Maulana Akbar I. Limfoma Maligna

dokumen-dokumen yang mirip
Kanker Darah Pada Anak Wednesday, 06 November :54

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN KANKER TESTIS

Limfoma. Lymphoma / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

BAB I PENDAHULUAN. oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis sebagian besar bakteri ini menyerang

Definisi. Mesothelioma adalah keganasan yang berasal dari sel mesotel yang terletak di rongga pleura.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Penyakit Leukimia TUGAS 1. Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Browsing Informasi Ilmiah. Editor : LUPIYANAH G1C D4 ANALIS KESEHATAN

APA ITU TB(TUBERCULOSIS)

MAKALAH LIMFOMA MALIGNA ELIGIUS TEBAI. Univrsitas Krida wacana. A. Definisi

Leukemia. Leukemia / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

Mengapa Kita Batuk? Mengapa Kita Batuk ~ 1

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Limfoma merupakan keganasan yang berasal dari. sistem limfatik (University of Miami Miller School of

BAB 1 PENDAHULUAN. mutasi sel normal. Adanya pertumbuhan sel neoplasma ini ditandai dengan

BAB 2 PENGENALAN HIV/AIDS. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala

LEUKEMIA. - pendesakan kegagalan sumsum tulang - infiltrasi ke jaringan lain

BAHAYA AKIBAT LEUKOSIT TINGGI

Kanker Serviks. 2. Seberapa berbahaya penyakit kanker serviks ini?

SISTEM IMUN (SISTEM PERTAHANAN TUBUH)

BAB 2 DEFINISI, ETIOLOGI, KLASIFIKASI, DAN STADIUM EWING S SARCOMA. pada jaringan lunak yang mendukung, mengelilingi, dan melindungi organ tubuh.

Kanker Paru-Paru. (Terima kasih kepada Dr SH LO, Konsultan, Departemen Onkologi Klinis, Rumah Sakit Tuen Mun, Cluster Barat New Territories) 26/9

Materi Penyuluhan Konsep Tuberkulosis Paru

Mengenal Penyakit Kelainan Darah

SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

Kanker Payudara. Breast Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

BAB I PENDAHULUAN. penyakit kanker. Paru, prostat, kolorektal, lambung, dan hati merupakan 5 organ

BAB 1 PENDAHULUAN. Karsinoma servik merupakan penyakit kedua terbanyak pada perempuan

TETAP SEHAT! PANDUAN UNTUK PASIEN DAN KELUARGA

Patogenesis. Sel MM berinteraksi dengan sel stroma sumsum tulang dan protein matriks ekstraselular. Adhesion-mediated signaling & produksi sitokin

BAB 2 DESKRIPSI SINGKAT PEMBESARAN GINGIVA. jaringan periodonsium yang dapat terlihat secara langsung sehingga mempengaruhi

Tema Lomba Infografis Community TB HIV Care Aisyiyah 2016

BAB I PENDAHULUAN. Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan tumor ganas yang berasal dari epitel

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Payudara Thursday, 14 August :15

Penemuan PasienTB. EPPIT 11 Departemen Mikrobiologi FK USU

BAB 6 PEMBAHASAN. tahun, usia termuda 18 tahun dan tertua 68 tahun. Hasil ini sesuai dengan

LAMPIRAN 1. Universitas Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ETIKA PENELITIAN PADA SAMPEL BIOLOGI TERSIMPAN DAN SPESIMEN DARI MANUSIA. Ngatidjan

BAB I PENDAHULUAN. kompleks, mencakup faktor genetik, infeksi Epstein-Barr Virus (EBV) dan

PENANGANAN DAN PENCEGAHAN TUBERKULOSIS. Edwin C4

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang. Penyakit ginjal kronik (PGK) adalah suatu proses patofisiologi dengan

Panduan Nasional Penanganan Kanker Limfoma Non-Hodgkin

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. serta dapat menjalar ke ke tempat yang jauh dari asalanya yang disebut metastasis.

MENJELASKAN STRUTUR DAN FUNGSI ORGAN MANUSIA DAN HEWAN TERTENTU, KELAINAN/ PENYAKIT YANG MUNGKIN TERJADI SERTA IMPLIKASINYA PADA SALINGTEMAS

Bagi pria, kewaspadaan juga harus diterapkan karena kanker payudara bisa menyerang

Kanker Testis. Seberapa tinggi kasus kanker testis dan bagaimana kelangsungan hidup pasiennya?

LAPORAN PENDAHULUAN Soft Tissue Tumor

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

S T O P T U B E R K U L O S I S

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. tersebut disebut AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome). UNAIDS

BAB 1 PENDAHULUAN. mencapai stadium lanjut dan mempunyai prognosis yang jelek. 1,2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Arti tuberkulosis. Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh

Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti. Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan tentang etiologi kanker ovarium, diantaranya:

BAB 6 PEMBAHASAN. Telah dilakukan penelitian pada 45 penderita karsinoma epidermoid serviks uteri

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Kanker Prostat. Prostate Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

BAB 1 PENDAHULUAN. sampai bulan sesudah diagnosis (Kurnianda, 2009). kasus baru LMA di seluruh dunia (SEER, 2012).

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kanker ovarium merupakan keganasan yang paling. mematikan di bidang ginekologi. Setiap tahunnya 200.

MODUL KEPANITERAAN KLINIK BEDAH No. Modul : Topik : Keganasan pada Tulang Sub Topik : Osteosarkoma

Thalassemia. Abdul Muslimin Dwi Lestari Dyah Rasminingsih Eka Widya Yuswadita Fitriani Hurfatul Gina Indah Warini Lailatul Amin N

BAB I PENDAHULUAN. angka morbiditas, namun angka mortalitas leukemia juga dilaporkan di Amerika. Sampai

BAB 2 PENGERTIAN, ETIOLOGI, TANDA DAN GEJALA OSTEOSARKOMA. Osteosarkoma adalah suatu lesi ganas pada sel mesenkim yang mempunyai

BAB I PENDAHULUAN. Spondylitis tuberculosis atau yang juga dikenal sebagai Pott s disease

sex ratio antara laki-laki dan wanita penderita sirosis hati yaitu 1,9:1 (Ditjen, 2005). Sirosis hati merupakan masalah kesehatan yang masih sulit

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Dasar Determinasi Pasien TB

Kanker Serviks. Cervical Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

MODEL MATEMATIKA. Gambar 1 Proses Infeksi Virus HIV terhadap sel Darah Putih Sehat (Feng dan Rong 2006)

Kanker Usus Besar. Bowel Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

BAHAN AJAR V ARTERITIS TEMPORALIS. kedokteran. : menerapkan ilmu kedokteran klinik pada sistem neuropsikiatri

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. pada usia 6-12 tahun. Dimana anak ketika dalam keadaan sakit akan. masalah maupun kejadian yang bersifat menekan.

LEUKEMIA. Disusun Oleh: DIAN SHEILA APRILIA HANAN MEI FATMAWATI

BAB I PENDAHULUAN. paling sering ditemukan didunia. Tumor ini sangat prevalen didaerah tertentu

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

TINJAUAN TENTANG HIV/AIDS

BAB I PENDAHULUAN. dari rasa nyeri jika diberikan pengobatan (Dalimartha, 2002).

Gangguan Neuromuskular

BAB I PENDAHULUAN. sekitar 90 % dan biasanya menyerang anak di bawah 15 tahun. 2. Demam berdarah dengue merupakan masalah kesehatan masyarakat karena

BAB I PENDAHULUAN. Kanker payudara adalah keganasan yang terjadi pada sel-sel yang terdapat

PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. oleh kuman TBC ( Mycobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman. lainnya seprti ginjal, tulang dan usus.

leukemia Kanker darah

I. PENDAHULUAN. pada wanita dengan penyakit payudara. Insidensi benjolan payudara yang

I. PENDAHULUAN. disebabkan oleh mikroorganisme Salmonella enterica serotipe typhi yang

BAB XXV. Tuberkulosis (TB) Apakah TB itu? Bagaimana TB bisa menyebar? Bagaimana mengetahui sesorang terkena TB? Bagaimana mengobati TB?

I. PENDAHULUAN. urea dan sampah nitrogen lain dalam darah) (Brunner dan Suddarth, 2002)

ETIOLOGI : 1. Ada 5 kategori virus yang menjadi agen penyebab: Virus Hepatitis A (HAV) Virus Hepatitis B (VHB) Virus Hepatitis C (CV) / Non A Non B

NEUROBLASTOMA,NEFROBLASTOMA, RETINOBLASTOMA. Nurlaili Muzayyanah Departemen IKA FK UII

HIV/AIDS dapat menyerang setiap orang tanpa membedakan usia, ras, latar belakang kebudayaan ataupun agama.

DEFINISI KASUS MALARIA

Seri penyuluhan kesehatan. Kanker Leher Rahim. Dipersembahkan dengan gratis. Oleh: Klinik Umiyah. Jl. Lingkar Utara Purworejo,

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Kadang kanker paru (terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel alveolar) terjadi pada orang

Kanker Prostat - Gambaran gejala, pengujian, dan pengobatan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. terutama di Asia dan Afrika. Walaupun pengobatan TB yang efektif sudah

BAB 2 TUMOR. semua jaringan tubuh manusia pada berbagai keadaan sel untuk berkembang biak.

Transkripsi:

I. Limfma Maligna Limfma merupakan glngan gangguan limfprliferatif. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi dikaitkan dengan virus, khususnya Epstein-Barr virus yang ditemukan pada limfma Burkitt. Adanya peningkatan insidens penderita limfma pada kelmpk penderita AIDS pengidap virus HIV, tampaknya mendukung teri yang menganggap bahwa penyakit ini disebabkan leh virus. Awal pembentukan tumr pada gangguan ini adalah pada jaringan limfatik sekunder (seperti kelenjar limfe dan limpa) dan selanjutnya dapat timbul penyebaran ke sumsum tulang dan jaringan lain. Limfma dibedakan atas dasar histpatlgi mikrskpik dari kelenjar limfe yang terlibat. Pengglngan tersebut terdiri dari Limfma Hdgkin dan Nn Hdgkin. Walaupun tanda dan gejala limfma saling menutupi, pengbatan dan prgnsis berbagai limfma saling menutupi, pengbatan dan prgnsis berbagai limfma tetap berlainan. Dengan demikian adalah suatu keharusan untuk menegakkan diagnsis secara tepat. Untuk tujuan ini, diambil sebuah kelenjar limfe atau lebih untuk diperiksa secara mikrskpis. Limfma dibedakan menurut jenis sel yang menclk yang terdapat pada kelenjar limfe. Umumnya, prgnsis yang lebih baik dihubungkan dengan distribusi ndular dimana terdapat limfsit yang mennjl. Untuk mengenali asal neplastik baik sebagai limfsit B ataupun sebagai limfsit T, dilakukan pemeriksaan imunlgis dan sitkimiawi. Salah satu determinan utama dari pengbatan maupun prgnsis adalah stadium klinik penderita waktu diagnsis itu dibuat. Setelah diagnsis jaringan ditegakkan, harus dilakukan pengglngan meurut stadiumnya. Ini biasanya berupa : 1. Pemeriksaan fisik dengan perhatian khusus pada system limfatik (kelenjar limfe, hati dan limpa) 2. Hitung sel darah rutin, pemeriksaan diferensiasi dan hitung trmbsit 3. Pemeriksaan kimiawi darah (fungsi ginjal dan hati; asam urat) 4. Pembuatan radigram dada untuk melihat adanya adenpati di hillus (pembesaran kelenjar limfe brnkial) 5. CT Scan dada, abdmen dan pelvis 6. Limfangigram bipedal untuk memeriksa adanya keterlibatan kelenjar retrperitneal dan iliaka.

7. Scan tulang jika ada nyeri tekan pada tulang Bipsi sumsum tulang bilateral merupakan indikasi bagi penderita yang disertai gejala sistemik atau pada stadium III. Pada keadaan dimana sumsum tulang tidak terlibat, biasanya dilakukan laparatmi dengan splenektmi dan bipsi hati untuk mendapatkan diagnsis akurat pada penderita penyakit Hdgkin. Tindakan ini tidak rutin dilakukan pada penderita limfma nn-hdgkin. Limfma Nn-Hdgkin Limfma nn hdgkin merupakan salah satu jenis limfma maligna atau keganasan sel limfid. Keganasan ini dapat berasal dari sel limfsit B, Limfsit T atau berasal dari sel Natural Killer. Limfma Nn Hdgkin yang berasal dari Limfsit B adalah yang paling sering (85 %) sedangkan yang berasal dari Limfsit T dan NK berjumlah 15 %. Kemajuan ilmu pengetahuan dalam bidang imunlgi dan fisilgi limfsit, seperti membedakan limfsit dalam jenis sel B atau sel T memberikan klasifikasi yang lebih pasti dari limfma nn Hdgkin. Secara garis besar berdasarkan gradenya Limfma Nn Hdgkin dibedakan atas lw-grade, intermediate grade dan high-grade. Etilgi Translkasi krmsm memegang peranan penting penyebab terjadinya limfma maligna. Virus antara lain Epstein-Barr Virus (EBV), Human T-cell leukemia virus type 1 (HTLV-1), Hepatitis C virus (HCV) dan Kapsi sarcma assciated herpesvirus (KSHV). Faktr lingkungan antara lain akibat zat kimia (pestisida, herbisida), kemterapi dan radiasi. Inflamasi krnik seperti Sjögren syndrme dan Hashimt thyriditis Infeksi Helycbacter pylri Epidemilgi Median umur penderita limfma nn hdgkin adalah usia > 50 tahun kecuali untuk jenis Limfma Nn Hdgkin yang high-grade utamanya terjadi pada anak-anak dan usia dewasa

muda. Lw-grade limfma insidensnya dalam masyarakat sekitar 37 % dengan usia diantara 35-64 tahun Gejala klinik Berdasarkan gradenya manifestasi klinik yang timbul pada penderita Limfma ini antara lain sebagai berikut : Lw-grade lymphmas Limfadenpati difus tanpa rasa sakit dan dapat menyerang satu atau seluruh kelenjar limfe perifer Regresi spntan kelenjar limfe yang membesar Gejala knstitusinal berupa demam (>38 C), penurunan berat badan, berkeringat pada malam hari Apabila menginfiltrasi atau menginvasi sumsum tulang belakang akan menyebabkan cytpenia. Lemah dan lesu Intermediate-grade lymphmas & High-grade lymphmas Adenpathy Gejala knstitusinal Lymphblastic lymphma, high-grade lymphma, menunjukkan adanya massa mediastinum anterir dan psterir Pasien dengan limfma burkitt menunjukkan adanya massa abdmen yang besar dan adanya gejala bstruksi dari saluran pencernaan Hidrnefrsis bstruksi terjadi pada penderita limfma burkitt akibat bstruksi dari ureter Gejala-gejala lain pada saluran pencernaan, kulit, tulang, traktus urinarius, tirid dan susunan saraf pusat Pemeriksaan tambahan a. Fisik Lw-grade lymphmas Adenpathy perifeer

Splenmegali Hepatmegali Intermediate- and high-grade lymphmas Limphadenpathi Splenmegali Hepatmegali Massa abdmen yang besar. Massa testis Lesi pada kulit berupa lesi yang berhubungan dengan limfma sel T kutaneus (mycsis fungides), anaplastic large cell lymphma, dan angiimmunblastic lymphma Ft dada menunjukkan massa mediastinum bulky, yang berhubungan dengan primary mediastinal large B-cell lymphma atau lymphblastic lymphma b. Labratrium Pemeriksaan darah rutin menunjukkan : Anemia akibat autimun hemlysis, perdarahan dan akibat inflamasi krnik. Trmbsitpenia, leucpenia hingga pansitpenia akibat infiltrasi pada sumsum tulang. Lymphsitsis dan trmbsitsis Peningkatan kadar Laktat Dehirgenase (LDH) dan gangguan fungsi hati Peningkatan beta 2-mikrglbulin

Stadium Stadium Keterangan I Pembesaran KGB hanya 1 regi II Pembesaran 2 regi KGB dalam 1 sisi diafragma III Pembesaran KGB di 2 sisi diafragma IV Jika mengenai 1 ragan ekstra limfatik/lebih tetapi secara difus Penatalaksanaan Terapi pada limfma nn hdkin diberikan berdasarkan stadium : A. Stadium I : Raditerapi B. Stage II dan seterusnya : Kemterapi Karena pada Limfma Nn Hdkin dibagi atas tipe lw grade dan Intermediate/ High grade maka terapinya juga berdasarkan grade tersebut : Lw Grade 1. Tanpa Terapi (W/S) 2. Rituximab 3. Fludarabin 4. Alkylating Agent Oral 5. Kemterapi Kmbinasi CVP : Cyclpspamid, Vincristin, Prednisn

High Grade 1. Rituximab 2. Kemterapi Kmbinasi CHOP : Cyclpspamid, Dxrubicin, Vincristin, Prednisn 3. Transplantasi stem cell autglsus Prgnsis Indlent Lymphma Agresif Lyphma Prgnsis yang relatif baik, median survival 10 tahun, tapi tidak bisa disembuhkan pada stadium lanjut Perjalanan ilmiah lebih pendek, tapi lebih dapat disembuhkan dengan kemterapi kmbinasi intensif. II. Limfma Hdgkin Definisi Limfma hdgkin adalah suatu penyakit keganasan yang melibatkan kelenjar getah bening yang ditandai dengan adanya sel Ree Stenberg. Etilgi Penyebabnya belum diketahui, tetapi bukti menunjukkan adanya hubungan dengan virus seperti virus Ebstein Barr. Pada pemeriksaan mikrskpis dapat ditemukan DNA virus ebstein barr pada sel Reed Stenberg. Penyakit Hdgkin bia muncul pada berbagai usia, jarang ditemukan pada usia dibawah 10 tahun, ditemukan pada usia 20-40 tahun, dan diatas 60 tahun.

Gejala Klinis Penyakit Hdgkin biasanya ditemukan jika seserang mengalami pembesaran kelenjar getah bening yang tidak nyeri, paling sering di leher,tapi kadang-kadang penyebarannya sistemik. Walaupun biasanya tidak nyeri, pembesaran tersebut bisa menimbulkan nyeri dalam beberapa jam setelah penderita meminum alkhl dalam jumlah yang banyak. Gejala lainnya adalah symtm B yaitu demam, keringat malam, dan penurunan berat badan. Beberapa penderita mengalami demam Pel- Ebstein dimana suhu tubuh meninggi selama beberapa hari yang diselingi dengan suhu nrmal atau di bawah nrmal selama beberapa hari atau beberapa minggu. STADIUM Stadium Limfma Hdgkin PENYEBARAN PENYAKIT I II Penyakit menyerang satu regi kelenjar getah bening atau satu struktur limfid (missal : limpa, timus, cincin Waldeyer) Penyakit menyerang dua atau lebih regi kelenjar pada satu sisi diafragma, jumlah regi yang diserang dinyatakan dengan subskrip angka, misal : II2, II3, dsb. III IV Penyakit menyerang regi atau struktur limfid di atas dan di bawah diafragma. III1 : menyerang kelenjar splenikus hiler, seliakal, dan prtal III2 : menyerang kelenjar para-artal, mesenterial dan iliakal Penyakit menyerang rgan ekstra ndul, kecuali yg terglng E (E: bila primer menyerang 1 rgan ekstrandal) Keterangan yang dicantumkan: A. Tanpa Gejala B. Demam (>38 C), keringat malam, BB turun > 10% dalam 6 bulan X. Bulky disease E. Keterlibatan 1 rgan ekstrandal yang cntiguus/prksimal terhadap regi KGB

CS. Clinical Stage PS. Pathlgic Stage Diagnsis Pada penyakit hdgkin kelenjar getah bening membesar dan tidak menimbulkan nyeri, tanpa adanya infeksi, jika pembesaran ini berlangsung lebih ari 1 minggu maka dapat dicurigai penyakit Hdgkin, terutama jika demam, berkeringat malam dan disertai penurunan berat badan. Untuk mengetahui secara pasti penyakit Hdgkin dilakukan bipsi kelenjar getah bening yang hasilnya psitif jika ditemukan sel Reed Stenberg. Pemeriksaan Penunjang Untuk mengetahui stadium dari limfma Hdgkindapat dilakukan pemeriksaan : 1. Rntgen dada 2. Limfangigram 3. CT scann 4. Skenning galium 5. Laparatmi Penatalaksanaan Dua jenis pengbatan limfma Hdgkin yang efektif adalah dengan raditerapi dan kemterapi. Terapi penyinaran menyembuhkan 90 % Hdgkin stadium I dan II. Pengbatan dilakukan 4-5 minggu. Pengbatan ditujukan pada kelenjar getah bening yang terkena dan sekitarnya. Untuk stadium III dengan gejala dilakukan raditerapi sedangkan yang tanpa gejala dilakukan kemterapi dengan atau tanpa raditerapi. Pada stadium IV dilakukan kmbinasi dengan bat bat kemterapi. Prgnsis Prgnsis penyakit Hdgkin ini relatif baik. Penyakit ini dapat sembuh atau hidup lama dengan pengbatan meskipun tidak 100%. Tetapi leh karena dapat hidup lama,kemungkinan mendapatkan late cmplicatin makin besar. Late cmplicatin itu antara lain :

1.timbulnya keganasan kedua atau sekunder 2.disfungsi endkrin yang kebanyakan adalah tirid dan gnadal 3.penyakit CVS terutama mereka yang mendapat kmbinasi radiasi dan pemberian antrasiklin terutama yang dsisnya banyak (dse related) 4.penyakit pada paru pada mereka yang mendapat radiasi dan blemisin yang juga dse related 5.pada anak-anak dapat terjadi gangguan pertumbuhan