PERKEMBANGAN PSAK & KONVERGENSI IFRS

dokumen-dokumen yang mirip
Materi: 3 STRUKTUR DASAR AKUNTANSI

01FEB AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I. STANDAR AKUNTANSI DAN AKUNTANSI KEUANGAN Sumber : Kieso, Weygandt, & Warfield Dwi Martani

BAB I PENDAHULUAN. Tujuan laporan keuangan menurut Kerangka Dasar Penyusunan dan

BAB I PENDAHULUAN UKDW. dunia. Selama tahun tersebut siklus laporan keuangan untuk International Financial

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. (Statement Membership Obligation), yang mensyaratkan antara lain penggunaan

BAB I PENDAHULUAN. konsistensi, relevansi, dan keseragaman agar dapat diperbandingkan. dengan laporan keuangan perusahaan lain.

1. Entitas signifikan Entitas memiliki akuntabilitas publik signifikan jika:

ALASAN PERLUNYA KONVERGENSI IFRS DI INDONESIA

BAB 4 PENUTUP 4.1 Kesimpulan

PERPAJAKAN II. Konvergensi IFRS dan Pengaruhnya terhadap Perpajakan

ANALISIS KONVERGENSI PSAK KE IFRS

BAB I PENDAHULUAN. keuangan untuk mengambil keputusan baik secara internal maupun oleh pihak

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Dalam penyajian informasi laporan keuangan dibutuhkan sebuah aturan

Tinjauan Atas PSAK No.1 (Revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan dan Perbedaannya dengan PSAK No.1 (Revisi 1998)

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi mendorong berkembangnya Negara-negara dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA IFRS (International Financial Reporting Standards) oleh International Accounting Standard Board (IASB).

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. baik organisasi profit maupun non profit untuk menghasilkan informasi yang akan

PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA MENUJU INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS

BAB I PENDAHULUAN. bagi para pemakai informasi keuangan dalam rangka pengambilan keputusan ekonomi.

BAB 1 PENDAHULUAN. memperoleh pembiayaan suatu investasi atau operasi perusahaan dengan minimal

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Beberapa tahun terakhir International Financial Reporting Standards (IFRS)

BAB I PENDAHULUAN. dari pihak ekstern dan pihak intern. Pihak ekstern terdiri dari masyarakat, UKDW

3. Standar Akuntansi Syariah Standar Akuntansi Syariah akan diluncurkan dalam tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Arab.

BAB I PENDAHULUAN. Pada umumnya laporan keuangan digunakan oleh perusahaan yang

BAB I PENDAHULUAN. Konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) telah. awal lagi dalam menerapkan IFRS yaitu dari tahun 2002.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. perusahaan dengan para external stakeholder. Menurut PSAK 1 (2009) tujuan dari

NAMA : MELISA MARIA NPM : JURUSAN : AKUNTANSI PEMBIMBING : NOVA ANGGRAINIE, SE., MMSI

C H A P T E R 1 FINANCIAL REPORTING AND ACCOUNTING STANDARDS (PELAPORAN KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI)

BAB I PENDAHULUAN. Para pelaku pasar modal memerlukan informasi untuk membuat keputusan

PERBANDINGAN PSAK, SAK ETAP, DAN SAK EMKM

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan bisnis dalam skala nasional dan. intemasional, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah mencanangkan

BAB I PENDAHULUAN. terlihat dari kegiatan ekonomi suatu negara dengan fenomena-fenomena yang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

DISCUSSION PAPER REVIU KOMPREHENSIF ATAS SAK ETAP

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Perbedaan kondisi ekonomi, hukum, sosial, dan politik di berbagai negara,

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi mendorong berkembangnya perusahaan-perusahaan yang

BAB I PENDAHULUAN. menuju International Financial Reporting Standards (IFRS) telah menjadi

BAB I PENDAHULUAN UKDW. keuangan suatu entitas yang akan digunakan oleh stakeholder sebagai salah

BAB I PENDAHULUAN. kinerja dan posisi keuangan suatu perusahaan. Pihak-pihak yang bersangkutan,

BAB I PENDAHULUAN. Koperasi mengandung makna kerjasama. Definisi koperasi Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. melakukan revisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang. Konvergensi Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) ke

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Akuntabilitas diperlukan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas sumber daya yang

Tiga karakteristik identifikasi, pengukuran dan komunikasi informasi keuangan mengenai kesatuan ekonomi kepada pihak yang berkepentingan

BAB I PENDAHULUAN. menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu entitas

1 Universitas Bhayangkara Jaya

STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (SAK) BERBASIS IFRS

TEORI AKUNTANSI MAKALAH ADOPSI PENUH IFRS

BAB 1 PENDAHULUAN. keuangan dalam usaha mengharmonisasikan standar-standar akuntansi dan

BAB I PENDAHULUAN. kalangan profesi yang bergabung dalam sebuah lembaga resmi. Seperti banyak

BAB I PENDAHULUAN. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang disusun oleh Ikatan

BAB I PENDAHULUAN. pihak-pihak diluar perusahaan. Segala informasi yang menyangkut keadaan

BAB 1 PENDAHULUAN. berkepentingan (Margaretta dan Soeprianto 2012). Keberhasilan. tingkat kepercayaan investor dalam berinvestasi.

BAB I PENDAHULUAN. sesuai dengan konsep dasar akuntansi, yakni konsep kesatuan usaha (entity theory),

BAB I PENDAHULUAN. Selain itu, laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan haruslah memenuhi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1. Pendahuluan. untuk pengambilan keputusan oleh berbagai macam pihak berkepentingan seperti

Reformasi SAK ETAP dan Akuntansi Nirlaba: Tugas Besar IAI untuk Negeri. Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP) pada bulan Juli 2009.

BAB I PENDAHULUAN. penyajian dan pengungkapan instrumen keuangan harus sesuai dengan standarstandar

Dalam Bahasa dan Mata Uang Apa Laporan Keuangan Disajikan?

BAB 1 PENDAHULUAN. yang didukung oleh sanksi-sanksi untuk setiap ketidakpatuhan (Belkaoui,

BAB I PENDAHULUAN. penting di dalam bidang akuntansi. Melakukan adopsi International Financial

BAB 1 PENDAHULUAN. dianggap merupakan salah satu tugas akuntansi yang sangat penting dalam

BAB I PENDAHULUAN. (International Federation of Accountant) harus tunduk kepada SMO (Statment

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sebelumnya. Berikut uraian beberapa penelitian terdahulu :

TOPIK 15 STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA DI PERSIMPANGAN JALAN

BAB I PENDAHULUAN. atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas

BAB I PENDAHULUAN. operasional rutin perusahaan, terutama aset tetap (fixed asset). Aset tetap

AKUNTANSI INTERNASIONAL

Pelaporan Keu.Entitas Nir Laba (PSAK no 45 revisi 2011) Pelaporan akuntansi secara umun (PSAK no 01)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Yudhistiro Ardy Institut Bisnis Nusantara Jl. D.I. Panjaitan Kav. 24 Jakarta (021)

PEDOMAN PELAPORAN KEUANGAN PEMANFAATAN HUTAN PRODUKSI DAN PENGELOLAAN HUTAN (DOLAPKEU PHP2H)

BAB I PENDAHULUAN. rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian serta sistematika penulisan.

BAB 1 PENDAHULUAN. keuangan. Untuk memenuhi hal itu, maka Ikatan Akuntan Indonesia dan Dewan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan sangat berperan penting dalam menarik investor.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pengungkapan dan penyajian informasi merupakan suatu upaya. fundamental untuk menyediakan informasi mengenai laporan keuangan bagi

BAB I PENDAHULUAN. International Financial Reporting Standards (IFRS) yang sebelumnya

Transkripsi:

PERKEMBANGAN PSAK & KONVERGENSI IFRS 1

AKUNTANSI Akuntansi mengidentifikasi, mengukur, dan mengkomunikasikan informasi keuangan. Akuntansi suatu sistem dengan input data/informasi dengan output informasi dan laporan keuangan. Informasi keuangan terkait suatu entitas Informasi dikomunikasikan untuk pemakai untuk pengambilan keputusan

INFORMASI KEUANGAN DAN NON KEUANGAN Akuntansi menghasilkan informasi keuangan tentang sebuah entitas. Informasi yang dihasilkan disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP): Laporan Posisi Keuangan / Neraca Laporan Laba Rugi Komprehensif Laporan Arus Kas Laporan Perubahan Ekuitas Catatan atas laporan keuangan Selain laporan tersebut terdapat laporan yang bukan merupakan GAAP yang dihasilkan perusahaan: Laporan Tahunan, Sustainability Reporting, Prospektus, Laporan untuk Bapepam, Integrating Reporting.

TUJUAN LAPORAN KEUANGAN Memberikan infomasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi Laporan keuangan menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship), dan pertanggung jawaban sumber daya yang dipercayakan kepadanya Memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Menyediakan pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu dan tidak diwajibkan menyediakan informasi non keuangan. Ref: PSAK Conceptual Framework

STANDAR AKUNTANSI?? Untuk keseragaman laporan keuangan Memudahkan penyusun laporan keuangan karena ada pedoman baku sehingga meminimalkan bias dari penyusun Memudahkan auditor Memudahkan pembaca laporan keuangan untuk menginterpretasikan dan membandingkan laporan keuangan entitas yang berbeda. Pengguna laporan keuangan banyak pihak sehingga penyusun tidak dapat menjelaskan kepada masing-masing pengguna

EMPAT PILAR STANDAR AKUNTANSI INDONESIA Standar Akuntansi Keuangan SAK-ETAP Standar Akuntansi Syari ah Standar Akuntansi Pemerintahan IFRS hanya diadopsi untuk Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) SAK ETAP diluncurkan secara resmi pada tanggal 17 July 2009 Instansi Pemerintah menggunakan Standar Akuntansi 6 Pemerintahan PP 71 tahun 2010

STANDAR AKUNTANSI INDONESIA 2010-2012 >2012 7

PSAK SYARIAH Basis transaksi Digunakan oleh entitas yang melakukan transaksi syariah baik entitas lembaga syariah maupun non lembaga syariah Pengembangan dengan model PSAK umum namun berbasis syariah dengan acuan fatwa MUI PSAK 100 PSAK 106 Kerangka konseptual, Penyajian Laporan Keuangan Syariah, Akuntansi Murabahah, Musyarakah, Mudharabah, Salam, Istishna 8

SAP Instansi Pemerintah menggunakan Standar Akuntansi Pemerintahan, PP 24 tahun 2005 PP 71 tahun 2010 Standar disusun oleh Komite Akuntansi Pemerintahan kemudian ditetapkan dengan PP Diterapkan untuk entitas pemerintah dalam menyusun LKPP dan LKPD: instansi pemerintah pusat Instansi pemerintah daerah BLU (digabung), BUMN (sbg investasi) PSAK Entitas sektor publik selain pemerintah menggunakan PSAK 45. 9

SAK ETAP SAK ETAP: Standar akuntansi keuangan untuk entitas tanpa akuntabilitas publik ETAP adalah entitas yang: Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Menggunakan acuan IFRS untuk Small Medium Enterprises. Lebih sederhana antara lain: Aset tetap, tidak berwujud menggunakan harga perolehan Entitas anak tidak dikonsolidasi tetapi sebagai investasi dengan metode ekuitas. Mengacu pada praktik akuntansi yang saat ini digunakan. Tahun 2011 perusahaan harus memilih menjadi menggunakan PSAK-IFRS atau PSAK-ETAP 10

PSAK IFRS BASED Wajib diterapkan untuk entitas dengan akuntabilitas publik seperti: Emiten, perusahaan publik, perbankan, asuransi, dan BUMN. Dapat diterapkan oleh entitas lainya. Basis transaksi, bukan basis industri. Tujuan: memberikan informasi yang relevan bagi user laporan keuangan Indonesia melakukan adopsi penuh 1 Januari 2012 11

KONVERGENSI AKUNTANSI KEUANGAN The process by which differences in financial reporting practices among countries are reduced with a goal of making financial statements more comparable and decisioniuseful across countries (Saudagaran, 2004)

MENGAPA IFRS Indonesia bagian dari IFAC, yang harus tunduk pada SMO (Statement Membership Obligation), salah satunya menggunakan IFRS sebagai accounting standard. Konvergensi IFRS adalah salah satu kesepakatan pemerintah Indonesia sebagai anggota G20 forum. Hasil dari pertemuan pemimpin negara G20 forum di Washington DC, 15 November 2008 : Strengthening Transparency and Accountability Pertemuan G20 di London, 2 April 2009 menghasilkan kesepakatan untuk Strengthening Financial Supervision and Regulation to call on the accounting standard setters to work urgently with supervisors and regulators to improve standards on valuation and provisioning and achieve a single set of high-quality global accounting standards. 13

MANFAAT IFRS Meningkatkan daya banding laporan keuangan. Memberikan informasi yang berkualitas di pasar modal internasional Menghilangkan hambatan arus modal internasional dengan mengurangi perbedaan dalam ketentuan pelaporan keuangan. Mengurangi biaya pelaporan keuangan bagi perusahaan multinasional dan biaya untuk analisis keuangan bagi para analis. Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan menuju best practise. 14

MENGAPA KONVERGENSI Memfasilitasi arus modal lintas batas juridiksi untuk meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya Membuka peluang bagi perusahaan untuk memperoleh dana dari luar batas negara dimana perusahaan itu berada Membuka kesempatan bagi investor di suatu negara untuk melakukan investasi di perusahaan di luar batas negara dimana investor tersebut berada Pasar pengendalian perusahaan menjadi lebih luas merger dan akuisisi yang melintasi batasbatas geopolitik lebih mudah

MENGAPA KONVERGENSI Evaluasi kinerja perusahaan tidak lagi menggunakan bencmark yang sempit perbandingan perusahaan yang berdomisili di wilayah juridiksi yang berbeda akan mungkin dilakukan jika perusahaan-perusahaan itu menggunakan praktik pelaporan keuangan yang sama Risiko investasi bisa dikurangi dengan semakin luasnya kesempatan untuk mendiversifikasi portfolio investasi ke berbagai kesempatan investasi di luar batas geopolitik Biaya pelaporan keuangan perusahaan yang bersifat multinasional akan semakin murah

MENGAPA KONVERGENSI Ilmu pengetahuan akuntansi lebih mudah ditransfer ke seluruh dunia Pasar tenaga kerja akuntansi menjadi semakin terbuka, sehingga memberikan kesempatan kepada para profesional akuntansi untuk bekerja di luar wilayah juridiksinya Negara-negara yang kekurangan sumber daya dapat mengadopsi standar akuntansi yang dikembangkan oleh pihak lain secara murah

MANFAAT KONVERGENSI Meningkatkan kualitas standar akuntansi keuangan Mengurangi biaya standar akuntansi keuangan Meningkatkan kredibilitas dan kegunaan laporan keuangan Meningkatkan komparabilitas laporan keuangan Meningkatkan transparansi keuangan Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang penghimpunan dana melalui pasar modal Meningkatkan efisiensi penyusunan laporan keuangan

MANFAAT KONVERGENSI Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan Standar Akuntansi Keuangan yang dikenal secara internasional Meningkatkan arus investasi global melalui transparansi

PERMASALAHAN YANG DIHADAPI DALAM IMPLEMENTASI DAN ADOPSI IFRS Translasi Standar Internasional Ketidaksesuaian Standar Internasional dengan Hukum Nasional Struktur dan Kompleksitas Standar Internasional Frekuensi Perubahan dan Kompleksitas Standar Internasional

KRITIK TERHADAP KONVERGENSI Solusi yang terlalu sederhana untuk menyelesaikan masalah yang komplek, karena arus investasi global tidak hanya ditentukan oleh laporan keuangan yang terstandarisasi Pentingnya konvergensi akuntansi dalam arus modal terlalu dibesarkan, karena arus investasi global sudah terjadi bahkan jauh sebelum ada konvergensi akuntansi Praktek akuntansi merupakan fungsi dari lingkungan global standar berarti mengabaikan keunikan lingkungan ekonomi dan praktek bisnis dimana akuntansi didapatkan

KRITIK TERHADAP KONVERGENSI Konvergensi berarti kolonisasi akuntansi Konvergensi akan menciptakan oligopoli dalam pasar jasa akuntansi, karena konvergensi aadalah bagian dari agenda multinasional accounting firms untuk memperluas dan menguasai pasar Konvergensi menciptakan ilusi dalam pengembangan akuntansi, hal ini dikarenakan kecenderungan suatu negara yang merasa akuntansinya maju hanya karena mengadopsi standar akuntansi yang dipakai negara lain yang lebih maju Konvergensi adalah alat intervensi terhadap kedaulatan suatu negara

PROSPEK KONVERGENSI Konvergensi telah terjadi dan akan terus terjadi dengan kecepatan yang tinggi, karena: Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang membuat semakin terintegrasi dan semakin meningkatnya interdependensi ekonomi dan politik antar negara Semakin cepatnya globalisasi pasar modal yang membuat semakin meningkatnya arus investasi lintas batas geopolitik Regulator yang menginginkan penghematan biaya mentoring karena keharusan mengawasi emiten yang bersifat lintas batas

PROSPEK KONVERGENSI Industri sekuritas dan bursa saham yang menginginkan semakin banyaknya emiten yang melakukan listing lintas batas Perkembangan strategi perusahaan multinasional sebagai akibat semakin mengglobalnya pasar modal, pasar produk, dan pasar tenaga kerja Keterlibatan organisasi supra nasional dalam projek konvergensi organisasi internasional semakin aktif mempromosikan praktek-praktek terbaik ke berbagai penjuru dunia Negara berkembang yang ingin membangun standar akuntansi yang murah dan cenderung mau melakukan lompatan perkembangan agar segera sejajar dengan negara maju serta ingin menarik investasi dari negara maju

KONVERGENSI IFRS Menurut DSAK, pengadopsian IFRS dapat dibedakan menjadi lima tingkatan: 1. Full Adoption, pada tingkat ini suatu negara mengadopsi seluruh IFRS dan menterjemahkan word by word. 2. Adapted, mengadopsi seluruh IFRS tetapi disesuaikan dengan kondisi di suatu negara. 3. Piecemeal, suatu negara hanya mengadopsi sebagian nomor IFRS, yaitu nomor standar atau paragraf tertentu 4. Referenced, standar yang diterapkan hanya mengacu pada IFRS tertentu dengan bahasa dan paragraf yang disusun sendiri oleh badan pembuat standar 5. Not adoption at all, suatu negara sama sekali tidak mengadopsi IFRS.

KONVERGENSI IFRS Keputusan DSAK saat ini adalah mendekatkan PSAK dengan IAS/IFRS dengan membuat dua strategi: 1. Strategi selektif. Strategi ini dilakukan dengan tiga target yaitu; mengidentifikasi standar-standar yang paling penting untuk diadopsi seluruhnya dan menentukan batas waktu penerapan standar yang diadopsi, melakukan adopsi standar selebihnya yang belum diadopsi sambil merevisi standar yang telah ada, dan target terakhir adalah melakukan konvergensi proses penyusunan standar dengan IASB. 2. Strategi dual standard. Strategi ini dilakukan dengan menerjemahkan seluruh IFRS sekaligus dan menetapkan waktu penerapannya bagi listed companies. Sedangkan bagi non listed companies tetap menggunakan PSAK yang telah ada.

KONVERGENSI IFRS Dalam penerapan kedua strategi tsb harus mempertimbangkan lima hal: 1. Konvergensi standar dan proses konvergensi itu sendiri. Hal ini perlu dipertimbangkan karena DSAK belum memutuskan kapan melakukan konvergensi. 2. Ketersediaan dana untuk penerjemahan standar. 3. Ketersediaan sumber daya manusia. 4. Ketentuan perundang-undangan di Indonesia. 5. Sosialisasi standar dan peluang moral hazards dalam penyusunan laporan keuangan.

KONVERGENSI IFRS Terdapat beberapa hambatan yang masih dihadapi: Masih adanya ketidaksesuaian standar di beberapa negara dengan ketentuan IFRS yang signifikan (seperti aturan tentang instrumen keuangan dan standar pengukuran berdasar fair value accounting) Masih terdapat perbedaan kepentingan antara IFRS yang berorientasi pada capital market dengan standar akuntansi negara-negara yang berorientasi pada ketentuan perpajakan (tax-driven) Berbagai aturan yang kompleks dalam IFRS dianggap sebagai hambatan bagi sebagian negara untuk melakukan konvergensi. Masih terdapat gap yang cukup besar antara IFRS dengan standar akuntansi nasional yang diterapkan untuk perusahaan kecil dan menengah (UKM)

STANDAR AKUNTANSI INDONESIA Standar Akuntansi Keuangan SAK ETAP (Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik) Standar Akuntansi Syari ah Akuntansi Pemerintah IFRS hanya di adopsi untuk Standar akuntansi Keuangan dan mulai diberlakukan tahun 2012

KONVERGENSI DAN PRAKTEK AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA Sebelum 1994, standar akuntansi keuangan berkiblat pada US GAAP Sejak 1994, PSAK dikembangkan dengan mengadaptasi IAS (IAS mulai tahun 2001 berubah IFRS) Mulai 2012, IFRS akan diadopsi secara penuh Konvergensi IFRS di Indonesia dilakuan secara bertahap

Tahap ROADMAP

DAMPAK IFRS TERHADAP SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN Penyajian Konsep other comprehensive income di dalam laba rugi komprehensif Perubahan definisi-definisi seperti kewajiban menjadi liabilitas, dan hak minoritas menjadi kepentingan nonpengendali Pos luar biasa tidak lagi diperbolehkan Perubahan nama laporan keuangan menjadi ; laporan rugi laba jadi laba rugi komprehensif, neraca jadi laporan posisi keuangan

PENUTUP Perdebatan sekarang dan di masa depan bukan lagi apakah kita akan melakukan konvergensi dengan IFRS atau tidak, bukan pada bagaimana kita melakukan konvergensi dengan IFRS Perhatian kita perlu difokuskan pada upaya untuk Penyiapan kapasitas dan infrastruktur untuk memperbaiki praktek pelaporan keuangan Mengartikulasikan gagasan dalam proses penyusunan standar internasional Meminimkan unintended consequences adopsi IFRS