8/2/202 Pengukuran Kaasitansi dan Induktansi Anhar, MT anhar9@gmail.com Pendahuluan Induktor dan kaasitor meruakan komonen enting. Daat dikur dng embatan AC yg meruakan modifikasi embatan DC. Contoh : embatan kaasitansi seri dan aralel, embatan embanding induktansi, embatan Maxwell-Wien dan embatan Hay.
8/2/202 angkaian ekuivalen C Kaasitor C dan : tahanan dielektrik/tahanan bocor Kaasitor elektrolit : tahanan bocor aralel rendah, arus bocor tinggi Kaasitor film lastik : tahanan aralel tinggi, arus bocor rendah. angkaian ekuivalen Induktor : s dan s Idealnya, s rendah Bila s tinggi, rugi-ruginya besar. 2
8/2/202 Konversi seri ke aralel d angk C dan ihat gambar : Krn kedua rangk ekuivalen maka kedua imedansi uga harus sama :
8/2/202 Dng menyamakan bag imaginer, maka : Karena, maka : Utk kaasitor, Utk induktor, Konversi aralel ke seri d rangk ekuivalen C dan angk aralel sering diubah ke seri krn tahanan serinya mereresentasikan kualitas induktor.
8/2/202 Krn kedua rangk ekuivalen : Dng menyamakan bag real : Krn dan maka : Dng menyamakan bg imaginer : Utk kaasitor : Utk induktor : 5
8/2/202 Faktor Q dr Induktor Kualitas induktor ditunukkan dr disiasi dayanya. Faktor Q induktor dr rangk ekuicalen seri : Bila s <<, Disiasi daya <<, Q >>. Utk rangk ekuivalen aralel : >>, Q>> Faktor D dr kaasitor Kualitas kaasitor dilihat dr besar disiasi daya mell faktor D Kaasitor murni memiliki tahanan dielektrik tinggi, sehingga disiasi dayanya mendekati nol. Faktor D utk rangk ekuivalen aralel : Tahanan dielektrik>>, arus bocor<<, disiasi anas <<, faktor D<< yg semakin baik. Faktor D utk rangk ekuivalen seri : 6
8/2/202 Jembatan AC Syarat kesetimbangan : Prosedur enyetimbangan Jembatan AC 7
8/2/202 Jembatan kaasitansi. Jembatan Kaasitansi Sederhana Jembatan Kaasitansi 2. Jembatan kaasitansi-resistansi seri 8
8/2/202 9
8/2/202 0 Jembatan Induktansi 2. Jembatan Maxwell-Wien 2 / / C C s s + + + K K / C s s + + s s C + + s s C Jembatan Induktansi. Jembatan Hay 2 2 / / / C K C / / / C s C C
8/2/202 Pengukuran C yg memiliki nilai kecil Kalau mengukur C yg kecil, kawat enghubung harus dierhatikan yg dt menyebabkan faktor tahanan, induktansi dan kaasitansi stray. Dt diminimal dng metode substitusi. Caranya :. Jembatan disetimbangkan dng kaasitansi besar C 2. Kaasitor C dihub aralel dng kaasitor Cx. Ketika embatan setimbang, dieroleh dr C+Cx+Cs. Cx dt dihitung dng mengurangkan (C+Cx+Cs) dng (C+Cs) angk Pengukuran C
8/2/202 Q-Meter Induktor, kaasitor dan resistor yg beroerasi d frek F, tdk dt diukur dng teat d frek rendah. Jadi, gunakan metode resonansi. Pake Q-Meter. Q-Meter Pd saat resonansi : E VC VKdanKI 2 KatauK C C Q C Karena V I dan V / I maka : Q E / I V Q E VC E 2
8/2/202 atihan. Sebuah embatan kaasitansi sederhana dng kaasitor standar C0,μF, rasio / dt diset antara 00: samai :00. hitung range kaasitansi Cx yg dt diukur oleh embatan ini. 2. Jembatan kaasitansi-resistansi seri memiliki kaasitor standar C0,μF. Kesetimbangan tercaai d frekuensi suly 00Hz ketika 25Ω,,7kΩ dan 0kΩ. Hitung komonen tahanan dan kaasitansi dari kaasitor yg diukur beserta faktor D dr kaasitor.. Jembatan kaasitansi-resistansi aralel memiliki kaasitor standar C0,μF. Kesetimbangan tercaai d frekuensi suly 00Hz ketika 75Ω,,7kΩ dan 0kΩ. Hitung komonen tahanan dan kaasitansi dari kaasitor yg diukur beserta faktor D dr kaasitor.. Suatu induktor bertanda 500mH akan dicek dng embatan embanding induktansi yg memiliki 00mH dan 5kΩ. Tahanan induktor 500mH diukur sebesar 270Ω. Hitung tahanan dan yang sekiranya dt membuat embatan seimbang. 5. Jembatan Maxwell-Wien menggunakan kaasitor C0,μF. Kesetimbangan tercaai d frekuensi suly 00Hz ketika,26kω, 500Ω dan 70Ω. Hitung s dan s serta faktor Q dr induktor.
8/2/202 6. Jembatan Hay dng C0,μF. Kesetimbangan tercaai d frekuensi suly 00Hz ketika,26kω, 500Ω dan 75Ω. Hitung induktansi dan tahanan dalam rangk serta faktor Q dr induktor.