BAB 2 LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB ΙΙ LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah regresi pertama kali digunakan oleh Francis Galton. Dalam papernya yang

BAB 2 LANDASAN TEORI. Regresi pertama kali dipergunakan sebagai konsep statistik pada tahun 1877 oleh Sir francis

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II KAJIAN TEORI. Sebuah Matriks adalah susunan segi empat siku-siku dari bilangan-bilangan.

BAB 2 LANDASAN TEORI. digunakan sebagai konsep statistik pada tahun 1877 oleh Sir Francis Galton. Dia

Bab 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel

Statistik merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang paling banyak

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah regresi pertama kali diperkenalkan oleh Francis Galton. Menurut Galton,

BAB 2 LANDASAN TEORI. berkenaan dengan studi ketergantungan dari suatu varibel yaitu variabel tak bebas (dependent

BAB II METODE ANALISIS DATA. memerlukan lebih dari satu variabel dalam membentuk suatu model regresi.

BAB 2. Istilah regresi pertama kali diperkenalkan oleh Francis Galton. Menurut Galton,

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. 1. Analisis regresi linier sederhana 2. Analisis regresi linier berganda. Universitas Sumatera Utara

TINJAUAN PUSTAKA. Matriks adalah suatu susunan bilangan berbentuk segi empat. Bilangan-bilangan

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. berarti ramalan atau taksiran pertama kali diperkenalkan Sir Francis Galton pada

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI. satu variabel yang disebut variabel tak bebas (dependent variable), pada satu atau

BAB 2 LANDASAN TEORI. regresi adalah sebuah teknik statistik untuk membuat model dan menyelediki

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam bab ini dibahas tentang matriks, metode pengganda Lagrange, regresi

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi (regression analysis) merupakan suatu teknik untuk membangun

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. Analisis regresi (regressison analysis) merupakan suatu teknik untuk membangun persamaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. satu peubah prediktor dengan satu peubah respon disebut analisis regresi linier

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam proses pengumpulan data, peneliti sering menemukan nilai pengamatan

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam

Regresi Linier Sederhana dan Korelasi. Pertemuan ke 4

BAB 2 LANDASAN TEORI

MATRIKS. Notasi yang digunakan NOTASI MATRIKS

MATRIK dan RUANG VEKTOR

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Regresi pertama kali digunakan sebagi konsep statistika pada tahun 1877 oleh sir Francis Galton.

BAB Ι PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. mengetahui pola hubungan antara dua atau lebih variabel. Istilah regresi yang

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (b) Variabel independen yang biasanya dinyatakan dengan simbol

BAB II LANDASAN TEORI. : Ukuran sampel telah memenuhi syarat. : Ukuran sampel belum memenuhi syarat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Regresi Linier Berganda

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. 1. Analisis Korelasi adalah metode statstika yang digunakan untuk menentukan

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi merupakan bentuk analisis hubungan antara variabel prediktor

5. PERSAMAAN LINIER. 1. Berikut adalah contoh SPL yang terdiri dari 4 persamaan linier dan 3 variabel.

BAB 2 LANDASAN TEORI

Tujuan. Mhs dapat mendemonstrasikan operasi matriks: penjumlahan, perkalian, dsb. serta menentukan matriks inverse

BAB II LANDASAN TEORI. metode kuadrat terkecil (MKT), outlier, regresi robust, koefisien determinasi,

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

MATRIKS. 3. Matriks Persegi Matriks persegi adalah matriks yang mempunyai baris dan kolom yang sama.

PENGGUNAAN METODE NUMERIK DAN METODE MATRIKS DALAM PERHITUNGAN PARAMETER PADA REGRESI LINIER BERGANDA SKRIPSI ZULIVA EVASARI SILALAHI

REGRESI LINIER BERGANDA. Debrina Puspita Andriani /

MATRIKS Nuryanto, ST., MT.

BAB 2 LANDASAN TEORI. Perubahan nilai suatu variabel dapat disebabkan karena adanya perubahan pada

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dicatat, atau diobservasi sepanjang waktu secara berurutan. Periode waktu dapat

KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA

BAB III METODE THEIL. menganalisis hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat yang dinyatakan

BAB 2 LANDASAN TEORI. 1. Analisis korelasi adalah metode statistika yang digunakan untuk menentukan

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III REGRESI PADA DATA SIRKULAR

BAB 2 LANDASAN TEORI. digunakan sebagai konsep statistik pada tahun 1877 oleh Sir Francis Galton. Dia

REGRESI LINIER. b. Variabel tak bebas atau variabel respon -> variabel yang terjadi karena variabel bebas. Dapat dinyatakan dengan Y.

MODEL-MODEL LEBIH RUMIT

BAB 2 LANDASAN TEORI. bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel eksplanatorik, variabel

MATRIKS. Definisi: Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang berbentuk segiempat siku-siku yang terdiri dari baris dan kolom.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA = (2.2) =

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS

BAB II LANDASAN TEORI. Data merupakan bentuk jamak dari datum. Data merupakan sekumpulan

4. SISTEM PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN

MATRIKS. 2. Matriks Kolom Matriks kolom adalah matriks yang hanya mempunyai satu kolom. 2 3 Contoh: A 4 x 1 =

MATRIKS. a A mxn = 21 a 22 a 2n a m1 a m2 a mn a ij disebut elemen dari A yang terletak pada baris i dan kolom j.

STANDAR KOMPETENSI : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep matriks

BAB III : SISTEM PERSAMAAN LINIER

ALJABAR LINIER MAYDA WARUNI K, ST, MT ALJABAR LINIER (I)

Matriks adalah susunan segi empat siku-siku dari objek yang diatur berdasarkan baris (row) dan kolom (column). Objek-objek dalam susunan tersebut

PENERAPAN KONSEP MATRIKS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

BAB I PENDAHULUAN. 3) Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan invers matriks. 4) Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan determinan matriks

BAB 2 LANDASAN TEORI

= parameter regresi = variabel gangguan Model persamaan regresi linier pada persamaan (2.2) dapat dinyatakan dalam bentuk matriks berikut:

Transkripsi:

BAB 2 LANDASAN TEORI 21 Analisis Regresi Perubahan nilai suatu variabel tidak selalu terjadi dengan sendirinya, namun perubahan nilai variabel itu dapat disebabkan oleh berubahnya variabel lain yang berhubungan dengan variabel tersebut Untuk mengetahui pola perubahan nilai suatu variabel yang disebabkan oleh variabel lain diperlukan alat analisis yang memungkinkan untuk membuat perkiraan (prediction) nilai variabel tersebut pada nilai tertentu variabel yang mempengaruhinya Teknik yang umum digunakan untuk menganalisis hubungan antara dua atau lebih variabel adalah analisis regresi Analisis regresi (regression analisis) merupakan suatu teknik untuk membangun persamaan garis lurus dan menggunakan persamaan tersebut untuk membuat perkiraan (Mason, 1996 Hal: 489) Model matematis dalam menjelaskan hubungan antarvariabel dalam analisis regresi menggunakan persamaan regresi Persamaan regresi (regression equastion) adalah suatu persamaan matematis yang mendefinisikan hubungan antara dua variabel (Mason, 1996 Hal: 490)

Persamaan regresi yang digunakan untuk membuat taksiran mengenai nilai variabel terikat (dependent) disebut persamaan regresi estimasi Persamaan regresi estimasi adalah suatu formula matematis yang menunjukkan hubungan keterkaitan antara satu atau beberapa variabel yang nilainya sudah diketahui (known variable) dengan satu variabel yang nilainya belum diketahui (unknown variable) Regresi pertama kali diperkenalkan pada tahun 1877 oleh Sir Francis Galton, pada penelitiannya terhadap manusia Penelitian tersebut membandingkan antara tinggi anak laki-laki dan tinggi badan orang tuanya Istilah regresi pada mulanya bertujuan untuk membuat perkiraan nilai suatu variabel (tinggi badan anak) terhadap suatu variabel yang lain (tinggi orangtua) Pada perkembangan selanjutnya, analisa regresi digunakan sebagai alat untuk membuat perkiraan nilai suatu variabel dengan menggunakan beberapa variabel lain yang berhubungan dengan variabel tersebut 211 Regresi Sederhana Regresi sederhana (simple regression) merupakan bagian regresi yang mencakup hubungan linier antara satu variabel terikat dengan satu variabel bebas Variabel bebas biasanya disimbolkan dengan X, sedangkan variabel terikat disimbolkan dengan Y Variabel bebas adalah variabel yang nilai-nilainya tidak bergantung pada variabel lainnya, variabel bebas digunakan untuk meramalkan atau menerangkan nilai variabel yang lain Variabel terikat adalah variabel yang nilainya bergantung pada variabel lainnya, variabel terikat merupakan variabel yang diramalkan atau diterangkan nilainnya Bentuk umum persamaan regresi linier sederhana yang menunjukkan hubungan antara dua variabel, yaitu variabel X sebagai variabel bebas dan variabel Y sebagai variabel terikat dari suatu populasi adalah sebagai berikut: (21)

Keterangan: = Variabel terikat = Variabel bebas = Jarak titik pangkal dengan titik potong garis regresi dengan sumbu Y (intercept) = Kemiringan (slope) garis regresi = Nilai kesalahan Parameter dan diduga dengan menggunakan garis regresi Bentuk persamaan garis regresi adalah sebagai berikut : (22) Keterangan: = Intersept, jarak titik pangkal dan titik potong garis regresi dengan sumbu Y = Kemiringan garis regresi Dalam hal ini: merupakan penduga titik bagi merupakan penduga titik bagi merupakan penduga titik bagi

Pendugaan dilakukan dengan mengambil contoh acak berukuran n dari suatu populasi Hasil pengamatan berupa pasangan X dan Y sebagai berikut : Jika data berpasangan tersebut digambarkan pada sumbu koordinat siku-siku, maka diperoleh gambar sebagai berikut : Y X Gambar 21 Diagram Pencar Dengan demikian diperoleh model regresi linier sederhana sebagai berikut: (23) Y X Gambar 22 Diagram Pencar, Garis Regresi dan Sisa

Pada umumnya tidak sama dengan, perbedaan antara dan dinyatakan dengan yang disebut dengan sisa (residual) Dalam hal ini: (24) Nilai dan diperoleh dengan menggunakan metode kuadrat terkecil (least squares method) Metode kuadrat terkecil merupakan satu cara untuk memperoleh dan sebagai perkiraan dan, dengan meminimumkan jumlah kuadrat sisa sebagai berikut: (25) Syarat minimum adalah sebagai berikut: (26) (27) Untuk menentukan hubungan pengaruh perubahan variabel yang satu terhadap variabel yang lainnya, maka dibutuhkan peranan garis regresi Selanjutnya, dari hubungan dua variabel ini dapat dikembangkan untuk permasalahan regresi berganda

212 Regresi Berganda Regresi Berganda (multiple regression) merupakan bagian regresi yang mencakup hubungan linier antara dua atau lebih variabel bebas dengan satu variabel terikat Variabel bebas disimbolkan dengan X, sedangkan variabel terikat disimbolkan dengan Y variabel bebas adalah variabel yang nilai-nilainya tidak bergantung pada variabel lainnya, variabel bebas digunakan untuk meramalkan atau menerangkan nilai variabel yang lain Sedangkan variabel terikat adalah variabel yang nilainnya bergantung pada variabel lainnya, variabel terikat merupakan variabel yang diramalkan atau diterangkan nilainnya Bentuk umum persamaan regresi linier berganda yang melibatkan lebih dari satu variabel bebas yang mempengaruhi variabel terikat Y dari suatu populasi adalah sebagai berikut: (28) Keterangan: = Variabel terikat = Variabel bebas = Parameter regresi yang belum diketahui nilainya = Nilai kesalahan = 1, 2,, n Jika = 0, maka diperoleh persamaan regresi linier ganda dari suatu populasi adalah sebagai berikut: (29)

Pendugaan garis regresi populasi diatas dapat dilakukan dengan mengambil contoh acak berukuran dari populasi tersebut Model populasi diatas dinyatakan dalam bentuk sebagai berikut : (210) Keterangan: merupakan penduga titik bagi merupakan penduga titik bagi 22 Metode Kuadrat Terkecil Metode kuadrat terkecil (least squares method) adalah salah satu metode yang terbaik untuk memperoleh persamaan linier Persamaan ini merupakan petunjuk yang terbaik untuk menerangkan diagram pencaran data Karena setiap garis yang ditarik belum tentu melalui semua titik dalam diagram pencaran Apabila garis lurus tidak tepat pada titik-titik diagram pencaran, akan terdapat deviasi antara setiap nilai Y dan nilai yang ditunjukkan oleh garis Garis yang berdasarkan metode kuadrat terkecil menunjukkan penyimpangan tiap nilai dengan garis regresi Metode ini ditemukan oleh Adrien Legendre seorang ahli matematika Perancis pada awal abad ke 19 Dengan meminimumkan jumlah kuadrat sisa yang dikuadratkan, sehingga diperoleh S sebagai berikut: (211)

Dengan syarat minimum adalah sebagai berikut: (212) (213) (214)

(215) Dari persyaratan minimum diatas, menghasilkan suatu kumpulan persamaan normal sebagai berikut: (216) 23 Metode Numerik Metode numerik adalah suatu teknik penyelesaian yang diformulasikan secara matematis dengan cara operasi perhitungan dan dilakukan secara berulang-ulang dengan cara manual atau bantuan komputer Metode numerik tidak mengutamakan diperolehnya jawaban yang eksak (tepat), tetapi mengusahakan metode pendekatan(sangadji, 2008)

231 Perhitungan Parameter dengan Menggunakan Metode Numerik (Gauss Seidel) Dalam melakukan perhitungan parameter dengan menggunakan metode Gauss Seidel, proses penyelesaiannya dapat dimulai dengan nilai awal untuk sama dengan nol Nilai-nilai awal nol ini dapat dimanfaatkan untuk menghitung variabel berikutnya Menentukan nilai parameter pada regresi linier berganda dengan menggunakan metode Gauss-Seidel adalah sebagai berikut: Sehingga berlaku prosedur iterasi sebagai berikut: Iterasi 0 Iterasi 1

Iterasi 2 (217) Proses ini diulangi hingga mencapai kekonvergenan yang diinginkan Kemudian hasil hitungan iterasi yang telah diperoleh dapat dibuat dalam bentuk tabel

24 Metode Matriks Matriks didefinisikan sebagai suatu himpunan angka, variabel atau parameter dalam bentuk suatu persegi panjang, yang tersusun di dalam baris dan kolom dan diantarai oleh dua buah kurung siku atau kurung biasa Pada umumnya, matriks di notasikan dalam huruf besar sedangkan elemen-elemennya dalam hurup kecil, sebagai berikut: atau dimana: A = Matriks A [ ] atau ( ) = Notasi matriks adalah elemen dari matriks A, dimana menyatakan baris dan menyatakan kolom Misalnya: adalah elemen dari matriks A yang terletak pada baris ke-1 dan kolom ke-1 (PUDJIASTUTI,2006) Jenis-jenis matriks adalah sebagai berikut: 1 Matriks diagonal Adalah suatu matriks bujur sangkar yang semua elemen di luar elemen diagonal utama sama dengan nol, dan paling tidak satu elemen pada diagonal utamanya tidak sama dengan nol 2 Matriks identitas Adalah suatu matriks bujur sangkar yang elemen-elemen di luar diagonal utamanya sama dengan nol, dan semua elemen pada diagonal utama sama dengan satu Matriks identitas yang berorde n biasanya diberi simbol I n

3 Matriks segitiga atas Adalah matriks bujur sangkar yang elemen-elemen di bawah diagonal utama bernilai nol Jadi yang tidak sama dengan nol adalah elemen-elemen pada segitiga atasnya dan paling tidak satu elemen pada diagonal utama tidak sama dengan nol 4 Matriks segitiga bawah Adalah matriks bujur sangkar yang elemen-elemen di atas diagonal utama bernilai nol Jadi yang tidak sama dengan nol adalah elemen-elemen pada segitiga bawahnya dan paling tidak satu elemen pada diagonal utama tidak sama dengan nol 5 Matriks nol Adalah suatu matriks yang semua elemenya bernilai nol Matriks ini biasanya diberi simbol O dan bentuknya tidak selalu bujur sangkar 6 Matriks baris Adalah matriks yang hanya terdiri dari satu baris Matriks ini sering disebut dengan vektor baris 7 Matriks kolom Adalah matriks yang hanya terdiri dari satu kolom Matriks ini sering disebut dengan vektor kolom 8 Matriks simetris Adalah suatu matriks bujur sangkar yang memiliki, sehingga transposenya sama dengan matriks semula 241 Tranpose suatu matrik Tranpose suatu matriks adalah merubah ordo suatu matriks dari x menjadi x Jika atau adalah transpose dari matriks, maka baris pada matriks menjadi kolom pada matriks dan sebaliknya kolom pada matriks menjadi baris pada matriks

242 Determinan Determinan adalah suatu skalar (angka) yang diperoleh dari suatu matriks bujur sangkar selalui operasi khusus Disebut operasi khusus karena dalam proses penurunan determinan dilakukan perkalian-perkalian Determinan dinotasikan dengan tanda Salah satu cara dalam perhitungan determinan, adalah dengan cara singkat Cara singkat yang lazim dikenal untuk menghitung determinan dari matriks adalah dengan menggunakan metode sarrus Caranya dengan menempatkan elemen-elemen pada dua kolom pertama disebelah kanan notasi determinan sebagai berikut: 243 Invers Matriks Invers matriks sering disebut dengan matriks kebalikan Biasanya dituliskan sebagai berikut: jika A adalah suatu matriks bujur sangkar maka merupakan invers matriksnya

244 Perhitungan Parameter dengan Menggunakan Metode Matriks (Invers Matriks) Nilai parameter pada regresi linier berganda dapat ditentukan dengan menggunakan metode matriks Jika banyaknya peubah bebas adalah, maka model regresi populasi dinyatakan dengan: (218) Keterangan: = Variabel terikat = Variabel bebas = Parameter regresi yang belum diketahui nilainya = Nilai kesalahan Pendugaan garis regresi populasi diatas dapat dilakukan dengan mengambil contoh acak berukuran n dari populasi tersebut Model regresi diatas dinyatakan dengan bentuk sebagai berikut: (219) Keterangan: = Variabel terikat = Variabel bebas = Parameter regresi yang belum diketahui nilainya

Dalam hal ini: merupakan penduga titik bagi merupakan penduga titik bagi Dengan menggunakan persamaan matriks (220) Dengan (221) Metode kuadrat terkecil merupakan suatu metode untuk mendapatkan nilainilai vektor dengan meminimumkan adalah sebagai berikut: (224)

Langkah-langkah untuk menentukan nilai koefisien dari parameter pada regresi linier berganda adalah sebagai berikut: Langkah 1 Menghitung nilai matriks dengan cara sebagai berikut: (225) Langkah 2 Menghitung nilai determinan matrik dengan cara sebagai berikut: (226) Langkah 3 Mencari Adjoint matriks, dimana: (227)

Langkah 4 Mencari invers matriks dengan cara sebagai berikut: (228) Langkah 5 Mencari nilai matriks dengan cara sebagai berikut: (229) Sehingga untuk memperoleh nilai koefisien dari sebagai berikut: adalah dengan cara (230)

25 Perhitungan Simpangan Baku dari Model Persamaan (SUDJANA,2002 hal 93) Ukuran simpangan yang paling banyak digunakan adalah simpangan baku atau deviasi standar Pangkat dua dari simpangan baku disebut varians Untuk sampel, simpangan baku disimbolkan dengan, sedangkan untuk populasi disimbolkan dengan Varians untuk sampel dan populasi Pada umumnya, nilai-nilai koefisien regresi dalam bentuk vektor matriks adalah sebagai berikut: bervarias dan variansnya dari (231) Karena umumnya tidak diketahui, maka diduga dengan, sehingga perkiraan varians adalah: Keterangan: = Varians dari kesalahan pengganggu = Banyaknya observasi = Banyak variabel bebas observasi dapat dihitung langsung dari dengan nilai regresi yaitu selisih antara nilai

26 Interval Kepercayaan Sehubungan dengan Regresi Linier Berganda Jika simpangan baku populasi tidak diketahui dan ukuran sampel kurang dari 30, maka dugaan selang bagi rataan populasi ditentukan dengan menggunakan sebaran t dan jika ukuran sampel cukup besar, rataan populasi ditentukan dengan menggunakan sebaran data z untuk menghitung estimasi interval yang telah ditaksir oleh titik Selang kepercayaan (1-α) 100% bagi adalah sebagai berikut: (233) Jika cukup besar, maka: (234) = diagonal pada baris ke- kolom ke- dari 27 Hipotesis Hipotesis berasal dari kata hipo dan tesis yang berasal dari bahasa Yunani Hipo berarti di bawah, kurang atau lemah dan tesis berarti teori atau proposisi Jadi, secara umum hiportesis dapat didefinisikan sebagai asumsi atau dugaan atau pernyataan sementara yang masih lemah kebenarannya tentang karateristik populasi Oleh karena itu hipotesis perlu di uji kebenarannya Pengujian hipotesis dilakukan berdasarkan hasil sampel yang diambil dari populasi Adapun jenis hipotesis adalah sebagai berikut: 1 Hipotesis penelitian Dalam rangka membuktikan atau pengujian benar atau tidaknya suatu hipotesis penelitian (pernyataan penelitian), maka dilakukan pengujian secara statistik Pada pengujian ini digunakan hipotesis statistik

2 Hipotesis statistik Hipotesis statistik merupakan pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi Ada dua jenis hipotesis statistik, yaitu: a Hipotesis nol atau nihil ( ) Istilah nol atau nihil menunjuk tidak adanya perbedaan pada populasi akan selalu dituliskan dengan tanda kesamaan, sehingga spesifik pada nilai tunggal b Hipotesis alternatif atau tandingan ( ) Merupakan hipotesis tandingan atau isinya berlawanan dengan hipotesis Hipotesis yang mengandung pengertian sama pada pasangan dan adalah: 1, 2 3 4 Hipotesis yang mengandung pengertian maksimum pada pasangan dan adalah: Hipotesis yang mengandung pengertian minimum pada pasangan dan adalah:

Langkah-langkah uji hipotesis adalah sebagai berikut: 1 Tentukan hipotesis dan, melawan salah satu alternatif 2 Tentukan taraf signifikan/taraf nyata α 3 Tentukan uji statistik yang sesuai dan lakukan perhitungan uji statistik berdasarkan data sampel sumber Variasi Jumlah Kuadrat Derajat Kebebasan Rataan Kuadrat Regresi JKR k RKR Galat JKG n-p RKG Total JKT n-1 F hitung 4 Tentukan wilayah kritis atau wilayah penolakan berdasarkan nilai α Tolak jika F hitung F tabel Terima jika F hitung F tabel 5 Keputusan uji statistik adalah menolak atau menerima 6 Kesimpulan akhir