BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
FISIKA MODERN. Pertemuan Ke-7. Nurun Nayiroh, M.Si.

FISIKA. Sesi TEORI ATOM A. TEORI ATOM DALTON B. TEORI ATOM THOMSON

PERKEMBANGAN TEORI ATOM

Atom menyusun elemen dengan bilangan sederhana. Setiap atom dari elemen yang berbeda memiliki massa yang berbeda.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAGIAN 1 PITA ENERGI DALAM ZAT PADAT

Apa itu Atom? Miftachul Hadi. Applied Mathematics for Biophysics Group. Physics Research Centre, Indonesian Institute of Sciences (LIPI)

Spektrum Gelombang Elektromagnetik

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

FISIKA MODERN UNIT. Radiasi Benda Hitam. Hamburan Compton & Efek Fotolistrik. Kumpulan Soal Latihan UN

MEKANIKA KUANTUM DALAM TIGA DIMENSI

SIFAT GELOMBANG PARTIKEL DAN PRINSIP KETIDAKPASTIAN. 39. Elektron, proton, dan elektron mempunyai sifat gelombang yang bisa

Antiremed Kelas 12 Fisika

MATERI II TINGKAT TENAGA DAN PITA TENAGA

PENDAHULUAN RADIOAKTIVITAS TUJUAN

Inti Atom dan Penyusunnya. Sulistyani, M.Si.

FISIKA MODERN DAN FISIKA ATOM

Fisika Modern (Teori Atom)

MODUL 1 FISIKA MODERN MODEL MODEL ATOM

Fungsi Gelombang Radial dan Tingkat Energi Atom Hidrogen

BAB FISIKA ATOM. Model ini gagal karena tidak sesuai dengan hasil percobaan hamburan patikel oleh Rutherford.

SOAL LATIHAN PEMBINAAN JARAK JAUH IPhO 2017 PEKAN VIII

TEORI PERKEMBANGAN ATOM

SILABUS PEMBELAJARAN

FISIKA MODERN. Staf Pengajar Fisika Departemen Fisika,, FMIPA, IPB

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Alamat: Karangmalang, Yogyakarta 55281

BAB FISIKA ATOM. a) Tetes minyak diam di antara pasangan keping sejajar karena berat minyak mg seimbang dengan gaya listrik qe.

SILABUS PEMBELAJARAN

STRUKTUR ATOM. Perkembangan Teori Atom

HAND OUT FISIKA KUANTUM MEKANISME TRANSISI DAN KAIDAH SELEKSI

BAB II PROSES-PROSES PELURUHAN RADIOAKTIF

Copyright all right reserved

MODEL ATOM DALTON. Atom ialah bagian terkecil suatu zat yang tidak dapat dibagi-bagi. Atom tidak dapat dimusnahkan & diciptakan

I. Perkembangan Teori Atom

BAB IV OSILATOR HARMONIS

ATOM BERELEKTRON BANYAK

Fisika Umum (MA 301) Topik hari ini. Fisika Atom & Inti

PENDAHULUAN. Atom berasal dari bahasa Yunani atomos yang artinya tidak dapat dibagi-bagi lagi.

Xpedia Fisika. Soal Fismod 1

TEORI ATOM Materi 1 : Baca teori ini, kerjakan soal yang ada di halaman paling belakang ini

BINOVATIF LISTRIK DAN MAGNET. Hani Nurbiantoro Santosa, PhD.

PAKET SOAL 1.c LATIHAN SOAL UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2011/2012

BAB I INTI ATOM 1. STRUKTUR ATOM

POK O O K K O - K P - OK O O K K O K MAT A ERI R FISIKA KUANTUM

Setelah Anda mempelajari KB-1 di atas, simaklah dan hafalkan beberapa hal penting di. dapat dihitung sebagai beriktut: h δl l'

Struktur dan Ikatan Kimia. Muhamad A. Martoprawiro

2 A (C) - (D) - (E) -

IR. STEVANUS ARIANTO 1

Demonstrasi kembang api. Sumber: Encarta Encyclopedia, 2006

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. I. Standar Kompetensi : Menerapkan konsep kelistrikan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi

KEMAGNETAN. : Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-8

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Sanden Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI/1 Alokasi Waktu : 2 JP

BAB 2 STRUKTUR ATOM PERKEMBANGAN TEORI ATOM

Pendahuluan Fisika Inti. Oleh: Lailatul Nuraini, S.Pd, M.Pd

MODEL ATOM MEKANIKA KUANTUM UNTUK ATOM BERELEKTRON BANYAK

Fisika Ujian Akhir Nasional Tahun 2003

Elektron Bebas. 1. Teori Drude Tentang Elektron Dalam Logam

Teori Atom Mekanika Klasik

Getaran Dalam Zat Padat BAB I PENDAHULUAN

BAB FISIKA ATOM I. SOAL PILIHAN GANDA

drimbajoe.wordpress.com 1

Mengenal Sifat Material. Teori Pita Energi

Bunyi Teori Atom Dalton:

PERKEMBANGAN MODEL ATOM DI SUSUN OLEH YOSI APRIYANTI A1F012044

Antiremed Kelas 12 Fisika

Schrodinger s Wave Function

UN SMA IPA 2008 Fisika

Model Atom Bohr Tingkat Energi dan Spektrum Asas Persesuaian Eksitasi Atomik (Percobaan Frank-Hertz)

Batasan KIMIA FISIKA DALTON BOHR M. KUANTUM

Apa yang dimaksud dengan atom? Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur

Oleh : Rahayu Dwi Harnum ( )

ARSIP SOAL UJIAN NASIONAL FISIKA (BESERA PEMBAHASANNYA) TAHUN 1996

#2 Dualisme Partikel & Gelombang (Sifat Partikel dari Gelombang) Fisika Modern Eka Maulana, ST., MT., MEng. Teknik Elektro Universitas Brawijaya

Fungsi distribusi spektrum P (λ,t) dapat dihitung dari termodinamika klasik secara langsung, dan hasilnya dapat dibandingkan dengan Gambar 1.

Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu. Sumber/ Bahan/Alat. Penilaian kinerja (sikap dan praktik), test tertulis

Isi Teori Niels Bohr. Kelebihan Niels Bohr. Kekurangan

BAB I Jenis Radiasi dan Interaksinya dengan Materi

FISIKA MODEREN. Edisi Ke - 2 SYIAH KUALA UNIVERSITY PRESS. Drs. Tarmizi, M.Pd

Perkembangan Model Atom. Semester 1

BAB 19 A T O M. A. Pendahuluan

PR ONLINE MATA UJIAN: FISIKA (KODE A07)

Gerak lurus dengan percepatan konstan (GLBB)

model atom mekanika kuantum

#2 Dualisme Partikel & Gelombang Fisika Modern Eka Maulana, ST., MT., MEng. Teknik Elektro Universitas Brawijaya

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMA TRY OUT UJIAN NASIONAL 2010

Pendahuluan. Setelah mempelajari bab 1 ini, mahasiswa diharapkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah: 1. Dapat menambah informasi dan referensi mengenai interaksi nukleon-nukleon

Xpedia Fisika. Soal Fismod 2

UN SMA IPA 2008 Fisika

Struktur Atom. Sulistyani, M.Si.

UJIAN SEKOLAH 2016 PAKET A. 1. Hasil pengukuran diameter dalam sebuah botol dengan menggunakan jangka sorong ditunjukkan pada gambar berikut!

Struktur Atom. Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan elektron bermuatan negatif yang

Latihan Soal UN Fisika SMA. 1. Dimensi energi potensial adalah... A. MLT-1 B. MLT-2 C. ML-1T-2 D. ML2 T-2 E. ML-2T-2

SOAL UN FISIKA DAN PENYELESAIANNYA 2008

PERCOBAAN EFEK ZEEMAN. Kusnanto Mukti W/ M Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Sebelas Maret Surakarta

Struktur Atom dan Sistem Periodik

BAB V MOMENTUM ANGULAR Pengukuran Simultan Beberapa Properti Dalam keadaan stasioner, momentum angular untuk elektron hidrogen adalah konstan.

STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK Kimia SMK KELAS X SEMESTER 1 SMK MUHAMMADIYAH 3 METRO

Transkripsi:

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Potensial Coulomb untuk Partikel yang Bergerak Dalam bab ini, akan dikemukakan teori-teori yang mendukung penyelesaian pembahasan pengaruh koreksi relativistik potensial Coulomb atom hidrogen, antara lain: potensial Coulomb untuk partikel bergerak, model atom Bohr, transormasi Lorentz, dan persamaan Schrodinger. Secara umum, potensial dari suatu muatan titik q pada posisi tertentu dinyatakan sebagai Di mana, R adalah jarak titik dari sumber muatan Melalui prinsip superposisi, potensial dari sekumpulan muatan adalah Selanjutnya, adalah menghitung pengurangan potensial, dari suatu muatan titik q yang bergerak membentuk sudut terhadap jarak R dengan kecepatan v secara relativistik seperti gambar berikut R v Gambar 2.1.Muatan q yang bergerak dengan kecepatan v dan membentuk sudut terhadap jarak R

6 Maka akan diperoleh persamaan potensial Coulomb Di manar r vt yakni vektor dari posisi mula-mula dari suatu partikel terhadap titik r, adalah sudut antara R dan v, v = v, danc adalah kecepatan cahaya dalam ruang vakum dan t adalah waktu mula-mula. Bila keadaan nonrelativistik muncul,yakni maka persamaan (2.3) akan kembali ke persamaan (2.1). Prinsip ini disebut prinsip pengurangan potensial dan dikemukakan oleh Lienard- Wiechert. 2.2 Model Atom Bohr Gambaran klasik terhadap inti atom didasarkan pada gaya Coulomb antara inti bermuatan positif dan elektron bermuatan negatif yang mengelilingi inti. Sederhananya, pada atom hidrogen, dengan satu proton dan satu elektronyang terjadi pasti orbit melingkar. Elektron dengan massa m e dan bermuatan e bergerak melingkar dengan jari-jari rdan kecepatan tangensial v yang tetap. Gaya tarik Coulomb menyebabkan adanya percepatan sentripetal untuk mempertahankan gerakannya. Gaya netto yang dialami oleh elektron adalah sebesar gaya elektrostatik ataupun gaya sentripetal,, sehingga Dimana = 8,85 x 10 12 F/m yakni permitivitas ruang hampa. Besarnya gaya yang dialami bertanda positif namun pada arah r, dimana rmerupakan vektor pointing satuan dari inti atom menuju posisi elektron. Dari persamaan di atas, dapat ditentukan energi kinetik elektron (dengan mengabaikan efek relativistik) Sedangkan energi potensial elektron diberikan oleh potensial Coulomb

7 Energi potensial dalam hal ini bertanda negatif akibat tanda muatan elektron. Total energi E = K + V menghasilkan Secara klasik, elektron berada di sekitar inti (pengaruh gaya Coulomb) tidak sepenuhnya dapat menggambarkan spektrum atom, sehingga konsep tentang inti atom mengalami perkembangan berikutnya. Pada tahun 1911, Niels Bohr memodifikasi model atom. Energi elektromagnetik terkuantisasi, yakni perkalian bilangan bulat terhadap h f dimana f merupakan frekuensi foton. Bohr menyatakan bahwa orbit elektron hanya dapat terjadi pada keadaan tertentu dalam geraknya yang kemudian disebut sebagai keadaan stasioner, dimana pada keadaan ini tidak ada radiasi elektromagnetik yang dipancarkan. Pada keadaan ini momentum angular elektron, L merupakan perkalian bilangan bulat dengan konstanta Planck h dibagi 2. Pada keadaan stasioner ini momentum anguler dapat bernilai dan tidak pernah bernilai selain bilangan bulat. Keadaan ini disebut dengan kuantisasi momentum angular, dan merupakan bagian dari hipotesis Bohr. Hipotesis ini berbeda dengan hipotesis Planck dan berperan dalam membangun hipotesis kuantisasi energi. Untuk orbit melingkar, vektor posisi elektron r selalu tegak lurus dengan momentum linear p. Momentum anguler L = r x p bernilai L = r.p= m e.v.r.sehingga postulat Bohr terhadap kuantisasi momentum angular adalah n merupakan bilangan bulat positif. Persamaan ini memberi solusi kecepatan setelah menggunakan persamaan ini ke persamaan (2.4) diperoleh Yang menghasilkan deret jari-jari yang diizinkan

8 Dalam hal ini a 0 = 0,00529 nm yang disebut sebagai jari-jari Bohr. Persamaan (2.11) merupakan jari- jari elektron yang diizinkan dalam mengorbit atom hidrogen. Hasil ini lebih signifikan dan tidak dapat diprediksi oleh pernyataan klasik sebelumnya. Elektron hanya diizinkan mengorbit dengan jari-jari tertentu. Melalui persamaan (2.11), diperoleh kecepatan, momentum, dan energi total yang diizinkan dalam hidrogen Merupakan kuantisasi kecepatan, Merupakan kuantisasi momentum (momentum nonrelativistik), dan Merupakan kuantisasi tingkat energi. Di sini = 13,6 ev yang merupakan energi dasar sistem. Energi elektron terkuantisasi hanya pada nilai-nilai diskrit yang diizinkan. Tingkat energi yang paling rendah disebut keadaan dasar, energi elektron bernilai 13,6 ev. Keadaan yang lebih tinggi, n = 2,3,4,... dengan energi - 3,6 ev, -1,5 ev, -0,85 ev,... disebut keadaan tereksitasi. Bilangan bulat n yang menandai jari-jari dan tingkat energi yang diizinkan dikenal sebagai bilangan kuantum utama. Bilangan ini menandai tingkat energi dan keberadaan elektron. Ketika elektron dan inti terpisah pada jarak tak hingga (n ), maka E = 0. Untuk membawa elektron dari jarak tak hingga menuju keadaan tertentu, n, dibebaskan energi E = -(E f - E i ) = E n. Sebaliknya, bila elektron dipindahkan dari keadaan n menuju tak hingga, pasti dibutuhkan energi minimum E n. Energi ini dikenal sebagai energi ikat pada keadaan n. Bila diberikan lebih banyak energi dari E n terhadap elektron, maka kelebihan energi ini akan berubah menjadi energi kinetik untuk melepaskan elektron.

9 2.3 Transformasi Lorentz Kaitan antara dan yang rasional memenuhi : dengan menyatakan faktor pembanding yang tak tergantung dari besaran atau tetapi dapat merupakan fungsi. Pemilihan parsamaan (2.15) sebagai alternatif transformasi didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut : a) Persamaan tersebut linear terhadap x dan, sehingga suatu kejadian dalam kerangka bersesuaian dengan kejadian tunggal dalam kerangka, seperti seharusnya. b) Bentuk persamaan tersebut cukup sederhana, sehingga pemecahannya mudah dipahami. v Gambar 2.2. Kerangka acuan S dan Kerangka acuan S Menurut postulat pertama relativitas khusus, maka persamaan fisika harus berbentuk sama dalam kerangka dan, seperti Gambar (2.2), sehingga kaitan sebagai fungsi dan dapat dinyatakan dalam persamaan berikut:

10 sedangkan pada arah koordinat y dan z memenuhi persamaan : Koordinat dan tidak sama, hal ini dapat dilihat dengan mensubstitusi yang diperoleh dari persamaan (2.15) ke persamaan (2.16) diperoleh : Dari persamaan ini diperoleh : Persamaan (2.15), (2.16) hingga persamaan (2.20) merupakan transformasi koordinat yang memenuhi postulat relativitas khusus. Pada saat, titik asal kedua kerangka dan berada pada tempat yang sama. Menurut persamaan awal juga, dan pengamat pada masing-masing koordinat melakukan pengukuran kelajuan cahaya yang menuju ke titik itu. Kedua pengamat harus mendapatkan kelajuan yang sama yaitu c. Dalam kerangka S : sedangkan dalam kerangka : substitusi dan pada persamaan (2.15) dan (2.20) ke persamaan (2.22), dihasilkan : Kemudian dihitung nilai x :

11 Rumusan di atas sama dengan yang diberikan oleh persamaan (2.21) yaitu jika kuantitas dalam tanda kurung sama dengan satu, sehingga : Akhirnya diperoleh nilai : dengan memasukkan nilai ke persamaan (2.15) diperoleh persamaan transformasi lengkap dari pengukuran suatu kejadian dalam kerangka terhadap pengukuran yang sesuai yang dilakukan dalam kerangka : 2.4 Momentum Anguler Orbital Dalam fisika klasik, momentum anguler partikel dengan momentum p, dan posisi rdinyatakan dengan Operator momentum anguler orbital dapat diperoleh dengan menggantikan r dan pdengan operator yang sesuai untuk posisi dan momentum, dan, dimana sehingga Komponen Cartesian adalah

12 Namun, momentum anguler bukan pada satu dimensi, sehingga komponen,, dan kuadrat dinyatakan sebagai Karena X, Y dan Z masing-masing komut, begitu juga dengan, dan dan karena,, diperoleh Dengan cara yang sama, diperoleh 2.5 Momentum Anguler Spin Keberadaan spin pertama kali diteliti oleh Stern dan Gerlach tahun 1922 dengan menggunakan atom perak (Ag). Perak mempunyai 47 elektron, 46 di antaranya membentuk distribusi muatan simetris yang sferis dan elektron yang ke-47 menempati orbita 5s. Bila atom perak pada keadaan dasar, momentum anguler orbital totalnya adalah nol,. Pada percobaan Stern-Gerlach, atom perak melewatimedan magnetik nonhomogen. Bila dalam percobaan, medan meagnetik dianggap searah sumbu z, secara klasik akan diperoleh pita kontinyu sekitar. Menurut teori gelombang Schrodinger, bila atom memiliki momentum anguler orbita, akan terjadi perpecahan menjadi bilangan diskrit (ganjil) komponen. Andaikan gerakan atom pada keadaan dasar, hanya ada satu titik yang dapat ditangkap oleh layar, dan apabila awan elektron menepati keadaan 5p ( ) akan terdapat 3 titik pada layar. Secara eksperimen, gerakan atom menurut prediksitidak seperti fisika klasik maupun teori gelombang Schrodinger. Mengatasi hal ini. Goudsmith dan Uhlenbeck mengemukakan pendapatnya tahun 1925, selain momentum anguler orbital, elektron memiliki momentum anguler

13 intrinsik, yang tidak seperti momentum anguler orbital. Hal ini dinamakan dengan momentum anguler spin. Tidak seperti momentum anguler orbital, spin tidak dapat digambarkan dengan operator diferensial. Dari teori klasik elektromegnetik, momen dipol magnetik orbital diperoleh dari gerak orbital partikel bermuatan q Di mana L adalah momentum anguler orbital partikel, m adalah massa dan c adalah kecepatan cahaya. Dengan cara yang sama, diperoleh analisis gerakan spin elektron sebagai momen dipol magnetik spin Dengan analogi momentum anguler orbital, partikel yang bercirikan 2 bilangan kuantum, bilangan kuantum orbital dan bilangan kuantum azimuth ( ). Momentum anguler spin jugan menjadi ciri 2 bilangan kuantum tersebut.