PERCOBAAN 11 PULSE WIDHT MODULATION

dokumen-dokumen yang mirip
PERCOBAAN 9 T I M E R/ COUNTER

PERCOBAAN 15 I N T E R U P S I

PERCOBAAN 2 SAKLAR PUSH BUTTON

PERCOBAAN 1 DISPLAY LED

PERCOBAAN 8 MOTOR STEPPER

KENDALI LENGAN ROBOT MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER AT89S51

BAB 13 INTERFACE KE PRINTER DOT MATRIKS

PERCOBAAN 3 DISPLAY 7 SEGMEN

TIMER DAN COUNTER MIKROKONTROLER ATMEL

Gambar 1. Rangkaian interface ke LCD Karakter 2 x16

BAB III ANALISA DAN CARA KERJA RANGKAIAN

MAKALAH. Timer atau Counter 0 dan 1. Oleh : Rizky Dwi N ( ) Satrio Teguh Yulianto ( ) D3 TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

PERCOBAAN 10 PORT SERIAL

BAB 3 PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM

BAB IV ANALISA DAN HASIL UJI COBA RANGKAIAN

PERCOBAAN 5 ANALOG TO DIGITAL CONVERTER ( ADC )

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

Memprogram Timer Counter

BAB III RANCANGAN SISTEM. dirancanag. Setiap diagram blok mempunyai fungsi masing-masing. Adapun diagram

BAB III PERANCANGAN ALAT. dimmer atau terang redup lampu dan pengendalian pada on-off lampu. Remote

MODE OPERASI TIMER/COUNTER. Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Memprogram Interupsi AT89S51

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dan perancangan tugas akhir ini telah dimulai sejak bulan Juli 2009

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

Pengendalian 8 buah Motor oleh DST-51

Alarm Pintu, Harap Pintu Tutup Kembali, Jangan Buka Pintu Lama-lama versi 2

BAB IV PENGUKURAN DAN ANALISIS SISTEM. diharapkan dengan membandingkan hasil pengukuran dengan analisis. Selain itu,

BAB III RANCANGAN DAN CARA KERJA ALAT

Rancang Bangun Inverter Tiga Phasa Back to Back Converter Pada Sistem Konversi Energi Angin

BAB III DESAIN BUCK CHOPPER SEBAGAI CATU POWER LED DENGAN KENDALI ARUS. Pada bagian ini akan dibahas cara menkontrol converter tipe buck untuk

BAB III KEGIATAN PENELITIAN TERAPAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN Perangkat Keras (Hardware)

BAB III DESAIN DAN IMPLEMENTASI

No Output LM 35 (Volt) Termometer Analog ( 0 C) Error ( 0 C) 1 0, , ,27 26,5 0,5 4 0,28 27,5 0,5 5 0, ,

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

Tabel Perbandingan ROM dan RAM pada beberapa seri ATMEL

Struktur Bahasa Assembler Mikrokontroller MCS51

Memprogram Port sebagai Output dan Input Sederhana

BAB III METODOLOGI PENULISAN

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV PENGUKURAN DAN ANALISA. Pengukuran dan analisa dilakukan bertujuan untuk mendapatkan

TAMPILKAN NADA DTMF DAN DERING TELEPHONE OLEH MODUL DF-88 DAN MODUL DST-51 PADA LCD

Bab IV Pengujian dan Analisis

PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DENGAN PC OLEH DST-5 2

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA HASIL PENGUJIAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

Percobaan 5 PENGENALAN MIKROKONTROLER 8051

Percobaan 5. TIMER/COUNTER Menggunakan DT-51 MinSys

4. Port Input/Output Mikrokontroler MCS-51

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT

Laporan Modul 2, EL3006 Timer/Counter dan Interrupt Jongguran Sondang DN ( )/ Kelompok 48/ Jumat, 14 Maret 2008 Asisten: Virgilius

1.2 Tujuan Penelitian 1. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun sirkit sebagai pembangkit gelombang sinus synthesizer berbasis mikrokontroler

BAB IV PROTOTYPE ROBOT TANGGA BERODA. beroda yang dapat menaiki tangga dengan metode pengangkatan beban pada roda

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT

Mikrokontroler 89C51 Bagian II :

PWM (PULSE WIDTH MODULATION)

PC-Link Application Note

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

Tabel 1. Karakteristik IC TTL dan CMOS

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dan perancangan tugas akhir ini telah dimulai sejak bulan Agustus

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN

Pengaturan Kecepatan Motor DC dengan Menggunakan Mikrokontroler Atmega 8535

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Mikrokontroller, sebagai suatu terobosan teknologi mikrokontroler dan microkomputer,

BAB II LANDASAN TEORI

Akuisasi data dengan remote host AT89s51 melalui serial RS232

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN CARA KERJA RANGKAIAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam merancang sebuah peralatan yang cerdas, diperlukan suatu

BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM MIKROKONTROLER. program pada software Code Vision AVR dan penanaman listing program pada

RANCANG BANGUN CATU DAYA TENAGA SURYA UNTUK PERANGKAT AUDIO MOBIL

PORT SERIAL MIKROKONTROLER ATMEL AT89C51

PENAMPIL TOMBOL-TOMBOL REMOTE CONTROL SONY PADA M1632 LCD OLEH MODUL DST-52

PERTEMUAN TIMER & COUNTER MIKROKONTROLER 89C51

Timer Counter. D3 Telekomunikasi.

BAB III METODE PENELITIAN. Tujuan dari tugas akhir ini yaitu akan membuat sebuah mobile Robot

BAB III PERANCANGAN ALAT SIMULASI PEGENDALI LAMPU JARAK JAUH DAN DEKAT PADA KENDARAAN SECARA OTOMATIS

MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535

III. METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN ALAT

PRAKTIKUM PEMOGRAMAN ROBOT CERDAS LABORATORIUM AI

BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI

Perancangan Serial Stepper

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB III PEMBUATAN ALAT DAN IMPLEMENTASI

NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH PEMASANGAN MOTOR DC PADA SEKUTER DENGAN PENGENDALI PULSE WIDTH MODULATION

III. METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar

BAB II TEORI DASAR 2.1 Pendahuluan 2.2 Sensor Clamp Putaran Mesin

BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Adapun blok diagram modul baby incubator ditunjukkan pada Gambar 3.1.

Transkripsi:

PERCOBAAN 11 PULSE WIDHT MODULATION TUJUAN: 1. Memahami prinsip dasar PWM 2. Memahami rangkaian Driver Motor DC 3. Memahami pemrograman assembly untuk pengaturan PWM Konsep Dasar PWM Salah satu cara yang paling mudah untuk membangkitkan sebuah tegangnan analog dari sebuah nilai digital adalah dengan menggunakan pulse-width modulation (PWM). Dalam PWM gelombang kotak, frekuensi tinggi dibangkitkan sebagai output digital. Untuk contoh, sebuah port bit secara kontinyu melakukan kegiatan saklar on dan off pada frekuensi yang relatif tinggi. Selanjutnya, bila sinyal diumpankan pada LPF low pass filter, tegangan pada output filter akan sama dengan Root Mean Squere ( RMS ) dari sinyal gelombang kotak. Selanjutnya tegangan RMS dapat divariasi dengan mengubah duty cycle dari sinyal. DUTY CYCLE menyatakan fraksi waktu sinyal pada keadaan logika high dalam satu siklus. Satu siklus diawali oleh transisi low to high dari sinyal dan berakhir pada transisi berikutnya. Selama satu siklus, jika waktu sinyal pada keadaan high sama dengan low maka dikatakan sinyal mempunyai DUTY CYCLE 50 %. DUTY CYCLE 20 % menyatakan sinyal berada pada logika 1 selama 1/5 dari waktu total Gambar 11.1. Duty cycle 30 % 11-1

Gambar 11.2. Aplikasi PWM pada setting kecepatan motor PWM dengan Mikrokontroler Pada rangkaian tersebut menunjukkan sebuah DAC yang dibangun dengan metode PWM, yang digunakan untuk mengendalikan kecepatan motor DC dengan modulasi lebar pulsa. Bit 0 dari P0 mengemudikan sebut saklar transistor sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar. Motor dihidupkan dan dimatikan untuk suatu periode tertentu Bagian pada saat motor hidup disebut DUTY CYCLE. Pada program ini menggunakan sebuah byte untuk menyimpan lama waktu motor on, dari sejumlah 256 siklus. Bila duty cycle yang diberikan adalah 10 % maka program ini menyimpan data waktu ON selama 10 siklus dan OFF selama 246 siklus dari 256 siklus. Berikutnya nilai duty cycle disimpan pada RAM internal yang diberi label dcycle. Komplemen dari duty cycle disimpan pada RAM internal dengan nama dcyclec. Pada perancangan software ini, Timer 0 diaplikasikan dalam mode 2, yaitu 8 bit timer auto reload, yang akan melakukan increment nilai register counter setiap siklus, dan bila terjadi overflow maka data yang berada pada TH0 akan diloadkan ke TL0 yang berfungsi sebagai counter 8 bit. Bila frekuensi kristal yang digunakan adalah 12 Mhz, sehingga jika nilai reload adalah 0 maka timer 0 akan over flow setiap 256 udetik dan jika nilai reload adalah FFh maka timer akan over flow setiap 1 udetik. Pertama kali program menghidupkan motor dan menempatkan nilai dcycle ke TH0 sebagai nilai reload. Setelah timer overflow, komplemen dari duty cycle dcyclec akan ditempatkan ke TH0 sebagai nilai reload dan motor berhenti berputar. Pada pemrograman ini keadaan motor dapat dilihat pada register yang dapat dialamati bit, yang ditandai sebagai motorflag. 11-2

Percobaan 11.1. Setting kecepatan putaran motor DC dengan PWM Pada percobaan ini, putaran kecepatan motor kemudikan dengan menggunakan transistor TIP120 melalui metode PWM. PWM dikemudikan dengan menggunakan satu bit dari P0, seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah. Gambar 11.3. Diagram alir (a) rutin utama (b) inisialisasi duty cycle dan (c) inisialisasi timer pada percobaan 11.1 Gambar 11.4. Diagram alir interupsi timer 0 pada percobaan 11.1 11-3

1. Hubungkan kabel data dan ke inputan rangkaian driver motor DC 2. Hubungkan modul Microcontroller Trainer dengan power supply +5V 3. Hubungkan modul Microcontroller Trainer dengan rangkaian programmer 4. Buka Program M-IDE Studio for MCS-51, sebagai editor dan compiler program 5. Ketik program berikut ini: dcycle equ 30h dcyclec equ 31h PWM bit P0.0 MotorF bit 20h org 0h sjmp start org 0bh ljmp Interupsi_Timer0 start: call Init_Dcycle call init_timer loop: sjmp loop Init_Dcycle: mov dcycle,#45 inisialisasi data dcycle T_ON mov A,dCycle copy data ke A cpl A komplemen A mov dcyclec,a copy A ke dcyclec Init_Timer: anl TMOD,#0F0h orl TMOD,#2 Timer0 mode2 auto reload mov TH0,dCycle Load data counter 8 bit setb ET0 enable interupsi timer0 setb EA enable all interupsi setb TR0 timer0 run Interupsi_Timer0: jb motorf,motoroff deteksi bit motorf 11-4

motoroff: setb PWM Hidupkan motor setb P0.7 TP pulsa PWM di osiloskop mov TH0,dCycle load data dcycle ke TH0 setb motorf beri tanda motorf=1-> motor ON clr PWM matikan motor clr P0.7 TP pulsa PWM di osiloskop mov TH0,dCycleC load data ccyclec ke TH0 clr motorf beri tanda motorf=0-> motor OFF end 6. Simpanlah program yang anda ketik dan beri nama : prog151a.asm 7. Pada program MIDE tersebut pilih Build /F9 atau untuk melakukan kompilasi program dari *.asm ke *.hex. 8. Lakukan pemrograman mikrokontroller dengan menggunakan Program ISP Software ( Lihat Petunjuk Penggunaan) 11-5

Percobaan 11.2. Pengaturan kecepatan putaran motor DC dengan metode PWM melalui ADC Pada percobaan ini, ADC digunakan untuk membaca tegangan dari input pembagi tegangan 0-5 Volt, selanjutnya tegangan yang telah diuabah menjadi data digital, digunakan untuk mengatur PWM pada Motor DC. 1. Hubungkan kabel data dan ke inputan rangkaian driver motor DC 2. Hubungkan modul Microcontroller Trainer dengan power supply +5V 3. Hubungkan modul Microcontroller Trainer dengan rangkaian programmer 4. Buka Program M-IDE Studio for MCS-51, sebagai editor dan compiler program 5. Ketik program berikut ini: dcycle equ 30h dcyclec equ 31h PWM bit P0.0 MotorF bit 20h org 0h sjmp start org 0bh ljmp Interupsi_Timer0 start: call init_timer loop: call ADC mov dcycle,a cpl A mov dcyclec,a sjmp loop ADC: clr P3.3 nop nop nop setb P3.3 eoc: jb P3.2,eoc clr P3.4 mov A,P1 setb P3.4 11-6

Init_Timer: mov dcycle,#40 mov A,dCycle cpl A mov dcyclec,a anl TMOD,#0F0h orl TMOD,#2 mov TH0,dCycle setb ET0 setb EA setb TR0 Interupsi_Timer0: jb motorf,motoroff setb PWM setb P0.7 mov TH0,dCycle setb motorf motoroff: clr PWM clr P0.7 mov TH0,dCycleC clr motorf end 6. Simpanlah program yang anda ketik dan beri nama : prog151a.asm 7. Pada program MIDE tersebut pilih Build /F9 atau untuk melakukan kompilasi program dari *.asm ke *.hex. 8. Lakukan pemrograman mikrokontroller dengan menggunakan Program ISP Software ( Lihat Petunjuk Penggunaan) 11-7