7. Pembelian Persediaan

dokumen-dokumen yang mirip
dijual pemilik Pembelian dijual (Goods) Berwujud Pembelian Bahan Industru Pengolahan (tangible), lazim menjadi barang siap dijual

BAB AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

Akuntansi Perdagangan. Jual-Beli Barang

AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

Lab. Manajemen Agribisnis, Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya

Materi: 11, 12 & 13 PROSES/SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

LATIHAN AKHIR SEMESTER 1

KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAGANG

Akuntansi Perusahaan Dagang

AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG ARMINI NINGSIH POLITEKNIK NEGERI SAMARIDA

AKUNTANSI BAB III AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

Makalah Akuntansi Perusahaan Dagang

RINGKASAN AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

Week 10 Akuntansi Untuk Perusahaan Dagang

AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG. OLEH Ruly Wiliandri

27/11/2014. Disajikan oleh: Nur Hasanah, SE, MSc POSISI DI DALAM TRANSAKSI PERUSAHAAN DAGANG PRODUSEN KONSUMEN

BAB 6 AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG. xxx

5 BAB PENCATATAN AYAT JURNAL PENYESUAIAN PERUSAHAAN DAGANG

KAS. Menjual. Menerima Kas. Jasa PIUTANG. Belum buat ilustrasi posting buku besar. 13. Gamabaran Umum Perusahaan Dagang

12/11/2014. Disajikan oleh: Nur Hasanah, SE, MSc

Prakata. Jakarta, Maret Penulis

A. Mengenal Transaksi pada Perusahaan Dagang

K13 Antiremed Kelas 12 Ekonomi UAS

Laporan Keuangan. Laporan Laba/ Rugi. Laporan Perubahan Modal. Neraca. Laporan Arus Kas

AKUNTANSI KEUANGAN BAB 6 - TAGIHAN M. REZEKI APRILIYAN, SE., MM.

LAMPIRAN A. Faktur Pembelian

ekonomi Sesi AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG A. KONSEP DASAR PERUSAHAAN DAGANG B. TRANSAKSI PERUSAHAAN DAGANG

BAB 16 AKUNTANSI DI PERUSAHAAN DAGANG

VII. SIKLUS AKUNTANSI USAHA DAGANG

Antiremed Kelas 12 Ekonomi UAS

ekonomi Sesi JURNAL PENYESUAIAN PERUSAHAAN DAGANG A. PENGERTIAN DAN FUNGSI JURNAL PENYESUAIAN B. AKUN YANG PERLU DISESUAIKAN a.

YAYASAN PENDIDIKAN EKONOMI PUSAT SEMARANG SMK WIKARYA KARANGANYAR JL NGALIYAN KARANGANYAR

BAB 3 NERACA SALDO. A. Pengertian dan Kegunaan Neraca Saldo Perusahaan Dagang

BAB II LANDASAN TEORI

PERTEMUAN KE-6 AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

BAB 23 AKUNTANSI DI PERUSAHAAN DAGANG

BAB II LANDASAN TEORI. mengenai definisi akuntansi terlebih dahulu. Penjelasan mengenai definisi

V. PENUTUPAN BUKU BESAR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. oleh beberapa ilmuan dalam ruang lingkup yang berbeda, antara lain :

PERTEMUAN KE-6 AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG PEMBAHASAN MODUL PRAKTEK DASAR AKUNTANSI PERTEMUAN 5

Latihan: Neraca Saldo tutup buku perusahaan dagang Nusantara per 30 September 2014 sbb.:

AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

SPA Mentoring. Pengantar Akuntansi 1

1 BAB KARAKTERISTIK DAN JENIS TRANSAKSI PERUSAHAAN DAGANG

AKUNTANSI PERPAJAKAN. Akuntansi Pajak Persediaan. Dr. Suhirman Madjid, SE.,MS.i.,Ak., CA. HP/WA :

BAB 24 AKUNTANSI DI PERUSAHAAN DAGANG

BAB II LANDASAN TEORI

SESI 2. HUBUNGAN ANTARA HARTA DAN SUMBER SUMBER HARTA.

ekonomi Sesi METODE PENCATATAN PERSEDIAAN BARANG DAGANG A. SISTEM PENCATATAN PERSEDIAAN BARANG DAGANG

BAB II LANDASAN TEORI

Indrastuti Sujiyani Sri Mulyanti Kustiyaningsih EKONOMI 3. Ekonomi dan Kehidupan Untuk SMA/MA Kelas XII

Penyesuaian & Penyelesaian Siklus Akuntansi

contoh soal akuntansi perusahaan dagang

Biaya persediaan = Rp ,-

CIRI-CIRI DAN TRANSAKSI KEUANGAN PERUSAHAAN DAGANG

BAB 20 AKUNTANSI DI PERUSAHAAN DAGANG JURNAL PENYESUAIAN & NERACA SALDO SETELAH JURNAL PENYESUAIAN

BAB 19 AKUNTANSI DI PERUSAHAAN DAGANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KUESIONER/ DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA. 1. Apakah nama UKM yang Bapak/Ibu dirikan? 4. Tahun berapa UKM ini didirikan?

MODUL MATA KULIAH DASAR AKUNTANSI PROGRAM STUDI AGRIBISNIS Perusahaan Dagang

NAMA PERUSAHAAN : ALAMAT : KODE POS : TELPON : PERIODE AKUNTANSI :

KUESIONER/ DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA. 1. Apakah nama UKM yang Bapak/Ibu dirikan? 4. Tahun berapa UKM ini didirikan?

SOAL KASUS AKUNTANSI

Penjualan bersih HPP Jurnal Penyesuaian Pemb + By. Angkut pemb) (Pot pemb + R. Pemb) Laporan L/R Jurnal khusus HPP sama dengan ikhtisar L/R

GAMBARAN UMUM AKUNTANSI

Apa yang yang Dijual Dijual? Bagaiman a a Menentukan Laba Laba Usaha

KONSEP DASAR AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN JILID 2

AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG (METODE FISIK)

Soal Akuntansi Perusahaan Dagang

KOPERASI KONSUMEN KELOMPOK 8

AKUNTANSI PERPAJAKAN. Akuntansi Pajak atas Piutang. Dr. Suhirman Madjid, SE.,MS.i.,Ak., CA. HP/WA :

BAB 4 PENILAIAN PERSEDIAAN DAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAN

BAB II LANDASAN TEORI

Akuntansi untuk Usaha Perdagangan. Tujuan Pembelajaran

Mimin Nur Aisyah Hartatik Fitria R. untuk SMA dan MA Kelas XII

ANGAN JILID 2 SMK. Umi Muawanah, dkk.

LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAGANG

SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

BAB 22 AKUNTANSI DI PERUSAHAAN DAGANG

Berikut transaksi yang terjadi pada perusahaan jasa : "Penelitian Linda Sukamto" Tahun 2015 Tgl Transaksi Jumlah

BAB II BAHAN RUJUKAN. 2.1 Tinjauan Umum Atas Sistem Informasi Akuntansi. Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang berhubungan erat

Pencatatan Akuntansi. Bawah ke atas

PERTEMUAN KEEMPAT PERSEDIAAN BARANG (1) Pengertian Persediaan

PERSEDIAAN. Berdasarkan kriteria di atas, persediaan akan mencakup unsure-unsur sebagai berikut:

2. Akuntan yang bekerja di perushaan perusahaan swasta, seperti di bank, perusahaan industri, perdagangan dan lain-lain disebut.

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH KA2153. Modul Praktek. Hanya dipergunakan di lingkungan Fakultas Ilmu Terapan

Akuntansi Piutang Dagang TRADE RECEIVABLE

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. nasional, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan.

6 BAB PEMBUATAN KERTAS KERJA PERUSAHAAN DAGANG

BAB I PENDAHULUAN. diperhatikan yakni akuntansi. Informasi sangat dibutuhkan oleh pihakpihak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Ill. SIKLUS AKUNTANSI

AKUNTANSI DAN LINGKUNGANNYA. DASAR-DASAR AKUNTANSI Eka Dewi Nurjayanti, S.P.,M.Si

SOAL KASUS & PENYELESAIAN Hal. 1

Siklus Akuntansi. Transaksi Bukti. Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal) Pencatatan ke Buku Besar. Neraca Lajur & Jurnal Penyesuaian.

Manajemen Keuangan Agribisnis: AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

PENGANTAR AKUNTANSI PERUSAHAAN MANUFAKTUR (DENGAN METODE HARGA POKOK PESANAN)

PELATIHAN PENCATATAN KEUANGAN UNTUK USAHA KECIL

Transkripsi:

PERUSAHAAN DAGANG

7. Pembelian Persediaan Ada dua sistem pencatatan persediaan a. Sistem Persediaan Periodik (Periodic Inventory System) b. Sistem Persediaan Perpetual (Perpetual Inventory System)

Perbadingan Sistem Periodik dan Sistem Perpetual Periodik a. Tidak ada pencatatan persediaan b. Tidak ada buku tambahan/kartu persediaan c. Untuk penyusunan laporan keuangan harus menghitung persediaan Perpetual a. Dilakukan pencatatan persediaan b. Mempunyai buku tambahan/kartu persediaan c. Tidak perlu menghitung persediaan pada saat menyusun laporan keuangan

Periodik d. Biasa digunakan untuk barang murah e. Biayanya murah, tetapi lemah dalam pengendalian Perpetual d. Dapat digunakan untuk semua jenis barang e. Baik untuk tujuan pengendalian

Dalam Sistem Periodik Pembelian barang dagangan dicatat dalam perkiraan pembelian/purchases. Dalam Sistem Perpetual pembelian barang dagangan dicatat dalam perkiraan persediaan barang dagangan/merchandise inventory

Contoh: Pada tanggal 11 Mei 2011 membeli barang dagangan secara kredit dari PT ABC Rp 2.000.000,- Jurnal: Sistem Periodik Pembelian Hutang Dagang XXX XXX

Sistem Perpetual Persediaan Barang Dagangan Hutang Dagang XXX XXX

Potongan Pembelian Ada 2 macam: 1. Potongan Perdagangan/ Kuantitas(Quantity Discount) adalah: potongan yang diperoleh pembeli jika membeli dalam jumlah besar

Potongan Tunai/ Pembelian (Purchases Discount) adalah: potongan yang diperoleh jika pembayaran pada saat periode diskon sesuai yang ditentukan dalam persyaratan. Contoh: Syarat mendapat potongan 2/10, n/30 artinya bahwa potongan adalah sebesar 2% jika dibayar dalam 10 hari setelah tanggal faktur jangka waktu kredit 30 hari.

Ada 2 Cara pencatatan potongan tunai: Cara 1: mencatat persediaan dengan harga beli bruto, pencatatan potongan saat dilakukan pembayaran pada periode diskon. Cara 2: mencatat persediaan dengan harga beli netto (harga beli bruto potongan)

Contoh: Pada tanggal 11 Mei 2011 membeli barang dagangan secara kredit dari PT ABC Rp 2.000.000,- dengan syarat 2/10,n/30. Jurnal: Cara 1 Persediaan barang dagangan 2.000.000 Hutang dagang 2.000.000

Perusahaan membayar pada periode diskon Jurnal: Hutang Dagang 2.000.000 Kas 1.960.000 Persediaan Brg 40.000

Perusahaan membayar Setelah periode diskon Jurnal: Hutang Dagang 2.000.000 Kas 2.000.000

Cara 2 Persediaan barang dagangan 1.960.000 Hutang dagang 1.960.000 Perusahaan membayar pada periode diskon Hutang Dagang 1.960.000 Kas 1.960.000

Pembelian Retur dan Pengurangan Harga Pembelian retur : Mengembalikan barang dagangan yang dibeli kepada penjual dengan alasan. Pengurangan harga: Perusahaan memberikannya pada saat terjadi kerusakan/cacat

Contoh Pada tanggal 7 April dibeli barang dagangan Rp 10.000.000,- dengan syarat pembayaran 2/10, n/30. Pada tanggal 10 April dikembalikan barang dagangan Rp 6.000.000,- 16 april pelunasan pembayaran. Perusahaan mengasumsikan pencatatan dengan dasar kebijaksanaan bahwa semua diskon akan diambil.

Jurnal: 7 April Persediaan Barang Dagangan 9.800.000 Hutang Dagang 9.800.000 10 April Hutang dagang 5.880.000 Persediaan Brg dagangan 5.880.000

16 April Hutang dagang 3.920.000 Persediaan Brg Dagangan 3.920.000

8. Penjualan Persediaan a.penjualan Tunai Contoh: Pada tanggal 27 Januari Restoran XYZ menjual barang dagangan Rp 300.000 dan Harga Pokok Penjualan(HPP) Rp 210.000 Jurnal: Kas 300.000 Penjualan 300.000 HPP 210.000 Persediaan Brg dagangan 210.000

b. Penjulalan Kredit Contoh: Pada 16 Januari Perusahaan menjual barang secara kredit Rp 6.000.000,- pelunasan pada 27 Januari

Jurnal: 16 Januari Piutang Dagang 6.000.000 Persediaan Brg Dagangan 6.000.000 27 Januari Kas 6.000.000 Piutang Dagang 6.000.000

Potongan Penjualan Potongan pembelian yang diberikan kepada pembeli jika dipandang dari sudut penjual maka disebut potongan penjualan. Contoh: Diterima pelunasan piutang dagang 2.000.000 dengan memberikan potongan penjualan 2%.

Jurnal: Kas 1960.000 Potongan Penjualan 40.000 Piutang Dagang 2.000.000

Penjualan Retur dan Pengurangan Harga Pengembalian barang dagangan karena cacat/rusak dilihat dari sudut pandang penjual disebut Penjualan Retur. Potongan harga (sales allowance) terjadi jika ada kesepakatan pembeli tidak mengembalikan barang dan penjual memberikan potongan.

Contoh: Pada 20 Oktober dijual barang dagangan Rp 8.000.000,- secara kredit dan syarat pembayaran 3/10, n/30. HPP Rp 5.500.000,- 25 Oktober pembeli mengembalikan barang sejumlah Rp 400.000,- dengan HPP Rp 250.000,-. Perusahaan menggunakan sistem Perpetual dalam pencatatannya.

Jurnal 20 Oktober Piutang Dagang 8.000.000 Penjualan 8.000.000 HPP 5.500.000 Persediaan Brg Dagangan 5.500.000

25 Oktober Penjualan Retur & Pengurangan Harga 400.000 Piutang Dagang 400.000 Persediaan Brg Dagangan 250.000 HPP 250.000

Apabila pada 27 Oktober perusahaan memberikan pengurangan harga kepada pembeli atas barang yang rusak tidak dikembalikan Rp 75.000,-. Jurnal: Penjualan Retur & Pengurangan Harga 75.000 Piutang Dagang 75.000

9. Akuntansi Biaya Pengiriman Merupakan biaya yang terjadi sehubungan dengan pengiriman barang dagangan dari tempat/gudang penjual ke pembeli Syarat jual beli menentukan kapan suatu perusahaan (penjual) mengakui adanya penjualan dan perusahaan (pembeli) mengakui adanya pembelian

Syarat jual beli menunjukkan pihak mana yang menanggung atau membayar biaya pengiriman, pembeli atau penjual Ada dua syarat jual beli yang umum digunakan: 1. Franco gudang penjual (free on board shipping point/fob shipping point) berarti penjulan atau pembelian diakui pada saat barang telah dimuat ke dalam alat angkutan di tempat penjual dan biaya pengiriman ditanggung oleh pembeli.

2. Franco gudang pembeli (free on board destinition/fob destination) berarti penjulan atau pembelian diakui pada saat barang telah sampai digudang pembeli dan biaya pengiriman ditanggung oleh penjual.

Contoh: Tanggal 10 februari dijual barang dagangan kepada PT XYZ secara kredit Rp 3.000.000,- dengan syarat FOB Penjual n/30. Perusahaan membayar biaya pengiriman lebih dulu Rp 200.000,- dan membebankan PT XYZ dengan menambah jumlah biaya dalam faktur penjualan.hpp barang Rp 1.600.000,-

Jurnal Piutang Dagang 3.000.000 Penjualan 3.000.000 Piutang Dagang 200.000 Kas 200.000 HPP 1.600.000 Persediaan Brg Dagangan 1.600.000

Jurnal yang dibuat PT XYZ berdasarkan faktur yang diterima Persediaan Brg Dagangan 3.200.000 Hutang Dagang 3.200.000

1. Penjualan Bersih = Penjualan Retur Penjualan - Diskon/Potongan 2. Harga Pokok Barang Yang Dibeli = Pembelian - Retur Pembelian Diskon/Potongan pembelian + Biaya Pengiriman Barang Masuk 3. Harga Pokok Penjualan = Persediaan Awal + Harga Pokok Barang yang Dibeli Persediaan Akhir 4. Laba Kotor = Penjualan Bersih Harga Pokok Penjualan 5. Laba Bersih = Laba Kotor Biaya Operasi.

Penjualan Retur Penjualan xxx Diskon/Potongan xxx + Penjualan Bersih XXXXX xxxx XXXXX

Pembelian XXXXX Retur Pembelian xxx Diskon/Potongan xxx + xxxx XXXX Biaya Pengiriman/angkut XX + Harga Pokok Brg yg dibeli XXXXX

Pesediaan awal Pembelian Retur Pembelian xxx Diskon/Potongan xxx + XXXXX xxxx XXXXX

LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN ABADI LAPORAN LABA RUGI UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2008 PENDAPATAN DARI PENJUALAN: - PENJUALAN Rp 36.009.250 - PENJUALAN RETUR Rp 307.000 - POTONGAN HARGA Rp 289.500 (+) Rp 596.500 (-) PENJULAN BERSIH Rp 35.412.750 BEBAN POKOK PENJUALAN/HARGA POKOK PENJUALAN Rp 26.265.250 (-) LABA BRUTO Rp 9.147.500 BEBAN OPERASI: - BEBAN PENJUALAN Rp 3.731.000 - BEBAN UMUM & ADMINISTRASI Rp 1.738.000 (+) - TOTAL BEBAN OPERASI Rp 5.469.000 (-) - LABA OPERASI Rp 3.678.500 -PENDAPATAN LAIN-LAIN Rp 220.000 (+) Rp 3.898.500 BEBAN LAIN-LAIN Rp 122.000 (-) LABA BERSIH Rp 3.776.500

LAPORAN PERUBAHAN MODAL PERUSAHAAN ABADI LAPORAN PERUBAHAN MODAL UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2008 MODAL ADI PER 1 JANUARI 2008 Rp 7.190.000 LABA BERSIH Rp 3.776.500 PRIVE Rp 900.000 (-) Rp 2.876.500 (+) MODAL ADI PER 31 DESEMBER 2008 Rp 10.066.500

NERACA PERUSAHAAN ABADI NERACA 31 DESEMBER 2008 AKTIVA PASIVA AKTIVA LANCAR: KEWAJIBAN LANCAR : KAS 2.647.500 HUTANG DAGANG 1.121.000 WESEL TAGIH 2.000.000 HUTANG GAJI 90.000 PIUTANG DAGANG 3.044.000 SEWA DITERIMA DIMUKA 57.000 PIUTANG BUNGA 10.000 TOTAL KEWAJIBAN LANCAR 1.268.000 PERSEDIAAN BARANG DAGANGAN 3.107.500 PERLENGKAPAN KANTOR 30.500 KEWAJIBAN JANGKA PANJANG: ASURANSI DIBAYAR DIMUKA 132.500 WESEL BAYAR JANGKA PANJANG 1.250.000 TOTAL AKTIVA LANCAR 10.972.000 TOTAL KEWAJIBAN 2.518.000 AKTIVA TETAP: MODAL PERALATAN TOKO 1.355.000 MODAL ADI 10.066.500 AKUMULASI PENYUSUTAN PERALATAN TOKO (285.000) PERALATAN KANTOR 778.500 AKUMULASI PENYUSUTAN PERALATAN KANTOR (236.000) TOTAL AKTIVA TETAP 1.612.500 TOTAL AKTIVA 12.584.500 TOTAL PASIVA 12.584.500