KEPEMIMPINAN YANG SETARA. Oleh : Nahiyah Jaidi Faraz

dokumen-dokumen yang mirip
PEREMPUAN DAN KEPEMIMPINAN DALAM DUNIA BISNIS. Oleh : Nahiyah Jaidi Faraz

KEPEMIMPINAN DAN PERILAKU MANUSIA DALAM ORGANISASI. Oleh : Nahiyah Jaidi Faraz

MAKALAH KEPEMIMPINAN PEREMPUAN

BAB I PENDAHULUAN. satunya dapat dipengaruhi oleh gender. Gaya kepemimpinan merupakan

MAKALAH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan tidak terlepas dari kualitas pendidikan itu sendiri. Banyak

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Pembangunan nasional Indonesia menuju negara maju tidak lepas dari

TEKNIK ANALISIS GENDER. Oleh: Dr. Nahiyah Jaidi Faraz, M.Pd

BAB I PENDAHULUAN. dikehendaki. Namun banyak pula yang beranggapan bahwa politik tidak hanya

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu peran manajemen sumber daya manusia adalah menjaga dan

BAB I PENDAHULUAN. Pandangan tentang perempuan di masyarakat tidak jarang menimbulkan

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja Karyawan (Studi Kasus pada Produk Tas PD.Madeleine Bandung)

6. KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN

Dasar-dasar Manajemen dan Kepemimpinan

2015 PERANAN PEREMPUAN DALAM POLITIK NASIONAL JEPANG TAHUN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada era globalisasi saat ini, teknologi informasi mengalami

1. PENDAHULUAN. Sumber daya manusia merupakan aset terpenting dalam sebuah organisasi karena

1Konsep dan Teori Gender

ekonomi Kelas X MANAJEMEN K-13 A. Pengertian Manajemen Tujuan Pembelajaran

Nama : Yohanna Enggasari. Pertanyaan :

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. FORTA MITRA SEJATI (PBF) SURABAYA DISUSUN OLEH : SARIMURTI DEWI AGUSTIN

BAB I PENDAHULUAN. Dalam menjalankan suatu usaha, baik yang bergerak di bidang jasa maupun

MAKALAH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL

Agen-Agen Perubahan dan Aksi Tanpa Kekerasan

Pengertian Manajemen Dan Peran Manajer 1. George R Terry mendefinisikan bahwa manajemen adalah proses pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumn

Kepemimpinan: Dampaknya Terhadap Organisasi Berkinerja Tinggi. Achmad Sobirin Universitas Islam Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Manusia selalu berperan aktif dan dominan dalam setiap kegiatan. organisasi, karena manusia menjadi perencana, pelaku, dan penentu

KEPEMIMPINAN. Teori Kepemimpinan. Dr. Alimatus Sahrah, M.Si. MM

BAB I PENDAHULUAN. cukup menarik untuk diperbincangkan hingga dewasa ini. Media massa, baik

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perusahaan merupakan suatu organisasi yang didirikan seseorang atau

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. upaya dari anggota organisasi untuk meningkatkan suatu jabatan yang ada.

BAB I PENDAHULUAN. Kompleksitas permasalahan yang bersifat krusial seringkali dihadapi para

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

Kepemimpinan, sebaliknya, menyangkut menetapkan arah dengan menyusun satu visi masa depan; kemudian mereka menyatukan orangorang

BAB V PEMBAHASAN. A. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan. berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Bank Jatim Cabang Syariah

Komunikasi Organisasi W 5

BAB 1 PENDAHULUAN. Gender adalah perbedaan jenis kelamin berdasarkan budaya, di mana lakilaki

MANAJEMEN KEWIRAUSAHAAN

Manajemen, Kepemimpinan dan Pemberdayaan Karyawan

BAB VII DISKUSI HASIL TEMUAN PERJALANAN KEPEMIMPINAN PEREMPUAN ENTREPRENEUR

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Tuti Rohayati, 2014

Kesetaraan Gender dan Pembangunan di Indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Bisma, Vol 1, No. 4, Agustus 2016 GAYA KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF PADA HOTEL GARUDA DI PONTIANAK

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

Dibimbing Oleh : Dr. Yus Nugraha, MA

M 1: BELAJAR SEPANJANG HAYAT 1

PERTEMUAN 5 PENETAPAN TUJUAN ORGANISASI

DAFTAR PUSTAKA. Gibson, James L., Ivancevich, John M., Donnely James H. Jr., terjemahan Djoerdan Wahid, 1989, Organization 5 th ed, Jakarta, Erlangga.

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN BUDAYA ORGANISASI DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KINERJA DOSEN. Oleh : ANI PINAYANI, DRS., MM. NIP.

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi saat ini menimbulkan kompetisi di berbagai bidang baik

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pada abad ke-18 muncul revolusi industri di Eropa, kemudian diciptakan

I. PENDAHULUAN. wilayah dan tataran kehidupan publik, terutama dalam posisi-posisi pengambilan

Mengharmonisasikan Tenaga Kerja dan Pendidikan di Indonesia Kamis, 14 Januari 2010

DAFTAR PUSTAKA. Amstrong, Michael Manajemen Sumber Daya Manusia, Alih Bahasa ; Sofyan Cikmat dan Hariyanto. Elex Media Komputindo : Jakarta.

BAB I PENDAHULUAN. kecil, menengah, maupun besar, menjadi semakin ketat dan telah memberikan dampak

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Setiap perusahaan tentu dibangun dengan dasar keyakinan bahwa

BAB 1 PENDAHULUAN. Sekolah adalah salah satu institusi yang berperan dalam menyiapkan

2015 PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS PADA IBU-IBU AISYIYAH MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN PARTISIPATIF BERORIENTASI KECAKAPAN HIDUP

Peranan kepemimpinan dalam upaya meningkatkan prestasi kerja karyawan pada PT. Borneo Mulia Baru Kota Balikpapan. Zulmi Athfalul Zamzam 1

ETIK UMB KEPEMIMPINAN ABAD 21 KERJA SAMA TIM

banyak penelitian untuk melihat kembali budaya organisasi yang unggul yang mampu meningkatkan kinerja, dan semakin menyadarkan bahwa unsur manusia

BAB V PEMBAHASAN A. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Penalaran Proporsional Siswa Bergaya Kognitif Sistematis dalam Menyelesaikan Masalah Perbandingan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Efektivitas Kinerja. sesuatu yang tepat ( Stoner, 1996). Menurut Yukl (1994) efektivitas diartikan

KATA PENGANTAR Prof. Dr. Abd. Yuli Andi Gani, MS Guru Besar Kepemimpinan FIA UB

PARTAI POLITIK DAN IDEOLOGI KEPARTAIAN. By FEBRIANI M.I.P

BAB I PENDAHULUAN. generasi Baby Boomers, X, Y dan Z. Sedangkan angkatan kerja usia produktif yang

Kesepuluh: Analisis dan Rancangan Aturan Pengembangan SDM Perusahaan

RENCANA AKSI GLOBAL MENANG DENGAN PEREMPUAN: MEMPERKUAT PARTAI PARTAI POLITIK

BAB I PENDAHULUAN. memberikan hasil yang maksimal apabila tidak didukung oleh sumber daya

BAB I PENDAHULUAN. perannya sebagai subyek pelaksana kebijakan dan kegiatan operasional

BAB 19 SUSUNAN STAF. Orang yang tepat untuk tugas yang tepat

Teaching Portfolio sebagai Sarana untuk Meningkatkan Keterampilan Mengajar

PROPOSAL PENELITIAN RISET MEDIA DAN KHALAYAK TINGKAT KETERTARIKAN MASYARAKAT INDONESIA TERHADAP SUATU GENRE MUSIK (BEAT TV)

Peningkatan Kualitas dan Peran Perempuan, serta Kesetaraan Gender

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Setiap organisasi memerlukan suatu pembagian tugas atau. pembagian kerja yang jelas. Masing-masing bagian yang membangun

BAB V PENUTUP. Kehadiran dan kepiawaian Zulkaidah Harahap dalam. memainkan instrumen musik tradisional Batak Toba, secara tidak

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat konsumen

Transkripsi:

KEPEMIMPINAN YANG SETARA Oleh : Nahiyah Jaidi Faraz PUSAT STUDI WANITA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2004

KEPEMIMPINAN YANG SETARA Nahiyah J Faraz nahiyah@uny.ac.id Akhir-akhir ini kita, kaum perempuan Indonesia, sedang berjuang untuk meyakinkan kesemua pihak, terutama kaum laki-laki, lebih khusus lagi yang belum memahami apa artinya kuota 30 persen bagi perempuan di dunia politik. Benar bahwa ukuran kualitas harus dikedepankan dalam memilih anggota KPU, Panwaslu, wakil rakyat dan jabatan lainnya, tetapi persoalannya kaum perempuan dan laki-laki melakukan start yang berbeda. Perempuan terlanjur ketinggalan kereta oleh sistem yang ada sejak dulu. Kalau mereka saat ini harus bersaing dengan standar atau ukuran yang sama dalam hal kualitas maupun kuantitas, maka kaum perempuan dapat dipastikan tidak akan pernah punya kesempatan untuk hidup sejajar dengan laki-laki. Tentu hal ini tidak kita inginkan bersama. Apa yang dilakukan kaum perempuan Indonesia sekarang ini, terutama perjuangannya di dunia politik, adalah sangat jelas bahwa dunia politik tidak boleh lagi menjadi dunia yang tabu untuk dimasuki perempuan. Mekanisme atau prosedur pengambilan keputusan dan juga pengambilan kebijakan yang menyangkut kepentingan hidup orang banyak umumnya dilakukan di dunia politik. Kalau kepentingan itu menyangkut perempuan yang berjumlah lebih dari separo, dan pengambilan keputusan dilakukan tanpa mengikutsertakan kaum perempuan. Apa yang terjadi? Pantas bila kebijakan yang di introdusir ke masyarakat seringkali justru berdampak negatif bagi kaum perempuan. Contoh menarik dan klasik untuk ini adalah ketika pemerintah memperkenalkan teknologi mesin huller (penggiling

gabah) kepada masyarakat petani desa, di tahun 70-an, yang implikasinya telah menghapus sebagian besar peluang kerja kaum buruh perempuan di pedesaan. Kaum perempuan harus tampil, harus diberi kesempatan oleh laki-laki, karena banyak penelitian atau juga sejarah telah membuktikan bahwa kaum perempuan mempunyai potensi yang tidak kalah dibandingkan laki-laki. Kalau kita ingin bangsa ini besar, bangsa ini makmur, bangsa ini mampu mengoreksi ketergantungannya dari bangsa lain, mampu melunasi utang-utangnya, mampu pulih dari segala krisis, maka bangsa ini harus mengoptimalkan segala potensi yang ada. Salah satu potensi perempuan yang relatif masih kecil pemanfaatannya adalah kemampuan dan keterampilan memimpinnya. Menurut Keith Davis, ada tiga keterampilan kepemimpinan, yaitu: a) Technical Skills, b) Human Skills, dan c) Conceptual Skills Technical Skills, berarti suatu kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemmpin untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Walaupun seorang wirausaha merupakan pemimpin yang dapat menyuruh orang lain mengerjakan sesuatu pekerjaan, namun dia harus mampu melaksanakan sendiri pekerjaan-pekerjaan tertentu. Maksudnya dapat melakukan pekerjaan tersebut adalah agar dia mampu melaksanakan pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh karyawannya. Keterampilan tersebut misalnya keterampilan pembukuankeuangan, mengetik, pekerjaan komputer dasar, menggunakan bberapa alat sederhana dan sebagainya. Human Skills, berarti kemampuan untuk bekerja sama dan membangun tim kerja bersama orang-orang lain. Conceptual Skills berarti seorang wirausaha harus mampu berpikir dan mengungkapkan pemikirannya dalam bentuk model kerangka kerja dan konsep lain dalam memudahkan pekerjaan.

Menurut Warren Bennis (1997) salah satu faktor keunggulan komparatif industri Amerika di awal abad ke-21 adalah kepemimpinan perempuan di dunia bisnis. Kalau tahun 1970-an hanya ada 10 persen perempuan Amerika yang menjadi Vice of President, menjelang akhir dekade 90-an jumlahnya mencapai 50 persen. Masih kata Bennis, banyak kajian mengenai kepemimpinan perempuan yang menemukan bahwa sifat-sifat kepemimpinan masa depan sangat sesuai dan cocok dengan sifat-sifat yang dimiliki perempuan, diantaranya tidak suka kekerasan dan menggunakan gaya kepemimpinan kemanusiaan (relations). Saat ini, sebuah organisasi membutuhkan seorang pemimpin yang lebih mampu menjadi pendengar yang baik, lebih peka terhadap nuansa hubungan pribadi, serta lebih kreatif dan intuitif dalam pengambilan keputusan, yang kesemuanya bukan sifat-sifat maskulin. Konsep Kepemimpinan Menghadapi jaman yang serba berubah begitu cepat, jaman yang serba membingunkan dan tidak menentu pada abad ke-21 ini, banyak persoalan institusi yang membutuhkan solusi-solusi baru, seperti bagaimana mengembangkan kemampuan melihat masa depan yang sangat dibutuhkan untuk menjadi yang terdepan dalam kompetisi? Bagaimana menciptakan visi dan tujuan organisasi yang penuh arti, suatu tujuan yang dimiliki secara unik dan yang akan memberikan keuntungan bagi sebuah bangsa. Kata kunci dari semua ini, menurut Rowan Gibson (1997) adalah masalah kepemimpinan. Bukan kepemimpinan yang tradisional melainkan kepemimpinan abad ke-21. Lanjutnya, kepemimpinan abad- 21 hanya akan dilahirkan oleh pemimpin yang menurut Bennis, leader of leaders. Ciri utamanya bahwa mereka akan mendesentralisasikan kekuasaan dan menerapkan strategi yang demoktatis dengan menghimpun potensi-potensi yang ada sebagai proses penciptaan masa depan.

DAFTAR PUSTAKA Bennis, W (1997). Learning to Lead. Penerbit: Persues Book Drucker, P.F, 1996. The Leader of the Future, New Visions, strategies and Practices for the Next Era (The Drucker foundation Future series) San fransisco: Jossey Bass Publishers Gibson, I.D, (1997) Organisasi: Perilaku, Struktur, Proses, Jakarta: Binarupa Aksara, (terjemahan). Hani Handoko, (1997)Manajemen, Yogyakarta:BPFE, 1997. Keith Davis (1994). Perilaku Dalam Organisasi. Jakarta: Erlangga. Sargent, A. G. (1981). The androgynous manager. New York: Amacom. Tom Peters (1982), In Search of Excelence, home>>leadership/management >> tom peterrs in search of excellence Yukl.G. (1994). Kepemimpinan Dalam Organisasi, Prenhallindo, Jakarta. Edisi bahasa Indonesia