ANGKA INDEKS SEDERHANA:
|
|
|
- Sukarno Adi Muljana
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ANGKA INDEKS Angka indeks adalah suatu angka yang menyatakan perubahan relatif pada harga, jumlah/kuantitas, atau nilai yang diperbandingkan dengan suatu periode awal. Tujuan utama dari angka indeks dalam bisnis adalah untuk menunjukkan perubahan persentase dari beberapa hal dari suatu periode ke periode lainnya. Mengonversi data ke indeks merupakan suatu cara yang lebih baik untuk mengekspresikan suatu perubahan. Berapa tingkat kenaikan harga suatu produk? Berapa tingkat kenaikan jumlah produksi pada sektor industri? Berapa tingkat perubahan harga atau tingkat perubahan produksi pada berbagai sektor ekonomi? Beberapa contoh indikator ekonomi yang menggunakan angka indeks Indeks harga konsumen Indeks harga perdagangan besar Indeks harga saham gabungan Indeks nilai tukar petani Indeks produksi beras Hal penting dalam penyusunan angka indeks: 1) Penyusunan Angka Indeks apa yang akan diukur bagaimana cara mengukurnya 2) Sumber dan Syarat Pembandingan Data dalam indeks harga, tiap jenis barang harus memiliki kualitas sama data berasal dari satu sumber objek yang dijadikan dasar penyusunan indeks harus mampu merepresentasikan keseluruhan data 3) Tahun Dasar tahun yang dipilih saat perekonomian normal dan stabil jarak tahun dasar dan tahun pembanding tidak terlalu jauh kejadian-kejadian penting seperti BBM naik, inflasi, dll. Jenis-jenis angka indeks: Angka indeks harga Angka indeks kuantitas Angka indeks nilai Jika angka indeks lebih dari 100%, maka indeks dikatakan naik. Sebaliknya, jika angka indeks kurang dari 100%, maka indeks dikatakan menurun. Metode perhitungan angka indeks: 1) ANGKA INDEKS SEDERHANA: indeks sederhana relatif dan indeks sederhana gabungan. Angka indeks sederhana relatif: terdiri dari satu macam barang dan perhitungannya untuk satu jenis barang saja. 1
2 Angka indeks sederhana gabungan: terdiri lebih dari satu macam barang dan perhitungannya dengan menjumlahkan keseluruhan barang baik harga, kuantitas, ataupun nilai, lalu bandingkan dengan tahun dasar. Angka Indeks Harga (Price Index): untuk mengetahui dan menggambarkan perubahan harga komoditas dari suatu periode ke periode berikutnya. Relatif Price index PI = P n P 0 Gabungan Price index PI = ΣP n ΣP 0 dengan P n = harga sekarang dan P 0 = harga awal. Angka Indeks Kuantitas (Quantity Index): untuk mengetahui dan menggambarkan perkembangan jumlah produk dari suatu periode ke periode berikutnya. Relatif Quantity index QI = Q n Q 0 Gabungan Quantity index QI = ΣQ n ΣQ 0 dengan Q n = kuantitas sekarang dan Q 0 = kuantitas awal. Angka Indeks Nilai (Value Index): untuk mengetahui perkembangan nilai suatu barang dan jasa dari suatu periode ke periode berikutnya. Relatif Value index VI = V n V 0 = P n Q n P 0 Q 0 Gabungan Value index VI = ΣV n ΣV 0 = Σ(P n Q n ) Σ(P 0 Q 0 ) dengan V n = nilai sekarang dan V 0 = nilai awal. Contoh 1: (angka indeks harga) Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja, rata-rata penghasilan dari pekerja produksi pada tahun 2000 adalah $14,02/jam. Sedangkan, pada tahun 2009, rata-rata penghasilan dari pekerja produksi adalah $18,62/jam. Berapa indeks dari penghasilan pekerja produksi tiap jam pada tahun 2009 berdasarkan data pada tahun 2000? J A W A B : Diketahui: 2
3 P n = rata-rata penghasilan pada tahun 2009 = $18,62/jam P 0 = rata-rata penghasilan pada tahun 2000 = $14,02/jam PI = P n = $18,62 = 132,81% P 0 $14,02 Artinya, terdapat peningkatan rata-rata penghasilan sebesar 32,81% selama periode 2000 hingga Kenaikan sebesar 32,81% diperoleh dari 132,81% 100% = 32,81%. Contoh 2: (angka indeks kuantitas) Populasi di Provinsi Jambi pada tahun 2010 adalah Sedangkan, di Provinsi Lampung sebanyak Berapa indeks populasi dari Jambi dibandingkan di Lampung? J A W A B : Diketahui: Q n = populasi di Jambi = Q 0 = populasi di Lampung = QI = Q n = = 34,4% Q Hal ini menunjukkan bahwa populasi di Jambi pada tahun 2010 adalah 34,4% dari populasi di Lampung. Contoh 3: (angka indeks gabungan) Data berikut adalah data produksi tanaman jenis A pada suatu daerah di Kota X. Maka dari data tersebut dapat ditentukan sebagai berikut: 3
4 a) Angka indeks harga gabungan PI = ΣP = = = 106,08%. ΣP Artinya harga untuk tanaman jenis A mengalami kenaikan sebesar 6,08% dari tahun 1998 ke tahun b) Angka indeks kuantitas gabungan QI = ΣQ = = = 127,42% ΣQ Artinya kuantitas tanaman jenis A mengalami kenaikan sebesar 27,42%. c) Angka indeks nilai VI = ΣV = = = 139,88% ΣV Artinya nilai tanaman jenis A semakin meningkat sebesar 39,88% dari tahun 1998 ke tahun ) ANGKA INDEKS TERBOBOT: indeks terbobot relatif dan indeks terbobot gabungan. Ada dua metode untuk menghitung angka indeks terbobot, yaitu metode Laspeyres dan metode Paasche. Perbedaan antara kedua metode ini adalah tentang bobot (penimbang)nya. Untuk metode Laspeyres, bobot merujuk pada kuantitas dari periode awal, sedangkan pada metode Paasche, bobot merujuk pada kuantitas dari periode akhir. Metode Laspeyres Indeks Laspeyres = Σ P n Q 0 Σ P 0 Q 0 4
5 Metode Paasche Indeks Paasche = Σ P n Q n Σ P 0 Q n dengan P n = harga sekarang, P 0 = harga awal, Q n = kuantitas sekarang, Q 0 = kuantitas awal. Contoh 4: (merujuk ke contoh tanaman jenis A pada Contoh 3) Metode Laspeyres Indeks Laspeyres = Σ P n Q 0 Σ P 0 Q = = 107,04% Artinya, harga tanaman jenis A ini meningkat sebesar 7,04% dalam waktu 1 tahun. Metode Paasche 5
6 Indeks Paasche = Σ P n Q n Σ P 0 Q n = = 107,33% Artinya, harga tanaman jenis A meningkat sebesar 7,33% dalam waktu 1 tahun. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari penggunaan metode Laspeyres dan juga metode Paasche. Metode Laspeyres Metode Paasche Kelebihan Hanya membutuhkan informasi kuantitas pada periode awal. Dan, perubahan yang dinyatakan pada indeks merujuk pada perubahan harga Karena menggunakan kuantitas sekarang, maka indeks mencerminkan kebiasaan pembelian saat ini. Kekurangan Tidak mencerminkan perubahan dalam pola pembelian dari waktu ke waktu. Bisa jadi memberikan kelebihan bobot dari barang yang memiliki kenaikan harga. Membutuhkan data tentang kuantitas saat ini. Karena kuantitas bisa jadi berubah pada tiap tahun, maka tidak mungkin untuk menyatakan angka indeks sebagai perubahan atas harga saja. Biasanya cenderung memberikan kelebihan bobot untuk barang yang harganya turun. Untuk mengimbangi kekurangan dari metode Laspeyres dan Paasche, Irving Fisher mengajukan suatu indeks yang disebut dengan Indeks Ideal Fischer, yaitu: Indeks Ideal Fischer = Indeks Laspeyres Indeks Paasche Contoh 5: (merujuk ke contoh tanaman jenis A pada Contoh 3) Pada Contoh 4 telah didapat bahwa Indeks Laspeyres = 107,04% dan Indeks Paasche = 107,33%. Untuk contoh kasus di atas, maka Indeks Ideal Fischer untuk tanaman jenis A adalah: Indeks Ideal Fischer Indeks Laspeyres Indeks Paasche 107, 04107, , ,185% 6
7 L A T I H A N S O A L 1. Pada bulan Januari 1994, harga untuk seluruh ayam segar adalah Rp ,00 per pon. Pada April 2010, harga untuk ayam yang sama adalah Rp ,00 per pon. Berapa indeks dari harga ayam segar pada April 2010 berdasarkan harga pada Januari 1994? Berapa persen harga ayam mengalami peningkatan? 2. Penghasilan rata-rata pekerja produksi tiap jamnya (dalam rupiah) pada bulan Januari selama tahun-tahun terpilih diketahui di bawah ini. Tahun Penghasilan rata-rata per jam (Mei) Gunakanlah tahun 2002 sebagai periode dasarnya. Tentukan: a. indeks untuk tahun-tahun lainnya. b. interpretasikan indeks yang didapat pada setiap tahunnya. 3. Berikut adalah harga pasta gigi (9 ons), sampo (7 ons), tablet obat batuk (paketan 100), dan antibiotik (2 ons) selama bulan Agustus 2005 dan Agustus Tertera juga jumlah yang dibeli. Gunakan bulan Agustus 2005 sebagai periode dasarnya. BARANG Pasta Gigi Sampo Tablet Obat Batuk Antibiotik Harga ($) Kuantitas Harga ($) Kuantitas 2,49 6 3,35 6 3,29 4 4,49 5 1,59 2 4,19 3 1,79 3 2,49 4 a. Tentukan angka indeks harga sederhana relatif pada setiap barang. b. Tentukan angka indeks harga sederhana gabungan. c. Tentukan angka indeks nilai gabungan. d. Tentukan indeks harga Laspeyres. e. Tentukan indeks harga Paasche. f. Tentukan indeks ideal Fischer. 7
ANGKA INDEKS. (Konsep Angka Indeks, Indeks Harga Relatif Sederhana Tertimbang, dan Indeks Agregatif Tertimbang)
ANGKA INDEKS (Konsep Angka Indeks, Indeks Harga Relatif Sederhana Tertimbang, dan Indeks Agregatif Tertimbang) MENGAPA ANGKA INDEKS? Indeks dapat mengexpresikan perubahan harga, kuantitas atau nilai sebagai
ANGKA INDEKS. (Konsep Angka Indeks, Indeks Harga Relatif Sederhana. Agregatif Tertimbang)
ANGKA INDEKS (Konsep Angka Indeks, Indeks Harga Relatif Sederhana Tertimbang, dan Indeks Agregatif Tertimbang) MENGAPA ANGKA INDEKS? Indeks dapat mengexpresikan perubahan harga, kuantitas atau nilai sebagai
Statistik Dasar. Angka Indeks. Materi. Mata Kuliah. Heri Sismoro, M.Kom.
Mata Kuliah Statistik Dasar Materi Angka Indeks Heri Sismoro, M.Kom. 2011 Metode untuk mengukur nilaifluktuasi perkembangan harga dari berbagai komoditas selama 1 (satu) periode waktu tertentu dengan menggunakan
ekonomi K-13 INDEKS HARGA K e l a s A. PENGERTIAN INDEKS HARGA Tujuan Pembelajaran
K-13 ekonomi K e l a s XI INDEKS HARGA Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan menentukan besaran indeks harga sesuai dengan metode yang diinginkan. A. PENGERTIAN
OUTLINE. BAGIAN I Statistik Deskriptif. Pengertian Statistika. Penyajian Data. Ukuran Pemusatan. Ukuran Penyebaran. Angka Indeks
ANGKA INDEKS 1 OUTLINE BAGIAN I Statistik Deskriptif Pengertian Statistika Penyajian Data Ukuran Pemusatan Ukuran Penyebaran Angka Indeks Deret Berkala dan Peramalan Angka Indeks Relatif Sederhana Angka
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB 1 PENDAHULUAN Laju pertumbuhan inflasi harus selalu diwaspadai dan dikendalikan, karena berdampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan. nflasi yang tinggi mempunyai pengaruh agregatif terhadap perekonomian
MODUL 5 STATISTIK BISNIS
Modul ke: MODUL 5 STATISTIK BISNIS 05Fakultas Desmizar,SE,MM. EKONOMI BISNIS Program Studi Manajemen dan Akuntansi Modul 5 ini bertujuan agar Mahasiswa dapat menghitung berbagai macam Angka Indeks yang
Angka Indeks 10 TAHUN REFORMASI: RAKYAT MASIH SULIT. Tahun IHK IUR
Angka Indeks Angka Indeks memperlihatkan bagaimana perubahan terjadi. Bagaimana harga, pendapatan, produksi, dan nilai produksi berubah seiring dengan perubahan waktu, teknologi, dan sumber daya manusia.
Ir. Tito Adi Dewanto. Statistika I: Angka Indeks 1
Ir. Tito Adi Dewanto Statistika I: Angka Indeks 1 ARTI DAN KLASIFIKASI Ukuran yang menyatakan tingkat perubahan harga, kuantitas dan produktivitas pada suatu periode dibandingkan pada periode tertentu
PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2011
BADAN PUSAT STATISTIK No. 06/01/Th. XV, 2 Januari 2012 PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2011 JUMLAH PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2011 MENCAPAI 29,89 JUTA ORANG Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan
Angka Indeks. Oleh : Riandy Syarif
Angka Indeks Oleh : Riandy Syarif Definisi Angka Indeks adalah sebuah angka yg menggambarkan perubahan relatif terhadap harga, kuantitas atau nilai yg dibandingkan dengan tahun dasar Angka indeks memperlihatkan
NILAI TUKAR PETANI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2014
Katalog : 332804.15.01 NILAI TUKAR PETANI KABUPATEN TEGAL TAHUN KERJASAMA BAPPEDA KABUPATEN TEGAL DAN BPS KABUPATEN TEGAL NILAI TUKAR PETANI KABUPATEN TEGAL TAHUN Nomor Publikasi : 332804.15.01 Ukuran
PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2012
BADAN PUSAT STATISTIK No. 06/01/Th. XVI, 2 Januari 2013 PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2012 JUMLAH PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2012 MENCAPAI 28,59 JUTA ORANG Pada bulan September 2012, jumlah penduduk
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU SEPTEMBER 2016.
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI No.81/10/21/Th. XI, 3 Oktober 2016 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU SEPTEMBER 2016. Pada September 2016 NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 97,02
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA DUMAI
No. 02/67/14.73/Th. VII, 3 Februari 2014 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA DUMAI Bulan Januari 2014, Kota Dumai mengalami inflasi sebesar 0,43 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota
BAB V. Kesimpulan dan Saran. 1. Guncangan harga minyak berpengaruh positif terhadap produk domestik
BAB V Kesimpulan dan Saran 5. 1 Kesimpulan 1. Guncangan harga minyak berpengaruh positif terhadap produk domestik bruto. Indonesia merupakan negara pengekspor energi seperti batu bara dan gas alam. Seiring
Penyajian Data. Mata Kuliah Statistik STMIK AMIKOM Yogyakarta
Materi 2 Penyajian Data Mata Kuliah Statistik STMIK AMIKOM Yogyakarta Dosen Pengampu: Heri Sismoro, M.Kom. STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Jl. Ringroad Utara Condong Catur Yogyakarta. Telp. 0274 884201 Fax 0274
Inflasi dan Indeks Harga
Inflasi dan Indeks Harga Pokok Bahasan 1. Pengertian Inflasi dan Deflasi 2. Jenis Inflasi 3. Teori Inflasi 4. Sebab timbulnya Inflasi 5. Cara Mengatasi Inflasi 6. Dampak Inflasi dan Cara Menghitung Inflasi
BERITA RESMI STATISTIK
BERITA RESMI STATISTIK BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN NGADA No. 04/04/Th. IV, 3 April 2012 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BAJAWA MARET 2012 TERJADI INFLASI SEBESAR 1,25 PERSEN Dengan
PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2010
BADAN PUSAT STATISTIK No. 45/07/Th. XIII, 1 Juli 2010 PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2010 JUMLAH PENDUDUK MISKIN MARET 2010 MENCAPAI 31,02 JUTA Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA KEBUMEN BULAN MARET 2015 INFLASI 0,03 PERSEN
BPS KABUPATEN KEBUMEN No. 06/06/33/05/Th. VI, 01 April 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA KEBUMEN BULAN MARET 2015 INFLASI 0,03 PERSEN Pada Bulan Maret 2015 di Kota Kebumen terjadi
BAB IV GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN INDONESIA. negara selain faktor-faktor lainnya seperti PDB per kapita, pertumbuhan ekonomi,
BAB IV GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN INDONESIA 4.1 Perkembangan Laju Inflasi di Indonesia Tingkat inflasi merupakan salah satu indikator fundamental ekonomi suatu negara selain faktor-faktor lainnya seperti
NILAI TUKAR PETANI PROVINSI LAMPUNG NAIK 0,61 PERSEN
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI LAMPUNG NILAI TUKAR PETANI PROVINSI LAMPUNG NAIK 0,61 PERSEN Nilai Tukar Petani Subsektor Peternakan Merupakan NTP tertinggi, dengan Angka 116,18 NTP Provinsi Lampung Oktober
PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT MARET 2017
BPS PROVINSI SULAWESI BARAT No. 41/07/76/Th.XI, 17 Juli 2017 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT MARET 2017 JUMLAH PENDUDUK MISKIN sebesar 149,76 RIBU JIWA (11,30 PERSEN) Persentase penduduk miskin
Angka Indeks. Variabel ekonomi yang biasa diindeks adalah : 2. Kuantitas (Q) 3. Nilai (P x Q)
Anga Indes. Pendahuluan Anga Indes digunaan untu menguur perubahan atau perbandingan variabel eonomi/sosial. Misalnya untu menguur perubahan tingat produtivitas, penggangguran, gaji/upah dan harga.. Komponen
NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU NOVEMBER 2016 SEBESAR 100,62 ATAU NAIK 0,97 PERSEN
No. 059/12/14/Th. XVII, 1 Desember 2016 NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU NOVEMBER 2016 SEBESAR 100,62 ATAU NAIK 0,97 PERSEN Pada bulan November 2016, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI KABUPATEN SEMARANG BULAN MEI 2016
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI KABUPATEN SEMARANG BULAN MEI 2016 No. 12/06/3322/Th.II, 23 Juni 2016 NILAI TUKAR PETANI (NTP) MEI 2016 SEBESAR 100,07 ATAU TURUN 1,04 PERSEN Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten
INDIKATOR KESEJAHTERAAN PETANI: NILAI TUKAR PETANI
PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN Kode PTE- 101002 PERTEMUAN KE-EMPAT BELAS: INDIKATOR KESEJAHTERAAN : NILAI TUKAR DJOHAR NOERIATI R.D. 1 PEP - DJH MATERI PRESENTASI PENDAHULUAN PERKEMBANGAN NTP DI INDONESIA
PROFIL KEMISKINAN MALUKU UTARA SEPTEMBER 2016
No. 05/01/82/Th. XVI, 3 Januari 2017 PROFIL KEMISKINAN MALUKU UTARA SEPTEMBER 2016 JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI MALUKU UTARA KEADAAN SEPTEMBER 2016 SEBANYAK 76,40 RIBU ORANG ATAU SEBESAR 6,41 PERSEN Jumlah
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPULAUAN RIAU
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 20/03/21/Th. VIII, 1 Maret 2013 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU FEBRUARI 2013 Pada bulan Februari 2013 NTP di Provinsi Kepulauan
BAB I PENDAHULUAN. Investasi melalui pasar modal selain memberikan hasil, juga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi melalui pasar modal selain memberikan hasil, juga mengandung resiko. Besar kecilnya resiko di pasar modal sangat dipengaruhi oleh keadaan negara khususnya
NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU FEBRUARI 2017 SEBESAR 103,79 ATAU NAIK 0,83 PERSEN
No. 13/03/14/Th. XVIII, 1 Maret 2017 NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU FEBRUARI 2017 SEBESAR 103,79 ATAU NAIK 0,83 PERSEN Pada bulan Februari 2017, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau sebesar
BAB 2 LANDASAN TEORI
7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Angka Indeks Setiap kegiatan selalu mengalami kemajuan dan kemunduran, kadang-kadang produksi meningkat kadang-kadang menurun, hasil penjualan suatu perusahaan dapat
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN MAGELANG
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN MAGELANG No.01/05/33.08/Th. II, 10 Mei 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN MAGELANG BULAN APRIL 2015 INFLASI 0,27 PERSEN Bulan April 2015 di Kabupaten
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)
No. 08/02/15/Th.IV, 1 Februari 2010 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) DESEMBER 2009 NILAI TUKAR PETANI PROVINSI JAMBI SEBESAR 94,82 Pada bulan Desember 2009, NTP Provinsi Jambi untuk masing-masing
BPS PROVINSI LAMPUNG A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI
BPS PROVINSI LAMPUNG PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI No. 04/09/18/Th. XI, 4 September 2017 NTP Provinsi Lampung Agustus 2017 untuk masing-masing subsektor tercatat sebesar
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI
No. 17 /04/63/Th.XV, 1 April 2011 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI KALIMANTAN SELATAN *) Pada Maret 2011, Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Selatan tercatat 107,64 atau
BPS PROVINSI LAMPUNG A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI
BPS PROVINSI LAMPUNG No. 04/10/18/Th. X, 3 Oktober 2016 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI NTP Provinsi Lampung September 2016 untuk masing-masing subsektor tercatat sebesar
VII. ANALISIS DAMPAK PERUBAHAN KEBIJAKAN PADA USAHA PEMBENIHAN IKAN PATIN Kerangka Skenario Perubahan Harga Input dan Output
VII. ANALISIS DAMPAK PERUBAHAN KEBIJAKAN PADA USAHA PEMBENIHAN IKAN PATIN 7.1. Kerangka Skenario Perubahan Harga Input dan Output Perubahan-perubahan dalam faktor eksternal maupun kebijakan pemerintah
I. PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan tempat atau sarana bertemunya antara demand dan supply
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan tempat atau sarana bertemunya antara demand dan supply dari instrumen keuangan jangka panjang yang dapat di perdagangkan dalam bentuk hutang
MODUL INFLASI DAN INDEKS HARGA
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK RAKYAT MODUL INFLASI DAN INDEKS HARGA ROMI REXVIANA SAPUTRI A210140167 PENGANTAR DAN TUJUAN MODUL Assalamu alaikum Wr, Wb. Dengan memanjatkan puji syukur
NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU MEI 2015 SEBESAR 95,24 ATAU TURUN 1,24 PERSEN
No. 31/06/14/Th.XVI, 1 Juni 2015 NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU MEI 2015 SEBESAR 95,24 ATAU TURUN 1,24 PERSEN Pada bulan Mei 2015, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau sebesar 95,24 atau
Cakupan Teori Ekonomi Makro, Output, Inflasi, Pengangguran, dan Variabel ekonomi Makro lainnya
Cakupan Teori Ekonomi Makro, Output, Inflasi, Pengangguran, dan Variabel ekonomi Makro lainnya 1. Mikroekonomi vs Makroekonomi Untuk dapat memahami ilmu makro ekonomi, sebaiknya kita mengenali terlebih
NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU JULI 2015 SEBESAR 94,74 ATAU TURUN 1,56 PERSEN
No. 38/08/14/Th.XVI, 3 Agustus 2015 NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU JULI 2015 SEBESAR 94,74 ATAU TURUN 1,56 PERSEN Pada bulan Juli 2015, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau sebesar 94,74
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) No.04 /01/15/Th. IX, 2 Januari 2015 NILAI TUKAR PETANI PROVINSI JAMBI BULAN DESEMBER 2014 TURUN 0,65 PERSEN MENJADI 95,06 DAN NILAI TUKAR USAHA RUMAH TANGGA PERTANIAN
PENGARUH METODE PEMBOBOTAN NILAI KOMODITI BERDASARKAN FORMULA LASPEYRES DAN PAASCHE DALAM MENENTUKAN TINGKAT INFLASI DI KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN
PENGARUH METODE PEMBOBOTAN NILAI KOMODITI BERDASARKAN FORMULA LASPEYRES DAN PAASCHE DALAM MENENTUKAN TINGKAT INFLASI DI KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2009-2010 SKRIPSI MELATI SIMANJUNTAK 090823007 DEPARTEMEN
A. Indeks Harga dan Inflasi
A. Indeks Harga dan Inflasi A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: b 1) Indeks harga yang harus dibayar dan diterima petani adalah indeks harga barang-barang yang dibayar oleh petani untuk biaya proses produksi.
PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2008
BADAN PUSAT STATISTIK No. 37/07/Th. XI, 1 Juli 2008 PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2008 Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada bulan Maret 2008 sebesar
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPRI FEBRUARI 2010
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPULAUAN RIAU No.170/04/21/Th. V, 1 April 2010 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPRI FEBRUARI 2010 Pada bulan Februari 2010 NTP di Provinsi Kepri tercatat 99,43
Latar Belakang Pembangunan di segala bidang merupakan arah dan tujuan kebijakan Pemerintah. Adapun hakikat sosial dari pembangunan itu sendiri adalah
NILAI TUKAR PETANI Latar Belakang Pembangunan di segala bidang merupakan arah dan tujuan kebijakan Pemerintah. Adapun hakikat sosial dari pembangunan itu sendiri adalah upaya peningkatan kesejahteraan
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU JANUARI 2016
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI No. 12/02/21/Th. XI, 1 Februari PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU JANUARI Pada Januari NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat sebesar 0,11 persen dibanding
ANGKA INDEKS. Disiapkan oleh: Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M.
ANGKA INDEKS Disiapkan oleh: Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M. 1 OUTLINE BAGIAN I Statistik Deskriptif Pengertian Statistika Penyajian Data Ukuran Pemusatan Ukuran Penyebaran Angka Indeks Deret Berkala dan
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)
No.025/05/15/Th.VIII, 02 Mei 2014 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) NILAI TUKAR PETANI PROVINSI JAMBI BULAN APRIL 2014 TURUN 0,27 PERSEN MENJADI 97,91 DAN NILAI TUKAR USAHA RUMAHTANGGA PERTANIAN SEBESAR
RINGKASAN EKSEKUTIF TAURIDA ADINDA.
RINGKASAN EKSEKUTIF TAURIDA ADINDA. 2007. Hubungan Variabel Makroekonomi dan Beta Saham Terhadap Return Saham Perusahaan Sektor Agribisnis dan Non Agribisnis Dalam Kelompok Jakarta Islamic Index (JII).
KEMISKINAN SUMATERA UTARA SEPTEMBER 2016
BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No. 05/01/12/Th. XX, 03 Januari 2017 KEMISKINAN SUMATERA UTARA SEPTEMBER PENDUDUK MISKIN SUMATERA UTARA SEPTEMBER SEBANYAK 1.452.550 ORANG (10,27%) Jumlah penduduk miskin di
KEMISKINAN SUMATERA UTARA MARET 2017
BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No. 40/07/12/Th. XX, 17 Juli 2017 KEMISKINAN SUMATERA UTARA MARET 2017 PENDUDUK MISKIN SUMATERA UTARA MARET 2017 SEBANYAK 1.453.870 ORANG (10,22%) Jumlah penduduk miskin di
NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU APRIL 2015 SEBESAR 96,44 ATAU TURUN 1,14 PERSEN
No. 23/05/14/Th.XVI, 4 Mei 2015 NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI RIAU APRIL 2015 SEBESAR 96,44 ATAU TURUN 1,14 PERSEN Pada bulan April 2015, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau sebesar 96,44
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI No.54/08/21/Th. XII, 1 Agustus 2017 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU JULI 2017 Pada Juli 2017 NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 96,73 mengalami
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
No. 43 / VI / 1 September 2003 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI INFLASI BULAN AGUSTUS 2003 SEBESAR 0,84 PERSEN! Pada bulan Agustus 2003 terjadi inflasi 0,84 persen. Dari 43 kota tercatat 32 kota
Ringkasan eksekutif: Di tengah volatilitas dunia
Ringkasan eksekutif: Di tengah volatilitas dunia Perlambatan pertumbuhan Indonesia terus berlanjut, sementara ketidakpastian lingkungan eksternal semakin membatasi ruang bagi stimulus fiskal dan moneter
