATO 16 1,333 1,280 2,613 - - - - 3,029 115.92 6,615 6,364 12,979 - - - - 8,964 69.07 7,948 7,644 15,592 - - - - 11,993 76.92 5 KAB. BONE BOLANGO 20 1,570 1,623 3,193 673 42.87 806 49.66 1,479 46.32 6,433 6,034 12,467 4,403 68.44 5,283 87.55 9,686 77.69 8,003 7,657 15,660 5,076 63.43 6,089 79.52 11,165 71.30 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 1,163 1,036 2,199 1,210 104.04 1,189 114.77 2,399 109.10 5,028 4,695 9,723 3,726 74.11 3,691 78.62 7,417 76.28 6,191 5,731 11,922 4,936 79.73 4,880 85.15 9,816 82.34 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 10,725 10,865 21,590 6,990 65.17 7,240 66.64 17,259 79.94 43,417 42,885 86,302 25,301 58.27 27,046 63.07 61,311 71.04 54,142 53,750 107,892 36,165 66.80 37,740 70.21 85,898 79.61 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 45 JUMLAH ANAK 0-23 BULAN DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 ANAK 0-23 BULAN (BADUTA) NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH BADUTA DILAPORKAN (S) DITIMBANG JUMLAH (D) % (D/S) L BGM P L+P L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 KOTA GORONTALO 9 4,023 4,146 8,169 2,990 3,075 6,065 74.3 74.2 74.2 33 1.1 34 1.1 67 1.1 2 KAB. GORONTALO 21 7,662 7,971 15,633 5,806 6,040 11,846 75.8 76 75.8 219 3.8 230 3.8 449 3.8 3 KAB. BOALEMO 11 4,183 4,123 8,306 2,113 2,048 4,161 50.5 50 50.1 12 0.6 12 0.6 24 0.6 4 KAB. POHUWATO 16 - - 6,360 - - 0 - - 0.0 - - - - 0-5 KAB. BONE BOLANGO 20 2,649 3,969 6,618 1,632 2,446 4,078 61.6 61.6 61.6 23 1.4 22 0.5 45 1.1 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 2,021 1,653 3,674 1,697 1,388 3,085 84.0 84.0 84.0 125 7.4 101 3.3 226 7.3 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 20,538 21,862 48,760 14,238 14,997 29,235 69.3 69 60.0 412 2.9 399 2.7 811 2.8 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 46 CAKUPAN PELAYANAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 ANAK BALITA (12-59 BULAN) NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (MINIMAL 8 KALI) L P L + P L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 KOTA GORONTALO 9 7,462 7,762 15,224 4,442 59.5 4,526 58.3 8,968 58.9 2 KAB. GORONTALO 21 13,982 13,863 27,845 7,385 52.8 7,683 55.4 15,068 54.1 3 KAB. BOALEMO 11 5,740 5,386 11,126 1,554 27.1 1,494 27.7 3,048 27.4 4 KAB. POHUWATO 16 6,615 6,364 12,979 - - - - 6,238 48.1 5 KAB. BONE BOLANGO 20 6,433 6,034 12,467 2,396 37.2 2,691 44.6 5,087 40.8 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 5,028 4,695 9,723 - - - - 2,676 27.5 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 45,260 44,104 89,364 15,777 34.9 16,394 37.2 41,085 46.0 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 47 JUMLAH BALITA DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 BALITA NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BALITA DILAPORKAN (S) JUMLAH (D) DITIMBANG % (D/S) L BGM P L+P L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 KOTA GORONTALO 9 9,341 9,718 19,059 7,315 7,454 14,769 78.3 76.7 77.5 51 0.7 69 0.9 120 0.8 2 KAB. GORONTALO 21 17,859 18,577 36,436 12,795 13,314 26,109 71.6 72 71.7 733 5.7 759 5.7 1,492 5.7 3 KAB. BOALEMO 11 7,113 6,833 13,946 4,484 4,384 8,868 63.0 64 63.6 20 0.4 20 0.5 40 0.5 4 KAB. POHUWATO 16 - - 12,027 - - 10,318 - - 85.8 - - - 464 4.5 5 KAB. BONE BOLANGO 20 6,433 6,034 12,467 5,056 6,469 11,525 78.6 107 92.4 23 0.5 22 0.3 45 0.4 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 6,191 5,731 11,922 4,268 3,491 7,759 68.9 61 65.1 245 5.7 197 5.6 442 5.7 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 46,937 46,893 105,857 33,918 35,112 79,348 72.3 75 75.0 1,072 3.2 1,067 3.0 2,603 3.3 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 48 CAKUPAN KASUS BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPAT PERAWATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 KASUS BALITA GIZI BURUK NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH DITEMUKAN MENDAPAT PERAWATAN L P L + P L P L+P S % S % S % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 KOTA GORONTALO 9 18 14 32 18 100 14 100 32 100 2 KAB. GORONTALO 21 158 163 321 158 100 163 100 321 100 3 KAB. BOALEMO 11 59 52 111 59 100 52 100 111 100 4 KAB. POHUWATO 16 31 28 59 31 100 28 100 59 100 5 KAB. BONE BOLANGO 20 16 19 35 16 100 19 100 35 100 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 24 26 50 24 100 26 100 50 100 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 306 302 608 306 100.0 302 100.0 608 100 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 49 CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) SISWA SD & SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KECAMATAN PUSKESMAS MURID KELAS 1 SD DAN SETINGKAT MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) JUMLAH L P L + P L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH SD DAN SETINGKAT MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 KOTA GORONTALO 9 2,121 2,126 4,247 1,994 94.0 2,008 94.4 4,002 94.2 124 84 68 2 KAB. GORONTALO 21 4,710 4,405 9,115 4,663 99.0 4,389 99.6 9,052 99.3 337 337 100 3 KAB. BOALEMO 11 1,570 1,508 3,078 1,468 93.5 1,416 93.9 2,884 93.7 141 141 100 4 KAB. POHUWATO 16 1,729 1,661 3,390 1,712 99.0 1,510 90.9 3,222 95.0 133 133 100 5 KAB. BONE BOLANGO 20 1,775 1,497 3,272 1,695 95.5 1,417 94.7 3,112 95.1 139 139 100 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 2,121 2,126 4,247 1,994 94.0 2,008 94.4 4,002 94.2 127 127 100 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 14,026 13,323 27,349 13,526 96.4 12,748 95.7 26,274 96.1 1,001 961 568 CAKUPAN PENJARINGAN KESEHATAN SISWA SD & SETINGKAT 96.4 95.7 96.1 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 50 PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KECAMATAN PUSKESMAS TUMPATAN GIGI TETAP PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PENCABUTAN GIGI TETAP RASIO TUMPATAN/ PENCABUTAN 1 2 3 4 5 6 1 KOTA GORONTALO 9 92 972 0.1 2 KAB. GORONTALO 21 26 1,011 0.0 3 KAB. BOALEMO 11 121 428 0.3 4 KAB. POHUWATO 16 35 393 0.1 5 KAB. BONE BOLANGO 20 0 204 0.0 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 88 205 0.4 JUMLAH (KAB/ KOTA) 92 362 3,213 0.1 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 51 PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 UPAYA KESEHATAN GIGI SEKOLAH NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH SD/MI JUMLAH SD/MI DGN SIKAT GIGI MASSAL % JUMLAH SD/MI MENDAPAT YAN. GIGI % JUMLAH MURID SD/MI MURID SD/MI DIPERIKSA PERLU PERAWATAN MENDAPAT PERAWATAN L P L + P L % P % L + P % L P L + P L % P % L + P % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 1 KOTA GORONTALO 9 127 127 100.0 127 100.0 12,262 11,363 23,625 1,657 13.5 2,345 20.6 4,002 16.9 225 276 501 177 78.7 221 80.1 398 79.4 2 KAB. GORONTALO 21 338-0.0-0.0 - - - 4,663-4,389-9,052-2,958 2,728 5,686-0.0-0.0-0.0 3 KAB. BOALEMO 11 147 117 79.6 117 79.6 10,107 9,832 19,939 995 9.8 1,022 10.4 2,017 10.1 249 289 538 62 24.9 81 28.0 143 26.6 4 KAB. POHUWATO 16 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 5 KAB. BONE BOLANGO 20 137-0.0-0.0 - - 7,061 - - - - - 0.0 - - - - - - - - - 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 131 62 47.3 48 36.6 680 626 1,306-0.0-0.0 30 2.3 - - 30 - - - - 30 100 JUMLAH (KAB/ KOTA) 92 880 306 34.8 292 33.2 23,049 21,821 51,931 7,315 31.7 7,756 35.5 15,101 29.1 3,432 3,293 6,755 239 7.0 302 9.2 571 8 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 52 CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT MENURUT JENIS KELAMIN KABUPATEN / KOTA PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 USILA (60TAHUN+) NO KAB/KOTA PUSKESMAS JUMLAH MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN L P L+P L % P % L+P % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 KOTA GORONTALO 9 3,772 3,922 7,694 2,894 76.72 3,499 89.21 6,393 83.09 2 KAB. GORONTALO 21 13,496 16,040 29,536 9,385 69.54 12,463 77.70 21,848 73.97 3 KAB. BOALEMO 11 3,390 4,833 8,223 233 6.87 247 5.11 480 5.84 4 KAB. POHUWATO 16 366 362 728 315 86.07 298 82.32 613 84.20 5 KAB. BONE BOLANGO 20 4,511 4,942 9,453 1,348 29.88 1,347 27.26 2,695 28.51 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 3,277 3,172 6,449 2,228 67.99 2,601 82.00 4,829 74.88 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 28,812 33,271 62,083 16,403 56.93 20,455 61.48 36,858 59.37 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 53 JUMLAH KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN JUMLAH KUNJUNGAN RUMAH PENYEBARAN INFORMASI 1 2 3 4 5 6 1 KOTA GORONTALO 9 1,560 35,268 208 2 KAB. GORONTALO 21 2,753 4,410 3,737 3 KAB. BOALEMO 11 820 12,706 65 4 KAB. POHUWATO 16 1,824 19,145 152 5 KAB. BONE BOLANGO 20 1,594 0 207 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 2,628 6,998 3,737 SUB JUMLAH I 92 11,179 78,527 8,106 1 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 85 21 743 2 Rumah Sakit 465 - - JUMLAH (KAB/KOTA) 11,729 78,548 8,849 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 54 NO JENIS JAMINAN KESEHATAN CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN MENURUT JENIS JAMINAN DAN JENIS KELAMIN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 PESERTA JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN JUMLAH L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 1 JAMKESMAS 192,284 194,218 551,529 34.68 34.14 49.10 % 2 ASKES PNS 8,862 10,405 144,528 1.60 1.83 12.87 3 JPK JAMSOSTEK - - 38,654 - - 3.44 4 TNI/POLRI/PNS/ KEMHAN/PNS POLRI 624 141 1,846 0.11 0.02 0.16 5 ASURANSI PERUSAHAAN 0 0 0 0.00 0.00 0.00 6 ASURANSI SWASTA 0 0 0 0.00 0.00 0.00 7 JAMKESDA 60,459 59,495 253,676 10.90 10.46 22.58 JUMLAH (KAB/KOTA) 262,229 264,259 990,233 47.29 46.45 88.15

TABEL 55 NO JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN, RAWAT INAP, DAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 SARANA PELAYANAN KESEHATAN JUMLAH KUNJUNGAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 Puskesmas Kota Gorontalo 5,796 9,385 15,181 200 302 502 101 137 238 2 Puskesmas Kab. Gorontalo 86,350 123,329 209,679 1,136 1,721 2,857 33 25 58 3 Puskesmas Kab. Boalemo 31,438 42,049 73,487 133 490 623 239 120 359 4 Puskesmas Kab. Pohuwato - - 35,099 - - 489 5 2 7 5 Puskesmas Kab. Bone Bolango 49,201 63,525 112,726 78 124 202 15 9 24 6 Puskesmas Kab. Gorontalo Utara 28,078 33,628 61,706 1,375 1,178 2,553 31 24 55 SUB JUMLAH I 200,863 271,916 507,878 2,922 3,815 7,226 424 317 741 1 RSUD Aloe Saboe 20,466 25,014 45,480 8,040 12,104 20,144 243 113 356 2 RSUD Otanaha 951 1,405 2,356 553 715 1,268 0 0 0 3 RSUD MM. Dunda 15,479 19,290 34,769 6,744 9,645 16,389 152 142 294 4 RSUD Tani & Nelayan 3,369 5,463 8,832 1,741 2,009 3,750 0 0 0 5 RSUD Pohuwato 4,985 10,122 15,107 1,635 3,354 4,989 0 0 0 6 RSUD Toto Kabila 6,252 10,273 16,525 2,321 3,526 5,847 22 36 58 7 RSUD Tombulilato 638 1004 1,642 248 245 493 16 0 16 8 RS Bergerak 1,416 1,498 2,914 148 184 332 0 0 0 9 RS Hasri Ainun Habibie 113 135 248 1 7 8 0 0 0 SUB JUMLAH II 45,250 61,294 106,544 18,713 27,827 46,540 395 255 650 1 Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 0 0 0 SUB JUMLAH III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 246,113 333,210 614,422 21,635 31,642 53,766 819 572 1,391 JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA 554,473 568,877 1,123,350 554,473 568,877 1,123,350 CAKUPAN KUNJUNGAN (%) 44.4 58.6 54.7 3.9 5.6 4.8 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Catatan: Puskesmas non rawat inap hanya melayani kunjungan rawat jalan RAWAT JALAN RAWAT INAP JUMLAH

TABEL 56 ANGKA KEMATIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO NAMA RUMAH SAKIT a JUMLAH TEMPAT TIDUR PASIEN KELUAR + MATI) (HIDUP PASIEN KELUAR MATI PASIEN KELUAR MATI 48 JAM DIRAWAT L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 RSUD Aloe Saboe 350 8,040 12,104 20,144 226 368 594 134 218 352 28.1 30.4 29.5 16.7 18.0 17.5 2 RSUD Otanaha 35 553 715 1,268 14 10 24 4 6 10 25.3 14.0 18.9 7.2 8.4 7.9 3 RSUD MM. Dunda 235 6,744 9,645 16,389 288 308 596 75 81 156 42.7 31.9 36.4 11.1 8.4 9.5 4 RSUD Tani & Nelayan 78 1,492 2,258 3,750 38 41 79 17 12 29 25.5 18.2 21.1 11.4 5.3 7.7 5 RSUD Pohuwato 94 1,635 3,354 4,989 34 71 105 17 34 51 20.8 21.2 21.0 10.4 10.1 10.2 6 RSUD Toto Kabila 100 2,321 3,526 5,847 73 85 158 43 30 73 31.5 24.1 27.0 18.5 8.5 12.5 7 RSUD Tombulilato 64 - - 1,322 - - 22 - - 16 - - 16.6 - - 12.1 8 RS Bergerak 9 148 184 332 1 1 2 1 1 2 6.8 5.4 6.0 6.8 5.4 6.0 9 RS HAH 50 - - 8 - - - - - - #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! #DIV/0! - GDR NDR KABUPATEN/KOTA 1,015 20,933 31,786 54,049 674 884 1,580 291 382 689 3.2 2.8 2.9 1.4 1.2 1.3 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta

TABEL 57 INDIKATOR KINERJA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO NAMA RUMAH SAKIT a JUMLAH TEMPAT TIDUR PASIEN KELUAR (HIDUP + MATI) JUMLAH HARI PERAWATAN JUMLAH LAMA DIRAWAT BOR (%) BTO (KALI) TOI (HARI) ALOS (HARI) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 RSUD Aloe Saboe 350 20,144 100,720 100,720 78.8 57.6 1.3 5.0 2 RSUD Otanaha 35 1,268 3,581 3,581 28.0 36.2 7.3 2.8 3 RSUD MM. Dunda 235 16,389 59,994 52,885 69.9 69.7 1.6 3.2 4 RSUD Tani & Nelayan 78 3,750 14,778 13,692 51.9 48.1 3.7 3.7 5 RSUD Pohuwato 94 4,989 18,770 18,770 54.7 53.1 3.1 3.8 6 RSUD Toto Kabila 100 5,847 25,481 31,330 69.8 58.5 1.9 5.4 7 RSUD Tombulilato 64 1,322 1,599 1,599 6.8 20.7 16.5 1.2 8 RS Bergerak 9 332 731 3 22.3 36.9 7.7 0.0 9 RS Hasri Ainun Habibie 50 8 19 19 0.1 0.2 2278.9 2.4 KABUPATEN/KOTA 1,015 54,049 225,673 222,599 60.9 53.3 2.7 4.1 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta

TABEL 58 PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (BER-PHBS) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH JUMLAH DIPANTAU RUMAH TANGGA % DIPANTAU JUMLAH BER- PHBS % BER- PHBS 1 2 3 4 5 6 7 8 1 KOTA GORONTALO 9 46,625 35,268 75.6 29,119 82.6 2 KAB. GORONTALO 21 122,040 4,410 3.6 2,304 52.2 3 KAB. BOALEMO 11 35,581 12,706 35.7 6,036 47.5 4 KAB. POHUWATO 16 33,104 19,145 57.8 7,301 38.1 5 KAB. BONE BOLANGO 20 27,818 9,450 34.0 5,773 61.1 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 41,852 6,998 16.7 1,641 23.4 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 307,020 87,977 28.7 52,174 59.3 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 59 PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013-1 0 NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH SELURUH RUMAH RUMAH MEMENUHI SYARAT JUMLAH RUMAH DIBINA MEMENUHI RUMAH MEMENUHI SYARAT RUMAH DIBINA (RUMAH SEHAT) RUMAH YANG SYARAT (RUMAH SEHAT) BELUM MEMENUHI JUMLAH % SYARAT JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 KOTA GORONTALO 9 36,138 25,316 70.05 6,996 5,292 75.64 2,031 38.38 27,347 75.67 2 KAB. GORONTALO 21 75,989 46,718 61.48 31,378 29,272 93.29 364 1.24 47,082 61.96 3 KAB. BOALEMO 11 35,482 14,722 41.49 18,343 8,577 46.76 5,130 59.81 19,852 55.95 4 KAB. POHUWATO 16 27,695 13,855 50.03 13,840 3,194 23.08 3,090 96.74 13,855 50.03 5 KAB. BONE BOLANGO 20 35,482 14,722 41.49 18,343 8,577 46.76 5,130 59.81 14,722 41.49 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 22,240 8,513 38.28 13,727 6,349 46.25 785 12.36 9,298 41.81 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 233,026 123,846 53.15 102,627 61,261 59.69 16,530 26.98 132,156 56.71 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH % TABEL 60 PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM BERKUALITAS (LAYAK) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 BUKAN JARINGAN PERPIPAAN PENDUDUK YANG SUMUR GALI TERLINDUNG SUMUR GALI DENGAN POMPA SUMUR BOR DENGAN POMPA TERMINAL AIR MATA AIR TERLINDUNG PENAMPUNGAN AIR HUJAN PERPIPAAN (PDAM,BPSPAM) MEMILIKI AKSES AIR MINUM NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDUDUK MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT 1 2 3 4 5 6 8 9 10 11 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 1 KOTA GORONTALO 9 196,677 6,934 33,286 5,900 30,305 0 0 0 0 3,599 17,076 3,474 16,844 131 4,269 128 4,253 60 3,344 56 3,075 0 0 0 0 18,317 98,240 18,311 98,202 152,679 77.6 2 KAB. GORONTALO 21 374,771 23,689 186,913 24,788 189,387 0 0 0 0 5,918 13,670 2,181 13,670 410 8,467 366 8,467 2,413 36,878 2,627 36,876 0 0 0 0 1,827 31,959 1,827 31,959 280,359 74.8 3 KAB. BOALEMO 11 143,720 9,219 117,362 5,949 6,576 38 94 38 94 383 2,571 295 1,969 162 4,410 72 4,071 88 3703 1 388 0 0 0 0 451 8,945 451 8,945 22,043 15.3 4 KAB. POHUWATO 16 139,110 12,158 63,599 6,668 47,346 225 2,106 199 2,106 0 0 0 0 280 3,501 280 2,685 283 1,229 232 1,229 0 0 0 0 4,216 11,816 2,969 11,768 65,134 46.8 5 KAB. BONE BOLANGO 20 161,128 11,907 80,484 8,074 55,863 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3,703 0 0 0 0 0 0 3,659 23,770 3,051 22,024 77,887 48.3 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 107,944 8,713 58,365 5,502 46,958 101 637 90 540 101 740 90 740 0 0 0 0 228 1,229 228 4,976 201 2,655 189 2,300 0 0 0 0 55,514 51.4 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 1,123,350 72,620 540,009 56,881 376,435 364 2837 327 2740 10001 34,057 6040 33,223 983 20,647 846 19,476 3072 50,086 3,144 46,544 201 2,655 189 2,300 28,470 174,730 26,609 172,898 653616 58.2 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 61 PERSENTASE KUALITAS AIR MINUM DI PENYELENGGARA AIR MINUM YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 MEMENUHI SYARAT (FISIK, BAKTERIOLOGI, DAN KIMIA) NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH PENYELENGGARA AIR MINUM Jlh Sampel yang diperiksa Kualitas Mikrobiologi Kualitas Fisik Kualitas Kimia Memenuhi Syarat % Jlh Sampel yang diperiksa Memenuhi Syarat % Jlh Sampel yang diperiksa Memenuhi Syarat % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 KOTA GORONTALO 9 1 26 9 35 18 18 69 18 18 100 2 KAB. GORONTALO 21 7 14 14 100 14 14 100 14 14 100 3 KAB. BOALEMO 11 1 2 2 100 2 2 100 2 2 100 4 KAB. POHUWATO 16 1 5 5 100 5 5 100 5 5 100 5 KAB. BONE BOLANGO 20 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 1 13 13 100 13 13 100 13 13 100 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 12 60 43 72 52 52 86.67 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota 52 52 100

JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA % PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA % PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA % PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA % PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH PENDUDUK JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA TABEL 62 PENDUDUK DENGAN AKSES TERHADAP FASILITAS SANITASI YANG LAYAK (JAMBAN SEHAT) MENURUT JENIS JAMBAN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KECAMATAN PUSKESMAS KOMUNAL MEMENUHI SYARAT JENIS SARANA JAMBAN LEHER ANGSA PLENGSENGAN CEMPLUNG MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT PENDUDUK DENGAN AKSES SANITASI LAYAK JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 1 KOTA GORONTALO 9 196,677 762 10,970 700 10,599 96.6 25,981 141,895 23,831 135,118 95.2 85 366 56 248 67.8 1,346 4,696 1,346 4,696 100.0 150,661 76.6 2 KAB. GORONTALO 21 374,771 1,983 43,433 1,969 43,379 99.9 25,810 163,468 25,428 163,468 100.0 2,845 11,894 - - 0.0 2,823 11,812 - - 0.0 206,847 55.2 3 KAB. BOALEMO 11 143,720 867 16,285 695 12,427 76.3 13,798 77,432 7,641 65,160 84.2 194 1,187 184 1,150 96.9 1,259 5,953 315 2,537 42.6 81,274 56.6 4 KAB. POHUWATO 16 139,110 963 10,951 856 10,951 100.0 15,513 46,417 9,049 52,417 112.9 1,192 3,382 1,026 3,382 100.0 1,033 2,884 763 2,884 100.0 69,634 50.1 5 KAB. BONE BOLANGO 20 161,128 1,134 21,354 942 17,546 82.2 9,370 51,954 8,343 42,570 81.9 118 346 117 346 100.0 19 141 - - 0.0 60,462 37.5 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 107,944 420 11,370 291 8,916 78.4 5,421 26,813 4,511 22,564 84.2 23 90 - - 0.0 15 226 - - 0.0 31,480 29.2 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 1,123,350 6,129 114,363 5,453 ###### 90.7794 95,893 507,979 78,803 481,297 94.7474 4,457 17,265 1,383 5,126 29.7 6,495 25,712 2,424 10,117 39.3 600,358 53.4 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 63 DESA YANG MELAKSANAKAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) JUMLAH DESA/ KECAMATAN PUSKESMAS DESA MELAKSANAKAN DESA STOP BABS KELURAHAN DESA STBM STBM (SBS) JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 KOTA GORONTALO 9 50 50 100 23 46 0 0.0 2 KAB. GORONTALO 21 205 67 33 23 11.2 0 0.0 3 KAB. BOALEMO 11 82 62 75.6 11 13.4 0 0.0 4 KAB. POHUWATO 16 105 67 63.8 12 11.4 0 0.0 5 KAB. BONE BOLANGO 20 165 8 4.8 0 0 0 0.0 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 123 7 5.7 0 0 0 0.0 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 730 261 35.8 69 9.45 0 0.00 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

SD SLTP SLTA PUSKESMAS RUMAH SAKIT UMUM BINTANG NON BINTANG JUMLAH TTU JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % TABEL 64 PERSENTASE TEMPAT-TEMPAT UMUM MEMENUHI SYARAT KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 TEMPAT-TEMPAT UMUM YANG ADA MEMENUHI SYARAT KESEHATAN NO KECAMATAN PUSKESMAS SARANA PENDIDIKAN SARANA KESEHATAN HOTEL SD SARANA PENDIDIKAN SLTP SLTA SARANA KESEHATAN PUSKESMAS RUMAH SAKIT UMUM BINTANG HOTEL NON BINTANG TEMPAT-TEMPAT UMUM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 1 KOTA GORONTALO 9 137 33 27 9 5 2 38 251 137 100.0 33 100.0 27 100 9 100 5 100 2 100 38 100 251 100.0 2 KAB. GORONTALO 21 300 107 38 21 2 0 4 472 222 74.0 77 72.0 29 76 21 100 2 100 0 0 4 100 355 75.2 3 KAB. BOALEMO 11 141 55 18 11 1 0 9 235 95 67.4 40 72.7 14 78 11 100 1 100 0 0 4 44.4 165 70.2 4 KAB. POHUWATO 16 131 46 20 16 1 0 8 222 128 97.7 45 97.8 20 100 16 100 1 100 0 0 5 62.5 215 96.8 5 KAB. BONE BOLANGO 20 163 33 14 20 2 0 0 232 156 95.7 33 100.0 13 93 20 100 2 100 0 0 0 0 224 96.6 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 102 59 17 15 1 0 1 195 22 21.6 12 20.3 1 6 15 100 1 100 0 0 0 0 51 26.2 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 974 333 134 92 12 2 60 1,607 760 78.0 240 72.1 104 77.6 92 100.0 12 100.0 2 100.0 51 85.0 1,261 78.5 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 65 TEMPAT PENGELOLAAN MAKAN (TPM) MENURUT STATUS HIGIENE SANITASI PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 TPM MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI TPM TIDAK MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH TPM JASA BOGA RUMAH MAKAN/ RESTORAN DEPOT AIR MINUM (DAM) MAKANAN JAJANAN TOTAL % JASA BOGA RUMAH MAKAN/ RESTORAN DEPOT AIR MINUM (DAM) MAKANAN JAJANAN TOTAL % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 KOTA GORONTALO 9 766 26 258 106 110 500 65.27 13 48 24 181 266 34.7 2 KAB. GORONTALO 21 421 16 58 133 8 215 51.07 1 10 133 23 167 39.7 3 KAB. BOALEMO 11 204 7 44 23 12 86 42.16 9 44 10 55 118 57.8 4 KAB. POHUWATO 16 249 2 53 27 155 237 95.18 1 14 7 129 151 60.6 5 KAB. BONE BOLANGO 20 649 16 46 58 132 252 38.83 1 12 0 100 113 17.4 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 311 0 118 19 0 137 44.05 0 31 15 0 46 14.8 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 2,600 67 577 366 417 1,427 54.88 25 159 189 488 861 33.1 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

JUMLAH TPM TIDAK MEMENUHI SYARAT JASA BOGA RUMAH MAKAN/ RESTORAN DEPOT AIR MINUM (DAM) MAKANAN JAJANAN TOTAL PERSENTASE TPM DIBINA JUMLAH TPM MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI JASA BOGA RUMAH MAKAN/ RESTORAN DEPOT AIR MINUM (DAM) MAKANAN JAJANAN TOTAL PERSENTASE TPM DIUJI PETIK TABEL 66 TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN DIBINA DAN DIUJI PETIK PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 JUMLAH TPM DIBINA JUMLAH TPM DIUJI PETIK NO KAB / KOTA PUSKESMAS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 1 KOTA GORONTALO 9 266 8 81 32 0 121 45.5 500 14 41 34 0 89 17.8 2 KAB. GORONTALO 21 167 1 10 133 23 167 100.0 215 0 0 0 0 0 0.0 3 KAB. BOALEMO 11 118 7 44 23 12 86 72.9 86 7 44 23 12 86 100.0 4 KAB. POHUWATO 16 151 2 17 10 99 128 84.8 237 4 11 14 20 49 20.7 5 KAB. BONE BOLANGO 20 113 1 16 0 100 117 103.5 252 0 0 0 0 0 0.0 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 46 0 31 19 0 50 108.7 137 0 0 0 0 0 0.0 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 861 19 199 217 234 669 77.7 1,427 25 96 71 32 224 15.7 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 67 NO NAMA OBAT SATUAN TERKECIL KEBUTUHAN TOTAL PENGGUNAAN SISA STOK JUMLAH OBAT/VAKSIN PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT/VAKSIN 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Alopurinol tablet 100 mg tablet 306,318 184,900 235,300 420,200 137% 2 Aminofilin tablet 200 mg tablet 138,450 77,500 135,000 212,500 153% 3 Aminofilin injeksi 24 mg/ml tablet 18,779 1,283 8,676 9,959 53% 4 Amitripilin tablet salut 25 mg (HCL) tablet 20,455 11,600 40,200 51,800 253% 5 Amoksisilin kapsul 250 mg kapsul 396,069 223,260 92,520 315,780 80% 6 Amoksisilin kaplet 500 mg kaplet 3,348,358 2,497,500 2,112,600 4,610,100 138% 7 Amoksisilin sirup kering 125 mg/ 5 mg botol 932,534 621,968 494,962 1,116,930 120% 8 Metampiron tablet 500 mg tablet 1,101,240 650,700 758,900 1,409,600 128% 9 Metampiron injeksi 250 mg ampul 7,734 2,700 7,860 10,560 137% 10 Antasida DOEN I tablet kunyah, kombinasi :Aluminium Hidroksida 200 mg + Magnesium Hidroksida 200 mg tablet 1,775,236 836,500 2,155,800 2,992,300 169% 11 Anti Bakteri DOEN saleb kombinasi : Basitrasin 500 IU/g + polimiksin 10.000 IU/g 12 Antihemoroid DOEN kombinasi : Bismut Subgalat 150 mg + Heksaklorofen 250 mg 13 Antifungi DOEN Kombinasi : Asam Benzoat 6% + Asam Salisilat 3% PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 tube 28,557 5,997 425 6,422 22% supp 5,020 3,700 10,810 14,510 289% pot 4,136 3,409 6,251 9,660 234% 14 Antimigren : Ergotamin tartrat 1 mg + Kofein 50 mg tablet 8,100 2,200 100 2,300 28% 15 Antiparkinson DOEN tablet kombinasi : Karbidopa 25 mg + tablet 1,000 800 100 900 90% Levodopa 250 mg 16 Aqua Pro Injeksi Steril, bebas pirogen vial 7,179 2,963 4,088 7,051 98% 17 Asam Askorbat (vitamin C) tablet 50 mg tablet 2,840,375 1,505,000 2,833,000 4,338,000 153% 18 Asam Asetisalisilat tablet 100 mg (Asetosal) tablet 7,350 5,700 1,100 6,800 93% 19 Asam Asetisalisilat tablet 500 mg (Asetosal) tablet 11,574 5,700 11,900 17,600 152% 20 Atropin sulfat tablet 0,5 mg tablet - - - - #DIV/0! 21 Atropin tetes mata 0,5% botol - - - - #DIV/0! 22 Atropin injeksi l.m/lv/s.k. 0,25 mg/ml - 1 ml (sulfat) ampul 1,530 540 870 1,410 92% 23 Betametason krim 0,1 % krim 27,371 18,649 11,053 29,702 109% 24 Deksametason Injeksi I.v. 5 mg/ml ampul 81,957 38,500 31,100 69,600 85% 25 Deksametason tablet 0,5 mg tablet 1,230,370 812,400 1,268,000 2,080,400 169% 26 Dekstran 70-larutan infus 6% steril botol - - - - #DIV/0! 27 Dekstrometorfan sirup 10 mg/5 ml (HBr) botol 22,604 10,117 8,549 18,666 83% 28 Dekstrometorfan tablet 15 mg (HBr) tablet 584,305 212,600 271,700 484,300 83% 29 Diazepam Injeksi 5mg/ml ampul 9,863 3,220 19,539 22,759 231% 30 Diazepam tablet 2 mg tablet 562,086 163,300 1,258,200 1,421,500 253% 31 Diazepam tablet 5 mg tablet 21,058 14,000 76,250 90,250 429% 32 Difenhidramin Injeksi I.M. 10 mg/ml (HCL) ampul 128,405 69,150 76,530 145,680 113% 33 Diagoksin tablet 0,25 mg tablet 100,550 8,600 60,800 69,400 69% 34 Efedrin tablet 25 mg (HCL) tablet 309,465 260,000 121,500 381,500 123% 35 Ekstrks belladona tablet 10 mg tablet 548,000 116,000 125,000 241,000 44% 36 Epinefrin (Adrenalin) injeksi 0,1% (sebagai HCL) ampul 7,178 3,470 11,735 15,205 212% 37 Etakridin larutan 0,1% botol 2,253 1,359 1,625 2,984 132% 38 Fenitoin Natriun Injeksi 50 mg/ml ampul - - - - #DIV/0! 39 Fenobarbital Injeksi I.m/I.v 50 mg/ml ampul 6,148 3,065 810 3,875 63% 40 Fenobarbital tablet 30 mg tablet 189,306 105,900 651,950 757,850 400% 41 Fenoksimetil Penisilin tablet 250 mg tablet - - - - #DIV/0! 42 Fenoksimetil Penisilin tablet 500 mg tablet - - - - #DIV/0! 43 Fenol Gliserol tetes telinga 10% botol 518 242 276 518 100% 44 Fitomenadion (Vit. K1) injeksi 10 mg/ml ampul 44,267 29,433 23,620 53,053 120% 45 Fitomenadion (Vit. K1) tablet salut gula 10 mg tablet 256,126 119,050 246,950 366,000 143% 46 Furosemid tablet 40 mg tablet 147,410 65,150 130,650 195,800 133% 47 Gameksan lotion 1 % botol - - - - #DIV/0! 48 Garam Oralit I serbuk Kombinasi : Natrium 0,70 g, Kalium sach 220,686 71,008 65,100 136,108 62% klorida 0,30 g, Tribatrium Sitrt dihidrat 0,58 g 49 Gentian Violet Larutan 1 % botol 11,098 4,375 4,471 8,846 80% 50 Glibenklamida tablet 5 mg tablet 298,724 153,400 247,800 401,200 134% 51 Gliseril Gualakolat tablet 100 mg tablet 2,583,052 1,736,000 2,109,000 3,845,000 149% 52 Gliserin botol - - - - #DIV/0! 53 Glukosa larutan infus 5% botol 9,431 6,749 7,247 13,996 148% 54 Glukosa larutan infus 10% botol 753 718 1,679 2,397 318% 55 Glukosa larutan infus 40% steril (produk lokal) ampul 4 1-1 28% 56 Griseofulvin tablet 125 mg, micronized tablet 427,272 217,800 140,900 358,700 84% 57 Haloperidol tablet 0,5 mg tablet 13,500 9,000 12,800 21,800 161% 58 Haloperidol tablet 1,5 mg tablet 43,059 19,200 95,300 114,500 266% 59 Haloperidol tablet 5 mg tablet 30,300 4,500 5,500 10,000 33% 60 Hidroklorotiazida tablet 25 mg tablet 434,444 176,000 357,000 533,000 123% 61 Hidrkortison krim 2,5% tube 66,827 19,339 16,690 36,029 54% 62 Ibuprofen tablet 200 mg tablet 151,506 80,500 64,300 144,800 96% 63 Ibuprofen tablet 400 mg tablet 985,383 616,600 381,600 998,200 101% 64 Isosorbid Dinitrat Tablet Sublingual 5 mg tablet 354,407 29,400 73,000 102,400 29% 65 Kalsium Laktat (Kalk) tablet 500 mg tablet 823,730 403,000 465,000 868,000 105% 66 Kaptopril tablet 12,5 mg tablet 123,015 100,000 95,500 195,500 159% 67 Kaptopril tablet 25 mg tablet 1,478,213 678,700 634,950 1,313,650 89% 68 Karbamazepim tablet 200 mg tablet 53,975 15,500 5,924 21,424 40% 69 Ketamin Injeksi 10 mg/ml vial - - - - #DIV/0! 70 Klofazimin kapsul 100 mg microzine kapsul - - - - #DIV/0! 71 Kloramfenikol kapsul 250 mg kapsul 464,743 251,175 232,490 483,665 104%

TABEL 67 NO NAMA OBAT PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 SATUAN TERKECIL KEBUTUHAN TOTAL PENGGUNAAN SISA STOK JUMLAH OBAT/VAKSIN PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT/VAKSIN 1 2 3 4 5 6 7 8 72 Kloramfenikol tetes telinga 3 % botol 10,229 3,238 3,000 6,238 61% 73 Kloraniramina mealeat (CTM) tablet 4 mg tablet 3,734,291 2,891,000 4,540,000 7,431,000 199% 74 Klorpromazin injeksi i.m 5 mg/ml-2ml (HCL) ampul 200 150 700 850 425% 75 Klorpromazin injeksi i.m 25 mg/ml (HCL) ampul 4,050 270 780 1,050 26% 76 Klorpromazin tablet salut 25 mg (HCL) tablet 104,000 27,000 25,000 52,000 50% 77 Klorpromazin HCl tablet salut 100 mg (HCL) tablet 19,250 5,000 10,000 15,000 78% 78 Anti Malaria DOEN Kombinasi Pirimetamin 25 mg + tablet - - - - #DIV/0! Sulfadoxin 500 mg 79 Kotrimosazol Suspensi Kombinasi :Sulfametoksazol 200 mg botol 38,212 27,728 19,984 47,712 125% + Trimetoprim 40 mg/ 5 ml 80 Kotrimosazol DOEN I (dewasa) Kombinasi : Sulfametoksazol tablet 1,180,801 952,900 802,200 1,755,100 149% 400 mg, Trimetoprim 80 mg 81 Kotrimosazol DOEN II (pediatrik) Kombinasi : tablet 492,198 181,200 265,600 446,800 91% Sulfametoksazol 100 mg, Trimetoprim 20 mg 82 Kuinin (kina) tablet 200 mg tablet 8,140 3,660 135,342 139,002 1708% 83 Kuinin Dihidrokklorida injeksi 25%-2 ml ampul 960 60 4,710 4,770 497% 84 Lidokain injeksi 2% (HCL) + Epinefrin 1 : 80.000-2 ml vial 57,095 35,500 43,530 79,030 138% 85 Magnesium Sulfat inj (IV) 20%-25 ml vial 3,320 307 1,684 1,991 60% 86 Magnesium Sulfat inj (IV) 40%-25 ml vial 1,747 361 2,078 2,439 140% 87 Magnesium Sulfat serbuk 30 gram sach - - - - #DIV/0! 88 Mebendazol sirup 100 mg / 5 ml botol - - - - #DIV/0! 89 Mebendazol tablet 100 mg tablet - - - - #DIV/0! 90 Metilergometrin Maleat (Metilergometrin) tablet salut 0,125 tablet 243,045 115,360 58,718 174,078 72% mg 91 Metilergometrin Maleat injeksi 0,200 mg -1 ml ampul 85,980 17,270 47,320 64,590 75% 92 Metronidazol tablet 250 mg tablet 308,607 123,700 260,900 384,600 125% 93 Natrium Bikarbonat tablet 500 mg tablet - 111 20,000 20,111 #DIV/0! 94 Natrium Fluoresein tetes mata 2 % botol - - - - #DIV/0! 95 Natrium Klorida larutan infus 0,9 % botol 18,286 9,555 12,639 22,194 121% 96 Natrium Thiosulfat injeksi I.v. 25 % ampul - - - - #DIV/0! 97 Nistatin tablet salut 500.000 IU/g tablet 5,300 4,000 2,100 6,100 115% 98 Nistatin Vaginal tablet salut 100.000 IU/g tablet 15,000 3,430 12,500 15,930 106% 99 Obat Batuk hitam ( O.B.H.) botol 18,354 10,840 8,668 19,508 106% 100 Oksitetrasiklin HCL salep mata 1 % tube 41,579 10,573 25,024 35,597 86% 101 Oksitetrasiklin injeksi I.m. 50 mg/ml-10 ml vial 1,359 - - - 102 Oksitosin injeksi 10 UI/ml-1 ml ampul 43,640 17,520 28,110 45,630 105% 103 Paracetamol sirup 120 mg / 5 ml botol 55,423 31,863 16,847 48,710 88% 104 Paracetamol tablet 100 mg tablet 604,000 249,600 607,100 856,700 142% 105 Paracetamol tablet 500 mg tablet 3,560,332 1,850,236 2,652,827 4,503,063 126% 106 Pilokarpin tetes mata 2 % (HCL/Nitrat) botol - - - - #DIV/0! 107 Pirantel tab. Score (base) 125 mg tablet 30,436 19,200 57,980 77,180 254% 108 Piridoksin (Vitamin B6) tablet 10 mg (HCL) tablet 2,619,410 882,000 3,650,000 4,532,000 173% 109 Povidon Iodida larutan 10 % botol 8,007 3,689 6,216 9,905 124% 110 Povidon Iodida larutan 10 % botol 1,396 1,002 501 1,503 108% 111 Prednison tablet 5 mg tablet 1,705,082 859,000 1,392,000 2,251,000 132% 112 Primakuin tablet 15 mg tablet 69,000 34,700 8,000 42,700 62% 113 Propillitiourasil tablet 100 mg tablet 181,850 70,900 147,900 218,800 120% 114 Propanol tablet 40 mg (HCL) tablet 57,319 30,100 52,300 82,400 144% 115 Reserpin tablet 0,10 mg tablet 375 3,250-3,250 867% 116 Reserpin tablet 0,25 mg tablet 76,271 26,000 14,000 40,000 52% 117 Ringer Laktat larutan infus botol 54,183 35,861 37,322 73,183 135% 118 Salep 2-4, kombinasi: Asam Salisilat 2% + Belerang endap tube 14,906 7,956 10,538 18,494 124% 4% 119 Salisil bedak 2% kotak 19,574 11,209 10,271 21,480 110% 120 Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 5 ml (ABU I) vial - 2 2 4 #DIV/0! 121 Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 50 ml (ABU II) vial - - - - #DIV/0! 122 Serum Anti Difteri Injeksi 20.000 IU/vial (A.D.S.) vial - - - - #DIV/0! 123 Serum Anti Tetanus Injeksi 1.500 IU/ampul (A.T.S.) ampul - - - - #DIV/0! 124 Serum Anti Tetanus Injeksi 20.000 IU/vial (A.T.S.) vial - - - - #DIV/0! 125 Sianokobalamin (Vitamin B12) injeksi 500 mcg ampul 83,112 41,451 24,079 65,530 79% 126 Sulfasetamida Natrium tetes mata 15 % botol - - - - #DIV/0! 127 Tetrakain HCL tetes mata 0,5% botol 2,880 - - - 128 Tetrasiklin kapsul 250 mg kapsul 181,000 119,300 291,700 411,000 227% 129 Tetrasiklin kapsul 500 mg kapsul 136,286 78,100 65,900 144,000 106% 130 Tiamin (vitamin B1) injeksi 100 mg/ml ampul 208,193 132,180 182,520 314,700 151% 131 Tiamin (vitamin B1) tablet 50 mg (HCL/Nitrat) tablet 2,349,463 837,800 2,835,300 3,673,100 156% 132 Tiopental Natrium serbuk injeksi 1000 mg/amp ampul - - - - #DIV/0! 133 Triheksifenidil tablet 2 mg tablet 53,900 21,300 40,400 61,700 114% 134 Vaksin Rabies Vero vial 913 525 119 644 71% 135 Vitamin B Kompleks tablet tablet 3,862,465 1,899,000 3,990,000 5,889,000 152% VAKSIN - #DIV/0! 136 BCG vial - #DIV/0! 137 T T vial 21,651 12,014 5,623 17,637 81% 138 D T vial 57,440 15,072 5,533 20,605 36% 139 CAMPAK 10 Dosis vial 4,773 4,742 4,154 8,896 186% 140 POLIO 10 Dosis vial 21,930 16,099 7,597 23,696 108% 141 DPT-HB vial 36,380 22,701 9,178 31,879 88% 142 HEPATITIS B 0,5 ml ADS vial 45,162 24,856 13,740 38,596 85% 143 POLIO 20 Dosis vial 62,168 31,904 26,160 58,064 93% 144 CAMPAK 20 Dosis vial - - - - #DIV/0! Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 68 JUMLAH SARANA KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO FASILITAS KESEHATAN PEMILIKAN/PENGELOLA KEMENKES PEM.PROV PEM.KAB/KOTA TNI/POLRI BUMN SWASTA JUMLAH 1 2 3 4 5 6 7 8 9 RUMAH SAKIT 1 RUMAH SAKIT UMUM 0 1 7 0 0 2 10 2 RUMAH SAKIT KHUSUS 0 0 0 0 0 1 1 3 RUMAH SAKIT BERGERAK 1 0 0 0 0 0 1 PUSKESMAS DAN JARINGANNYA 1 PUSKESMAS RAWAT INAP 26 - JUMLAH TEMPAT TIDUR 312 2 PUSKESMAS NON RAWAT INAP 66 3 PUSKESMAS KELILING 4 95 4 PUSKESMAS PEMBANTU 227 SARANA PELAYANAN LAIN 1 RUMAH BERSALIN - 2 BALAI PENGOBATAN/KLINIK 1 8 9 3 PRAKTIK DOKTER BERSAMA 7 7 4 PRAKTIK DOKTER PERORANGAN 257 257 5 PRAKTIK PENGOBATAN TRADISIONAL 745 745 6 BANK DARAH RUMAH SAKIT 1 1 2 7 UNIT TRANSFUSI DARAH 1 2 1 4 SARANA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN 1 INDUSTRI FARMASI - 2 INDUSTRI OBAT TRADISIONAL 1 1 3 USAHA KECIL OBAT TRADISIONAL - 4 PRODUKSI ALAT KESEHATAN - 5 PEDAGANG BESAR FARMASI - 6 APOTEK 1 2 106 109 7 TOKO OBAT 43 43 8 PENYALUR ALAT KESEHATAN - Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 69 PERSENTASE SARANA KESEHATAN (RUMAH SAKIT) DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR ) LEVEL I PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO SARANA KESEHATAN JUMLAH SARANA MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN. GADAR LEVEL I JUMLAH % 1 2 3 4 5 1 RUMAH SAKIT UMUM 11 11 100 2 RUMAH SAKIT KHUSUS 1 1 100 JUMLAH (KAB/KOTA) 12 12 100 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 70 JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 STRATA POSYANDU POSYANDU AKTIF NO KECAMATAN PUSKESMAS PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 14 15 1 KOTA GORONTALO 9 0 0.00 2 1.53 122 93.13 7 5.34 131 129 98.47 2 KAB. GORONTALO 21 0 0.00 362 81 79 17.67 6 1.34 447 85 19.02 3 KAB. BOALEMO 11 0 0.00 64 42.38 83 54.97 4 2.65 151 87 57.62 4 KAB. POHUWATO 16 45 29.61 91 59.87 16 10.53 0 0.00 152 16 10.53 5 KAB. BONE BOLANGO 20 31 15.66 100 50.51 67 33.84 0 0.00 198 67 33.84 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 0 0.00 166 75.80 51 23.29 2 0.91 219 53 24.20 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 76 5.86 785 60.48 418 32.20 19 1.46 1298 437 33.67 RASIO POSYANDU PER 100 BALITA 1 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 71 JUMLAH UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) MENURUT KECAMATAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA/ KELURAHAN UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) POSKESDES POLINDES POSBINDU POSMALDES POS TB DESA 1 2 3 6 7 8 9 10 11 1 KOTA GORONTALO 9 50 11 19 9 0 0 2 KAB. GORONTALO 21 205 55 11 0 5 0 3 KAB. BOALEMO 11 84 43 11 0 0 0 4 KAB. POHUWATO 16 104 45 0 0 5 0 5 KAB. BONE BOLANGO 20 165 101 1 0 0 0 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 123 24 6 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 731 279 48 9 10 0 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 72 JUMLAH DESA SIAGA MENURUT KECAMATAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH DESA/ KELURAHAN DESA/KELURAHAN SIAGA PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 KOTA GORONTALO 9 50 46 0 0 0 46 92 2 KAB. GORONTALO 21 205 87 30 11 0 128 62.4 3 KAB. BOALEMO 11 84 4 36 9 0 49 58.3 4 KAB. POHUWATO 16 104 10 12 3 1 26 25 5 KAB. BONE BOLANGO 20 165 101 0 0 0 101 61.2 6 KAB. GORONTALO UTARA 15 123 11 0 0 0 11 8.9 JUMLAH (KAB/KOTA) 92 731 259 78 23 1 361 49.4 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 73 DR SPESIALIS a DOKTER DOKTER UMUM TOTAL DOKTER GIGI NO KABUPATEN/KOTA SPESIALIS GIGI TOTAL L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 KOTA GORONTALO - - - 2 14 16 2 14 16-1 1 - - - - 1 1 2 KABUPATEN GORONTALO - - - 7 17 24 7 17 24 1 3 4 - - - 1 3 4 3 KABUPATEN BOALEMO - - - 3 10 13 3 10 13-5 5 - - - - 5 5 4 KABUPATEN POHUWATO 1-1 4 2 6 5 2 7-2 2 - - 2 2 5 KABUPATEN BONE BOLANGO - - - 3 6 9 3 6 9-1 1 - - - - 1 1 6 KABUPATEN GORONTALO UTARA - - - 2 5 7 2 5 7 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - SUB JUMLAH I (PUSKESMAS KAB/KOTA) 1-1 21 54 75 22 54 76 1 12 13 - - - 1 12 13 1 RS. ALOE SABOE 14 13 27 10 20 30 24 33 57 1 5 6 - - - 1 5 6 2 RS. OTANAHA 1-1 2 3 5 3 3 6-1 1 - - - - 1 1 3 RS. ISLAM - - - - - - - - - - 4 RS. BUNDA - - - - - - - - - - 5 RS. IBU & ANAK SITTI HADIJAH - - - - - - - - - - 6 RS. MM. DUNDA 5 8 13 6 14 20 11 22 33 1 2 3 - - - 1 2 3 7 RS. TANI DAN NELAYAN 2-2 8 7 15 10 7 17-1 1 - - - - 1 1 8 RS. POHUWATO 10 1 11 4 6 10 14 7 21-2 2 - - - - 2 2 9 RS. TOTO KABILA 3 1 4 6 6 12 9 7 16 - - - - - - - - - 10 RS. TOMBULILATO - - - - - - - - - - 11 RS. BERGERAK GORUT - 3 1 4 3 1 4 - - - - - 12 RS. HASRI AINUN HABIBIE - 4 4 5 1 6 5 5 10-1 1 - - - - 1 1 SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 35 23 58 36 56 92 71 79 150 2 11 13 - - - 2 11 13 SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - - - KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - - - JUMLAH (KAB/KOTA) 36 23 59 57 110 167 93 133 226 3 23 26 - - - 3 23 26 RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 5.2521 14.866 20.118 2.3145 0 2.3145 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Keterangan : a termasuk S3 JUMLAH TENAGA MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013

TABEL 74 NO UNIT KERJA JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI FASILITAS KESEHATAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 BIDAN PERAWAT a PERAWAT GIGI L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 KOTA GORONTALO 49 15 77 92 3 8 11 2 KABUPATEN GORONTALO 117 45 136 181 5 11 16 3 KABUPATEN BOALEMO 86 24 41 65 0 5 5 4 KABUPATEN POHUWATO 66 37 73 110 1 2 3 5 KABUPATEN BONE BOLANGO 44 6 33 39 3 0 3 6 KABUPATEN GORONTALO UTARA 47 17 83 100 1 1 2 0 0 SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 409 144 443 587 13 27 40 1 RS. ALOE SABOE 50 48 142 190 1 5 6 2 RS. OTANAHA 12 7 20 27 0 1 1 3 RS. ISLAM 0 0 4 RS. BUNDA 0 0 5 RS. IBU & ANAK SITTI HADIJAH 0 0 6 RS. MM. DUNDA 25 32 113 145 0 3 3 7 RS. TANI DAN NELAYAN 17 14 44 58 1 2 3 8 RS. POHUWATO 12 0 0 50 0 0 0 9 RS. TOTO KABILA 12 12 34 46 0 0 0 10 RS. TOMBULILATO 2 1 2 3 0 0 0 11 RS. BERGERAK GORUT 5 5 10 15 0 3 3 12 RS. HASRI AINUN HABIBIE 8 8 32 40 0 2 2 SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 135 119 365 534 2 14 16 SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 544 263 808 1121 15 41 56 RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 48.43 99.79 4.99 Sumber: Profil Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota Keterangan : a termasuk perawat anastesi dan perawat spesialis 48.426581

TABEL 75 NO UNIT KERJA TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN a APOTEKER TOTAL L P L + P L P L + P L P L + P 1 2 3 4 5 6 7 8 12 13 14 1 KOTA GORONTALO 1 6 7-2 2 1 8 9 2 KABUPATEN GORONTALO - 3 3 2 3 5 2 6 8 3 KABUPATEN BOALEMO - 2 2-2 2-4 4 4 KABUPATEN POHUWATO 2 7 9 - - - 2 7 9 5 KABUPATEN BONE BOLANGO - 1 1 - - - - 1 1 6 KABUPATEN GORONTALO UTARA - 6 6 3 7 10 3 13 16 - - - - - SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 3 25 28 5 14 19 8 39 47 1 RS. ALOE SABOE - 9 9 2 6 8 2 15 17 2 RS. OTANAHA - 1 1-2 2-3 3 3 RS. ISLAM - - - - - 4 RS. BUNDA - - - - - 5 RS. IBU & ANAK SITTI HADIJAH - - - - - 6 RS. MM. DUNDA - 7 7 3 4 7 3 11 14 7 RS. TANI DAN NELAYAN - 4 4 4 1 5 4 5 9 8 RS. POHUWATO 1 8 9-7 7 1 15 16 9 RS. TOTO KABILA - 3 3 - - - - 3 3 10 RS. TOMBULILATO - - - - - 11 RS. BERGERAK GORUT 1 2 3-1 1 1 3 4 12 RS. HASRI AINUN HABIBIE - 1 1-1 1-2 2 SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 2 35 37 9 22 31 11 57 68 SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - JUMLAH (KAB/KOTA) 5 60 65 14 36 50 19 96 115 RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 10.23724 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota 4.450973 Keterangan : a termasuk analis farmasi, asisten apoteker, sarjana farmasi JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN FASILITAS KESEHATAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 TENAGA KEFARMASIAN

TABEL 76 NO JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI FASILITAS KESEHATAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 UNIT KERJA KESEHATAN MASYARAKAT KESEHATAN LINGKUNGAN L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 1 KOTA GORONTALO 8 20 28 5 22 27 2 KABUPATEN GORONTALO 12 38 50 17 22 39 3 KABUPATEN BOALEMO 1 22 23 3 9 12 4 KABUPATEN POHUWATO 4 11 15 7 11 18 5 KABUPATEN BONE BOLANGO 3 24 27 7 10 17 6 KABUPATEN GORONTALO UTARA 3 20 23-4 4 - - SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 31 135 166 39 78 117 1 RS. ALOE SABOE 1 4 5 2 4 6 2 RS. OTANAHA - 2 2-3 3 3 RS. ISLAM - - 4 RS. BUNDA - - 5 RS. IBU & ANAK SITTI HADIJAH - - 6 RS. MM. DUNDA 13 20 33 2 3 5 7 RS. TANI DAN NELAYAN 5 6 11 1-1 8 RS. POHUWATO 1 2 3 1 2 3 9 RS. TOTO KABILA 2 10 12 2 2 4 10 RS. TOMBULILATO 1 3 4 - - - 11 RS. BERGERAK GORUT - 3 3 - - - 12 RS. HASRI AINUN HABIBIE 1 2 3 - - - SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 24 52 76 8 14 22 SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - JUMLAH (KAB/KOTA) 55 187 242 47 92 139 RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 21.54 12.37 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 77 JUMLAH TENAGA GIZI DI FASILITAS KESEHATAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO UNIT KERJA NUTRISIONIS DIETISIEN TOTAL L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 KOTA GORONTALO 4 22 26 - - - 4 22 26 2 KABUPATEN GORONTALO 2 33 35 - - - 2 33 35 3 KABUPATEN BOALEMO 6 20 26 - - - 6 20 26 4 KABUPATEN POHUWATO 6 14 20-6 14 20 5 KABUPATEN BONE BOLANGO 9 17 26 - - - 9 17 26 6 KABUPATEN GORONTALO UTARA 3 20 23 - - - 3 20 23 - - - - - SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 30 126 156 - - - 30 126 156 1 RS. ALOE SABOE - 11 11 - - - - 11 11 2 RS. OTANAHA - 4 4 - - - - 4 4 3 RS. ISLAM - - - - - 4 RS. BUNDA - - - - - 5 RS. IBU & ANAK SITTI HADIJAH - - - - - 6 RS. MM. DUNDA 2 8 10 - - - 2 8 10 7 RS. TANI DAN NELAYAN 3 6 9 - - - 3 6 9 8 RS. POHUWATO - 6 6 - - - - 6 6 9 RS. TOTO KABILA - 7 7 - - - - 7 7 10 RS. TOMBULILATO - - - - - - - - - 11 RS. BERGERAK GORUT - 2 2 - - - - 2 2 12 RS. HASRI AINUN HABIBIE 1 2 3 - - - 1 2 3 SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 1 4 5 - - - 1 4 5 SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - JUMLAH (KAB/KOTA) 31 130 161 - - - 31 130 161 RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 14.33 0 14.33 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 78 JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO UNIT KERJA TENAGA TEKNISI MEDIS FISIOTERAPI TERAPI OKUPASI TERAPI WICARA AKUPUNKTUR TOTAL L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 1 KOTA GORONTALO - - - - - - - - - - - 2 KABUPATEN GORONTALO - - - - - - - - - - - - - - - 3 KABUPATEN BOALEMO - - - - - - - - - - - - - - - 4 KABUPATEN POHUWATO - - - - - - - - - - - 5 KABUPATEN BONE BOLANGO - - - - - - - - - - - 6 KABUPATEN GORONTALO UTARA - - - - - - - - - - - - - - - - - - SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - - - - - - - - - - - - - - - 1 RS. ALOE SABOE 2 3 5 - - - - - - - - - 2 3 5 2 RS. OTANAHA - - - - - - - 3 RS. ISLAM - - - - - - - 4 RS. BUNDA - - - - - - - 5 RS. IBU & ANAK SITTI HADIJAH - - - - - - - 6 RS. MM. DUNDA 1 4 5 - - - - - - - - - 1 4 5 7 RS. TANI DAN NELAYAN - 1 1 - - - - - - - - - - 1 1 8 RS. POHUWATO 1-1 - - - - - - - - - 1-1 9 RS. TOTO KABILA 2 1 3 - - - - - - - - - 2 1 3 10 RS. TOMBULILATO - - - - - - - 11 RS. BERGERAK GORUT - - - - - - - 12 RS. HASRI AINUN HABIBIE - - - - - - - - - - - - - - - SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 2 3 5 - - - - - - - - - 2 3 5 SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - - - - - KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - JUMLAH (KAB/KOTA) 2 3 5 - - - - - - - - - 2 3 5 RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 0.4451 0 0 0 0.4451 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota

TABEL 79 JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DAN FISIOTERAPIS DI FASILITAS KESEHATAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 NO UNIT KERJA RADIOGRAFER RADIOTERAPIS TEKNISI ELEKTROMEDIS TEKNISI GIGI ANALISIS KESEHATAN TENAGA TEKNISI MEDIS REFRAKSIONIS OPTISIEN L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 1 KOTA GORONTALO - - - - - - - - - - - - 1 1 2 - - - - - - - - - - - - - - - 1 1 2 2 KABUPATEN GORONTALO - - - - - - - - - - - - - 3 KABUPATEN BOALEMO - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 4 KABUPATEN POHUWATO - - - - - - - - - - - - - 5 KABUPATEN BONE BOLANGO - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 6 KABUPATEN GORONTALO UTARA - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - ORTETIK PROSTETIK REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN TEKNISI TRANSFUSI DARAH TEKNISI KARDIOVASKULER JUMLAH SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - - - - - - - - - - - - 1 1 2 - - - - - - - - - - - - - - - 1 1 2 1 RS. ALOE SABOE - - - - - - 0 3 4 7-7 7 2 6 8 0 0 0 0 0 5 17 2 RS. OTANAHA - - - - - - - - - - - - - 2 2 - - - - - - - - - - - - - - - - 2 2 3 RS. ISLAM - - - - - - - - - - - - - 4 RS. BUNDA - - - - - - - - - - - - - 5 RS. IBU & ANAK SITTI HADIJAH - - - - - - - - - - - - - 6 RS. MM. DUNDA 2 4 6 - - - 3 1 4-1 1 3 4 7 - - - - - - - 1 1 1 1 2 - - - 9 12 21 7 RS. TANI DAN NELAYAN - 2 2 - - - 1-1 - - - 1 3 4 - - - - - - - - - - - - - - - 2 5 7 8 RS. POHUWATO 5-3 - 6 - - - - - - - 14 9 RS. TOTO KABILA 1 3 4 - - - 1-1 - - - 1 2 3 - - - - - - - - - - - - - - - 3 5 8 10 RS. TOMBULILATO - - - - - - - - - - - - - 11 RS. BERGERAK GORUT - - - 1 1 - - - - - - - - 1 1 12 RS. HASRI AINUN HABIBIE - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 3 9 17 - - - 5 2 10-1 1 5 11 22 - - - - - - - 1 1 1 1 2 - - - 14 25 53 SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - - - - - - - - - - - KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - - - - - - KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - - - - - - JUMLAH (KAB/KOTA) 3 9 17 - - - 5 2 10-1 1 6 12 24 - - - - - - - 1 1 1 1 2 - - - 15 26 55 RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 4.896 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota Keterangan: *yang memiliki klinik/pelayanan kesehatan

TABEL 80 NO UNIT KERJA L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 KOTA GORONTALO - - - - - - - - - 2 KABUPATEN GORONTALO - - - - 1 1-1 1 3 KABUPATEN BOALEMO - - - - - - - - - 4 KABUPATEN POHUWATO - - - - - - - - - 5 KABUPATEN BONE BOLANGO - - - - - - - - - 6 KABUPATEN GORONTALO UTARA - - - - - - - - - - - - - SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - - - - 1 1-1 1 1 RS. ALOE SABOE - - - - - 2 RS. OTANAHA - - - - - 3 RS. ISLAM - - - - - 4 RS. BUNDA - - - - - 5 RS. IBU & ANAK SITTI HADIJAH - - - - - 6 RS. MM. DUNDA - - - - - - - - - 7 RS. TANI DAN NELAYAN - - - - - - - - - 8 RS. POHUWATO - - - - - - - - - 9 RS. TOTO KABILA - - - - - 10 RS. TOMBULILATO - - - - - 11 RS. BERGERAK GORUT - - - - - 12 RS. HASRI AINUN HABIBIE - - - - - - - - - SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) - - - - - - - - - SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 59 136 195-1 1 59 137 196 DINAS KESEHATAN PROVINSI GORONTALO 32 81 113 - - - 32 81 113 JUMLAH (KAB/KOTA) 59 136 195-2 2 59 138 197 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota JUMLAH TENAGA KESEHATAN LAIN DI FASILITAS KESEHATAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 PENGELOLA PROGRAM KESEHATAN TENAGA KESEHATAN LAINNYA TENAGA KESEHATAN LAINNYA TOTAL

TABEL 81 JUMLAH TENAGA NON KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN PROVINSI GORONTALO 0 TAHUN 2103 0 NO UNIT KERJA L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 1 KOTA GORONTALO 9 9 18 12 15 27 - - - - - - - - - - - - - - - 21 24 45 2 KABUPATEN GORONTALO 10 11 21 9 12 21 - - - - - - - - - - - - - - - 19 23 42 3 KABUPATEN BOALEMO 3 7 10 16 13 29 - - - - - - - - - - - - - - - 19 20 39 4 KABUPATEN POHUWATO 12-12 - - 2 - - - - - - - - - - - - - - - 12-12 5 KABUPATEN BONE BOLANGO 9 15 24 8 54 62 - - - - - - - - - - - - - - - 17 69 86 6 KABUPATEN GORONTALO UTARA - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 43 42 85 45 94 141 - - - - - - - - - - - - - - - 88 136 224 1 RS. ALOE SABOE - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 2 RS. OTANAHA 2 2 4 2 4 6 - - - - - - - - - - - - - - - 4 6 10 3 RS. ISLAM - - - - - - - - - - 4 RS. BUNDA - - - - - - - - - - 5 RS. IBU & ANAK SITTI HADIJAH - - - - - - - - - - 6 RS. MM. DUNDA 1 3 4 17 26 43 - - - - - - - - - - - - 1 1 2 19 30 49 7 RS. TANI DAN NELAYAN 3 8 11 23 44 67 - - - - - - - - - - - - 3-3 29 52 81 8 RS. POHUWATO - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 9 RS. TOTO KABILA 10 4 14 6 18 24 - - - - - - - - - - - - - - - 16 22 38 10 RS. TOMBULILATO 1 3 4 4 2 6 - - - - - - - - - - - - - - - 5 5 10 11 RS. BERGERAK GORUT - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 12 RS. HASRI AINUN HABIBIE 1 3 4 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 1 3 4 SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 2 2 4 2 4 6 - - - - - - - - - - - - - - - 4 6 10 SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - - - - - - - - INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - - - DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 64 42 106 33 57 90 - - - 14 11 25 - - - - - - - - - 111 110 221 DINAS KESEHATAN PROVINSI GORONTALO 10 18 28 10 18 28 - - - 3 6 9 - - - - - - - - - 23 42 65 JUMLAH (KAB/KOTA) 119 104 223 90 173 265 - - - 17 17 34 - - - - - - - - - 226 294 520 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota PEJABAT STRUKTURAL STAF PENUNJANG ADMINISTRASI STAF PENUNJANG TEKNOLOGI TENAGA NON KESEHATAN STAF PENUNJANG PERENCANAAN TENAGA PENDIDIK TENAGA KEPENDIDIKAN JURU TOTAL

TABEL 82 ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI GORONTALO TAHUN 2013 ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN NO SUMBER BIAYA Rupiah % 1 2 3 4 ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER: 1 APBD KAB/KOTA 188,345,062,952 70.5 a. Belanja Langsung 86,163,969,381 - Dana Alokasi Khusus (DAK) 26,663,908,292 - APBD Murni 49,001,691,089 - Jamkesman/Jamkesda/Jamkespra 10,498,370,000 b. Belanja Tidak Langsung 102,181,093,571 2 APBD PROVINSI 48,922,943,062 18.3 3 APBN : 29,182,024,634 10.9 - Dana Dekonsentrasi / TP 9,809,166,634 3.7 - JAMKESMAS 9,414,368,000 3.5 - JAMPERSAL 1,207,880,000 0.5 - Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) 8,750,610,000 3.3 4 PINJAMAN/HIBAH LUAR NEGERI (PHLN) 545,553,015 0.2 Kota Gorontalo : (Budget GF Malaria) 407,753,015 Kab. Gtlo : (TB) 137,800,000 5 SUMBER PEMERINTAH LAIN 0.0 TOTAL ANGGARAN KESEHATAN 266,995,583,663 100 TOTAL APBD KAB/KOTA 1,873,869,672,921 % APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA 10.05 ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA 237,678.00 Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten / Kota