Ir. Tito Adi Dewanto. Statistika I: Angka Indeks 1

dokumen-dokumen yang mirip
ANGKA INDEKS. (Konsep Angka Indeks, Indeks Harga Relatif Sederhana Tertimbang, dan Indeks Agregatif Tertimbang)

ANGKA INDEKS. (Konsep Angka Indeks, Indeks Harga Relatif Sederhana. Agregatif Tertimbang)

Angka Indeks. Oleh : Riandy Syarif

OUTLINE. BAGIAN I Statistik Deskriptif. Pengertian Statistika. Penyajian Data. Ukuran Pemusatan. Ukuran Penyebaran. Angka Indeks

ekonomi K-13 INDEKS HARGA K e l a s A. PENGERTIAN INDEKS HARGA Tujuan Pembelajaran

Angka Indeks 10 TAHUN REFORMASI: RAKYAT MASIH SULIT. Tahun IHK IUR

MODUL 5 STATISTIK BISNIS

Angka Indeks. Variabel ekonomi yang biasa diindeks adalah : 2. Kuantitas (Q) 3. Nilai (P x Q)

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

ANGKA INDEKS SEDERHANA:

ANGKA INDEKS. Disiapkan oleh: Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M.

PRAKATA. Statistika I

NILAI TUKAR PETANI JAWA TIMUR BULAN MARET 2012

Tabel 31. Pencapaian Realisasi Luas Tanam Padi Tahun 2013 dan Luas Panen Padi Berdasarkan Angka Sementara (ASEM) Tahun 2013 di Jawa Barat

BAB 2 LANDASAN TEORI

NILAI TUKAR PETANI JAWA TIMUR BULAN FEBRUARI 2012

STATISTIKA II (BAGIAN

Statistika Ekonomi UT ESPA 4123

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN JUNI 2015 SEBESAR 100,36

MODUL PRAKTIKUM STATISTIKA

NILAI TUKAR PETANI JAWA TIMUR BULAN DESEMBER 2015

Statistik Dasar. Angka Indeks. Materi. Mata Kuliah. Heri Sismoro, M.Kom.

2.1. Konsep dan Definisi

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN MARET 2015 SEBESAR 99,48

NILAI TUKAR PETANI JAWA TIMUR BULAN OKTOBER 2012

NILAI TUKAR PETANI JAWA TIMUR BULAN SEPTEMBER 2012

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN APRIL 2016 SEBESAR 102,90

ANALISIS KESEJAHTERAAN PETANI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2013

1. LETAK GEOGRAFIS KABUPATEN KUDUS

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

BAB I PENDAHULUAN. adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang di olah

PROSPEK TANAMAN PANGAN

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN AGUSTUS 2017 SEBESAR

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN JULI 2014 SEBESAR 102,54

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN YAHUKIMO, TAHUN 2013

KATA PENGANTAR. Jakarta, Oktober 2013 Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Ir. M. Tassim Billah, MSc.

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI FEBRUARI 2016 DEFLASI 0,06 PERSEN

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN OKTOBER 2015 SEBESAR 102,82

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH

BAB I PENDAHULUAN. dalam kebijakan pangan nasional. Pertumbuhan ekonomi di negara negara

I. PENDAHULUAN. Negara Indonesia adalah negara agraris yang sebagian besar mata

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN JANUARI 2017 SEBESAR 102,22

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 3/Maret 2014

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 10/Oktober 2014

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN AGUSTUS 2014 SEBESAR 102,18

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume IX, Nomor 3/Maret 2015

BAB I PENDAHULUAN. Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan rumah tangga yang

NILAI TUKAR PETANI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2007 SEBESAR 131,62 PERSEN

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 8/Agustus 2014

KATA PENGANTAR. Jakarta, September 2013 Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Ir. M. Tassim Billah, MSc.

RELEASE NOTE INFLASI APRIL 2016

KATA PENGANTAR. Jakarta, Juni 2013 Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Ir. M. Tassim Billah, MSc.

ANALISIS FORECASTING KETERSEDIAAN PANGAN 2015 DALAM RANGKA PEMANTAPAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 6/Juni 2014

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN NOVEMBER 2015 SEBESAR 103,01

STATISTIKA DESKRIPTIF Dosen:

KATA PENGANTAR. Jakarta, Juli 2013 Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Ir. M. Tassim Billah, MSc.

PERKEMBANGAN INFLASI ACEH

NILAI TUKAR PETANI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA BULAN DESEMBER 2012 SEBESAR 117,59

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 4/April 2014

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 12/Desember 2014

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR 100,79

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH BULAN FEBRUARI 2013

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

DATA STATISTIK KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JUNI 2016 INFLASI 0,66 PERSEN

NILAI TUKAR PETANI DI PROVINSI RIAU BULAN DESEMBER 2009 NAIK 0,41 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH BULAN AGUSTUS 2017

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU FEBRUARI 2017 SEBESAR 103,79 ATAU NAIK 0,83 PERSEN

BERAS ANALOG SEBAGAI VEHICLE PENGANEKARAGAMAN PANGAN PENGANEKARAGAMAN PANGAN ORASI ILMIAH ORASI ILMIAH. Prof. Dr. Ir.

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU NOVEMBER 2016 SEBESAR 100,62 ATAU NAIK 0,97 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH

Analisis Penyebab Kenaikan Harga Beras

Data Jenis Pekerjaan 60 Ketua RT di Kelurahan Slipi Kecamatan Palmerah Jakarta Barat

LEMBAR KERJA INDIKATOR PERTANIAN 2013/2014. Produksi Tanaman Pangan Menurut Jenis Tanaman. Luas Panen Tanaman Pangan Menurut Jenis Tanaman

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 9/September 2014

LEMBAR KERJA INDIKATOR PERTANIAN 2012/2013. Produksi Tanaman Pangan Menurut Jenis Tanaman. Luas Panen Tanaman Pangan Menurut Jenis Tanaman

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN JULI 2016 SEBESAR 104,57

Transkripsi:

Ir. Tito Adi Dewanto Statistika I: Angka Indeks 1

ARTI DAN KLASIFIKASI Ukuran yang menyatakan tingkat perubahan harga, kuantitas dan produktivitas pada suatu periode dibandingkan pada periode tertentu (periode dasar). Klasifikasi Angka Indeks: 1. Indeks Harga 2. Indeks Kuantitas 3. Indeks Nilai Statistika I: Angka Indeks 2

Pengertian Angka Indeks : Angka indeks atau sering disebut indeks saja, pada dasarnya merupakan suatu angka yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan untuk melakukan perbandingan antara kegiatan yang sama (produksi, ekspor, hasil penjualan, jumlah uang beredar, dll) dalam waktu yang berbeda. Statistika I: Angka Indeks 3

Kegunaan Angka Indeks Dari angka indeks dapat diketahui maju mundurnya atau naik turunnya suatu usaha atau kegiatan. Jadi tujuan pembuatan angka indeks sebetulnya adalah untuk mengukur secara kuantitatif terjadinya perubahan dalam dua waktu yang berlainan misalnya indeks harga untuk mengukur perubahan harga (berapa kenaikannya atau penurunannya), indeks produksi untuk mengetahui perubahan yang terjadi dalam kegiatan produksi, indeks biaya hidup untuk mengukur tingkat inflasi, dll.

Didalam membuat angka indeks diperlukan dua macam waktu, yaitu waktu dasar (base period) dan waktu yang bersangkutan atau sedang berjalan (current period). Kedua macam waktu ini digunakan untuk melakukan perhitungan terhadap indeks tersebut

Waktu Dasar Waktu dasar adalah waktu dimana suatu kegiatan (kejadian) dipergunakan sebagai dasar perbandingan. Dalam perbandingan variabel tahun dasar berfungsi sebagai penyebut. Angka Indeks pada tahun ini adalah sama dengan1 %

Pemilihan tahun dasar dapat berdasarkan sbb : Tahun dengan kondisi perekonomian yang relatif stabil Tidak terlalu jauh dengan tahun-tahun tertentu Tahun di mana terjadi perubahan penting 1966 : ORBA 22 : APEC 24 : Awal SBY memerintah

Waktu Yang Sedang Berjalan Waktu yang sedang berjalan ialah waktu dimana suatu kegiatan (kejadian) dipergunakan sebagai dasar perbandingan terhadap kegiatan (kejadian) pada waktu dasar.

Indeks Sederhana Indeks Harga (I p ): rasio antara harga tahun t (P t ) dengan harga tahun dasar (P ) dikali 1. I p P P t 1 Lebih Umum Indeks Kuantitas (I Q ): rasio antara kuantitas tahun t (Q t ) dengan kuantitas tahun dasar (Q ) dikali 1. Q I Q Q t 1 Statistika I: Angka Indeks 9

CONTOH Tabel dibawah ini menyajikan data rata-rata perdagangan beberapa hasil pertanian di Jakarta dari tahun 1992 1997. Hitunglah indeks harga beras pada tahun 1995, 1996, dan 1997 dengan waktu dasar tahun 1992 Jenis Pertanian 1992 1993 1994 1995 1996 1997 Beras 66.368 67.337 81.522 1.29 11.382 111.183 Jagung Kuning 34.877 39.829 45.85 5. 62.74 66.28 Kacang Kedelai 11.55 116.458 121.542 115.52 114.8 125.733 Kacang Hijau 111.528 111.63 127.18 128.75 163.42 192.771 Kacang Tanah 161.243 198.271 29.542 2. 228.792 223.25 Ketela Pohon 15.433 13.853 2.538 26.944 26.79 24.311 Ketela Rambat 22.33 22.273 29.831 36.698 35.688 35.131 Kentang 46.984 55.11 85.183 82.44 93.713 121.92

PENYELESAIAN Untuk tahun 1995 : I 95/92 = P 95 /P 92 x 1% = 1.29/66.368 x 1% = 15,99% Untuk tahun 1996 : I 96/92 = P 96 /P 92 x 1% = 11.382/66.368 x 1% = 152,76% Untuk tahun 1997 : I 97/92 = P 97 /P 92 x 1% = 111.183/66.368 x 1% = 167,52%

PENYELESAIAN Jadi, dibandingkan dengan harga beras tahun 1992, harga beras tahun 1995 naik 15,99% 1% = 5,99%, pada tahun 1996 naik 52,76%, dan pada tahun 1997 naik 67,52%

Lanjutan Indeks Nilai (I N ): rasio antara nilai (harga dikali kuantitas) tahun t (P t.q t ) dengan nilai tahun dasar (P. Q ) dikali 1. I N Pt.Qt P.Q 1 Tahun 199 2 Barang P Q P Q A $4 1 ton $4.5 15 ton B 12 24 1 4 Tentukan I p, I Q, I N Tahun 2 dgn 199 sbg. thn. Dasar. Statistika I: Angka Indeks 13

Indeks Agregatif Sederhana Indeks Harga Agregatif Sederhana (I p ): rasio antara harga tahun t (P t ) dengan harga tahun dasar (P ) yang meliputi beberapa macam produk dikali 1. I p Pt 1 Po Indeks Kuantitas Agregatif (I Q ): rasio antara kuantitas tahun t (Q t ) dengan kuantitas tahun dasar (Q ) yang meliputi beberapa macam produk dikali 1. Qt IQ 1 Qo Statistika I: Angka Indeks 14

Indeks Agregatif Sederhana Jenis t Rumus: Ip 1 maka 425+25+12 35+2+1 Harga Harga Relatif Bahan Makanan 2 (Po) 21(Pt) Pt/Po (1) Daging Sapi (Per Kg) Rp. 35. 4.25 115 Beras (Per Liter) 2. 2.5 125 Daging ayam (Per Kg) 1. 12. 12 P Po X 1 = 116,5 Jadi Harga rata rata 3 komoditas bahan pokok mengalami kenaikan 16,5% Bukan estimasi yang baik karena tidak sama ukuran; kalau diukur dengan Kg maka 16,45%

Indeks Rata Rata Harga Relatif Lihat hasil kolom 4 tabel sebelumnya, lalu dibagi tiga hasilnya 12; atau terjadi kenaikan 2%; jadi Rumusnya: 1 Pt n Σ ( ) X 1 Po Kelemahan: tidak dapat digunakan dalam analisa harga dan pasar; karena jumlah konsumsi berbeda/tidak sama

Indeks Agregatif Tertimbang Formula indeks agregatif tertimbang: I w P t w P w 1 Formulas Laspeyres: kuantitas tahun dasar (Q ) sebagai penimbang. IL P t Q P Q 1 Statistika I: Angka Indeks 17

Indeks Laspeyres (IL) Menggunakan kuantitas tahun dasar/tahun sebelumnya (Qo) sebagai timbangan IL IL = 12,68 P t Q P Q 1 425.2 25.5 12.5 IL 35.2 2.5 1.5 IL 12,68 Jenis Bahan Makanan Daging Sapi (Per Kg) Beras (Per Liter) Daging ayam (Per Kg) Terjadi kenaikan harga konsumsi 2,68% 2 (Po) Harga 21 (Pt). 35. 4.25 Sangat dipengaruhi harga beras (jumlah paling besar) Kuantitas 2 Q 21 Qt 2 3 2. 2.5 5 6 1. 12. 5 75

Lanjutan Indeks Paasche (IP) Formula Paasche: kuantitas tahun t (Q t ) sebagai penimbang. IP P t Q t P Q t 1 Menggunakan kuantitas timbangan tahun tertentu atau cenderung tahun yang baru; dalam contoh adalah tahun 21 Kalau tahun yang di pakai adalah tahun terakhir maka IP = 12,25 Statistika I: Angka Indeks 19

IL VS IP IL lebih baik dipakai secara praktek (mudah menghitungnya) dari IP karena IL menggunakan kuantitas timbangan tahun dasar yang tidak berubah (data yang telah lewat) IL Kurang baik secara teoritis karena dipengaruhi produksi tahun bersangkutan IP secara praktik cenderung menggunakan timbangan kuantitas baru secara terus menerus; sehingga lambat dalam memperoleh data produksi yang baru IP secara teoritis baik karena pengaruh perubahan produksi thd harga selalu diperhitungkan IL baik dari sisi praktis IP Baik dari sisi teoritis

Lanjutan Formula Marshal-Edgeworth: penjumlahan kuantitas tahun t (Q t ) dan kuantitas tahun dasar (Q ) sebagai penimbang. IME P t (Q t P (Q t Q ) Q ) 1 Formula Drobisch (ID) : penjumlahan IL dan IP dibagi 2. ID IL IP 2 Formula Fisher (IF) : akar perkalian dari IL dan IP IF IL.IP Statistika I: Angka Indeks 21

Lanjutan Formula Walsh: akar perkalian kuantitas tahun t (Q t ) dan kuantitas tahun dasar (Q ) sebagai penimbang. IW P t P (Q t (Q t Q ) Q ) Tentukan: IL, IP, IF, IME, ID, IW. 1 199 2 Barang P Q P Q A 4 jt 1 ton 4,5 jt 15 ton B 12 jt 24 1 jt 4 Statistika I: Angka Indeks 22

Indeks Drobisch (ID) IL dan IP punya kelemahan dan kelebihan baik dari sisi teoritis maupun praktis Bila selisihnya tidak cukup besar maka Drobisch menganjurkan agar hasilnya dirataratakan. ID = (12,68 + 12,25)/2 = 12,47 Kelemahan hanya menambah waktu dengan hasil yang kurang lebih sama; bila perbedaan IL & IP besar maka nilai indeks tidak representatif; maka

Indeks Ideal Fisher (IF) IF menutupi kelemahan ID Rata rata geometrik dari IL dan IP IF = 12,68x12,25 = 12,47 Lebih baik daari drobisch namun kurang praktis dan kurang disukai Mencolok beda dengan ID bila perbedaan IL dan IP besar

INDEKS BERANTAI Ib I I( n n-1) x1 Tahun Penjualan Indeks Indeks % perub. (1996=1) Berantai % perub. 1996 4 1 1997 48 12 2. 12. 2. 1998 52 13 8.33 18.33 8.33 1999 6 15 15.38 115.38 15.38 2 56 14-6.67 93.33-6.67 21 7 175 25. 125. 25. 22 64 16-8.57 91.43-8.57 23 72 18 12.5 112.5 12.5 24 8 2 11.11 111.11 11.11 Statistika I: Angka Indeks 25

PERUBAHAN TAHUN DASAR Indeks Tahun Lama Baru 1997=1 2=1 1995 75 46.9 1996 9 56.3 1997 1 62.5 1998 12 75. 1999 14 87.5 2 16 1. 21 15 93.8 Indeks Lama: Tahun dasar tahun 1997. Indeks pada tahun 1997 = 1. Indeks Baru: Tahun dasar tahun 2, sehingga indeks tahun 2 = 1. I B 1 I A xi L Statistika I: Angka Indeks 26

PERUBAHAN TAHUN DASAR Apabila tahun dasar yang telah ditentukan akan diubah, misalnya tahun dasar 1998 kemudian diubah tahun dasarnya menjadi tahun 2 I B 1 I xi L dimana, A I B : indeks baru untuk tahun yang indeksnya sedang dihitung I A : indeks asal untuk tahun yang dijadikan tahun dasar baru I L : indeks lama untuk tahun yang indeks barunya sedang dihitung 27

PERUBAHAN TAHUN DASAR CONTOH: Kita ingin memabandingkan perubahan harga di New York Stock Exchange dan American Stock Excange sejak tahun 1985. Indeks harga keduanya adalah: Tahun Indeks New York Stock Exchange (1965=1) Amarican Stock Exchange (1973=1) 1985 1986 1987 1993 18,9 136, 161,7 244,72 229,1 264,38 316,61 418,54 28

PERUBAHAN TAHUN DASAR Untuk membandingkan keduanya, tahun dasar harus sama, maka ditentukan tahun 1985 = 1 sebagai tahun dasar. New york stock exchange I B tahun 1 1986 x136 125,82 18,9 American stock exchange I B tahun 1 1986 x264,38 115,4 229,1 29

IHK DAN PENDAPATAN RIIL Pendapatan riil yang mencerminkan daya beli. pendapatan riil pendapatan nominal IHK x1 Contoh IHK dan Pendapatan Riil Tahun Pendapatan nominal IHK (1993=1) Pendapatan riil 1995 532.568 254 29.672 1998 989.573 322 37.321 21 1.49.974 363 41.737 Pendapatan nominal tahun 1995-1998 yang naik sebesar (989.773-532.568)/532.568 x 1 = 86%, namun secara riil hanya meningkat (37.321-29.672)/29.672 x 1 = 47%, hal ini terjadi kerena adanya kenaikan harga yang tercermin dari kenaikan IHK. 3

REFERENSI Statistika I: Angka Indeks 31