Figure 3.1 Format datagram IP

dokumen-dokumen yang mirip
Version untuk menunjukkan versi protokol yang dipakai, Header Length menunjukkan panjang paket header dalam hitungan 32 bit.

MODUL 3 SUBNETTING & PENGATURAN IP PADA LOKAL AREA NETWORK

PENGALAMATAN IP DAN SUBNETTING

Modul 3. Praktikkum Subnetting. A. Tujuan

JARINGAN KOMPUTER IP VERSI 4

Gambar 11. Perbandingan Arsitektur OSI dan TCP/IP

IP Addressing. Oleh : Akhmad Mukhammad

Pe P rhit i u t ngan IP I P Ad A dress ICT Center Majene

JARINGAN KOMPUTER MODUL 5

MODUL 3 SUBNETTING DAN PENGATURAN IP PADA LINUX

UNIT I IP Address, Subnetting, VLSM dan IP Assignment

SMK-TI TRAINING AND CERTIFICATION. Modul 5 IP ADDRESS. Team Training SMK TI 37

BAB IV INTERNET PROTOCOL

BAB II INTERNET PROTOCOL

DISUSUN OLEH BAGAS RIVALDI (04) WONDO DWI PRASETYO (31)

NETWORK LAYER. Lapisan jaringan atau Network layer adalah lapisan ketiga dari bawah dalam model referensi jaringan OSI

Jaringan Komputer. Pengalamatan Logis Internet Protocol versi 4 (IPV4)

Jaringan Komputer. IP Addressing (IPV4 dan IPV6) Adhitya Nugraha.

TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mahasiswa memahami konsep subnetting 2. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi jaringan memakai IP Subnetting

IP ADDRESSING & SUBNETTING. M. Teguh Kurniawan Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom

Untuk memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, dimana sebagaian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat ID tambahan

KONSEP IP ADDRESS DAN PERHITUNGAN SUBNETTING

TCP dan Pengalamatan IP

Subnetting. Modul 4. Subnetting. Kelas-kelas jaringan

Pertemuan XII. Subnetting Cara Cepat I (IP Kelas C)

JARINGAN KOMPUTER SUBNETTING

IP ADDRESS : Jenis-jenis IP Address terdiri dari :

IP ADDRESS UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA CHAPTER 7. JARINGAN KOMPUTER Program Sarjana - Sistem Informasi

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Pengalamatan IP. Urutan bit Desimal

pengenalan IP Address


TCP/IP and IP Address Concepts

IP Address. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Tekonolgi Sepuluh Nopember Surabaya

IP address adalah sistem pengalamatan pada TCP/IP yang tersusun atas 32 bit angka biner, angka yang hanya dapat bernilai 0 atau 1.

Jaringan Komputer: Ch. 3 Network Protocols and Communications

Modul 8 TCP/IP Suite Error dan Control Messages

Praktikum Jaringan Komputer

BAB 3: IPV4 SUBNETTING & VLSM

JARINGAN KOMPUTER S1SI AMIKOM YOGYAKARTA

Percobaan VLAN. Konfigurasi VLAN

Network Layer JARINGAN KOMPUTER. Ramadhan Rakhmat Sani, M.Kom

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Subnnetting

Why do we need Subnets

Pendahuluan. 0Alamat IP berbasis kepada host dan network. 0Alamat IP berisi informasi tentang alamat network dan juga alamat host

Minggu 5 Network Layer

IP Address & Subnetting

Dalam implementasinya internet protocol dilengkapi dengan protokol-protokol lain seperti ICMP, ARP, RARP yang akan dibahas kemudian.

Andi Dwi Riyanto, M.Kom

IP Address. Setiap angka binary 1 bergantung pada posisinya di dalam kelompok binarinya, memiliki nilai decimal tertentu seperti table di bawah ini.

Memahami cara kerja TCP dan UDP pada layer transport

IP Address OLEH: ADI SETIAWAN, S.KOM

1. Mengetahui 3 tipe komunikasi TCP/IP 2. Mengetahui kelas IP Address 3. Menghitung subnetting (Classless Addressing)

DASAR JARINGAN. TCP (Transmission Control Protocol) merupakan protokol (penterjemah) dalam

MODUL 6 KONSEP SUBNETTING

JARINGAN KOMPUTER. IP Address

SERVER MANAGEMENT DAN KLASIFIKASI IP

CIDR & VLSM. Nyoman Suryadipta, ST, CCNP

PENGANTAR SUBNETTING II

Pembagian Kelas IP Address dan Subnetting. By :

32 bit. Gambar 1. Panjang bit IP Address

Skema IP Addressing. IP Address terdiri 32 bits. Terbagi menjadi dua bagian Bagian networkid dan Bagian HostID, hal ini tergantung dari subnetmask

JARINGAN KOMPUTER SUBNETTING

Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik UNM

IP Address dan Pengkabelan

ROUTING. Pengiriman Langsung & Tidak Langsung

Network Access Layer

Cara Cepat Belajar Mneghitung Subnetting IP Address Bagian 1

SUBNETTING. S. Indriani L., M.T

IP Address dan Netmask

Modul Praktikum Subnet dan Supernet

IP dan Netmask Muhammad Ze Muhammad Z n S n S. Hadi, ST ST. MSc. 1

PENGANTAR SUBNETTING

IP ADDRESS VERSI 6. Budhi Irawan, S.Si, M.T

lapisan-lapisan pada TCP/IP tidaklah cocok seluruhnya dengan lapisan-lapisan OSI.

JARINGAN KOMPUTER Alokasi IP Address (pertemuan 5)

BAB 2 DASAR TEORI. Iklan berasal dari sebuah kata dalam bahasa melayu, yaitu i lan atau i lanun

Subnetting. Dua alasan utama melakukan subnetting: 1. Mengalokasikan IP address yang terbatas supaya lebih efisien.

Chapter 3 part 2. Internetworking (Internet Protocol) Muhammad Al Makky

NETWORK LAYER Cont IP6, FORMAT IP6, JENIS IP6

BAB 2: INTRODUCTION TCP/IP

SUBNETTING IP ADDRESS (NETWORK LAYER) Budhi Irawan, S.Si, M.T

Di dalam jaringan TCP/IP setiap terminal diidentifikasi dengan sebuah alamat IP unik. Kecuali Router dapat memiliki lebih dari sebuah alamat IP,

SUBNETTING. Gambar 1. Satu jaringan dengan IP Address

Melakukan Perbaikan dan atau Setting Ulang Koneksi Jaringan MENJELASKAN LANGKAH PERSIAPAN SETTING ULANG KONEKSI JARINGAN

IP ADDRESSING & SUBNETTING. M. Teguh Kurniawan Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom

KONSEP SUBNETTING IP ADDRESS UNTUK EFISIENSI INTERNET

Tugas Jaringan Komputer

Overview IPv6 (cont )

Pertemuan 1: Pengkabelan

TUGAS 3 JARINGAN KOMPUTER. Analisa: Gambar di atas adalah topologi jaringan VLAN dengan menggunakan dua switch. PC A

Apakah IP address? Notasi Dotted Decimal. IP Address. Struktur IP address Classful IP addresses

IP Address and Subnet Address

Penggunaan IP Address

MODUL 4 PC ROUTER. Gambar 1 Komunikasi dua komputer

Review Ipv4, Ipv6 dan Subnet

JARINGAN KOMPUTER SUBNETTING. Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs

JENIS-JENIS ALAMAT UNICAST

Transkripsi:

3.1 Tujuan Mengetahui bagaimana TCP/IP mengidentifikasi jaringan Mengetahui bagaimana netmask menentukan range IP address Mengetahui fungsi kerja subnetting 3.2 Teori Dasar Dalam melakukan pengiriman data protokol, IP memiliki sifat yang dikenal sebagai unreliable, connectionless, datagram delivery service. Unreliable atau ketidakhandalan berarti tidak ada jaminan sampainya data di tempat tujuan. Connectionless berarti dalam mengirim paket dari tempat asal ke tujuan, tidak diawali dengan perjanjian (handshake) antara pengirim & penerima. Sedangkan datagram delivery service berarti setiap paket data yang dikirim adalah independen terhadap paket data yang lain. Jalur yang ditempuh antara satu data dengan yang lain bisa berbeda, sehingga kedatangannya pun bisa tidak terurut seperti urutan pengiriman. Dalam mengirim data, protokol IP memiliki format datagram khusus sebagai berikut : Figure 3.1 Format datagram IP

Versi menunjukkan versi protokol yang dipakai, Header Length menunjukkan panjang paket header dalam hitungan 32 bit. Type of Service menunjukkan kualitas layanan. Total Length of datagram menunjukkan total keseluruhan panjang datagram. Identification, Flags & Fragment Offset digunakan untuk fragmentasi paket, TTL menunjukkan jumlah hop maksimal yang dilewati paket IP, sedangkan Protokol mengandung angka yang mengidentifikasikan protokol layer atasnya. Header Checksum berfungsi untuk mengecek kebenaran isi header datagram. Source & destination IP Address merupakan alamat pengirim dan penerima datagram. Untuk byte option dapat berisi Strict Source Route, yaitu daftar lengkap alamat IP dari router yang harus dilalui untuk sampai ke tujuan, dan Loose Source Route. Pengalamatan IP address (IPv4) memiliki 32 bit angka yang merupakan logical address. IP address bersifat unik, artinya tidak ada device, station, host atau router yang memiliki IP address yang sama. Tapi setiap host, komputer atau router dapat memiliki lebih dari satu IP address. Setiap alamat IP memiliki makna netid dan hostid. NetID adalah pada bit-bit terkiri dan hostid adalah bit-bit selain netid (terkanan). Pembacaan alamat Internet yang merupakan logical address lebih mudah dilakukan dengan menyusun IP address dalam bentuk desimal di mana setiap 8 bit diwakili satu bilangan desimal. Masing-masing angka desimal ini dipisahkan oleh tanda titik. Figure 3.2 Alamat Internet Untuk mempermudah pembacaan, 32 bit alamat internet direpresentasikan dengan notasi desimal. Figure 3.3 Notasi Desimal IP address diklasifikasikan menjadi 5 kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E. Kelas-kelas tersebut didesain untuk kebutuhan jenis-jenis organisasi.

Figure 3.4 Kelas-kelas alamat internet Secara keseluruhan penentuan kelas dapat dilihat gambar berikut: Figure 3.5 Kelas-kelas dengan menggunakan notasi desimal Network Address Dalam kelas A, B dan C, sebuah alamat dengan hostid yang bernilai 0 semua tidak diperuntukkan kepada host manapun. Alamat demikian dicadangkan untuk mendefinisikan alamat jaringan. Namun perlu diingat bahwa netid berbeda dengan alamat jaringan (network address), karena netid adalah bagian dari IP address, sedangkan network address adalah sebuah alamat di mana hosted-nya di set 0 semua. Tambahan juga, alamat jaringan atau network address ini tidak dapat digunakan sebagai alamat asal dan tujuan dalam sebuah paket IP.

Figure 3.6 Contoh alamat jaringan/network address Direct Broadcast Address Dalam kelas A, B dan C, jika hostid semuanya di-set 1, alamat tersebut disebut sebagai direct broadcast address. Alamat ini digunakan oleh router untuk mengirim sebuah paket ke seluruh host dalam jaringan tertentu/khusus, sehingga seluruh host pada jaringan tertentu tersebut menerima paket dengan alamat ini. Loopback Address Alamat IP yang dimulai dengan desimal 127 digunakan sebagai loopback address. Alamat ini digunakan untuk menguji perangkat lunak pada komputer atau host. Alamat Privat Jika suatu organisasi ingin membangun jaringan komputer dan tidak membutuhkan terkoneksi pada jaringan internet, ada 3 pilihan untuk pembuatan alamat-alamat IP nya : 1. Menggunakan sebuah alamat yang unik tanpa menghubungkan ke internet. Hal ini akan sangat menguntungkan apabila di kemudian hari organisasi tersebut berniat untuk menghubungkan jaringan private-nya ke internet, maka tidak akan timbul masalah lagi. Kelas A dan B sudah tidak memungkinkan lagi karena sudah dimiliki oleh organisasi yang terhubung ke internet. 2. Menggunakan sembarang alamat IP dari kelas A, B dan C. Namun ini akan sangat menyulitkan apabila organisasi tersebut berniat terhubung ke internet.

3. Pilihan 1 dan 2 masih memiliki masalah, maka otoritas pencatatan alamat internet telah mencadangkan range alamat-alamat tertentu dari kelas A, B dan C yang bisa digunakan oleh organisasi manapun sebagai jaringan private. Tentu saja, di dalam internet alamat khusus ini tidak akan dikenal dan diabaikan. Singkat kata, alamat ini adalah unik bagi jaringan lokalnya namun tidak unik bagi jaringan global. Tabel 3.1 Alamat yang dicadangkan untuk jaringan private Kelas A 10.0.0.0-10.255.255.255 Kelas B 172.16.0.0-172.31.255.255 Kelas C 192.168.0.0-192.168.255.255 Netmask Komputer dapat mengetahui alamat tujuan pada suatu network dengan menggunakan mekanisme AND antara IP address kita dengan netmask. Bila alamat tujuan tersebut berada pada range kita, maka kita dapat berhubungan dengannya tanpa menggunakan router, dan juga sebaliknya. Masking Masking adalah suatu proses ekstraksi alamat jaringan fisik dari sebuah IP address. Secara internal TCP/IP menggunakan biner AND untuk memutuskan route mana yang digunakan oleh paket, atau memutuskan sebuah address ada pada range yang mana. IP address 212.140.133.181 Netmask 255.255.248.0 Network 212.140.128.0 Binary : 1101 0100 1000 1100 1000 0101 1011 0101 1111 1111 1111 1111 1111 1000 0000 0000 ----------------------------------------------------------- AND 1101 0100 1000 1100 1000 0000 0000 0000

Subnetting Subnetting merupakan teknik memecah network menjadi subnetwork yang lebih kecil. Subnetting hanya dapat dilakukan pada kelas A, B dan C. Bila kita perhatikan, IP address terdiri dari netid dan hostid. Jadi jika kita menuju suatu host artinya kita mencari netidnya baru mencari hostidnya. Mekanisme tersebut terjadi dengan melalui 2 level hierarki. Namun bila sudah mendapatkan netid dari organisasi dan ingin membuat organisasi tersebut menjadi sub kelompok, maka perlu dilakukan pemecahan network dengan teknik subnetting. Figure 3.7 Jaringan dengan 2 tingkat hierarki (tanpa subnetting) Figure 3.8 Jaringan dengan 3 tingkat hierarki (dengan subnetting)

Tanpa subnetting Dengan subnetting Figure 3.9 Alamat-alamat dalam jaringan dengan atau tanpa subnetting CIDR (Classless Interdomain Routing) CIDR (Classless Inter-Domain Routing) merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengkategorikan alamat IP dengan tujuan untuk mengalokasikan alamat IP kepada user dan untuk efisiensi dalam proses routing paket-paket IP didalam internet. Metode ini biasanya digunakan oleh ISP (Internet Service Provider) untuk mengalokasikan alamat kepada sebuah rumah, perusahaan atau ke seorang pelanggan. Ketika kita menerima sebuah blok alamat dari ISP, umumnya kita akan menerima dalam bentuk 192.168.1.10/28. Maksud dari angka-angka tersebut adalah menjelaskan bahwa kita berada pada subnet 28. Hal ini berarti kita menggunakan sebanyak 28 nilai 1, atau berarti subnet mask kita adalah menjadi 255.255.255.240. Alasan adanya CIDR adalah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu hanya ada 3 kelas penggolongan alamat IP. Dimana masing-masing kelas memiliki jumlah maksimal alamat tertentu. Ambil sebuah contoh dimana sebuah organisasi dengan jumlah komputer yang harus terhubung ke jaringan adalah 1000 komputer. Jika digunakan kelas C, yang maksimal adalah 256 host, maka jumlah tersebut terlalu kecil untuk digunakan. Jika kita gunakan kelas B, yang maksimal jumlah hostnya adalah 65536, maka sisanya akan menjadi terbuang percuma. Hal ini akan menjadi tidak efisien pada masalah routingnya. VLSM (Variable-Length Subnet Masks) Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask, jika menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask saja, perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok, pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local dan IP Address ini tidak dikenal dalam jaringan

internet, namun tetap dapat melakukan koneksi kedalam jaringan internet, hal ini terjadi dikarenakan jaringan internet hanya mengenal IP Address berkelas. ARP Bagaimana mesin saya menemukan alamat ethernet mesin anda? Address Resolution Protocol (ARP) adalah protokol untuk mapping dari alamat IP (Internet Protocol) ke alamat fisik MAC (Media Access Control) Saat kita hendak mengirimkan data ke komputer dengan IP tertentu, suatu host pada jaringan ethernet tertentu perlu mengetahui, di atas ethernet address manakah tempat IP tersebut terletak. Protokol ARP diperlukan untuk pemetaan IP address dengan ethernet address ini. ARP bekerja dengan mengirimkan paket berisi IP address yang ingin diketahui ethernet address nya ke alamat broadcast ethernet. Karena dikirim ke alamat broadcast, semua ethernet card akan mendengar paket ini. Host yang merasa memiliki IP address ini akan membalas paket tersebut, dengan mengirimkan paket yang berisi pasangan IP address dan ethernet address. Untuk menghindari seringnya permintaan jawaban seperti ini, jawaban ini disimpan di dalam memori (ARP cache) untuk sementara waktu. Cara kerja ARP dapat dituliskan sesuai dengan algoritma berikut: 1. Suatu host dengan IP address A ingin mengirimkan paket ke host dengan IP B pada jaringan lokal. Host pengirim memeriksa dulu ARP cache nya adakah hardware address untuk host dengan IP address B. 2. Jika tidak ada ARP akan mengirimkan paket ke alamat broadcast (sehingga seluruh jaringan mendengarnya). Paket ini berisi IP address A & B beserta ethernet addressnya. 3. Setiap host di jaringan lokal menerima request tersebut dan memeriksa IP address masing masing. Jika ia merasa paket tersebut bukan untuknya dia tidak kan berusaha menjawab pertanyaan tersebut. 4. Host dengan IP address B yang mendengar request tersebut akan mengirimkan IP address dan ethernet addressnya langsung ke host A Mekanisme di atas berlaku untuk komunikasi dalam satu network, karena ketika IP address tujuan berada diluar range network (yang ditentukan oleh mekanisme AND antara IP address dan netmask), maka paket akan dikirimkan ke router (default gateway). Begitu pula komunikasi antara router- router yang berhubungan, hingga sampai ke gateway host tujuan. Mekanisme ARP akan digunakan kembali pada gateway host tujuan.

Netmask dalam Desimal Prefix Jumlah IP Address Tersedia Netmask dalam Hexa Netmask dalam Binary 255.255.255.255 /32 1 ff.ff.ff.ff 11111111. 11111111. 11111111. 11111111 255.255.255.254 /31 2 ff.ff.ff.fe 11111111. 11111111. 11111111. 11111110 255.255.255.252 /30 4 ff.ff.ff.fc 11111111. 11111111. 11111111. 11111100 255.255.255.248 /29 8 ff.ff.ff.f8 11111111. 11111111. 11111111. 11111000 255.255.255.240 /28 16 ff.ff.ff.f0 11111111. 11111111. 11111111. 11110000 255.255.255.224 /27 32 ff.ff.ff.e0 11111111. 11111111. 11111111. 11100000 255.255.255.192 /26 64 ff.ff.ff.c0 11111111. 11111111. 11111111. 11000000 255.255.255.128 /25 128 ff.ff.ff.80 11111111. 11111111. 11111111. 10000000 255.255.255.0 /24 256 ff.ff.ff.0 11111111. 11111111. 11111111. 00000000 255.255.254.0 /23 512 ff.ff.fe.0 11111111. 11111111. 11111110. 0000000 255.255.252.0 /22 1.024 ff.ff.fc.0 11111111. 11111111. 11111100. 0000000 255.255.248.0 /21 2.048 ff.ff.f8.0 11111111. 11111111. 11111000. 0000000 255.255.240.0 /20 4.096 ff.ff.f0.0 11111111. 11111111. 11110000. 0000000 255.255.224.0 /19 8.192 ff.ff.e0.0 11111111. 11111111. 11100000. 0000000 255.255.192.0 /18 16.384 ff.ff.c0.0 11111111. 11111111. 11000000. 0000000 255.255.128.0 /17 32.768 ff.ff.80.0 11111111. 11111111. 10000000. 0000000 255.255.0.0 /16 65.536 ff.ff.0.0 11111111. 11111111. 00000000. 0000000 255.254.0.0 /15 131.072 ff.fe.0.0 11111111. 11111110. 0000000. 0000000 255.252.0.0 /14 262.144 ff.fc.0.0 11111111. 11111100. 0000000. 0000000 255.248.0.0 /13 524.288 ff.f8.0.0 11111111. 11111000. 0000000. 0000000 255.240.0.0 /12 1.048.576 ff.f0.0.0 11111111. 11110000. 0000000. 0000000 255.224.0.0 /11 2.097.152 ff.e0.0.0 11111111. 11100000. 0000000. 0000000 255.192.0.0 /10 4.194.304 ff.c0.0.0 11111111. 11000000. 0000000. 0000000 255.128.0.0 /9 8.388.608 ff.80.0.0 11111111. 10000000. 0000000. 0000000 255.0.0.0 /8 16.777.216 ff.0.0.0 11111111. 00000000. 0000000. 0000000 254.0.0.0 /7 33.554.432 fe.0.0.0 11111110. 0000000. 0000000. 00000000 252.0.0.0 /6 67.108.864 fc.0.0.0 11111100. 0000000. 0000000. 00000000 248.0.0.0 /5 134.217.728 f8.0.0.0 11111000. 0000000. 0000000. 00000000 240.0.0.0 /4 268.435.456 f0.0.0.0 11110000. 0000000. 0000000. 00000000 224.0.0.0 /3 536.870.912 e0.0.0.0 11100000. 0000000. 0000000. 00000000 192.0.0.0 /2 1.073.741.824 c0.0.0.0 11000000. 0000000. 0000000. 00000000 128.0.0.0 /1 2.147.483.648 80.0.0.0 10000000. 0000000. 0000000. 00000000 0.0.0.0 /0 4.294.967.296 0.0.0.0 00000000. 0000000. 0000000. 00000000 Catatan : a) Anda tidak harus mengingat netmask ini lihat sesuai yang anda butuhkan. b) Baris- baris tabel dengan fill berbeda adalah default netmask untuk class jaringan A,B, dan C

c) Range sering ditulis sebagai IP address yang diikuti dengan dengan / dan prefik (prefik sendiri dapat diartikan banyaknya bit 1 pada netmask), yakni jumlah bit pada network part. Sebagai contoh 192.168.63.128/25 Ini berarti : Net id : 192.168.63.128 255.255.255.0 Range : 192.168.63.128 192.168.63.255 Jumlah alamat IP tersedia : 128 Sering disebut CIDR notation untuk netmask atau IP address range. d) /32 menentukan IP address tunggal. Sebagai contoh 10.100.100.5/32 berarti ini adalah mesin tunggal range dengan panjang 1. Anda tidak akan pernah menggunakannya ketika anda mengkonfigurasi IP address dan subnetmask dari sebuah mesin pada LAN, tapi anda akan melihatnya dalam tabel routing dan sejenisnya. e) /0 atau mask 0.0.0.0 menentukan iternet keseluruhan setiap IP address yang mungkin karena ia memberikan network part yang sama dari 0.0.0.0 ketika digabungkan pada sembarang IP address. Anda akan melihat hal ini dalam praktik pada tabel-tabel routing. (Pada beberapa konteks, 0.0.0.0 mungkin ditulis sebagai word default untuk menentukan bahwa ini berarti setiap address.) f) 0-bit pada mask berkaitan dengan host part dari address. Yang menentukan ukuran jaringan IPV6 Adresses IPv6 adalah format IP dengan panjang 128 bit dan umumnya ditulis sebagai 8 bilangan 16 bit hexadecimal. Memiliki jumlah alamat IP = 2128 (sekitar 3.4x 1038). Bandingkan dengan IPv4 dengan format hanya 32 bit yang berarti memiliki jumlah IP = 232 (sekitar 4.3x109). Format penulisannya adalah dengan hexadecimal yang masing-masing 16 bit dengan dipisahkan dengan tanda titik dua (:) Representasi alamat pada IPv6 ada beberapa macam : 1. Model x: x: x: x: x: x: x: x X adalah nilai berupa hexadecimal 16 bit dari porsi alamat. Karena terdapat 8 buah x, jumlah total = 816 = 128 bit. Contohnya : FEDC:BA98:7654:3210:FEDC:BA98:7654:3210 Jika format pengalamatan IP mengandung kumpulan group 16 bit bernilai 0, maka direpresentasikan dengan ::. Contohnya: 3FFE:0:0:0:0:0:FE56:3210 dapat direpresentasikan menjadi 3FFE::FE56:3210

2. Model x: x: x: x: x: d: d: d d adalah alamat IPv4 32 bit. Contohnya : 0:0:0:0:FFFF:13.1.68.3 direpresentasikan menjadi ::FFFF:13.1.68.3 3.3 Tugas Pendahuluan 1. Jelaskan yang dimaksud dengan Broadcast Domain dan Default Gateway, serta berikan berikan penjelasan jika muncul Destination unreachable & Request Time Out pada proses Ping? 2. Jelaskan mengenai IP Subnetting Classfull & Classless menggunakan CIDR & VLSM! 3. Apabila terdapat IP address 192.168.1.3/18, maka berapakah Net ID, Range, dan Broadcast ID nya? 4. Apabila kita terhubung dengan internet melalui fasilitas DHCP UB, mengapa komputer lain diluar UB tidak bisa terhubung dengan kita meski IP addressnya 1 jaringan dengan kita? 5. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan NAT dan cara kerjanya! 6. Apakah yang dimaksud dengan IPV6? Bilamanakah kita menggunakan IPV6? 3.4. Prosedur Percobaan 1. Buatlah suatu jaringan yang terdiridari 4 segmen, dengan aturan sebagai berikut: a. segmen 1 terdiri dari 85 PC b. segmen 2 terdiri dari 60 PC c. segmen 3 terdiri dari 25 PC d. segmen 4 terdiri dari 15 PC 2. Alamat Ip yang diberikan adalah 192.168.x.x 3. Rancanglah jaringan tersebut dan alokasikan IPnya! 4. Lakukan pengecekan koneksi dengan menggunakan perintah ping 5. Lakukan pengecekan dari konfigurasi yang telah anda buat

LembarJawab: Alokasi IP 1. Segmen 1 Net ID : Range : Broadcast ID : Subnet Mask : 2. Segmen 2 Net ID : Range : Broadcast ID : Subnet Mask : 3. Segmen 3 Net ID : Range : Broadcast ID : Subnet Mask : 4. Segmen 4 Net ID : Range : Broadcast ID : Subnet Mask : 3.5 Hasil Percobaan Catat hasil percobaan diatas! 3.6 Kesimpulan Tulis kesimpulan yang didapat dari keseluruhan bab 3!