MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE

dokumen-dokumen yang mirip
PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE

PEMODELAN DATA DAN DESAIN DATABASE

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE (lanjutan)

BAB III PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE (lanjutan)

PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE DIANA RAHMAWATI

PERTEMUAN 6 MANAJEMEN DESAIN DATABASE

Database Management Systems.

Sistem Informasi Akuntansi

PERANCANGAN DATABASE PADA SIKLUS PENDAPATAN DAN PENGELUARAN PT. INDO JAYA ANUGERAH LESTARI

SATUAN ACARA PERKULIAHAN DAN SILABUS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI I JURUSAN AKUNTANSI STIE SEBELAS APRIL SUMEDANG

cek, wesel (kiriman uang atau money orders), dan uang yang tersimpan di bank yang penarikannya tidak dibatasi (Warren et al. 2006).

Business Process Analysis

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI MENGGUNAKAN MODEL RESOURCE EVENT AGENT SEBAGAI ALAT BANTU PADA BENGKEL RESMI EDDY MOTOR

PENDEKATAN MODEL REA DALAM PERANCANGAN DATABASE SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN

Sistem Basis Data. Pertemuan 3 : Modeling Data in Organization Andronicus Riyono, M.T.

PENDEKATAN MODEL REA DALAM PERANCANGAN DATABASE SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENDAPATAN

BAB 7 PERANCANGAN DATA BASE

ABSTRAK. Kata Kunci: economic order quantity, inventory. Universitas Kristen Maranatha

PENJELASAN UMUM MATA KULIAH PENJELASAN UMUM MATA KULIAH BAHAN DISKUSI DI KELAS KONSEP DASAR BASIS DATA. Phase 1 Conceptual Design

BAB 1 PENDAHULUAN. semakin berkembang. Perkembangan teknologi tersebut diharapkan dapat memudahkan

Pemodelan Basis Data Entity-Relationship Diagram (contoh kasus 2) Yusuf 2010

PENGANTAR DATA BASE. DATA adalah fakta mengenai objek yang dinyatakan

Rekayasa Perangkat Lunak Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak (Structured Oriented) Teknik Informatika UNIKOM

Pertemuan Transformasi ER-MODEL INDIKATOR. 1. Memahami ER model 2. Menerapkan transformasi ER- Model ke Model Relasional.

DATABASE FILE PENJUALAN FILE PELANGGAN FILE PERSEDIAAN CATATAN 3: PELANGGAN 3 CATATAN 2: PELANGGAN 2 CATATAN 1: PELANGGAN 1 CATATAN 100: PELANGGAN 100

ABSTRAK. Kata Kunci: Aplikasi Akuntansi, Laporan Keuangan, Pencatatan Data Transaksi, Penyimpanan Data Transaksi

E-R Diagram Kusnawi, S.Kom, M.Eng

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. CV. Kayu Laris adalah suatu usaha yang bergerak dibidang perdangangan

Materi 1 BASIS DATA 3 SKS Semester 4 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2016 Nizar Rabbi Radliya

[Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 3

ABSTRAK. Kata kunci : Star Schema, Entity Relationship Diagram, Data warehouse. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Keywords: Point Of Sale system, accounting information systems, selling transaction. viii. Universitas Kristen Maranatha

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SIKLUS PENDAPATAN DAN SIKLUS PENGELUARAN PADA APOTEK EKA FARMA

Materi 1 SISTEM BASIS DATA 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2017 Nizar Rabbi Radliya

Praktikum Sistem Informasi Akuntansi. Awalludiyah Ambarwati

BAB II DASAR TEORI. serta menyediakan informasi kepada pihak pihak yang berkepentingan sebagai. perhitungan akuntansi biaya oleh bagian akuntansi.

SISTEM INFORMASI DENGAN METODE REA PADA UKM PT ABIRAWA. Ivica Olivia 4EB03 / Pembimbing : Dr. Widyatmini

OLEH: YOVITA LIMANTARA

12Feb. Sistem Informasi Akuntansi I. Pendekatan REA Untuk Membuat Model Proses Bisnis Afrizon, SE, M.Si, Ak. Modul ke: Fakultas

PERANCANGAN DATABASE PADA SIKLUS PENDAPATAN DAN PENGELUARAN PT. INDO JAYA ANUGERAH LESTARI KERTAS KERJA

Perancangan Basis Data

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terus terjadi secara berulang-ulang dengan menyediakan barang kepada pelanggan

Entity Relationship Model

ABSTRAK. Kata kunci : e-commerce, forecasting, penjualan, pembelian, web.

PENGEMBANGAN SISTEM PENDATAAN PENJUALAN TUNAI DAN PENERIMAAN KAS PADA TOKO 7KOMPUTER. Neosa Tyas Hapsari

ABSTRAK. vi Universitas Kristen Maranatha

[Summary] Sistem Informasi Perusahaan Chapter 6

Database Design I. TPI4210 Sistem dan Teknologi Informasi

PERANCANGAN APLIKASI DATABASE SISTEM PENJUALAN, PENERIMAAN KAS, PEMBELIAN DAN PENGELUARAN KAS PADA TOKO SARANA KERTAS KERJA : EKONOMIKA DAN BISNIS

BAB III LANDASAN TEORI

PERANCANGAN DATABASE PADA SIKLUS PENDAPATAN DAN SIKLUS PENGELUARAN (STUDI KASUS PADA TOKO SHINTA TEKSTIL/KORDEN KUDUS) Valentina Stefany Muljono

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM. By Tim Dosen

BAB 2 LANDASAN TEORI. utama yaitu komponen, ketergantungan dan tujuan. Artinya, setiap sistem akan selalu

ABSTRAK. vi Universitas Kristen Maranatha

Atribut NPM (underlined) = primary key

Perancangan Basis Data

BAB III LANDASAN TEORI. untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu, (Scott, 1996:89). Menurut Robert

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek data penulis adalah Sistem Informasi Penjualan Produk untuk

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

ENTITY RELATIONSHIP MODEL

Jurnal Khusus (Special Journals)

Materi 1 PERANCANGAN BASIS DATA (PBD) 3 SKS Semester 5 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya

PERANCANGAN DATABASE SISTEM PEMBELIAN DAN PENJUALAN PADA KONVEKSI IRA RATNA DI TINGKIR SALATIGA KERTAS KERJA

ABSTRAK. : strategi bisnis, penjualan online, CRM, interaksi. Universitas Kristen Maranatha

PERANCANGAN DATABASE PADA SIKLUS PENDAPATAN DAN SIKLUS PENGELUARAN (STUDI KASUS PADA TOKO SHINTA TEKSTIL/KORDEN KUDUS) KERTAS KERJA

Teknik Informatika. Bab III: Perancangan BasisData

BAB 2 LANDASAN TEORI. beberapa pakar. Definisi tersebut antara lain yaitu : dari beberapa file dokumen yang terhubung secara logis.

PEMODELAN DATA (ER-D) Basis Data -1 / Dian Dharmayanti

Week 10 SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENGELUARAN. Awalludiyah Ambarwati

Sistem Basis Data. Chapter 5: Logical Database Design and the Relational Model Andronicus Riyono, M.T.

ABSTRACT. viii. Universitas Kristen Maranatha

E-R Diagram. Bagian IIb Relationship Terminologi

s i s t e m a k u n t a n s i

Prosiding Matematika ISSN:

Bab III. PERANCANGAN SISTEM

POKOK BAHASAN: TUJUAN PEMBELAJARAN:

Database Design. Pemodelan data & Model Entity-Relationship. Pertemuan 4. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom

INTERNET PROGRAMMING DATABASE

II.7.3 Stored Procedured II.7.4 Trigger II.8 C# II.9 Akuntansi II.9.1 Laba Rugi II.9.2 Average Method II.9.

BAB 7 ENTITY MODELLING 1

PERANCANGAN SISTEM DATABASE

Pemodelan Database. Pengolahan Basis Data

BAB III LANDASAN TEORI. adalah sebagai berikut: Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI. Pendekatan Terstruktur dan alat-alat pemodelan Sistem

Kata kunci : toko baju Kalimas, sistem informasi, pembelian, penjualan

7. Analisis Kebutuhan - 1 (System Actors & System Use Cases )

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI. yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan tertentu. operasional atau teknis yang menjelaskannya.

APLIKASI PEMODELAN BASISDATA

Ratu Alyada. Sistem Informasi Perusahaan SUMMARY Chapter 8 13 By : Ratu Alyada

BAB V Memahami dan Mendesain Data Akuntansi

Transkripsi:

MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE

PENDAHULUAN Bagaimana kita dapat mendokumentasikan SIA yang diimplementasikan sebagai database relasional? Bab ini menjelaskan bagaimana cara mendesain dan mendokumentasikan database relasional untuk suatu SIA. Memusatkan perhatian pada pembuatan model data, yang merupakan salah satu aspek desain database yang harus dipahami para akuntan.

PENDAHULUAN Bab ini juga memperkenalkan model akuntansi REA dan diagram Entity- Relationship (E-R). Serta menunjukkan bagaimana mempergunakan alat-alat ini untuk membangun sebuah model data SIA. Akhirnya, bab ini akan mendeskripsikan bagaimana mengimplementasikan hasil model data dalam database relasional.

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM DATABASE Enam langkah dasar dalam mendesain dan mengimplementasikan sistem database: 1.Identifikasi kebutuhan informasi para pemakai. 2.Tahap pertama terdiri dari perencanaan awal untuk menetapkan kebutuhan dan kelayakan pengembangan sistem baru. 3.Pengembangan berbagai skema berbeda untuk sistem yang baru, pada tingkat konseptual, eksternal dan internal.

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM DATABASE 4. Penerjemahan skema tingkat internal ke struktur database sesungguhnya, yang akan diimplementasikan ke dalam sistem yang baru tersebut. 5. Mentransfer semua data dari sistem sebelumnya ke database SIA yang baru. 6. Penggunaan dan pemeliharaan sistem yang baru.

MODEL DATA REA Pembuatan model data adalah proses of defining a database so that it faithfully represents all aspects of the organization, including its interactions with the external environment. REA (Sumber daya, Data, Kegiatan) data model is a conceptual modeling tool that focuses on the business semantics underlying an organization s value chain activities.

MODEL DATA REA Pembuatan model data dalam proses Desain database Pembuatan model data terjadi di sini Perencanaan Analisis Persyaratan Desain Operasi dan Pemeliharaan Implementasi Pengkodean

MODEL DATA REA Model data REA memberikan struktur dalam dua cara: 1 Dengan mengidentifikasi entitas apa yang seharusnya dimasukkan dalam database SIA 2 Dengan cara menentukan bagaimana membuat struktur antar entitas dalam database SIA tersebut

JENIS-JENIS ENTITAS Entitas adalah segala sesuatu yang informasinya ingin dikumpulkan dan disimpan oleh organisasi. Model data REA mengklasifikasi entitas ke dalam tiga kategori yang berbeda, yaitu : 1Sumber daya yang didapat dan dipergunakan oleh organisasi 2Kegiatan atau aktivitas bisnis yang dilakukan organisasi 3Pelaku yang terlibat dalam kegiatan tersebut

JENIS-JENIS ENTITAS Sumber daya adalah hal-hal yang memiliki nilai ekonomi bagi organisasi. Contoh sumber daya organisasi adalah: Kas Persediaan Peralatan

JENIS-JENIS ENTITAS Kegiatan adalah berbagai aktivitas bisnis yang informasinya ingin dikumpulkan perusahaan untuk tujuan perencanaan dan pengendalian. Contoh kegiatan organisasi adalah : Kegiatan penjualan Kegiatan penerimaan kas

JENIS-JENIS ENTITAS Pelaku adalah entitas jenis ketiga dalam model REA. Pelaku adalah orang-orang dan organisasi yang terlibat dalam kegiatan yang informasinya ingin didapatkan untuk tujuan perencanaan, pengendalian, dan evaluasi. Contoh pelaku organisasi adalah Pegawai Pelanggan

MEMBANGUN DIAGRAM REA Membangun diagram REA untuk siklus transaksi tertentu terdiri dari empat langkah berikut : 1Identifikasi pasangan kegiatan pertukaran ekonomi yang mewakili hubungan dualitas dasar memberi untuk menerima, dalam siklus tersebut. 2Identifikasi sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan pertukaran ekonomi dan para pelaku yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

MEMBANGUN DIAGRAM REA 3.Analisis setiap kegiatan pertukaran ekonomi untuk menetapkan apakah kegiatan tersebut harus dipecah menjadi suatu kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen dan kegiatan pertukaran ekonomi. Apabila perlu, ganti kegiatan pertukaran ekonomi aslinya dengan rangkaian kegiatan komitmen dan pertukaran ekonomi yang dihasilkan dari pemecahan kegiatan tadi. 4. Tetapkan kardinalitas setiap hubungan..

POLA DASAR REA (BASIC REA TEMPLATE) Resource A Inflow GET Resource A Participant Internal Agent Participant External Agent Economic Duality Participant External Agent Resource B Outflow GIVE Resource B Participant Internal Agent

CONTOH DIAGRAM REA (SAMPLE REA DIAGRAM) Inventory Stock-flow Sales Participant Salesperson Participant Economic Duality Customer Participant Cash Stock-flow Cash Receipts Participant Cashier

DIAGRAM REA, LANGKAH 1: IDENTIFIKASI KEGIATAN PERTUKARAN EKONOMI Selama menggambar diagram REA untuk suatu siklus transaksi, sangatlah berguna untuk membagi kertas yang digunakan untuk menggambar ke dalam tiga kolom, satu kolom untuk setiap jenis entitas. Pergunakan kolom kiri untuk sumber daya Kolom tengah untuk kegiatan. Dan kolom kanan untuk pelaku.

DIAGRAM REA, LANGKAH 1: IDENTIFIKASI KEGIATAN PERTUKARAN EKONOMI Pertukaran ekonomi dasar dalam siklus pendapatan melibatkan penjualan barang dagangan atau pelayanan, serta serangkaian penerimaan kas sebagai pembayaran dalam penjualan tersebut. Diagram REA untuk siklus pendapatan dengan membuat entitas kegiatan penjualan dan penerimaan kas dalam bentuk persegi panjang, dan hubungan dualitas ekonomi antara mereka, dalam bentuk wajik.

DIAGRAM REA, STEP 2: IDENTIFIKASI SUMBER DAYA DAN PELAKU Ketika kegiatan yang menjadi pusat perhatian telah ditentukan, sumber daya yang dipengaruhi oleh kegiatan tersebut perlu diidentifikasi. Kegiatan penjualan dapat diterjemahkan menjadi pemberian persediaan kepada pelanggan. Kegiatan penerimaan kas dapat diterjemahkan sebagai menerima kas dari pelanggan.

DIAGRAM REA, LANGKAH 2: IDENTIFIKASI SUMBER DAYA DAN PELAKU Setelah menentukan sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi pelaku yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Paling tidak selalu terdapat satu pelaku internal (pegawai) dan, di sebagian besar kondisi, seorang pelaku eksternal (pelanggan/pemasok) yang terlibat dalam setiap kegiatan.

DIAGRAM REA, LANGKAH 3: MASUKKAN KEGIATAN KOMITMEN Langkah ketiga dalam menggambar diagram REA adalah menganalisis kegiatan pertukaran ekonomi untuk menetapkan apakah kegiatan tersebut dapat dipecah menjadi sebuah kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen dan pertukaran. Contoh: Kegiatan penjualan dapat dipergunakan untuk mewakili baik penjualan dengan pengiriman maupun yang terjadi di toko. economic exchange event

DECOMPOSING SALES INTO ORDERS AND SALES Inventory- Orders (1,N) Customer Orders (1,1) Participant (0,N) Customer (0,N) (1,1) (0,1) Participant Inventory (0,N) Inventory- Sales Leads to (0,N) (0,N) Salesperson (1,N) (0,1) Participant Sales (1,1) (1,1) Participant (0,N) Customer

DIAGRAM REA, LANGKAH 4: MENETAPKAN KARDINALITAS HUBUNGAN Kardinalitas menunjukkan bagaimana perumpamaan dalam satu entitas dapat dihubungkan ke perumpamaan tertentu dalam entitas lainnya. Kardinalitas sering diungkapkan sebagai pasangan nomor di setiap entitas. Nomor pertama adalah kardinalitas minimum, dan nomor kedua adalah kardinalitas maksimum.

DIAGRAM REA, LANGKAH 4: MENETAPKAN KARDINALITAS HUBUNGAN The minimum cardinality of a relationship indicates whether each row in that entity MUST be linked to a row in the entity on the other side of the relationship. Minimum cardinalities can be either 0 or 1. A minimum cardinality of zero means that a new row can be added to that table without being linked to any rows in the other table. A minimum cardinality of 1 means that each row in that table MUST be linked to at least one row in the other table

DIAGRAM REA, LANGKAH 4: MENETAPKAN KARDINALITAS HUBUNGAN Kardinalitas minimemthe minimum cardinality of zero in the (0, N) cardinality pair to the left of the customer entity in the customer-sales relationship indicates that a new customer may be added to the database without being linked to any sales events. (0, N) Penjualan Made to Pelanggan

DIAGRAM REA, LANGKAH 4: MENETAPKAN KARDINALITAS HUBUNGAN Kardinalitas minimum of 1 in the (1, 1) cardinality pair to the right of the sales entity in the customer-sales relationship indicates that a new sales transaction CAN ONLY be added if it is linked to a customer. (1,1) Penjualan Made to Pelanggan (0, N)

DIAGRAM REA, LANGKAH 4: MENETAPKAN KARDINALITAS HUBUNGAN Kardinalitas maksimem dari sebuah hubungan menunjukkan apakah setiap baris dalam entitas dapat dihubungkan lebih dari satu baris dalam entitas lainnya on the other side of the relationship. Kardinalitas maksimem dapat baik 1 atau N. Kardinalitas minimem 1 artinya bahwa setiap baris dalam tabel itu dapat dihubungkan ke hanya satu baris dalam tabel lainnya. Kardinal maksimem N artinya bahwa setiap baris dalam tabel itu bisa dihubungkan lebih dari satu baris dalam tabel lainnya.

DIAGRAM REA, LANGKAH 4: MENETAPKAN KARDINALITAS HUBUNGAN Kardinalitas maksimum N dalam (0, N) pasangan kardinalitas to the left of the customer entity in the customer-sales relationship indicates that a given customer MAY be linked to many sales events. (0, N) Penjualan Made to Pelanggan

DIAGRAM REA, LANGKAH 4: MENETAPKAN KARDINALITAS HUBUNGAN Kardinalitas maksimum 1 dalam (1, 1) pasangan kardinalitas to the right of the sales entity in the customer-sales relationship indicates that a given sales transaction can only be linked to one customer. (1,1) (0, N) Penjualan Made to Pelanggan

DIAGRAM REA, LANGKAH 4: MENETAPKAN KARDINALITAS HUBUNGAN Kardinalitas are not arbitrarily chosen by the database designer. They reflect facts about the organization being modeled and its business practices obtained during the requirements analysis stage of the database design process.

HUBUNGAN ANTAR ENTITAS Terdapat kemungkinan tiga jenis dasar hubungan antar entitas, tergantung dari kardinalitas maksimum yang berhubungan dengan setiap entitas. 1.Hubungan satu-ke-satu (1:1) 2.Hubungan satu-ke-banyak (1:N) 3.Hubungan banyak-ke-banyak (M:N)

JENIS-JENIS PERBEDAAN HUBUNGAN) Panel A: One-to-One (1:1) Relationship Sales (0,1) (1,1) Cash Receipts

JENIS-JENIS PERBEDAAN HUBUNGAN Panel B: One-to-Many (1:N) Relationship Sales (0,N) (1,1) Cash Receipts

JENIS-JENIS PERBEDAAN HUBUNGAN Panel C: One-to-Many (1:N) Relationship Sales (0,1) (1,N) Cash Receipts

JENIS-JENIS PERBEDAAN HUBUNGAN Panel D: Many-to-Many (M:N) Relationship Sales (0,N) (1,N) Cash Receipts

DIAGRAM HUBUNGAN ENTITAS Diagram Hubungan Entitas- (E-R) adalah satu metode untuk skema penggambaran database disebut diagram E-R karena it shows the various entities being modeled and the important relationships among them. Dalam sebuah diagram E-R, entitas appear as rectangles, and relationships between entities are represented as diamonds.

CONTOH DIAGRAM E-R Employers Managed By Supervisors Part of Manages Departments Customer Orders Part of Sales Part of Cash Receipts Players Teams League Part of Part of

CONTOH DIAGRAM E-R YANG BERDASAR PADA MODEL REA Inventory (0,N) Inventory- Purchases (1,N) Purchases (1,1) Participant (0,N) Buyer (Purchasing Agent) (0,N) (1,1) Participant (0,N) Purchases- Cash Disbursements Vendor Participant (0,N) (1,N) (1,1) Cash Cash (0,N) Stockflow (1,1) (1,1) Participant (0,N) Disbursement Cashier

MENGIMPLEMENTASIKAN DIAGRAM REA DALAM DATABASE RELASIONAL Diagram REA ini dapat dipergunakan untuk mendesain database relasional yang terstruktur baik. Bahkan, membuat suatu rangkaian tabel berdasarkan diagram REA secara otomatis akan menghasilkan database relasional yang terstruktur baik, tanpa adanya masalah anomali pembaruan (update), penyisipan data (insert), dan penghapusan (delete).

MENGIMPLEMENTASIKAN DIAGRAM REA DALAM DATABASE RELASIONAL Mengimplementasikan diagram REA ke dalam database relasional melibatkan proses tiga tahap, yaitu : 1. Membuat sebuah tabel untuk setiap entitas berbeda dan untuk setiap hubungan banyak-kebanyak 2. Memberikan atribut ke tabel yang tepat 3. Menggunakan kunci luar untuk mengimplementasikan hubungan satu-ke-satu dan hubungan satu-ke-banyak

MENGIMPLEMENTASIKAN MODEL REA Inventory (0,N) Inventory- Purchases (1,N) Purchases (1,1) Participant (0,N) Buyer (Purchasing Agent) (0,N) (1,1) Participant (0,N) Purchases- Cash Disbursements Vendor Participant (0,N) (1,N) (1,1) Cash Cash (0,N) Stockflow (1,1) (1,1) Participant (0,N) Disbursement Cashier

MEMBUAT TABEL From the previously discussed REA diagram, nine tables would be created: one for each of the seven entities and one for each of the manyto-many relationships. 1.Persediaan 2.Pembelian 3.Pegawai 4.Pemasok 5.Kasir 6. Pengeluaran Kas 7. Kas 8. Pembelian-persediaan 9. Pembelianpengeluaran kas

MENETAPKAN ATRIBUT UNTUK SETIAP TABEL Menetapkan Kunci Utama: Biasanya, kunci utama of a table representing an entity is a single attribute. Other Attributes: Additional attributes are included in each table to satisfy transaction processing requirements.

IMPLEMENTASI HUBUNGAN SATU KE SATU DAN SATU KE BANYAK Hubungan Satu ke Satu: Di dalam database relasional, hubungan satu ke satu antara entitas dapat diimplementasikan dengan memasukkan kunci utama suatu entitas sebagai kunci luar dalam tabel yang mewakili entitas satunya. Tidak ada contohnya hubugnan 1:1 dalam diagram contoh

IMPLEMENTASI HUBUNGAN SATU KE SATU DAN SATU KE BANYAK Hubungan Satu ke Banyak: Dalam database relasional, hubungan satu ke banyak dapat diimplementasikan juga dalam relasi ke database dengan menggunakan kunci luar. Kunci utama dari entitas dengan kardinal maksimum N menjadi kunci luar dalam entitas dengan kardinal maksimum 1 Contoh: Nomor pegawai dan nomor pemasok adalah kunci luar dalam kegiatan pembelian dan kegiatan pengeluaran kas. i

DOKUMENTASI PRAKTIK BISNIS Diagram REA secara khusus berguna untuk mendokumentasikan SIA tingkat lanjut yang menggunakan database. Diagram REA menyediakan informasi mengenai praktik bisnis organisasi dan pola pertukaran ekonominya.

DOKUMENTASI PRAKTIK BISNIS The zero minimum for the sales event indicates that credit sales are made The N maximum for the sales event means that customers may make installment payments Penerimaan kas (1, N) Penerimaan kas Penjualan (0, N) Penjualan

DOKUMENTASI PRAKTIK BISNIS The one minimum for the cash receipts event indicates that cash is not received prior to delivering the merchandise The N maximum for the cash receipts event means that customers may pay for several sales with one check Penerimaan Kas Penerimaan Kas-Penjualan (1, N) (0, N) Penjualan

ORGANIZATION SPECIFICIT Y OF REA DIAGRAMS Due to the fact that S&S sells massproduced goods, its REA diagram models the relationship between sales and inventory as being many-to-many. An REA diagram for a rare art dealer would depict the relationship between sales and inventory as being one-to-many.

PENGAMBILAN INFORMASI DARI SIA Diagram REA yang lengkap juga berfungsi sebagai petunjuka yang berguna untuk meminta informasi dari database SIA. Permintaan data dapat digunakan untuk menghasilkan jurnal dan buku besar dari database rasional yang dibuat dengan menggunakan model REA.

PENGAMBILAN INFORMASI DARI SIA Penjualan (0, 1) (1, N) Penerimaan Kas Setiap transaksi penjualan dibayar penuh oleh kegiatan penerimaan kas. Setiap pembayaran pelanggan bisa dilakukan lebih dari satu penjualan. Apakah permintaan logis itu? Total piutang dagang adalah jumlah dari seluruh penjualan yang tidak memiliki nomor pembayaran.

PENGAMBILAN INFORMASI DARI SIA (0, N) (1, 1) Penerimaan Penjualan Kas Setiap transaksi penjualan dapat dibayar secara cicilan (angsuran). Setiap pembayaran pelanggan hanya untuk satu penjualan. Apakah permintaan logis itu? (1) Jumlah seluruh penjualan; (2) Jumlah penerimaan kas; then A/R = (1)-(2)

PENGAMBILAN INFORMASI DARI SIA Penjualan (0, 1) (1, 1) Penerimaan Kas Setiap transaksi penjualan dibayar penuh oleh kegiatan penerimaan kas. Setiap pembayaran pelanggan untuk satu penjualan. Apakah permintaan logis itu? Total piutang dagang adalah jumlah seluruh penjualan yang tidak memiliki nomor pembayaran.

PENGAMBILAN INFORMASI DARI SIA (0, N) (1, N) Penerimaan Penjualan Kas Setiap transaksi penjualan dibayar secara cicilan (angsuran). Setiap pembayaran dari pelanggan dapat membayar lebih dari satu penjualan. Apakah permintaan logis itu? (1) Jumlah semua penjualan; (2) Jumlah semua penerimaan kas; Then A/R = (1)-(2)

MINGGU KE 4 PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE ******** SELESAI ********