Rekomendasi untuk desain mesin
|
|
|
- Liana Iskandar
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 belt conveyor dan pengolahan Rekomendasi untuk desain mesin Daftar isi Definisi dan deskripsi 2 Drum 3 Sistem penarikan 5 Pendukung belt 6 Tepian pisau 9 Pergerakan belt 10 Untuk informasi lebih lanjut, lihat pada brosur kami no. 304 Metode penghitungan belt conveyor Alat pembersih 19 Siegling total belting solutions
2 Definisi dan deskripsi Pada conveyor standar untuk penghantaran bahan ringan, belt conveyor terdiri dari lebih dari dua drum akhir (dalam hal ini drum akhir dan penggeraknya). Konfigurasi terbaik, disebut kepala drive, yaitu ketika drive drum berada pada ujung conveyor di mana produk akan dikeluarkan. Dalam hal ini, kekuatan pada operasi diterapkan lebih efisien daripada menggunakan ekor drive (lihat perhitungan). Dalam conveyor panjang dengan beban berat, rol pendukung sering digunakan sebagai pengganti alas untuk mengurangi tarikan efektif. Drum akhir harus dipasang hingga posisinya dapat disesuaikan, dan dapat berfungsi sebagai drum ketegangan. Dengan jarak pusat lebih besar dari 2000 mm, rol pendukung juga harus dipasang pada sisi balikan drum. Dilakukan untuk mencegah pergerakan belt berlebihan karena beratnya sendiri. Jika jarak pusat tidak dapat atau hanya sedikit dapat disesuaikan, misalnya karena conveyor diposisikan setelah satu sama lain, sistem pengambilan diletakkan pada sisi balikan. Dalam penanganan bahan ringan, conveyor dengan belt lurus digunakan untuk menghantar barang curah. Dalam hal ini, dua atau tiga bagian set rol pendukung dipasang di sisi atas Secara alami pendukung belt dapat ditarik sampai habis. Silahkan lihat halaman 8 untuk informasi lebih lanjut tentang area transisi antara drum dan palung. 2
3 Drum Diameter drum Khususnya pada conveyor lebar, drum dengan diameter yang terlalu kecil akan menimbulkan belokan yang tidak dapat diterima, sehingga belt menjadi kusut dan terjadi kesalahan pergerakan. Membuat pengecekan berlawanan (lihat halaman 17). Diameter Drum harus selalu sebesar mungkin. Minimum diameter diizinkan ditentukan oleh: Tarikan efektif harus ditransmisikan (lihat metode untuk menghitung diameter drive drum). Kelenturan belt yang digunakan (lihat d min pada perkiraan produk). Kelenturan dari profil lateral dan longitudinal yang dilas (Informasi teknis 2, ref. no 318). Drive drum Nilai tinggi crown, dinyatakan dalam tabel di bawah ini pada garis II dan III, merupakan nilai-nilai maksimum dan pada kasus tertentu harus dikurangi agar sesuai dengan garis I. juga pada kasus khusus jika gaya lateral menyebabkan belt untuk melipat ke arah sebaliknya. Hal ini juga berlaku untuk pusat drive, atau belt lebar di mana jarak antara ujung dan drive drum terlalu kecil untuk mengatasi ketegangan pada belt. Drive drum dapat berbentuk silinder, jika menggunakan peralatan untuk pergerakan. Sebaiknya drive memiliki bagian pusat silinder dengan tepi meruncing. Panjang bagian silinder drum harus b/2. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat halaman 11. Jika lebar belt jauh lebih kecil dari panjang drum, lebar belt akan menentukan proporsi drive drum. Pedoman untuk conicity h [mm] Diameter drum [mm] ke 200 > 200 sampai 500 > 500 I Belt dengan lapisan tunggal II Belt dengan lapisan ganda NOVO, E10/M, E15/M, E20/M III Belt dengan 3 lapisan
4 Permukaan terbungkus (lagged) Mengenai lapisan 0, U0, A0, E0, V1, U1, UH, drum terbungkus sering diterapkan untuk meningkatkan gesekan pada drive drum. Bahan pembungkus harus terbuat dari bahan tahan abrasi, seperti polyurethane atau karet. Pembungkus plastik harus memiliki kekerasan paling sedikit 85 Shore A pada 20 C untuk menghindari terlalu banyak pemakaian dan keausan. Pembungkus dari karet harus memiliki kekerasan lebih dari 65 Shore A dan dibuat dari karet tahan abrasi. Metode lain yang pelanggan dapat terapkan sendiri adalah pembungkus gesekan dengan angin, misalnya Siegling Transilon dengan lapisan U2, dalam bentuk spiral di sekitar drum. Untuk mencegah masalah petunjuk, kami sarankan, terutama di mana papan drum sangatlah penting, buat belokan pada pembungkus gesekan secara simetris pada kedua sisi yang menghadap pusat drum. Setiap pola yang suda ada atau pembungkus drum yang diberi pola (misalnya pola belah ketupat) juga harus pada posisi simetris dengan pusat drum. Permukaan polos Bagian permukaan semua sisi drum harus halus. Setiap alur yang disebabkan oleh rotasi drum akan menimbulkan efek yang merugikan pada pergerakan. Kekasaran RZ 25 (DIN EN ISO 4287) (Ketinggian puncak ke lembah 25 µm) Demikian pula dengan metode wound drum pembungkus, sebaiknya drum lebar dengan perpermukaanan polos juga harus diposisikan asimetris pada kedua sisi drum yang menghadap ke pusat. Setiap alur rotasi tersisa di drum akan menjadi simetris dan membuat pergerakan menjadi netral. 4
5 Sistem penarikan Sistem penarikan dengan operasi ulir Tekanan kontak belt pada drive drum, diperlukan untuk mengirimkan tarikan yang efektif, diproduksi oleh belt perpanjangan menggunakan perangkat pelonggaran. Ujung drum dapat berfungsi sebagai drum pelonggaran, jika posisinya bisa disesuaikan dengan memutarnya (tetap sejajar dengan drive Drum). Conveyor sering dikonfigurasi seperti ini jika Siegling Transilon digunakan, karena Siegling Transilon hampir sulit untuk meregang (waktu take-uo yang pendek) dan secara dimensi stabil (tidak memerlukan pelonggaran kembali). Sebuah perangkat pelonggaran fleksibel tidak akan membiarkan beltnya memanjang, jika conveyor meregang saat dijalankan, atau jika berat beban tidak sama, atau dampak dari suhu. Sistem penarikan yang bergantung pada gaya Pada conveyor yang sangat panjang dan memiliki beban tinggi, sistem penarikan harus dipasang langsung setelah drive drum untuk mencegah terjadonya pemanjangan/pelonggaran langsung di bagian atas ketika conveyor dijalankan. Sistem penarikan yang bergantung pada gaya direkomendasikan dalam operasi dengan suhu yang tinggi dan berfluktuasi. Sitem penarikan yang bergantung pada gaya tidak sesuai untuk drive reversibel. Pelonggaran langsung akibat adanya gaya dapat terjadi pada beban yang tergantung di sebuah tali atau kabel. Sehingga dapat digunakan sistem Penarikan pneumatic, hidraulik, atau pegas. 5
6 Pendukung belt Alas pembawa Alas pembawa harus disesuaikan dengan tepat, karena adanya gesekan geser membuatnya memiliki dampak yang kuat pada belt. Ujung-ujungnya harus ditutup. Tempatkan daerah pendukung pada bagian yang lebih rendah 2 sampai 3 mm dari belt. Umumnya berbentuk lembaran logam dan plastik keras (Resopal, Duropal atau hal serupa) dan kayu lapis yang terikat digunakan sebagai bahan pendukung. Bersama dengan bagian bawah belt Siegling Transilon yang lembut, bahan -bahan ini memiliki sifat gesekan yang sangat baik. Tergantung pada karakteristik dan kondisi permukaan belt yang dioperasikan, jika harus mungkin perlu untuk membuat perubahan. Hindari rangka yang berongga sebagai pendukung, karena sering meningkatkan terjadinya keausan pada belt dan kebisingan ketika belt berjalan. Penting untuk membersihkan pendukung penggeseran sebelum menyalakan conveyor, yaitu residu dari cat pelindung atau pernis, atau kotoran lainnya karena dapat menyebabkan gangguan yang signifikan (misalnya masalah pergerakan, kerusakan belt dan meningkatkan gesekan). Rol pendukung Rol pendukung yang umumnya terkait dengan rendahnya tingkat penggeseran dan pergerakan yang halus. Karena hal ini, rol pendukung hampir selalu dilengkapi dengan bantalan rol dan penyegelan dengan gesekan rendah. Untuk menjaga nilai awal serendah mungkin, tabung rol biasanya terbuat dari tabung baja presisi atau tabung buang kecil (lihat DIN EN 10220). Rol pendukung dari plastik juga digunakan (keuntungan: tahan korosi dan tahan sangat kotoran. Harap dicatat: dapat terjadi timbulnya elektrostatik). Jarak rol pendukung ditentukan sesuai dengan panjang tepi unit barang yang akan Anda angkut. Jika Jarak rol pendukung ½ panjang tepi, berat barang akan selalu ditanggung oleh dua rol. 6
7 Rancangan rol pendukung Rancangan dan dimensi rol pendukung ditetapkan dalam DIN 22107/ISO Tujuan dari bentuk M (istilah DIN) adalah untuk mendukung belt ketika berjalan dalam keadaan datar di bagian atas dan samping dan belt lurus pada sisi balikan. Di bagian atas, belt lurus selalu disokong oleh rol pendukung dalam bentuk N atau P. Dari roller penyokong M Membentuk 2 buah offset N2 10 mm Dua buah set rol pendukung harus memiliki susunan yang bergelombang dan tumpang tindih dengan perkiraan ukuran 10 mm. Membentuk 3 buah offset P 10 mm Dalam kasus dua buah rancangan rol pendukung yang tidak memiliki rol tumpang tindih, kesenjangan antara rol pendukung harus dijaga sekecil mungkin untuk menghindari lipatan. Membentuk 3 buah P pada sudut 20 sampai 40 Membentuk 2 buah offset N2 Jarak rol pendukung untuk unit barang Jarak antara rol pendukung ditentukan sesuai dengan panjang dari tepi barang yang ingin Anda angkut. Jika jarak rol pendukung ½ panjang tepi, barang akan selalu didukung oleh dua rol. Jarak rol pendukung tergantung pada tarikan belt dan berat. Rumus berikut ini digunakan untuk menghitungnya: l 0 = y. B 800. F m' 0 + m' B F = ε %. k 1%. b 0 [mm] [N] Jika maksimum longgaran yang diperbolehkan 1 % atau jika y B = 0.01 l 0 digunakan, maka l 8. F 0 = m' 0 + m' B [mm] l 0 l u y B F m' 0 + m' B k 1% b 0 ε % = Jarak rol pendukung pada sisi atas [mm] = Jarak rol pendukung pada sisi kembali/balikan [mm] = Maksimum longgaran belt conveyor [mm] = Tarikan belt pada tempat yang diperhatikan di N = Berat barang diangkut dan belt di kg/m = Penurunan ketegangan/ nilai perpanjangan sesuai dengan ISO dalam N/mm lebar = Lebar belt dalam mm = Perpanjangan ketika pemasangan Rekomendasi: l 0 maks 2 b 0 l u 2 3 l 0 maks 7
8 Rol pendek Rol pendek digunakan ketika : Sudut kontak belt conveyor belt pada drum drum ditingkatkan; Jarak antara bagian atas dan bagian kembali (samping) harus kecil karena alasan desain atau konstruksi. Jika menggunakan belt dengan permukaan berpola, sebaiknya buat drum terbungkus untuk mengurangi kebisingan. Diameter minimum untuk sudut kontak kecil Jika sudut kontak dari rol pendek, pendukung dan rol pemadu kecil, diameter rol ini mungkin sama dengan 1/2 d min, selama sudut kontak tidak melebihi 15 (untuk d min lihat lembar data yang sesuai). Panjang transisi Bagian tepi atas drum akhir harus sejajar dengan tepi atas rol pusat. Di daerah transisi belt yang berbelok dari drum ke titik pendukung belt (dan sebaliknya) ujung-ujungnya mengalami peningkatan elongasi. Maka dari itu, petunjuk berikut harus diamati untuk mengetahui panjang transisi l s : Harap dicatat: untuk memastikan penggunaan belt yang tepat, kami sarankan drum akhir harus memiliki desain meruncing/silindris. Sudut belokan I s = lebar belt b 0 Faktor c 7 [mm] c Jika belt berbentuk palung didukung oleh lembaran logam, ujung-ujungnya yang menuju rol akhir harus ditutup dengan baik. Dalam hal ini, kami sarankan Anda menghubungi insinyur aplikasi Forbo Siegling. 8
9 Tepian pisau Tepian pisau tetap Konsumsi energi belt meningkat ketika berputar pada ujung pisau. Pada waktu yang sama, karena gesekan pada ujung pisau dalam kecepatan tinggi, belt bisa memanas secara signifikan. Ketika perpanjangan saat pemasangan rendah (< 0.3 %) gesekan ini dapat menyebabkan belt menyusut dalam panjang tertentu. Karena alasan ini, sudut kontak harus sekecil mungkin (konsumsi listrik dan timbulnya panas yang rendah, pra-perpanjangan hanya diperlukan sedikit). Jika tepian pisau belt hanya berjalan satu arah, tidak akan terjadi penarikan putaran pelonggaran yang biasa, melainkan rol ketegangan yang bergantung pada gaya dapat dipasang setelah pemasangan drive drum untuk memastikan perpanjangan yang benar pada belt. Rol ketegangan yang dapat bergerak ini mengurangi ketegangan belt pada ujung pisaunya dan, dibandingkan dengan penarikan tension ulir paten, ia dapat mengurangi gaya gesekan pada ujung pisau. Tepian pisau bergulir Tepian pisau bergulir semakin sering digunakan karena gesekan pada ujung pisau dapat berkurang secara signifikan. Biasanya digunakan tepian pisau dengan jari-jari 4 10 mm 9
10 Pergerakan belt Dasar pergerakan belt conveyor lurus conveyor harus sekaku mungkin Conveyor harus sekaku mungkin. Bentuknya tidak boleh terpengaruh oleh gaya yang diberikan belt. Semua drum pada conveyor, khususnya drive drum, harus bersih. Hilangkan inhibitor karat, minyak dan kotoran dari alas belt atau alat pendukung, drum dan rol. Ganti bagian yang rusak atau memiliki sobekan besar. Posisika tepian pisau, drive dan drum akhir, serta rol pendukung hingga sejajar. Sejajarkan drum akhir sehingga sejajar satu sama lain dan tegak lurus terhadap conveyor, dengan menyesuaikan posisi drum sampai jarak setiap pusatnya1 dan jarak masing-masing diagonal adalah 2. Metode lain adalah, pertama selaraskan drive drum hingga sudut yang tepat kemudian sesuaikan drum akhir hingga jarak setiap pusatnya 1. Dimulai dari drum akhir, selaraskan setiap rol pendukung atau meja/alas belt sehingga rodanya sejajar. Barang harus selalu dimuat ke pusat belt dan pada arah penghantaran. Barang tidak boleh dijatuhkan dari ketinggian yang besar. Perhatian harus diberikan kepada kualitas permukaan drum. < Drum yang tidak sejajar akan menyebabkan pergerakan yang salah pada belt. Drum diselaraskan pada sudut yang tepat: belt berjalan dengan lurus. 10
11 Pengaruh suhu Distribusi panas yang tidak merata dan beban pada belt akan menyebabkan perubahan yang tidak seragam di dalam aspek ketegangannya. Hal ini menciptakan gaya kontrol yang dapat menyebabkan belt mengalami pergerakan yang salah. Kami sarankan untuk menggunakan alat pergerakan belt otomatis. Pengaruh lebar dan kerucut pada belt Drum yang meruncing/silindris. Drum meruncing/silindris berada pada bagian tengah belt conveyor. Semakin tinggi kecepatan belt dan diameter drum, semakin besar efek dari titik pusat. Untuk rekomendasi pada kerucut, lihat halaman 3. Kerucut berlebihan. Belt tidak melingkari drum dan tidak dipandu. Jika jarak pusat kecil, pilih perpanjangan pada pemasangan sehingga ujung belt selalu melingkari drum. Belt terlalu sempit. Solusi: sesuaikan proporsi drum dengan lebar belt. Belt lebih lebar dari drum. Harus dihindari karena kontrol yang tidak merata, terutama di jenis belt lateral yang fleksibel. 11
12 Pengaruh rol pendukung Tergantung pada kecepatan belt, pergerakan belt berbelok dapat ditingkatkan dengan memutar beberapa rol sisi sampai kira-kira 3 pada arah perjalanan belt. Anda dapat dengan terus-menerus mengontrol belt tanpa belokan dengan memasang beberapa rol pendukung, sehingga posisi horizontalnya bisa disesuaikan. Anda kemudian dapat memporos mereka sekitar 2 4. Kami merekomendasikan metode ini untuk belt panjang. Pengaruh rol negatively-troughed Satu set rol negatif-troughed pada sisi kembali memusatkan belt cukup baik jika ditempatkan di dekat ekor drum. 12
13 Kontrol Belt dengan drum meruncing/ silindris A Jarak pusat B Penyesuaian Pasang belt dan drum A + B sehingga roda mereka sejajar sampai nilai perpanjangan pada pemasangan yang Anda butuhkan tercapai. Anda dapat memperbaiki pergerakan belt dengan menambah atau mengurangi keteganngan pada salah satu ujung drum ketegangan. Belt conveyor akan bergerak menuju tepi belt. Anda mungkin perlu untuk menggunakan sistem penjagaan belt dekat dengan drum akhir (misalnya dengan belt yang pendek, atau lebar). Lebar belt Ujung drum Drum yang berbentuk meruncing/silinder harus dapat disesuaikan untuk mengatasi toleransi produksi pada conveyor dan belt. Jika panjang conveyor sebesar 5 m, kedua drum akhir harus berbentuj meruncing/silinder. Penggerak drum Jika drum meruncing/silinder tidak menopang belt dengan baik, rol harus ditempatkan pada sudut, atau gunakan perangkat kontrol belt otomatis. Dalam konveyor persegi (jarak pusat ~ lebar belt) atau di mana panjang bahkan lebih kecil dari rasio lebar, belt tidak bisa lagi disesuaikan dengan drum meruncing/silinder. Kami merekomendasikan anda untuk menggunakan sistem kontrol belt otomatis (halaman 15). Menggunakan rol pendek Penyesuaian Semua drum harus dalam pengaturan dasarnya sehingga roda mereka sejajar. Pasang belt dan sesuaikan ketegangan drum B (menjaga poros paralel ke drum lain) hingga tegangan yang dibutuhkan tercapai. Sesuaikan pergerakan belt dengan drum C dan D. Anda mungkin harus menginstal sistem pergerakan belt, dengan menggunakan drum C atau D sebagai drum kontrol. Pergerakan yang sangat efisien akan tercapai jika Anda menggunakan rol pendek C dan D, terutama ketika kontak dengan sisi belt conveyor yang dilapisi (karena koefisien gesek yang baik). 1 2 Kontrol yang paling efisien selalu diperoleh dengan rol pendek pada drum akhir; dengan rol pendek D berjalan di arah 1 dan rol pendek C berjalan di arah 2. Rol pendek harus dapat disesuaikan sepanjang sumbu XY (di mana alur belt ke atas dan ke bawah). Akibatnya, tepi belt hampir tidak terpengaruh dan distorsi utama pada serat dapat dicegah. Dengan menggunakan rol pendek yang dapat disesuaikan dengan motor, kontrol belt otomatis yang sangat efektif dapat dicapai (lihat halaman 15). 13
14 Sistem penarikan di sisi kembali Penyesuaian Semua drum harus dalam pengaturan dasarnya sehingga roda sejajar. Pasang belt dan sesuaikan ketegangan drum E (jaga agar tetap paralel dengan drum lain) hingga tegangan yang dibutuhkan tercapai. Sesuaikan pergerakan belt dengan rol pendek C dan jika perlu dengan drum akhir G dan F atau pelat H. Anda mungkin perlu sistem penjaga belt di sini. Akhir rol G dan F dan drum ketegangan E dapat disesuaikan dalam arah panah yang ditunjukan, dimana ketegangan drum E juga dapat digunakan sebagai drive. Salah satu solusi sederhana adalah untuk menyusun drum G, F dan E pada pelat H sebagai satu kesatuan diatur pada arah panah yang ditunjukkan. Silahkan lihat halaman berikut dan sebelumnya untuk informasi lebih lanjut tmengenai susunan, desain dan sifat kontrol drum A, B, C dan D. Conveyor membalik Penyesuaian Semua drum harus dalam pengaturan dasarnya sehingga roda sejajar. Pasang belt dan sesuaikan ketegangan drum B (jaga agar tetap paralel dengan drum lain) hingga tegangan yang dibutuhkan tercapai. Dalam conveyor membalik, pergerakan belt harus disesuaikan dengan drum meruncing/silinder drum, bukan dengan rol pendek. Penting untuk pergerakan sempurna dalam operasi kembali/membalik yang presisi dengan belt dan conveyor yang telah diproduksi. Mengatur belt untuk operasi sebaliknya, memerlukan beberapa keterampilan. Sebuah belt yang dipasang dalam satu arah, sering melakukan pergerakan yang salah ke arah lain. 1 2 Butuh beberapa waktu sampai drum dapat disesuaikan dengan benar. Sebaiknya gunakan sistem kontrol belt untuk kedua arah dalam conveyor yag sangat pendek dan lebar. 14
15 Tepian pisau conveyor Penyesuaian Menyesuaikan semua drum dan tepian pisau sehingga roda sejajar. Pasang belt dan sesuaikan ketegangan drum B (jaga agar tetap paralel dengan drum lain) hingga tegangan yang dibutuhkan tercapai. Jaga ketegangan belt serendah mungkin untuk menghindari tekanan yang tidak perlu dan timbulnya panas (akibat gesekan) pada ujung pisau. Sesuaikan pergerakan belt dengan drum B, C, D dan E atau pelat H. Sebuah sistem penjaga belt mungkin dianjurkan. Tepian pisau yang lebih pendek dapat dipandu seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas. Drive Drum A harus meruncing/silinder, drum akhir B, D, E dan ketegangan Drum C silinder dan dapat disesuaikan dalam arah panah yang ditunjukan, sehingga belt bisa disesuaikan. Sistem penjaga belt otomatis biasanya digunakan untuk conveyor dengan tepian pisau yang panjang (misalnya di saluran pendinginan). Pergerakan Belt ditunjukkan dengan sensor belt tepi. Sebagaimana diuraikan pada halaman 14, drum C, D dan E dapat dipasang pada pelat H yang dapat disesuaikan. Sensor tepi belt Ada berbagai jenis sensor tepi belt, misalnya mekanik, hidrolik, listrik, optik dan pneumatik. Mereka mengaktifkan sistem kontrol ketika terjadi perbedaan posisi belt Peralatan pneumatic Sel fotoelektrik Sensor Mata elektrik Kontrol belt otomatis Belt sering dikendalikan secara otomatis dengan menggunakan susunan berputar rol pendek. Mereka biasanya disesuaikan dengan bantuan elektrik dan dioperasikan dengan spindel berulir, atau silinder pneumatik setelah nilai tepi belt yang sebenarnya telah terdentifikasi oleh sensor. Solusi murni mekanis tanpa tambahan listrik juga memungkinkan dalam konveyor kecil. 15
16 Menggunakan belt dengan profil memanjang Gaya lateral dapat bergerak berlawanan karena profil memanjang yang dilas pada belt. Namun, gaya lateral hanya dapat diserap oleh meja/alas belt. Belt jangan terkena gaya lateral karena adanya alur dalam rol pendukung atau drum akhir. Jika hal ini diabaikan, profil akan menempel ke tepi alur dan menghancurkan belt. Pada roller penyokong, patahkan tepian pada lekukan Lekukan pada roller atau drum Ketika belt berjalan di atas drum akhir, belt jangan terpengaruh oleh gaya lateral. Alur untuk profil memanjang minimal harus 8 10 mm lebih lebar dari profil belt. Hal yang signifikan ini berarti bahwa belt dapat disesuaikan tanpa melakukan pergerakan yang salah di bagian samping. lekukan pada akhir drum dengan 1 profil wedge di pusatnya 1 profil longitudinal (di pusat) Meja atau roller penyokong lekukan Silahkan lihat Informasi Teknis 2, ref. no. 318 yang berisi rincian panjang mengenai panjang minimum belt, dimensi profil, jenis dan diameter drum minimum. Semua jenis sistem penjagaan yang ditegakkan dapat merusak tepi belt, misalnya strip cek, roller dll harus dihindari. Jika gaya lateral yang signifikan terjadi, perangkat kontrol otomatis harus digunakan. 2 profil wedge pada samping belt z = sekitar 5 10 mm 2 profil datar pada tepi belt z = sekitar 5 10 mm Dua bagian meja harus tetap dalam posisinya, atau terpasang tiang penjaga, setelah belt berjalan dengan baik. Pergerakan minimum harus dipertahankan untuk memungkinkan adanya toleransi. Tingkatkan kedalaman alur h jika sistem terkena pengotor yang banyak. Jika dua profil longitudinal digunakan, dimensi z harus cukup besar. Lepas bersamaan dengan roller plastik yang bekerja Lepas bersamaan dengan roller plastik yang bekerja 16
17 Drum dan rol yang melengkung Pelengkungan yang berlebihan pada drum menjadi penyebab masalah pergerakan pada belt lebar. Alasan terjadinya defleksi: Tarikan belt meningkat secara proporsional karena lebar belt. Diameter Drum kecil karena persyaratan teknis. Oleh karena itu, pastikan bahwa nilai-nilai berikut ini tidak melebihi: Defleksi drum meruncing/silinder y Tr 0.5 jam, Dalam drum silinder diperbolehkan defleksi yang lebih besar dari y Tr h, Lihat drive drum untuk nilai h. F R = Gaya aktif [N] (beban baris) yang dihasilkan dari tarikan belt dan berat drum sendiri. F R = (2. ε. k 1%. b o ) 2 + (9.81. m Tr ) 2 I = Jarak pusat bantalan [mm] d, d a, d i = Diameter poros [mm] y Tr = Defleksi drum [mm] m Tr = Berat drum [kg] k 1% = Tarikan ringan belt [N/mm] pada 1 % elongasi Contoh Sebuah belt Siegling Transilon dengan lebar 2500 mm, tipe E 12/2 U0/UH, berputar di sekitar drum baja, diameter 150 mm dan tebal 4 mm pada sudut kontak 180. Belt berjalan horizontal. E 12/2 pengencangan sekitar 0.2 hingga 0.3 % Berat drum = 27 kg E = modulus elastisitas N/mm 2 E untuk baja = N/mm 2 F R = ( ) 2 + ( ) 2 = N y 3 Tr = ( ). π I = 2600 mm d a = 150 mm d i = 130 mm k 1% = 12 Drum padat 80 F. R I y 3 Tr = E. d 4. π. 96 [mm] y Tr 1.81 > 0.35 mm = f zul Drum tubular d Diperkuat oleh lingkaran pusat 80. F. R I y 3 Tr = E (d 4 a d 4 i ). π. 96 [mm] y 3 Tr = ( ). π y Tr = 0.23 mm < 0.35 mm di d a 17
18 Pengeluaran produk Unit barang sering dikeluarkan atau ditransfer dari belt melalui samping. Dalam hal ini, pastikan bahwa gaya lateral yang bekerja pada belt tetap dijaga minimum. Umumnya sering digunakan susunan pengambil memutar yang tidak menyentuh belt. Untuk menghindari kesalahan pergerakan belt ketika menghantar produk ke atas atau ke bawah, kami menyarankan hal berikut: Lambatkan rol pendukung di zona umpan dengan gesekan lambat untuk meningkatkan koefisien gesekan antara rol pendukung dan belt (lihat di atas). Lakukan perubahan dalam desain untuk meningkatkan area belt yang terbungkus di zona umpan/masukan (lihat di bawah). Gaya yang lebih besar diperlukan dalam beberapa beberapa belt berbungkus karena adanya bending berlawanan dan suhu yang rendah. Dengan memasukkan drum meruncing /silinder, pergerakan belt dapat disesuaikan pada bagian samping juga. Belt tidak dapat dipandu melalui tepi belt pada belt conveyor ringan. Roller penyokong dengan resistan abrasi dan meninggalkan bahan perekat Penaruhan produk Selama operasi pemuatan, belt conveyor mengalami stres mekanik vertikal (dari dampak) dan stress tangensial karena kecepatan relatif antara barang yang diangkut dan belt. Tugas desainer adalah untuk menyediakan sistem yang memungkinkan produk untuk ditaruh ke belt dengan lembut dan pada alur yang sama (atau idealnya kecepatan yang sama) dengan arah perjalanan belt. Produk harus ditempatkan di bagian tengah belt, untuk menghindari kesalahan pergerakan belt (misalnya menggunakan parasut, pelat, corong, pengangkut dll). Side skirt Dinding pengangkut atau side skirt harus terbuka pada arah perjalanan belt untuk mencegah produk menempel diantara side skirt dan belt. Mereka harus sejalan dengan belt karena penting untuk pro- duk tertentu. Side skirt yang menempel pada belt akan meningkatkan tarikan efektif. Catat nilai kenaikan untuk pengukuran belt. Terapkan side skirt pada sudut yang tepat. Segel Ketika menghantar barang curah yang ringan, segel strip terbuat dari bahan belt conveyor dapat menjadi solusi baik untuk gesekan rendah yang juga menyegel belt pada waktu yang sama. Hubungi Insinyur aplikasi Forbo Siegling untuk membantu Anda memilih jenis belt yang cocok. 18
19 Alat pembersih Pengikis Ada sejumlah metode untuk menghilangkan sisa produk yang menempel di belt conveyor. Se-efektif apa produk ini tergantung pada kondisi penggunaannya. Dalam banyak kasus, satu atau lebih pengikis sudah cukup: jalur dari plastik atau karet pada kerangka yang halus atau profil baja dalam posisi melintang terhadap arah belt. Penting untuk memilih bahan pengikis secara hati-hati (tidak menggunakan potongan tua dari belt conveyor, karena akan menyebabkan keausan dan kerusakan pada belt conveyor). Pengikis belt (a) harus ditempatkan sedekat mungkin dengan belt atau sedikit menyentuhnya. Karena pengikis rentan terhadap keausan, metode penyesuaian (slot dll) harus dilakukan. Jenis pengikis plough (b) sering dipasang di sisi kembali/balikan pada bagian depan drum akhir. Pengikis tersebut mencegah produk tertinggal/menempel diantara drum dan belt. Sebaiknya hanya ada sedikit kontak dengan belt. c a b c Drum mulus tanpa perlambatan/ lagging apapun dapat tetap bersih dengan pengikis yang terbuat dari baja (c). Pengikis ini dapat dipasang merata dengan permukaan drum dan sesuai dengan bentuk drum (misalnya trapesium). Saat membersihkan perangkat yang digunakan, tunjangan harus dilakukan ketika menghitung konsumsi listrik: F A = Gaya penghubung F UR = Tarikan efektif perangkat pembersih P R = Konsumsi listrik dari perangkat pembersih F UR = F A. µ P R = F UR. V 1000 Penyikat Untuk membersihkan belt, sikat berputar atau sistem pembersihan belt lain dapat digunakan. Jika produk yang diangkut sangat lengket, sistem penyemprot air atau sistem perendaman air akan memastikan sikat tidak tersumbat. Harap dicatat: Jika perangkat pembersihan tidak dipasang dengan benar, Dapat terjadi suatu gaya pada sisi yang menyebabkan belt untuk mengalami kesalahan pergerakan. 19
20 Siegling total belting solutions Metrik GmbH Werbeagentur Hannover Technologiemarketing Corporate Design Technical Content Karena produk kami digunakan dalam berbagai aplikasi dan banyak faktor individu yang terlibat, instruksi pengoperasian kami, rincian dan informasi mengenai kesesuaian dan penggunaan produk hanyalah berupa pedoman umum dan tidak membebaskan pihak pemesan untuk melakukan pemeriksaan dan tes sendiri. Jika kami telah memberikan bantuan teknis pada aplikasi, pihak pemesan harus menjaga agar mesin tetap berfungsi dengan baik. Layanan Forbo Siegling kapan saja, di mana saja Pada group Forbo Siegling mempekerjakan lebih dari orang diseluruh dunia. Fasilitas produksi kami berlokasi di delapan negara, anda dapat menemukan perusahaan dan agen dengan gudang dan workshops di lebih dari 80 negara. Pusat layanan service Forbo Siegling memberikan dukungan yang berkwalitas yang terletak di lebih dari 300 tempat di seluruh dunia. No. Ref /12 UD Reproduksi teks atau bagiannya harus melalui persetujuan kami. Informasi yang tersaji dapat berubah sewaktu-waktu. PT. Forbo Siegling Indonesia Jl. Soekarno Hatta No. 172 Bandung 40223, Jawa Barat, Indonesia No. Tel: , No. Fax: Forbo Movement Systems is part of the Forbo Group, a global leader in flooring and movement systems.
Industri otomotif. belting. Product Finder Cara termudah untuk menemukan jenis belt yang paling sesuai untuk penghantaran
Industri otomotif belting Product Finder Cara termudah untuk menemukan jenis belt yang paling sesuai untuk penghantaran anda. www.forbo-siegling.com BARU Siegling total belting solutions 2 Forbo Siegling
Metode perhitungan Belt conveyor
belt conveyor dan pengolahan Metode perhitungan Belt conveyor Daftar Isi Terminologi Sistem penghantaran satuan barang 3 Kisaran yang dapat diterima untuk sistem take up yang bergantung muatan 8 Sistem
Tekstil Nonwovens (Bukan Tenunan)
Tekstil Nonwovens (Bukan Tenunan) belting Siegling total belting solutions Produktif hingga serat kain terakhir Siegling belting untuk industry bukan tenunan dan pakaian belting Jika memproduksi dan memasok
Peralatan penyambungan
belting Peralatan penyambungan Daftar isi Persiapan alat Pemisahan/pengupasan 2 Penggerindaan 3 Punching 4 5 Belt Punching timing 6 Alat penyambungan Untuk sambungabn terikat 7 Untuk sambungan lumer 8
Informasi teknis. belt modular. Penyimpanan Pra-pemasangan Pemasangan dan operasi. Daftar isi. Siegling total belting solutions.
belt modular Informasi teknis Penyimpanan Pra-pemasangan Pemasangan dan operasi Daftar isi Variasi produk 2 Pra-pengepasan belt modular 3 Pengepasan/ pelepasan pin engsel 4 Memasukkan sprocket 7 Karakteristik/Hambatan/
Variasi produk Belt transmisi daya
Variasi produk Belt transmisi daya belt datar Siegling total belting solutions 2 Siegling Extremultus transmisi listrik yang luar biasa Daftar isi Kami telah mengembangkan Belt transmisi listriks siegling
BAB II PEMBAHASAN MATERI. industri, tempat penyimpanan dan pembongkaran muatan dan sebagainya. Jumlah
BAB II PEMBAHASAN MATERI 2.1 Mesin Pemindah Bahan Mesin pemindahan bahan merupakan salah satu peralatan mesin yang dugunakan untuk memindahkan muatan dilokasi pabrik, lokasi konstruksi, lokasi industri,
Variasi produk. belt conveyor. Siegling total belting solutions
Variasi produk belt conveyor Siegling total belting solutions Belt pembongkar 40 ton batu bara. Siegling Transtex dibutuhkan untuk membuat desain conveyor yang padat ini dimungkinkan. Sudut gradien besar
BAB II PEMBAHASAN MATERI. digunakan untuk memindahkan muatan di lokasi atau area pabrik, lokasi
5 BAB II PEMBAHASAN MATERI 2.1 Mesin Pemindah Bahan Mesin pemindah bahan merupakan satu diantara peralatan mesin yang digunakan untuk memindahkan muatan di lokasi atau area pabrik, lokasi konstruksi, tempat
BAB II DASAR TEORI. c) Untuk mencari torsi dapat dirumuskan sebagai berikut:
BAB II DASAR TEORI 2.1 Daya Penggerak Secara umum daya diartikan sebagai suatu kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan sebuah kerja, yang dinyatakan dalam satuan Watt ataupun HP. Penentuan besar daya
BAB III PROSES PERANCANGAN ROLLER CONVEYOR DI PT. MUSTIKA AGUNG TEKNIK
BAB III PROSES PERANCANGAN ROLLER CONVEYOR DI PT. MUSTIKA AGUNG TEKNIK 3.1 Pengertian Perancangan Perancangan memiliki banyak definisi karena setiap orang mempunyai definisi yang berbeda-beda, tetapi intinya
Di dalam publikasi ini Anda akan menemukan informasi dasar yang penting tentang conveyor dan belt pengolahan.
belt conveyor dan pengolahan Informasi teknis 1 Penyimpanan, penyelesaian, pemasangan Daftar isi Konstruksi dan bahan 2 Sebutan jenis-jenis 2 Transportasi dan penyimpanan 3 Resistansi 3 Pemeliharaan 3
Logam. belting. Product Finder Cara termudah untuk menemukan jenis belt yang paling sesuai untuk penghantaran. Siegling total belting solutions BARU
Logam belting Product Finder Cara termudah untuk menemukan jenis belt yang paling sesuai untuk penghantaran anda. www.forbo-siegling.com BARU Siegling total belting solutions Foto pada sampul dan halaman
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka Conveyor merupakan suatu alat transportasi yang umumnya dipakai dalam proses industri. Conveyor dapat mengangkut bahan produksi setengah jadi maupun hasil produksi
BAB II DASAR TEORI. Mesin perajang singkong dengan penggerak motor listrik 0,5 Hp mempunyai
BAB II DASAR TEORI 2.1. Prinsip Kerja Mesin Perajang Singkong. Mesin perajang singkong dengan penggerak motor listrik 0,5 Hp mempunyai beberapa komponen, diantaranya adalah piringan, pisau pengiris, poros,
TRANSMISI RANTAI ROL
TRANSMISI RANTAI ROL Penggunaan: transmisi sabuk > jarak poros > transmisi roda gigi Rantai mengait pada gigi sproket dan meneruskan daya tanpa slip perbandingan putaran tetap Keuntungan: Mampu meneruskan
BAB II PEMBAHASAN MATERI
BAB II PEMBAHASAN MATERI 2.1 Mesin Pemindah Bahan Mesin pemindah bahan merupakan satu diantara peralatan mesinyang digunakan untuk memindahkan muatan di lokasi atau area pabrik, lokasi konstruksi, tempat
Perancangan Belt Conveyor Pengangkut Bubuk Detergent Dengan Kapasitas 25 Ton/Jam BAB III PERHITUNGAN BAGIAN-BAGIAN UTAMA CONVEYOR
BAB III PERHITUNGAN BAGIAN-BAGIAN UTAMA CONVEYOR 3.1 Data Perancangan Spesifikasi perencanaan belt conveyor. Kapasitas belt conveyor yang diinginkan = 25 ton / jam Lebar Belt = 800 mm Area cross-section
TRANSMISI RANTAI ROL 12/15/2011
TRANSMISI RANTAI ROL Penggunaan: transmisi sabuk > jarak poros > transmisi roda gigi Rantai mengait pada gigi sproket dan meneruskan daya tanpa slip perbandingan putaran tetap Mampu meneruskan daya besar
MESIN PEMINDAH BAHAN PERANCANGAN HOISTING CRANE DENGAN KAPASITAS ANGKAT 5 TON PADA PABRIK PENGECORAN LOGAM
MESIN PEMINDAH BAHAN PERANCANGAN HOISTING CRANE DENGAN KAPASITAS ANGKAT 5 TON PADA PABRIK PENGECORAN LOGAM SKRIPSI Skripsi Yang Diajukan untuk Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik KURNIAWAN
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR 3.1 Diagram Alir Proses Perancangan Proses perancangan mesin peniris minyak pada kacang seperti terlihat pada gambar 3.1 berikut ini: Mulai Studi Literatur Gambar Sketsa
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Prinsip Dasar Mesin Pencacah Rumput
BAB II DASAR TEORI 2.1 Prinsip Dasar Mesin Pencacah Rumput Mesin ini merupakan mesin serbaguna untuk perajang hijauan, khususnya digunakan untuk merajang rumput pakan ternak. Pencacahan ini dimaksudkan
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Pengertian rangka
BAB II DASAR TEORI 2.1 Pengertian rangka Rangka adalah struktur datar yang terdiri dari sejumlah batang-batang yang disambung-sambung satu dengan yang lain pada ujungnya, sehingga membentuk suatu rangka
Perancangandanpembuatan Crane KapalIkanUntukDaerah BrondongKab. lamongan
Perancangandanpembuatan Crane KapalIkanUntukDaerah BrondongKab. lamongan Latar Belakang Dalam mencapai kemakmuran suatu negara maritim penguasaan terhadap laut merupakan prioritas utama. Dengan perkembangnya
KOPLING. Kopling ditinjau dari cara kerjanya dapat dibedakan atas dua jenis: 1. Kopling Tetap 2. Kopling Tak Tetap
KOPLING Defenisi Kopling dan Jenis-jenisnya Kopling adalah suatu elemen mesin yang berfungsi untuk mentransmisikan daya dari poros penggerak (driving shaft) ke poros yang digerakkan (driven shaft), dimana
Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.
SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN PEMANAS AIR (WATER HEATER) DOMO Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun. Bacalah buku petunjuk pengoperasian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1. TINJAUAN PUSTAKA Potato peeler atau alat pengupas kulit kentang adalah alat bantu yang digunakan untuk mengupas kulit kentang, alat pengupas kulit kentang yang
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR 3.1 Flowchart Perencanaan Pembuatan Mesin Pemotong Umbi Proses Perancangan mesin pemotong umbi seperti yang terlihat pada gambar 3.1 berikut ini: Mulai mm Studi Literatur
Rekomendasi untuk penyusunan dan perhitungan conveyor
belt modular Rekomendasi untuk penyusunan dan perhitungan conveyor Daftar Isi Belt support 2 Poros 3 Conveyor konvensional 5 Conveyor pembalik 6 Conveyor inclined 7 Conveyor bentuk mata pisau 9 Anda dapat
PERANCANGAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE YANG DIPAKAI DI WORKSHOP PEMBUATAN PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS ANGKAT 10 TON
TUGAS SARJANA MESIN PEMINDAH BAHAN PERANCANGAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE YANG DIPAKAI DI WORKSHOP PEMBUATAN PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS ANGKAT 10 TON OLEH : RAMCES SITORUS NIM : 070421006 FAKULTAS
BAB II DASAR TEORI 2.1 Konsep Perencanaan 2.2 Motor 2.3 Reducer
BAB II DASAR TEORI 2.1 Konsep Perencanaan Konsep perencanaan komponen yang diperhitungkan sebagai berikut: a. Motor b. Reducer c. Daya d. Puli e. Sabuk V 2.2 Motor Motor adalah komponen dalam sebuah kontruksi
Tata Cara Pengujian Beton 1. Pengujian Desak
Tata Cara Pengujian Beton Beton (beton keras) tidak saja heterogen, juga merupakan material yang an-isotropis. Kekuatan beton bervariasi dengan alam (agregat) dan arah tegangan terhadap bidang pengecoran.
BAB III LANDASAN TEORI Klasifikasi Kayu Kayu Bangunan dibagi dalam 3 (tiga) golongan pemakaian yaitu :
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Klasifikasi Kayu Kayu Bangunan dibagi dalam 3 (tiga) golongan pemakaian yaitu : 1. Kayu Bangunan Struktural : Kayu Bangunan yang digunakan untuk bagian struktural Bangunan dan
MATERI/MODUL MATA PRAKTIKUM
PENGUJIAN BETON 4.1. Umum Beton adalah material struktur bangunan yang mempunyai kelebihan kuat menahan gaya desak, tetapi mempunyai kelebahan, yaitu kuat tariknya rendah hanya 9 15% dari kuat desaknya.
siegling transilon belt conveyor dan pengolahan Siegling total belting solutions
siegling transilon belt conveyor dan pengolahan Variasi produk Siegling total belting solutions 2 Siegling Transilon untuk pemindahan bahan yang ringan Di bawah nama merek Siegling Transilon, Forbo Siegling
Penggunaan transmisi sabuk, menurut Sularso (1979 : 163), dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :
SABUK-V Untuk menghubungkan dua buah poros yang berjauhan, bila tidak mungkin digunakan roda gigi, maka dapat digunakan sabuk luwes atau rantai yang dililitkan di sekeliling puli atau sprocket pada porosnya
PERENCANAAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE YANG DIPAKAI PADA PABRIK PELEBURAN BAJA DENGAN KAPASITAS ANGKAT CAIRAN 10 TON
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS TEKNIK DEPARTEMEN TEKNIK MESIN MEDAN TUGAS SARJANA MESIN PEMINDAH BAHAN PERENCANAAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE YANG DIPAKAI PADA PABRIK PELEBURAN BAJA DENGAN KAPASITAS
BAB II DASAR TEORI 2.1. Prinsip kerja Mesin Penghancur Kedelai 2.2. Gerenda Penghancur Dan Alur
BAB II DASAR TEORI 2.1. Prinsip kerja Mesin Penghancur Kedelai Mesin penghancur kedelai dengan penggerak motor listrik 0,5 Hp, mengapa lebih memilih memekai motor listrik 0,5 Hp karena industri yang di
DIAL TEKAN (DIAL GAUGE/DIAL INDICATOR)
DIAL TEKAN (DIAL GAUGE/DIAL INDICATOR) Alat ukur dalam dunia teknik sangat banyak. Ada alat ukur pneumatik, mekanik, hidrolik maupun yang elektrik. Termasuk dalam dunia otomotif, banyak juga alat ukur
BAB III LANDASAN TEORI. Kayu memiliki berat jenis yang berbeda-beda berkisar antara
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Berat Jenis dan Kerapatan Kayu Kayu memiliki berat jenis yang berbeda-beda berkisar antara 0.2-1.28 kg/cm 3. Berat jenis kayu merupakan suatu petunjuk dalam menentukan kekuatan
SKRIPSI PERANCANGAN BELT CONVEYOR PENGANGKUT BUBUK DETERGENT DENGAN KAPASITAS 25 TON/JAM
SKRIPSI PERANCANGAN BELT CONVEYOR PENGANGKUT BUBUK DETERGENT DENGAN KAPASITAS 25 TON/JAM Diajukan guna melengkapi sebagian syarat Dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Dibuat Oleh : Nama : Nuryanto
BAB III LANDASAN TEORI. A. Pembebanan Pada Pelat Lantai
8 BAB III LANDASAN TEORI A. Pembebanan Pada Pelat Lantai Dalam penelitian ini pelat lantai merupakan pelat persegi yang diberi pembebanan secara merata pada seluruh bagian permukaannya. Material yang digunakan
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN Semua mekanisme yang telah berhasil dirancang kemudian dirangkai menjadi satu dengan sistem kontrol. Sistem kontrol yang digunakan berupa sistem kontrol loop tertutup yang menjadikan
Metode perhitungan. belt timing. Daftar Isi. Siegling total belting solutions. Formula 2. Perhitungan 5. Contoh perhitungan 7. Lembar perhitungan 15
belt timing Metode perhitungan Daftar Isi Formula 2 Perhitungan 5 Contoh perhitungan 7 Lembar perhitungan 15 Tabel 26 Anda dapat memperoleh informasi terperinci mengenai Siegling Belt Timing Proposisi
REKAYASA JALAN REL. MODUL 5 : Bantalan PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
REKAYASA JALAN REL MODUL 5 : Bantalan OUTPUT : Mahasiswa dapat menjelaskan fungsi bantalan dalam konstruksi jalan rel Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan tipe bantalan serta penggunaan yang tepat sesuai
PROSEDUR MOBILISASI DAN PEMASANGAN PIPA AIR MINUM SUPLEMEN MODUL SPAM PERPIPAAN BERBASIS MASYARAKAT DENGAN POLA KKN TEMATIK
PROSEDUR MOBILISASI DAN PEMASANGAN PIPA AIR MINUM SUPLEMEN MODUL SPAM PERPIPAAN BERBASIS MASYARAKAT DENGAN POLA KKN TEMATIK A. DEFINISI - Pengangkutan Pekerjaan pemindahan pipa dari lokasi penumpukan ke
MAKALAH ELEMEN MESIN RANTAI. Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Elemen Mesin
MAKALAH ELEMEN MESIN RANTAI Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Elemen Mesin Oleh: Rahardian Faizal Zuhdi 0220120068 Mekatronika Politeknik Manufaktur Astra Jl. Gaya Motor Raya No 8, Sunter II, Jakarta Utara
BAB III TEORI PERHITUNGAN. Data data ini diambil dari eskalator Line ( lampiran ) Adapun data data eskalator tersebut adalah sebagai berikut :
BAB III TEORI PERHITUNGAN 3.1 Data data umum Data data ini diambil dari eskalator Line ( lampiran ) Adapun data data eskalator tersebut adalah sebagai berikut : 1. Tinggi 4 meter 2. Kapasitas 4500 orang/jam
METODE UJI UJI KUAT TEKAN BETON UJI MODULUS ELASTISITAS BETON UJI KUAT TARIK BAJA
LABORATORIUM STRUKTUR DAN BAHAN DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS HASANUDDIN Jln Poros Malino KM. 14.5 Kampus Teknik Unhas Gowa, Sulawesi Selatan, 92171 METODE UJI UJI KUAT TEKAN BETON UJI MODULUS ELASTISITAS
Konveyor check in adalah interface antara penumpang dan sistem penanganan bagasi. Konveyor ini didesain untuk menjamin kapasitas loading yang mudah.
Check-in Pendahuluan check in adalah interface antara penumpang dan sistem penanganan bagasi. ini didesain untuk menjamin kapasitas loading yang mudah. check in bisa dipasok dalam satu, dua, tiga atau
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. buah kabin operator yang tempat dan fungsinya adalah masing-masing. 1) Kabin operator Truck Crane
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Bagian-bagian Utama Pada Truck Crane a) Kabin Operator Seperti yang telah kita ketahui pada crane jenis ini memiliki dua buah kabin operator yang tempat dan fungsinya adalah
BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN BAGIAN BAGIAN CONVEYOR
BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN BAGIAN BAGIAN CONVEYOR Dalam pabrik pengolahan CPO dengan kapasitas 60 ton/jam TBS sangat dibutuhkan peran bunch scrapper conveyor yang berfungsi sebagai pengangkut janjangan
BAB II DASAR TEORI Sistem Transmisi
BAB II DASAR TEORI Dasar teori yang digunakan untuk pembuatan mesin pemotong kerupuk rambak kulit adalah sistem transmisi. Berikut ini adalah pengertian-pengertian dari suatu sistem transmisi dan penjelasannya.
Pembebanan Batang Secara Aksial. Bahan Ajar Mekanika Bahan Mulyati, MT
Pembebanan Batang Secara Aksial Suatu batang dengan luas penampang konstan, dibebani melalui kedua ujungnya dengan sepasang gaya linier i dengan arah saling berlawanan yang berimpit i pada sumbu longitudinal
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Transmisi Transmisi yaitu salah satu bagian dari sistem pemindah tenaga yang berfungsi untuk mendapatkan variasi momen dan kecepatan sesuai dengan kondisi jalan dan kondisi pembebanan,
Macam-macam Tegangan dan Lambangnya
Macam-macam Tegangan dan ambangnya Tegangan Normal engetahuan dan pengertian tentang bahan dan perilakunya jika mendapat gaya atau beban sangat dibutuhkan di bidang teknik bangunan. Jika suatu batang prismatik,
ANALISA KEMAMPUAN ANGKAT DAN UNJUK KERJA PADA OVER HEAD CONVEYOR. Heri Susanto
ANALISA KEMAMPUAN ANGKAT DAN UNJUK KERJA PADA OVER HEAD CONVEYOR Heri Susanto ABSTRAK Keinginan untuk membuat sesuatu hal yang baru serta memperbaiki atau mengoptimalkan yang sudah ada adalah latar belakang
BAB II MESIN BUBUT. Gambar 2.1 Mesin bubut
BAB II MESIN BUBUT A. Prinsip Kerja Mesin Bubut Mesin bubut merupakan salah satu mesin konvensional yang umum dijumpai di industri pemesinan. Mesin bubut (gambar 2.1) mempunyai gerak utama benda kerja
d b = Diameter nominal batang tulangan, kawat atau strand prategang D = Beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati e = Ek
DAFTAR NOTASI A g = Luas bruto penampang (mm 2 ) A n = Luas bersih penampang (mm 2 ) A tp = Luas penampang tiang pancang (mm 2 ) A l =Luas total tulangan longitudinal yang menahan torsi (mm 2 ) A s = Luas
BAB II TEORI DASAR. BAB II. Teori Dasar
BAB II TEORI DASAR Perencanaan elemen mesin yang digunakan dalam peralatan pembuat minyak jarak pagar dihitung berdasarkan teori-teori yang diperoleh dibangku perkuliahan dan buku-buku literatur yang ada.
IV. PENDEKATAN DESAIN
IV. PENDEKATAN DESAIN A. Kriteria Desain Alat pengupas kulit ari kacang tanah ini dirancang untuk memudahkan pengupasan kulit ari kacang tanah. Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa proses pengupasan
BAB 5 DASAR POMPA. pompa
BAB 5 DASAR POMPA Pompa merupakan salah satu jenis mesin yang berfungsi untuk memindahkan zat cair dari suatu tempat ke tempat yang diinginkan. Zat cair tersebut contohnya adalah air, oli atau minyak pelumas,
Bab 5 Puntiran. Gambar 5.1. Contoh batang yang mengalami puntiran
Bab 5 Puntiran 5.1 Pendahuluan Pada bab ini akan dibahas mengenai kekuatan dan kekakuan batang lurus yang dibebani puntiran (torsi). Puntiran dapat terjadi secara murni atau bersamaan dengan beban aksial,
BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. harus mempunyai sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut
BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH Proses pembuatan rangka pada mesin pemipih dan pemotong adonan mie harus mempunyai sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut meliputi gambar kerja, bahan,
Toleransi& Implementasinya
Toleransi& Implementasinya Daftar Isi 1. Toleransi Linier... 3 a) Suaian-suaian (Fits)... 6 b) Jenis jenis Suaian... 6 c) Toleransi Khusus dan Toleransi Umum... 6 1) Toleransi Khusus... 6 2) Toleransi
Jaringan kawat baja las untuk tulangan beton
Jaringan kawat baja las untuk tulangan beton 1. Ruang lingkup Standar ini meliputi definisi bentuk, juntaian, jenis, syarat bahan baku, syarat mutu, cara pengambilan contoh, cara uji, syarat lulus uji,
LANDASAN TEORI. Katungau Kalimantan Barat, seorang perencana merasa yakin bahwa dengan
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Tinjauan Umum Menurut Supriyadi dan Muntohar (2007) dalam Perencanaan Jembatan Katungau Kalimantan Barat, seorang perencana merasa yakin bahwa dengan mengumpulkan data dan informasi
BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Perencanaan Tabung Luar Dan Tabung Dalam a. Perencanaan Tabung Dalam Direncanakan tabung bagian dalam memiliki tebal stainles steel 0,6, perencenaan tabung pengupas
MESIN PEMINDAH BAHAN
MESIN PEMINDAH BAHAN PERANCANGAN DAN ANALISA PERHITUNGAN BEBAN ANGKAT MAKSIMUM PADA VARIASI JARAK LENGAN TOWER CRANE KAPASITAS ANGKAT 3,2 TON TINGGI ANGKAT 40 METER DAN RADIUS LENGAN 70 METER SKRIPSI Skripsi
1. Kopling Cakar : meneruskan momen dengan kontak positif (tidak slip). Ada dua bentuk kopling cakar : Kopling cakar persegi Kopling cakar spiral
Kopling tak tetap adalah suatu elemen mesin yang menghubungkan poros penggerak ke poros yang digerakkan degan putaran yang sama dalam meneruskan daya, serta dapat melepaskan hubungan kedua poros tersebut
BAB IV PERHITUNGAN PERANCANGAN
BAB IV PERHITUNGAN PERANCANGAN Pada tahap perancangan mesin Fitting valve spindle pada bab sebelumnya telah dihasilkan rancangan yang sesuai dengan daftar kehendak. Yang dijabarkan menjadi beberapa varian
Panduan Keselamatan dan Pengoperasian
PUN M Alat Pemotong Berbentuk Jari Manual 300-600 - 900 Panduan Keselamatan dan Pengoperasian Hanya untuk memotong material belt termoplastik. PERINGATAN Penggunaan alat ini secara TIDAK BENAR ATAU TIDAK
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Mesin Pan Granulator Mesin Pan Granulator adalah alat yang digunakan untuk membantu petani membuat pupuk berbentuk butiran butiran. Pupuk organik curah yang akan
Katalog Sistem Teknis Kotak
Katalog Sistem Teknis Kotak Terminal KL 1 4 6 5 3 7 2 Housing kecil dengan persetujuan yang berlaku di seluruh dunia dan tersedia secara langsung dalam berbagai dimensi standar. Aksesori sistem yang praktis
Tegangan Dalam Balok
Mata Kuliah : Mekanika Bahan Kode : TSP 05 SKS : SKS Tegangan Dalam Balok Pertemuan 9, 0, TIU : Mahasiswa dapat menghitung tegangan yang timbul pada elemen balok akibat momen lentur, gaya normal, gaya
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Pembuatan Prototipe 5.1.1. Modifikasi Rangka Utama Untuk mempermudah dan mempercepat waktu pembuatan, rangka pada prototipe-1 tetap digunakan dengan beberapa modifikasi. Rangka
Pemindah Gigi Belakang JALANAN
(Indonesian) DM-RD0003-09 Panduan Dealer Pemindah Gigi Belakang JALANAN RD-9000 RD-6800 RD-5800 RD-4700 DAFTAR ISI PENGUMUMAN PENTING...3 UNTUK MENJAGA KESELAMATAN...4 DAFTAR ALAT YANG AKAN DIGUNAKAN...6
Frekuensi yang digunakan berkisar antara 10 hingga 500 khz, dan elektrode dikontakkan dengan benda kerja sehingga dihasilkan sambungan la
Pengelasan upset, hampir sama dengan pengelasan nyala, hanya saja permukaan kontak disatukan dengan tekanan yang lebih tinggi sehingga diantara kedua permukaan kontak tersebut tidak terdapat celah. Dalam
METODOLOGI PERANCANGAN. Dari data yang di peroleh di lapangan ( pada brosur ),motor TOYOTA. 1. Daya maksimum (N) : 109 dk
METODOLOGI PERANCANGAN 3.1. Spesifikasi TOYOTA YARIS Dari data yang di peroleh di lapangan ( pada brosur ),motor TOYOTA YARIS memiliki spesifikasi sebagai berikut : 1. Daya maksimum (N) : 109 dk. Putaran
commit to user BAB II DASAR TEORI
3 BAB II DASAR TEORI 2.1 Kerja Bangku Kerja Bangku adalah teknik dasar yang harus dikuasai oleh seseorang dalam mengerjakan benda kerja. Pekerjaan kerja bangku menekankan pada pembuatan benda kerja dengan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Transmisi Transmisi yaitu salah satu bagian dari sistem pemindah tenaga yang berfungsi untuk mendapatkan variasi momen dan kecepatan sesuai dengan kondisi jalan dan kondisi
SABUK-V. Penggunaan transmisi sabuk, menurut Sularso (1979 : 163), dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :
SABUK-V Untuk menghubungkan dua buah poros yang berjauhan, bila tidak mungkin digunakan roda gigi, maka dapat digunakan sabuk luwes atau rantai yang dililitkan di sekeliling puli atau sprocket pada porosnya
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR
BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR 3.1 Flow Chart Pembuatan Mesin Pemotong Umbi Mulai Studi Literatur Perencanaan dan Desain Perhitungan Penentuan dan Pembelian Komponen Proses Pengerjaan Proses Perakitan
BAB IV PEMBAHASAAN 4.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI KOPLING Kopling adalah satu bagian yang mutlak diperlukan pada truk dan jenis lainnya dimana penggerak utamanya diperoleh dari hasil pembakaran di dalam silinder
Tujuan Pembelajaran:
P.O.R.O.S Tujuan Pembelajaran: 1. Mahasiswa dapat memahami pengertian poros dan fungsinya 2. Mahasiswa dapat memahami macam-macam poros 3. Mahasiswa dapat memahami hal-hal penting dalam merancang poros
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Singkat Alat Alat pembuat mie merupakan alat yang berfungsi menekan campuran tepung, telur dan bahan-bahan pembuatan mie yang telah dicampur menjadi adonan basah kemudian
BAB III. Metode Rancang Bangun
BAB III Metode Rancang Bangun 3.1 Diagram Alir Metode Rancang Bangun MULAI PENGUMPULAN DATA : DESAIN PEMILIHAN BAHAN PERHITUNGAN RANCANG BANGUN PROSES PERMESINAN (FABRIKASI) PERAKITAN PENGUJIAN ALAT HASIL
Katalog Sistem Teknis Enklosur Ringkas AE
Katalog Sistem Teknis Enklosur Ringkas AE 3 4 1 6 3 4 8 7 5 2 Enklosur asli dengan persetujuan yang berlaku di seluruh dunia dan tersedia secara langsung. Berbagai dimensi yang praktis dan aksesori sistem
BAB DINAMIKA ROTASI DAN KESEIMBANGAN BENDA TEGAR
BAB DNAMKA OTAS DAN KESEMBANGAN BENDA TEGA. SOA PHAN GANDA. Dengan menetapkan arah keluar bidang kertas, sebagai arah Z positif dengan vektor satuan k, maka torsi total yang bekerja pada batang terhadap
TUGAS AKHIR. Disusun oleh : ENDI SOFAN HADI NIM : D
TUGAS AKHIR PERENCANAAN FAN PENDINGIN RADIATOR PADA KENDARAAN RODA EMPAT DENGAN DAYA MESIN 88 HP DAN PUTARAN 3100 RPM DENGAN JUMLAH SUDU 8 BUAH SERTA DIAMETER KIPAS 410 mm Tugas Akhir Disusun Sebagai Syarat
Pemindah Gigi (Derailleur) Belakang
(Indonesian) DM-RD0004-08 Panduan Dealer JALANAN MTB Trekking Keliling Kota/ Sepeda Nyaman URBAN SPORT E-BIKE XTR RD-M9000 DEORE XT RD-M8000 Pemindah Gigi (Derailleur) Belakang DAFTAR ISI PENGUMUMAN PENTING...
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.. Gambaran Umum Mesin pemarut adalah suatu alat yang digunakan untuk membantu atau serta mempermudah pekerjaan manusia dalam hal pemarutan. Sumber tenaga utama mesin pemarut adalah
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Konsep Perencanaan Sistem Transmisi Motor
BAB II DASAR TEORI 2.1 Konsep Perencanaan Sistem Transmisi Pada perancangan suatu kontruksi hendaknya mempunyai suatu konsep perencanaan. Untuk itu konsep perencanaan ini akan membahas dasar-dasar teori
MACAM MACAM SAMBUNGAN
BAB 2 MACAM MACAM SAMBUNGAN Kompetensi Dasar Indikator : Memahami Dasar dasar Mesin : Menerangkan komponen/elemen mesin sesuai konsep keilmuan yang terkait Materi : 1. Sambungan tetap 2. Sambungan tidak
