PERCOBAAN III KONFORMASI 1,3-BUTADIENA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IX PRAKTEK KIMIA KOMPUTASI

PERCOBAAN I ANALISIS BUTANA

TUTORIAL KE-I KIMIA KOMPUTASI. Oleh: Dra. M. Setyorini, M.Si Andrian Saputra, S.Pd., M.Sc

TEKNIK MENGGAMBAR DAN MENYUNTING

Konformasi dan Keisomeran

LAPORAN RESMI PAKTIKUM KIMIA KOMPUTASI. Analisis Butana. Oleh : AMRULLAH 13/347361/PA/ Jum at, 4 Maret 2016 Asisten Pembimbing : Wiji Utami

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

MEMINIMUMKAN ENERGI SUATU SISTEM

Cara Install Chemdraw

SIMULASI EFEKTIVITAS SENYAWA OBAT ERITROMISIN F DAN 6,7 ANHIDROERITROMISIN F DALAM LAMBUNG MENGGUNAKAN METODE SEMIEMPIRIS AUSTIN MODEL 1 (AM1)

Studi Hidrogenasi Senyawa Hidrokarbon Golongan Alkena Dan Alkuna Secara Komputasi

Tutorial Aplikasi Kimia Hyperchem

STUDI AB INITIO: STRUKTUR MEMBRAN NATA DE COCO TERSULFONASI

CARA MEMBUAT BENTUK MOLEKUL DENGAN HYPERCHEM

Video Tutorial Chemsketch

E-Trik Visual C++ 6.0

BAB 3 FASILITAS PENGGAMBARAN OBJEK GEOMETRI

RUMUS GARIS DAN KONFORMASI

BAB 3 PENGOLAHAN DATA

PETUNJUK PRAKTIKUM GEOGEBRA

REAKSI DEKOMPOSISI SENYAWA ERITROMISIN F DAN 6,7 ANHIDROERITROMISIN F SUATU KAJIAN MENGGUNAKAN METODE SEMIEMPIRIS AUSTIN MODEL 1 (AM1) ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. B. Rumusan Masalah 1. Apakah konformasi itu? 2. Konformasi apa saja yang di jelaskan di dalam konformasi senyawa rantai terbuka?

PAH akan mengalami degradasi saat terkena suhu tinggi pada analisis dengan GC dan instrumen GC sulit digunakan untuk memisahkan PAH yang berbentuk

MENGENAL HYPERCHEM. BAB 1. Mengenal HyperChem

SENYAWA HIDROKARBON SIKLIK

PELATIHAN GEOGEBRA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

ARTIKEL TERBARU. Halo semua.

TUTORIAL APLIKASI HYPERCHEM

BAB II ALKANA DAN SIKLOALKANA

Fungsi di atas sesuai dengan apa yang kita butuhkan di dalam proses penunjang keputusan pada studi kasus di bawah ini:

PERHITUNGAN MEKANIKA MOLEKUL

PENGANTAR SAP2000. Model Struktur. Menu. Toolbar. Window 2. Window 1. Satuan

: PEMBUATAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DENGAN POWERPOINT. I. Tujuan Pembelajaran A. Peserta dapat membuat bahan ajar dengan menggunakan powerpoint.

BAHAN PRAKTIKUM GEOGEBRA

BAB 4 SIKLOALKANA DAN STEREOKIMIANYA

Ikatan Kimia II: VSEPR dan prediksi geometri Molekular, teori ikatan valensi dan Hibridisasi Orbital Atom; teori orbital atom

FORMAT LAPORAN MODUL V DISTRIBUSI SAMPLING

Entri dan Modifikasi Sel

Mengerjakan Latihan dengan Microsoft Office Excel

Komputer Aplikasi MI. Mia Fitriawati, S.Kom. Pertemuan 5 & 6 : Tabel, Grafis, Daftar Isi- Tabel/Gambar & Mail Merge 2013/2014

BAB III PEMBAHASAN

Bab 2 Entri dan Modifikasi Sel

LAPORAN KIMIA KOMPUTASI

Materi Komputer 2. Media Biaya Iklan Tiras. Sainstech Unisma Bekasi. Pertemuan 9 (Solver)

Ikatan Kimia II: VSEPR dan prediksi geometri Molekular, teori ikatan valensi dan Hibridisasi Orbital Atom; teori orbital atom

BAB 3 GEOMETRI DAN KEPOLARAN MOLEKUL

Penggunaan Pivot Table Sederhana Pada Ms. Excel

BAB VIII Pengenalan Database dengan Visdata dan MS. Access

Modul Praktikum Basis Data 5 Query

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER. Mata Kuliah : KIMIA KOMPUTASI Semester: VI (ENAM) sks: 3 Kode: D

Praktikum 10 Tim Asisten Praktikum Sistem Pakar

LANGKAH AWAL YANG HARUS DILAKUKAN SUPERVISOR

Pengantar Saat ini terdapat beberapa aplikasi pemetaan yang digunakan di dunia baik yang berbayar maupun yang sifatnya gratis. Beberapa nama besar apl

Dr. Sci. Muhammad Zakir Laboratorium Kimia Fisika, Jurusan Kimia, FMIPA, Unhas Makassar

Tutorial Instal Hyperchem

STUDI KONFORMASI 5,17-DI(2-HIDROKSI-PROPIL TRIMETILAMMONIUM KLORIDA)-C-4- METOKSIFENILKALIKS[4]RESORSINARENA DENGAN METODE MM+ DAN PM3

PEMANFAATAN EXCEL SOLVER DALAM PEMBELAJARAN PEMROGRAMAN LINEAR. Oleh : Himmawati Puji Lestari. Caturiyati. Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY

Contoh untuk NF 3 F berasal dari golongan VII A, dengan EN 4.0. Maka N sebagai atom pusat

MODUL PERKULIAHAN. Aplikasi Komputer. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

Bentuk-Bentuk Molekul

KO I Pertemuan 2. Indah Solihah

Latihan Menggunakan Polygonal Lasso Tool Latihan Menggunakan Quick Mask Mode Latihan Menggunakan Filter Extract...77

Membuat Long dan Cross Section

Petunjuk Instalasi Aplikasi

ANALISIS PEMBUATAN SEMIKONDUKTOR DARI KOMPLEKS LOGAM

ANALISIS REGRESI DENGAN EXCEL

DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN... ABSTRAK KATA PENGANTAR. UCAPAN TERIMA KASIH... DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN..

Fundamental Formula Excel

4 Pembahasan. 4.1 Sintesis Resasetofenon

Merancang Project. Form Module Class Module Report. Form 1, Form 2, Minimarket (NamaProject) Gambar 4.1 Flowchart Project Sistem Informasi Minimarket

Konsep Dasar Sifat Molekul

MEMBUAT PRESENTASI. dengan Microsoft PowerPoint

Membuat Grafik Histogram dan Poligon serta Mencetaknya ke Printer

TABEL 3 DATA PENELITIAN

ALKENA & ALKUNA. Prof. Dr. Jumina Robby Noor Cahyono, S.Si., M.Sc.

Aplikasi Komputer Microsoft Word 2010

Pengenalan Microsoft Excel 2007

Menggambar Grafik Menggunakan Winplot

Kimia Organik 1. Pertemuan ke 2 Indah Solihah

Permodelan senyawa.(senny Widyaningsih dkk) PEMODELAN SENYAWA TURUNAN ASAM KARBAMAT SEBAGAI SENYAWA ANTIKANKER MENGGUNAKAN METODE SEMIEMPIRIS AM1

Latihan 1: Mengoperasikan Excel

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

Kelas IV MI Assa adah Ulujami

I. KONSEP DASAR SPEKTROSKOPI

Pertemuan 5 INTERPRETASI REAKSI PELETAKAN DAN GAYA DALAM

Materi Power POint Ajib Susanto, S.Kom : 1

BAB 3 PENGOLAHAN DATA

Aplikasi Spreadsheet Microsoft Excel (1)

38 M embuat Prabot/Meubel

Pertemuan ke Nilai Harapan (Mean atau Rata rata) dan Varians Distribusi Kontinu

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN I.1

BAB VI ANALISIS HIDROLIKA PENAMPANG SUNGAI DENGAN SOFTWARE HEC-RAS

CARA MEMBUAT BENTUK MOLEKUL DENGAN HYPERCHEM

MEMBUAT TULISAN DENGAN EFEK API BERKOBAR

Estimasi, Pemilihan Model dan Peramalan Deret Waktu dengan Microsoft Office Excel

OLEH : NUR RACHMAT.

1. Pendahuluan 2. Orbital atom 3. Orbital molekul 4. Ikatan sigma 5. Ikatan pi 6. Orbital hibrida 7. Panjang dan kekuatan ikatan

MODUL PERKULIAHAN. Aplikasi Komputer. Microsoft Power Point Bag 2. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

Transkripsi:

PERCOBAAN III KONFORMASI 1,3-BUTADIENA Tujuan : Untuk mendapatkan geometri yang stabil untuk setiap energi minimum dari konformer 1,3-butadiena menggu-nakan perhitungan semi empiris AM1. Latar belakang : Konformasi dari diena terkonjugasi merupakan kon-disi yang dipengaruhi oleh kombinasi interaksi elektronik dan sterik. Konformasi yang lebih disukai adalah s-trans yang meminimalkan interaksi sterik dan memaksimalkan konjugasi dengan dimungkinkannya dua ikatan pi berada pada posisi koplanar. Geometri dari energi-tinggi dari konformer s-cis tidak begitu jelas. Apakah karbon berbentuk planar dalam upaya memaksimalkan konjugasi, atau akan terjadi sedikit pilinan dalam upaya menghi-langkan interaksi sterik. Prosedur: 1. Pilih menu Draw dan yakinkan bahwa C merupakan default dari atom yang akan trans-1,3-butadiena cis-1,3-butadiena digambar. 2. Pilih Select dan selanjutnya Atoms. 3. Yakinkan bahwa Explicit Hydrogen dalam menu Build pada keadaan tidak aktif. 4. Gambarkan rantai karbon beranggota 4 dan klik ganda pada ikatan C1-C2 dan C3-C4. Langkah ini akan menye-babkan terjadinya ikatan rangkap dua. 5. Pilih menu Build dan selanjutnya Add H & Model Build. Anda akan mempunyai konformasi s-trans dari 1,3-buta-diena 6. Anda memerlukan pengaturan sudut ikat di dalam molekul sebelum menghitung, sehingga Anda mendapatkan panas pembentukan sebagai fungsi sudut

dihedral/torsi. Untuk melakukan ini, klik pada menu Select, klik dan geser dari C1 ke C4. 7. Pilih menu Build dan selanjutnya pilih Constrain Bond Torsion. Pilih Other dan selanjutnya ketik pada sudut ikat (180, untuk kasus pertama). Pilih OK. 8. Pilih menu Select dan Name Selection. Pilih Other dan ketikkan besarnya sudut pada pilihan Angle. Pilih OK. 9. Pilih menu Setup dan pilih Restraint, dan klik pada Add. Klik pada Other di bawah Restrained Value dan selanjutnya ketik besarnya sudut (180 untuk kasus pertama). Pilih OK. 10. Matikan fungsi pilihan dengan R-klik. Klik ganda pada menu Select. Molekul akan digambarkan dengan sudut yang seseuai, dan siap untuk dilakukan pengukuran panas pembentukan. 11. Masuk ke menu Setup, pilih Semiempiris dan selanjutnya AM1. Lakukan hal yang sama untuk ab initio dengan himpunan basis 6-31G. 12. Masuk ke menu Compute dan selanjutnya pilih Geometry Optimization. 13. Catat panas pembentukan jika perhitungan telah selesai. 14. Ukur sudut torsi akhir pada struktur teroptimasi dan catat. Akan terlihat sedikit perubahan dari sudut awal yang telah diatur. 15. Gambarkan molekul dengan sudut torsi yang berbeda dan hitung panas pembentukannya. Kembali dan ulangi langkah 6-14.

Hasil: Trans,1,3-Butadiena LAPORAN PRAKTIKUM PERCOBAAN III KONFORMASI 1,3-BUTADIENA awal ( o ) teroptimasi ( o ) Panas pembentukan (kkal/mol) 180 o 180 0 966.3835 150 o 149,924 0 965.9184 120 o 120,373 0 964,9098 90 o 90,4655 0 964,4109 60 o 59,4464 0 964,8699 45 o 43,8087 0 965,2614 30 o 29,8296 0 965,5273 15 o 15,7845 0 965,6006 0 o 0 0 965,5999 Hasil: Cis,1,3-Butadiena awal ( o ) teroptimasi ( o ) Panas pembentukan (kkal/mol) 180 o 180 0 966.3829 150 o 149,924 0 965.9184 120 o 120,373 0 964,9098 90 o 90,4655 0 964,4109 60 o 59,4464 0 964,8699 45 o 43,8087 0 965,2614 30 o 29,8296 0 965,5275 15 o 15,7845 0 965,6006 0 o 0 0 965,5999

Gambarkan grafik panas pembentukan (sumbu y) sebagai fungsi sudut dihedral menggunakan perangkat lunak seperti Microsoft Excel. Gambarkan kurva melalui titik-titik tersebut. Berikan tanda pada grafik, posisi dari konformasi s-trans dan s- cis. Berikan tanda juga untuk keadaan transisi pada interkonversi dari dua bentuk tersebut. Analisis: 1. Konformer mana yang lebih stabil, s-trans atau s-cis? Konformer mana yang kurang stabil? Jelaskan 2. Dari grafik anda, tentukan perkiraan energi aktivasi dari perubahan s-cis menjadi s-trans. 3. Berdasarkan data Anda, apakah ada konformasi lain yang mempunyai harga energi yang berdekatan dengan konformasi s-cis? Yang mana? Berikan penjelasan yang mungkin untuk menjelaskan mengapa konformasi non-planar yang lain dapat mempunyai kestabilan seperti yang dimiliki oleh konformasi s-cis.

Trans-1,3-Butana Gambar 180 0 Gambar 150 0 Gambar 120 0 Gambar 90 0 Gambar 60 0 Gambar 45 0

gambar 30 0 Gambar 15 0 Gambar 0 0 Cis-1,3,butana Gambar 180 0 Gambar 150 0 Gambar 120 0 Gambar 90 0

Gambar 60 0 Gambar 45 0 Gambar 30 0 Gambar 15 0 Gambar 0 0