Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - i

dokumen-dokumen yang mirip
Pedoman Bantuan Beasiswa Uji Kompetensi

Pedoman Penyelenggaraan Lomba Kompetensi Peserta Didik

P e d o m a n P e n g a n u g e r a h a n W i d y a K a r y a B h a k t i K u r s u s

Bansos Peningkatan Kapasitas Lembaga Sertifikasi Kompetensi

Bansos Peningkatan Kapasitas Tempat Uji Kompetensi

Pedoman Bantuan Sosial bagi Organisasi Mitra dan Asosiasi Profesi

Panduan Pelatihan Kewirausahaan

KISI- KISI UJI KOMPETENSI GURU (UKG) Kompetensi Guru Mata pelajaran (Kompetensi Dasar)

Panduan Pelatihan Kewirausahaan

KATA SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal

Mengapa PNFI perlu mengembangkan Pendidikan Kewirausahaan masyarakat Sumber daya alam melimpah Peluang pasar besar Lowongan kerja terbatas Penganggura

KATA SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN LANJUTAN

Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK)

KATA SAMBUTAN. Direktur Jenderal PNFI Depdiknas

KATA SAMBUTAN. Direktur Jenderal PNFI Depdiknas

Pedoman BOP Lembaga Kursus dan Pelatihan

Program Mahasiswa Wirausaha Bagi Kopertis dan Perguruan Tinggi Swasta

Program Kreativitas Mahasiswa

BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI KEPITING SOKA

BAB I PENDAHULUAN. mengidentifikasi, mengembangkan, membawa visi kedalam kehidupan. Visi ini

KATA SAMBUTAN. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

KATA SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan DIKMAS) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat

SILABUS. SUMBER BELAJAR 1.1 Mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausaha

KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN KAMERAWAN TV BERBASIS

BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI KERUPUK UDANG

No Profil Lulusan Deskripsi Profil

DESKRIPSI PEMELAJARAN - KEWIRAUSAHAAN

LAPORAN KEGIATAN PELATIHAN DOSEN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA KOPERTIS WILAYAH III JAKARTA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan. membantu memenuhi kebutuhan hidupnya. Seiring dengan perkembangan ilmu

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN NONFORMAL

IDE DAN PELUANG DALAM KEWIRAUSAHAAN 1.IDE KEWIRAUSAHAAN

PETUNJUK TEKNIS KERJASAMA PENYELENGGARAAN APRESIASI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL DI PROVINSI TAHUN 2015

INSTRUMEN UJI KOMPETENSI INTI PENGAWAS SEKOLAH (PENILAIAN ESAY/MAKALAH)

KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN SULAM JENJANG 3 BERBASIS

KATA SAMBUTAN. Direktur Jenderal PNFI Depdiknas

KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN SULAM JENJANG 2 BERBASIS

DESKRIPSI PROGRAM BEASISWA KEWIRAUSAHAAN SISWA SMK TAHUN KODE JUKNIS : 28-PS NAMA PROGRAM : BEASISWA KEWIRAUSAHAAN SISWA SMK

BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI RAJUNGAN

A. JUDUL PENGABDIAN: PELATIHAN PERENCANAAN USAHA BAGI REMAJA USIA PRODUKTIF DI DUSUN SLANGGEN, TIMBULHARJO, SEWON, BANTUL, YOGYAKARTA

DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN NONFORMAL DIREKTORAL JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN. menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru,

SAMBUTAN. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

PERATURAN MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 0059 TAHUN 2013 TENTANG PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN PEMUDA

BAB 1 PENDAHULUAN. mengembangkan pola kehidupan bangsa yang lebih baik. berorientasi pada masyarakat Indonesia seutuhnya, menjadikan pembangunan

IKATAN KELUARGA ALUMNI STAR BPKP PERATURAN KETUA IKA STAR BPKP NOMOR. TAHUN 2017 TENTANG KODE ETIK IKA STAR BPKP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,

BUKU SAKU PEGAWAI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG KATA PENGANTAR

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Implementasi Akuntansi Sistem Pembelian dan Penjualan Obat Dengan Menggunakan Aplikasi MYOB Accounting Pada Praktek Kedokteran

Modul ke: KEWIRAUSAHAAN PENDAHULUAN DAN GAMBARAN UMUM. 01Fakultas FASILKOM. Matsani, S.E, M.M. Program Studi SISTEM INFORMASI

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGELOLA USAHA PAKAIAN

SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Tejo Nurseto, RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN PERTEMUAN KE: 1

Prinsip Prinsip Wirausaha

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI MULTI MEDIA

MODUL PERKULIAHAN KEWIRAUSAHAAN 1 MODUL 13 : STUDI KELAYAKAN BISNIS. Yang dibahas pada modul 12 ini adalah :

BUKU PANDUAN CALON PERUSAHAAN PEMULA BERBASIS TEKNOLOGI KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN INOVASI 2016

RENCANA STRATEGIS

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN PERTEMUAN KE: 1

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

2017, No Perilaku Pegawai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Neg

KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN TATA RIAS PENGANTIN BERBASIS

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Kewirausahaan atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, membawa visi ke dalam kehidupan.

KATA PENGANTAR. Direktur Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI Depdiknas

MATAKULIAH KEWIRAUSAHAAN

2) Sebagai pejuang bangsa dalam bidang ekonomi, meningkatkan ketahanan nasional, mengurangi ketergantungan pada bangsa asing.

2017, No di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tenta

KETUA PANITIA: TOTO SUPRIYANTO, S.T., M.T

PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NOMOR 06 TAHUN 2011 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,

KATA SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Visi, Misi, dan Jumlah Siswa Tahun unggul, kompetitif, beriman, dan berakhlak mulia.

PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN BIMBINGAN TEKNIS PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KELUARGA PADA SATUAN PENDIDIKAN

PENJUALAN JILID 3 SMK. Devi Puspitasari

PROPOSAL USAHA SPAGHETTI PENTOL

KOMPETENSI TENAGA KEPENDIDIKAN 1. KOMPETENSI PENGAWAS/PENILIK PAUD

DESKRIPSI PEMELAJARAN

2017, No Nomor 142, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4450); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Peg

PEMBERIAN BANTUAN OPERASIONAL PEMBINAAN ORGANISASI MITRA (BOP-ORMIT)

WALI KOTA BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 2 TAHUN 2018 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

Evaluasi Kurikulum Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia FTI UII Yogyakarta

Sikap Mental Wirausaha (Inovatif, Kreatifitas, Motivasi, Efektif dan Efisien) Kuliah 3

BAB I PENDAHULUAN. ini senada dengan pendapat Drucker (1996) bahwa kewirausahaan bukan

BAB I PENDAHULUAN. Tantangan pendidikan kejuruan adalah untuk menyiapkan tenaga kerja

SILABUS MATAKULIAH ENTERPRENEURSHIP

Perencanaan Bisnis. Subandi. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep berwirausaha yang sukses dengan inovasi dan perilaku inovatif.

SILABUS. Menggali informasi pengertian kewirausahaan, wirausaha dan wirausahawan

MERINTIS USAHA DAN MODEL PENGEMBANGANNYA. Tatap muka ke /03/2015 KwuAgroind/MerintisUsaha.2013

KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN BORDIR JENJANG 3 BERBASIS

PENJUALAN JILID 1 SMK. Devi Puspitasari

KATA SAMBUTAN. Direktur Jenderal PNFI Depdiknas

Transkripsi:

Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - i

Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - i

Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - i

Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - ii Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - ii

SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Kebijakan pembangunan pendidikan nasional diarahkan untuk mewujudkan pendidikan yang berkeadilan, bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka dalam penyelenggaraan pendidikan nasional bertumpu pada 5 prinsip: 1) ketersediaan berbagai program layanan pendidikan; 2) biaya pendidikan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat; 3) semakin berkualitasnya setiap jenis dan jenjang pendidikan; 4) tanpa adanya perbedaan layanan pendidikan ditinjau dari berbagai segi; dan 5) jaminan lulusan untuk melanjutkan dan keselarasan dengan dunia kerja. Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal, sebagai salah-satu unit utama di Kementerian Pendidikan Nasional dalam mewujudkan prinsip tersebut menyediakan berbagai program layanan pendidikan diantaranya program kursus dan pelatihan kerja. Arah program kursus dan pelatihan tersebut adalah pembekalan kepada peserta didik dengan berbagai keterampilan untuk dapat bekerja (pekerja) atau usaha mandiri (berwirausaha). Program-program tersebut diantaranya: 1) Kursus Para Profesi; 2) Kursus Wirausaha Kota; 3) Kursus Wirausaha Desa; dan 4) Pendidikan Kecakapan Hidup bagi Lembaga Kursus dan pelatihan. Selain itu pada tahun 20100 ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal merintis program Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat (PKM) yakni program pendidikan non formal yang didalamnya terdapat pendidikan kewirausahaan (pendidikan karakter berwirausaha bagi peserta didik) dan pendidikan keterampilan yang selanjutnya lulusannya ditindaklanjuti dengan berbagai Kementerian, Instansi, Lembaga dan Organisasi terkait untuk dapat merintis usaha kecil sebagai wirausaha. Misi dan tujuan dari pendidikan ini adalah memberikan bekal pendidikan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat sehingga setiap lulusan pendidikan nonformal dapat masuk di dunia kerja dan atau menciptakan lapangan kerja baru, menghasilkan produk barang dan/atau jasa yang kreatif dan inovatif sehingga mampu memberdayakan potensi lokal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Akhirnya, dengan terbitnya pedoman ini diharapkan dapat dijadikan pegangan bagi seluruh pengelola program PNFI dalam penyelenggaraan program-program kursus dan pelatihan. Jakarta, Januari 2010 Direktur Jenderal Hamid Muhammad, Ph.D NIP. 19590512 1983 11 1 001 Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - iii

KATA PENGANTAR Direktur Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Direktorat Jenderal PNFI Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - iv Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayahnya serta kerja keras tim penyusun telah berhasil menyusun sebanyak 17 (tujuh belas) pedoman yang dapat dijadikan acuan para penyelenggara kursus dan pelatihan atau unit pelaksana teknis serta organisasi mitra di jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal. Oleh karena itu, kami mengucapkann terima kasih kepada para penyusun yang telah mencurahkan pikiran, waktu, dan tenaganya, sehingga pedoman-pedoman ini siap untuk disosialisasikan. Pedoman-pedoman tersebut secara garis besar mencakup: 1) Pendidikan kewirausahaan masyarakat; 2) Pemberian blockgrant pendidikan kecakapan hidup (PKH) untuk peserta didik kursus dan pelatihan baik melalui lembaga kursus dan pelatihan (LKP) maupun lembaga lain; 3) Penyusunan berbagai standar program dan sistem informasi; 4) Penguatan dan peningkatan kualitas program sertifikasi kompetensi; 5) Peningkatan kapasitas LKP dan organisasi mitra; 6) Pemberian beasiswa; 7) Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pembinaan kursus dan kelembagaan dan pendidikan kewirausahaan masyarakat. Dengan terbitnya pedoman-pedoman dimaksud kami berharap akan memberikan kontribusi yang positif terhadap pencapaian tujuan pembangunan pendidikan di Indonesia yaitu, 1) ketersediaan berbagai program layanan pendidikan; 2) biaya pendidikan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat; 3) semakin berkualitasnya setiap jenis dan jenjang pendidikan; 4) tanpa adanya perbedaan layanan pendidikan ditinjau dari berbagai segi; dan 5) jaminan lulusan untuk melanjutkan dan keselarasan dengan dunia kerja yang baik. Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan programdan pendidikan kewirausahaan masyarakat agar program pembinaan kursus bekerja lebih keras lagi untuk mencapai target dan kualitas yang diharapkan pada tahun 2010. Untuk itu kami memerlukan dukungan semua pihak, agar pemanfaatan pedoman-pedoman tersebut dapat memenuhi prinsip-prinsip tepat sasaran, tepat penggunaan, bermutu, jujur, transparan, dan akuntabel. Kami menyadari sepenuhnya bahwa tidak ada gading yang tak retak. Oleh karena itu, kritik, usul, atau saran yang konstruktif sangat kami harapkan sebagai bahan pertimbangan untuk menyempurnakan pedoman-pedoman tersebut di masa mendatang. Amien. Jakarta, Januari 2010 Direktur Pembinaan Kursus dan Kelembagaan, Dr. Wartanto NIP. 19631009 198901 1 001 Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - iv

URIKULUM PROGRAM PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN KELEMBAGAAN No. 1 Memiliki sikap personal dan sosial sebagai seorang wirausaha 1.1. Memiliki etika dan jiwa kewirausahaan, yang meliputi: sikap sopan santun, jujur, disiplin, tekun, semangat kerja, tahu diri, tenggangrasa, ulet dan kesederhanaan sebagai wirausaha. 1.1.1. Memahami makna etika dan Jiwa kewirausahaan 1.1.2. Mampu berperilaku yang didasari oleh etika dan jiwa kewirausahaan 1.1.3. Memiliki semangat berwirausaha ketimbang mencari kerja (semangat mandiri kerja dan mandiri usaha) 1.1.4. Mampu menunjukkan watak/karakteristik sebagai Peserta didik belajar tentang berbagai kisah sukses wirausahawan dan menganalisa mengapa mereka berhasil, sampai mereka menyadari bahwa keberhasilan setiap wirausahaan disebabkan oleh adanya etika dan jiwa kewirausahaan Pembelajaran menggunakan metode bermain peran terkait dengan kegiatan berwirausaha, yang melibatkan peserta didik dalam memainkan peran-peran tertentu Peserta didik diminta untuk menjual suatu barang tertentu langsung di lapangan (pasar) sampai mereka bisa menjual semua barang yang harus dijual. Dengan demikian, peserta didik menyadari pentingnya semangat berwirausaha untuk mencapai sukses Peserta didik dilibatkan dalam berbagai permainan yang mendorong tumbuhnya Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 1

Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 2 No. 1.2. Mampu berkomunikasi sosial secara efektif sebagai seorang wirausaha 1.3. Mampu membangun jaringan usaha seorang wirausaha 1.2.1. Mampu menyampaikan pesan secara efektif melalui komunikasi lisan dalam pergaulan usaha 1.2.2. Mampu menyampaikan pesan secara efektif melalui komunikasi tulisan dalam pergaulan usaha 1.2.3. Mampu menjadi pendengar yang baik dan kritis dalam komunikasi sosial 1.3.1. Mampu mengidentifikasi mitra usaha (pemasok, distributor, perbankan/finance, dan pelanggan) 1.3.2. Mampu menjalin relasi dengan mitra usaha dengan prinsip win-win 1.3.3. Mampu menjaga/merawat pelanggan lama watak kewirausahaan dalam diri peserta didik Praktek berkomunikasi dalam bahasa lisan, dengan tema-tema yang diambil berkaitan dengan kewirausahaan Praktek berkomunikasi dalam bahasa tulisan, dengan tema-tema yang diambil berkaitan dengan kewirausahaan Pembelajaran dilakukan melalui latihan menjadi pendengar yang baik, dan mengkritisi secara cermat informasi yang disampaikan oleh pemberi pesan Pembelajaran dilakukan melalui latihan mengidentifikasi berbagai institusi yang berhubungan dengan jenis usaha yang akan dikembangkan untuk dijadikan mitra usaha Pembelajaran dilakukan melalui games dan bermain peran. Peserta didik dilatih untuk dapat menjalin kemitraan sesuai perannya Peserta didik dilatih melalui berbagai games yang berkaitan dengan berbagai Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 2

No. 2. Memiliki Kemampuan Manajerial Usaha Kecil 1.4. Mampu membangun kerjasama dalam berwirausaha 2.1. Mendalami proses usaha kecil 1.3.4. Mampu mengembangkan/ menambah pelanggan baru 1.4.1. Mampu bekerja dalam tim (tim work) dalam menjalankan wirausaha 1.4.2. Mampu bernegosiasi dalam membangun kerja sama 1.4.2. Mampu menyusun nota kerjasama dengan mitra kerja 2.1.1. Mampu merumuskan visi, misi, dan tujuan perusahaan strategi memuaskan pelanggan sehingga pelanggan tetap setia Pembelajaran dilakukan melalui diskusi dan curah pendapat tentang bebrbagai strategi promosi dan membuka pasar baru untuk menambah pelanggan Pembelajaran dilakukan melalui games dan pemecahan masalah yang membutuhkan kerja secara tim. Setiap games atau masalah yang dihadapi hanya bisa dipecahkan apabila setiap individu dalam kelompok bekerja secara kompak Kemampuan bernegosiasi dibelajarkan melalui simulasi. Peserta didik dipasangpasangkan, dan satu sama lain melakukan negosiasi untuk mencapai kesepakatan Disajikan berbagai contoh nota kesepakatan, kemudian peserta didik secara berkelompok menyusun nota kesepakatan yang isinya harus mengakomodir harapan semua anggota kelompok Semua peserta didik diminta untuk merumuskan visi, misi dan tujuan jika mereka menjadi seorang wirausaha. Kemudian mereka diminta untuk Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 3

Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 4 No. 2.2. Menguasai pemasaran 2.1.2. Mampu mengorganisasikan dan mengendalikan perusahaan 2.1.3. Mampu mengelola usaha dengan menjalankan berbagai kiat, cara, proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien. 2.1.4. Mampu merencanakan, mengatur, mengarahkan /memotivasi, dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan. 2.2.1. Menguasai pengetahuan produk barang/jasa yang dipasarkan menyusun strategi dalam mencapai visinya Peserta didik dilatih untuk menyusun struktur organisasi yang dibutuhkan sesuai besarnya usaha yang akan dikembangkan, kemudian merumuskan deskripsi tugas untuk tiap posisi dalam sttruktur oganisasi. Pserta didik diminta untuk menyampaikan rasional terhadap struktur organisasi tersebut Pembelajaran dilakukan melalui simulasi mengelola usaha. Dalam simulasi tersebut peserta didik dituntut untuk mengembangkankan berbagai kiat, cara, dan proses pengelolaan usaha sehingga bisa berjalan Peserta didik diminta untuk menyusun rencana pengelolaan sumberdaya manusia, kemudian melakukan praktek untuk mengimplementasikan rencananya Peserta didik diminta untuk mempelajari berbagai aspek yang harus dikuasai tentang barang/jasa yang akan dipasarkan, kemudian secara Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 4

No. 2.3. Menguasai administrasi usaha kecil 2.2.2. Mampu mengemas barang/jasa yang dipasarkan sehingga menarik konsumen 2.2.3. Mampu menetapkan harga produk atau jasa berdasarkan analisa biaya produksi dan biaya pemasaran 2.2.4. Mampu melakukan kegiatan promosi yang efektif dan efisien untuk menembus pasar 2.3.1. Memahami pembukuan sederhana dalam menjalankan usaha 2.3.2. Mampu melakukan proses administrasi dan pembukuan dalam menjalankan usaha 2.3.3. Mampu mengelola keuangan secara efektif dan efisien, 2.3.4. Mampu mencari sumber dana dan menggunakannnya secara tepat, dan mengendalikannya berpasangan mereka menjelaskan satu sama lain Peserta didik melakukan praktek merancang kemasan barang sehingga menarik calon konsumen Peserta didik melakukan paraktek analisa kebutuhan biaya produk dan pemasaran, kemudian menentukan harga jual dengan keuntungan tertentu Latihan merumuskan strategi promosi, merancang brosur, leaflet, iklan di radio dan TV, dan iklan dalam media cetak, serta bentuk promosi lainnya Peserta didik diminta untuk mempelajari berbagai contoh pembukuan yang diperlukan dalam menjalankan usaha Pembelajaran dilakukan melalui latihan mengadministrasikan membuat berbagai pembukuan usaha Pembelajaran dilakukan melalui simulasi mengelola keuangan dalam menjalankan usaha Peserta didik diminta untuk menginventarisir sumber-sumber dana untuk memperoleh modal usaha, Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 5

Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 6 No. 3 Memiliki kemampuan berfikir logic 2.4. Menguasai sistem jaringan usaha (supplyer-buyer) 3.1. Mampu menganalisis kondisi lingkungan dan pasar secara akurat 2.4.1. Mampu berpartisipasi dalam jaringan usaha mulai dari produsen, distributor, suplayer, samper buyer 2.4.2. Mampu menjalin kerjasama dalam jaringan usaha 3.1.1. Mampu membaca kondisi lingkungan usaha dan pasar 3.1.2. Mampu memprediksi pengaruh kondisi lingkungan usaha dan pasar terhadap perkembangan usaha kemudian latihan menyusun proposal untuk pengajuan dana modal usaha Pembelajaran dilakukan melalui simulasi yang menggambarkan keterkaitan antara produsen, distributor, suplayer, dan buyer. Peserta didik dilatih untuk berpartisipasi dan menempatkan diri secara tepat dalam jaringan usaha Pembelajaran dilakukan melaui permainan yang melibatkan produsen, distributor, suplayer, dan buyer. Peserta didik melalui permainan tersebut belajar untuk menjalin kerja sama dalam jaringan usaha Peserta didik diajak langsung untuk melakukan survey pasar, kemudian diminta untuk menyimpulkan tentang kondisi pasar dikaitkan dengan produk/jasa yang akan dijadikan bidang usaha, apakah memiliki prosfek besar atau kecil berdasarkan data hasil survey pasar, peserta didik diminta untuk menganalisis pengaruh yang ditimbulkan dari kondisi pasar dan lingkungan terhadap Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 6

No. kecenderungan usahannya 3.2. Mampu menganalisis kondisi usaha 3.3. Mampu mengambil keputusan dan mengambil resiko 3.2.1. Mampu menghitung aliran kas (cash flow) usaha 3.2.2. Mampu menghitung rugi laba perusahaan 3.2.3. Mampu menghitung Break Event Point (BEP) 3.2.4. Mampu menentukan kondisi usaha apakah dalam keadaan maju (positif) atau mundur (negatif) 3.3.1. Mampu menginventarisir alternatif keputusan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha 3.3.2. Mampu mempertimbangkan berbagai resiko untuk setiap pembelajaran melalui praktek perhitungan cash-flow keuangan perusahaan Disajikan data tentang pembelian dan penjualan dalam kurun waaktu tertentu, peserta didik diminta untuk menghitung rugi laba yang diperoleh perusahaan Disajikan data tentang modal usaha dan prediksi jumlah penjualan pada satu periode tertentu, peserta didik diminta untuk menghitung dan menentukan BEP Disajikan sejumlah data tentang akativitas penjualan yang terjadi dalam kurun waktu tertentu, peseta didik diminta untuk menganalisa kondisi perusahaan pada saat itu Dihadapkan sejumlah permasalahan dalam menjalankan usaha, peserta didik diminta untuk merumuskan berbagai alternatif keputusan penyelesaian masalah yang mungkin Peserta didik diminta untuk menganalisis berbagai resiko yang mungkin terjadi dari Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 7

Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 8 No. 3.4. Mampu memanfaatkan peluang 3.5. Menguasai inovasi usaha alternatif keputusan 3.3.3. Mampu menentukan alternatif keputusan terbaik dengan resiko terkecil 3.4.1. Memiliki kepekaan terhadap setiap peluang usaha yang ada 3.4.2. Mampu melakukan analisis SWOT untuk menganalisa fisibilitas peluang usaha 3.4.3. Mampu memanfaatkan peluang menjadi bidang usaha 3.5.1. Mampu membaca kecenderungan perubahan pasar sejumlah alternatif keputusan yang akan diambil Berdasarkan analisis resiko yang mungkin terjadi, peserta didik diminta untuk mengambil keputusan yang paling tepat untuk menyelesaiakan suatu masalah yang dihadapi dengan resiko terkecil Pembelajaran dilakaukan melalui studi kasus. Peserta didik dihadapkan dengan berbagai kasus dan diminta untuk menganalisis berkaitan dengan peluang usaha yang akan dikembangkan Peserta didik merlakukan praktek analisis SWOT, dan mempredikasi fisibilitas usaha berdasarkan hasil analisis SWOT Berdasarkan analisis SWOT yang dilakukan, peserta didik diminta untuk menentukan apakah peluang usaha yang ada cukup prospektif untuk dimanfaatkan menjadi bidang usaha Dihadapkan berbagai kasus yang menggambarkan adanya perubahan kecenderungan pasar, peserta didik diminta untuk menganalisa kecenderungan yang terjadi pada masing- Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 8

No. masing kasus tersebut 4 Memiliki Keterampilan produksi (barang/jasa) 4.1. Mampu membuat produk baru yang inovatif dari bahan baku yang ada 4.2. Mampu mengubah produk yang sudah ada menjadi produk yang inovatif 3.5.2. Mampu melakukan inovasi dalam menjalankan usaha sesuai perubahan pasar 4.1.1. Mampu mengindentifikasi sumberdaya sebagai bahan baku produk tertentu 4.1.2. Trampil membuat produk inovatif yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan memenuhi standar POM 4.2.1. Mampu memodifikasi produk/jasa yang telah ada menjadi produk yang seolaholah baru 4.2.2. Mampu mengemas produk menjadi lebih menarik Berdasarkan hasil analisis kecenderungan pasar tersebut, peserta didik diminta untuk melakukan inovasi-inovasi usaha yang bisa dilakukan agar usaha tetap bisa kompetitif Pembelajaran dilakukan melalui eksplorasi sumberdaya lingkungan secara langsung, kemudian merancang produk tertentu dari bahan baku tersebut Pembelajaran dilakukan melalui praktek membuat produk secara langsung dari bahan baku mengginakan alat dan melalui proses yang benar sehingga dihasilkan produk bermutu dan memenuhi standar POM (jika produk makanan) Peserta didik diminta memilih produk tertentu yang sudah ada, kemudian mereka diminta untuk melakukan modifikasi terhadap produk tersebut sehingga lebih menarik Latihan membuat berbagai rancangan kemasan produk yang menarik Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 9

Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 10 No. 5 Memiliki keterampilan berwirausaha 5.1. Mampu membaca peluang usaha 5.2.Mampu memilih jenis usaha yang akan dilakukan 5.1.1. Mampu menganalisis peluang usaha 5.1.2. Mampu mengidentifikasi sumberdaya, produk, dan jasa yang dapat dikembangkan dalam usaha 5.2.1. Menganalisis kelayakan usaha yang akan dijalankan 5.2.2. Memprediksi kelompokkelompok peminat (pangsa pasar) untuk produk/jasa tertentu Disajikan berbagai kasus tentang kondisi pasar dan kondisi persaingan lingkungan jenis usaha tertentu, peserta didik diminta untuk menganalisis peluangpeluang usaha yang masih terbuka Peserta didik diajak langsung survey lingkungan, dan berdasarkan hasil survey tersebut, perserta didik diminta untuk mengidentifikasi berbagai sumberdaya yang bisa dikembangkan menjadi produk barang/jasa yang dikembangkan menjadi peluang usaha Disajikan berbagai data tentang permintaan masyarakat terhadap berbagai produk dan jasa, kondisi persaingan usaha, dan kondisi suplay barang dan jasa, peserta didik diminta untuk menganalisis kelayakan usaha yang akan dijalankan dalam kondisi yang dihadapi Pembelajaran dilakukan melalui studi kasus nyata. Berbagai kasus disajikan, kemudian peserta didik diminta untuk mengelompokkan masyarakat peminat produk (pangsa pasar) tertentu ke dalam beberapa kategori Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 10

No. 5.3. Mampu merencanakan usaha 5.2.3. Memprediksi produk/jasa yang memiliki peminat (pangsa pasar) besar 5.2.4. Memilih produk/jasa unggulan yang memiliki peluang besar menjadi bidang usaha yang prospektif 5.3.1. Memahami komponenkomponen rencana usaha 5.3.2. Menganalisis calon lokasi usaha dan memilih lokasi usaha yang tepat 5.3.3. Menjelaskan syarat-syarat pendirian usaha Pembelajaran dilakukan melalui studi kasus nyata. Berbagai kasus disajikan, kemudian peserta didik diminta untuk memprediksi produk tertentu yang memiliki peminat (pangsa pasar)besar Disajikan berbagai data tentang permintaan masyarakat terhadap berbagai produk dan jasa, kemudian diminta untuk menganalisis dan menetapkan pilihan produk/jasa yang akan dijadikan bidang usaha Peserta didik mendiskusikan deskripsi usaha, penilaian tentang pasar, rencana pemasaran, organisasi usaha, aset tetap, prediksi pendapatan penjualan, rencana penjualan dan rencana biaya, dan rencana cashflow (arus kas). Peserta didik diajak langsung survai lokasi, dan berdasarkan hasil survai tersebut, peserta didik diminta untuk menganalisisnya dan menentukan lokasi yang paling tepat sebagai lokasi usaha Peserta didik mendiskusikan syarat-syarat legal pendirian usaha. Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 11

Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 12 No. 5.4. Mampu menjalankan usaha 5.3.4. Membuat rencana usaha secara lengkap 5.4.1. Mampu mencari sumber dana untuk modal usaha 5.4.2. Mengelola dana yang ada secara tepat dan mengendalikannya secara akurat 5.4.3. Melakukan transaksi jual-beli sehingga usaha dapat berjalan Peserta didik berlatih menyusun rencana usaha secara lengkap Peserta didik dilatih untuk berusaha mencari alternatif sumber dana untuk modal usaha. Melalui kegiatan permainan (simulasi/game) mereka dilatih untuk bernegosiasi dan meyakinkan pihak pemberi dana tentang kemuajuan usahanya sehingga pihak pemberi dana bersedia memberikan dananya untuk modal usaha Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan permainan (simulasi/game), peserta didik mempraktekkan pengelolaan keuangan sesuai standar akuntansi sederhana sehingga dapat diketahui laba/rugi perusahaan Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan bermain peran. Peserta didik secara bergilir memainkan peran berbeda, yaitu sebagai pembeli atau penjual. Melalui kegiatan tersebut peserta didik belajar untuk melakukan dan mencatat transaksi jual beli Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 12

No. 5.5. Mampu mempertahankan usaha 5.6. Memahami strategi pengembangan usaha 5.4.4. Memisahkan keuangan pribadi dari keuangan usaha 5.5.1. Memahami perilaku konsumen 5.5.2. Menerapkan teknik-teknik pemasaran 5.5.3. Melakukan inovasi produk dan kemasan 5.5.4. Mengembangkan teknikteknik memberi kepuasan kepada pelanggan 5.5.5. Mampu merancang dan menjalankan strategi/cara bersaing dengan baik untuk mempertahankan usaha 5.6.1. Mampu menganalisis kemajuan usaha yang dijalankan Peserta didik melakukan penyimpanan keuangan usaha yang terpisah dari keuangan pribadi Peserta didik berinteraksi dengan konsumen dan mendiskusikan perilaku mereka Peserta didik melakukan simulasi variasi teknik pemasaran barang dan jasa Peserta didik membuat inovasi yang dapat dilakukan terhadap produk maupun kemasan Pembelajaran dilakukan melalui simulasi/games tentang teknik memuaskan pelanggan sehingga mereka menjadi pelanggan setia dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat dan memuaskan Pembelajaran dilakukan melalui simulasi/games yang mampu mendorong munculnya berbagai ide terkait dengan strategi bersaing untuk mempertahankan kelanjutan usaha Disajikan sejumlah data tentang hasil usaha, peserta didik diminta untuk menganalisa kemajuan usaha apakah Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 13

Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 14 No. 5.6.2. Mampu menganalisis caracara mengembangkan usaha cenderung positif atau negatif Pembelajaran dilakukan melalui analisis kasus tentang perluasan usaha. Dari kasus tersebut, peserta didik diminta untuk mengidentifikasi berbagai kemungkinan perluasan usaha dan menentukan alternatif perluasan usaha yang paling tepat sesuai dengan kasus tersebut Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 14

Kurikulum PKM melalui Kursus dan Pelatihan - 15