PROSPEK ISLAM POLITIK

dokumen-dokumen yang mirip
Evaluasi Pemilih atas Kinerja Dua Tahun Partai Politik. Survei Nasional Maret 2006 Lembaga Survei Indonesia (LSI)

TREND ORIENTASI NILAI-NILAI POLITIK ISLAMIS VS NILAI-NILAI POLITIK SEKULER DAN KEKUATAN ISLAM POLITIK

Kekuatan Elektoral Partai-Partai Islam Menjelang Pemilu 2009

Survei Nasional: Dukungan dan Penolakan Terhadap Radikalisme Islam. Lembaga Survei Indonesia (LSI) Jakarta, 16 Maret 2005

KAMPANYE DAN PERILAKU PEMILIH DALAM PILKADA GUBERNUR DKI JAKARTA. Temuan Survei Juli 2007

Pelajaran dari Kasus Pansus Bank Century

PREDIKSI PEROLEHAN SUARA PEMILIH PADA PILKADA DKI JAKARTA 2007

DUKUNGAN TERHADAP CALON INDEPENDEN

PEMILIH MENGAMBANG DAN PROSPEK PERUBAHAN KEKUATAN PARTAI POLITIK

Perubahan Politik 2014: Trend Sentimen Pemilih pada Partai Politik

BAB I PENDAHULUAN. dengan kebebasan berpendapat dan kebebasan berserikat, dianggap

ISU KEBANGKITAN PKI SEBUAH PENILAIAN PUBLIK NASIONAL. Temuan Survei September 2017

AMANDEMEN UUD 45 UNTUK PENGUATAN DEWAN PERWAKILAN DAERAH (DPD) SEBUAH EVALUASI PUBLIK. LEMBAGA SURVEI INDONESIA (LSI)

Survei Opini Publik Toleransi Sosial Masyarakat Indonesia

ENAM REVISI PILKADA USULAN PUBLIK LSI DENNY JA FEBRUARI 2015

TAHAPAN PILPRES 2014 DALAM MEWUJUDKAN BUDAYA DEMOKRASI

Publik Menilai SBY Sebagai Aktor Utama Kemunduran Demokrasi Jika Pilkada oleh DPRD

Head to Head Jokowi-JK Versus Prabowo Hatta Dan Kampanye Negatif. Mei 2014

RASIONALITAS PILKADA DAN CALON INDEPENDEN UNTUK PILKADA DKI JAKARTA

SPLIT VOTING DALAM PEMILIHAN PRESIDEN 2009

PKB 4,5%, PPP 3,4%, PAN 3,3%, NASDEM 3,3%, PERINDO

Legacy SBY Di Bidang Politik dan Demokrasi. LSI DENNY JA Oktober 2014

Jl. Lembang Terusan No. D57, Menteng Jakarta Pusat, 10310, Indonesia Telp. (021) , Fax (021) Website:

SURVEI NASIONAL PEMILIH MUDA: EVALUASI PEMERINTAHAN, CITRA DAN PILIHAN PARPOL DI KALANGAN PEMILIH MUDA JELANG PEMILU 2014

I. PENDAHULUAN. basis agama Islam di Indonesia Perolehan suara PKS pada pemilu tahun 2004

PROSPEK KABINET DAN KOALISI PARPOL

BEREBUT DUKUNGAN DI 5 KANTONG SUARA TERBESAR. Lingkaran Survei Indonesia Mei 2014

BAB I PENDAHULUAN. penduduk Muslim dunia (Top ten largest with muslim population, 2012). Muslim

MEDIA SURVEI NASIONAL

GOLKAR PASCA PUTUSAN MENKUMHAM. LSI DENNY JA Desember 2014

ISLAM DAN KEBANGSAAN. Jajat Burhanudin. Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM)

KEPERCAYAAN TERHADAP DPR DI TITIK TERENDAH. LSI DENNY JA Analis Survei Nasional, Desember 2015

ISU AGAMA KALAHKAN AHOK?

PASKA MUNASLUB: Golkar Perlu Branding Baru? LSI DENNY JA Analis Survei Nasional, Mei 2016

HARAPAN & ANCAMAN JOKOWI - JK

13 HARI YANG MENENTUKAN HEAD TO HEAD PRABOWO HATTA VS JOKOWI - JK. Lingkaran Survei Indonesia Juni 2014

Merosotnya Leadership SBY di Mata Publik. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Juni 2011

MAYORITAS PUBLIK INGIN CAPRES SIAP TERIMA KEKALAHAN. Konpers LSI Juli 2014

RASIONALITAS PEMILIH: KONTESTASI PARTAI MENJELANG PEMILU 2009

ISU-ISU PUBLIK DAN PILKADA GUBERNUR DKI JAKARTA 2007

Efek Jokowi: Peringatan Penting dari Survei Eksperimental

POLITIK KEBIJAKAN BBM, BLSM & EFEK ELEKTORALNYA. Lingkaran Survei Indonesia Juni 2013

SILENT REVOLUTION : KAMPANYE, KOMPETISI CALEG, DAN KEKUATAN PARTAI MENJELANG PEMILU Lembaga Survei Indonesia (LSI) Oktober 2008

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

KEMUNGKINAN GOLPUT DALAM PEMILIHAN GUBERNUR DKI JAKARTA

Metodologi Quick Count

publik pada sektor beras karena tidak memiliki sumber-sumber kekuatan yang cukup memadai untuk melawan kekuatan oligarki politik lama.

Mayoritas Publik Ingin DPR Tandingan Segara Bubarkan Diri. LSI DENNY JA November 2014

I. PENDAHULUAN. wilayah dan tataran kehidupan publik, terutama dalam posisi-posisi pengambilan

HASIL EXIT POLL PEMILU LEGISLATIF Rabu, 9 April 2014

Head to Head Dukungan Capres Pasca Penetapan Resmi KPU

Konsolidasi Demokrasi. Lembaga Survei Indonesia (LSI)

EFEK POPULARITAS CALON LEGISLATIF TERHADAP ELEKTABILITAS PARTAI JELANG PEMILU 2014

Mengkonsolidasikan Demokrasi Indonesia. Refleksi Satu Windu Reformasi

HASIL SURVEI NASIONAL PROGRAM PARTAI POLITIK DAN KOMPETENSI CALON PRESIDEN 2014 SURVEI DAN POLING INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. serta aspirasi masyarakat. Pemilihan umum (pemilu) sebagai pilar demokrasi di

Peranan Partai Politik Dalam Meningkatkan Partisipasi Pemilih Dalam Pemilu dan Pilkada. oleh. AA Gde Putra, SH.MH

HASIL JAJAK PENDAPAT PUBLIK SEPUTAR PEMILUKADA DKI JAKARTA 2012

STRATEGI MENINGKATKAN KETERWAKILAN PEREMPUAN

EFEK CALON TERHADAP PEROLEHAN SUARA PARTAI MENJELANG PEMILU 2009

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. (Kompas, Republika, dan Rakyat Merdeka) yang diamati dalam penelitian

LEMBAGA PEMBERANTASAN SURVEI OPINI PUBLIK NASIONAL

PROFIL DPRD KABUPATEN SUMENEP PERIODE Disusun oleh: Bagian Humas & Publikasi Sekretariat DPRD Sumenep

Matahari Kembar Kapolri? LSI DENNY JA Januari 2015

PILKADA OLEH DPRD DINILAI PUBLIK SEBAGAI PENGHIANATAN PARTAI

PEROLEHAN KURSI PARTAI DAN PETA KOALISI CAPRES Lingkaran Survei Indonesia Jumat, 11 April 2014

EFEK KAMPANYE DAN EFEK JOKOWI: ELEKTABILITAS PARTAI JELANG PEMILU LEGISLATIF 2014

EFEK PENCAPRESAN JOKO WIDODO PADA ELEKTABILITAS PARTAI POLITIK

Pemilu 2014, Partai Islam Bakal 'Keok'

MAYORITAS PUBLIK DUKUNG SBY KELUARKAN PERPPU PILKADA LANGSUNG. LSI DENNY JA Oktober 2014

LAPORAN QUICK COUNT PEMILU LEGISLATIF

BAB I PENDAHULUAN. Bali dikenal sebagai daerah dengan ragam budaya masyarakatnya yang

Kebangkitan Seminggu Terakhir. Head to Head Jokowi-JK vs Prabowo-Hatta

SIKAP DAN PERILAKU PEMILIH TERHADAP POLITIK UANG

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

BAB I PENDAHULUAN. Darma, (2009: 91) mengatakan, bahasa politik adalah bahasa yang digunakan

Flow chart penarikan sampel exit poll

EVALUASI 13 TAHUN REFORMASI DAN 18 BULAN PEMERINTAHAN SBY - BOEDIONO

Transkripsi:

PROSPEK ISLAM POLITIK LEMBAGA SURVEI INDONESIA (LSI) Jakarta, Oktober 2006 www.lsi.or.id

Konseptualisasi Prospek Islam politik Prospek Islam politik adalah kemungkinan menguat atau melemahnya Islam yang diperjuangkan lewat jalur politik dalam perpolitikan nasional di masa yang akan datang. Islam yang diperjuangkan adalah agenda-agenda spesifik Islam yang diperjuangkan secara politik dalam proses elektoral, dalam gerakan-gerakan sosial, dalam politik kepartaian, dan dalam kebijakan-kebijakan pemerintah. Agenda-agenda yang spesifik itu pada tingkat konstitusional adalah kecenderungan sejauhmana upaya untuk merubah konstitusi negara diupayakan, dan sejauhmana kemungkinan itu mendapatkan dukungan dari publik seperti terlihat dari dukungan massa terhadap perubahan atau penggantian konstitusi yang ada dengan Islam karena Islam dipertentangan dengan Pancasila dan UUD, atau Islam dipertentangkan dengan demokrasi; dukungan terhadap organisasiorganisasi gerakan Islam yang dikenal memperjuangkan agenda-agenda spesifik Islam, dan dukungan terhadap partai-partai yang selama ini dikenal sebagai partai berplatorfm Islam.

Indikator tingkat konstitusional Setuju atau tidak setuju bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan terbaik dibanding sistem lain untuk negara kita: Tidak setuju Setuju atau tidak setuju dengan pendapat bahwa demokrasi adalah sumber bagi buruknya pembangunan ekonomi: Tidak setuju. Ada yang berpendapat bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar kita sekarang adalah yang terbaik bagi kehidupan kita sebagai bangsa Indonesia. Tapi ada juga yang berpendapat bahwa Pancasila dan Undang-undang Dasar 45 kita sekarang kurang cocok untuk kita sebagai bangsa Indonesia dan karena itu perlu diganti dengan faham atau ajaran lain yang dirasakan lebih cocok. Terhadap dua pandangan tersebut, ibu/bapak cenderung setuju pada pandangan yang mana? Pilih yang pertama Ada yang berpendapat bahwa Demokrasi bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dan sebaliknya ada yang berpendapat keduanya sejalan. Bagaimana menurut ibu/bapak sendiri? Apakah sangat bertentangan, bertentangan, sejalan, atau sangat sejalan? Bertentangan atau sangat bertentangan

Lanjutan Ada yang berpendapat bahwa nilai-nilai demokrasi bertentangan dengan nilainilai Islam, dan sebaliknya ada yang berpendapat keduanya sejalan. Bagaimana menurut ibu/bapak sendiri? Apakah sangat bertentangan, bertentangan, sejalan, atau sangat sejalan? Berentangan atau sangat bertentangan Ada yang berpendapat bahwa nilai-nilai Islam bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, dan sebaliknya ada yang berpendapat keduanya sejalan. Bagaimana menurut ibu/bapak sendiri? Apakah sangat bertentangan, bertentangan, sejalan, atau sangat sejalan? Bertentangan atau sangat bertentangan. Setuju atau tidak setuju dengan pendapat bahwa seperti halnya kaum pria, kaum perempuan juga punya hak untuk menjadi pemimpin politik seperti kepala desa, camat, bupati, gubernur, anggota DPR, Presiden? Tidak setuju Setuju Setuju atau tidak setuju bahwa perempuan sebaiknya tidak boleh menjadi presiden: Setuju

Indikator tingkat organisasi sosial Pada tingkat organisasi sosial: Mendukung perjuangan organisasi/kelompok gerakan Islam yang memperjuangkan tegaknya hukum Islam dalam kehidupan publik. Aware dan mendukung Jamaah Islamiyah, Majlis Mujahidin Indonesia (MMI), dan/atau Hijbut Tahrir Indonesia (HTI)

Menyetujui Jihad yang difahami dalam bentuk kekerasan Sejumlah orang seperti Imam Samudra, Amrozi, Dr. Azahari, Noorudin M. Top, dll., percaya bahwa melakukan pengeboman seperti yang mereka lakukan di Bali adalah jihad untuk menegakan agama Islam. Seberapa setujukah ibu/bapak dengan keyakinan mereka tersebut? Setuju atau sangat setuju

Pada tingkat Loyalitas pada partai (partisanship) dan politik elektoral Ada orang yang merasa dekat dengan partai politik tertentu, dan ada yang tidak. Bagaimana dengan ibu/bapak sendiri? Adakah partai politik yang terhadapnya ibu/bapak merasa lebih dekat dibanding pada partai lain? Bila ada, partai mana itu? Partai-partai berplatform Islam (PBB,PPP, PKS) Bila pemilu anggota DPR diadakan hari ini, apakah ibu/bapak akan ikut memilih? Bila ya, partai mana yang akan dipilih? Partai-partai berplatform Islam (PBB, PPP, PKS)

Strategi Pendekatan: Islam politik dan opini publik Dalam politik demokrasi seperti yang kita sedang jalani sekarang, proses dan keputusankeputusan yang berkaitan dengan kepentingan publik banyak terkait dengan aspirasi masyarakat. Dalam demokrasi, apakah Islam politik akan punya prospek atau tidak sebagian besar ditentukan sejauhmana masyarakat mendukung atau menolak Islam politik dengan berbagai dimensinya seperti dipaparkan di atas. Nasib kekuatan Islam politik di tingkat nasional, misalnya nasib partai-partai berplatform Islam, akan banyak ditentukan apakah didukung atau tidak didukung rakyat, apakah agenda-agenda yang diperjuangkan partai-partai itu mencerminkan aspirasi rakyat. Karena itu mencermati aspirasi rakyat secara benar menjadi upaya streategis untuk menjawab prospek Islam politik. Cara paling sistematis untuk menggali aspirasi rakyat secara nasional adalah survei opini publik yang dilakukan secara benar. Dalam rangka itulah Lembaga Survei Indonesia melakukan survei opini publik tentang masalah ini, dan ini kontribusi kecil LSI untuk bangsa ini.

METODOLOGI Survei nasional 23 September 3 Oktober 2006. Populasi survei: Muslim/muslimah berumur 17 tahun atau lebih secara nasional (dari Sabang sampai Merauke) Sampel: nasional, dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling: proporsional atas populasi provinsi, desa-kota, dan gender. Jumlah sampel Muslim:1092 Margin of error: +/- 3% pada tingkat kepercayaan 95%.

TEMUAN SURVEI

Tingkat konstitusional Demokrasi sistem politik terbaik untuk negara kita (%) 100 75 82 50 25 0 5 13 Setuju Tidak setuju Tidak tahu

Tingkat konstitusional 100 Demokrasi sumber bagi buruknya ekonomi kita (%) 75 68 50 25 12 10 0 Setuju Tidak setuju Tidak tahu

Tingkat konstitusional Perempuan berhak jadi pemimpin publik (%) 100 75 70 50 25 20 10 0 Setuju Tidak setuju Tidak tahu

Tingkat konstitusional 100 Perempuan sebaiknya tidak boleh menjadi presiden (%) 75 61 50 25 29 10 0 Setuju Tidak setuju Tidak tahu

Dukungan terhadap demokrasi Pada tingkat konstitusional yang paling dasar, Muslim pada umumnya, sekitar 8 dari 10 orang, meyakini bahwa demokrasi adalah sistem politik terbaik. Ini cukup konsisten dengan kemampuan untuk memisahkan prinsip demokrasi dengan gangguan kehidupan ekonomi. Juga cukup konsisten dengan dukungan terhadap kesetaraan gender dalam kesempatan politik. Tidak ada persoalan mendasar di tingkat konstitusional yang dasar bagi Muslim Indonesia pada umumnya dengan demokrasi.

Islam, Pancasila dan Demokrasi Setuju pada pandangan: (%) 100 83 75 50 25 0 Pancasila dan UUD 45 paling cocok untuk Indonesia 5.3 Pancasila dan UUD 45 kurang cocok dan harus diganti dengan faham lain 11.7 Tidak tahu

Islam, Pancasila dan Demokrasi Setuju pada pandangan: (%) 100 75 80 50 25 6.2 13.8 0 Demokrasi bertentangan dengan Pancasila Demokrasi sejalan dengan Pancasila Tidak tahu

Islam, Pancasila dan Demokrasi Setuju pada pandangan: (%) 100 75 78.4 50 25 8.4 13.2 0 Demokrasi bertentangan dengan Islam Demokrasi sejalan dengan Islam Tidak tahu

Islam, Pancasila dan Demokrasi Setuju pada pandangan: (%) 100 85 75 50 25 0 3.5 Pancasila dan UUD 45 bertentangan dengan Islam Pancasila dan UUD 45 sejalan dengan Islam 11.5 Tidak tahu

Islam, Pancasila dan Demokrasi Hampir semua Muslim Indonesia tidak mempersoalkan hubungan Islam dengan Pancasila maupun demokrasi, atau Pancasila dengan demokrasi. Tiga konsep ini bagi Muslim Indonesia tidak punya makna kontradiktif, melainkan dipandang sejalan. Yang mempertentangkan ketiganya, terutama antara Islam dan demokrasi, atau antara Pancasila dan demokrasi, ada, tapi secara elektoral kurang berarti. Hanya sekitar 1 dari 10 Muslim Indonesia. Namun demikian, dalam konteks gerakan sosial, jumlah tersebut cukup signifkan.untuk sebuah gerakan, dukungan publik yang luas tidak perlu harus massif, meskipun penting. Ini merupakan kondisi kognitif konstitusional yang sangat baik bagi kematangan demokrasi Indonesia, dan harus menjadi dasar pertimbangan bagi Islam politik di tingkat nasional, terutama partai-partai dan pemerintah yang sangat berkepentingan dengan dukungan massa sebanyak-banyaknya. Kondisi kognitif massa umat semacam itu tidak memungkinkan bagi berkembangnya Islam politik yang berpretensi mempertentangkan Islam dengan demokrasi, dan apalagi Islam dan Pancaslla.Penting atau tidak penting kebebasan menjalankan agama bagi non-muslim (%)

Dukungan terhadap Organisasi Gerakan Pelaksanaan hukum Islam Tahu dan setuju dengan yang diperjuangkan organisasi/kelompok Islam berikut (%) Jamaah Islamiyah 17.4 Majlis Mujahidin Indonesia 16.1 Hijbut Tahrir Indonesia 7.2

Kekuatan organisasi gerakan penegak syariat Di tingkat massa yang mendukung apa yang diperjuangkan MMI dan JI sekitar 2 dari 10 Muslim, dan untuk HT sekitar 1 dari 10 Muslim Indonesia. Secara elektoral jumlah itu tidak banyak, tapi untuk sebuah gerakan dengan agenda yang khusus tersebut cukup besar. Karena itu signifikansinya jangan dilihat dari sudut Islam politik elektoral tapi Islam politik di tingkat gerakan sosial.

Pemahaman Jihad dengan cara kekerasan Pemboman seperti yang dilakukan Imam Samudra cs di Bali adalah jihad untuk membela Islam (%) Tidak tahu 10.3 Tidak setuju 80.7 Setuju 9 0 25 50 75 100

Pemahaman Jihad Jihad yang difahami secara tidak terpisah dari dan dipraktekan dengan kekerasan dibenarkan oleh sekitar 1 dari 10 Muslim Indonesia. Mereka ini membenarkan pengeboman yang dilakukan Imam Samudera cs di Bali dengan dalih membela Islam. Untuk dukungan terhadap tindakan ekstrem seperti di Bali itu, 9% bukanlah angka yang tidak berarti. Sangat berarti. Karena itu angka ini jangan dilihat secara elektoral.

Partisan dan dukungan pada partai berplatform Islam Merasa dekat dengan partai (%) 13 5 5 Berplatform Islam (PKS,PBB,PPP) Berbasis ormas Islam (PKB, PAN) Partai sekuler (Golkar, Demokrat, PDIP)

Kekuatan partai berplatform Islam dan berbasis ormas Islam (%) Merasa dekat dengan partai (%) 3.2 2.3 2.2 1.5 0.5 PKS PBB PPP PAN PKB

Bila pemilu sekarang, memilih partai (%) Jika pemilu dilaksanakan hari ini, partai mana yang akan dipilih? 50 43 40 36 30 20 10 9 9.5 2.5 0 Berplatform Islam (PKS,PBB,PPP) Berbasis ormas Islam (PKB, PAN) Partai sekuler (Golkar, Demokrat, PDIP) Partai lain Belum tahu

Kekuatan partai berplatform Islam dan berbasis ormas Islam (%) Jika pemilu dilaksanakan hari ini, partai mana yang akan dipilih? 5.3 4.1 4.1 4.2 0.7 PKS PBB PPP PAN PKB

Kecenderungan pilihan pada tiga tipe partai (%) 60 50 40 49 41 39 36 43 43 43 Sekuler 30 Berplatform Islam (PKS, PPP) Berbasis ormas Islam 20 10 0 11 8 9 8 9 11 9.5 10 5 6.5 5 8 9 8 Feb' 05 Juli'05 Sept' 05 Des' 05 Jan' 06 Mar' 06 Okt' 06

MEDIAN VOTER Islam politik pada tingkat elektoral dan politik kepartaian belum menunjukan tanda-tanda membesar. PKS, PBB, dan PPP masing-masing belum menunjukan peningkatan berarti. Mereka jauh tertinggal oleh partai sekuler (Golkar, PDIP, Demokrat) seperti juga terlihat dalam pemilu 2004. Dalam pemilu 2004 kekuatan ketiga partai berplatform Islam ini hanya sekitar 18%. Sekarang, minus dengan yang belum menentukan pilihan, kekuatannya tidak lebih dari 10%. Sementara tiga partai sekuler (Golkar, PDIP, Demokrat), minus yang belum memutuskan, relatif stabil, yakni sekitar 43%. Karena pada tingkat kesadaran konstitusional massa pemilih tidak mempersoalkan Islam dan demokrasi atau Islam dan Pancasila, maka masalah ini tidak boleh lagi menjadi agenda partai-partai berplatform Islam bila ingin memperbesar dukungan di masa yang akan datang. Juga tidak boleh bersimpati pada orgaisasi gerakan yang beragenda melaksanakan syariat Islam atau bersimpati pada jihad dengan jalan radikal bila ingin mendapat suara banyak dari pemilih. Hanya dengan agenda-agenda politik moderat ketiga partai Islam itu akan masuk ke dalam median voter, di mana kebanyakan pemilih mengelompok, dan mendapatkan suara berarti di masa yang akan datang. Masalahnya, partai-partai ini sudah dilekatkan dengan platform Islam, dan itu merugikan kecuali bilahanya ingin memperebutkan segmen di bawah 20%.

KESIMPULAN Dilihat dari kesadaran umat tentang hubungan antara Islam dan Demokrasi, dan hubungan antara Islam dan Pancasila serta UUD 45, dalam kenyataannya orientasi politik umat Islam Indonesia pluralis dan sekuler, lepas dari istilah pluarlisme dan sekularisasi yang banyak diperdebatkan di tingkat elite itu. Tidak mempertentangkan Islam dengan demokrasi atau dengan Pancasila yang merupakan arus utama umat Islam Indonesia mengindikasikan bahwa umat Islam Indonesia pada umunya menerima politik dan bangsa dengan latar belakang agama yang beragam, dan menerima manifestasi Islam yang beragam. Dukungan paling besar dari umat Islam tidak diberikan kepada organisasi-organisasi gerakan Islam yang memperjuagkan diberlakukannya syariat Islam di wilayah publik, juga menunjukan bahwa umat Islam arus utama membiarkan wilayah publik tidak diatur oleh syariat. Masih jauh lebih besarnya sentimen umat terhadap partai sekuler, dan kecenderungannya semakin menguat, menunjukan bahwa umat Islam Indonesia lebih berorientasi sekuler dalam berpolitik. Melihat kecenderungan ini, prospek Islam politik akan menjadi berat kecuali melakukan adaptasi dan reorientasi sesuai dengan kecenderungan umat yang lebih pluralis dan sekuler dalam orientasi politik mereka.