PERANCANGAN TATA LETAK BERBANTUAN KOMPUTER (COMPUTERIZED AIDED LAYOUT)

dokumen-dokumen yang mirip
Keuntungan. Perhitungan dapat dilakukan lebih cepat. Mampu menyelesaikan masalah yang kompleks. Proses perancangan lebih ekonomis

TATA LETAK DENGAN BANTUAN KOMPUTER. Tataletak Fasilitas dengan Bantuan Komputer

PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS DAN ALGORITMA BLOCPLAN

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

Pembahasan Materi #13

BAB 3 METODE PEMECAHAN MASALAH

Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas dengan Menggunakan Algoritma CRAFT

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

3. Masukkan alasan setiap pasangan departemen pada peta keterkaitan yang. didasarkan pada informasi karyawan dan pihak manajemen atau

III. METODE PENELITIAN

USULAN RANCANGAN TATA LETAK FASILITAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE AUTOMATED LAYOUT DESIGN PROGRAM (ALDEP) DI EDEM CERAMIC *

USULAN PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE AUTOMATED LAYOUT DESIGN PROGRAM (ALDEP) DI CV. KAWANI TEKNO NUSANTARA *

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

USULAN RANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS DENGAN METODE ALGORITMA CORELAP UNTUK MEMINIMUMKAN JARAK LINTASAN DI RESTORAN LIANA SIDOARJO

TIN314 - Perancangan Tata Letak Fasilitas Materi #5 Genap 2015/2106. TIN314 - Perancangan Tata Letak Fasilitas

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISIS ALIRAN MATERIAL PERTEMUAN #5 TKT TAUFIQUR RACHMAN PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS

Khristian Edi Nugroho; Dimas Rahmawan; Prayogo Adi Utomo

BAB II LANDASAN TEORI

Rancangan Tata Letak Fasilitas Bagian Produksi pada CV. VISA INSAN MADANI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

APLIKASI ALGORITMA BLOCK PLAN DAN ALDEP DALAM PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI PABRIK PENGOLAHAN KARET

BAB II LANDASAN TEORI

PERANCANGAN ULANG TATALETAK FASILITAS PRODUKSI DENGAN ALGORITMA BLOCPLAN DAN ALGORITMA CRAFT DI CV. ABC HARDWARE INDUSTRY

Universitas Kristen Maranatha

PERANCANGAN ULANG TATALETAK FASILITAS PRODUKSI DENGAN MENERAPKAN ALGORITMA BLOCPLAN DAN ALGORITMA CORELAP PADA PT. VOLTAMA

Jurnal Metris, 14 (2013): 73 82

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... ix ABSTRAK...

Pembahasan Materi #8

Pembahasan Materi #9

PENYUSUNAN TATA LETAK STASIUN KERJA RESTORAN X MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA CORELAP

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan industri di bidang manufaktur khususnya di Indonesia dan

PERANCANGAN ULANG SHOP FLOOR LAYOUT UNTUK MEMINIMASI WASTE

BAB I PENDAHULUAN. dengan aktivitas mesin. Mesin telah mengurangi beban kerja manusia dalam hal

EVALUASI TATA LETAK FASILITAS DI PT XYZ BANDUNG

PENENTUAN KEBUTUHAN LUAS AREA PERTEMUAN #8 TKT TAUFIQUR RACHMAN PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS

Landasan Teori BAB II

Seminar Nasional IENACO 2016 ISSN: PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI PT MITRA PRESISI PLASTINDO

Ratih Setyaningrum,MT dan Rindra Yusianto, S.Kom.MT. Universitas Dian Nuswantoro Jalan Nakula I No Semarang

BAB II STUDI LITERATUR

USULAN PERANCANGAN LAYOUT PERKANTORAN MENGGUNAKAN METODE CRAFT DI PT. XYZ

Perencanaan Tata Letak Fasilitas Produksi Menggunakan Pendekatan Kuantitatif Dengan Metode Alghoritma Craft (Studi Kasus CV. Graffity Labelindo)

Usulan Tata Letak Fasilitas Menggunakan Automated Layout Design Program Di Industri Hilir Teh PT. Perkebunan Nusantara VIII *

BAB I PENDAHULUAN. meliputi pengaturan tataletak fasilitas produksi seperti mesin-mesin, bahan-bahan,

BAB 3 METODE PEMECAHAN MASALAH

Systematic Layout Planning

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. IV, maka penulis memberikan kesimpulan sebagai berikut :

SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING (SLP) PERTEMUAN #3 TKT TAUFIQUR RACHMAN PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS

BAB IV STRATEGI TATALETAK (LAYOUT) OPERASI

I. PENDAHULUAN. 37 Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Volume 1, Nomor 1, Juli 2014

SILABUS MATA KULIAH. Pengalaman Pembelajaran. 1. Mendiskusikan pentingnya. perancangan tata

Studi Kelayakan Usulan Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas (Studi Kasus di Rafi Furniture)

BAB II LANDASAN TEORI

PANDUAN PRAKTIKUM PENANGANAN BAHAN DAN PERENCANAAN TATA LETAK FASILITAS

SIMULASI STRATEGI TATA-LETAK BERORIENTASI PROSES DEPARTEMEN-DEPARTEMEN PABRIK SEBAGAI BAGIAN DARI SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR

Metode Craft Berbantuan Perangkat Lunak WinQsb Untuk Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas V2.0 Pada Industri Dompet CV. X

Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI

BAB III LANDASAN TEORI

Perancangan Tata Letak Fasilitas Pada PT. Lima Jaya

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

TUGAS AKHIR. Ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratam akademik guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Strata satu

BAB I PENDAHULUAN. Perancangan tata letak fasilitas merupakan rancangan dari fasilitas-fasilitas

BAB I PENDAHULUAN. pengaturan tataletak fasilitas produksi. Pengaturan tataletak lantai produksi

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Kelancaran aliran produksi harus diperhatikan dalam perencanaan tata letak

komputasi dan memori yang rendah), mampu memecahkan permasalahan dengan area fasilitas yang sama atau tidak sama (equal and unequal area), dan

APLIKASI ALGORITMA GENETIKA UNTUK PENENTUAN TATA LETAK MESIN

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI DAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI TAS CV.BANUA DENGAN MENGGUNAKAN ALQORITMA CORELAP

BAB 3 LANDASAN TEORI

ONGKOS MATERIAL HANDLING

III. METODOLOGI. A. Kerangka Pemikiran. B. Pendekatan Studi Kelayakan

Jurusan Teknik Industri Itenas No.01 Vol.4 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Januari 2016

BAB I PENDAHULUAN. memiliki implikasi strategis bagi perusahaan. Keputusan tata letak dapat

Penentuan Lokasi dan Perancangan Tata Letak Fasilitas Tempat Packaging PT.ABC

BAB I PENDAHULUAN. Susunan mesin dan peralatan pada suatu perusahaan akan sangat

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

APLIKASI SIMULATED ANNEALING UNTUK PENENTUAN TATA LETAK MESIN

Usulan Perbaikan Tata Letak Pabrik dengan Menggunakan Systematic Layout Planning (SLP) di CV. Arasco Bireuen

Pembahasan Materi #6

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

Usulan Perancangan Tata Letak Pabrik di PT X dengan Menggunakan Algoritma ALDEP. Proposal of Design Plant Layout in PT. X Using Algorithm ALDEP

Rancangan Tata Letak Fasilitas Bagian Produksi pada CV. VISA INSAN MADANI *

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

RANCANGAN TATA LETAK LANTAI PRODUKSI PT. UTAX INDONESIA DENGAN PENDEKATAAN SIMULASI ALGORITMA CRAFT TUGAS AKHIR

USULAN PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA CORELAP

RANCANGAN TATA LETAK LANTAI PRODUKSI FENDER MENGGUNAKAN AUTOMATED LAYOUT DESIGN PROGRAM DI PT. AGRONESIA DIVISI TEKNIK KARET*

PDF Compressor Pro KATA PENGANTAR. Tekinfo --- Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi -- 1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

DAFTAR ISI. 1.2 Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Ruang Lingkup Penelitian Sistematika Penulisan...

PERENCANAAN ULANG TATA LETAK FASILITAS DI PT.KARIMATA PUTRA MAKMUR DENGAN METODE BLOCPLAN

Transkripsi:

PERANCANGAN TATA LETAK BERBANTUAN KOMPUTER (COMPUTERIZED AIDED LAYOUT) 286

Latar belakang computerized aided layout (CAL) Rumitnya masalah Berkembangnya komputer Kerja komputer dengan logika, matematika, statistika, dan model Peralihan pendekatan perancangan tata letak tradisional menjadi analitik 287

Kesulitan menggunakan CAL dalam perancangan tata letak Hasil layout dari CAL sering kurang baik, perlu penyesuaian lagi Kriteria terbatas 288

Masalah perancangan tata letak fasilitas dapat dipandang sebagai masalah penempatan n fasilitas pada n lokasi dengan tujuan minimasi total jarak pemindahan bahan. 289

Klasifikasi perancangan tata letak fasilitas 1. Metode pemasukan data untuk aliran antar departemen 2. Metode pembentukan layout 290

Metode pemasukan data untuk aliran antar departemen(1) Kuantitatif : form to chart Pengukuran kuantitatif menghitung total jarak pergerakan/perpindahan material dengan formula: TC = i j k l fij = frekuensi pergerakan material dari fasilitas i ke fasilitas (sel) j dkh = jarak dari lokasi k ke lokasi h xik(xjh) = 1, jika fasilitas i(j) dilokasikan pada lokasi k(h) atau 0, jika yang lainnya f ij d kh x ik x jh 291

Metode pemasukan data untuk aliran antar departemen(2) Kualitatif : relantionship chart Pengukuran kualitatif menggunakan skala : A = absolutely essensial (mutlak penting) E = especially important (sangat penting) I = important (penting) O = ordinary closeness (kedekatan biasa) U = unimportant (tidak penting) X = undesirable (tidak diharapkan) 292

Metode pembentukan layout(1) 1. Pembentukan Dimulai dari tidak ada penempatan fasilitas untuk menghasilkan tata letak fasilitas. Software yang digunakan adalah : CORELAP (Computerized Relantionship Chart) ALDEP (Automated Layout Design Problem) PLANET (Plant Layout Analysisi and Evaluation Technique) 293

Metode pembentukan layout(2) 2. Perbaikan Memerlukan inisialisasi penempatan fasilitas yang disebut sebagai layout awal. Software yang digunakan adalah : CRAFT (Computerized Relative Allocation of Facilities Technique) COFAD (Computerized Facilities Design) 294

CORELAP (Computerized Relantionship Chart) Prinsip CORELAP adalah memaksimasi total closeness rating (TCR). A = 6, E = 5, I = 4, O = 3, U = 2, X = 1 TCR i = m j 1 V ( r ij ) V(r ij ) = closeness rating untuk departemen i dan j TCR i = total closeness rating 295

Input yang dibutuhkan Input minimum yang diperlukan : Peta hubungan (ARC) untuk setiap departemen Jumlah departemen Luas setiap departemen Bobot untuk setiap entry pada REL Input minimum yang diperlukan : Input yang dapat ditambahkan : Skala dari tampilan output Perbandingan panjang dan lebar bangunan Penempatan awal departemen 296

Prinsip kerja Departemen yang memiliki TCR paling tinggi akan ditempatkan terlabih dahulu (departemen 1) di tengah layout. Periksa apakah ada departemen yang memiliki hubungan rating A dengan departemen 1. letakkan di sebelah didepartemen 1. Urutan pencarian : A, E, I, O Jika terdapat lebih dari satu departemen yang memiliki hubungan rating minimal O, maka pilih departemen yang memiliki nilai TCR yang lebih besar Jika terdapat lebih dari satu departemen yang memiliki TCR yang sama, maka pilih departemen dengan luas yang lebih besar 297

ALDEP (Automated Layout Design Problem) Karakteristik ALDEP: Menghasilkan banyak layout dengan rating masing-msing. Bisa digunakan untuk banyak lantai Bisa ada dummy 298

Input yang dibutuhkan Panjang, lebar, dan luas yang diperlukan untuk setiap lantai Skala dari tampilan layout Jumlah departemen dalam layout Jumlah layout yang akan dibentuk Minimum skor yang diijinkan untuk layout yang diterima Preferensi minimum departemen REL chart untuk departemen Lokasi dan ukuran dari setiap lantai yang dibangun 299

Prinsip kerja(1) Pemilihan departemen yang akan ditempatkan pada layout dipilih secara random Pencarian departemen berikutnya berdasarkan rating pada REL Chart. Urutan pencarian adalah rating A, E, I, O Jika tidak terdapat departemen yang memiliki rating cukup tinggi untuk ditempatkan, maka pemilihan dilakukan secara random pada departemen yang masih belum ditempatkan 300

Prinsip kerja(2) Skor layout diperoleh dengan menjumlahkan nilai yang ditentukan berdasarkan rating kedekatan : A = 43 = 64 E = 42 = 16 I = 41 = 4 O = 40 = 1 U = 0 X = -45 = -1024 ALDEP dapat menangani sampai dengan 63 departemen Departemen pertama yang ditempatkan diletakkan pada sudut kiri atas dari layout, kemudian turun ke bawah. 301

PLANET (Plant Layout Analysis and Evaluation Technique) 3 cara pemasukan input aliran material, yaitu : 1. tentukan urutan produksi setiap departemen untuk setiap part 2. memasukkan langsung data from to chart 3. matriks penalti 302

Algoritma metode seleksi(1) Metode A : Pilih departemen yang masuk ke layout menggunakan ongkos flow-between Pasangan departemen yang masuk pertama kali harus departemen yang memiliki prioritas tertinggi dan ongkos flow-between yang tertinggi Departemen yang akan masuk berikutnya adalah departemen yang memiliki prioritas tertinggi diantara departemen yang belum terpilih dan ongkos flowbetween yang tertinggi dengan departemen mana saja yang telah berada dalam layout. 303

Algoritma metode seleksi(2) Metode B : Pasangan departemen yang masuk pertama kali harus departemen yang memiliki prioritas tertinggi dan ongkos flow-between yang tertinggi Departemen yang masuk berikutnya adalah departemen yang memiliki prioritas tertinggi di antara departemen yang belum terpilih dan departemen yang memiliki jumlah ongkos flow-between yang tertinggi dengan seluruh departemen yang telah berada dalam layout 304

Algoritma metode seleksi(3) Metode C : Pasangan departemen yang masuk pertama kali harus departemen yang memiliki prioritas tertinggi dan departemen yang memiliki ongkos flow-between yang tertinggi terhadap seluruh departemen yang ada Departemen yang masuk berikutnya adalah departemen yang memiliki prioritas tertinggi dan departemen memiliki jumlah ongkos flow-between yang tertinggi dibandingkan dengan seluruh departemen yang ada 305

Prinsip kerja Pilih dua departemen yang akan ditempatkan pertama kali dan kemudian letakkan secara berdekatan pada bagian tengah layout Setiap departemen yang akan ditempatkan berikutnya diletakkan sedemikian rupa sehingga menghasilkan penambahan ongkos penanganan material yang paling kecil. Langkah ini dilakukan dengan trial and error Ongkos penanganan material diperoleh dengan melakukan perkalian terhadap jarak antara sentroid departemen dengan ongkos flow-between 306

CRAFT (Computerized Relative Allocation of Facilities Technique) Prinsip CRAFT adalah meminimasi ongkos pemindahan, di mana ongkos tersebut dinyatakan sebagai fungsi linier terhadap jarak yang ditempuh CRAFT digunakan terutama jika ongkos penanganan material menjadi pertimbangan utama 307

Input yang dibutuhkan Layout awal Aliran data Data ongkos Jumlah dan lokasi dari departemen yang memiliki tempat tetap 308

Prinsip kerja Tentukan sentroid setiap departemen pada layout awal, kemudian hitung rectilinear distance antar centroid departemen dan simpan data tersebut dalam matriks jarak Ongkos transportasi untuk layout awal diperoleh dengan melakukan perkalian terhadap setiap entri pada from to chart dengan matriks ongkos dan matriks jarak CRAFT kemudian melakukan pertukaran antar departemen 309

Procedur/Flow Chart dari CRAFT Baca Konfigurasi Tata Letak Awal Baca Konfigurasi Tata Letak Awal Baca Konfigurasi Tata Letak Awal Baca Konfigurasi Tata Letak Awal Baca Konfigurasi Tata Letak Awal Baca Konfigurasi Tata Letak Awal Baca Konfigurasi Tata Letak Awal Baca Konfigurasi Tata Letak Awal Apakah OngkosTotal Berkurang Ya Baca Konfigurasi Tata Letak Awal Tidak STOP 310

COFAD (Computerized Facilities Design) merupakan modifikasi dari CRAFT, yang memperhatikan alternatif alat material handling. CRAFT bertujuan memilih layout dan sistem penanganan material yang menghasilkan ongkos penanganan material yang terendah. 311

Input yang dibutuhkan Layout awal Aliran data Data ongkos Jumlah dan lokasi dari departemen yang memiliki tempat yang tetap Ongkos dari alternatif penanganan materia 312

Perhitungan Ongkos Pemindahan Untuk peralatan penanganan material yang memiliki lintasan tetap: Ongkos perpindahan = ongkos variabel x panjang lintasan + ongkos tetap Untuk peralatan penanganan material yang memiliki lintasan tidak tetap: Ongkos perpindahan = ongkos variabel x waktu perpindahan + ongkos tetap x utilisasi peralatan untuk pergerakan yang dilakukan 313

Prinsip kerja Untuk layout awal, hitung ongkso setiap perpindahan dengan setiap alternatif penanganan material yang ada. Pilih sistem penanganan material yang memberikan ongkos perpindahan yang minimum Perbaikan pertama yang dilakukan adalah untuk meningkatkan utilisasi peralatan yang digunakan. Perbedaan antara utilisasi dan kebutuhan peralatan dinamakan dengan deviasi Tugas peralatan yang memiliki deviasi yang besar sebagian akan dipindahan pada peralatan yang memiliki deviasi kecil Perbaikan kedua dilakukan untuk memperoleh sistem penanganan material yang memiliki ongkos terendah 314

Formulasi MPK (Masalah Penugasan Kuadratik) Formulasi MPK untuk prosedur CRAFT : Y ij = U ij V ij Total ongkos material handling : TC = 1 2 Total ongkos sebelum pertukaran adalah : TC(a) = Total ongkos setelah pertukaran adalah : TC(a ) = n n i 1 j 1 n Y Y ij d ij d n Y iu iu iv i 1 ; v i 1; u n Y d n Y d iu iu iv i 1 ; v i 1; u iu d Y iu uv Y uv d d uv uv 315

Layout Awal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 A A A A A A A A A A G G G G G G G G 2 A A G G 3 A A A A A A A A A A G G G G 4 B B B B B C C C C C E E G G G G G G 5 B B C C E E E E E E E E 6 B B C C C C C E E E E E E E E 7 B B B B B D D D D F F F F F F F F F 8 D D D D D D D F F 9 D D D F F F F F 10 D D D D D D D D H H H H H F F F F F 316

Matrik jarak dari layout awal A B C D E F G H A 6 5 6 13 16 B 6 11 14 C 7 10 D 6 12 E 3 4 F 14 3 7 G H 317

Matriks ongkos transportasi layout awal A B C D E F G H Total A 270 75 150 130 80 705 B 180 275 210 665 C 35 100 135 D 120 420 540 E 195 140 335 F 70 75 445 600 G H 318

Matriks jarak persiapan pertukaran departemen E dan F A B C D E F G H A 6 5 6 16 13 B 6 14 11 C 10 7 D 6 9 E 3 7 F 11 3 4 G H 319

Matriks ongkos persiapan pertukaran departemen E dan F A B C D E F G H Total A 270 75 150 160 65 720 B 180 350 165 695 C 50 70 120 D 120 315 435 E 195 245 440 F 55 75 260 390 G H 320

Layout setelah pertukaran departemen E dan F 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 A A A A A A A A A A G G G G G G G G 2 A A G G 3 A A A A A A A A A A G G G G 4 B B B B B C C C C C F F G G G G G G 5 B B C C F F F F F F F F 6 B B C C C C C F F F F F F E 7 B B B B B D D D D E E E E E E F F 8 D D D D D D D E E F F 9 D D E E E E E E F F 10 D D D D D D D D H H H H H E E F F F 321

Matriks jarak setelah pertukaran departemen E dan F A B C D E F G H A 6 5 6 13 15 B 6 12 14 C 8 9 D 6 8 E 4 6 F 14 4 6 G H 322

Matriks ongkos setelah pertukaran departemen E dan F A B C D E F G H Total A 270 75 150 130 75 700 B 180 300 210 690 C 40 90 130 D 120 280 400 E 270 210 480 F 70 100 390 560 G H 323

Hasil iterasi CRAFT Iterasi Dept. yang dipertukarkan Estimasi reduksi Aktual reduksi Ongkos transp. Akhir 1 E dan F 180 21.01 2952.99 2 C dan B 95 119.49 2833.5 3 Tidak ada pertukaran departemen lagi yang akan menurunkan ongkos transportasi 324