BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAH

dokumen-dokumen yang mirip
PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR RINGKASAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN ORGANISASI TAHUN ANGGARAN 2015

DATA UMUM 1. KONDISI GEOGRAFIS

BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH KABUPATEN BOGOR

ANALISIS SITUASI DAN KONDISI KABUPATEN BOGOR

Sekapur Sirih. Jakarta, Agustus 2010 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor, Ahmad Koswara, MA

TABEL 1 Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Kabupaten Bogor Atas Dasar Harga Konstan Tahun

IV. GAMBARAN UMUM 4.1. Letak dan Kondisi Fisik Wilayah

PERATURAN BUPATI TENTANG PEMBENTUKAN, ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS PAJAK DAERAH PADA BADAN PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH

DAFTAR ISI... KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

BAB IV KONDISI UMUM WILAYAH

V. KARAKTERISTIK DAN KEMAMPUAN DAYA BELI MASYARAKAT MISKIN DI KABUPATEN BOGOR. Tabel. 22 Dasar Perwilayahan di Kabupaten Bogor

KEADAAN UMUM LOKASI. Gambar 2. Wilayah Administrasi Kabupaten Bogor. tanah di wilayah Kabupaten Bogor memiliki jenis tanah yang cukup subur

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI

BAB V KELEMBAGAAN PENYULUHAN PERTANIAN DI KABUPATEN BOGOR

Gambar 2 Peta administrasi DAS Cisadane segmen hulu.

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

HASIL DAN PEMBAHASAN Penyebaran Desa IDT

Bismillaahirrohmanirrohiim Assalamu`alaikum WR.WB.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

DAFTAR ISI DATA UMUM KONDISI GEOGRAFIS, PEMERINTAHAN DAN DEMOGRAFIS SERTA INDIKATOR KINERJA MAKRO

BAB II TINJAUAN UMUM

V KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN

Gambar. 4 Peta Lokasi Kabupaten Bogor

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENDAHULUAN. Lahan merupakan faktor input penting dalam berbagai aktivitas ekonomi

BAB VII PENUTUP KESIMPULAN

Rencana Strategis Dinas Pertanian dan Kehutanan

HASIL DAN PEMBAHASAN. Pola Spasial Pembangunan Manusia dan Sosial. Sumberdaya Manusia

BAB II GAMBARAN UMUM KABUPATEN SOPPENG

KABUPATEN BOGOR DALAM ANGKA 2008 BOGOR REGENCY IN FIGURES 2008

BAB II DESKRIPSI ORGANISASI

V. GAMBARAN UMUM WILAYAH

BAB IV GAMBARAN UMUM

ARAHAN PEMANFAATAN DAYA DUKUNG LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN BOGOR

KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA CIBINONG Nomor : W10-A24/3122a/Hk.00.4/XII/2010

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rancangan Awal Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor Tahun I - 1

BAB I. Bogor. Kota. Laporan. Pemerintah. daerah mengerahkann. Karena. tata kelola. banyak kelebihbaikan. pemerintahan. masyarakat. yang.

PERUBAHAN PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

Lubuklinggau, Mei 2011 BUPATI MUSI RAWAS RIDWAN MUKTI

SKPD : DINAS ENERGI DAN SUMBERDAYA MINERAL

III. METODOLOGI PENELITIAN GUNUNG DEPOK SINDUR PARUNG RUMPIN CISEENG CIBINONG BOJONG GEDE KEMANG RANCA BUNGUR KOTA BOGOR CIBUNGBULANG CIAMPEA DRAMAGA

BAB III GAMBARAN UMUM DAN PERILAKU PENDUDUK

IV. ANALISIS SITUASIONAL DAERAH PENELITIAN

LAPORAN KINERJA 2016 PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

REALISASI PROGRAM DAN KEGIATAN DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BOGOR 2013

4. HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 1. Hasil pendugaan selang prediksi dari data simulasi yang menyebar Gamma dengan D i = 1 dan tanpa peubah penyerta

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Bogor Tahun 2013 sebanyak rumah tangga

KATA PENGANTAR. Cibinong, Maret 2014 Bupati Bogor, RACHMAT YASIN

D A F T A R I S I Halaman

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR...1 DAFTAR ISI...3 PENDAHULUAN...I Latar Belakang Landasan Hukum...

BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH

Prakiraan Maju Rencana Tahun 2014 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Kode. Kebutuhan Dana/ Kebutuhan Dana/ Program/Kegiatan.

BAB I PENDAHULUAN A. DASAR HUKUM A. Gambaran Umum Daerah 1. Kondisi Geografis Daerah 2. Kondisi Demografi

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN PENYULUH KABUPATEN BOGOR

VI. KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN

DAFTAR ISI. Halaman. X-ii. RPJMD Kabupaten Ciamis Tahun

V. GAMBARAN UMUM. Kota Bogor mempunyai luas wilayah km 2 atau 0.27 persen dari

LAPORAN KINERJA 2014 PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

ANALISIS PERAN KECAMATAN CIBINONG SEBAGAI PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN BOGOR

LAPORAN KINERJA KAB. TOBA SAMOSIR BAB I PENDAHULUAN

Gambaran Umum Wilayah


LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BOGOR

BUPATI BOGOR PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOGOR

KONDISI UMUM WILAYAH STUDI

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Cidokom Kecamatan Rumpin. Kecamatan Leuwiliang merupakan kawasan

GAMBARAN UMUM KOTA TANGERANG SELATAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOGOR

LAPORAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR TAHUN ANGGARAN 2017

PENGADILAN AGAMA CIBINONG

BAB V GAMBARAN UMUM PROPINSI JAWA BARAT. Lintang Selatan dan 104 o 48 '- 108 o 48 ' Bujur Timur, dengan luas wilayah

BAB IV GAMBARAN UMUM

Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat

BAB III GAMBARAN UMUM KOTA BOGOR

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

BAB II GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN. Barat yang terletak diantara 107º30 107º40 Bujur Timur dan 6º25 6º45

IV. GAMBARAN UMUM KOTA DUMAI. Riau. Ditinjau dari letak geografis, Kota Dumai terletak antara 101 o 23'37 -

PENDEKATAN SPASIAL UNTUK SINKRONISASI DATA ADMINISTRASI WILAYAH SPATIAL APPROACH FOR SYNCHRONIZING REGIONAL ADMINISTRATIVE DATA

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR BADAN PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH DRAFT AWAL RANCANGAN RENCANA STRATEGIS BADAN PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH

VI. KINERJA PEMBANGUNAN PERDESAAN KABUPATEN BOGOR TAHUN 2011

Rumusan Kebutuhan Program dan Kegiatan Tahun Indikator Rencana Tahun 2013

BAB I PENDAHULUAN LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2015 I - 1

IV. KONDISI UMUM WILAYAH

PUBLIKASI KINERJA SERETARIAT DAERAH TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN...I.

TABEL 5.2 RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH TAHUN 2014 TAHUN 2014

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Dasar Hukum

RINGKASAN APBD MENURUT ORGANISASI DAN URUSAN PEMERINTAHAN

PEMERINTAH KABUPATEN BELITUNG LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) KABUPATEN BELITUNG TAHUN ANGGARAN 2013

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA. Sejarah dan Profil Kabupaten Labuhan Batu Utara

KONDISI UMUM. Sumber: Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Depok (2010) Gambar 12. Peta Adminstratif Kecamatan Beji, Kota Depok

BAB I PENDAHULUAN LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT ATA 2014 I - 1

RINGKASAN APBD MENURUT ORGANISASI DAN URUSAN PEMERINTAHAN

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Halaman 1

Daftar Tabel. Halaman

Transkripsi:

BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAH 2.1. Geografis, Administratif dan Kondisi Fisik 2.1.1 Geografis Secara geografis Kabupaten Bogor terletak diantara 6 18 0 6 47 10 Lintang Selatan dan 106 23 45 107 13 30 Bujur Timur, yang berdekatan dengan Ibukota Negara sebagai pusat pemerintahan, jasa dan perdagangan dengan aktifitas pembangunan yang cukup tinggi dan merupakan daerah perlintasan antara Ibukota Negara dan Ibukota Provinsi JawaBarat. Secara regional, wilayah Kabupaten Bogor bagian Utara merupakan bagian dari sub-cekungan sedimentasi yang disebut sebagai sub-cekungan Ciputat. Topografi wilayah ini bergelombang rendah, dengan ketinggian 60 100 m dpl. Material pembentuk utama terdiri dari endapan batuan rombakan vulkanik, terdiri dari fragmen-fragmen batuan litik, kerikil, pasir dan material halus lainnya dari rombakan lahar tua endapan gunung api. Dataran tinggi menempati sebagian besar wilayah Kabupaten Bogor di bagian Tengah dari daerah ini dengan ketinggian topografi mulai dari 300 1.000 m dpl, dibentuk oleh produk batuan tua dari batuan sedimen yang berumur Tersier. Di bagian selatan wilayah Kabupaten Bogor ini ditutupi oleh batuan gunungapi muda yang berumur Kuarter yang secara fisiografi berada pada daerah perbatasan antara Zona Bogor dan Zona Bandung. Pola Aliran Sungai pada umumnya dikontrol oleh struktur-struktur geologi yang berarah Utara-Selatan dan sebagian membentuk tinggian dan depresi. Dengan demikian, pola aliran sungainya memperlihatkan pola sun dendritik sampai pola dendritik. Wilayah Kabupaten Bogor teraliri 6 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang secara keseluruhan berada dalam satuan Wilayah sungai (SWS) Ciliwung Cisadane, sungai-sungai utama DAS tersebut keseluruhan mengalir ke arah utara dan bermuara di Laut Jawa. Tabel 2.1 Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Kabupaten Bogor NAMA DAERAH ALIRAN SUNGAI LUAS (Ha) DEBIT (M 3 /dtk) 1. DAS Cidurian 2. DAS Cisadane 3. DAS Ciliwung 4. DAS Angke 5. DAS Cileungsi 6. DAS Cibeet Sumber: Dinas Bina Marga dan Pengairan Tahun 2012 3.144,00 6.306,56 1.948,80 1.646,10 7.315,20 3.062,34 2.468,04 4.950,65 1.529,81 1.292,19 5.742,43 2.403,94 Iklim di Kabupaten Bogor menurut Schmidt dan Ferguson termasuk iklim tipe A (sangat basah) di bagian Selatan dan tipe B (basah) di bagian Utara. Curah hujan rata-rata 3841 mm/th, dengan curah hujan minimum 2325 mm/thn dan maksimum 5279 mm/thn. Bulan-bulan basah terjadi pada bulan Oktober sampai Mei. Jumlah hari hujan rata-rata tahunan 245 hari. Suhu udara maksimum 31,24 C dan minimum 22,7 C, suhu udara rata- Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-1

rata tahunan 25,7 C. Kelembaban nisbi rata-rata tahunan sebesar 84,1%, persentase penyinaran matahari rata-rata tahunan 60,11%, kecepatan angin sepanjang tahun rata-rata 2,1 km/jam, dan penguapan rata-rata tahunan sebesar 3,7 mm. 2.1.2 Administratif Kabupaten Bogor terdiri dari 40 (empat puluh) kecamatan, 17 kelurahan, dan 413 desa, dengan batasan wilayah sebagai berikut : a. Sebelah Utara : Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan (Provinsi Banten), Kabupaten/Kota Bekasi dan Kota Depok. b. Sebelah Timur : Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Purwakarta c. Sebelah Selatan : Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi d. Sebelah Barat : Kabupaten Lebak Provinsi Banten e. Bagian Tengah : Kota Bogor Gambar 2.1 Peta Orientasi Lokasi Kabupaten Bogor (Peta dalam ukuran A3 skala 1:25.000 terlampir) Mengenai luas wilayah Kabupaten Bogor dapat dilihat pada tabel 2.2. Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-2

Tabel 2.2 Nama, luas wilayah per-kecamatan dan jumlah Kelurahan/Desa NAMA KECAMATAN LUAS WILAYAH KECAMATAN ( KM 2 ) JUMLAH KELURAHAN/ DESA Kecamatan Nanggung 71,24 10 Kecamatan Leuwiliang 63 11 Kecamatan Leuwisadeng 33,99 8 Kecamatan Pamijahan 80 15 Kecamatan Cibungbulang 32,42 15 Kecamatan Ciampea 281,6 13 Kecamatan Tenjolaya 23 6 Kecamatan Dramaga 24,06 10 Kecamatan Ciomas 16,31 11 Kecamatan Tamansari 32,28 8 Kecamatan Cijeruk 36,50 9 Kecamatan Cigombong 35,58 9 Kecamatan Caringin 57,31 12 Kecamatan Ciawi 25,36 13 Kecamatan Cisarua 66,72 10 Kecamatan Megamendung 40,63 11 Kecamatan Sukaraja 42 13 Kecamatan Babakanmadang 98,71 9 Kecamatan Sukamakmur 155 10 Kecamatan Cariu 73,66 10 Kecamatan Ciawi 25,36 13 Kecamatan Cisarua 66,72 10 Kecamatan Tanjungsari 130 10 Kecamatan Jonggol 101 14 Kecamatan Cileungsi 73,79 12 Kecamatan Klapanunggal 90,82 9 Kecamatan Gunung putri 56 10 Kecamatan Citeureup 67,10 14 Kecamatan Cibinong 4,439 12 Kecamatan Bojonggede 26,70 9 Kecamatan Tajurhalang 30 7 Kecamatan Kemang 26,68 9 Kecamatan Rancabungur 26,22 7 Kecamatan Parung 26,22 9 Kecamatan Ciseeng 36,73 10 Kecamatan Gunungsindur 49 10 Kecamatan Rumpin 117 13 Kecamatan Cigudeg 152,78 15 Kecamatan Sukajaya 102,28 9 Kecamatan Jasinga 111,04 16 Kecamatan Tenjo 64,83 9 Kecamatan Parungpanjang 63,12 11 Sumber : Kabupaten Bogor Dalam Angka Tahun 2011 Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-3

Gambar 2.2 Peta Administrasi Kabupaten Bogor Sumber :RTRW Kab. Bogor (Peta dalam ukuran A3 skala 1:25.000 terlampir) 2.2. Demografi Kabupaten Bogor terdiri dari 413 desa dan 17 kelurahan (430 desa/kelurahan), 3.768 RW dan 14.951 RT yang tercakup dalam 40 kecamatan. Jumlah kecamatan sebanyak 40 tersebut merupakan jumlah kumulatif setelah adanya hasil pemekaran 5 (lima) kecamatan di tahun 2005, yaitu Kecamatan Leuwisadeng (pemekaran dari Kecamatan Leuwiliang), Kecamatan Tanjungsari (pemekaran dari Kecamatan Cariu), Kecamatan Cigombong (pemekaran dari Kecamatan Cijeruk), Kecamatan Tajurhalang (pemekaran dari Kecamatan Bojonggede) dan Kecamatan Tenjolaya (pemekaran dari Kecamatan Ciampea). Selain itu, pada akhir tahun 2006 telah dibentuk pula sebuah desa baru, yaitu Desa Wirajaya, sebagai hasil pemekaran dari Desa Curug Kecamatan Jasinga dan pada awal tahun 2011 telah dibentuk 2 ( dua) desa baru yaitu Desa Gunung Mulya hasil pemekaran dari Desa Gunung Malang Kecamatan Tenjolaya dan Desa Batu Tulis hasil pemekaran dari Desa Parakan Muncang Kecamatan Nanggung. Jumlah Penduduk Kabupaten Bogor menurut hasil Sensus Penduduk tahun 2010 sebanyak 4.763.209 jiwa, lebih tinggi dari pada jumlah penduduk tahun 2009 sebanyak 4.477.296 jiwa, atau meningkat sebanyak 285.913 jiwa. Kondisi ini disebabkan tingginya pertumbuhan alami dan migrasi masuk ke Kabupaten Bogor. Adapun rata-rata laju pertumbuhan penduduk selama 10 tahun terakhir (2000-2010) adalah sebesar 3,13% Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-4

Jumlah penduduk sebanyak 4.763.209 jiwa di atas, sama dengan 11,07% dari jumlah penduduk Provinsi Jawa Barat (43.021.826 jiwa), dan merupakan jumlah penduduk terbesar di antara kabupaten/kota di Jawa Barat. Komposisi penduduk tersebut, terdiri dari 2.446.251 jiwa penduduk laki-laki dan 2.316.958 jiwa penduduk perempuan atau rasio jenis kelamian (sex ratio) sebesar 106 (Sumber, BPS 2010). Hasil Sensus Penduduk Tahun 2000 (SP2000) menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kabupaten Bogor sebanyak 3.508.826 jiwa, sedangkan tahun 2010 jumlahnya naik mencapai 4.771.932 jiwa. Dengan demikian, dalam kurun waktu hampir 10 (sepuluh) tahun (SP2010 dilaksanakan bulan Mei 2010) menunjukkan rata-rata laju pertumbuhan penduduk (LPP) di Kabupaten Bogor adalah 3,15. Artinya, pertambahan penduduk di Kabupaten Bogor setiap tahun meningkat sebesar 3,15 persen. Pada penyusunan Buku Putih Sanitasi (BPS) ini, proyeksi jumlah penduduk didasarkan pada rate pertumbuhan alamiah (perkembangan jumlah penduduk tahun sebelumnya), sehingga kecenderungan angka pertambahan penduduk dapat diketahui. Pendekatan yang dilakukan dalam memperkirakan jumlah penduduk di masa yang akan datang dilakukan dengan beberapa model pendekatan statistik antara lain Regresi Linier (Least Square), Regresi Logaritma, Regresi Powel, Aritmatika (Exponensial) dan Bunga Berganda (Geometrik). Dari hasil perhitungan model pendekatan statistik tersebut, maka akan diketahui nilai korelasi dan standar deviasi. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui metoda mana saja yang terpilih sesuai dengan kriteria yang telah dijelaskan sebelumnya. Berikut ini nilai standar deviasi (SD) dan nilai korelasi (r) dari masing-masing metoda untuk setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor, seperti yang telihat pada tabel berikut ini : 1. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Nanggung : 1 Regresi Linier (Least Square) 2.389,07 0,941 2 Regresi Logaritma 4.092,03 0,816 3 Regresi Powel 3.903,21 0,820 4 Aritmetika (Exponensial) 4.366,26 0,941 5 Bunga Berganda (Geometrik) 4.032,93 0,941 2. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Leuwiliang : 1 Regresi Linier (Least Square) 1.047,73 0,929 2 Regresi Logaritma 1.197,19 0,906 3 Regresi Powel 1.188,15 0,907 4 Aritmetika (Exponensial) 1.250,91 0,929 5 Bunga Berganda (Geometrik) 1.264,46 0,929 Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-5

3. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Leuwisadeng : 1 Regresi Linier (Least Square) 410,30 0,999 2 Regresi Logaritma 2.092,81 0,983 3 Regresi Powel 1.735,15 0,989 4 Aritmetika (Exponensial) 502,51 0,999 5 Bunga Berganda (Geometrik) 0,00 1,000 4. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Pamijahan 1 Regresi Linier (Least Square) 2.738,04 0,901 2 Regresi Logaritma 3.360,05 0,846 3 Regresi Powel 3.302,34 0,861 4 Aritmetika (Exponensial) 4.497,93 0,901 5 Bunga Berganda (Geometrik) 4.266,53 0,909 5. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Cibungbulang : 1 Regresi Linier (Least Square) 3.939,94 0,912 2 Regresi Logaritma 5.197,24 0,840 3 Regresi Powel 5.010,07 0,843 4 Aritmetika (Exponensial) 4.199,29 0,912 5 Bunga Berganda (Geometrik) 4.204,44 0,911 6. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Ciampea : 1 Regresi Linier (Least Square) 925,59 0,984 2 Regresi Logaritma 2.320,78 0,895 3 Regresi Powel 2.264,05 0,899 4 Aritmetika (Exponensial) 1.659,84 0,984 5 Bunga Berganda (Geometrik) 1.548,01 0,986 Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-6

7. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Tenjolaya : 1 Regresi Linier (Least Square) 44,64 1,000 2 Regresi Logaritma 526,92 0,987 3 Regresi Powel 487,85 0,989 4 Aritmetika (Exponensial) 54,67 1,000 5 Bunga Berganda (Geometrik) 0,00 1,000 8. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Dramaga 1 Regresi Linier (Least Square) 570,49 0,983 2 Regresi Logaritma 1.072,38 0,937 3 Regresi Powel 1.036,24 0,943 4 Aritmetika (Exponensial) 630,61 0,983 5 Bunga Berganda (Geometrik) 646,68 0,983 9. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Ciomas 1 Regresi Linier (Least Square) 2.323,29 0,921 2 Regresi Logaritma 2.817,52 0,881 3 Regresi Powel 2.767,07 0,881 4 Aritmetika (Exponensial) 2.458,09 0,921 5 Bunga Berganda (Geometrik) 2.448,33 0,920 10. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Tamansari 1 Regresi Linier (Least Square) 17.202,75 0,727 2 Regresi Logaritma 20.119,74 0,596 3 Regresi Powel 19.881,88 0,603 4 Aritmetika (Exponensial) 25.481,60 0,727 5 Bunga Berganda (Geometrik) 22.819,32 0,733 Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-7

11. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Cijeruk Metoda Standar Deviasi (SD) Korelasi ( r ) Regresi Linier (Least Square) 4.759,83 0,883 Regresi Logaritma 3.516,34 0,938 Regresi Powel 3.567,52 0,935 Aritmetika (Exponensial) 5.987,34 0,883 Bunga Berganda (Geometrik) 6.415,94 0,875 12. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Cigombong 1 Regresi Linier (Least Square) 36,18 1,000 2 Regresi Logaritma 556,74 0,987 3 Regresi Powel 527,44 0,989 4 Aritmetika (Exponensial) 44,31 1,000 5 Bunga Berganda (Geometrik) 0,00 1,000 13. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Caringin 1 Regresi Linier (Least Square) 6.139,07 0,082 2 Regresi Logaritma 6.111,40 0,125 3 Regresi Powel 6.117,45 0,092 4 Aritmetika (Exponensial) 10.494,89 0,082 5 Bunga Berganda (Geometrik) 10.587,80 0,041 14. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Ciawi 1 Regresi Linier (Least Square) 9.908,74 0,412 2 Regresi Logaritma 10.472,37 0,269 3 Regresi Powel 10.495,58 0,245 4 Aritmetika (Exponensial) 18.861,85 0,412 5 Bunga Berganda (Geometrik) 17.898,28 0,387 Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-8

15. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Cisarua 1 Regresi Linier (Least Square) 4.058,65 0,819 2 Regresi Logaritma 3.912,81 0,833 3 Regresi Powel 3.869,73 0,843 4 Aritmetika (Exponensial) 6.924,35 0,819 5 Bunga Berganda (Geometrik) 6.981,65 0,825 16. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Megamendung 1 Regresi Linier (Least Square) 4.833,42 0,704 2 Regresi Logaritma 5.726,77 0,541 3 Regresi Powel 5.692,56 0,553 4 Aritmetika (Exponensial) 9.418,74 0,704 5 Bunga Berganda (Geometrik) 8.977,42 0,717 17. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Sukaraja 1 Regresi Linier (Least Square) 2.569,31 0,160 2 Regresi Logaritma 2.601,93 0,023 3 Regresi Powel 2.602,14 0,018 4 Aritmetika (Exponensial) 3.467,69 0,160 5 Bunga Berganda (Geometrik) 3.466,96 0,164 18. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Babakan Madang 1 Regresi Linier (Least Square) 15.377,66 0,886 2 Regresi Logaritma 20.398,82 0,789 3 Regresi Powel 18.906,96 0,792 4 Aritmetika (Exponensial) 17.391,24 0,886 5 Bunga Berganda (Geometrik) 15.955,56 0,886 Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-9

19. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Sukamakmur 1 Regresi Linier (Least Square) 3.718,72 0,846 2 Regresi Logaritma 4.396,97 0,776 3 Regresi Powel 4.326,70 0,804 4 Aritmetika (Exponensial) 5.556,78 0,846 5 Bunga Berganda (Geometrik) 5.128,80 0,863 20. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Cariu 1 Regresi Linier (Least Square) 940,92 0,982 2 Regresi Logaritma 2.031,30 0,912 3 Regresi Powel 1.942,34 0,917 4 Aritmetika (Exponensial) 1.252,63 0,982 5 Bunga Berganda (Geometrik) 1.157,86 0,982 21. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Tanjungsari 1 Regresi Linier (Least Square) 2.461,55 0,726 2 Regresi Logaritma 2.822,83 0,616 3 Regresi Powel 2.805,76 0,608 4 Aritmetika (Exponensial) 3.014,77 0,726 5 Bunga Berganda (Geometrik) 2.979,92 0,719 22. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Jongol 1 Regresi Linier (Least Square) 2.400,39 0,928 2 Regresi Logaritma 3.412,58 0,848 3 Regresi Powel 3.312,50 0,848 4 Aritmetika (Exponensial) 2.765,30 0,928 5 Bunga Berganda (Geometrik) 2.703,82 0,927 Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-10

23. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Cileungsi 1 Regresi Linier (Least Square) 3.964,91 0,965 2 Regresi Logaritma 5.141,62 0,940 3 Regresi Powel 4.867,17 0,944 4 Aritmetika (Exponensial) 4.189,52 0,965 5 Bunga Berganda (Geometrik) 4.284,78 0,965 24. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Klapanunggal 1 Regresi Linier (Least Square) 32.764,99 0,749 2 Regresi Logaritma 38.664,41 0,623 3 Regresi Powel 38.322,15 0,656 4 Aritmetika (Exponensial) 48.329,94 0,749 5 Bunga Berganda (Geometrik) 38.600,14 0,776 25. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Gunung Putri 1 Regresi Linier (Least Square) 21.250,43 0,278 2 Regresi Logaritma 20.248,62 0,403 3 Regresi Powel 20.471,51 0,322 4 Aritmetika (Exponensial) 41.820,03 0,278 5 Bunga Berganda (Geometrik) 42.223,47 0,177 26. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Citeureup 1 Regresi Linier (Least Square) 13.954,39 0,729 2 Regresi Logaritma 16.111,22 0,612 3 Regresi Powel 15.949,72 0,640 4 Aritmetika (Exponensial) 22.767,33 0,729 5 Bunga Berganda (Geometrik) 20.917,35 0,749 Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-11

27. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Cibinong 1 Regresi Linier (Least Square) 11.339,18 0,696 2 Regresi Logaritma 9.457,98 0,801 3 Regresi Powel 9.603,57 0,812 4 Aritmetika (Exponensial) 22.676,09 0,696 5 Bunga Berganda (Geometrik) 22.832,88 0,697 28. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Bojonggede 1 Regresi Linier (Least Square) 19.619,54 0,372 2 Regresi Logaritma 19.641,41 0,369 3 Regresi Powel 19.696,57 0,324 4 Aritmetika (Exponensial) 23.528,49 0,372 5 Bunga Berganda (Geometrik) 23.125,30 0,312 29. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Tajurhalang : 1 Regresi Linier (Least Square) 46.284,04 0,975 2 Regresi Logaritma 76.296,82 0,931 3 Regresi Powel 38.693,57 0,989 4 Aritmetika (Exponensial) 56.686,14 0,975 5 Bunga Berganda (Geometrik) 0,00 1,000 30. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Kemang : 1 Regresi Linier (Least Square) 3.331,98 0,756 2 Regresi Logaritma 3.896,03 0,643 3 Regresi Powel 3.868,83 0,648 4 Aritmetika (Exponensial) 4.743,44 0,756 5 Bunga Berganda (Geometrik) 4.602,38 0,759 Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-12

31. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Rancabungur : 1 Regresi Linier (Least Square) 10.983,38 0,707 2 Regresi Logaritma 12.688,83 0,576 3 Regresi Powel 12.578,76 0,577 4 Aritmetika (Exponensial) 16.113,52 0,707 5 Bunga Berganda (Geometrik) 14.526,53 0,706 32. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Parung : 1 Regresi Linier (Least Square) 1.807,87 0,687 2 Regresi Logaritma 1.468,08 0,807 3 Regresi Powel 1.483,84 0,810 4 Aritmetika (Exponensial) 2.390,55 0,687 5 Bunga Berganda (Geometrik) 2.412,59 0,690 33. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Ciseeng : 1 Regresi Linier (Least Square) 2.155,73 0,917 2 Regresi Logaritma 1.136,36 0,978 3 Regresi Powel 1.219,05 0,977 4 Aritmetika (Exponensial) 3.147,31 0,917 5 Bunga Berganda (Geometrik) 3.312,51 0,913 34. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Gunung Sindur : 1 Regresi Linier (Least Square) 3.649,53 0,914 2 Regresi Logaritma 4.996,56 0,831 3 Regresi Powel 4.776,32 0,869 4 Aritmetika (Exponensial) 6.782,34 0,914 5 Bunga Berganda (Geometrik) 5.807,10 0,936 Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-13

35. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Rumpin : 1 Regresi Linier (Least Square) 11.888,31 0,018 2 Regresi Logaritma 11.857,46 0,074 3 Regresi Powel 11.886,46 0,038 4 Aritmetika (Exponensial) 18.612,44-0,018 5 Bunga Berganda (Geometrik) 18.974,00-0,053 36. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Cigudeg : 1 Regresi Linier (Least Square) 2.630,10 0,933 2 Regresi Logaritma 3.567,56 0,873 3 Regresi Powel 3.486,32 0,885 4 Aritmetika (Exponensial) 3.516,80 0,933 5 Bunga Berganda (Geometrik) 3.302,60 0,940 37. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Sukajaya : 1 Regresi Linier (Least Square) 20.681,73 0,676 2 Regresi Logaritma 23.515,86 0,545 3 Regresi Powel 23.518,15 0,531 4 Aritmetika (Exponensial) 29.997,48 0,676 5 Bunga Berganda (Geometrik) 26.353,08 0,660 38. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Jasinga : 1 Regresi Linier (Least Square) 1.473,64 0,961 2 Regresi Logaritma 1.325,20 0,969 3 Regresi Powel 1.302,94 0,971 4 Aritmetika (Exponensial) 1.789,26 0,961 5 Bunga Berganda (Geometrik) 1.866,33 0,961 Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-14

39. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Tenjo : 1 Regresi Linier (Least Square) 10.503,37 0,635 2 Regresi Logaritma 12.019,77 0,468 3 Regresi Powel 11.981,27 0,489 4 Aritmetika (Exponensial) 21.135,70 0,635 5 Bunga Berganda (Geometrik) 19.080,96 0,664 40. Perhitungan Proyeksi Penduduk Kecamatan Parung Panjang : 1 Regresi Linier (Least Square) 2.330,58 0,950 2 Regresi Logaritma 3.380,82 0,891 3 Regresi Powel 3.188,74 0,896 4 Aritmetika (Exponensial) 2.939,07 0,950 5 Bunga Berganda (Geometrik) 3.036,66 0,951 Tabel 2.3 Jumlah dan Kepadatan Penduduk saat ini dan proyeksinya 5 tahun Nama Kecamatan Jumlah Penduduk Jumlah KK Tingkat Pertumbuhan Penduduk Tahun Tahun Tahun 2012 2013 2014 2015 2016 2012 2013 2014 2015 2016 2012 2013 2014 2015 2016 Nanggung 90.821 92.898 94.976 97.054 99.132 22.705 23.225 23.744 24.264 24.783 1.274,86 1.304,01 1.333,18 1.362,35 1.391,52 Leuwiliang 154.663 155.657 156.651 157.644 158.638 38.666 38.914 39.163 39.411 39.660 2.711,96 2.729,39 2.746,82 2.764,23 2.781,66 Leuwisadeng 152.587 173.094 196.357 222.747 252.684 38.147 43.274 49.089 55.687 63.171 4.746,10 5.383,95 6.107,53 6.928,37 7.859,53 Pamijahan 131.870 133.638 135.406 137.175 138.943 32.968 33.410 33.852 34.294 34.736 1.630,44 1.652,30 1.674,16 1.696,03 1.717,89 Cibungbulang 129.637 132.359 135.081 137.804 140.526 32.409 33.090 33.770 34.451 35.132 4.053,69 4.138,81 4.223,92 4.309,07 4.394,18 Ciampea 170.896 172.830 174.763 176.697 178.631 42.724 43.208 43.691 44.174 44.658 5.284,35 5.344,16 5.403,93 5.463,73 5.523,53 Tenjolaya 66.650 69.920 73.350 76.948 80.723 16.663 17.480 18.338 19.237 20.181 2.866,67 3.007,31 3.154,84 3.309,59 3.471,96 Dramaga 83.946 84.980 86.013 87.046 88.079 20.987 21.245 21.503 21.762 22.020 3.489,03 3.532,00 3.574,94 3.617,87 3.660,81 Ciomas 128.842 132.310 135.779 139.247 142.716 32.211 33.078 33.945 34.812 35.679 3.524,12 3.618,98 3.713,87 3.808,73 3.903,61 Tamansari 165.594 175.571 185.548 195.524 195.524 41.399 43.893 46.387 48.881 48.881 3.393,32 3.597,77 3.802,21 4.006,64 4.006,64 Cijeruk 136.975 137.689 138.365 139.017 139.630 34.244 34.422 34.591 34.754 34.908 3.752,74 3.772,30 3.790,82 3.808,68 3.825,48 Cigombong 88.116 91.342 94.687 98.155 101.749 22.029 22.836 23.672 24.539 25.437 2.476,56 2.567,23 2.661,24 2.758,71 2.859,72 Caringin 87.985 88.041 88.095 88.147 88.195 21.996 22.010 22.024 22.037 22.049 1.535,25 1.536,22 1.537,17 1.538,07 1.538,91 Ciawi 87.040 88.434 89.828 91.222 92.615 21.760 22.109 22.457 22.806 23.154 3.456,71 3.512,07 3.567,43 3.622,80 3.678,12 Cisarua 94.763 95.257 95.728 96.176 96.605 23.691 23.814 23.932 24.044 24.151 1.487,18 1.494,93 1.502,32 1.509,35 1.516,09 Megamendung 94.151 95.645 97.139 98.633 100.127 23.538 23.911 24.285 24.658 25.032 2.350,25 2.387,54 2.424,84 2.462,13 2.499,43 Sukaraja 125.508 125.736 125.963 126.191 126.418 31.377 31.434 31.491 31.548 31.605 2.986,86 2.992,29 2.997,69 3.003,12 3.008,52 Babakan Madang 218.111 230.544 242.978 255.411 267.844 54.528 57.636 60.745 63.853 66.961 2.209,61 2.335,57 2.461,53 2.587,49 2.713,44 Sukamakmur 90.386 92.876 95.367 97.858 100.348 22.597 23.219 23.842 24.465 25.087 629,82 647,17 664,53 681,89 699,24 Cariu 108.120 109.961 111.802 113.643 115.484 27.030 27.490 27.951 28.411 28.871 1.467,83 1.492,82 1.517,81 1.542,80 1.567,80 Tanjungsari 60.455 62.295 64.135 65.975 67.814 15.114 15.574 16.034 16.494 16.954 465,04 479,19 493,35 507,50 521,65 Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-15

Nama Kecamatan Jumlah Penduduk Jumlah KK Tingkat Pertumbuhan Penduduk Tahun Tahun Tahun 2012 2013 2014 2015 2016 2012 2013 2014 2015 2016 2012 2013 2014 2015 2016 Jongol 114.823 117.677 120.532 123.387 126.242 28.706 29.419 30.133 30.847 31.561 1.187,41 1.216,93 1.246,45 1.275,98 1.305,50 Cilengsi 218.538 227.749 236.960 246.171 246.171 54.635 56.937 59.240 61.543 61.543 3.113,08 3.244,29 3.375,50 3.506,71 3.506,71 Klapanunggal 260.022 280.287 300.552 320.816 341.081 65.006 70.072 75.138 80.204 85.270 3.109,94 3.352,31 3.594,69 3.837,05 4.079,43 Gunung Putri 120.911 121.565 122.184 122.780 123.342 30.228 30.391 30.546 30.695 30.836 2.147,24 2.158,85 2.169,85 2.180,43 2.190,41 Citeureup 186.984 193.261 199.539 205.816 212.093 46.746 48.315 49.885 51.454 53.023 2.786,65 2.880,19 2.973,76 3.067,30 3.160,85 Cibinong 167.142 168.068 168.946 169.791 170.588 41.786 42.017 42.237 42.448 42.647 3.933,68 3.955,47 3.976,14 3.996,02 4.014,78 Bojonggede 194.608 197.055 199.502 201.950 204.397 48.652 49.264 49.876 50.488 51.099.138,96 7.228,72 7.318,49 7.408,29 7.498,06 Tajurhalang 590.626 616.782 640.442 662.042 681.925 147.657 154.196 160.111 165.511 170.481 20.833,37 21.755,98 22.590,55 23.352,45 24.053,79 Kemang 90.579 92.686 94.793 96.900 99.007 22.645 23.172 23.698 24.225 24.752 3.499,96 3.581,38 3.662,79 3.744,20 3.825,62 Rancabungur 102.105 108.112 114.119 120.126 126.133 25.526 27.028 28.530 30.032 31.533 4.615,96 4.887,52 5.159,09 5.430,65 5.702,22 Parung 73.461 73.680 73.882 74.070 74.248 18.365 18.420 18.471 18.518 18.562 3.058,33 3.067,44 3.075,85 3.083,68 3.091,09 Ciseeng 88.806 89.383 89.915 90.412 90.880 22.202 22.346 22.479 22.603 22.720 2.417,81 2.433,51 2.448,00 2.461,53 2.474,27 Gunung Sindur 91.836 94.391 96.947 99.502 102.058 22.959 23.598 24.237 24.876 25.515 1.881,50 1.933,85 1.986,21 2.038,56 2.090,92 Rumpin 95.744 95.809 95.870 95.929 95.985 23.936 23.952 23.968 23.982 23.996 1.187,01 1.187,81 1.188,57 1.189,30 1.190,00 Cigudeg 137.902 141.646 145.391 149.135 152.879 34.476 35.412 36.348 37.284 38.220 902,62 927,12 951,64 976,14 1.000,65 Sukajaya 156.329 166.707 177.085 187.463 197.842 39.082 41.677 44.271 46.866 49.461 1.487,71 1.586,48 1.685,24 1.784,00 1.882,78 Jasinga 102.706 103.355 103.960 104.526 105.059 25.677 25.839 25.990 26.132 26.265 946,77 952,76 958,33 963,55 968,46 Tenjo 85.823 88.512 91.201 93.890 96.579 21.456 22.128 22.800 23.473 24.145 1.323,82 1.365,29 1.406,77 1.448,25 1.489,73 Parung Panjang 101.384 103.589 105.793 107.998 110.203 25.346 25.897 26.448 27.000 27.551 1.609,78 1.644,79 1.679,79 1.714,80 1.749,81 Sumber : Data Dasar BPS tahun 2012, Analisa Bappeda Tahun 2012 2.3. Keuangan dan Perekonomian Daerah Berdasarkan proporsi dari realisasi masing-masing komponen pendapatan daerah terhadap total realisasi pendapatan daerah adalah sebagai berikut : 1) PAD proporsinya sebesar 20,12 %; 2) Dana Perimbangan proporsinya sebesar 51,43 %; dan 3) Lain-lain Pendapatan yang Sah proporsinya sebesar 28,45 %. Tabel 2.4 Ringkasan Realisasi APBD 5 tahun terakhir No. Uraian 2008 2009 2010 2011 2012 A Pendapatan 1 Pendapatan Asli Daerah (PAD) 311.519.251.965,00 337.903.884.329,00 399.262.069.231,00 696.992.051.375,99 2 Dana Perimbangan (transfer) 1.336.033.391.132,00 1.524.291.997.485,00 1.611.993.763.844,00 1.781.177.918.858,00 3 Lain-lain pendapatan yang syah 222.854.290.866,00 315.941.629.824,00 500.217.252.056,00 985.455.796.519,00 Jumlah Pendapatan 1.870.406.933.963,00 2.178.137.511.638,00 2.511.473.085.131,00 3.463.625.766.752,99 B Belanja 1 Belanja Tidak Langsung 1.009.189.458.251,00 1.168.003.420.872,00 1.391.870.912.360,00 1.661.304.776.038,00 2 Belanja Langsung 749.605.264.465,00 1.011.660.481.183,00 1.237.203.687.276,00 1.577.405.527.831,00 Jumlah Belanja 1.758.794.722.716,00 2.179.663.902.055,00 2.629.074.599.636,00 3.238.710.303.869,00 Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-16

No. Uraian 2008 2009 2010 2011 2012 Surplus/Defisit Anggaran 111.612.211.247,00 (1.526.390.417,00) (117.601.514.505,00) 224.915.462.883,99 Sumber: Bappeda, 2012 Tabel 2.5 Ringkasan Anggaran Sanitasi dan Belanja Modal Sanitasi Per Penduduk 5 tahun terakhir No. Uraian 2008 2009 2010 2011 2012 A Air Limbah - 208,612,000 1,771,010,000 1,684,847,000 1,383,769,000 APBN/DAK Sanitasi - 208,612,000 1,356,510,000 1,333,609,000 1,723,590,000 B Persampahan 6,156,657,000 9,879,983.00 10,446,938,000 14,181,120,000 17,499,352,000 APBN/DAK Persampahan - - 162,500,000 - - C Drainase 4,729,249,500 5,106,549,000 4,602,234,000 1,270,165,000 13,163,315,000 DAK Drainase - - - - - D Aspek PHBS 518,099,000 686,924,000 575,221,000 1,321,870,000 1,054,345,000 E Total belanja sanitasi 11,404,005,500 6,011,964,983 17,395,403,000 18,458,002,000 33,100,781,000 F Total belanja APBD Murni 722,211,672,053 1,113,631,462,000 1,075,418,045,000 1,693,054,260,000 1,773,039,875,000 G Total Belanja APBD 722,211,672,053 1,113,840,074,000 1,076,774,555,000 1,694,387,869,000 1,774,763,465,000 H Proporsi Belanja Modal 1.58 0.54 1.62 1.09 0.02 Sanitasi terhadap Belanja Total I Jumlah Penduduk 4,340,520 4,477,344 4,345,915 4,786,681 5,295,012 J Belanja Modal Sanitasi per Penduduk 2,627.34 1,342.75 4,002.70 3,856.12 6,251.31 Sumber: DKP, Bappeda, Bina Marga 2012. Catatan: untuk drainase masih menggunakan data drainase jalan. Tabel 2.6 Data Ruang Fiskal Kabupaten Bogor 5 tahun terakhir No Tahun Indeks Kemampuan Ruang Fiskal Daerah (IRFD) 1 2008-2 2009-3 2010 0,2588 4 2011-5 2012 - Sumber: Dispenda, 2012 Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-17

Tabel 2.7 Data Perekonomian Umum Daerah 5 Tahun Terakhir No. Deskripsi 2008 2009 2010 2011 2012 1 PDRB Harga Konstan (Struktur Perekonomian ) (Rp.) 29.721.700,00 30.952.178,00 32.527.644,00 34.703.744,00 37.091.361,00 2 Pendapatan Perkapita Kabupaten (Rp) 6.907.246,00 6.912.094,00 6.828.938,00 7.090.104,00 7.376.524,00 3 Upah Minimum Regional Kabupaten (Rp) - - 1.056.914,00 1.172.060,00 1.174.200,00 4 Inflasi (%) 9,32 2,78 6,79 6,00 5,50 5 Pertumbuhan ekonomi (%) 5,58% 4,14 5,09 6,69 6,88 2.4. Tata Ruang Wilayah Kebijakan penataan ruang wilayah meliputi kebijakan pengembangan struktur ruang dan pola ruang. Kebijakan pengembangan struktur ruang, meliputi : 1. peningkatan akses pelayanan perkotaan dan pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang merata dan berhierarki; dan 2. peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan prasarana transportasi, telekomunikasi, energi, dan sumber daya air yang terpadu dan merata di seluruh wilayah daerah. Kebijakan pengembangan pola ruang, meliputi : 1. Kebijakan pengembangan kawasan lindung, meliputi : a. Pemeliharaan dan perwujudan kelestarian fungsi lingkungan hidup; dan b. Pencegahan dampak negatif kegiatan manusia yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup. 2. Kebijakan pengembangan kawasan budi daya, meliputi : a. Perwujudan dan peningkatan keterpaduan dan keterkaitan antarkegiatan budi daya; dan b. Pengendalian perkembangan kegiatan budi daya agar tidak melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan. 3. Kebijakan pengembangan kawasan strategis, meliputi : a. Pengembangan kawasan strategis puncak sebagai kawasan strategis lingkungan hidup yang berperan sebagai kawasan andalan pariwisata melalui pembatasan pemanfaatan ruang yang lebih selektif dan efisien. b. Pengembangan kawasan strategis industri sebagai kawasan strategis social ekonomi melalui penataan dan pemanfaatan ruang serta pemabngunan jaringan infrastruktur yang mendorong perkembangan kawasan. c. Pengembangan kawasan strategis pertambangan sebagai kawasan strategis lingkungan hidup yang berperan sebagai kawasan andalan sumber daya alam melalui konservasi bahan galian. d. Pengembangan kawasan strategis lintas administrasi kabupaten sebagai kawasan strategis social ekonomi melalui sinkronisasi system jaringan. Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-18

Gambar 2.2 Peta Rencana Pusat Layanan Kabupaten Bogor Sumber: Bappeda, 2012 (Peta dalam ukuran A3 skala 1:25.000 terlampir) Gambar 2.3 Peta Rencana Pola Ruang Kabupaten Bogor Sumber: Bappeda, 2012 (Peta dalam ukuran A3 skala 1:25.000 terlampir) Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-19

2.5 Sosial dan Budaya Jumlah penduduk Kabupaten Bogor setiap tahunnya cenderung bertambah, kondisi ini dikarenakan dampak dari perkembangan wilayah di Kabupaten Bogor yang letaknya dalam lingkup Jabodetabekpunjur, yang mana pertumbuhan wilayahnya sangat pesat dan berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk pada setiap wilayah yang terus bertambah. Berdasarkan data dan perkembangan jumlah penduduk pada tahun 2011 tercatat bahwa jumlah penduduk Kabupaten Bogor berjumlah 4.354.915 jiwa dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Jumlah tertinggi terdapat di Kecamatan Cibinong dengan jumlah penduduk 253.292 Jiwa, menyusul Kecamatan Gunung Putri dengan jumlah penduduk 242.460 Jiwa dan Kecamatan Bojonggede dengan jumlah penduduk 207.375 Jiwa. Sedangkan untuk kecamatan yang jumlah penduduknya rendah yakni Kecamatan Cariu dengan jumlah penduduk 47.248 Jiwa. Sedangkan kepadatan tertinggi terdapat di Kecamatan Ciomas mencapai 81 jiwa/ha, kepadatan terendah terdapat di Kecamatan Tanjungsari mencapai 4 jiwa/ha. Tabel 2.8 Fasilitas Pendidikan yang tersedia di Kabupaten Bogor Nama Kecamatan Jumlah Sarana Pendidikan Umum Agama SD SMP SMA SMK MI MTs MA Nanggung 46 8 1 0 17 7 2 Leuwiliang 60 22 6 5 29 10 6 Leuwisadeng 30 9 1 4 19 7 4 Pamijahan 45 17 6 5 32 9 3 Cibungbulang 43 22 6 7 19 8 1 Ciampea 49 11 7 7 20 10 3 Tenjolaya 20 8 1 3 15 5 3 Dramaga 34 8 3 2 1 3 0 Ciomas 42 10 3 8 9 8 3 Tamansari 29 9 2 1 5 3 0 Cijeruk 39 7 1 1 8 6 1 Cigombong 46 13 5 4 4 6 3 Caringin 34 14 5 9 29 11 5 Ciawi 30 17 7 8 10 6 1 Cisarua 36 7 2 4 8 4 0 Megamendung 38 15 2 7 10 5 1 Sukaraja 47 12 3 5 17 14 1 Babakan Madang 50 11 4 3 9 5 2 Sukamakmur 30 10 7 4 17 11 3 Cariu 28 7 2 2 8 3 0 Tanjungsari 26 9 2 1 13 3 1 Cileungsi 72 27 7 16 5 8 3 Klapanunggal 32 9 2 4 11 5 1 Gunung Putri 85 28 14 7 17 11 2 Citeureup 62 21 5 15 14 10 2 Cibinong 85 40 18 24 30 21 6 Bojong Gede 48 23 1 14 29 15 5 Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-20

Jumlah Sarana Pendidikan Nama Kecamatan Umum Agama SD SMP SMA SMK MI MTs MA Tajurhalang 23 12 1 7 13 5 1 Kemang 36 18 5 12 12 3 0 Parung 35 10 7 4 17 11 3 Ciseeng 36 10 3 5 11 11 3 Gunung Sindur 40 14 5 5 10 9 3 Rumpin 63 11 3 3 16 10 2 Cigudeg 54 15 2 3 19 8 2 Sukajaya 29 3 1 0 8 4 0 Jasinga 60 14 2 3 2 4 1 Tenjo 34 12 3 1 9 5 1 Parung Panjang 50 14 5 5 16 8 4 Nama Kecamatan Tabel 2.9 Jumlah Penduduk Miskin per kecamatan Jumlah Keluarga Miskin Nama Kecamatan Jumlah Keluarga Miskin Nanggung 6,189 Tanjungsari 3,57 Leuwiliang 12,255 Jonggol 7,074 Leuwisadeng 7,762 Cileungsi 5,731 Pamijahan 12,028 Klapanunggal 4,444 Cibungbulang 9,355 Gunung Putri 2,839 Ciampea 7,974 Citeureup 7,973 Tenjolaya 4,68 Cibinong 7,481 Dramaga 7,306 Bojong Gede 7,271 Ciomas 5,99 Tajurhalang 3,99 Tamansari 5,647 Kemang 5,549 Cijeruk 6,503 Rancabungur 4,165 Cigombong 6,49 Parung 4,67 Caringin 7,968 Ciseeng 5,852 Ciawi 6,777 Gunung Sindur 5,644 Cisarua 5,368 Rumpin 8,009 Megamendung 4,477 Cigudeg 8,624 Sukaraja 6,872 Sukajaya 5,628 Babakan Madang 4,679 Jasinga 9,713 Sukamakmur 6,398 Tenjo 5,188 Cariu 3,085 Parung Panjang 5,98 Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-21

Tabel 2.10 Jumlah Rumah per Kecamatan Nama Kecamatan Jumlah Rumah Nama Kecamatan Jumlah Rumah Nanggung 14.656 Tanjungsari 11.939 Leuwiliang 20.910 Jonggol 26.125 Leuwisadeng 13.065 Cileungsi 39.473 Pamijahan 25.141 Klapanunggal 14.827 Cibungbulang 19.965 Gunung Putri 37.240 Ciampea 24.764 Citeureup 29.622 Tenjolaya 9.733 Cibinong 42.772 Dramaga 16.697 Bojong Gede 33.768 Ciomas 22.939 Tajurhalang 17.008 Tamansari 16.332 Kemang 16.051 Cijeruk 13.616 Rancabungur 8.946 Cigombong 14.428 Parung 15.888 Caringin 19.917 Ciseeng 17.657 Ciawi 17.009 Gunung Sindur 15.787 Cisarua 19.526 Rumpin 24.333 Megamendung 17.486 Cigudeg 16.638 Sukaraja 25.130 Sukajaya 10.430 Babakan Madang 17.192 Jasinga 16.821 Sukamakmur 16.027 Tenjo 10.753 Cariu 11.350 Parung Panjang 17.380 2.6 Kelembagaan Pemerintahan Daerah Visi Pemerintah Kabupaten Bogor untuk periode tahun 2008-2013 adalah : Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Bogor yang Bertakwa, Berdaya dan Berbudaya Menuju Sejahtera Pernyataan Visi di atas, kemudian dijabarkan ke dalam 7 (tujuh) misi sebagai berikut : 1. Meningkatkan Kesolehan Sosial Masyarakat dalam Kehidupan Kemasyarakatan; 2. Meningkatkan Perekonomian Daerah yang Berdaya Saing dengan Titik Berat pada Revitalisasi Pertanian dan Pembangunan yang Berbasis Perdesaan; 3. Meningkatkan Infrastruktur dan Aksesibilitas Daerah yang Berkualitas dan Terintegrasi Secara Berkelanjutan; 4. Meningkatkan Pemerataan dan Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan; 5. Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Berkualitas; 6. Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 7. Meningkatkan Kerjasama Pembangunan Daerah. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 9 Tahun 2008 tentang Susunan dan Kedudukan Organisasi Perangkat Daerah. (Tanggal disahkan : 16 Juni 2008 dan Tanggal diundangkan : 17 Juni 2008). Bahwa Susunan dan Kedudukan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bogor terdiri dari : Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Inspektorat Kabupaten, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja, Kecamatan, dan Kelurahan. OPD Kabupaten Bogor, terdiri dari : 1. Sekretariat Daerah a. Staf Ahli bidang Pemerintahan b. Staf Ahli bidang Pembangunan Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-22

c. Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia d. Staf Ahli bidang Hukum dan Politik 2. Sekretariat DPRD 3. Badan Kepegawaian Pendidikan Dan Pelatihan 4. Badan Lingkungan Hidup 5. Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana 6. Badan Penanggulangan Bencana Daerah 7. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 8. Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Desa 9. Dinas Bina Marga dan Pengairan 10. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral 11. Dinas Kebersihan dan Pertamanan 12. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 13. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 14. Dinas Kesehatan 15. Dinas Komunikasi dan Informasi 16. Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindag 17. Dinas LLAJ 18. Dinas Pemuda dan Olahraga 19. Dinas Pendapatan Keuangan dan Barang Daerah 20. Dinas Pendidikan 21. Dinas Pertanian dan Kehutanan 22. Dinas Peternakan dan Perikanan 23. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi 24. Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman 25. Dinas Tata Ruang dan Pertahanan 26. Inspektorat 27. Kantor Arsip Dan Perpustakaan Daerah 28. Kantor KESBANG DAN LINMAS 29. Kantor Penanaman Modal Daerah 30. Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Kelas B 31. Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong Kelas B 32. Kecamatan (40 Kecamatan) 33. Sekretariat Dewan Pengurus KORPRI Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pembentukan Lembaga Teknis Daerah (Tanggal disahkan : 16 Juni 2008 dan Tanggal diundangkan : 17 Juni 2008). Bahwa Lembaga Teknis Daerah adalah perangkat daerah sebagai unsur pendukung tugas kepala daerah dalam melaksanakan kebijakan pemerintahan daerah yang bersifat spesifik, dapat berbentuk Badan, Kantor, Inspektorat dan Rumah Sakit Daerah, terdiri dari : 1. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; 2. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa; 3. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana; 4. Badan Lingkungan Hidup; 5. Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan; 6. Inspektorat Kabupaten. 7. Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat; 8. Kantor Penanaman Modal Daerah; dan 9. Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah. Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-23

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR BUPATI WAKIL BUPATI SEKRETARIS DAERAH SAT POL PAMONG PRAJA LEMBAGA TEKNIS DAERAH DINAS DAERAH SEKRETARIAT DPRD KECAMATAN KELURAHAN Keterangan: : Garis Instruktif/ Commanding Line : Garis Koordinatif / Coordinative Line Pokja AMPL-BM Kabupaten Bogor 2-24