BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
NPM : Dosen Pembimbing : Dr. Masodah,SE.,MMSi

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SETIA BHAKTI WANITA SURABAYA RANGKUMAN TUGAS AKHIR

BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Oprasional Variabel

ASPEK PERMODALAN RASIO MODAL SENDIRI TERHADAP TOTAL ASET. Modal Sendiri. Total Aset

BAB II LANDASAN TEORI. didirikan oleh orang perseorangan atau badanhukum koperasi, dengan pemisahan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

TINGKAT KESEHATAN KSP. MADANI NTB ABSTRACT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tujuan menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Dalam pelaksanaannya

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan berkaitan dengan tingkat

APLIKASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) USAHA SIMPAN PINJAM KOPERASI DALAM PENILAIAN KESEHATAN KSP/ USP KOPERASI

Draft Htl Maharani Agustus 2008

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 14/Per/M.KUKM/XII/2009 TENTANG

Analisis Tingkat Kesehatan Koperasi Pada Koperasi Simpan Pinjam Cendrawasih Kecamatan Gubug Tahun Buku 2011

YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 1 EdisiFebruari 2018 ( )

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian yang dilakukan oleh Fandy Adi Putra dengan judul Analisis Kinerja

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 14/Per/M.KUKM/XII/2009 TENTANG

NALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN UNIT SIMPAN PINJAM PADA KOPERASI X DI KABUPATEN GRESIK TAHUN BUKU

BAB I PENDAHULUAN. cocok untuk perekonomian Indonesia. Menurut Undang-undang Republik

ANALISIS KESEHATAN KSP. BMT. ARTHA ABADI KABUPATEN JEPARA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Penerapan Fungsi Linier Untuk Penentuan Komponen Penilaian Kesehatan Koperasi

Jurusan Akuntansi Program S1 Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI UNIT SIMPAN PINJAM (USP) PADA KPRI GOTONG ROYONG DINAS KESEHATAN KABUPATEN KARANGANYAR UNTUK TAHUN 2015 ABSTRACT

ANALISIS KESEHATAN KOPERASI PADA KPRI MEKAR SLEMAN YOGYAKARTA

Kata kunci: tingkat kesehatan, koperasi simpan pinjam, jatidiri koperasi

Nur Fatimah 1), Kun Ismawati 2) Mahasiswa Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi UNSA 2) Dosen Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi UNSA

Idham Kholid Sri Mangesti Rahayu Fransisca Yaningwati Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang

BAB I PENDAHULUAN. senantiasa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya melalui pembinaan

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PUSAT KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (PKPRI) KOTA MALANG

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENENTUKAN TINGKAT KESEHATAN KOPERASI PADA KSPPS BMT SEPAKAT SEJAHTERA BERSAMA CABANG ADILUWIH

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 35.3/Per/M.KUKM/X/2007 TENTANG

ANALISIS PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI KARYAWAN MANDIRI PERUM DAMRI SURABAYA ARTIKEL ILMIAH

ANALISIS KINERJA KEUANGAN KUD TANI MAKMUR MOJOKERTO SKRIPSI

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan kualitatif yaitu peneliti menilai

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Peran Koperasi dirasa semakin penting dalam meningkatkan pertumbuhan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KESEHATAN KEUANGAN KOPERASI BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KOPERASI DAN UMKM RI NOMOR: 14/Per/M.KUKM/VII/2009 PADA KP-RI SUMEKAR SUMENEP

ANALISIS KINERJA KOPERASI BERDASARKAN TINGKAT KESEHATAN SESUAI PERMENKOP

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN UNIT SIMPAN PINJAM PADA KOPERASI SERBA USAHA REJOSARI PEKANBARU

¹Nyoman Adi Suadnyana Putra, ¹Ni Kadek Sinarwati, S.E, M.Si, Ak, ²Dr. Edy Sujana, M.Si,Ak

Analisis Tingkat Kesehatan Unit Simpan Pinjam (USP) Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) HIDUP Tulungagung PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif kuantitatif, yaitu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI GIRI SARI SEDANA DI MENGWI. I Made Agus Putrayasa Ni Wayan Kurnia Dewi I Wayan Purwanta Suta

BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH DITERAPKANNYA KEBIJAKAN KREDIT PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM BANGUN JAYA MAKMUR MADIUN SKRIPSI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENILAIAN KINERJA KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (KPRI) SEJAHTERA NGADILUWIH BERDASARKAN UNDANG- UNDANG NO.20/PER/M.

Priest Winka Sajida Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono 165 Malang

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI JASA KEUANGAN SYARI AH BAITUL TAMWIL MUHAMMADIYAH SURYA UTAMA TUBAN PERIODE SKRIPSI

Suci Rahmadani 1, Sri Kartikowati 2, RM Riadi 3 No HP

BAB II LANDASAN PUSTAKA. Istilah Koperasi berasal dari bahasa Latin Cooperate yang. bersama-sama. Menurut Revrisond Baswir (2000:2) dalam bukunya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Jurusan Akuntansi Program S1 Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI WANITA SETIA BHAKTI WANITA JAWA TIMUR

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM SYARIAH BMT AKBAR TAHUN BUKU

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KPRI LANCAR DI KABUPATEN BLITAR SKRIPSI. Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai Derajad Sarjana Ekonomi

FINANCIAL HEALTH ANALYZE OF CITRA BEKISAR TELKOM SURABAYA EMPLOYEES COOPERATION. Oleh: Rr Vania Primadiptha Mahardani

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI UNIT DESA. (Studi Kasus pada Koperasi Unit Desa Sido Makmur Kec. GN Wungkal Kab Pati) MEIRYAN PRANTIKA.

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN UNIT SIMPAN PINJAM (USP) PADA KOPERASI SERBA USAHA BANGUN SEJAHTERA TAHUN BUKU 2014

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ABSTRAK PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI PADA UNIT SIMPAN PINJAM KPRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA PERIODE Disusun oleh : Nadhia Hanna Faratissa

ANALISIS PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI PADA KPRI JUJUR PEMKAB BINTAN DI TANJUNGPINANG Oleh : Mustakim

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA TUWUH BLORA BERDASARKAN PERATURAN MENTERI NOMOR: 14/Per/M.

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI KREDIT SAMI JAYA DI KOTA KUPANG TAHUN SKRIPSI

Putri Handayani. Abstraksi

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM ATAU UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI DI KOTA SURAKARTA

Faqih Fansuri Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 165 Malang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN. data tertulis lainnya yang berhubungan dengan informasi yang dibutuhkan.

MENTERI KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Oleh: Istiqomah (NPM : ), Suradi ABSTRACT

ANALISA KESEHATAN UNIT SIMPAN PINJAM (USP) PADA KPRI SUNAN KUMBUL KECAMATAN SAWOO KABUPATEN PONOROGO

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM DI UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI KOPANESA

ANALISIS PENILAIAN KESEHATAN PADA KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH DI KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN (Skripsi) Oleh MUHAMMAD RIDWAN AFIF

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Berdasarkan hasil penilaian tingkat kesehatan Koperasi Kredit Sami Jaya

ANALISIS KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KPRI NAGARA NGAGLIK SLEMAN TAHUN

ANALISIS KINERJA KEUANGAN KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (KPRI) GURU PASIRIAN KABUPATEN LUMAJANG SKRIPSI

EVALUASI KINERJA KEUANGAN UNIT SIMPAN PINJAM (USP) KOPERASI AGRIBISNIS DANA MULYA PACET KABUPATEN MOJOKERTO SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (KPRI) TEGAS SMP NEGERI WONOSARI GUNUNGKIDUL TAHUN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Pemilihan Judul

PENILAIAN KINERJA KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP) ARTHA KARYA SARI BERDASARKAN PERATURAN MENETERI KOPERASI DAN UKM NO.14/PER/M.

PELATIHAN PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM DAN UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI DI KABUPATEN BULELENG

BAB III METODE PENELITIAN. metode deskreptif pada perusahaan, yaitu dengan cara menganalisis data-data

Albert Budiyanto Soleh. Jl. D.I. Panjaitan Kav 24 Jakarta (021) ABSTRAK

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN RENTABILITAS PADA KOPERASI KARYAWAN TAMAN MINI INDONESIA INDAH PERIODE

Koperasi Karyawan PT. ADIS PERHITUNGAN HASIL USAHA Periode Tahun 2010, 2011 & 2012

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM DAHLIA KENDAL TAHUN BUKU

Transkripsi:

43 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Adapun perhitungan rasio masing-masing aspek dalam menentukan tingkat kesehatan koperasi dapat dilihat dari data laporan keuangan tahun buku 2013. 4.2 Aspek Permodalan c. Rasio modal sendiri terhadap total asset Hasil perhitungan rasio modal sendiri dengan total asset adalah sebagai berikut: modal sendiri total aset 5.013.055.497,88 = 70,80% 7.082.575.945,95 Hasil rasio modal sendiri terhadap total asset adalah 70,80% (lebih dari 20%) maka nilainya adalah 100, dan skor untuk rasio modal sendiri terhadap total asset adalah 6. Hasil rasio modal sendiri terhadap total asset menunjukkan hasil yang maksimal yaitu dengan skor 6 (enam) dan dapat dikatakan baik. Maka modal sendiri 70,80% dari total asset. d. Rasio modal sendiri terhadap pinjaman diberikan yang beresiko modal sendiri pinjaman diberikan yang beresiko 5.013.055.497,88 = 119,45% 41.966.530,22

44 Hasil rasio modal sendiri terhadap pinjaman diberikan yang beresiko adalah 119,45% (berada di kisaran angka antara 90 hingga 100) maka nilainya 100 dan skornya adalah 6. Artinya modal sendiri bisa mencukupi 119,45% terhadap pinjaman diberikan yang beresiko. e. rasio kecukupan modal sendiri modal tertimbang aktiva tertimbang menurut resiko 555.808.164.059,50 = 37,91% 1.466.087.322.975,00 Hasil perhitungan rasio kecukupan modal sendiri = 37,91% berada diantara 30 hingga 40, maka mendapat nilai 40 dengan skor 2,4. Artinya setiap RP 37,91 Modal tertimbang menjamin RP.100 aktiva tertimbang menurut resiko. Modal tertimbang adalah jumlah dari hasil kali setiap komponen modal koperasi yang terdapat pada neraca dengan bobot pengakuan resiko. 4.3 Aspek Kualitas Aktiva Produktif a. volume pinjaman pada anggota terhadap total volume pinjaman yang diberikan volume pinjaman pada anggota volume pinjaman 6.134.248.983,00 = 88,00% 6.974.590.525,00

45 Rasio pinjaman pada anggota terhadap total pinjaman diberikan adalah 88,00% di atas 75% dengan nilai 100 dan skornya 10. Artinya setiap RP 88 volume pinjaman pada anggota dapat menjamin RP 100 seruruh volume pinjaman. Volume pinjaman pada anggota adalah total pinjaman yang diberikan ke anggota selama satu tahun buku. b. rasio risiko pinjaman bermasalah terhadap volume pinjaman pinjaman bermasalah Pinjaman yang Diberikan 118.972.438,22 = 1,7% 6.974.590.525,00 Karena rasio resiko pinjaman bermasalah = 1,7% berada diantara 0 hingga 10, maka nilainya adalah 80 dan skornya adalah 4. Artinya setiap pinjaman yang bermasalah RP 1,7 dapat dijamin RP 100 oleh total seruruh pinjaman. c. rasio cadangan resiko terhadap pinjaman bermasalah cadangan resiko pinjaman bermasalah 5.406.282,00 = 4,6% 118.972.438,22 Hasil rasio cadangan resiko terhadap rasio pinjaman bermasalah adalah 4,6% berada pada rentang rasio 0 dengan 10, maka diperoleh nilai 10 dengan skor 0,5. Artinya setiap RP 100 pinjaman bermasalah kopersi hanya bisa mencadangkan resiko sebasar RP 4,6.

46 d. Batas Maksimum Pemberian Pinjaman (BMPP) kepada calon anggota, koperasi lain, dan anggotanya (BMPP)kepada calon anggota, koperasi lain, dan anggotanya pinjaman yang diberikan 50.000.000 = 0,8% 6.974.590.525 Hasil rasio Batas Maksimum Pemberian Pinjaman (BMPP) kepada calon anggota, koperasi lain, dan anggotanya adalah 0,8% karena kurang dari ketentuan maksimal yaitu 25, maka rasio tersebut memperoleh nilai adalah 100 dengan mendapatkan skor 5. Artinya setiap angota maksimum pinjaman yang diberikan RP 0,8 dari total pinjaman yang telah diberikan RP 100. 4.4 Aspek Manajemen a. Manajemen Umum Aspek manajemen umum diperoleh sebanyak 7 (tujuh) jawaban Ya berarti aspek manajemen umum mendapat skor 1,75. b. Kelembagaan Aspek manajemen kelembagaan diperoleh sebanyak 4 (empat) jawaban Ya berarti aspek manajemen umum mendapat skor 2,00. c. Manajemen Permodalan Aspek manajemen permodalan diperoleh sebanyak 4 (empat) jawaban Ya berarti aspek manajemen umum mendapat skor 2,40.

47 d. Manajemen Aktiva Aspek manajemen aktiva diperoleh sebanyak 6 (enam) jawaban Ya berarti aspek manajemen umum mendapat skor 1,80. e. Manajemen Likuiditas Aspek manajemen likuiditas diperoleh sebanyak 4 (empat) jawaban Ya berarti aspek manajemen umum mendapat skor 2,40. 4.5 Aspek Efisiensi a. rasio biaya operasional terhadap partisipasi bruto Biaya operasional pelayanan partisipasi bruto 389.759.907,74 = 28,80% 1.355.464.033,90 rasio biaya operasional terhadap partisipasi bruto = 28,80% berada di rentang rasio antara 0 hingga 70, maka nilainya 100 dengan skor 4. Artinya setiap RP 100 patisipasi bruto koperasi mengeluarkan biaya operasional RP 28,80. b. rasio aktiva tetap terhadap total asset aktiva tetap total aset 104.104.150 = 1,50% 7.082.575.945,95 Rasio = 1,50% berada dalam rentang antara 0 hingga 25, nilainya 100 dengan skor 4. Artinya dari RP 100 total asset, koperasi mempunyai RP 1.50 aktiva tetap.

48 c. rasio efisiensi pelayanan jumlah gaji dan honorarium karyawan volume pinjaman 85.450.155 = 1,30% 6.974.590.525 Rasio efisiensi pelayanan adalah 1,30%, berada pada rentang rasio kurang dari 5, maka mendapat nilai 100 dengan skor 2. Artinya setiap RP 100 jumlah seruruh pinjaman kopersi mengeluarkan RP 1,30 gaji dan honorarium karyawan. 4.6 Aspek Likuiditas a. Rasio kas kas + bank kewajiban lancar 492.222.624,75 = 24,10% 2.043.214.140,67 Hasil dari rasio kas adalah 24,10%, berada pada rentang rasio kurang dari 100%, nilainya 0 dengan skor 0. Artinya setiap RP 25,10 kas dan bank menjamain RP 100 kewajiban lancar. b. Rasio pinjaman terhadap dana yang diterima Pinjaman diberikan dana yang diterima 6.974.590.525,00 = 148,20% 4.706.571.835,00 Rasio pinjaman terhadap dana yang diterima = 148,20%, berada di rentang 100 sampai 200 mendapat nilai 50 dengan skor 2,50. Artinya

49 setiap tahunya koperasi menerima dana RP 100 dari total pinjaman tang diberikan RP 148,20. 4.7 Aspek Kemandirian Dan Pertumbuhan a. Rasio rentabilitas asset SHU sebelum pajak total aset 309.396.381,58 = 4,40% 7.082.575.945,95 Rasio rentabilitas asset adalah 4,40%, berada di rentang kurang dari 5%, mendapat nilai 25 dengan skor 0,75. Artinya setiap RP 100 Total asset`menghasilkan RP 0,044 SHU sebelum pajak. b. Rasio rentabilitas modal sendiri SHU bagian anggota modal sendiri 270.314.130,38 = 5,40% 5.013.055.497,88 Hasil rasio rentabilitas modal sendiri adalah 5,40% berada di rentang 5 hingga 7,5, mendapat nilai 50 dengan skor 1,50. Artinya setiap RP 100 modal sendiri menghasilkan RP 0,054 shu bagian anggota. c. Rasio kemandirian operasional pelayanan SHU Kotor beban usaha 776.838.926,90 = 166,20% 467.442.545,00

50 Rasio kemandirian operasional pelayanan adalah 166,20% berada di rasio lebih dari 100% dan mendapat nilai 100 dengan skor 4. Artinya dari jumlah shu kotor RP 100 dikeluarkan untuk beban usaha RP 1,66. 4.8 Aspek Jatidiri Koperasi a. Rasio Partisipasi Bruto partisipasi bruto volume pinjaman 1.355.404.033,90 = 19,50% 6.974.590.525,00 Rasio = 19,50% berada pada rentang kurang dari 25%, mendapat nilai 0 dengan skor 0. Artinya partisipasi bruto mempunyai 19,50% terhadap volume pinjaman. Partisipasi bruto adalah partisipasi anggota terhadap seluruh biaya yang dikeluarkan oleh koperasi dalam rangka memberikan pelayananpelayanan. Partisipasi bruto dihtung dari harga pelayanan yang diterima atau dibayar oleh anggota. b. Rasio promosi ekonomi anggota (PEA) promosi ekonomi anggota simpanan pokok + simpanan wajib promosi ekonomi anggota = MEPPP + SHU Bagian Anggota simpanan pokok + simpanan wajib 114.800.000 + 270.314.130,38 4.057.143.999 385.114.130,38 4.057.143.999 = 9,50%

51 Rasio promosi ekonomi anggota adalah 9,50%, berada pada rentang 7,5 hingga 10. Nilainya adalah 75 dengan skor 2,25. Artinya dari jumlah simpanan wajib dan simpanan pokok RP 100 dapat menghasilkan RP 0,095 promosi ekonomi Anggota. 4.9 Penetapan Kesehatan Koperasi Berdasarkan hasil perhitungan penilaian terhadap 7 (tujuh) komponen sebagaimana yang dimaksud pada angka 1 s/d 7 pada Koperasi Karyawan PT. BASF Indonesia, diperoleh skor secara keseluruhan. Skor dimaksud dipergunakan untuk menetapkan predikat tingkat kesehatan koperasi yang dibagi dalam 5 (lima) golongan yaitu sehat, cukup sehat, kurang sehat, tidak sehat, dan sangat tidak sehat. Penetapan predikat tingkat kesehatan keuangan koperasi sesuai dengan Keputusan Menteri Koperasi dan UKM No: 20/Per/M.KUKM/XI/2008 adalah sebagai berikut: TABEL 4.1 PENETAPAN PREDIKAT TINGKAT KESEHATAN KEUANGAN KOPERASI SKOR PREDIKAT 80 < x 100 SEHAT 60 < x 80 CUKUP SEHAT 40 < x 60 KURANG SEHAT 20 < x 40 TIDAK SEHAT 20 SANGAT TIDAK SEHAT Sumber: Keputusan Menteri No. 20/Per/M.KUKM/XI/2008

52 Berikut ini ditetapkan peringkat kesehatan untuk Koperasi Karyawan BASF Indonesia sebagai berikut: TABEL 4.2 REKAPITULASI PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN KEUANGAN KOPERASI No Aspek Penilaian Skor 1. Permodalan: a. Rasio Modal Sendiri Terhadap Total Asset b. Rasio Modal Sendiri Terhadap Pinjaman Diberikan 6,00 6,00 Yang Beresiko c. Rasio Modal Sendiri Terhadap ATMR 2,40 2. Kualitas Aktiva Produktif: a. Rasio Volume Pinjaman Pada Anggota Terhadap Volume Pinjaman Yang Diberikan b. Rasio Resiko Pinjaman Bermasalah Terhadap Volume Pinjaman c. Rasio Cadangan Resiko Terhadap Pinjaman Bermasalah d. BMPP Terhadap Calon Anggota, Koperasi Lain, Dan Anggotanya Terhadap Volume Pinjaman 3. Manajemen: a. Manajemen Umum b. Kelembagaan c. Manajemen Permodalan d. Manajemen Aktiva e. Manajemen Likuiditas 4. Efisiensi: a. Rasio Biaya Operasional Terhadap Partisipasi Bruto b. Rasio Aktiva Tetap Terhadap Total Asset c. Rasio Efisiensi Pelayanan 5. Likuditas: a. Rasio Kas b. Rasio Pinjaman Terhadap Dana Yang Diterima 6. Kemandirian Dan Pertumbuhan: a. Rasio Rentabilitas Asset b. Rasio Rentabilitas Modal Sendiri c. Rasio Kemandirian Operasional Pelayanan 7. Jatidiri Koperasi: a. Rasio Partisipasi Bruto b. Rasio Promosi Ekonomi Anggota (Pea) 10,00 4,00 0,50 5,00 1,75 2,00 2,40 1,80 2,40 4,00 4,00 2,00 0,00 2,50 0,75 1,50 4,00 0,00 2,25 Jumlah 65,25 Sumber: Keputusan Menteri No. 20/Per/M.KUKM/XI/2008

53 Jumlah skor hasil penilaian kesehatan Koperasi Karyawan BASF Indonesia adalah 65,25 berada pada rentang nilai antara 60 hingga 80, berarti termasuk kriteria cukup sehat.