MANAJEMEN DALAM KOPERASI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III FUNGSI ANGGARAN SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KOTA TEBING TINGGI

Minggu-1. Gambaran Umum Tentang Budget. Penganggaran Perusahaan. Administrasi Bisnis. By : Dra. Ai Lili Yuliati, MM

PENGANTAR PERKOPERASIAN

PENGANGGARAN PERUSAHAAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. reaksi terhadap sistem perekonomian kapitalisme di Negara-negara

ANALISIS PELIMPAHAN WEWENANG TERHADAP KINERJA PENGURUS KUD KARYA BERSAMA DI WATES LAMPUNG TENGAH. Oleh. Yulistina Dosen Tetap STIE Umitra ABSTRAK

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN EKONOMI

PENGARUH KOMPENSASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN MEUBEL CV. MUGIHARJO BOYOLALI

BAB II LANDASAN TEORI

Badan Usaha dalam Perekonomian Nasional

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

Merupakan perencanaan dan pengembangan organisasi yang meliputi pembagian kerja yang. pelaksanaan dan prestasi yang dicapai

MENGELOLA ENTITAS BISNIS. Muniya Alteza

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dilihat dari segi bahasa, secara umum koperasi berasal dari kata-kata latin yaitu

Disusun Oleh : Abdul Zaelani. Informatika A / IV

TUGAS AKHIR METODE PENGAWASAN BAGIAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA BARAT CABANG BUKITTINGGI

PENGURUS. Persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat menjadi pengurus koperasi ditetapkan dalam anggaran dasar koperasi yang bersangkutan.

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A. Sejarah Singkat Koperasi Pegawai BPKP Provinsi Sumatera Utara

BAB II LANDASAN TEORI

PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI

2017, No Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG BADAN USAHA MILIK DAERA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2017 TENTANG BADAN USAHA MILIK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Singkat Berdiri KUD Marga Bhakti

Pembentukan koperasi menurut Undang-Undang no.25 tahun 1992 padal 6 ayat (1) dan (2) adalah sebagai berikut : Koperasi Primer.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tersebut dibuat (Arditi and Patel, 1989)

BAB VI PENUTUP. Tilatang Kamang Kabupaten Agam dan di ikuti dengan melihat fungsi-fungsi

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN

TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

PERENCANAAN PRODUKSI AGRIBISNIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ada titik awal dan titik akhir serta hasil tertentu. Dalam suatu proyek

Perbedaan koperasi dengan arisan maupun perusahaan swasta/negara adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. bebas keluar masuk dalam suatu Negara tanpa disertai dengan adanya peraturan yang

OLEH ASISTEN DEPUTI TATALAKSANA KOPERASI DAN UKM DEPUTI BIDANG KELEMBAGAAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM Bogor, 28 Januari 2016

BAB I PENDAHULUAN. mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas ekonomi dan tugas

Oleh: Ny. Neti Budiwati Ukanda -Dosen pada Prodi Pend. Ekonomi & Koperasi UPI -Ketua Umum Koperasi Wanita Mekar Endah Kab. Bandung

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. untuk mensejahterakan anggotanya. Umumnya koperasi dikendalikan secara

PEDOMAN KERJA BERBASIS STRUKTUR ORGANISASI

penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan pendapatan bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah.

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Perencanaan Strategis Pengendalian Manaajemen Pengendalian Operasi

Pengawasan DOSEN : DIANA MA RIFAH

7. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 1999 tentang Kepengurusan Badan Usaha Milik Perusahaan Daerah;

SMA/MA IPS kelas 10 - EKONOMI IPS BAB 9. MANAJEMEN DAN BADAN USAHALatihan Soal 9.1. forcasting. controlling. planning. organizing.

NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN NOMOR 3 TAHUN 2012

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 4/POJK.03/2015 TENTANG PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI

Nama : Yohanna Enggasari. Pertanyaan :

1. Jawaban Quiz. A. Direktur Utama

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal

ASPEK MANAJEMEN & ORGANISASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

Stoner dan Freeman Perencanaan memberikan sasaran bagi organisasi dan menetapkan prosedur-prosedur terbaik untuk mencapai sasaran tersebut. Perencanaa

BAB II PT. RAZZA PRIMA TRAFO. PT. Razza Prima Trafo adalah perusahaan jasa yang bergerak di bidang

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

POKOK BAHASAN PENGENDALIAN. Sub Pokok Bahasan Pengendalian yang Efektif Perencanaan System Pengendalian

BAB II URAIAN TEORITIS. Penelitian-penelitian terdahulu berfungsi sebagai pendukung untuk melakukan

BAB 2 MANAJEMEN DAN MANAJER

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. panjang dan di dalamnya dijumpai banyak masalah yang harus diselesaikan.

BAB III METODOLOGI ANALISIS

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pokok yang sangat mendasar bagi setiap individu. Kebutuhan pokok ini tidak. cenderung meningkat dari waktu ke waktu.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 18/POJK.03/2014 TENTANG PENERAPAN TATA KELOLA TERINTEGRASI BAGI KONGLOMERASI KEUANGAN

BAB I PENDAHULUAN. perseorangan, bukan milik investor tetapi milik anggota. Dengan adanya. mendapatkan keuntungan yang dikelola secara lebih efisien.

BAB II URAIAN TEORITIS. Koperasi berasal dari perkataan co dan operation, yang mengandung arti

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II GAMBARAN PERUSAHAAN. Koperasi Karya Mandiri Air Molek merupakan koperasi serba usaha (KSU) yang didirikan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 15 TAHUN 2015 TENTANG

dapat mengakibatkan persaingan di antara berbagai perusahaan, sehingga tidak dapat di pungkiri, hanya sedikit perusahaan yang mampu bertahan.

WALIKOTA TEGAL PERATURAN WALIKOTA TEGAL NOMOR 45 TAHUN 2012 TENTANG TATA KELOLA AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH KOTA TEGAL

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

Piagam Unit Komite Audit ("Committee Audit Charter" ) PT.Catur Sentosa Adiprana Tbk.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut MC.Maryati (2008;25) Manajemen perkantoran efektif yaitu Suatu

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan di Indonesia telah diatur di dalam Undang-Undang Dasar

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN

GUBERNUR JAWA TENGAH

KUESIONER Peranan Controller dalam Pengendalian Penjualan Guna Menunjang Efektivitas Penjualan A. PERTANYAAN UMUM

PENGGERAKAN KEGIATAN DAN PENGAWASAN DALAM KOPERASI 1. Tulus Tambunan Pusat Studi Industri dan UKM Universitas Trisakti

PIAGAM AUDIT INTERNAL PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PEDOMAN DAN KODE ETIK DEWAN KOMISARIS A. LANDASAN HUKUM

BAB I PENDAHULUAN. Koperasi mengandung makna kerjasama. Definisi koperasi Indonesia

BAB III ORGANISASI DAN MANAJEMEN KOPERASI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. manfaat saat ini atau di masa yang akan datang bagi organisasi. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:26), biaya adalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Evolusi Teori. Manajemen Manajer. Teori Manajem en Klasik

BAB VI SASARAN, INISITIF STRATEJIK DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 73 /POJK.05/2016 TENTANG TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN PERASURANSIAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A. Sejarah Singkat Perusahaan Daerah Pasar Kota Medan

Transkripsi:

MANAJEMEN DALAM KOPERASI

APA ITU MANAJEMEN? Pemahaman konsep manajemen tidak dapat dipisahkan dari pemahaman konsep organisasi. Organisasi adalah tempat orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi harus memiliki dan mengalokasikan sumber daya (manusia, modal, fisik, uang, dsb) untuk mencapai sasaran. Masalah pokok dalam manajemen adalah bagaimana organisasi mengelola dan mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai tujuan. 2

PENGERTIAN MANAJEMEN Manajemen adalah kebiasaan yang dilakukan secara sadar dan terus menerus dalam membentuk dan menjalankan organisasi. (Stoner, 1996). Manajemen adalah suatu proses yang dilakukan oleh satu atau lebih individu untuk mengkoordinasikan berbagai aktivitas untuk mencapai hasil-hasil yang lebih baik yang tidak dapat dicapai apabila individu bertindak sendirisendiri. (Gibson, 1996). 3

PENGERTIAN MANAJEMEN Manajemen adalah usaha mencapai tujuan tertentu suatu organisasi melalui kegiatan orang lain yang dilakukan oleh manajer melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pengarahan, dan pengendalian. (Harold dan Cyril O. Donnel) 4

PENGERTIAN MANAJEMEN Manajemen berhubungan dengan institusi dan fungsi sebuah organisasi. Manajemen sebagai suatu institusi menggambarkan sejumlah orang-orang untuk mengisi tugas-tugas yang diatur oleh organisasi tersebut. Manajemen sebagai suatu fungsi dan proses menyangkut sejumlah tugas-tugas yang kompleks di dalam kerangka menjamin tercapainya suatu tujuan. 5

APA ITU MANAJEMEN KOPERASI? Manajemen koperasi pada hakekatnya adalah penerapan ilmu manajemen di koperasi dimana orang-orang yang diberi wewenang dan tanggung jawab melaksanakan proses perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian sumber daya yang dimiliki oleh koperasi untuk mencapai tujuan koperasi yaitu meningkatkan kesejahteraan berdasarkan nilai dan prinsip-prinsip koperasi. 6

PENTINGNYA MANAJEMEN BAGI ORGANISASI KOPERASI Manajemen dibutuhkan manakala adanya suatu organisasi, dimana orang-orang yang bergabung dalam organisasi tersebut dituntut harus mampu bekerjasama untuk mengelola dan mengorganisasikan sumber daya yang dimiliki organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah disepakati. Koperasi sebagai organsasi ekonomi modern yang berwatak sosial dituntut harus mampu mewujudkan tujuannya. 7

TUJUAN KOPERASI Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. (Pasal 3 UU No. 25 Tahun 1992) Tercapai tidaknya tujuan koperasi dapat diukur dari indikator kesejahteraan anggota yang dapat dilihat dari manfaat ekonomi dan manfaat sosial yang diterima oleh anggota koperasi. 8

APA MANFAAT EKONOMI BAGI ANGGOTA? Peningkatan skala usaha. Koperasi memberikan kesempatan pada anggota untuk menjual atau membeli barang atau jasa secara bersama-sama sehingga biaya yang timbul menjadi lebih rendah. Biaya pembelian yang murah akan memberikan manfaat harga yang lebih murah bagi anggota. Pemasaran. Koperasi dapat menampung hasil produksi anggota dan menjualnya ke pasar. Dengan menjual secara bersamasama melalui koperasi, maka biaya pemasaran yang harus dikeluarkan oleh masing-masing anggota menjadi lebih rendah dibandingkan dengan menjual secara sendiri-sendiri. Biaya pemasaran yang rendah berarti penghematan bagi anggota yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan bersih anggota. 9

APA MANFAAT EKONOMI BAGI ANGGOTA? Pengadaan Barang dan Jasa. Koperasi dapat menyediakan barang dan jasa kebutuhan anggota. Dengan membeli secara bersama-sama melalui koperasi, maka memungkinkan anggota untuk mendapatkan barang dan jasa dalam jumlah dan kualitas yang baik dan harga yang lebih murah Fasilitas Kredit. Koperasi dapat memberikan kemudahan bagi anggota yang membutuhkan fasilitas kredit dalam bentuk proses yang cepat, jaminan yang ringan, dan bunga yang rendah. Hal ini dapat dilakukan karena anggota adalah pemilik yang sekaligus pengguna bagi koperasinya. 10

APA MANFAAT EKONOMI BAGI ANGGOTA? Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU). Sebagai anggota, pada akhir tahun akan memperoleh bagian SHU yang besarnya dihitung berdasarkan transaksi (pembelian, pemasaran, dan pengambilan kredit), dan partisipasi modal yang telah diberikan anggota kepada koperasi. 11

APA MANFAAT SOSIAL BAGI ANGGOTA? Keuntungan Kelompok. Dengan berkoperasi, gerakan koperasi memiliki potensi untuk menekan atau mempengaruhi kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Karena gerakan koperasi mewakili kepentingan banyak orang dengan menghimpun masa yang cukup besar dalam rangka memperjuangkan pembangunan yang pro terhadap hajat hidup rakyat banyak. Pendidikan dan Pelatihan. Pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan dalam berkoperasi, berorganisasi, dan bisnis sebagai kunci untuk memerangi kebodohan dan kemiskinan. 12

APA MANFAAT SOSIAL BAGI ANGGOTA? Program Sosial lainnya. Agar terpupuk rasa kesetiakawanan antar anggota, koperasi dapat menyelenggarakan kegiatan asuransi, perumahan, jasa kesehatan, tunjangan hari tua, dan sebagainya. 13

Tujuan koperasi yang diukur dari manfaat ekonomi dan manfaat sosial bagi anggotanya tidak secara otomatis akan dapat diwujudkan oleh koperasi. Koperasi membutuhkan manajemen yang profesional yang mampu menerapkan fungsi dan proses manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian terhadap sumber daya yang dimilikinya secara efektif dan efisien berdasarkan karakteristik yang dimilikinya. 14

PERBEDAAN KOPERASI DAN BADAN USAHA LAIN Dimensi Perorangan Firma, CV PT Koperasi Pengguna Jasa Bukan pemilik Umumnya bukan pemilik Umumnya bukan pemilik Anggota Pemilik Usaha Individu Sekutu usaha Pemegang saham Anggota Hak Suara Individu Para sekutu Pemegang saham biasa PelaksanaanVoting Tidak perlu Biasanya menurut besarnya modal penyertaan Penentuan Kebijakan Balas Jasa terhadap Modal Penerima Keuntungan 15 Orang yang bersangkutan Menurut besarnya saham yang dimiliki melalui RUPS Anggota Para sekutu Direksi Pengurus Tidak terbatas Tidak terbatas Tidak terbatas Terbatas Orang yang bersangkutan Para sekutu secara proporsional Pemegang saham secara proporsional Satu orang satu suara melalui rapat anggota Anggota sesuai jasa partisipasi

FUNGSI DAN PROSES MANAJEMEN DI KOPERASI Manajemen didefinisikan dalam 4 fungsi spesifik dari manajer yaitu merencanakan (Planning), mengorganisasikan (Organizing), melaksanakan (Actuating), dan mengendalikan (Controlling). Proses adalah cara sistematik yang sudah ditetapkan dalam melakukan kegiatan. Manajemen suatu proses adalah pengertian yang menekankan bahwa manajer tidak peduli bakat dan keterampilannya terlibat dalam aktivitas yang saling terkait dalam fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan. 16

PROSES MANAJEMEN DI KOPERASI SUMBER DAYA MANUSIA P O A C SUMBER DAYA KEUANGAN SUMBER DAYA FISIK SASARAN SUMBER DAYA INFORMASI 17

PERENCANAAN Fungsi perencanaan adalah fungsi penting pertama yang harus dijalankan oleh pihak manajemen koperasi. Pengurus dan manajer di koperasi harus menyusun perencanaan penggunaan sumber daya manusia, modal, sarana fisik, dan informasi yang dimiliki koperasi untuk mencapai tujuan koperasi yang telah disepakati oleh para anggotanya. Sebelum menyusun perencanaan, pengurus dan manajer koperasi harus melakukan identifikasi dan evaluasi terlebih dahulu apa target atau sasaran apa saja yang sudah dicapai, kebutuhan pelayanan apa yang diinginkan oleh anggota dan belum dipenuhi koperasi, bagaimana kemampuan permodalan koperasi, termasuk juga situasi persaingan usaha di lingkungan koperasi. 18

APA MANFAAT PERENCANAAN BAGI KOPERASI? Sebagai perwujudan koordinasi di berbagai bagian untuk mencapai tujuan organisasi koperasi. Dapat menghindarkan keadaan yang tidak terduga di masa yang akan datang. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi dengan penggunaan metoda kerja yang sesuai dan sistematis. Memperlancar pendelegasian wewenang karena adanya kebijakan, prosedur, serta jadwal yang telah ditetapkan. Menghindarkan tindakan coba-coba, tanpa perhitungan yang menyebabkan pemborosan bagi koperasi. Sebagai pedoman pengawasan agar pelaksanaan kegiatan di koperasi selalu berpedoman pada tujuan. 19

LANGKAH DAN PROSEDUR PERENCANAAN Mengumpulkan fakta dan informasi yang berkaitan dengan situasi internal organisasi koperasi (organisasi, keanggotaan, permodalan, sarana dan prasarana, SDM, dan usaha koperasi) dan situasi eksternal (persaingan, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, hukum) koperasi. Menganalisis masalah dan potensi yang diperoleh dan didukung dengan fakta dan informasi dari langkah pertama. Memperkirakan perkembangan dan situasi koperasi dan lingkungannya di masa yang akan datang. 20

LANGKAH DAN PROSEDUR PERENCANAAN Menetapkan tujuan dan hasil sebagai patokan dan sasaran yang akan dicapai. Mengembangkan alternatif sebagai arah tindakan dan memilih alternatif yang paling sesuai (pengambilan keputusan). Alokasi sumber daya manusia, modal, sarana dan prasarana yang ditetapkan dalam matriks kebijakan untuk mendukung tujuan atau hasil dengan alternatif yang telah diputuskan. Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK). 21

PERAN PENGURUS DAN MANAJER DALAM PERENCANAAN DI KOPERASI Pengurus bersama manajer menyusun rencana strategis dan taktis baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Pengurus meminta manajer menyusun garis besar program operasional, selanjutnya dibahas bersama dengan pengurus dan pengawas. Manajer juga membuat anggaran untuk mencapai hasil yang dikehendaki tanpa mengabaikan struktur keuangan yang ada. Berdasarkan rencana yang ada, dibuat kebijakan sebagai pedoman seluruh pelaksanaan. 22

PERAN PENGURUS DAN MANAJER DALAM PERENCANAAN DI KOPERASI Secara bersama menetapkan kebijakan personalia, karyawan usaha keuangan dan anggota guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengurus membuat rencana penerimaan dan belanja koperasi (RAPBK). Rencana yang telah disusun dan RAPBK disampaikan dalam rapat anggota untuk dibahas dan mendapatkan pengesahan. 23

PENGORGANISASIAN Pengorganisasian adalah proses penciptaan hubungan antara berbagai fungsi, personalia, dan faktor-faktor fisik agar semua pekerjaan yang dilakukan dapat bermanfaat serta terarah pada suatu tujuan. Mengorganisasikan merupakan bagian proses manajemen yang memiliki arti membagi pekerjaan diantara para individu dan kelompok serta mengkoordinasikan aktivitas mereka agar setiap individu dapat mengetahui dengan jelas apa yang menjadi tugasnya sehingga mereka dapat bekerja sama dengan baik untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 24

APA MANFAAT FUNGSI PENGORGANISASIAN DALAM MANAJEMEN KOPERASI? Mencapai usaha terkoordinasi melalui perancangan struktur hubungan tugas dan wewenang baik yang menyangkut tugas pokok maupun tugas penunjang. Tugas pokok organisasi koperasi adalah memberikan pelayanan kepada anggota melalui unit-unit usaha koperasi. Tugas penunjang adalah unit kerja penunjang yang dapat dipakai bersama oleh unit-unit tugas pokok koperasi seperti bagian administrasi keuangan, bagian perencanaan, dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan. 25

LANGKAH DAN PROSES PENGORGANISASIAN DI KOPERASI Pengurus dan manajer di koperasi harus menginventarisir ulang personalia, dana, fasilitas, tugas-tugas pokok, tugas-tugas penunjang, dan prioritas tujuan. Merancang ulang (bila dibutuhkan) struktur organisasi yang sesuai dengan tuntutan organisasi koperasi. Menentukan pekerjaan yang harus dilaksanakan. Memilih, menempatkan, dan melatih karyawan sesuai dengan posisi jabatan atau tugasnya. Mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab secara proporsional dan berimbang sesuai dengan jabatannya. Membentuk sejumlah hubungan di dalam organisasi baik hubungan vertikal maupun horizontal. 26

PENGARAHAN Fungsi pengarahan adalah suatu proses menggerakkan dan menjalankan organisasi agar orang-orang yang diberi tugas, wewenang, dan tanggung jawab dapat bekerja menjalankan tugas untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Di sinilah pengurus dan manajer di koperasi dituntut harus menjalankan fungsi kepemimpinan. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain (bawahan atau pengikutnya) agar mau melaksanakan perintah atau pekerjaan yang diberikan oleh pemimpin. Fungsi-fungsi kepemimpinan yang dapat diperankan oleh pengurus dan manajer koperasi dapat meliputi fungsi pengarahan, pengkoordinasian, motivasi, dan komunikasi. 27

PENGARAHAN Fungsi pengarahan dapat diartikan sebagai tugas untuk membuat organisasi tetap hidup untuk menciptakan kondisi yang menumbuhkan minat kerja, kekuatan untuk bertindak, pemikiran yang imajinatif, dan kelompok kerja yang berkelanjutan. Tujuan tersebut dapat dicapai melalui mutu kepemimpinan yang ditunjukkan oleh pengurus atau manajer koperasi. Pengarahan yang dilakukan oleh pengurus koperasi dapat ditujukan untuk : Menentukan kewajiban dan tanggung jawab. Menetapkan hasil yang harus dicapai. Mendelegasikan wewenang yang diperlukan. Menciptakan kebutuhan (hasrat) untuk berhasil dan berprestasi. Mengawasi agar pekerjaan benar-benar dilaksanakan sebagaimana mestinya. 28

PENGKOORDINASIAN Koordinasi merupakan daya upaya untuk mensinkronkan dan menyatukan tindakan-tindakan kelompok tugas dalam suatu organisasi. Pengkoordinasian dapat meliputi aktivitas : Penafsiran program, kebijakan, prosedur, dan praktek. Pengupayaan pertumbuhan dan perkembangan karyawan. Pembinaan hubungan dengan para karyawan dan sikap yang tepat mengarah ke masa depan. Pengupayaan iklim bekerja yang kondusif untuk mencapai keberhasilan. Pengadaan arus informasi yang memadai, dimana komunikasi tidak saja ke bawah tetapi juga ke atas, dan ke samping secara efektif. 29

PENGENDALIAN Pengendalian merupakan aktivitas untuk menemukan, mengkoreksi adanya penyimpangan-penyimpangan dari hasil yang telah dicapai dibandingkan dengan rencana kerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Pada setiap tahapan kegiatan perlu dilakukan pengendalian agar lebih cepat dilakukan koreksi bila terjadi penyimpangan. 30

JENIS-JENIS PENGENDALIAN Pengendalian pendahuluan (Preliminary control) Pengendalian (Gibson,at.al, 1996) Pengendalian umpan balik (feedback control) Pengendalian bersamaan (concurrent control) 31

Pengendalian pendahuluan berfokus pada pencegahan penyimpangan dalam kualitas dan kuantitas dari sumber daya yang digunakan oleh organisasi. Pengendalian bersamaan, memantau operasi yang berjalan, memastikan bahwa berbagai tujuan telah direalisasikan. Pengendalian umpan balik berfokus pada hasil-hasil akhir. 32

SIAPA YANG MELAKUKAN PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN DI KOPERASI? Anggota koperasi. Partisipasi aktif anggota dalam pengawasan dapat dilakukan anggota untuk menggunakan hak bicaranya yaitu hak untuk bertanya dan memberikan kritik dan saran terhadap pelaksanaan kebijakan pengurus baik secara langsung, menulis surat melalui kotak saran yang disedian, dan dalam rapat anggota. Pengawas. Pengawas memiliki fungsi yang jelas dalam pengawasan dan pengendalian manjemen di koperasi. Pengurus dan Manajer. Pengendalian yang dilakukan pengurus dan manajer dalam rangka memonitor/memantau apakah proses dan pelaksanaan kegiatan selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, dan memberi peringatan serta mengambil langkahlangkah bila diperlukan untuk melakukan tindakan korektif. 33

SIAPA YANG MELAKUKAN PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN DI KOPERASI? Badan penasihat dewan pembina. Memberikan nasihat dan pembinaan kepada pengurus koperasi baik di bidang kelembagaan, organisasi, maupun usaha koperasi agar koperasi tumbuh dan berkembang. Kementerian Koperasi dan KUKM. Unsur pemerintah yang mempunyai tugas dalam melaksanakan pembinaan kepada koperasi agar koperasi mematuhi segala ketentuan yang diatur oleh pemerintah. 34