FMEA Motion Mencari Part/Alat

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang


BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

STUDI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SUMBER DAYA PRODUKSI DENGAN METODE LEAN SIX SIGMA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Masalah

Tugas dari Presiden Direktur, antara lain : Adapun tanggung jawab dari Presiden Direktur adalah:

BAB 2 LANDASAN TEORI

TATA LETAK PABRIK KULIAH 2: PERENCANAAN LAYOUT

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

SISTEM PRODUKSI JUST IN TIME (SISTEM PRODUKSI TEPAT WAKTU) YULIATI, SE, MM

BAB 4 PEMBAHASAN DAN ANALISIS DATA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Variable X. Audit Operasional

BAB 2 LANDASAN TEORI

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB V ANALISA DATA Tahap Analyze. Pada tahap ini penyusun akan menganalisis hambatan dan kendala yang

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

ERGONOMI & APK - I KULIAH 3: STUDI & EKONOMI GERAKAN

ANALISA RESIKO DALAM USAHA MENGELOLA FAKTOR RESIKO SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS DAN KUANTITAS PRODUK JADI

SISTEM PRODUKSI TEPAT WAKTU (JUST IN TIME-JIT)

Pembahasan Materi #10

PENENTUAN LUAS LANTAI PERTEMUAN #9 TKT TAUFIQUR RACHMAN PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS

Pengukuran Kapabilitas Proses produksi kacang garing Cont d.

BAB IV PERANCANGAN 4.1 Kriteria Perancangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (CPOB). Hal ini didasarkan oleh Keputusan Menteri Kesehatan RI.

Analisis Dukungan Fungsi Produksi dalam Pencapaian Tujuan Perusahaan. No. Kategori Pertanyaan Y T. tujuan-tujuan jangka pendek?

LAMPIRAN 1 STRUKTUR ORGANISASI PT. KARYA DELI STEELINDO

BAB IV PEMBAHASAN. Survey Pendahuluan. PT. Kurnia Tirta Sembada adalah perusahaan yang bergerak dalam

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 4 PEMBAHASAN DAN ANALISIS DATA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Database audit energi menggunakan Program Visual Basic 6.0

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berpotongan/bersilangan. Faktor faktor yang digunakan dalam perancangan suatu

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB V KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

PERANCANGAN SISTEM KERJA PADA PROSES PENGERINGAN JAGUNG DITINJAU DARI SEGI ERGONOMI (Studi kasus di PT. Surya Alam Rekananda, Bandar Lampung)

BAB 4 PEMBAHASAN. dimulai dengan survei pendahuluan. Tahap ini merupakan langkah awal

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENGELOLAAN PERSEDIAAN DI PT BANGUNREKSA MILLENIUM JAYA

BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Dimulai pada tahun 2001 sebagai perusahaan assembly, PT Pro Tec Indonesia

Konsep Just in Time Guna Mengatasi Kesia-Siaan dan Variabilitas dalam Optimasi Kualitas Produk

BAB I PENDAHULUAN. ekspedisi. Permasalahan distribusi tersebut mencakup kemudahan untuk

PENGAWETAN KAYU. Eko Sri Haryanto, M.Sn

Akuntansi Biaya. Just in Time. Wahyu Anggraini, SE., M.Si. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen.

VI. TOYOTA PRODUCTION SYSTEM. A. Pengertian Toyota Production System (TPS)

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

Manajemen Persediaan. Material Handling. Dinar Nur Affini, SE., MM. Modul ke: 14Fakultas Ekonomi & Bisnis. Program Studi Manajemen

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

PERENCANAAN FASILITAS SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI RIAU

BAB 1 PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI. ABSTRAK... iii KATA PENGANTAR. iv DAFTAR ISI vi DAFTAR TABEL xii DAFTAR GAMBAR... xiv DAFTAR LAMPIRAN... xviii

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV. Audit Operasional Atas Fungsi Pengelolaan Persediaan Barang. Jadi Pada PT Aneka Medium Garment. IV.1. Survei Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN. diseluruh aspek kehidupan. Seiring kemajuan zaman, penggunaan energi

BAB VIII TAHAP PELAKSANAAN

PERENCANAAN FASILITAS

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS PENGELOLAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT NORITA MULTIPLASTINDO

1. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. Dasar pemikiran dari lean thinking adalah berusaha menghilangkan waste

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV PEMBAHASAN. Pemeriksaan Operasional merupakan suatu pemeriksaan atas kegiatan

SUMBER DAYA MANUSIA DAN DESAIN KERJA

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

KUESIONER AUDIT OPERASIONAL (Variabel Independen) No PERTANYAAN YA TIDAK

BAB V PEMBAHASAN 5.1 Tahap Define 5.2 Tahap Measure Jenis Cacat Jumlah Cacat jumlah

BAB IV PEMBAHASAN. bersumber dari beberapa pemasok yang mempunyai merk berbeda. mengenai latar belakang perusahaan dan mengumpulkan informasi yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Pembahasan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Bab 7 Kesimpulan dan Saran

BAB 1 PENDAHULUAN. Gerakan tangan yang dilakukan operator dalam pekerjaan sangat berkaitan dalam

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Tahap Penelitian. Tahapan penelitian dibagi menjadi beberapa bagian yaitu: a. Tahap Pendahuluan

BAB 9 MANAJEMEN OPERASIONAL SISTEM PRODUKSI TEPAT WAKTU (JUST IN TIME-JIT)

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV PEMBAHASAN. Secara umum, penelitian ini bertujuan membantu perusahaan dalam

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Lampiran 1. Rangkuman Wawancara. 1. Produk PT. Prima Rezeki Pertiwi apa saja? hanya satu, tetapi ukurannya bermacam-macam.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV PEMBAHASAN. jadi pada PT Indo Semar Sakti dibatasi pada hal-hal berikut ini:

BAB III LANDASAN TEORI

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

Transkripsi:

FMEA Motion Mencari Part/Alat Lingkungan Part/Process Function & Menumpuk dil lantai Tidak teliti Tidak Redup pencahayaan bergerak mencari part/alat Kesalahan mengambil part/alat Masih mencari alat ketika akan dipakai Kesalahan pengambilan part/alat /part dan penam Penam Penam Butuh mencari part/ alat dipakai Tidak ada penempatan part/ tetap berbicara atau mengobrol dengan lain Alat tidak dikembalikan ke tempat semula Mengandalkan sinar matahari tempat alat khusus Memberikan pada saat jam operasi penggunaan alat dan berhenti pada jam 4 2 4 144 4 1 Memberikan ventilasi tam untuk daerah tidakk terjangkau matahari daerah pencahayaannya redup 3 10 membuat tempat alat tersendiri tiap mempekerjakan satu orang supervisor Memberikan aturan penggunaan alat membuat ventilasi tam di dinding bengkel mencari alat ketika set up Jam kerja dan optimal Alat atau part akan lebih mudah untuk dicari dan digunakan Memudahkan dalam melihat dan mencari alat/part

FMEA Motion Mencari Part/Alat Metode Part/Process Function & Kurangnya penggunaan lampu Tidak ada peletakan kembali Frekuensi set up tinggi mencari alat tidak pada tempatnya sering mencari dan alat / part Penglihatan kurang ketika mencari part di tempat redup Penam Kelelahan dan Menambah operasi Pemakaian lampu kurang merata disetiap peran Tempat alat tetap tidak ada Changeover produk tinggi Penetapan jumlah pemakaian lampu cukup setiap tempat alat tetap di satu spot Menyelesaikan jenis produk sama terlebih dahulu - tidak penerangan alat/ part tidak pada tempatnya jenis produk sedang di 3 14 4 192 3 1 menyesuaikan kebutuhan penerangan dengan karakter dan operasinya memberikan tempat alat tersedia di setiap menjadwalkan jenis produk akan di Memudahkan dalam penggunaan alat dan Memudahkan dalam mencari alat frekuensi alat terlalu sering

FMEA Motion Meraih Tidak berada pada tempatnya Santai Meletakkan jauh dari posisi kerja berpindah mengambil Mengambil memakan cukup berjalan mengambil Cenderung membuat lelah terkesan lambat dan produk lebih sedikit Harus dalam mengangkut 4 Banyak tumpukan baku lain ditempat sama Tidak ada jumlah target produk per hari Keterbatasan daerah kerja Memberikan batasan antara baku Target harus disesuaikan per hari bukan per orderan siap tempat khusus akan langsung di baku bercampur Mengukur jumlah dihasilkan per hari masih menumpuk di daerah kerja 33 3 90 4 9 tempat akan langsung di memberikan jadwal dengan jumlah diingikan tempat akan langsung di kegiatan Ketercapaian order lebih awal penumpukan akan di

FMEA Motion Meraih Lingkungan Metode Jarak antar cukup jauh dipindahkan sebahagian Operasi satu-satu Penggunaan alat sering bolak-balik mengambil Jumlah produk dihasilkan cenderung sedikit keseluruhan terbilang cukup tinggi Jumlah produk dihasilkan dalam satu hari kurang optimal Allowance lantai cukup besar Kurangnya penjadwalan Keterbatasan kemampuan jumlah unit Peninjauan hubungan kedekatan dan jarak antar jadwal tepat bagi Memberikan target akan dicapai Pengukuran jarak terhadap berpindah dari ke Mengukur jumlah dihasilkan per hari 320 4 1 10 mere-layout a terkait Memberikan jadwal dan bagi keterangan produk akan di beberapa hari ke depan jarak cukup jauh Menghasilkan produk dalam lebih singkat

FMEA Motion Terdapat cacat baku Tidak teliti Tidak berhenti saat operasi berlangsung dan diperiksa Melakukan pemeriksaan berkali-kali ketika berlangsung Hasil peran diperiksa kembali Menambah siklus keseluruhan produk hidup-mati, dan total Terjadi WIP di daerah kerja dan bertambah Mutu hasil peleburan rendah mengobrol ketika ber meninggalkan saat berjalan Memperbaiki pembuatan baku dari peleburan Adanya diberikan perusahaan Adanya kerja mutu kinerja Mengawasi kinerja se 3 12 4 1 3 120 memperbaiki alat untuk pembuatan baku hasil peleburan Pengawasan kinerja saat Pengawasan kinerja saat Tidak ditemukan lagi baku cacat Keseriusan dan ketelitian dalam meningkat lebih pada posisi kerja

FMEA Motion Lingkungan Metode Redup pencahayaan Kurangnya penggunaan lampu Kecepatan tidak selalu sama Kurang pemeliharaan pemeriksaan terlalu Sebagian daerah terdapat daerah redup Jumlah kegiatan inspeksi berubah-ubah tiap Hasil peran tidak sesuai dengan set up awal Daya penglihatan semakin lemah karena cahaya kurang Lama kegiatan pemeriksaan berbeda dan tidak merata WIP lebih tinggi dari keadaan sebelumnya lebih sering melakukan pemeriksaan ulang Mengandalkan sinar matahari Penggunaan lampu disetiap tidak merata Tidak ada standar Jadwal pemeliharaan tidak ada Memberikan ventilasi tam atau penerangan Menyesuaikan kebutuhan lampu disetiap Penetapan standar setiap kerja Menghitung dan memberikan jadwal pemeliharaan kondisi daerah atau kerja kondisi penerangan di daerah jumlah kinerja berlebih kerusakan ataupun set up salah 10 4 144 33 240 jumlah ventilasi pada dinding pabrik menyesuaikan kebutuhan lampu di lantai standar setiap Memelihara sesuai jadwal telah ditentukan lebih mudah dalam memeriksa saat alat Penggunaan lampu sesuai dengan kebutuhan tidak terlalu melebar dari standar berfungsi optimal ketika

FMEA Motion Menumpuk Lingkungan Bahan baku berat Kelelahan kerja Kurang Banyak harus menumpuk terlebih dahulu sering barang/part Setelah, kemudian menumpuk Sekitar daerah kerja terdapat banyak tumpukan berbeda tidak bisa secara manual Energi lebih sering dipakai untuk hoist crane Daerah kerja sempit dan kurang leluasa Banyak tumpukan akan dipindahkan Keseluruhan utama terbuat dari besi Tidak konsentrasi Tidak ada supervisi mengawasi kinerja Lantai luas dan jarak jauh Menambah jumlah tenaga pengawas di lantai Adanya rutin dilakukan Meninjau ulang tingkat kedekatan dan hubungannya antri kinerja se Kinerja ditinjau dan diperiksa Peninjauan jarak dan frekuensi 3 144 4 1 4 120 4 224 jumlah tenaga pengawas di lantai melakukan rutin memperbaiki dan tingkat kedekatannya lebih efesien Kinerja lebih baik dan teliti Kinerja lebih Minimisasi jarak

FMEA Motion Menumpuk Metode Mengandalkan Produksi terputus-putus Penggunaan hoist crane sangat sering sudah selesai, ditumpuk di lantai sekitar cenderung Mempersempit daerah kerja si Jarak cukup jauh Banyaknya operasi bisa dilakukan tiap Menambah alat Penjadwalan jelas dan tepat kurang kegiatan peran 3 1 10 jumlah menjadwalkan dengan tepat lebih mudah dilakukan dilakukan secara beraturan

FMEA Motion Berpindah Lingkungan berat dan diangkut dengan alat Tidak teliti Tidak Jarak antar jauh berpindah mengambil tidak cekatan alat selalu berpindahpindah saat dari sebelumnya dengan alat Penam total memakan peran kurang diperhatikan Pengambilan alat dan pemindahan cukup jauh Letak cukup jauh jenuh dalam beraktivitas Posisi kerja selalu berubah Tingginya allowance ruang lantai Memperbaiki layout berkaitan Melakukan rotasi pekerjaan Mengarahkan agar lebih efektif dalam Meninjau hubungan kedekatan antar berkaitan jauh tidak optimal selalu bergeser dalam 3 1 4 120 3 90 4 19 meninjau ulang layout lantai kegiatan sedang tidak beroperasi mengarahkan agar lebih menghemat gerakan memperbaiki berkaitan Jarak berhubungan dapat diminimalisir pengan aktivitas kerja lebih dalam Minimalisasi dari ke

FMEA Motion Berpindah Metode Penggunaan alat tinggi Urutan peran berbeda pemindahan selalu alat Rute tidak sama pemindahan tidak dapat dihemat tidak selalu sama Frekuensi tinggi berbeda-beda sesuai tingkat kedekatan Mengatur posisi di lantai hubungan kedekatan dan jarak 210 210 memperbaiki jarak sesuai kebutuhan memperbaiki letak dan posisi di lantai jarak Rute dan lebih teratur

FMEA Perpindahan Lingkungan Harus dipindahkan dengan alat berat Kebiasaan Melakukan prosedur kerja tidak baik Lantai cukup luas dengan hoist crane Setiap selesai peran, selalu ada kegiatan transportasi Membutuhkan untuk alat harus bergerak cenderung Frekuensi pemindahan tinggi Penam siklus keseluruhan tidak bisa dihemat Cause/ Mechanism Letak akan dipindahkan jauh dan beban berat tidak mengikut prosedur kerja Kurangnya kinerja Allowance lantai tinggi Memperbaiki Membuat prosedur kerja jelas dan tegas Membuat program Memperbaiki kembali jarak dan kedekatan antar cukup tidak mengikuti prosedur kerja tidak mengikuti prosedur kerja Meninjau jarak dan 4 192 4 1 4 1 210 mengatur kembali merekomendasikan prosedur kerja di setiap tenaga supervisi mengatur kedekatan antar penggunaan alat Kinerja dan stabil lebih teratur menjalankan tugasnya dan

FMEA Perpindahan Metode Langkahlangkah pekerjaan tidak jelas dilakukan satu per satu sudah selesai tidak langsung dilanjutkan ke selanjutnya WIP di daerah asal dan tujuan Adanya WIP dan penumpukan Tingginya penumpukan di area Cause/ Mechanism SOP tidak tersedia baik untuk maupun untuk peran Kapasitas hanya untuk satu unit per periode Membuat standar SOP jelas pada peran Mempersingkat peran kesesuaian pekerjaan dengan SOP peran ter 4 224 4 192 Peruasahaan SOP jelas pada peran kegiatan tidak mendukung peran Menghasilkan standar Mempersingkat

FMEA Perpindahan Lingkungan berat dan diangkut dengan alat Tidak teliti Tidak Jarak antar jauh berpindah mengambil tidak cekatan alat selalu berpindahpindah saat dari sebelumnya dengan alat Penam total memakan peran kurang diperhatikan Pengambilan alat dan pemindahan cukup jauh Cause/ Mechanism Letak cukup jauh jenuh dalam beraktivitas Posisi kerja selalu berubah Tingginya allowance ruang lantai Memperbaiki layout berkaitan Melakukan rotasi pekerjaan Mengarahkan agar lebih efektif dalam Meninjau hubungan kedekatan antar berkaitan jauh tidak optimal selalu bergeser dalam 4 224 4 1 3 12 4 224 meninjau ulang layout lantai kegiatan sedang tidak beroperasi mengarahkan agar lebih menghemat gerakan memperbaiki berkaitan Jarak berhubungan dapat diminimalisir pengan aktivitas kerja lebih dalam Minimalisasi dari ke

FMEA Perpindahan Metode Penggunaan alat tinggi Urutan peran berbeda pemindahan selalu alat Rute tidak sama pemindahan tidak dapat dihemat tidak selalu sama Cause/ Mechanism Frekuensi tinggi berbedabeda sesuai tingkat kedekatan Mengatur posisi di lantai hubungan kedekatan dan jarak 4 192 210 memperbaiki jarak sesuai kebutuhan memperbaiki letak dan posisi di lantai jarak Rute dan lebih teratur

FMEA Set Up Ukuran berbedabeda Berat beban berbedabeda Tidak Teliti Tidak Set up lebih besar cenderung lebih Set up harus alat berbicara dengan lain saat set up tidak beroperasi secara maksimal set up tidak selalu sama set up menjadi lebih set up menjadi Menambah jumlah keseluruhan Cause/ Mechanism Order produk pelanggan berbeda-beda Bahan baku berasal dari supplier dan bagian peleburan kurang serius melakukan set up Target harian kurang jelas set up dilakukan lebih singkat Perbaikan mutu baku hasil peleburan agar sama dengan dari supplier Adanya tenaga supervisi untuk jumlah produk harus ditargetkan set up nya cacat lalai jumlah produk kurang 4 120 4 1 4 140 3 120 menentukan set up standar menetapkan standar mutu baku hasil peleburan tenaga supervisi menetapkan target harian Tidak terjadi penyimpangan set up Minimalisir cacat Kinerja lebih maksimal Target tercapai

FMEA Set Up Lingkungan Metode Tempat alat set up tidak di daerah Beberapa kurang pencahayaan Set up berganti setiap changeover product Tidak ada standar set up mencari dan mengambil alat set up kesulitan untuk set up ukuran kecil Frekuensi mengganti set up cenderung tinggi terkadang / cepat melakukan set up Terdapat dalam keadaan idle set up lebih Set up dilakukan berkali-kali peran berbedabeda Cause/ Mechanism Tidak ada tempat alat set up khusus Kurang merata nya tingkat pencahayaan setiap Set up tiap akan di berbeda Penetapan standar set up tidak tertera Penyediaan tempat alatalat set up Alat penerangan lebih merata di semua alat bantu set up sudah siap pakai Membuat standar set up alat diletakkan tidak pada tempatnya Mendeteksi daerah kurang pencahayaan set up ketidaksesuaian set up dengan distandarkan 3 12 4 100 4 1 210 tempat alatalat set up penerangan cukup setiap alat bantu set up menetapkan standar set up tidak membutuhkan mencari alat lebih mudah set up set up telah terstandarisasi

FMEA Set Up Alat ukur digunakan sederhana pemasangan jig dan fixture bersifat multi fungsi untuk banyak produk hanya meteran ataupun vernier capiler memasang jig dan fixture dengan alat mem berbeda pada periode tertentu Set up dapat berbeda dan hasil pengukuran tidak terlalu teliti set up menjadi lebih Set up dilakukan berbedabeda Cause/ Mechanism Keterbatasan alat lebih baik Alat bantu pemasangan tidak selalu di dekat Sering terjadi changeover product saat peran jenis produk tertentu alat lebih mudah dan akurat Peletakan alat pemasangan jig/fixture didekat set up dilakukan lebih singkat penggunaan alat kurang akurat bergerak mengambil alat bantu tersebut set up 3 90 4 19 10 alat dimensi lebih akurat menetapkan letak alat bantu tetap Menetapkan standar set up dan terus diperbaiki lebih mudah dan mengurangi tidak mencari-cari alat lagi set up dapat diminimalisasi