RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT. Ade Heryana

dokumen-dokumen yang mirip
(Natural History of Disease)

Upaya Pencegahan Penyakit Menular

POLA PENYAKIT DALAM EPIDEMIOLOGI. Putri Handayani, M.KKK

Konsep Penyebab Penyakit-2.

PROSES PERJALANAN PENYAKIT SECARA UMUM DAPAT DIBEDAKAN ATAS :

Sehat merupakan kondisi yang ideal secara fisik, psikis & sosial, tidak terbatas pada keadaan bebas dari penyakit dan cacad (definisi WHO)

KONSEP PENYAKIT MENURUT EPIDEMIOLOGI. Desy Indra Yani

Riwayat Alamiah Penyakit PERTEMUAN 6 IRA MARTI AYU FIKES/ KESMAS

Epidemiologi Penyakit Menular. Bank Soal

PRODI DIII KEBIDANAN STIKES WILLIAM BOOTH SURABAYA

Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular. Jakarta, 5 Maret 2016 Universitas Esa Unggul Jakarta Kelas 11 Paralel

Pencegahan dan penanggulangan PTM PERTEMUAN 6 Ira Marti Ayu Kesmas/ Fikes

Pengantar Epidemiologi. Aria Gusti, SKM, M.Kes Created for : Akbid PBH Batusangkar

PENGANTAR EPIDEMIOLOGI KLINIK

BATASAN EPIDEMIOLOGI

KONSEP HOST-AGENT-ENVIRONMENT

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT. Handout Epidemiologi Penyakit Menular

Konsep Sakit dan Penyakit

Bab 4 RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT. Masa inkubasi (laten) Proses promosi. Awal proses patologis (penyakit menjadi ireversibel)

Materi Penyuluhan Konsep Tuberkulosis Paru

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR

tingkat Pencegahan Penyakit

Proses Penyakit Menular

PENANGANAN DAN PENCEGAHAN TUBERKULOSIS. Edwin C4

LATIHAN SOAL EPIDEMIOLOGI PM (EMERGING INFECTIOUS DISEASE, PENCEGAHAN DAN JUNE 18, 2016 PENANGGULANGAN PM, HERD IMMUNITY)

KONSEP PENYEBAB PENYAKIT

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Faktor yang mempengaruhi sehat.

BAB II TINJAUAN TEORI. sehat, baik itu pasien, pengunjung, maupun tenaga medis. Hal tersebut

INFEKSI NOSOKOMIAL OLEH : RETNO ARDANARI AGUSTIN

KESEHATAN LINGKUNGAN

KONSEP DASAR EPIDEMIOLOGI. Putri Ayu Utami S. Kep, Ns.

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR. Hafni Bachtiar FK UNAND

BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan kelainan pada satu atau lebih pembuluh

PERTEMUAN 1 PENGANTAR GIZI MASYARAKAT PUTRI RONITAWATI, SKM, M.Si PROGRAM STUDI GIZI FIKES

EPIDEMIOLOGI GIZI. Saptawati Bardosono

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bersifat sangat dinamis. Mikroba sebagai makhluk hidup memiliki cara

SEJARAH DAN KONSEP PENYEBAB

BAB II TINJUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh. Pemberantasan penyakit. berperanan penting dalam menurunkan angka kesakitan

SKRIPSI ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PADA ANAK DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT SURAKARTA

Tuberkulosis merupakan penyakit yang telah lama ada. Tetap menjadi perhatian dunia Penyebab kematian kedua pada penyakit infeksi

I. PENDAHULUAN. Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan

BAB 1 PENDAHULUAN. yang paling utama untuk mempertahankan kehidupan (Volk dan Wheeler, 1990).

Kata Kunci: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), Dengue Shock Syndrome (DSS), morbiditas, mortalitas. Universitas Kristen Maranatha

PERCEPATAN PENCAPAIAN SASARAN DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA SEHAT 2017

BAB I PENDAHULUAN. yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. tanah lembab dan tidak adanya sinar matahari (Corwin, 2009).

AGEN, HOST, DAN LINGKUNGAN SERTA HUBUNGANNYA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Tuberkulosis Paru (TB Paru) suatu penyakit kronis yang dapat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang penelitian. penduduk dunia seluruhnya, bahkan relatif akan lebih besar di negara-negara sedang

BAB I PENDAHULUAN. Mycobacterium Tuberculosis dan paling sering menginfeksi bagian paru-paru.

BAB 2 PENGENALAN HIV/AIDS. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Tuberkulosis Paru adalah penyakit infeksius yang menular yang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Penelitian. baru atau berulang. Kira-kira merupakan serangan pertama dan

BAB 1 PENDAHULUAN. Tuberkulosis atau TB (singkatan yang sekarang ditinggalkan adalah TBC)

Management Healthcare Associated Infections (HAIs)

KERANGKA ACUAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT UPT. PUSKESMAS SOTEK

Konsep Sakit dan Penyakit. Contact: Blog: suyatno.blog.undip.ac.id Hp/Telp: /

Jika tidak terjadi komplikasi, penyembuhan memakan waktu 2 5 hari dimana pasien sembuh dalam 1 minggu.

KONSEP EPIDEMIOLOGI. Oleh : Suyatno, Ir. MKes

TATALAKSANA SKISTOSOMIASIS. No. Dokumen. : No. Revisi : Tanggal Terbit. Halaman :

Screening Uji Tapis/Screening

Etiology dan Faktor Resiko

Penyebab, gejala dan cara mencegah polio Friday, 04 March :26. Pengertian Polio

ABSTRAK. GAMBARAN IgM, IgG, DAN NS-1 SEBAGAI PENANDA SEROLOGIS DIAGNOSIS INFEKSI VIRUS DENGUE DI RS IMMANUEL BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. tuberculosis. Mycobacterium tuberculosis adalah bakteri penyebab. yang penting di dunia sehingga pada tahun 1992 World Health

PEDOMAN PENYELENGGARAAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT PUSKESMAS JURANGOMBO KOTA MAGELANG BAB I PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Bencana dalam UU No. 24 tahun 2007 didefinisikan sebagai peristiwa atau

BAB 1 KONSEP DASAR EPIDEMIOLOGI

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN. SISTEM IMUNITAS

Leukemia. Leukemia / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

Penyakit Akibat Kerja Kuliah 7

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

BAB I PENDAHULUAN. dunia dan menyebabkan angka kematian yang tinggi. Penyakit ini

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. bervariasi. Insidensi stroke hampir mencapai 17 juta kasus per tahun di seluruh dunia. 1 Di

BAB 1 PENDAHULUAN. disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini sering

BAB I PENDAHULUAN. Diperkirakan sekitar 2 miliar atau sepertiga dari jumlah penduduk dunia telah

II. TINJAUAN PUSTAKA. Ukuran dari bakteri ini cukup kecil yaitu 0,5-4 mikron x 0,3-0,6 mikron

SISTEM PELAYANAN KESEHATAN & SISTEM RUJUKAN. Dr. TRI NISWATI UTAMI, M.KES

II. TINJAUAN PUSTAKA. penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Berdasarkan penelitian

LINGKUP ILMU KESEHATAN MASYARAKAT. By. Irma Nurianti, SKM, M.Kes

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Hepatitis Virus. Oleh. Dedeh Suhartini

BAB 1 PENDAHULUAN. HIV merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi Human

BAB I PENDAHULUAN. berfokus dalam menangani masalah penyakit menular. Hal ini, berkembangnya kehidupan, terjadi perubahan pola struktur

1. Penyakit Kronik. 2. Penyakit Non Infeksi. 3. New Communicable Disease. 4. Penyakit Degeneratif. Kelangsungan PTM biasanya Kronik.

BAB 1 PENDAHULUAN. Sasaran pembangunan milenium (Millennium Development Goals/MDGs)

Perencanaan Program Kesehatan: na i lisis M asa h a Kesehatan Tujuan Metode

BAB I PENDAHULUAN. bila upaya pencegahan infeksi tidak dikelola dengan baik. 2. berkembang menjadi sirosis hati maupun kanker hati primer.

Saat ini, Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab kematian. utama sebesar 36 juta (63%) dari seluruh kasus kematian yang terjadi di

MATERI INTI 1 INFORMASI TENTANG TB, HIV DAN KOINFEKSI TB-HIV

Food-borne Outbreak. Saptawati Bardosono

AGENT AGENT. Faktor esensial yang harus ada agar penyakit dapat terjadi. Jenis. Benda hidup Tidak hidup Enersi Sesuatu yang abstrak

BAB I PENDAHULUAN. Meningkatnya prevalensi diabetes melitus (DM) akibat peningkatan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Transkripsi:

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT Ade Heryana ade.heryana24@gmail.com

Penyakit Menular Banyak ditemukan di negara berkembang; Rantai penularannya jelas; Berlangsung Akut Etiologi mikroorganisme jelas; Single Cause; Diagnosis mudah; Agak mudah cari penyebabnya; Biaya relatif murah; Jelas muncul di permukaan; Morbiditas dan Mortalitas cenderung menurun Penyakit Tidak Menular Banyak ditemukan di negara maju; Tidak ada rantai penularan; Berlangsung Kronis; Etiologi tidak jelas; Multiple Cause; Diagnosis sulit; Sulit mencari penyebabnya; Biaya mahal; Ada fenomena Gunung Es Morbiditas dan Mortalitas cenderung meningkat Penyakit Menular vs Tidak Menular

Epidemiologic Triads Study Descriptive Epid. Triads Person Analytical Epid. Triads Agent Place Host Time Environment

TRIAD Epidemiologic (teori klasik penyebab penyakit infeksi, John Gordon) Agent Agent Host Environment Host Environment Keadaan SEHAT Agent = Agen (faktor yang harus ada pada penyakit) Host = Penjamu, Manusia/Hewan (faktor instrinsik yang rentan penyakit) Environment = Lingkungan (faktor ekstrinsik yg mempengaruhi agent dan transmisi penyakit)

TRIAD Epidemiologic (teori klasik penyebab penyakit infeksi, John Gordon) A E H Jumlah agen bertambah banyak timbul penyakit A E H Kerentanan (suseptibel) pejamu bertambah berat daya tahan berkurang timbul penyakit A H A E Jumlah agen bertambah banyak, karena perubahan lingkungan E H Kerentanan (suseptibel) pejamu bertambah berat karena perubahan lingkungan

A E H Interaksi Agent, Host, Environment Agent - Environment Host - Environment Agent - Host Agent Host - Environment Agent langsung dipengaruhi Enviro, tanpa memandang sifat Host Mis: viabilitas bakteri yg langsung disinari matahari, penguapan zat kimia toksik karena panas Host langsung dipengaruhi Enviro, tanpa memandang sifat Agent Mis: pengaruh cuaca/hujan terhadap manusia, keberadaan fasilitas pelayanan kesehatan Agent yang sudah berada dalam Host, menjadi lebih efektif bermukim di dalam Host atau bermultiplikasi, dan menimbulkan perubahan jaringan, produksi imunitas, dan lain-lain. Agent, Host, dan Enviro saling mempengaruhi hingga terjadi suatu penyakit

Perkembangan Penyakit pada Host Slow Progessor Tidak berkembang dengan cepat; atau Tidak segera muncul secara klinis Rapid Progressor Berkembang cepat melalui berbagai spektruk klinis yang luas, dari ringan ke berat sampai fatal

Pengertian Riwayat Alamiah Penyakit Tanpa Pengobatan Terpapar penyakit Penyakit Selesai Sembuh, Subklinis, Cacat, atau Mati Riwayat alamiah penyakit adalah proses perjalanan penyakit mulai dari terpapar sampai penyakit selesai (sembuh,subklinis, cacat, atau mati) tanpa pengobatan/ intervensi kesehatan.

Diagram Riwayat Alamiah Penyakit

Level Epidemiologi Penyakit

Proses Induksi Proses pemaparan pajanan/agent hingga timbulnya penyakit Periode Induksi Empiris = periode Induksi + Periode Latensi Periode Induksi Empiris disebut juga Masa Inkubasi Multi Kausal Periode Laten = waktu yang dibutuhkan sejak awal penyakit hingga terdeteksi.

Proses Promosi Proses peningkatan keadaan patologis yang ireversibel dan asimtom, menjadi keadaan dengan manifestasi klinis; Agent akan meningkatkan aktivitasnya, masuk dalam formasi tubuh, menyebabkan transformasi sel/disfungsi sel, sehingga penyakit menunjukkan gejala atau klinis; Sojourn time atau Detectable preclinical period = waktu sejak penyakit terdeteksi skrining hingga timbul manifestasi klinis.

Proses Ekspresi = Masa Durasi Proses terjadinya inisiasi penyakit klinis; Mulai timbul tanda dan gejala penyakit secara klinis, dan Host mengalami manifestasi klinis (disebut kasus klinis ); Selama tahap klinis, manifestasi klinis akan diekspresikan hingga terjadi hasil akhir penyakit; Periode waktu ini disebut juga Masa Durasi

Masa Inkubasi (Laten) & Masa Durasi Periode waktu dari pemaparan s/d timbulnya gejala penyakit; Istilah Laten digunakan pada penyakit Kronis; Masa inkubasi bisa: Dalam beberapa detik (mis: reaksi hipersensitivitas, reaksi toksik); Sangat lama (mis: penyakit kronik tertentu; dan Memiliki kisaran waktu tertentu (mis: Hepatitis A 2-6 minggu, Leukemia akibat pajanan Bom Atom Hiroshima 2-12 tahun, puncaknya 6-7 tahun) Pada masa inkubasi mungkin dapat dideteksi perubahan patologis melalui diagnosa laboratorium, radiografi, atau skrining lainnya Masa Durasi = Proses Ekspresi Waktu dibutuhkan oleh suatu pemaparan untuk mencapai dosis yang cukup untuk menimbulkan reaksi; Umumnya masa durasi dipakai pada Riwayat Alamiah Penyakit Menular

Masa Inkubasi (Laten) & Masa Durasi Preclinical Phase (Fase Latensi) Clinical Phase (Fase Durasi) Onset biologis penyakit Bukti patologis penyakit Tanda dan gejala penyakit Pencarian pengobatan A P S M D T Diagnosis Pengobatan Outcome

Kronisitas Penyakit Durasi Akut Kronik Latensi Catatan: periode Akut kurang dari 60 hari Akut Kolera, Influeza, Botulism, Demam Berdarah Dengue, Toxic Shock Syndrome, SARS Sifilis, Malaria, Tuberkulosis, Filariasis Kronik Ca Pankreas, Ca Paru, Leukemia Limfosit Akut, Penyakit Jantung Koroner, HIV/Aids, Episode Skizoprenia Akut Hipertensi, Demensia senilis, Osteoartritis, Diabetes Melitus, Skizoprenia

Periode/Masa Pre-Pathogenesis = Fase Susceptible Periode saat terjadinya stimulus penyakit (interaksi A-H-E) sampai terjadi respon dari tubuh; Stimulus dapat terjadi jauh sebelum interkasi antara stimulus dengan Host terjadi; Interaksi awal antara faktor Agent, Host, Enviro; Daya tahan tubuh Host masih kuat; Pada fase ini penyakit belum berkembang, tetapi kondisi yang melatarbelakangi (faktor risiko) untuk terjadi penyakit telah ada, misalnya: Kelelahan & Alkoholik Hepatitis Kolesterol tinggi Penyakit Jantung Koroner

Periode/Masa Pathogenesis Periode dari dimulainya respon (kelainan/gangguan pada tubuh manusia) sampai proses berhenti karena sembuh, mati, kelainan yang menetap, atau cacat; Masa Patogenesis terdiri dari: Fase Subklinis/Asimtom; Fase Klinis; dan Fase Sembuh, cacat, atau mati (Penyembuhan).

Fase Subklinis/Asimtom Disebut juga Stage of Subclinical Disease atau fase presimtomatik; Penyakit belum bermanifetasi dengan nyata Sign dan symptom masih negatif; Telah terjadi perubahan-perubahan dalam jaringan tubuh (struktur atau fungsi) Windows Period = periode subklinis (tanpa gejala) namun mampu menularkan penyakit dimulai sejak infeksi hingga terdeteksinya infeksi melalui diagnosa laboratorium; Masa Menular = periode waktu penderita penyakit dapat menularkan penyakitnya

Fase Sub Klinis disebut juga below the level of the clinical horizon

Fase Klinis Disebut juga Tahap Penyakit Dini atau stage of clinical disease; Perubahan-perubahan pada jaringan tubuh telah cukup untuk memunculkan gejala-gejala dan tanda-tanda penyakit (onset); Host sudah merasa sakit ringan, masih dapat melakukan aktifitas ringan; Fase ini dapat dibagi menjadi: Fase Akut atau Fase Kronis; Pada fase ini mulai ditegakkan diagnosis penyakit Bisa berlanjut pada Tahap Penyakit Lanjut dengan ciri-ciri: Penyakit bertambah hebat; Host tidak dapat melakukan aktifitas; Jika berobat umunya butuh perawatan

Fase Sembuh, Cacat, atau Mati (Penyembuhan) Disebut juga Fase Konvalesens; Dari fase ini dapat berkembang menjadi: Sembuh total; Sembuh dengan cacat atau gejala sisa (disabilitas/ sekuele); Menjadi carrier; Penyakit menjadi kronis Pada Disabilitas: Penurunan fungsi sebagian atau seluruh struktur/organ tubuh tertentu, sehingga menurunkan aktivitas keseluruhan; Sifatnya dapat: sementara/akut, kronis, atau menetap Setelah fase klinis bila tidak terjadi penyembuhan Kematian

Perkembangan penyakit bervariasi, terjadi bertahap melalui simpul perjalanan yang berkesinambungan Ada yang sangat lambat bertahun-tahun; Ada yang cepat dalam bilangan hari dan pekan; Ada yang melampaui Horizon Clinic, menampilkan gejala/tanda (huruf B), cacat, bahkan kematian; dan Ada yang tampil abortif, tidak mencapai Horizon Clinic

Intensitas penyakit mencakup: Sehat, Sakit Sub-klinis, Sakit Klinik, Cacat, dan Mati Variasi perjalanan penyakit: Meningkat sampai menyebabkan kematian (outcome death); Mencapai puncak dan berkurang sampai sembuh sempurna (huruf C), sembuh dengan cacat (huruf D), atau menjadi kronis (huruf E); Tak pernah mencapai tingkat intensitas yang menyadarkan penderita bahwa dia sakit (huruf A); dan Beberapa penyakit (mis: multiple schlerosis & relapsing fever) berjalan sporadis dengan periode bebas gejala

Riwayat Alamiah Penyakit HIV/Aids

Riwayat Alamiah Penyakit ISPA

Riwayat Alamiah Penyakit Kanker Serviks

Tantangan RAP bagi Kesmas & Klinisi (1) Kasus didiagnosis oleh klinisi di komunitas seringkali hanya menggambarkan puncak gunung es ; Banyak kasus yang didiagnosis terlalu dini atau menyisakan penyakit asimptomatik; Bagi profesi kesehatan masyarakat, tantangan itu adalah orang yang terinfeksi tidak tampak atau tidak terdiagnosis*), sehingga mungkin dapat menularkan penyakit pada orang lain *) Carrier : Orang yang terinfeksi namun mempunyai penyakit subklinis

Puncak Gunung Es Only the tip of the iceberg is easily observable Dog bite example 3.73 dog bites annually 451,000 medically treated 334,000 emergency room visits 13,360 hospitalizations 20 deaths

Tantangan RAP bagi Kesmas & Klinisi (2) Lemahnya teknologi instrumen medis untuk diagnosis dini dan skrining penyakit; Orang terinfeksi yang tidak tampak/tidak terdiagnosis dapat menjadi sumber penularan penyakit; Kemungkinan infeksius yg cepat. Mis: Host dengan Campak atau Hepatitis A, dapat menjadi infeksius dalam beberapa hari sebelum gejala awal; Masyarakat tidak menyadari dirinya sakit, seolaholah asimtomatis; Masyarakat mengalami gejala ringan tetapi tidak segera berobat.

Teori Rantai Infeksi Agent meninggalkan Reservoir, melalui pintu ke luar (portal of exit) Agent ditransmisikan dengan model tertentu (mode transmisi) agar dapat masuk ke Host melalui pintu masuk (portal of entry), sehingga menginfeksi Host yang rentan. Reservoir Portal of Exit Mode Transmisi Portal of Entry Host yang rentan

Reservoir = habitat tempat Agent hidup, tumbuh, dan memperbanyak diri Manusia Orang dgn penyakit asimtom; Carrier: asimtomatik, inkubasi, dan konvalesen Reservoir Portal of Exit Hewan Sapi (brucellosis); Domba/Kambing (Anthrax); Tikus (plaq); Cacing (trichinosis); Kelelawar, rakun, anjing, manusia (rabies); Mammalia lainnya... Lingkungan Tanaman Tanah (cth: agen fungal penyebab histoplasmosis, hidup & memperbanyak diri dalam tanah) Air (cth: Bacillus Leginnaire, muncul pada kolam air, termasuk air dari menara pendingin & kondensor penguapan)

Portal of Exit = jalan Agent meninggalkan Host sumber, biasanya berhubungan dengan Agent yang terlokalisasi 1. Sistem Respirasi (mis: tubercule bacilli, influenza) 2. Urine (mis: schistosoma) 3. Faeces (mis: vibrio cholera) 4. Lesi kulit (mis: sarcoptes scabiei, enterovirus 70) 5. Sekresi Konjungtiva (mis: agen hemoragik konjungtivis) 6. Darah lewat plasenta (mis: rubella, sifilis, toksoplasmosis) Reservoir Portal of Exit Mode Transmisi 7. Kulit/per kutaneus (mis: luka sayat & jarum suntik pd Hepatitis B, isapan darah artropoda pd Malaria)

Mode Transmisi Langsung/Direct Kontak langsung Mononukleosis infeksius; Gonore; Cacingan (karena cacing tambang) Penyebaran droplet, semprotan relatif besar Bersin Batuk bicara Portal of Exit Mode Transmisi Portal of Entry Tidak Langsung/Indirect Airborne (melalui udara) Partikel di udara: debu dan residu droplet yang dikeringkan (droplet nuclei) Mis: tuberculosis, histoplasmosis Vehicleborne (oleh Agent yg masuk ke tubuh) Makanan, Air, produk biologik (darah), fomites (obyek tidak bergerak) Vectorborne: Mekanis (Agent tidak berubah secara fisiologis) Biologis (Agen berubah dalam tubuh vektor)

Portal of Entry = jalan Agent masuk ke Host yang rentan sehingga timbul penyakit 1. Kulit (mis: cacing tanah) 2. Sistem Respirasi (mis: influenza) 3. Enterik (mis: fecaloral makanan, air, alat masak) 4. Membrana mukosa (mis: sifilis, trakoma) Mode Transmisi Portal of Entry Host yang rentan 5. Darah (mis: Hepatitis-B)

Host yang Suseptibel Suseptibilitas/kerentanan Host bergantung kepada: Faktor genetik; Imunitas yang didapat; Kemampuan bertahan terhadap infeksi atau membatasi patogenisitas; Membrana mukosa; Asiditas Gastrik; Silia dalam sistem respirasi; Refleks batuk; Respon imun spesifik; Malnutrisi; Alkoholisme; Mode Transmisi Portal of Entry Penyakit atau terapi yang melemahkan respon imun spesifik; dll Host yang rentan

Diagram Riwayat Alamiah Penyakit

Pada periode Pre-patogenesis atau pada stage of susceptibility; Tujuan = Memutus mata rantai interaksi Agent-Host-Environment Mencegah dan menunda kejadia baru penyakit Tindakan = Modifikasi determinan/faktor risiko/kausa penyakit/agent Promosi kesehatan (pendidikan kesehatan, gizi cukup sesuai perkembangan, konseling pernikahan, medical check up, dsb) Perlindungan khusus (imunisasi, PHBS, sanitasi lingkungan, K3, pencegahan kecelakaan umum, nutrisi khusus, proteksi thd karsinogenik, menghindari zat-zat allergen, dsb)

Pada periode Patogenesis; Tujuan = Deteksi dini penyakit dengan skrining dan pengobatan segera; Tindakan = Memperbaiki prognosis kasus (memperpendek durasi penyakit, dan memperpanjang hidup); Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat, pembatasan ketidakmampuan (disability)

Pada periode Patogenesis; Tujuan = Mencegah semakin buruknya kondisi atau menetapnya disabilitas /defect/kerusakan struktural; Pengobatan, rehablitasi, pembatasan kecacatan Tindakan = rehabilitasi, meliputi: Penyediaan fasilitas pelatihan; Pendidikan/himbauan kepada masyarakat umum dan industri agar tetap mempekerjakan mereka yang telah direhabilitasi; Penempatan kerja secara selektif; Terapi kerja (terapi okupasi) di RS; Penggunaan koloni yang terlidung.

Strategi Pencegahan Penyakit Pencegahan Primordial (primordial prevention) Taken before the development of Risk Factor Fase penyakit: kondisi yang mengarah penyebab penyakit Target: Populasi, Kelompok terseleksi Pencegahan Primer (primary prevention) Taken before the disease is established Fase penyakit: faktor-faktor penyebab khusus Target: Total populasi, kelompok terseleksi, individu sehat Pencegahan Sekunder (secondary prevention) Taken after the disease is established Fase penyakit: Tahap dini penyakit Target: pasien Pencegahan Tersier (tertiary prevention) Taken to prevent complications Fase penyakit: penyakti tahap lanjut (pengobatan & rehabilitasi); Target: pasien

Strategi Pencegahan Penyakit Contoh kasus Stroke pada Dewasa Muda, Noor (2008)

Strategi Pencegahan dengan Health Field Concept (pada kasus Osteoporosis Dewasa Muda) Tingkat Pencegahan Environment Lifestyle Human Biology Health Services Primer Exercise, Diet Fluoride, Water Vitamine D, Calcium Health education for high risk Sekunder Exercise, Diet Suplements Safe environment, family counseling Hormon, Vitamine D, Calcium Access to care, Payment for care Tersier Prevention of immobility Accident proof home Hip Pinning, Physical therapy Access to care, Payment for care

Strategi Pencegahan dengan Health Field Concept (pada kasus Tuberkulosa Paru) Tingkat Pencegahan Environment Lifestyle Human Biology Health Services Primer Diet, Hidup Sehat Rumah sehat? Penyuluhan, vaksinasi BCG Sekunder Diet Suplements, Hidup sehat Rumah sehat, penyuluhan keluarga? OAT dan DOTS Tersier Diet Supplements Rumah sehat? Monitor Kesehatan