BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN III.1 Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan PT TGS didirikan di Jakarta berdasarkan Akta Notaris dengan No Akte 145 tanggal 23 April 1996. Akta pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2 8257.HT.01.01.TH 96. PT TGS beralamat di Jalan Dharma Griya Blok D.6 No.6 Jakarta Barat, dan memiliki modal awal Rp.30.000.000, yang diperoleh dari modal yang disetor oleh Bapak Ridwan.C dengan persentase sebesar 85%, dan dari modal yang disetor oleh Bapak Pitaka dengan persentase sebesar 15%. PT TGS bergerak dalam bidang perdagangan bahan kimia. Bahan kimia yang diperdagangkan oleh PT TGS diperoleh dari PT BASF INDONESIA, untuk kemudian dijual kembali dipasaran. Bahan kimia yang diperdagangkan oleh PT TGS memiliki kegunaan untuk meningkatkan kualitas produksi kertas. Oleh karena itu PT TGS memiliki konsumen tetap yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri kertas. Meskipun PT TGS merupakan perusahaan dagang berskala kecil, namun mampu mempertahankan eksistensinya dalam bisnis perdagangan bahan kimia. Hal ini dapat terlaksana karena adanya hubungan yang baik, yang terbina antara atasan dan bawahan dalam PT TGS. Selain itu PT TGS juga memberikan pelayanan yang baik terhadap para pelanggannya. 26
III.2 Struktur Organisasi dan Uraian Tugas Setiap perusahaan memiliki struktur organisasi yang berbedabeda tergantung pada tujuan dan operasi perusahaan. Struktur organisasi dibutuhkan sebagai alat untuk memperjelas tugas dan tanggung jawab karyawan. Dengan adanya struktur organisasi pada suatu perusahaan, maka setiap karyawan dapat mengetahui apa yang harus dikerjakannya, dan dapat mencegah timbulnya pelimpahan kesalahan kepada orang lain. Selain itu dapat menjalin komunikasi yang efektif yang dapat menunjang tercapainya tujuan perusahaan. PT TGS memiliki struktur organisasi fungsional, dimana setiap karyawannya bertanggung jawab sesuai dengan fungsinya. PT TGS dipimpin oleh direktur. Dimana direktur yang mengelola dan beliau pula yang memonitor kegiatan yang dilaksanakan oleh para karyawan, yaitu : Bagian Administrasi dan Keuangan Bagian Pemasaran Bagian Pembelian Bagian Gudang Setiap karyawan bertanggung jawab kepada direktur dan direktur yang mempertanggung jawabkan setiap kegiatan yang dilakukan oleh karyawan. Tetapi untuk halhal yang berkenaan dengan masalah keuangan harus mendapat persetujuan dari komisaris. 27
PT TGS mempunyai deskripsi tugas, wewenang, dan tanggung jawab sebagai berikut : 1. RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) a. Mengangkat dan memberhentikan komisaris dan direktur atas kesepakatan hasil RUPS. b. Menerapkan kebijakan perusahaan baik itu tujuan maupun strategi perusahaan untuk jangka pendek dan panjang dalam mencapai tujuan perusahaan. c. Memeriksa dan melakukan evaluasi laporan direksi. 2. Komisaris a. Bertanggung jawab untuk mengawasi kebijakan yang diambil oleh direktur dalam melaksanakan operasional perusahaan b. Berwenang dalam pengambilan keputusan yang menyangkut pelaksanaan kegiatan perusahaan. c. Memberikan saran dan pertimbanganpertimbangan untuk keperluan pengambilan keputusan oleh direktur. 3. Direktur a. Bertanggung jawab pada perusahaan, memonitor dan mengevaluasi semua kegiatan perusahaan pada tiaptiap bagian. b. Memiliki wewenang untuk mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan perusahaan secara menyeluruh. c. Menganalisis semua laporan dan informasi yang diberikan. 28
4. Bagian Administrasi dan Keuangan Bertugas atas segala hal yang menyangkut masalah keuangan dan administrasi perusahaan dengan tugas dan wewenang sebagai berikut : a. melaksanakan sistem akuntansi bagi perusahaan yang mampu menghasilkan laporan keuangan bulanan dalam bentuk perhitungan laba/rugi. Daftar perincian biaya dan perincian keuangan lainnya yang diminta oleh komisaris. b. Melaksanakan pengawasan dalam arti luas, atas seluruh aset perusahaan, pendapatan, maupun biaya dari kegiatan perusahaan dan pelanggan terhadap kebijaksanaan serta prosedur yang telah ditetapkan yang antara lain meliputi : Pengawasan atas transaksi kas dan bank Pengawasan atas piutang dagang Pengawasan atas persediaan barang Pengawasan atas aktiva tetap Pengawasan atas penjualan Pengawasan atas biaya Pengawasan atas surat penting dan dokumen berharga. c. Dengan persetujuan komisaris atau direktur dalam menetapkan semua prosedur dan bentuk formulir yang akan digunakan bagi kegiatan perusahaan seperti : Prosedur pembukuan 29
Prosedur penjualan Prosedur pembelian Prosedur penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran barang. d. Melaksanakan kegiatankegiatan perbankan dan senantiasa memelihara hubungan baik dengan pihak perbankan. e. Melaporkan dan bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan tugasnya kepada direktur. 5. Bagian Pemasaran a. Membuat kebijaksanaan pemasaran untuk periode tertentu yang meliputi : syaratsyarat penjualan atau kebijaksanaan harga dan pemberian kredit, dan menentukan daerah pemasaran. b. Mengkoordinasi kegiatan pemasaran dengan berpedoman pada prinsipprinsip : Melaksanakan kebijakan kredit yang telah ditentukan dan disetujui oleh komisaris. Mencapai jumlah penjualan yang maksimal sesuai dengan target penjualan yang telah ditentukan sebelumnya. c. Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan pemasaran. 30
6. Bagian Pembelian a. Mencari informasi mengenai barang yang akan dibeli. b. Mengadakan pemesanan kepada pemasok. c. Bertanggung jawab atas barang yang akan dibeli, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. d. Membuat laporan pembelian kepada direktur. e. Membuat laporan hutang kepada direktur. 7. Bagian Gudang a. Membuat laporan barang rusak dan melaporkan kepada direktur. b. Memberikan jaminan bahwa tidak ada barang yang keluar dari perusahaan tanpa otorisasi yang berwenang. c. Memeriksa dan mencatat barang yang masuk dan keluar baik melalui pelanggan maupun pemasok. d. Menyiapkan dan mengeluarkan barang yang dipesan oleh pelanggan. e. Membuat laporan stock opname barang tiap bulan. f. Membuat surat tolakan retur dan bukti retur barang. 31
Bagan Struktur organisasai dalam PT TGS, yang memiliki struktur organisasi fungsional : RUPS KOMISARIS DIREKTUR BAGIAN ADM/KEU BAGIAN PEMASARAN BAGIAN PEMBELIAN BAGIAN GUDANG 32
III.3 Bidang Usaha PT TGS merupakan perusahaan dagang dengan skala kecil yang bergerak dalam bidang usaha perdagangan bahan kimia. PT TGS memiliki modal awal Rp.30.000.000, yang diperoleh dari setoran modal yang disetor oleh Bapak Ridwan.C yang sekaligus menjabat sebagai komisaris PT TGS, dengan persentase sebesar 85%, dan dari modal yang disetor oleh Bapak Pitaka, yang menjabat sebagai direktur PT TGS, dengan persentase sebesar 15%. Bahan kimia yang diperdagangkan oleh PT TGS, diperoleh dari PT BASF INDONESIA, yang merupakan salah satu distributor besar untuk bahanbahan kimia di Indonesia. Bahan kimia yang diperdagangkan oleh PT TGS merupakan bahan kimia yang dipergunakan dalam proses produksi kertas, yang memiliki fungsi dan kegunaan untuk meningkatkan kualitas dari kertas yang diproduksi. Bahan kimia yang diperdagangkan oleh PT TGS, yaitu bermerek TAMOL dan TYNEX. Pada umumnya bahan kimia tersebut banyak dipergunakan oleh pabrikpabrik kertas. PT TGS memiliki konsumen tetap yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri kertas, yaitu PT PARISINDO PRATAMA dan PT JUNOES EKAMULIA. 33
III.4 Kebijakan Akuntansi Perusahaan PT TGS memiliki kebijakan akuntansi dalam beberapa hal, yang antara lain adalah : a. Penyajian Laporan Keuangan Laporan keuangan perusahaan disusun berdasarkan harga perolehan. Dimana laporan keuangan perusahaan terdiri dari Laporan Laba Rugi, Neraca, Daftar penyusutan dan amortisasi fiskal, dan tidak menyusun Laporan perubahan posisi keuangan dan Laporan arus kas. b. Sistem pengakuan penghasilan dan beban Perusahaan dalam menyelenggarakan pembukuan menggunakan metode akrual (accrual basis), dimana penghasilan dan beban dicatat dan dilaporkan pada saat timbulnya hak dan kewajiban, meskipun uangnya belum diterima atau dibayar. c. Sistem penilaian persediaan Persediaan barang dalam PT TGS, dinilai dengan berdasarkan metode FIFO, dimana barang yang pertama kali masuk adalah yang pertama kali keluar. d. Metode penyusutan aktiva tetap dan amortisasi atas aktiva tetap tidak berwujud. Aktiva tetap dicatat didalam neraca berdasarkan harga perolehannya dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Dalam menghitung penyusutan terhadap aktiva tetap, dan amortisasi atas aktiva tetap tidak berwujud, perusahaan menggunakan metode saldo menurun (declining balance method). 34
Taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap perusahaan adalah sebagai berikut : Aktiva Tetap Tahun Peralatan Kantor 6 7 Komputer 6 Kendaraan Bermotor 5 6 Inventaris kantor 4 5 Dalam pengelompokkan aktiva tetapnya, perusahaan menetapkan kendaraan dan AC kedalam kelompok I dengan masa manfaat 4 tahun. Hal ini berbeda dengan ketentuan perpajakan yang menetapkan kendaraan dan AC kedalam kelompok II dengan masa manfaat 8 tahun. Namun sejak tahun 2002, perusahaan menetapkan kendaraan dan AC kedalam kelompok II dengan masa manfaat 8 tahun, tetapi perusahaan tidak melakukan koreksi fiskal atas perubahan ini. e. Pendanaan aktiva tetap perusahaan Dalam pendanaan aktiva tetap, perusahaan membeli secara langsung dengan cash, dan tidak melalui sewa guna usaha. f. Pemberian kesejahteraan karyawan. Perusahaan memberikan kesejahteraan karyawan dalam bentuk natura dan kenikmatan (fringe benefit), dan tunjangan hari raya untuk pegawai. 35
Tabel 3.1 Laporan Keuangan PT TGS PT TGS Neraca yang berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2003 Rp. AKTIVA Aktiva Lancar Kas dan Bank 86.104.515 Piutang dagang 23.277.561 Persediaan 38.624.961 Piutang pajak 9.977.964 157.984.998 Aktiva tetapbersih 1.942.382 Jumlah Aktiva 159.927.383 KEWAJIBAN DAN MODAL SENDIRI Kewajiban jangka pendek 32.095.250 Hutang usaha 138.632 32.233.882 Modal sendiri Modal 30.000.000 Laba (rugi) ditahan 97.693.501 127.693.501 Jumlah kewajiban & modal sendiri 159.927.383 36
Tabel 3.2 PT TGS Laporan Laba (Rugi) Pada tanggal 31 Desember 2003 Rp. Penjualan bersih 536.305.818 Harga Pokok Penjualan 375.461.185 Laba (Rugi) kotor 160.844.633 Beban operasi: Biaya fotocopy 232.600 Biaya sumbangan dan keamanan 356.250 Biaya administrasi bank 350.000 Penyusutan 647.461 Alat tulis kantor 3.135.000 Biaya telpon dan fa 5.447.450 Biaya listrik dan air 7.036.300 Biaya bensin, parkir, tol 7.950.000 Biaya perbaikan dan perawatan 22.764.000 Biaya gaji 56.800.000 Total biaya operasi 104.719.061 Laba bersih hasil operasi 56.125.572 Pendapatan diluar operasi 2.027.295 Laba bersih sebelum pajak 58.152.867 Pajak penghasilan ( 6.222.000) Laba setelah pajak 51.930.867 Laba (rugi) ditahan awal tahun 34.733.180 Laba (rugi) ditahan akhir tahun 86.664.047 37
Tabel 3.3 Daftar penyusutan aktiva tetap PT TGS DAFTAR PENYUSUTAN DAN AMORTISASI FISKAL TAHUN 2003 Kelompok/Jenis harta Bulan/ Harga Nilai sisa buku Metode penyu tahun perolehan fiskal penyusutan/amortisasi amortisa perolehan (Rp) awal tahun (Rp) Komersial Fiskal tahun in Harta berwujud Kelompok 2: Mobil Panther HI Grade 1998 47.750.000 2.238.281Saldo menurun Saldo menurun AC National 3/4 PK 1999 3.750.000 351.562Saldo menurun Saldo menurun JUMLAH PENYUSUTAN FISKAL JUMLAH PENYUSUTAN KOMERSIL 38
DEPARTEMEN KEUANGAN R I DIREKTORAT JENDERAL PAJAK SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WP BADAN ISI DENGAN HURUF CETAK / DIKETIK BERI TANDA X DALAM ISI DENGAN BENAR, LENGKAP DAN JELAS SESUAI PETUNJUK PENGISIAN (KOTAK) YANG SESUAI 2 0 FORMULIR 1771 TAHUN PAJAK 0 BL TH BL TH 1 0 3 s.d 1 2 0 3 3 N P W P : NAMA WAJIB PAJAK : ALAMAT : KELURAHAN / KECAMATAN : / KOTA / KODE POS : / NEGARA DOMISILI : INDONESIA KANTOR PUSAT (Khusus BUT) JENIS USAHA : PERDAGANGAN KLU : 6 1 3 3 9 PEMBUKUAN / LAPORAN KEUANGAN : DIAUDIT X TIDAK DIAUDIT NAMA KANTOR AKUNTAN PUBLIK : nihil N P W P AKUNTAN PUBLIK : NAMA KANTOR KONSULTAN PAJAK : nihil N P W P KONSULTAN PAJAK : A. PENGHASILAN 1. PENGHASILAN NETO FISKAL KENA PAJAK Diisi dari Formulir 1771I Nomor 6 Kolom 3) 2. KOMPENSASI KERUGIAN (Diisi dari Lampiran Khusus 2A) 56.125.572 3. PENGHASILAN KENA PAJAK (12). 56.125.572 B. PPh TERUTANG 4. PPh YANG TERUTANG (Tarif PPh Ps. 17 X Angka 3)...... 5. 6. PENGEMBALIAN / PENGURANGAN KREDIT PAJAK LN (PPh Ps. 24) YANG TELAH DIPERHITUNGKAN TAHUN LALU JUMLAH PPh YANG TERUTANG (4 + 5). C. KREDIT PAJAK 7. PPh DITANGGUNG PEMERINTAH (Proyek Bantuan LN)..... 8. a. KREDIT PAJAK DALAM NEGERI (Diisi dari Formulir 1771III)........ b. KREDIT PAJAK LUAR NEGERI (Diisi dari Lampiran Khusus 7A)........ JUMLAH ( a + b ) 5.918.000 5.198.000 9. a. PPh YANG HARUS DIBAYAR SENDIRI b. PPh YANG LEBIH DIPOTONG / DIPUNGUT (6 7 8) 5.198.000 10. PPh YANG DIBAYAR SENDIRI a. PPh Ps. 25 BULANAN.. b. STP PPh Ps. 25 (Hanya Pokok Pajak) c. PPh Ps. 25 AYAT (8) / FISKAL LUAR NEGERI.. d. PPh ATAS PENGALIHAN HAK ATAS TANAH DAN ATAU BANGUNAN... JUMLAH (a + b + c + d). 5.791.000 D. PPh KURANG / 11. a. PPh YANG KURANG DIBAYAR (PPh Ps. 29) LEBIH BAYAR b. PPh YANG LEBIH DIBAYAR (PPh Ps. 28A) (9 10) 127.000 PPh YANG KURANG DIBAYAR PADA ANGKA 11.a. DISETOR TANGGAL 23 MARET 2004 F.1.1.32.14
E. PERMOHONAN JUMLAH PPh PADA ANGKA 11.b. MOHON : DIRESTITUSIKAN DIPERHITUNGKAN DENGAN UTANG PAJAK F. ANGSURAN PPh a. PENGHASILAN YANG MENJADI DASAR PASAL 25 TAHUN PENGHITUNGAN ANGSURAN.. BERJALAN b. KOMPENSASI KERUGIAN : (Diisi dari Lampiran Khusus 2A).................. c. PENGHASILAN KENA PAJAK (a b). d. PPh YANG TERUTANG (Tarif Ps. 17 X Huruf c).... e. KREDIT PAJAK TAHUN PAJAK YANG LALU ATAS PENGHASILAN YANG TERMASUK DALAM HURUF a YANG DIPOTONG / DIPUNGUT OLEH PIHAK LAIN........... f. PPh YANG HARUS DIBAYAR SENDIRI (d e) g. PPh PASAL 25 : (1/12 X Huruf f).. 56.125.572 56.125.572 5.918.000 5.918.000 493.000 G. PPH FINAL DAN a. PPh FINAL : PENGHASILAN (Diisi dari Formulir 1771IV Bagian A Jumlah Kolom 5)........... YANG TIDAK TERMASUK b. PENGHASILAN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK : OBJEK PAJAK PENGHASILAN BRUTO (Diisi dari Formulir 1771IV Bagian B Jumlah Kolom 3)........... 405.459 H. I. LAMPIRAN PERNYATAAN SELAIN LAMPIRANLAMPIRAN 1771I, 1771II, 1771III, 1771IV, 1771V, DAN 1771VI BERSAMA INI DILAMPIRKAN PULA : SURAT SETORAN PAJAK LEMBAR KE3 PPh PASAL 29 LAPORAN KEUANGAN (Wajib bagi semua Wajib Pajak) DAFTAR PENYUSUTAN DAN AMORTISASI FISKAL (Wajib bagi semua Wajib Pajak, bentuk formulir sesuai dengan Lampiran Khusus 1A pada Buku Petunjuk Pengisian SPT) PERHITUNGAN KOMPENSASI KERUGIAN FISKAL (Lampiran Khusus 2A Buku Petunjuk Pengisian SPT) PERNYATAAN TRANSAKSI DALAM HUBUNGAN ISTIMEWA (Lampiran Khusus 3A Buku Petunjuk Pengisian SPT) DAFTAR FASILITAS PENANAMAN MODAL (Lampiran Khusus 4A Buku Petunjuk Pengisian SPT) DAFTAR CABANG UTAMA PERUSAHAAN (Lampiran Khusus 5A Buku Petunjuk Pengisian SPT) SURAT SETORAN PAJAK LEMBAR KE3 PPh PASAL 26 AYAT (4) (Khusus BUT) PERHITUNGAN PPh PASAL 26 AYAT (4) (Khusus BUT) (Lampiran Khusus 6A Buku Petunjuk Pengisian SPT) KREDIT PAJAK LUAR NEGERI (Lampiran Khusus 7A Buku Petunjuk Pengisian SPT) SURAT KUASA KHUSUS (Bila dikuasakan) DENGAN MENYADARI SEPENUHNYA AKAN SEGALA AKIBATNYA TERMASUK SANKSISANKSI SESUAI DENGAN KETENTUAN PERUNDANGUNDANGAN YANG BERLAKU, SAYA MENYATAKAN BAHWA APA YANG TELAH SAYA BERITAHUKAN DI ATAS BESERTA LAMPIRANLAMPIRANNYA ADALAH BENAR, LENGKAP DAN JELAS. Jakarta 23 Maret 2004 (Tempat) (Tanggal) WAJIB PAJAK TANDA TANGAN DAN CAP PERUSAHAAN KUASA Baldev Singh Gill NAMA LENGKAP DAN NPWP F.1.1.32.14
DEPARTEMEN KEUANGAN R I DIREKTORAT JENDERAL PAJAK SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WP BADAN LAMPIRAN I PENGHITUNGAN PENGHASILAN NETO FISKAL FORMULIR 1771 I TAHUN PAJAK 2 0 0 3 BL TH BL TH 0 1 0 3 s.d 1 2 0 3 N P W P : NAMA WAJIB PAJAK : NO (1) 1. PENGHASILAN NETO KOMERSIAL DALAM NEGERI : U R A I A N a. PEREDARAN USAHA.................. b. HARGA POKOK PENJUALAN........................ c. BIAYA USAHA LAINNYA......................... d. PENGHASILAN NETO DARI USAHA ( a b c ).................... e. PENGHASILAN DARI LUAR USAHA...................... f. BIAYA DARI LUAR USAHA......................... g. PENGHASILAN NETO DARI LUAR USAHA.................... JUMLAH ( d + g ) :.......................... PENGHASILAN NETO KOMERSIAL LUAR NEGERI (Diisi dari Lampiran Khusus 7A Kolom 4)...................... JUMLAH PENGHASILAN NETO KOMERSIAL :.......... RUPIAH (2) (3) 536.305.818 375.461.185 104.719.061 56.125.572 56.125.572 56.125.572 2. 3. 4. 5. 6. PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh FINAL DAN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK.................... PENYESUAIAN FISKAL POSITIF : a. BIAYA YANG DIBEBANKAN / DIKELUARKAN UNTUK KEPENTINGAN PEMEGANG SAHAM, SEKUTU, ATAU ANGGOTA.................. b. PEMBENTUKAN ATAU PEMUPUKAN DANA CADANGAN................. c. PENGGANTIAN ATAU IMBALAN PEKERJAAN ATAU JASA DALAM BENTUK NATURA DAN KENIKMATAN................. d. JUMLAH YANG MELEBIHI KEWAJARAN YANG DIBAYARKAN KEPADA PEMEGANG SAHAM / PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA SEHUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN.................... e. HARTA YANG DIHIBAHKAN, BANTUAN ATAU SUMBANGAN.............. f. PAJAK PENGHASILAN.......................... g. GAJI YANG DIBAYARKAN KEPADA ANGGOTA PERSEKUTUAN, FIRMA ATAU CV YANG MODALNYA TIDAK TERBAGI ATAS SAHAM.............. h. SANKSI ADMINISTRASI.......................... i. SELISIH PENYUSUTAN KOMERSIAL DI ATAS PENYUSUTAN FISKAL.............. j. SELISIH AMORTISASI KOMERSIAL DI ATAS AMORTISASI FISKAL.............. k. BIAYA YANG DITANGGUHKAN PENGAKUANNYA................. l. PENYESUAIAN FISKAL POSITIF LAINNYA.................... JUMLAH a s.d. l :.......................... PENYESUAIAN FISKAL NEGATIF : a. SELISIH PENYUSUTAN KOMERSIAL DI BAWAH PENYUSUTAN FISKAL........... b. SELISIH AMORTISASI KOMERSIAL DI BAWAH AMORTISASI FISKAL.............. c. PENGHASILAN YANG DITANGGUHKAN PENGAKUANNYA............... d. PENYESUAIAN FISKAL NEGATIF LAINNYA.................... JUMLAH a s.d. d............................. FASILITAS PENANAMAN MODAL BERUPA PENGURANGAN PENGHASILAN NETO : TAHUN KE (DIISI DARI LAMPIRAN SPT).................... PENGHASILAN NETO FISKAL (1 2 + 3 4 5).................... 56.125.572 CATATAN : Pindahkan jumlah Angka 6 ke Formulir 1771 Huruf A Angka 1. D.1.1.32.31
DEPARTEMEN KEUANGAN R I DIREKTORAT JENDERAL PAJAK SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WP BADAN LAMPIRAN II PERINCIAN HARGA POKOK PENJUALAN, BIAYA USAHA LAINNYA DAN BIAYA DARI LUAR USAHA FORMULIR 1771 II TAHUN PAJAK 2 0 0 3 BL TH BL TH 0 1 0 3 s.d 1 2 0 3 N P W P : NAMA WAJIB PAJAK : NO. (1) HARGA POKOK PENJUALAN BIAYA USAHA LAINNYA BIAYA DARI LUAR USAHA JENIS BIAYA (2) (3) (4) (5) JUMLAH (6) = (3) + (4) + (5) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13 PEMBELIAN BAHAN / BARANG DAGANGAN 258.724.535 258.724.535 GAJI, UPAH, BONUS, GRATIFIKASI, HONORARIUM, THR, DSB 56.800.000 56.800.000 BIAYA TRANSPORTASI 7.950.000 7.950.000 BIAYA PENYUSUTAN DAN AMORTISASI 647.461 BIAYA SEWA BIAYA BUNGA PINJAMAN BIAYA SEHUBUNGAN DENGAN JASA BIAYA PIUTANG TIDAK DAPAT DITAGIH BIAYA ROYALTI BIAYA PEMASARAN / PROMOSI BIAYABIAYA LAINNYA 38.971.600 350.000 39.321.600 PERSEDIAAN AWAL 173.261.650 173.261.650 PERSEDIAAN AKHIR (/) 56.525.000 56.525.000 647.461 JUMLAH : 375.461.185 104.369.061 350.000 480.180.246 D.1.1.32.54
DEPARTEMEN KEUANGAN R I DIREKTORAT JENDERAL PAJAK SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WP BADAN LAMPIRAN III KREDIT PAJAK DALAM NEGERI FORMULIR 1771 III TAHUN PAJAK 2 0 0 3 BL TH BL TH 0 1 0 3 s.d 1 2 0 3 N P W P : NAMA WAJIB PAJAK : NO. (1) NAMA DAN NPWP OBJEK PEMOTONGAN / PEMUNGUTAN PAJAK PENGHASILAN BUKTI PEMOTONGAN / PEMUNGUTAN PEMOTONG / PEMUNGUT PAJAK JENIS PENGHASILAN / YANG DIPOTONG / DIPUNGUT NOMOR TANGGAL TRANSAKSI (2) (3) (4) (5) (6) (7) NIHIL NIHIL NIHIL NIHIL NIHIL NIHIL JUMLAH : NIHIL NIHIL NIHIL Catatan : Diisi dengan rincian per Bukti Pemotongan / Pemungutan Pajak. Pindahkan hasil penjumlahan PPh Pasal 22 dan PPh Pasal 23 Kolom (5) ke Formulir 1771 Huruf C Angka 8.a. Jika Formulir ini tidak cukup, dibuat lampiran tersendiri sesuai dengan bentuk ini. D.1.1.32.32
DEPARTEMEN KEUANGAN R I DIREKTORAT JENDERAL PAJAK SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WP BADAN LAMPIRAN IV PPh FINAL PENGHASILAN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK FORMULIR 1771 IV TAHUN PAJAK 2 0 0 3 BL TH BL TH 0 1 0 3 s.d 1 2 0 3 N P W P : NAMA WAJIB PAJAK :.. BAGIAN A : PPh FINAL NO. JENIS PENGHASILAN DASAR PENGENAAN PAJAK TARIF PPh TERUTANG (%) (1) (2) (3) (4) (5) 1. BUNGA DEPOSITO / TABUNGAN DAN DISKONTO SBI 2.027.295 20% 405.459 2. BUNGA / DISKONTO OBLIGASI YANG DIPERDAGANGKAN / DILAPORKAN PERDAGANGANNYA DI BURSA EFEK 20% 3. PENGHASILAN PENJUALAN SAHAM YANG DIPERDAGANGKAN DI BURSA EFEK 0.10% 4. PENGHASILAN PENJUALAN SAHAM MILIK PERUSAHAAN MODAL VENTURA 0.10% 5. PENGHASILAN USAHA : a. PENYALUR / DEALER / AGEN PRODUK BBM b. PENYALUR / DISTRIBUTOR ROKOK 0.15% 6. PENGHASILAN PENGALIHAN HAK ATAS TANAH / BANGUNAN (Yayasan / Org. Sejenis) 5% 7. PENGHASILAN PERSEWAAN ATAS TANAH / BANGUNAN 10% 8. IMBALAN JASA KONSTRUKSI : a. PELAKSANA KONSTRUKSI b. PERENCANA KONSTRUKSI c. PENGAWAS KONSTRUKSI 2% 4% 4% 9. PERWAKILAN DAGANG ASING 0.44% 10. PELAYARAN / PENERBANGAN ASING 2.64% 11. PELAYARAN DALAM NEGERI 1.20% 12. 13... JUMLAH : BAGIAN B : PENGHASILAN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK PENGHASILAN BRUTO NO JENIS PENGHASILAN (1) (2) (3) 1. 2. BANTUAN / SUMBANGAN HIBAH 3. DIVIDEN / BAGIAN LABA DARI PENYERTAAN MODAL PADA BADAN USAHA DI INDONESIA (Pasal 4 Ayat (3) Huruf f UU PPh) 4. IURAN DAN PENGHASILAN TERTENTU YANG DITERIMA DANA PENSIUN 5. BUNGA / DISKONTO OBLIGASI YANG DITERIMA REKSADANA 6. BAGIAN LABA YANG DITERIMA PERUSAHAAN MODAL VENTURA DARI BADAN PASANGAN USAHA 7.. 8.. JUMLAH : D.1.1.32.34
DEPARTEMEN KEUANGAN R I DIREKTORAT JENDERAL PAJAK SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WP BADAN LAMPIRAN IV FORMULIR 1771 V TAHUN PAJAK DAFTAR PEMEGANG SAHAM / PEMILIK MODAL DAN JUMLAH DIVIDEN YANG DIBAGIKAN 2 0 0 3 BL TH BL TH DAFTAR SUSUNAN PENGURUS DAN KOMISARIS 0 1 0 3 s.d 1 2 0 3 N P W P : NAMA WAJIB PAJAK :.. BAGIAN A : NO (1) DAFTAR PEMEGANG SAHAM / PEMILIK MODAL DAN JUMLAH DIVIDEN YANG DIBAGIKAN JUMLAH MODAL DISETOR NAMA DAN ALAMAT N P W P % (2) (3) (4) (5) DIVIDEN (6) 1 RIDWAN CHAIRUL 07.657.747.7.034.000 25.500.000 85% 2 PITAKA 08.089.385.2.013.000 4.500.000 15% JUMLAH : 100% BAGIAN B : DAFTAR PEMEGANG SAHAM / PEMILIK MODAL DAN JUMLAH DIVIDEN YANG DIBAGIKAN NO NAMA DAN ALAMAT N P W P J A B A T A N (1) (2) (3) (4) 1 RIDWAN CHAIRUL 07.657.747.7.034.000 KOMISARIS 2 PITAKA 08.089.385.2.013.000 DIREKTUR Catatan: Jika Formulir ini tidak cukup, dibuat lampiran tersendiri sesuai dengan bentuk ini. D.1.1.32.35
DEPARTEMEN KEUANGAN R I DIREKTORAT JENDERAL PAJAK SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WP BADAN FORMULIR 1771 VI LAMPIRAN IV TAHUN PAJAK DAFTAR PENYERTAAN MODAL PADA PERUSAHAAN AFILIASI 2 0 0 3 DAFTAR PINJAMAN DARI / KEPADA PEMEGANG BL TH BL TH SAHAM DAN ATAU PERUSAHAAN AFILIASI 0 1 0 3 s.d 1 2 0 3 N P W P : NAMA WAJIB PAJAK :.. BAGIAN A : DAFTAR PENYERTAAN MODAL PADA PERUSAHAAN AFILIASI NO NAMA DAN ALAMAT N P W P JUMLAH PENYERTAAN MODAL % (1) (2) (3) (4) (5) NIHIL BAGIAN B : DAFTAR PINJAMAN DARI / KEPADA PEMEGANG SAHAM DAN ATAU PERUSAHAAN AFILIASI NO NAMA DAN ALAMAT N P W P JUMLAH PINJAMAN TAHUN BUNGA/TH % (1) (2) (3) PINJAMAN DARI (UTANG) : (4) (5) (6) NIHIL PINJAMAN KEPADA (PIUTANG) : NIHIL Catatan: Jika Formulir ini tidak cukup, dibuat lampiran tersendiri sesuai dengan bentuk ini. D.1.1.32.36