Metode perhitungan Belt conveyor

dokumen-dokumen yang mirip
Industri otomotif. belting. Product Finder Cara termudah untuk menemukan jenis belt yang paling sesuai untuk penghantaran

Tekstil Nonwovens (Bukan Tenunan)

Rekomendasi untuk desain mesin

Variasi produk. belt conveyor. Siegling total belting solutions

Peralatan penyambungan

Variasi produk Belt transmisi daya

Metode perhitungan. belt timing. Daftar Isi. Siegling total belting solutions. Formula 2. Perhitungan 5. Contoh perhitungan 7. Lembar perhitungan 15

Informasi teknis. belt modular. Penyimpanan Pra-pemasangan Pemasangan dan operasi. Daftar isi. Siegling total belting solutions.

Logam. belting. Product Finder Cara termudah untuk menemukan jenis belt yang paling sesuai untuk penghantaran. Siegling total belting solutions BARU

Perancangan Belt Conveyor Pengangkut Bubuk Detergent Dengan Kapasitas 25 Ton/Jam BAB III PERHITUNGAN BAGIAN-BAGIAN UTAMA CONVEYOR

BAB II PEMBAHASAN MATERI. industri, tempat penyimpanan dan pembongkaran muatan dan sebagainya. Jumlah

siegling transilon belt conveyor dan pengolahan Siegling total belting solutions

Di dalam publikasi ini Anda akan menemukan informasi dasar yang penting tentang conveyor dan belt pengolahan.

BAB IV ANALISA PERHITUNGAN

MAKALAH ELEMEN MESIN RANTAI. Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Elemen Mesin

Industri ban. belting. Product Finder Cara termudah untuk menemukan jenis belt yang paling sesuai untuk penghantaran. Siegling total belting solutions

SKRIPSI ANALISIS KEMBALI BELT CONVEYOR BARGE LOADING DENGAN KAPASITAS 1000 TON PER JAM

BAB II PEMBAHASAN MATERI. digunakan untuk memindahkan muatan di lokasi atau area pabrik, lokasi

BAB III TEORI PERHITUNGAN. Data data ini diambil dari eskalator Line ( lampiran ) Adapun data data eskalator tersebut adalah sebagai berikut :

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

FIsika USAHA DAN ENERGI

Rekomendasi untuk penyusunan dan perhitungan conveyor

SKRIPSI PERANCANGAN BELT CONVEYOR PENGANGKUT BUBUK DETERGENT DENGAN KAPASITAS 25 TON/JAM

1. Kopling Cakar : meneruskan momen dengan kontak positif (tidak slip). Ada dua bentuk kopling cakar : Kopling cakar persegi Kopling cakar spiral

BAB II DASAR TEORI 2.1 Konsep Perencanaan 2.2 Motor 2.3 Reducer

PERENCANAAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE YANG DIPAKAI PADA PABRIK PELEBURAN BAJA DENGAN KAPASITAS ANGKAT CAIRAN 10 TON

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

Soal Pembahasan Dinamika Gerak Fisika Kelas XI SMA Rumus Rumus Minimal

TRANSMISI RANTAI ROL

SOAL DINAMIKA ROTASI

TUGAS SKRIPSI MESIN PEMINDAH BAHAN

PERANCANGAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE YANG DIPAKAI DI WORKSHOP PEMBUATAN PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS ANGKAT 10 TON

BAB II TEORI DASAR. BAB II. Teori Dasar

MESIN PEMINDAH BAHAN

6. Berapakah energi kinetik seekor nyamuk bermassa 0,75 mg yang sedang terbang dengan kelajuan 40 cm/s? Jawab:

BAB USAHA DAN ENERGI I. SOAL PILIHAN GANDA

BAB III ANALISA PERHITUNGAN

Uji Kompetensi Semester 1

MESIN PEMINDAH BAHAN PERANCANGAN HOISTING CRANE DENGAN KAPASITAS ANGKAT 5 TON PADA PABRIK PENGECORAN LOGAM

Perhitungan Kapasitas Screw Conveyor perjam Menghitung Daya Screw Conveyor Menghitung Torsi Screw

Perhitungan Roda Gigi Transmisi

TRANSMISI RANTAI ROL 12/15/2011

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

Contoh Soal dan Pembahasan Dinamika Rotasi, Materi Fisika kelas 2 SMA. Pembahasan. a) percepatan gerak turunnya benda m.

BAB III PERENCAAN DAN GAMBAR

BAB 3 DINAMIKA GERAK LURUS

BAB II DASAR TEORI. c) Untuk mencari torsi dapat dirumuskan sebagai berikut:

BAB II PEMBAHASAN MATERI

IV. PENDEKATAN DESAIN

BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

Informasi teknis/ metode Perhitungan

SOAL TRY OUT FISIKA 2

SASARAN PEMBELAJARAN

LAPORAN TUGAS AKHIR ANALISA CONVEYOR BELT SYSTEM PADA PROJECT PENGEMBANGAN PRASARANA PERTAMBANGAN BATUBARA TAHAP 1 PT. SUPRABARI MAPANINDO MINERAL

Jenis Gaya gaya gesek. Hukum I Newton. jenis gaya gesek. 1. Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik.

BAB 5 Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perancangan yaitu tahap identifikasi kebutuhan, perumusan masalah, sintetis, analisis,

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

MEKANIKA UNIT. Pengukuran, Besaran & Vektor. Kumpulan Soal Latihan UN

MESIN PEMINDAH BAHAN PERENCANAAN TOWER CRANE DENGAN KAPASITAS ANGKAT 7 TON, TINGGI ANGKAT 55 METER, RADIUS 60 M, UNTUK PEMBANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT.

Perhitungan Transmisi I Untuk transmisi II (2) sampai transmisi 5(V) dapat dilihat pada table 4.1. Diameter jarak bagi lingkaran sementara, d

FISIKA XI SMA 3

Bab 4 Perancangan Perangkat Gerak Otomatis

PERANCANGAN MOTORCYCLE LIFT DENGAN SISTEM MEKANIK

PERANCANGAN KOMPRESOR TORAK UNTUK SISTEM PNEUMATIK PADA GUN BURNER

TUGAS SARJANA TEKNIK PENGECORAN LOGAM

Soal No. 2 Seorang anak hendak menaikkan batu bermassa 1 ton dengan alat seperti gambar berikut!

GAYA GESEK. Gaya Gesek Gaya Gesek Statis Gaya Gesek Kinetik

DINAMIKA 1. Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MT., MS.

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

Tarikan/dorongan yang bekerja pada suatu benda akibat interaksi benda tersebut dengan benda lain. benda + gaya = gerak?????

BAB II DASAR TEORI. yang menggerakan roda telah dibebaskan oleh kopling. Agar kendaraan bias. dan dengan jarak yang seminim mungkin.

Soal SBMPTN Fisika - Kode Soal 121

BAB III PROSES PERANCANGAN ROLLER CONVEYOR DI PT. MUSTIKA AGUNG TEKNIK

BAB IV PERHITUNGAN PERANCANGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Presentasi Tugas Akhir

ANALISA KEMAMPUAN ANGKAT DAN UNJUK KERJA PADA OVER HEAD CONVEYOR. Heri Susanto

BAB IV PERHITUNGAN DIMENSI UTAMA ESKALATOR. Dari gambar 3.1 terlihat bahwa daerah kerja atau working point dalam arah

Tim Olimpiade Fisika Indonesia. Test 1 (2,5 jam)

TES STANDARISASI MUTU KELAS XI

BAB 3 DINAMIKA. Tujuan Pembelajaran. Bab 3 Dinamika

Lampiran 1. Analisis Kebutuhan Daya Diketahui: Massa silinder pencacah (m)

BAB V Hukum Newton. Artinya, jika resultan gaya yang bekerja pada benda nol maka benda dapat mempertahankan diri.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Lampiran 1 Analisis aliran massa serasah

KOPLING. Kopling ditinjau dari cara kerjanya dapat dibedakan atas dua jenis: 1. Kopling Tetap 2. Kopling Tak Tetap

BAB II MESIN BUBUT. Gambar 2.1 Mesin bubut

USAHA DAN ENERGI. Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MT., MS.

BAB IV ANALISIS TEKNIK MESIN

Antiremed Kelas 11 FISIKA

BERKAS SOAL BIDANG STUDI : FISIKA

Transkripsi:

belt conveyor dan pengolahan Metode perhitungan Belt conveyor Daftar Isi Terminologi Sistem penghantaran satuan barang 3 Kisaran yang dapat diterima untuk sistem take up yang bergantung muatan 8 Sistem penghantaran benda berukuran besar 9 Brosur ini terdiri dari persamaan lanjutan, gambar, dan rekomendasi berdasarkan pengalaman panjang kami. Walaupun demikian, hasil perhitungan dapat berbeda dari program perhitungan kami, B_Rex (dapat diunduh secara gratis dari internet melalui www.forbo-siegling.com). Variasi-variasi ini dapat disebabkan oleh pendekatan-pendekatan berbeda yang diambil: sementara B-Rex didasari oleh perhitungan empirik dan membutuhkan deskripsi rinci pemesinan, metode perhitungan yang ditampilkan di sini berdasarkan persamaan fisika yang umum dan sederhana ditambah faktor-faktor tertentu yang melibatkan batas aman. Contoh perhitungan untuk penghantaran satuan barang 1 Pada kebanyakan kasus, batas aman dalam perhitungan pada brosur ini akan lebih besar dibandingkan pada perhitungan yang bersesuaian pada progam B_Rex. Informasi lebih lanjut mengenai desain mesin dapat diperoleh dari brosur kami, ref no 305 Rekomendasi untuk desain mesin. Siegling total belting solutions

Terminologi Key to the abbreviations Penunjukan Penyingkatan Satuan Lebar drum dan roller b mm Lebar belt b 0 mm Faktor kalkulasi C.. Diameter drum dan roller d mm Diameter drum penggerak d A mm Ketahanan putaran roller pendukung f Gaya tarik F N Gaya tarik belt maksimum (pada drum penggerak) F 1 N Gaya tarik belt minimum (pada drum penggerak) F N Gaya pada berat bertegangan F R N Gaya tarik efektif F U N Berat drum bertegangan F TR N Kondisi stabil muatan poros pada drum penggerak F WA N Nilai awal pada muatan poros F W initial N Muatan poros pada return drum F WU N Percepatan gravitasi (9.81m/s ) g m/s Perbedaan pada radius drum (crowning) h mm Tinggi penghantaran h T m Gaya tarik belt relaksasi pada perpanjangan 1 % per satuan lebar k 1% N/mm Ulir support roller pada bagian atas l 0 mm Panjang transisi l S mm Ulir support roller pada bagian sebaliknya l u mm Panjang belt geometris L g mm Panjang conveyor l T m Masa barang yang dihantarkan sepanjang panjang total conveyor m kg (total muatan) Masa barang yang dihantarkan pada bagian atas (total muatan) m 1 kg Masa barang yang dihantarkan pada sisi sebaliknya (total muatan) m kg Masa belt m B kg Masa barang yang dihantarkan per m panjang pada m 0 kg/m muka bagian atas (muatan lini) Masa seluruh drum yang berotasi, kecuali untuk drum penggerak m R kg Masa barang yang dihantarkan per m panjang pada sisi sebaliknya m u kg/m (muatan lini) Daya motor mekanis P M kw Daya mekanis yang dihitung pada drum penggerak P A kw Toleransi produk Tol % Koefisien gesekan ketika dijalankan di atas roller µ R Koefisien gesekan untuk penghantaran akumulasi µ ST Koefisien gesekan ketika dijalankan di atas meja pendukung µ T Kecepatan belt v m/s Aliran volume untuk penghantaran barang berukuran besar V m 3 /h Total kisaran yang dapat diterima X mm Belt kendor y B mm Defleksi drum y Tr mm Batas untuk kisaran yang dapat diterima Z mm Sudut kemiringan mesin α Busur kontak pada drum penggerak (atau snub roller) β Sudut bukaan pada drum bertegangan γ Perpanjangan belt (pra-tarik dengan berat) ΔL mm Sudut kemiringan yang diperbolehkan untuk satuan barang δ Perpanjangan pada pemasangan ε % Perpanjangan maksimum belt ε max % Efisiensi penggerak η Masa jenis barang curah yang dihantarkan ρ S kg/m 3

Sistem penghantaran satuan barang m = l T. Berat barang yang dihantarkan per meter F U = µ R. g. (m + m B + m R ) Contoh-contoh muatan untuk menghasilkan gaya tarik efektif maksimum F u m B m B FU = µ T. g. (m + ) + µ R. g ( + m R ) F U = µ T. g. (m 1 + m + m B ) Arah yang dihantarkan naik F U = µ R. g (m + m B + m R ) + g. m. sin α Arah yang dihantarkan turun F U = µ R. g (m + m B + m R ) g. m. sin α Arah yang dihantarkan naik F U = µ T. g ( m + m B ) + µ R. g ( m B + m R ) + g. m. sin α Arah yang dihantarkan turun F U = µ T. g ( m + m B ) + µ R. g ( m B + m R ) g. m. sin α m B m B FU = µ T. g ( m + ) + µ R. g ( + m R ) + µ ST. g. m F U = Silakan tanyakan F U = Silakan tanyakan 3

Koefisien gesekan untuk berbagai pelapisan (panduan) 0, A0, E0, NOVO U1, V1, VH UH, VH, TXO T, U0, P UH, V5H, (Amp Miser) V10H µ T (meja) 0.33 0.33 0.5 0.5 0.18 µ T (papan geser galvanis) 0.4 µ R (roller) 0.033 0.033 0.033 0.033 µ ST (gabungan) 0.33 0.33 0.5 0.5 Catatan: Pernyataan Koefisien gesek berdasarkan kepada pengalaman dengan permukaan gesek yang lama yang telah mengacu kepada kahausan standar terhadap air dan tanah. Koefisien gesek ini adalah sekitar 1,5 kali lebih tinggi untuk permukaan yang baru Gaya tarik belt maksimum F 1 F₁ = F U. C 1 P M η C 1 1000 F 1 = v Jika gaya tarik efektif F U dapat dihitung Jika gaya tarik efektif FU tidak dapat dihitung, F 1 dapat diperoleh dari daya motor yang terpasang P M. Faktor C 1 (berlaku untuk drum penggerak) Siegling Transilon Pelapis bagian bawah V3, V5, U, A5, E3 V1, U1, UH, UH, VH, V5H Busur kontak beta 180 10 40 180 10 40 Drum baja halus Kering 1.5 1.4 1.3 1.8 1.6 1.5 Basah 3.7 3..9 5.0 4.0 3.0 Drum terinsulasi Kering 1.4 1.3 1. 1.6 1.5 1.4 Basah 1.8 1.6 1.5 3.7 3..9 Siegling Transilon Pelapis bagian bawah 0, U0, NOVO, E0, A0, T, P TX0 (AmpMiser) Busur kontak beta 180 10 40 180 10 40 Drum baja halus Kering.1 1.9 1.7 3.3.9.6 Basah tidak direkomendasikan tidak direkomendasikan Drum terinsulasi Kering 1.5 1.4 1.3.0 1.8 1.7 Basah.1 1.9 1.7 tidak direkomendasikan 4

F 1 N C [ ] b 0 mm F 1 Jika nilai lebih besar dari C, b 0 tipe belt yang lebih kuat (dengan nilai k 1% yang lebih tinggi) harus digunakan C mengindikasikan gaya tarik belt maksimum yang diperbolehkan per satuan lebar untuk jenis belt tersebut Faktor C Memeriksa tipe Transilon yang dipilih C = ε max. k 1% Anda dapat memperoleh rincian tentang perpanjangan maksimum pada lembar data produk. Jika tidak tersedia, nilai-nilai berikut ini dapat diasumsikan (tapi tidak dapat dijamin) Jenis batang Polyester Aramida tegangan (huruf kunci E) (huruf kunci AE) Contoh jenis E /1, E 3/1, E 4/, E 6/1, NOVO, E 8/, E 10/M, E 1/, AE 48/H, AE 80/3, AE 100/3, kelas dalam % E 15/, E 15/M, E 18/3, E 0/M, E 30/3, E 44/3 AE 140/H, AE 140/3 ε max.0 0.8 Catatan: Jika belt berlubang, bo harus dikurangi dengan total lebar lubang pada luas permukaan tertentu. Pada kasus temperatur ekstrem, faktor C berubah. Silakan tanyakan lebih lanjut. Diameter minimum drum penggerak d A F U C 3 180 d A = b 0. β [mm] Siegling Transilon V3, V5, U, V1, U1, UH 0, U0, NOVO, Pelapis bagian bawah A5, E3 T, P Faktor C 3 (berlaku untuk drum penggerak) Drum baja halus Kering 5 30 40 Basah 50 tidak direkomendasikan tidak direkomendasikan Drum terinsulasi Kering 5 5 30 Basah 30 40 40 Kapasitas mekanik pada drum penggerak P A F U v P A = 1000 [kw] Kapasitas mekanik yang dibutuhkan P M P A P M = η [kw] = Motor standar terbesar berikutnya yang terpilih 5

Kisaran pengambilan untuk sistem pengambilan yang dioperasikan mur Faktor-faktor di bawah ini harus dijadikan bahan pertimbangan ketika menentukan kisaran pengambilan. 1. Nilai rata-rata perpanjangan pada pemasangan belt, yang dihasilkan dari muatan belt. Untuk menentukan nilai e, lihat halaman 7 dan 8.. Toleransi produksi belt seperti 3. Pengaruh eksternal apapun yang mungkin membutuhkan perpanjangan (tegangan) yang lebih besar dibandingkan biasanya, atau mungkin membutuhkan batas aman, seperti pengaruh temperatur, operasi jalan dan berhenti. Tol +Tol ε z x Pada umumnya, perpanjangan pada proses pemasangan, bergantung pada muatan, bervariasi mulai dari kurang lebih 0. 1 %, sudah cukup, sehingga normalnya, kisaran take up x dari kira-kira 1 % panjang belt sudah memadai. Panduan untuk muatan poros pada saat diam dengan gaya tarik F Pada saat diam Ketika Anda mengestimasi muatan poros, tolong uji gaya tarik belt dengan level yang berbeda-beda ketika conveyor dalam kondisi diam dan bergerak. F W1 = F W =. F F ε%. k 1%. b 0 Panduan untuk pemanjangan pada saat pemasangan e di penggerak kepala Penggerak kepala pada saat kesetimbangan Perpanjangan minimum pada saat pemasangan penggerak kepala F U / +. F ε [%]. k 1%. b 0 F = F 1 F U F WA = F 1 + F 6

Penggerak ekor pada saat kondisi setimbang Panduan untuk perpanjangan pada saat pemasangan e di penggerak ekor Perpanjangan minimum pada saat pemasangan penggerak ekor adalah: F = F 1 F U F U / + F + F U ε = [%] k 1% b 0 Panduan untuk perpanjangan pada saat pemasangan e di penggerak berbalik arah Perpanjangan minimum pada saat pemasangan untuk mengoperasikan penggerak kepala adalah: Penggerak berbalik arah pada saat kondisi setimbang F U (C 1 K) ε = [%] k 1% b 0 Panduan untuk muatan poros pada saat kondisi setimbang K untuk penggerak kepala = 0.75 K untuk penggerak berbalik arah = 0.6 K untuk penggerak ekor = 0.5 Drum penggerak rata-rata β = 180 F WA = F 1 + F K untuk penggerak berbalik arah β = 180 Muatan poros ketika menegangkan belt F W3 =. F Rol snub β = 60 F W6 =. F. sin (β/) Drum penggerak rata-rata β 180 F WA = F 1 + F. F. 1 F. cos β Batang tegangan yang terbuat dari bahan sintetis menunjukkan perilaku relaksasi yang signifikan. Sebagai hasilnya, nilai rileks k 1% dijadikan basis untuk menghitung belts yang berpadanan dengan ISO 1181. Nilai ini mendeskripsikan sifat gaya-perpanjangan jangka panjang yang mungkin dari bahan belt yang telah dikenakan tekanan oleh defleksi dan perubahan muatan. Hal ini menghasilkan gaya perhitungan F W. Ini mengisyaratkan bahwa gaya belt yang lebih tinggi akan terjadi ketika belt ditegangkan. Gaya-gaya ini harus dijadikan bahan perhitungan ketika mengukur drum dan komponen-komponennya Nilai berikut ini dapat diasumsikan sebagai referensi. F Winitial = F W. 1.5 Dalam kasus-kasus kritis, kami merekomendasikan Anda menghubungi teknisi aplikasi di Forbo Siegling. 7

Mengukur sistem take up yang bergantung pada gaya Menentukan F R Pada sistem take up bermuatan berat, berat tegangan harus membangkitkan gaya tarik belt minimum F untuk mencapai genggaman belt sempurna pada drum penggerak (sistem take up pegas, pneumatik, dan hidrolik bekerja dengan prinsip yang sama). Berat tegangan harus dapat bergerak secara bebas. Sistem take up harus dipasang di belakang seksi penggerak. Operasi secara terbalik tidak mungkin dilakukan. Kisaran take up bergantung pada gaya tarik efektif, gaya tarik F yang dibutuhkan, perpanjangan belt, toleransi produksi, batas aman untuk menegangkan Z, dan belt yang dipilih. F R =. F F TR F U F 1 F Contoh untuk menentukan berat tegangan F R pada busur kontak 180 (F TR = berat drum bertegangan ) F F TR F R γ F R = F cos _ F TR F U F 1 F Contoh untuk menentukan berat tegangan F R pada sudut gamma sesuai sketsa (F TR = berat drum bertegangan ) γ F F TR F R Menentukan perpanjangan belt ΔL Pada sistem take up yang digerakkan oleh gaya, perpanjangan keseluruhan dari belt berubah sesuai level gaya tarik efektif. Perubahan dalam perpanjangan belt harus diserap oleh sistem take up. Untuk penggerak kepala, ΔL dapat dihitung dengan cara sebagai berikut. F U /4 + F TR + F R L = L g [mm] k 1% b 0 8

Sistem penghantaran barang curah Barang curah δ (perkiraan. ) Abu, kering 16 Abu, basah 18 Tanah, lembap 18 0 Biji-bijian, kecuali gandum 14 Kapur, bongkahan 15 Kentang 1 Gipsum dalam bentuk bubuk 3 Gipsum dalam bentuk halus 18 Kayu, gelondongan 4 Pupuk buatan 1 15 Tepung 15 18 Benda yang dihantarkan Masa jenis ρ S [10 3 kg/m 3 ] Abu, dingin, kering 0.7 Tanah, lembap 1.5 1.9 Biji-bijian (kecuali gandum) 0.7 0.85 Kayu, keras 0.6 1. Kayu, lembut 0.4 0.6 Kayu, gelondongan 0.35 Arang 0. Pulses 0.85 Kapur, bongkahan 1.0 1.4 Pupuk buatan 0.9 1. Kentang 0.75 Garam, bubuk 1. 1.3 Garam, batu.1 Gipsum, dilumat sampai halus 0.95 1.0 Barang curah δ (perkiraan. ) Garam, halus 15 18 Garam, bongkahan 18 0 Tanah liat, basah 18 0 Pasir, kering, basah 16 Gambut 16 Gula, halus 0 Gula, mentah 15 Semen 15 0 Benda yang dihantarkan Masa jenis ρ S [10 3 kg/m 3 ] Gipsum, hancur 1.35 Tepung 0.5 0.6 Terak 1. 1.5 Tanah liat, kering 1.5 1.6 Tanah liat, basah 1.8.0 Pasir, kering 1.3 1.4 Pasir, basah 1.4 1.9 Sabun, serpihan 0.15 0.35 Slurry 1.0 Gambut 0.4 0.6 Gula, halus 0.8 0.9 Gula, mentah 0.9 1.1 Tebu 0. 0.3 Sudut longitudinal kemiringan δ Panduan untuk sudut longitudinal kemiringan δ yang diperbolehkan dalam berbagai benda bermuatan besar. Sudut aktual pemesinan α harus lebih kecil dibandingkan δ. Nilai-nilai ini bergantung pada bentuk partikel, ukuran, dan sifat mekanis barang yang dihantarkan, tanpa perlu memperhitungkan lapisan conveyor belt. Masa jenis beberapa benda curah ρ S b 0 mm 400 500 650 800 1000 100 1400 Sudut tambahan 0 5 3 4 5 66 80 94 Sudut tambahan 10 40 57 88 13 181 48 36 Aliran volume V untuk belt yang mendatar Tabel ini menunjukkan aliran volumer per jam untuk belt berkecepatan 1 m/s. Belt conveyor yang mendatar dan horizontal. Belt dilengkapi dengan profil longitudinal T0 yang tingginya 0 mm pada muka atas ujung belt. 9

Aliran volume V untuk belt conveyor palung Dalam m 3 /h dengan kecepatan belt 1 m/s Dalam kondisi sesungguhnya, nilai teoretis untuk aliran volume hampir tidak pernah tercapai karena hanya berlaku untuk belt horizontal dengan muatan yang rata secara sempurna. Muatan yang tidak rata dan sifat dari barang yang dihantarkan dapat mengurangi nilainya hingga kurang lebih 30 %. b 0 mm 400 500 650 800 1000 100 1400 Sudut palung 0 Sudut tambahan 0 1 36 67 105 173 53 355 Sudut tambahan 10 36 60 110 17 81 41 57 Sudut palung 30 Sudut tambahan 0 30 51 95 149 46 360 504 Sudut tambahan 10 44 74 135 11 345 505 703 Faktor C 6 Pada penghantaran menaik, kuantitas teoretis barang yang dihantarkan sedikit lebih kurang. Ini dapat dihitung dengan menerapkan faktor C 6 yang bergantung pada sudut penghantaran. Faktor C 4 Gaya tarik efektif tambahan, contohnya dari pengerik dan alat kebersihan, ikut diperhitungkan dengan mengikutkan faktor C 4. Sudut penghantaran α [ ] 4 6 8 10 1 Faktor C 6 1.0 0.99 0.98 0.97 0.95 0.93 Sudut penghantaran α [ ] 14 16 18 0 Faktor C 6 0.91 0.89 0.85 0.81 0.76 I T [m] 5 50 75 100 150 00 C 4 1.9 1.8 1.7 1.5 1.3 Ketahanan rolling untuk rol pendukung f f = 0.05 untuk bantalan rol f = 0.050 untuk bantalan luncur Menentukan masa barang yang dihantarkan m m = V. δ. S l T. 3.6 v [kg] 10

F U = g C 4. f (m + m B + m R ) ± g m. sin α Perhitungan sama seperti satuan barang Menetapkan gaya tarik efektif F U ( ) ke bawah (+) ke atas Ulir roller pendukung bergantung pada gaya tarik belt dan massa. Persamaan di bawah ini digunakan untuk menghitungnya. Jika maksimum 1 % kelonggaran diperbolehkan (misal y B = 0.01 l 0 ) Rekomendasi l 0 maks b 0 l u 3 l 0 maks Ulir roller pendukung l 0 = y B. 800. F m' 0 + m' B [mm] l 0 = 8. F m' 0 + m' B [mm] l 0 = Ulir roller pendukung pada bagian atas dalam mm y B = Kelonggaran maksimum untuk belt conveyor dalam mm F = Gaya tarik belt pada tempat yang bersangkutan m' 0 + m' B = Masa benda yang dihantarkan dan belt dalam kg/m 11

Contoh perhitungan untuk satuan barang yang dihantarkan Dalam sistem pensortiran barang, belt conveyor dimuati oleh barang dan dikirimkan ke pusat distribusi. Penghantaran horizontal, pendukung piringan selip, sistem penggerak balik seperti yang ditunjukkan pada sketsa, penggerak via muka atas belt, drum penggerak dengan, sistem tegangan yang dioperasikan mur, 14 roller pendukung. Jenis belt yang dianjurkan: Siegling Transilon E8/ U0/V5H MT hitam (90006) with k 1% = 8 N/mm. Drum ekor 1,, 6 Roller menjorok ke dalam 3, 7, 8 Drum penggerak 5 Roller pendukung 4, 9 dan berbagai drum tegangan 6 Panjang conveyor l T = 50 m Panjang belt geometris L g = 105000 mm Lebar belt b 0 = 600 mm Muatan total m = 100 kg Busur kontak β = 180 v = ca. 0.8 m/s g = 9.81 m/s Massa roller m R = 570 kg (seluruh drum kecuali nomor 5) Gaya tarik efektif F U m B m B FU = µ. T g (m + ) + µ. R g ( + m R ) 157.5 157.5 F U = 0.33. 9.81 (100 + ) + 0.033. 9.81 ( + 570) F U 4340 N m = 100 kg µ R = 0.033 µ T = 0.33 m B = 157.5 kg (dari.5 kg/m. 105 m. 0.6 m) Gaya tarik belt maksimum F 1 F U = 4350 N C 1 = 1.6 F 1 = F U. C 1 F 1 = 4350. 1.6 F 1 6960 N Memeriksa jenis belt yang ditetapkan F 1 = 6960 N b 0 = 600 mm k 1% = 8 N/mm F 1 C b 0 6960. 8 N/mm 600 11.6 N/mm 16 N/mm Jenis belt telah ditetapkan dengan tepat 1

F U = 4340 N C 3 = 5 β = 180 b 0 = 600 mm F U. C. 3 180 d A = b. 0 β 4340. 5. 180 d A = 600. 180 [mm] [mm] Diameter minimum drum penggerak d A = 181 mm d A ditetapkan menjadi 00 mm F U = 4350 N v = 0.8 m/s F. U v P A = 1000 [kw] Daya P A pada drum penggerak 4350. 0.8 P A = 1000 P A 3.5 kw P A = 3.5 kw η = 0.8 (diasumsikan) PM = P A η [kw] Daya motor yang dibutuhkan P M 3.5 P M = 0.8 [kw] P M 4.4 kw P M pada 5.5 kw Atau lebih tinggi F U = 4350 N C 1 = 1.6 K = 0.6 k 1% = 8 N/mm untuk E8/ U0/V5H hitam b 0 = 600 mm F U (C 1 K) ε = [%] k 1%. b 0 4350 (1.6 0.6) ε = [%] 8. 600 Perpanjangan minimum untuk pemasangan penggerak balik arah ε 0.9 % 13

Muatan poros pada drum (return drum) dalam keadaan setimbang Perhitungan sederhana dengan asumsi β = 180 F 1 = 6960 N F W =. F 1 F W =. 6960 N F W 1390 N Muatan poros pada drum 1 (return drum) dalam keadaan setimbang F = F 1 F U F = 6960 4350 F = 610 N F W1 =. F F W1 =. 610 N F W1 50 N Bebas poros pada kondisi mapan drum 5 (Drive drum) F 1 = 6960 N F = F 1 F U F = 6960 4350 F = 610 N F W5 = F 1 + F F W5 = 6960 + 610 F W5 9570 N Muatan poros pada drum 3 (roller menjorok ke dalam) dalam keadaan setimbang Dipimpin oleh gaya tarik minimum belt F, F W3 dihitung dengan menggunakan persamaan pada halaman 7. 14

Pada saat diam, gaya tarik didefinisikan pada bagian atas dan bawah pada pemasangan dengan perpanjangan. Gaya tarik F dihitung menurut: Contoh untuk sebuah drum dengan Busur kontak (Pada contoh kami, gaya ini dibagikan merata pada drum 1, 5 dan 6 karena busur kontak 180 F = ε [%]. k 1%. b 0 F W =. F F W =. 0.9. 8. 600 F W 8640 N Muatan poros pada saat diam Untuk membandingkan mode diam dan keadaan setimbang, silakan cermati muatan poros yang berebda-beda pada drum 1. F W1 pada saat diam F W1 keadaan setimbang = 8640 N = 50 N Ketika β 180, berikut ini yang berlaku ketika menentukan FW (F 1 = F dapat diasumsikan pada posisi diam) F W = F 1 + F. F 1. F. cos β F W = Catatan: Ketika mendesain mesin, kedua mode tersebut harus dijadikan bahan pertimbangan. Kisaran take up 105 +105 473 00 10 883 Tol = ± 0. % ε = 0.9 % L g = 105000 mm Z = 00 mm. Tol. L g ε. L + g 100 100 X = + Z [mm]. 0.. 105000 0.9. 105000 + 100 100 X = + 00 [mm] X = 10 + 473 + 00 [mm] X 883 mm 15

Siegling total belting solutions Metrik GmbH Werbeagentur Hannover www.metrik.net Technologiemarketing Corporate Design Technical Content Karena produk kami digunakan dalam berbagai aplikasi dan banyak faktor individu yang terlibat, instruksi pengoperasian kami, rincian dan informasi mengenai kesesuaian dan penggunaan produk hanyalah berupa pedoman umum dan tidak membebaskan pihak pemesan untuk melakukan pemeriksaan dan tes sendiri. Jika kami telah memberikan bantuan teknis pada aplikasi, pihak pemesan harus menjaga agar mesin tetap berfungsi dengan baik. Layanan Forbo Siegling kapan saja, di mana saja Pada group Forbo Siegling mempekerjakan lebih dari.000 orang diseluruh dunia. Fasilitas produksi kami berlokasi di delapan negara, anda dapat menemukan perusahaan dan agen dengan gudang dan workshops di lebih dari 80 negara. Pusat layanan service Forbo Siegling memberikan dukungan yang berkwalitas yang terletak di lebih dari 300 tempat di seluruh dunia. No. Ref. 304-3 07/15 UD Reproduksi teks atau bagiannya harus melalui persetujuan kami. Informasi yang tersaji dapat berubah sewaktu-waktu. PT. Forbo Siegling Indonesia Jl. Soekarno Hatta No. 17 Bandung 403, Jawa Barat, Indonesia No. Tel: +6 610 670, No. Fax: +6 610671 www.forbo-siegling.co.id, siegling.id@forbo.com Forbo Movement Systems is part of the Forbo Group, a global leader in flooring and movement systems. www.forbo.com