BAB IV ANALISA DAN HASIL UJI COBA RANGKAIAN
|
|
|
- Inge Iskandar
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV ANALISA DAN HASIL UJI COBA RANGKAIAN 4.1 Prinsip Kerja Rangkaian Rangkaian ini bekerja berdasarkan dua buah sensor yang di pasang secara berdampingan, dengan memanfaatkan Phototransistor sebagai sensor. Sensor Phototransistor yang berguna untuk mendeteksi orang masuk, kemudian mikrokontroler akan mengendalikan tampilan 7-segment untuk menunjukkan jumlah orang di dalam suatu ruangan dan buzzer untuk indikator atau menandakan adanya orang masuk. Gambar 4.1 Skema rangkaian Secara Detail 29
2 Diagram Alir Program Berikut merupakan program untuk Alat Penghitung Banyaknya Orang yang ada didalam suatu ruangan berdasarkan penjelasan pada diagram alir pada gambar yang ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman assembler: Diagram Alir Program : Gambar 4.2 Diagram Alir Program
3 31 Prinsip kerja diagram alir program adalah sebagai berikut : Program di mulai dengan mengisi TMOD (Timer Mode Register) dengan 01H, TL0 (Timer 0 Low Byte) dengan 0B8H, dan TH0 (Timer 0 High Byte) dengan 8EH, artinya interupsi terjadi setiap 25 ms: UTAMA: mov TMOD,#01H mov TL0,#0B8H mov TH0,#8EH ; memasukkan nilai 01H ke register TMOD ; memasukan nilai 0B8H ke register TL0 ; memasukan nilai 8EH ke register TH0 Selanjutnya Interupsi Timer 0 dan Interupsi global diaktifkan, dengan list program : setb ET0 ; memberikan bit 1 ke pin ET0 ( enable Timer 0 ) setb EA ; memberikan bit 1 ke EA ( aktifkan interupsi ) Timer 0 dihidupkan, dengan list program : setb TR0 ; memberikan bit 1 ke TR0 ( aktifkan Timer 0 ) Register 1 dan 2 di isi dengan 0, list program : AWAL: mov R1,#0 ; memberikan register 1 dengan nilai awal 0 mov R2,#0 ; memberikan register 2 dengan nilai awal 0 Data dari akumulator dikirim dan ditampilkan ke Port 0, kemudian discan secara berulang dari P2.6 ke P2.5, dengan list program : LOOP: mov A,R1 ; memasukan nilai di R1 ke A mov dptr,#angk ; menunjuk data pointer ke ANGK movc A,@A+DPTR mov P0,A ; memasukan nilai a ke P0 clr P2.7 ; memberikan P2.7 dengan nilai bit 0 call delay ; memanggil subroutin delay
4 32 setb P2.7 ; memberikan pin P2.7 (set relay ) mov A,R2 ; memasukan nilai R2 ke dalam A mov dptr,#angk ; menunjuk ke data pointer ANGK movc A,@A+DPTR mov P0,A ; memasukan nilai A ke P0 clr P2.6 ; memberikan bit 0 pada pin P2.6 call delay ; memanggil subroutin delay setb P2.6 ; memberikan bit 0 pada pin P2.6 jmp loop ; kembali ke loop Prinsip kerja diagram alir program interupsi adalah sebagai berikut : Program di mulai dengan mengisi TL0 (Timer 0 Low Byte) dengan 0B8H, dan TH0 (Timer 0 High Byte) dengan 8EH, list program : INTERRUPT : BACA: mov TL0,#0B8H ; memberikan nilai TL0 dengan nilai 0B8H mov TH0,#8EH ; memberikan nilai TH0 dengan alamt 8EH Apabila R4 dan R3 sama dengan 0 maka P0.7 diberi logika 1 (non aktifkan buzzer) kemudian baca port 1, tetapi apabila R4 dan R3 tidak sama dengan 0 maka proses berikutnya baca port 1. Langkah selanjutnya apakah tidak ada orang masuk? jika ya, kembali ke program utama dan ulangi perintah, jika tidak, lanjutkan ke proses berikutnya. Dengan list program : djnz R4,SKIP ; mengurangi satu nilai R4 jika R4 tidak sama dengan 0 loncat ke SKIP djnz R3,SKIP ; mengurangi satu nilai R3 jika R3 tidak sama dengan 0 loncat ke SKIP setb P0.7 ; memberikan pi P0.7 dengan bit 1 SKIP: mov A,P1 ; memasukan nilai P1 ke A cjne A,#0FFH,MASUK ; Jika A tidak sama dengan 0FFH loncat ke
5 33 sjmp BACK MASUK ; Loncat ke BACK Langkah berikutnya jika apakah ada orang masuk? jika ya, tunggu sampai P1.1 sama dengan 0 kemudian bunyikan buzzer (isi P0.7 dengan logika 0) dan naikkan indeks data R2 dengan 1. jika tidak, apakah ada orang keluar? jika tidak, kembali ke program utama dan ulangi perintah. Jika ya, tunggu sampai P1.0 sama dengan 0 kemudian bunyikan buzzer (isi P0.7 dengan logika 0) dan turunkan indeks data R2 dengan 1. Dengan list program : MASUK: cjne A,#0FEH,KELUAR ; Jika A tidak sama dengan 0FEH loncat ke Keluar TM : jb P1.0,TM ; Loncat ke TM jika P1.0 sama dengan 1 TS : jnb P1.0,TS ; Loncat ke TS jika P1.0 tdk sama dengan 1 call BUZZER mov R4,#0H ; memasukan nilai 0H ke R4 mov R3,#0AH ; memasukan nilai AH ke R3 inc R2 ; memberikan R3 ditambah 1 call UJI_MS ; memanggil prosedur UJI_MS cjne R2,#0AH,BACK ; Jika R2 tidak sama dengan 0AH loncat ke BACK mov R2,#0 ; memasukan R2 dengan nilai 0 inc R1 ; memberikan R1 ditambah 1 cjne R1,#0AH,BACK ; Jika R1 tidak sama dengan 0AH loncat ke BACK mov R1,#0 ; memasukan register 1 sama dengan 0 mov R2,#0 ; memasukan register 2 sama dengan 0 jmp BACK ; Loncat ke BACK Jika R2 tidak sama dengan -1 maka kembali program utama dan ulangi perintah, tetapi jika R2 sama dengan -1, maka isi R2 dengan 9 dan kurangkan
6 34 R1 dengan 1. Langkah berikutnya apabaila R1 tidak sama dengan -1 maka kembali program utama dan ulangi perintah, tetapi jika R1 sama dengan -1, maka isi R1 dan R2 dengan 0. Dengan list program : KELUAR: cjne A,#0FDH,BACK ; Jika A tidak sama dengan 0FD loncat BACK TK : jb P1.1,TK ; Loncat ke TK jika P1.1 sama dengan 1 TSL : jnb P1.1,TSL ; Loncat ke TSL jika P1.1 tdk sama dengan 1 call BUZZER mov R4,#0H ; memasukan nilai 0H ke R4 mov R3,#0AH ; memasukan nilai AH ke R3 call UJI_KL ; memanggil prosedur UJI_KL dec R2 ; memberikan R2 dikurangi 1 cjne R2,#0FFH,BACK ; Jika R2 tidak sama dengan 0FF loncat ke BACK mov R2,#9 ; memasukan R2 dengan nilai 9 dec R1 ; memberikan R1 dikurangi 1 cjne R1,#0FFH,BACK ; Jika R1 tidak sama dengan 0FFH loncat ke BACK mov R1,#0 ; memasukan register 1 sama dengan 0 mov R2,#0 ; memasukan register 2 sama dengan 0 BACK : reti BUZZER : clr P0.7 call DELAY setb P0.7 ret DELAY : mov R7,#100 DELAY1: mov R6,#50 DELAY2: djnz R6,DELAY2 djnz R7,DELAY1 ; return kembali dari prosedur ; prosedur delay ; prosedur delay ; prosedur delay ; prosedur delay
7 35 ret UJI_MS : cjne R2,#1H,BALIK ; Jika R2 tdk sama dengan 1H loncat ke BALIK cjne R1,#0H,BALIK ; Jika R1 tdk sama dengan 0H loncat ke BALIK clr P2.5 ; memberikan bit 0 pada P2.5 jnb P3.0, KIPAS ; Loncat ke KIPAS jika P3.0 tdk sama dengan 1 ret ; retrun KIPAS : clr P2.0 ; memberikan bit 0 pada P2.0 UJI_KL : cjne R2,#0H,BLK ; Jika R2 tidak sama dengan 0 loncat ke BLK cjne R1,#0H,BLK ; Jika R1 tidak sama dengan 0 loncat ke BLK setb P2.5 ; memberikan 1 bit pada P2.5 setb P2.0 ; memberikan 1 bit pada P2.0 ret ; retrun BALIK : ret ; retrun BLK : ret ; kembali prosedur UJI_MS ANGK : db b db b db b db b db b db b db b db b db b db b end
8 Prosedur Uji Coba Rangkaian Setelah rangkaian selesai dikerjakan maka penulis perlu melakukan pengujian terhadap rangkaian secara keseluruhan dengan bergantian. Adapun hal-hal yang perlu penulis lakukan untuk pengujian sebagai berikut: 1. Siapkan alat atau rangkaian yang akan di uji coba. 2. Menyiapkan Catu Daya dengan arus searah (DC) sebesar +5 volt. 3. Menghubungkan rangkaian atau alat dengan catu daya sebesar +5 volt. 4. Setelah rangkaian atau alat terhubung dengan catu daya, maka alat telah siap diuji. 5. Untuk memberikan inputan pada mikrokontroller, dengan cara memberi inputan melalui sebuah sensor infa merah. Yaitu dengan cara memutus gelombang cahaya yang di pancarkan oleh LED infa merah pada sensor tersebut, maka sensor tersebut akan menghasilkan output yang akan di berikan untuk mikrokontroller. Selain sensor phototransistor penulis juga menggunakan sensor suhu sebagai inputan untuk menggerakan kipas angin. 6. Setelah itu output yang telah didapat dari mikon maka akan dilanjutkan kembali sebagai inputan untuk buzzer dan seven segment. 7. Buzzer digunakan sebagai indikator untuk penanda ada tidaknya orang yang masuk ke dalam ruangan. 8. Sevent Segment digunakan sebagai tampilan dari berapa banyak orang yang telah masuk ke dalam ruangan. 9. Selain dari output yang telah di sebutkan masih ada Motor Penggerak / Kipas Angin digunakan sebagai output dan perinsip kerja dari kipas tersebut adalah, jika sensor suhu yang digunakan mendeteksi suhu
9 37 melebihi dari suhu rata-rata maka kipas angin tersebut akan bergerak, dan jika suhu tidak melebihi dari suhu rata-rata maka kipas tidak akan bergerak. 4.4 Hasil Uji Coba Rangkaian Pada rangkaian yang dibuat penulis perlu melakukan uji coba untuk memastikan apakah Rangkaian ini dapat berjalan dengan baik dan tidak terjadi masalah pada saat digunakan. Uji coba dilakukan dengan memberi inputan melalui sensor Phototransistor dan diteruskan kembali ke Mikrokontroller AT89S51 dan diketahui hasilnya pada 7_Segment dan Buzzer sebagai outputnya. Dari hasil uji coba yang dilakukan dapat dilihat pada tabel 4.1 : Orang Tampilan Tampilan Keadaan Tegangan Masuk 7_Segment 1 7_Segment 2 Buzzer Output ,5 V ,8 V ,8 V ,8 V ,8 V ,8 V ,8 V ,8 V ,8 V ,8 V (Sumber : Hasil Uji Coba Laboratorium, 2008) Ket: 1 = Hidup 0 = Mati Tabel 4.1 Hasil Uji Coba Rangkaian
10 38 Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dengan simulasi banyaknya orang yang masuk. Banyaknya orang yang masuk dibatasi sampai 99 orang saja yang dapat terhitung oleh rangkaian ini. Jika rangkaian ini dicoba dengan banyaknya orang melebihi batas yang telah ditentukan tidak akan terlihat pada tampilan 7_segment. Karena 7_segment yang digunakan hanya dua buah 7_segment. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan didapatkan hasil yang tertera pada tabel 4.1. Pada tabel 4.1 tersebut hanya dicantumkan sampai 9 orang saja yang masuk, karena hanya untuk simulasi dari alat yang di buat. Akan tetapi batas maksimal untuk percobaan hanya 99 orang saja yang bisa terbaca pada sevent segment. Penulis juga melakukan uji coba rangkaian secara keseluruhan karena pada rangkaian sensor cahaya infrared, ketika sensor dalam keadaan terkena cahaya atau dalam keadaan tidak aktif maka sensor tersebut memiliki tegangan output. Pada tabel 4.2 dapat dilihat hasil dari pengujian yang dilakukan dengan menggunakan voltmeter pada saat sensor terhalang oleh orang yang melewati sensor dan tidak terhalang oleh orang: Sensor Infa Merah Sebelum Setelah input Keadaan Led (Infrared) Input (V) (V) (Output) Masuk 2,2 Volt 3,8 Volt Mati Keluar 2,2 Volt 3,8 Volt Mati (Sumber : Hasil Uji Coba Laboratorium, 2009) Tabel 4.2 Hasil Uji Coba Sensor Infrared Dari data diatas didapat tegangan output sebesar 2,2 volt ketika sensor dalam keadaaan terkena cahaya. Jika sensor tidak terkena cahaya maka didapat tegangan output sebesar 3,8 volt.
11 39 Sensor Suhu (LM35) Output (V) Keadaan Led (Output) Keadaan Kipas Angin Suhu Normal 2,6 Volt Hidup Mati Suhu Maksimum ± 5,0 Volt Mati Hidup (Sumber : Hasil Uji Coba Laboratorium, 2009) Tabel 4.3 Hasil Uji Coba Sensor Suhu LM35 Dari hasil data pengamatan yang telah diperoleh dalam uji coba sensor suhu LM35, maka diketahui cara kerja dan dapat dianalisa bahwa sensor suhu tersebut bekerja atau aktif apabila sensor mendeteksi suhu mencapai suhu maksimum yang telah ditentukan. Dan sensor tersebut akan mengaktifkan kipas angin secara otomatis. Apabila suhu di dalam ruangan kembali normal maka kipas angin akan non aktif kembali. 4.5 Kendala Rangkaian Dalam rangkaian yang penulis buat masih terdapat kendala terutama pada sensor dimana tingkat kepekaan terhadap jarak selalu berubah-ubah. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan mengatur arus pada trimpot yang terdapat didalam rangkaian input. Selain itu juga kendala yang sering dihadapi yaitu pendeteksian suhu yang dilakukan oleh sensor LM35 yang resolusinya terlalu kecil hingga mencapai 10mV menjadi kendala yang berat juga. Namun kendala sperti itu dapat diatasi dengan memberikan rangkaian comparator sebagai rangkaian inverting. Sehingga dapat dilakukan penguatan terhadap output yang diperoleh dari setiap sensornya.
BAB III ANALISA DAN CARA KERJA RANGKAIAN
BAB III ANALISA DAN CARA KERJA RANGKAIAN 3.1 Analisa Rangkaian Secara Blok Diagram Pada rangkaian yang penulis buat berdasarkan cara kerja rangkaian secara keseluruhan penulis membagi rangkaian menjadi
BAB III PERANCANGAN DAN CARA KERJA RANGKAIAN
BAB III PERANCANGAN DAN CARA KERJA RANGKAIAN 3.1 Diagram Blok Rangkaian Secara Detail Pada rangkaian yang penulis buat berdasarkan cara kerja rangkaian secara keseluruhan penulis membagi rangkaian menjadi
MANAJEMEN ENERGI PADA SISTEM PENDINGINAN RUANG KULIAH MELALUI METODE PENCACAHAN KEHADIRAN & SUHU RUANGAN BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51
MANAJEMEN ENERGI PADA SISTEM PENDINGINAN RUANG KULIAH MELALUI METODE PENCACAHAN KEHADIRAN & SUHU RUANGAN BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51 TUGAS UTS MATA KULIAH E-BUSSINES Dosen Pengampu : Prof. M.Suyanto,MM
BAB 3 PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM
BAB 3 PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM 3.1. DIAGRAM BLOK display Penguat sinyal Sensor 1 keypad AT89S51 Penguat sinyal Sensor 5 relay alarm pompa Keterangan diagram blok: Sensor air yang berfungsi untuk mengetahui
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA Pada bab ini akan dibahas tentang pengujian dan pengoperasian Sistem Pemantau Ketinggian Air Cooling Tower di PT. Dynaplast. Pengujian dan pengoperasian ini dilakukan
Pengendalian 8 buah Motor oleh DST-51
Ib2 Pengendalian 8 buah Motor oleh DST-51 Pada aplikasinya, seringkali suatu sistem mikrokontroler digunakan untuk mengendalikan beberapa buah motor secara bersamaan. Berikut ini adalah pengendalian delapan
Memprogram Port sebagai Output dan Input Sederhana
BAGIAN 1 Tujuan Pembelajaran Umum: 1. Mahasiswa trampil memprogram Port sebagai Input dan Output sederhana menggunakan bahasa pemrograman assembly Tujuan Pembelajaran Khusus: 1. Mahasiswa memahami Konstruksi
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA. Pengujian terhadap sistem yang telah dibuat dilakukan untuk mengetahui
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA Pengujian terhadap sistem yang telah dibuat dilakukan untuk mengetahui apakah sistem yang telah dibuat sudah dapat digunakan sesuai dengan perencanaan yang ada. Pengujian dan
PERCOBAAN 9 T I M E R/ COUNTER
PERCOBAAN 9 T I M E R/ COUNTER TUJUAN 1. Memahami fungsi timer dan counter pada mikrokontroller 2. Memahami rangkaian interface untuk aplikasi timer dan counter 3. Dapat memanfaatkan fungsi counter untuk
BAB III RANCANGAN DAN CARA KERJA ALAT
BAB III RANCANGAN DAN CARA KERJA ALAT 3.1 Perancangan Alat 3.1.1 Blok Diagram Perancangan Alat Rancangan dan cara kerja alat secara blok diagram yaitu untuk mempermudah dalam menganalisa rangkaian secara
Memprogram Interface Motor
BAGIAN 1 Tujuan Pembelajaran Umum: 1. Mahasiswa trampil memprogram interface motor Tujuan Pembelajaran Khusus: 1. Mahasiswa memahami dasar-dasar interface motor stepper 2. Mahasiswa memahami pemrograman
Memprogram Interface Display
BAGIAN 1 Tujuan Pembelajaran Umum: 1. Mahasiswa trampil memprogram interface display Tujuan Pembelajaran Khusus: 1. Mahasiswa memahami dasar-dasar interface display 2. Mahasiswa trampil memprogram interface
JEMURAN PAKAIAN OTOMATIS DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR CAHAYA (LDR) DAN SENSOR AIR UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI 2013
JEMURAN PAKAIAN OTOMATIS DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR CAHAYA (LDR) DAN SENSOR AIR Nama : Wimoko Jati Seputro NPM : 28110522 Jurusan : Sistem Komputer Pembimbing : Jalinas, SKom, MM UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS
TIMER DAN COUNTER MIKROKONTROLER ATMEL
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler - 1 TIMER DAN COUNTER MIKROKONTROLER ATMEL I. TIMER DAN COUNTER Timer atau counter pada dasarnya adalah sebuah pencacah. Pencacah itu bisa dipakai sebagai pewaktu
PORT PARALEL MIKROKONTROLER ATMEL AT89C51
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler - 1 PORT PARALEL MIKROKONTROLER ATMEL AT89C51 I. FISIK AT89C51 Mikrokontroler AT89C51 umumnya mempunyai kemasan 40 pin seperti gambar berikut. AT89C51 mempunyai
PERCOBAAN 3 DISPLAY 7 SEGMEN
PERCOBAAN 3 DISPLAY 7 SEGMEN TUJUAN: 1. Memahami rangkaian interface mikrokontroller dengan 7 segmen 2. Memahami program assembly untuk menampilkan data ke 7 segment 3. Memahami beberapa instruksi assembly
PERCOBAAN 11 PULSE WIDHT MODULATION
PERCOBAAN 11 PULSE WIDHT MODULATION TUJUAN: 1. Memahami prinsip dasar PWM 2. Memahami rangkaian Driver Motor DC 3. Memahami pemrograman assembly untuk pengaturan PWM Konsep Dasar PWM Salah satu cara yang
Laporan Modul 2, EL3006 Timer/Counter dan Interrupt Jongguran Sondang DN ( )/ Kelompok 48/ Jumat, 14 Maret 2008 Asisten: Virgilius
Laporan Modul 2, EL3006 Timer/Counter dan Interrupt Jongguran Sondang DN (132 05 110)/ Kelompok 48/ Jumat, 14 Maret 2008 Asisten: Virgilius Abstrak pada praktikum kali ini, praktikan diharapkan mampu membuat
Teknik Interface Keypad 4x3 ke DST-51
Teknik Interface Keypad 4x3 ke DST-51 Keypad 4x3 di sini adalah sebuah keypad matrix dengan susunan empat baris dan tiga kolom dengan sebuah common. R1 R2 R3 R4 1 2 3 4 5 6 7 8 9 * 9 # C1 C2 C3 Gambar
Memprogram Interupsi AT89S51
BAGIAN 1 AT89S51 Tujuan Pembelajaran Umum: 1. Mahasiswa trampil memprogram interupsi Tujuan Pembelajaran Khusus: 1. Mahasiswa memahami dasar-dasar interupsi Mikrokontroler AT89S51 2. Mahasiswa memahami
BAHASA PEMOGRAMAN AT89S/Cxx (assembly)
1 BAHASA PEMOGRAMAN AT89S/Cxx (assembly) Operand dalam pemograman mikrokontroler adalah data yang tersimpan dalam memory, register dan input/output (I/O). Instruksi yang dikenal secara umum dikelompokan
DESKRIPSI SINGKAT INSTRUKSI-INSTRUKSI PADA AT89S51
DESKRIPSI SINGKAT INSTRUKSI-INSTRUKSI PADA AT89S51 (Dikemas oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY E-mail : [email protected]) No. Instruksi Deskripsi Contoh 1. ADD A,R n Menambahkan isi A dengan isi
ANTAR MUKA DST-51 DENGAN MODUL AD-0809
ANTAR MUKA DST-51 DENGAN MODUL AD-0809 ADC0809 ADC0809 adalah IC pengubah tegangan analog menjadi digital dengan masukan berupa 8 kanal input yang dapat dipilih. IC ADC0809 dapat melakukan proses konversi
BAB 2 LANDASAN TEORI. Mikrokontroler AT89S52 termasuk kedalam keluarga MCS-51 merupakan suatu. dua macam memori yang sifatnya berbeda yaitu:
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Perangkat Keras 2.1.1 Mikrokontroler AT89S52 Mikrokontroler AT89S52 termasuk kedalam keluarga MCS-51 merupakan suatu mikrokomputer CMOS 8 bit dengan daya rendah, kemampuan tinggi,
Percobaan 5 PENGENALAN MIKROKONTROLER 8051
Percobaan 5 PENGENALAN MIKROKONTROLER 8051 I. Tujuan 1. Mempelajari arsitektur mikrokontroller 8051 2. Memahami macam-macam interrupt yang ada pada mikrokontroller 8051 3. Memahami penggunaan I/O port
AD Channel AD Conversion
AD-0809 8 Channel AD Conversion Fitur: - 8 Channel Multiplex Analog Input - 0 5 Volt Analog Input - 4 Interrupt Output Selector - 4 Address Selector - Kompatibel DST-51 Minimum System & SC-51 - Free Running
PENGATUR BUKA DAN TUTUP JENDELA SECARA OTOMATIS
PENGATUR BUKA DAN TUTUP JENDELA SECARA OTOMATIS Nama : Chesar Rahmadi NPM : 21110565 Jurusan : Sistem Komputer Pembimbing : Jalinas, SKom, MM UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI
PERCOBAAN 2 SAKLAR PUSH BUTTON
TUJUAN: PERCOBAAN 2 SAKLAR PUSH BUTTON 1. Memahami rangkaian mikrokontroller dengan interface ke saklar 2. Memahami program assembly untuk mengambil data saklar dan mengeluarkan data ke LED. 3. Memahami
BAB IV PENGUJIAN DAN EVALUASI SISTEM. Pengujian dan evaluasi sistem pada tugas akhir ini meliputi perangkat
BAB IV PENGUJIAN DAN EVALUASI SISTEM Pengujian dan evaluasi sistem pada tugas akhir ini meliputi perangkat keras elektonika dan perangkat lunak yang telah dibuat. Pengujian pada perangkat keras elektronika
Wireless Infrared Printer dengan DST-51 (Pengambilan Data dari Standard Parallel Port)
Wireless Infrared Printer dengan DST-51 (Pengambilan Data dari Standard Parallel Port) Untuk merancang sebuah perangkat yang dapat mengirimkan data dari PC Parallel Port ke Printer secara wireless, maka
BAB IV UJI COBA ALAT DAN ANALISA
BAB IV UJI COBA ALAT DAN ANALISA 4.1 Prosedur Uji Coba dan Rangkaian Setelah rangkaian selesai dikerjakan maka penulis perlu melakukan pengujian terhadap rangkaian secara keseluruhan dengan bergantian.
DAFTAR PUSTAKA. Agfianto Eko Putra, BELAJAR MIKROKONTROLLER AT89C51/52/53, Gava Media, 2005.
DAFTAR PUSTAKA Dr.Sjukri Karim, Dr Peter Kabo, EKG dan Penanggulangan beberapa penyakit jantung untuk dokter umum, Fakultas Kedokteran Unversitas Indonesia, 1996. Hendra Marwazi ST. MT, Anshor Usman Ibrahim
BAB III METODE PENELITIAN. Didalam penysunan tugas akhir yang berjudul perancangan sistem
BAB III METODE PENELITIAN Didalam penysunan tugas akhir yang berjudul perancangan sistem produksi dan pengemasan sambal pecel berbasis mikrokontroler ini, penulis menggunakan metode kepustakaan dan studi
Alarm Pintu, Harap Pintu Tutup Kembali, Jangan Buka Pintu Lama-lama versi 2
Alarm Pintu, Harap Pintu Tutup Kembali, Jangan Buka Pintu Lama-lama versi 2 Kalo sobat pernah jalan-jalan ke sebuah kantor dan lihat di pintu ada tulisan: HARAP PINTU TUTUP KEMBALI atau MOHON PINTU TUTUP
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
27 BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1. Umum Didalam perancangan alat dirancang sebuah alat simulator penghitung orang masuk dan keluar gedung menggunakan Mikrokontroler Atmega 16. Inti dari cara
Percobaan 5. TIMER/COUNTER Menggunakan DT-51 MinSys
Percobaan 5 TIMER/COUNTER Menggunakan DT-51 MinSys Menggunakan Timer/Counter pada DT-51 Mininum System sebagai timer ataupun sebagai counter. Memanfaatkan Special Fungtion Register (SFR) untuk mengatur
BAB IV PENGUJIAN ALAT
BAB IV PENGUJIAN ALAT 4.1 Pengujian Rangkaian Setelah semua komponen terpasang dan program selesai disusun, maka langkah berikutnya adalah melakukan pengujian alat. Pengujian ini dilakukan secara bertahap
DASAR INPUT/OUTPUT (1) (PORT PPI DAN PORT 1 SEBAGAI OUTPUT)
Percobaan DASAR INPUT/OUTPUT () (PORT PPI DAN PORT SEBAGAI OUTPUT) Menggunakan DT-5 MinSys Mengamati keluaran data berupa nyala LED setelah proses pemindahan data (akses eksternal) dari sebuah register
PERCOBAAN 1 DISPLAY LED
PERCOBAAN 1 DISPLAY LED TUJUAN: 1. Memahami rangkaian mikrokontroller untuk menghidupkan dan mematikan LED. 2. Memahami program assembly untuk menghidupkan dan mematikan LED. 3. Memahami beberapa instruksi
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Uraian Umum Dalam perancangan alat akses pintu keluar masuk menggunakan pin berbasis mikrokontroler AT89S52 ini, penulis mempunyai pemikiran untuk membantu mengatasi
Tabel Perbandingan ROM dan RAM pada beberapa seri ATMEL
Pendahuluan Mikroprosessor 8051 (Struktur dan Organisasi Memori, SFR ) Tabel Perbandingan ROM dan RAM pada beberapa seri ATMEL A. Organisasi Memori Mikroprosesor 8051 Pada mikrokontroler keluarga MCS51
Program di computer (visual basic) Private Sub Command1_Click() End Sub. Private Sub Command2_Click() End Sub. Private Sub Command3_Click() End Sub
Program di computer (visual basic) Private Sub Command1_Click() MSComm1.Output = "a" 'kirimkan nilai a ke port serial Private Sub Command2_Click() MSComm1.Output = "b" 'kirimkan nilai b ke port serial
III. METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar
28 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar dan Laboratorium Pemodelan Jurusan Fisika Universitas Lampung. Penelitian
Akuisasi data dengan remote host AT89s51 melalui serial RS232
Akuisasi data dengan remote host AT89s51 melalui serial RS232 I. Tujuan 1. Mahasiswa mampu merealisasikan sebuah system data jarak jauh dengan remote host berbasis MCS51 yang terhubung pada pc melalui
BAB II LANDASAN TEORI
4 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perangkat keras Mikrokontroler AT89S51 2.1.1 Arsitektur Mikrokontroler AT89S51 Mikrokontroler AT89S51 merupakan salah satu keluarga dari MCS-51 keluaran Atmel. Jenis mikrokontroler
BAB 2 LANDASAN TEORI
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Perangkat Keras 2.1.1 Bahasa Assembly MCS-51 Bahasa yang digunakan untuk memprogram IC mikrokontroler AT89S51 adalah bahasa assembly untuk MCS-51. angka 51 merupakan jumlah instruksi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Mikrokontroler, sebagai suatu terobosan teknologi mikrokontroler dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. PERANGKAT KERAS 2.1.1. Arsitektur Mikrokontroler AT89S51 Mikrokontroler, sebagai suatu terobosan teknologi mikrokontroler dan mikrokomputer, hadir memenuhi kebutuhan pasar
PERCOBAAN 15 I N T E R U P S I
PERCOBAAN 15 I N T E R U P S I TUJUAN 1. Memahami sistem interupsi pada mikrokontroller 2. Menerapkan sistem interupsi pada pembuatan jam digital 3. Memahami penggunakan bahasa assembly untuk penggunakan
Praktek 1. Interfacing Layer. 1. Tujuan : 2. Alat-alat 1 Unit PC atau notebook Koneksi internet
Praktek 1 Interfacing Layer 1. Tujuan : Mengidentifikasi lapisan interfacing untuk berkomunikasi dengan komputer dan notebook 2. Alat-alat 1 Unit PC atau notebook Koneksi internet 3. Petunjuk Praktek Siapkan
DASAR INPUT/OUTPUT (2) (PORT PPI DAN PORT 1 SEBAGAI INPUT/OUTPUT)
PERCOBAAN 2 DASAR INPUT/OUTPUT (2) (PORT PPI DAN PORT 1 SEBAGAI INPUT/OUTPUT) Menggunakan DT-51 MinSys Mengamati keluaran data berupa nyala LED setelah proses pemindahan data (akses eksternal) dari sebuah
BAB III PERANCANGAN SISTEM
III PERNCNGN SISTEM Pada bab ini akan dibahas tentang diagram blok sistem yang menjelaskan tentang prinsip kerja alat dan program serta membahas perancangan sistem alat yang meliputi perangkat keras dan
SIMULASI TIRAI OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51
SIMULASI TIRAI OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 Nama : Eko Sanjaya NPM : 22110319 Jurusan : Sistem Komputer Pembimbing : Jalinas, SKom, MM UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA 4.1 Tujuan Setelah tahap perancangan hingga terciptanya sebuah alat maka tahap selanjutnya adalah pengukuran dan pengujian. Langkah ini ditempuh agar dapat diketahui karakteristik
BAB 3 PERANCANGAN ALAT DAN BAHAN. 3.1 Diagram Blok dan Rangkaian Sensor Ketinggian Air
BAB 3 PERANCANGAN ALAT DAN BAHAN 3.1 Diagram Blok dan Rangkaian Sensor Ketinggian Air Sensor 1 Sensor 2 Sensor 6 Diplay 7 segment Dislay LED Penguat sinyal Penguat sinyal Penguat sinyal Mikrokontroller
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler - 1 AT89C1051
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler - 1 AT89C1051 I. FITUR AT89C1051 Kompatibel dengan produk MCS51 1k byte program flash ROM yang dapa diprogram ulang hingga 1000 kali Tegangan operasi 2.7 volt hingga
THERMOMETER DIGITAL DENGAN MODUL DST-51, ADC-0809 DAN LCD 2X16
THERMOMETER DIGITAL DENGAN MODUL DST-51, ADC-0809 DAN LCD 2X16 LCD 2x16 Modul DST-51 Modul ADC-0809 Amplifier LM35 Gambar 1 Blok Diagram Sistem Aplikasi thermometer digital dilakukan dengan melakukan konversi
Wireless Infrared Printer dengan DST-51 (Komunikasi Infra Merah dengan DST-51)
Wireless Infrared Printer dengan DST-5 (Komunikasi Infra Merah dengan DST-5) Komunikasi Infra Merah dilakukan dengan menggunakan dioda infra merah sebagai pemancar dan modul penerima infra merah sebagai
BAB III PERANCANGAN SISTEM. Secara garis besar rangkaian pengendali peralatan elektronik dengan. blok rangkaian tampak seperti gambar berikut :
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1. Diagram Blok Secara garis besar rangkaian pengendali peralatan elektronik dengan menggunakan PC, memiliki 6 blok utama, yaitu personal komputer (PC), Mikrokontroler AT89S51,
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Bab ini akan membahas tentang perancangan sistem deteksi keberhasilan software QuickMark untuk mendeteksi QRCode pada objek yang bergerak di conveyor. Garis besar pengukuran
BAB III RANCANGAN SISTEM. dirancanag. Setiap diagram blok mempunyai fungsi masing-masing. Adapun diagram
BAB III RANCANGAN SISTEM 3.1. Diagram Blok Rangkaian Diagram blok merupakan gambaran dasar dari rangkaian sistem yang akan dirancanag. Setiap diagram blok mempunyai fungsi masing-masing. Adapun diagram
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS
7 BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 1 Konveyor Konveyor hanya bergerak ke satu arah saja, konveyor digerakkan dengan motor stepper 12V type. Sinyal keluaran dari motor stepper untuk menggerakkan konveyor dirangkaikan
Aplikasi Pengukur Ketinggian Air Mengunakan Modul Sensor InfraRed Object Detector
Aplikasi Pengukur Ketinggian Air Mengunakan Modul Sensor InfraRed Object Detector Pada tempat-tempat penampungan air seringkali diperlukan suatu mekanisme untuk mengetahui ketinggian permukaan air. Seringkali
PORT SERIAL MIKROKONTROLER ATMEL AT89C51
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler - 1 PORT SERIAL MIKROKONTROLER ATMEL AT89C51 I. FISIK AT89C51 Mikrokontroler AT89C51 umumnya mempunyai kemasan 40 pin seperti gambar berikut. AT89C51 telah dilengkapi
PENGHITUNG WAKTU DENGAN TAMPILAN LCD M1632 OLEH DST-51
PENGHITUNG WAKTU DENGAN TAMPILAN LCD M1632 OLEH DST-51 Penghitung waktu yang dimulai dengan menekan tombol start dan stop atau lebih dikenal dengan stop watch sudah banyak terdapat pada arloji-arloji digital
TAMPILKAN NADA DTMF DAN DERING TELEPHONE OLEH MODUL DF-88 DAN MODUL DST-51 PADA LCD
TAMPILKAN NADA DTMF DAN DERING TELEPHONE OLEH MODUL DF-88 DAN MODUL DST-51 PADA LCD Pada aplikasi-aplikasi menggunakan saluran telephone, proses deteksi nada DTMF maupun sinyal dering seringkali dibutuhkan,
BAB 2 LANDASAN TEORI. Dalam bab ini penulis akan membahas tentang komponen-komponen yang
BAB 2 LANDASAN TEORI Dalam bab ini penulis akan membahas tentang komponen-komponen yang digunakan dalam seluruh unit sistem ini. Agar pembahasan tidak melebar dan menyimpang dari topik utama laporan ini,
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Mikrokontroller, sebagai suatu terobosan teknologi mikrokontroler dan microkomputer,
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1.Hardware 2.1.1 Mikrokontroler AT89S51 Mikrokontroller, sebagai suatu terobosan teknologi mikrokontroler dan microkomputer, hadir memenuhi kebutuhan pasar (market need) dan teknologi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 PERANGKAT KERAS 2.1.1 Arsitektur Mikrokontroler AT89S51 Mikrokontroler, sebagai suatu terobosan teknologi mikrokontoler dan mikrokomputer, hadir memenuhi kebutuhan pasar (market
Dalam pengukuran dan perhitungannya logika 1 bernilai 4,59 volt. dan logika 0 bernilai 0 volt. Masing-masing logika telah berada pada output
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengukuran Alat Dalam pengukuran dan perhitungannya logika 1 bernilai 4,59 volt dan logika 0 bernilai 0 volt. Masing-masing logika telah berada pada output pin kaki masing-masing
BAB 13 INTERFACE KE PRINTER DOT MATRIKS
BAB 13 INTERFACE KE PRINTER DOT MATRIKS TUJUAN 1. Memahami rangkaian interface keyboard PC PS/2 2. Memahami bahasa pemrograman assembly pengambilan data keyboard PC 3. Dapat menampilan data keyboard PC
Universitas Sumatera Utara
; = = = = = = = = = = = = = = = ; ; prog.pengaman rumah ; ; = = = = = = = = = = = = = = = ; ;== initialisasi port uc ==; motor1 bit p1.0 motor2 bit p1.1 motor3 bit p1.2 motor4 bit p1.3 alarm bit p2.3 hape
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dijelaskan langkah-langkah yang akan digunakan dalam menyelesaikan perangkat keras (hardware) yang berupa komponen fisik penunjang seperti IC AT89S52 dan perangkat
MOUSETRAP BERBASIS ARDUINO UNO DENGAN SENSOR PIR
MOUSETRAP BERBASIS ARDUINO UNO DENGAN SENSOR PIR Nama : Dini Septia Herianti NPM : 42113584 Fakultas : D3-Teknologi Informasi Program Studi : Teknik Komputer Pembimbing : Dr. Raden Supriyanto, Ssi, S.Kom,
Dalam kondisi normal receiver yang sudah aktif akan mendeteksi sinyal dari transmitter. Karena ada transmisi sinyal dari transmitter maka output dari
BAB III PERANCANGAN DAN CARA KERJA SISTEM 3.1 Perancangan Diagram Blok Dalam pembuatan sistem diagram blok yang perlu dipahami adalah cara kerja dari sistem yang akan dibuat. Sistem sensor gas akan bekerja
BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA
BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA Pada bab ini penulis akan menguraikan mengenai pengolahan data dan analisa tugas akhir Simulasi Pembangkit Sinyal Jantung. Sebelum melakukan pengolahan data dan analisa,
BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI
BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI 3.1 Perancangan Blok Diaram Metode untuk pelaksanaan Program dimulai dengan mempelajari sistem pendeteksi kebocoran gas pada rumah yang akan digunakan. Dari sini dikembangkan
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan secara umum perancangan sistem pengingat pada kartu antrian dengan memanfaatkan gelombang radio, yang terdiri dari beberapa bagian yaitu blok diagram
PEMBUATAN ALAT PRAKTIKUM MIKROKONTROLER (AT89S51)
MATERI WORKSHOP PEMBUATAN ALAT PRAKTIKUM MIKROKONTROLER (AT89S51) Dikemas Ulang Oleh : Sumarna JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 15 MARET
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisa Masalah Dalam perancangan sistem otomatisasi pemakaian listrik pada ruang belajar berbasis mikrokontroler terdapat beberapa masalah yang harus
BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM
42 BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM Pada bab ini dijelaskan pembuatan alat yang dibuat dalam proyek tugas akhir dengan judul rancang bangun sistem kontrol suhu dan kelembaban berbasis mirkrokontroler
MODUL 5 SISTEM PENGENDALIAN BERBASIS MIKROKONTROLER
Buku Petunjuk Praktikum Sistem Kendali Industri M5-1 MODUL 5 SISTEM PENGENDALIAN BERBASIS MIKROKONTROLER I. KISI-KISI 1. Sistem Mikrokontroler 2. Arsitektur Mikrokontroler ATMEL AT89S51 3. Organisasi Memori
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Perangkat Keras (Hardware) 2.1.1. Mikrokontroller AT89S51 Mikrokontroller, sebagai suatu terobosan teknologi mikrokontroller dan mikrokomputer, hadir memenuhi kebutuhan pasar
LAMPIRAN D DATA SHEET
LAMPIRAN D DATA SHEET D-1 D-2 D-3 D-4 D-5 D-6 D-7 D-8 D-9 D-10 D-11 Instruksi-instruksi Keluarga MCS51 A. Operasi Aritmatika 1. ADD ADD A,Rn Tambahkan Akumulator A dengan Rn di mana n = 0 7 dan simpan
BAB III PERANCANGAN ALAT
21 BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Diagram Blok Rangkaian Rangkaian Pen- Charge Baterei Batere ADC Relay Rangkaian Setting Nilai Minimum Rangkaian Setting Nilai Maksimum Rangakaian Keypad MikrokontrolerAT89S51
AKSES MEMORI Menggunakan DT-51 MinSys
AKSES MEMORI Menggunakan DT-51 MinSys Mengakses eksternal memori dan data memori pada DT-51 Minimum sistem. Membuat program untuk penulisan atau pembacaan data pada memori eksternal DT-51 MinSys. Memori
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN Perangkat Keras (Hardware)
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perangkat keras yang dihasilkan berupa modul atau alat pendeteksi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Proses alur penelitian Dalam penelitian ini ada beberapa tahap atau langkah-langkah yang peneliti lakukan mulai dari proses perancangan model hingga hasil akhir dalam
BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM. Gambar 4.1 Blok Diagram Sistem. bau gas yang akan mempengaruhi nilai hambatan internal pada sensor gas
BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Blok Diagram Sistem Sensor Gas Komparator Osilator Penyangga/ Buffer Buzzer Multivibrator Bistabil Multivibrator Astabil Motor Servo Gambar 4.1 Blok Diagram
BAB IV PERANCANGAN. Gambar 4. 1 Blok Diagram Alarm Rumah.
BAB IV PERANCANGAN 4.1 Perancangan Sebelum melakukan implementasi diperlukan perancangan terlebih dahulu untuk alat yang akan di buat. Berikut rancangan alat Alarm rumah otomatis menggunakan mikrokontroler
PROGRAMMABLE TIMER DENGAN TAMPILAN M1632 LCD MENGGUNAKAN MODUL DST-51
PROGRAMMABLE TIMER DENGAN TAMPILAN M1632 LCD MENGGUNAKAN MODUL DST-51 Perangkat timer adalah merupakan sebuah perangkat yang seringkali digunakan untuk sebuah sistem elektronik. Artikel berikut ini akan
BAB 2 LANDASAN TEORI. Agar kendaraan lebih teratur dan tidak terlalu padat, biasanya tempat perparkiran ini dibagi
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Inteligent Parking System Agar kendaraan lebih teratur dan tidak terlalu padat, biasanya tempat perparkiran ini dibagi menjadi beberapa tempat. Dengan demikian kendaraan yang
PERCOBAAN 3. KONTROL DISPLAY 7-SEGMENT Menggunakan DT-51 MinSys
PERCOBAAN 3 KONTROL DISPLAY 7-SEGMENT Menggunakan DT-5 MinSys Membuat proses kontrol display seven segment menggunakan SWITC sebagai set () dan reset (L) program. Membuat program Counter baik Up Counter
PETUNJUK PEMROGRAMAN DAN SET INSTRUKSI
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler - 1 PETUNJUK PEMROGRAMAN DAN SET INSTRUKSI I. ORGANISASI MEMORI AT89C51 AT89C51 memisahkan antara memori untuk program dan untuk data dalam FLASH dan RAM. Metode
PENAMPIL TOMBOL-TOMBOL REMOTE CONTROL SONY PADA M1632 LCD OLEH MODUL DST-52
PENAMPIL TOMBOL-TOMBOL REMOTE CONTROL SONY PADA M1632 LCD OLEH MODUL DST-52 Pada artikel-artikel sebelumnya, banyak dibahas penggunaan keypad ataupun PC keyboard sebagai media input data dari suatu system
Register-register MT8888
Register-register MT8888 MT8888 mempunyai 3 buah register yaitu Register Kontrol untuk mengatur kerja IC MT8888, Register Status untuk melihat status IC MT8888 dan Register Data untuk mengirim dan menerima
PERANCANGAN MINIATUR SISTEM LIFT 4 LANTAI DENGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER AT89S51
PERANCANGAN MINIATUR SISTEM LIFT 4 LANTAI DENGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER AT89S51 Yudhi Andrian 1 Rika Rosnelly 2 Utawi Handika Sari 3 Email : [email protected], [email protected], [email protected]
