MEKANIKA TANAH (CIV -205)

dokumen-dokumen yang mirip
MEKANIKA TANAH 2 PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

MEKANIKA TANAH DASAR DASAR DISTRIBUSI TEGANGAN DALAM TANAH

III. Distribusi Tegangan Dalam Tanah.

Materi Mekanika Tanah II (post-mid)

TEGANGAN DALAM TANAH

TEKANAN TANAH LATERAL

MEKANIKA TANAH (CIV -205)

Bab 5 Puntiran. Gambar 5.1. Contoh batang yang mengalami puntiran

(FORENSIC GEOTECHNICAL ENGINEERING) TOPIK KHUSUS CEC 715 SEMESTER GANJIL 2012/2013

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

perbedaan daya dukung tanah yang dihitung dengan metode Terzaghi dan

MEKANIKA TANAH 2. TEKANAN TANAH LATERAL At Rest...Rankine and Coulomb

BAB IV KRITERIA DESAIN

Session 1 Konsep Tegangan. Mekanika Teknik III

III. METODE PERHITUNGAN. untuk meneruskan beban dari struktur bangunan ke tanah. Pondasi banyak sekali

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Setelah membaca modul mahasiswa memahami pembagian kecepatan di arah vertical dan horizontal.

Pembebanan Batang Secara Aksial. Bahan Ajar Mekanika Bahan Mulyati, MT

Integrity, Professionalism, & Entrepreneurship. : Perancangan Struktur Beton. Pondasi. Pertemuan 12,13,14

ANALISA PENGARUH BERAT ISI PASIR TERHADAP DAYA DUKUNG FONDASI DANGKAL BERBENTUK SEGITIGA

B.1. Menjumlah Beberapa Gaya Sebidang Dengan Cara Grafis

d b = Diameter nominal batang tulangan, kawat atau strand prategang D = Beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati e = Ek

I. TEGANGAN NORMAL DAN TEGANGAN GESER

STABILITAS LERENG (SLOPE STABILITY)

MEKANIKA TANAH 2 KESTABILAN LERENG. UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA Jl. Boulevard Bintaro Sektor 7, Bintaro Jaya Tangerang Selatan 15224

Mekanika Bahan TEGANGAN DAN REGANGAN

MODUL PERKULIAHAN REKAYASA FONDASI 1. Penurunan Tanah pada Fondasi Dangkal. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

Bab 3. Metodologi. Sebelum membahas lebih lanjut penggunaan single tube dalam aplikasi

l l Bab 2 Sifat Bahan, Batang yang Menerima Beban Axial

BAB I PENDAHULUAN. analisa elastis dan plastis. Pada analisa elastis, diasumsikan bahwa ketika struktur

Tanah Homogen Isotropis

TEGANGAN DAN REGANGAN

Mekanika Fluida II. Tipe Saluran Terbuka Penampang Hidrolis Terbaik

Arahnya diwakili oleh sudut yang dibentuk oleh A dengan ketigas umbu koordinat,

Pertemuan I,II,III I. Tegangan dan Regangan

ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH PONDASI DANGKAL DENGAN BEBERAPA METODE

Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 MOMEN GAYA DAN MOMEN INERSIA

a home base to excellence Mata Kuliah : Struktur Beton Lanjutan Kode : TSP 407 Pondasi Pertemuan - 4

BAB III DASAR TEORI. BAB II Tinjauan Pustaka 32

BAB I PENDAHULUAN. fisik menuntut perkembangan model struktur yang variatif, ekonomis, dan aman. Hal

MATEMATIKA DASAR TAHUN 1987

GAYA GESER, MOMEN LENTUR, DAN TEGANGAN

TULANGAN GESER. tegangan yang terjadi

(A) 3 (B) 5 (B) 1 (C) 8

Matematika Proyek Perintis I Tahun 1979

PERENCANAAN STRUKTUR TANGGUL KOLAM RETENSI KACANG PEDANG PANGKAL PINANG DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE OASYS GEO 18.1 DAN 18.2

PERHITUNGAN STRUKTUR BOX CULVERT

Catatan Materi Mekanika Struktur I Oleh : Andhika Pramadi ( 25/D1 ) NIM : 14/369981/SV/07488/D MEKANIKA STRUKTUR I (Strengh of Materials I)

Pasir (dia. 30 cm) Ujung bebas Lempung sedang. Lempung Beton (dia. 40 cm) sedang. sedang

KORELASI KAPASITAS DUKUNG MODEL PONDASI TELAPAK BUJUR SANGKAR DENGAN LUAS PERKUATAN GEOTEKSTIL (STUDI LABORATORIUM) Muhammad. Riza.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TEORI DASAR. Gambar 2.1 Tipikal struktur mekanika (a) struktur batang (b) struktur bertingkat [2]

Semoga Tidak Mengantuk!!!

Contoh Soal dan Pembahasan Dinamika Rotasi, Materi Fisika kelas 2 SMA. Pembahasan. a) percepatan gerak turunnya benda m.

KUAT GESER 5/26/2015 NORMA PUSPITA, ST. MT. 2

PROGRAM STUDI DIPLOMA 3 TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN ITSM BAHAN AJAR MEKANIKA REKAYASA 2

Bab IV STABILITAS LERENG

BAB I PENDAHULUAN. Dinding ( wall ) adalah suatu struktur padat yang membatasi dan melindungi

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 3 DINAMIKA GERAK LURUS

Bagian 2 Matriks dan Determinan

FISIKA XI SMA 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menahan gaya beban diatasnya. Pondasi dibuat menjadi satu kesatuan dasar

BAB I PENDAHULUAN Umum. Pada dasarnya dalam suatu struktur, batang akan mengalami gaya lateral

PROPOSAL TUGAS AKHIR DAFTAR ISI

1. a) Kesetimbangan silinder m: sejajar bidang miring. katrol licin. T f mg sin =0, (1) tegak lurus bidang miring. N mg cos =0, (13) lantai kasar

BEARING STRESS PADA BASEPLATE DENGAN CARA TEORITIS DIBANDINGKAN DENGAN PROGRAM SIMULASI ANSYS

SOAL DAN PEMBAHASAN TRIGONOMETRI SUDUT BERELASI KUADRAN I

Soal dan Pembahasan GLB dan GLBB

VII. Penurunan. Pertemuan XI, XII, XIII. VII.1 Pendahuluan

Pondasi diatas Medium Elastis (pengaruh kekakuan)

P = W/A P = F/A. Sistem satuan MKS: F = kgf P = kgf/m 2. Sistem satuan SI : F = N A = m 2 P = N/m 2

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ANALISA LENDUTAN DAN DISTRIBUSI GAYA LATERAL AKIBAT GAYA LATERAL MONOTONIK PADA PONDASI TIANG KELOMPOK

Matematika EBTANAS Tahun 1999

SOAL A: PERENCANAAN PANGKAL JEMBATAN DENGAN PONDASI TIANG. 6.5 m

LEMBAR KERJA MATA KULIAH STATIKA STRUKTUR SEMESTER GENAP 2013/2014 TUGAS/TAKE HOME TEST KE : BATAS AKHIR PENGUMPULAN TUGAS/TAKE HOME TEST

BAB II STUDI PUSTAKA

MODUL 7 TAHANAN FONDASI TERHADAP GAYA ANGKAT KE ATAS

soal dan pembahasan : GLBB dan GLB

BAB I PENDAHULUAN. berkembang dan telah mempermudah manusia untuk melakukan pekerjaan

karena limit dari kiri = limit dari kanan

Persamaan Chezy. Pada aliran turbulen gaya gesek sebanding dengan kuadrat kecepatan. Persamaan Chezy, dengan C dikenal sebagai C Chezy

BAB I PENDAHULUAN. Seluruh muatan (beban) dari bangunan, termasuk beban-beban yang bekerja pada

Panduan Praktikum 2009

bangunan- Gangguan tersebut dapat merupakan dan kedalaman normal.

Jika resultan dari gaya-gaya yang bekerja pada sebuah benda sama dengan nol

300 mm 900 mm. ΣF = 0 : Rv 20 kn + 10 kn 40 kn = 0 Rv = 50 kn. δ = P L / A E. Maka δ akan berbeda untuk P, L, A, atau E yang berbeda.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Gambar III.1 Diagram Alir Program Penelitian

BAB 3 DINAMIKA. Tujuan Pembelajaran. Bab 3 Dinamika

GEOMETRI ANALITIK PERTEMUAN2: GARIS LURUS PADA BIDANG KOORDINAT. sofyan mahfudy-iain Mataram 1

MEKANIKA BAHAN (TKS 1304) GATI ANNISA HAYU PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JEMBER

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2 Mekanika Rekayasa 1

BAB II PERAMBATAN GELOMBANG SEISMIK

MODUL PERKULIAHAN REKAYASA FONDASI 1. Penurunan Tanah pada Fondasi Dangkal. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

BAB II LANDASAN TEORI CORE WALL

Transkripsi:

MEKANIKA TANAH (CIV -05)

OUTLINE Konsep tegangan tanah Teori Boussinesq

KONSEP TEGANGAN TANAH Tegangan (stress) merupakan besarnya suatu gaya yang bekerja pada suatu bidang yang memiliki luas tertentu, jadi gaya per satuan luas Distribusi tegangan merupakan penyebaran tegangan yang terjadi akibat beban (dalam tanah : berat tanah di atasnya /beban luar) terhadap kedalaman bidang titik yang ditinjau. Semakin jauh titik yang ditinjau akan menerima tegangan semakin kecil.

TEGANGAN TANAH akibat Berat Sendiri z 1 A g z B g sat

TEGANGAN TANAH akibat BEBAN LUAR z Besarnya tegangan pada sembarang titik di kedalaman tertentu akibat beban luar pada suatu media tertentu yang luas tak terhingga B Beban luar dapat berupa : Beban terpusat Bentuk empat persegi Bentuk segitiga Bentuk trapezium dll Analisis ditinjau arah vertical tegangan vertikal : Cara sederhana Cara elastis (Boussinesq, wastergaard, newmark) Finite element PENYEBARAN TEGANGAN

CARA SEDERHANA : Metode Penyebaran Beban V : IH Merupakan cara yang paling sederhana untuk menghitung tegangan vertikal akibat suatu beban permukaan pada kedalaman tertentu Makin ke bawah tegangan terdistribusi mengecil Cara ini merupakan pendekatan empiris dengan anggapan bahwa bidang dimana beban bekerja bertambah luasnya secara sistematis terhadap kedalaman, terjadi tegangan makin kecil terhadap kedalaman Secara sederhana, distribusi tegangan vertikal adalah : 1

CARA SEDERHANA : Metode Penyebaran Beban V : IH Pondasi Jalur

CARA SEDERHANA : Metode Penyebaran Beban V : IH

TEORI ELASTIS a) Tanah merupakan elastis, isotropis dan homogen b) Perubahan volume tanah diabaikan c) Tanah dianggap tak tertegang sebelum bekerjanya beban d) Hubungan tegangan reganagan menurut hukum Hooke e) Distribusi tegangan tanah akibat beban yang bekerja tidak tergantung jenis tanah Dalam perhitungan distribusi tegangan akibat beban struktur, tegangan yang terjadi biasanya dinyatakan dalam istilah tambahan tegangan (stress increment), yaitu. Karena sebenarnya tanah sudah mengalami tegangan sebelum beban struktur bekerja, yaitu tegangan akibat berat sendiri

Tambahan tegangan vertical (z) pada suatu titik A di dalam tanah akibat beban titikq di permukaan dinyatakkan oleh persamaan : σ z = 3Q 1 πz 1 + rτz 5/ atau σ z = Q 3z 3 π r + z 5/ Q = beban titik (tegak lurus permukaan) z = kedalaman diukur dari permukaan tanah sampai titik yang ditinjau r = jarak horizontal dari beban titik ke titik yang ditinjau tegangannya (z)

Jika factor pengaruh untuk beban titik pada teori Boussinesq didefinisikan sebagai : I B = 3 π 1 1 + rτz 5/ Maka dapat ditentukan bahwa : σ z = Q z I B Nilai I b didapat dari grafik yang diperlihatkan pada gambar berikut :

Faktor pengaruh untuk beban titik berdasarkan teori Boussinesq (I B ) dan Wastergaard (I W )

CONTOH SOAL : Pondasi tapak bujur sangkar lebar 0.9 m tereletak pada kedalaman 1 m. Pondasi menahan beban titik dari kolom dengan Q = 85,41 kn. Hitung penambahan tegangan di bawah pusat pondasi (titik B) dan di sudut luasan (titik A) bila beban pondasi dianggap sebagai beban titik pada kedalaman m dari permukaan tanah. Df= 1 m 0.9 m B= 0.9 m Z = 1 m A B 0.9 m A B

σ z = q π z 3 x 4 x = z + r

Terdiri dari : Square/rectangular Circular Triangle Trapezoidal

1 o z m n 1 n m 1 n m mn tan 1 n m n m x m n 1 n m 1 n m mn 4 1 q Disederhanakan menjadi : σ z = q o I qo = tegangan akibat beban pondasi I = nilai factor pengaruh (chart US Navy,1997) q o x y z l b m = l z n = Τ b z z

Influence value for vertical stress under corner of a uniformly loaded rectangular are (after US Navy 1971)

Di titik pusat : σ z = q o I r I = 1 1 + 1 r Τz 3/ z z

Untuk titik selain di bawah pusat lingkaran, dapat menggunakan chart dari Foster dan Ahlvin,1954

b σ z = q π x b α sin δ R Catatan : dan dalam radian R 1 z

b a A R 0 R R 1 σ z = q π β + xα a α z R x b Catatan : dan dalam radian z

Untuk distribusi tegangan di bawah titik A dapat menggunakan chart Osterberg (1957); US Navy 1971