SIFAT SIFAT IDEAL KUASI REGULAR

dokumen-dokumen yang mirip
RANK MATRIKS ATAS RING KOMUTATIF

1. GRUP. Definisi 1.1 (Operasi Biner) Diketahui G himpunan dan ab, G. Operasi biner pada G merupakan pengaitan

DIAGONALISASI MATRIKS ATAS RING KOMUTATIF DENGAN ELEMEN SATUAN INTISARI

Sifat-Sifat Ideal Utama dan Ideal Maksimal dalam Near-Ring

SUBGRUP C-NORMAL DAN SUBRING H R -MAX

Modul Perkalian. Oleh Samsul Arifin Jurusan Matematika FMIPA UGM Sekip Utara Yogyakarta 55281

Seminar Nasional Aljabar, Pengajaran Dan Terapannya

Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks atas Ring Komutatif

HIMPUNAN BILANGAN BULAT NON NEGATIF PADA SEMIRING LOKAL DAN SEMIRING FAKTOR. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Semarang 50275

MODUL HASIL BAGI DARI SUATU MODUL DEDEKIND

Cetakan I, Agustus 2014 Diterbitkan oleh: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pattimura

Teorema-Teorema Utama Isomorphisma pada Near-Ring

Beberapa Sifat Ideal Bersih-N

Diagonalisasi Matriks Segitiga Atas Ring komutatif Dengan Elemen Satuan

UNIVERSITAS GADJAH MADA. Bahan Ajar:

Sistem Bilangan Kompleks (Bagian Pertama)

A 10 Diagonalisasi Matriks Atas Ring Komutatif

Modul Faktor Dari Modul Supplemented

IDEAL PRIMA DAN IDEAL MAKSIMAL PADA GELANGGANG POLINOMIAL

2 G R U P. 1 Struktur Aljabar Grup Aswad 2013 Blog: aswhat.wordpress.com

Pembentukan -aljabar Komutatif dan Implikatif dari Sebuah Lapangan. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang Semarang

Skew- Semifield dan Beberapa Sifatnya

Syarat Cukup dan Perlu Elemen Gelanggang Merupakan Pembagi Nol Kiri maupun Kanan )(RMnn

Himpunan Ω-Stabil Sebagai Daerah Faktorisasi Tunggal

MATRIKS HANKEL Hankel Matrices. R. Heru Tjahjana Jurusan Matematika FMIPA UNDIP. Abstract

UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA Sekip Utara, Yogyakarta

SUBMODUL PRIMA, SEMIPRIMA, DAN PRIMER DI MODUL DAN MODUL FRAKSI

Y.D. Sumanto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP. Abstrak

PERAN TEOREMA COHEN DALAM TEOREMA BASIS HILBERT PADA RING DERET PANGKAT

PENDEKATAN IDENTIFIKASI LOGIK UNTUK MENGATASI KESULITAN MAHASISWA DALAM MEMAHAMI DEFINISI DAN TEOREMA PADA STRUKTUR ALJABAR LANJUT 1

NEUTROSOFIK MODUL DAN SIFAT-SIFATNYA. Jl. Prof. H. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini akan diuraikan teori grup dan teori ring yang akan digunakan dalam

Teorema Jacobson Density

PROSIDING ISBN : Dzikrullah Akbar 1), Sri Wahyuni 2)

SIFAT ARMENDARIZ P A D A BEBERAPA RING GRUP

Volume 9 Nomor 1 Maret 2015

BAB I PENDAHULUAN. Struktur aljabar merupakan suatu himpunan tidak kosong yang dilengkapi

Produk Cartesius Semipgrup Smarandache

Generalized Inverse Pada Matriks Atas

Setiap Modul merupakan Submodul dari Suatu Modul Bersih

SYARAT PERLU LAPANGAN PEMISAH. Bambang Irawanto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP. Abstact. Keywords : extension fields, elemen algebra

TEORI GRUP SUMANANG MUHTAR GOZALI KBK ALJABAR & ANALISIS

SUBRUANG MARKED. Suryoto Jurusan Matematika, FMIPA-UNDIP Semarang. Abstrak

GRUP ALJABAR DAN -MODUL REGULAR SKRIPSI SARJANA MATEMATIKA OLEH: FITRIA EKA PUSPITA

Beberapa Sifat Ideal Bersih-N

IDEAL DIFERENSIAL DAN HOMOMORFISMA DIFERENSIAL. Na imah Hijriati, Saman Abdurrahman, Thresye

JMP : Volume 4 Nomor 2, Desember 2012, hal MODUL FAKTOR YANG DIBENTUK DARI SUBMODUL Z 2. Ari Wardayani

SYARAT PERLU DAN CUKUP SUBMODUL TERKOMPLEMEN. Sri Wahyuni Jurusan Matematika FMIPA UGM. Abstrak

G a a = e = a a. b. Berdasarkan Contoh 1.2 bagian b diperoleh himpunan semua bilangan bulat Z. merupakan grup terhadap penjumlahan bilangan.

HUBUNGAN BENTUK-BENTUK KHUSUS K-ALJABAR HIPER IMPLIKATIF

BAB VIII HIMPUNAN BILANGAN RASIONAL

BAB VIII HIMPUNAN BILANGAN RASIONAL

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Relasi, Fungsi, dan Transformasi

DIMENSI PARTISI SUBGRAF TERINDUKSI PADA GRAF TOTAL ATAS RING KOMUTATIF

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pengkajian pertama, diulas tentang definisi grup yang merupakan bentuk dasar

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

II. TINJAUAN PUSTAKA. Diberikan himpunan dan operasi biner disebut grup yang dinotasikan. (i), untuk setiap ( bersifat assosiatif);

MATHunesa Jurnal Ilmiah Matematika Volume 3 No.6 Tahun 2017 ISSN

Saman Abdurrahman. Universitas Lambung Mangkurat,

PROSIDING SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA. Yogyakarta, 14 November Penyelenggara : FMIPA UNY

BENTUK - BENTUK IDEAL PADA SEMIRING ( ( ) )

PENDEKATAN IDENTIFIKASI LOGIK DALAM PERKULIAHAN STRUKTUR ALJABAR (The Logical Identification Approach on the Subject of Abstract Algebra)

Tujuan Instruksional Umum : Setelah mengikuti pokok bahasan ini mahasiswa dapat mengidentifikasi dan mengenal sifat-sifat dasar suatu Grup

PENGERTIAN RING. A. Pendahuluan

MODUL DAN KEUJUDAN BASIS PADA MODUL BEBAS

Volume 9 Nomor 1 Maret 2015

Himpunan dan Fungsi. Modul 1 PENDAHULUAN

JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 4. No. 2, 65-70, Agustus 2001, ISSN : SYARAT PERLU LAPANGAN PEMISAH

DASAR-DASAR ANALISIS MATEMATIKA

MODUL ATAS RING MATRIKS ( ) Arindia Dwi Kurnia Universitas Jenderal Soedirman Ari Wardayani Universitas Jenderal Soedirman

MODUL FAKTOR DARI MODUL ENDOMORFISMA PADA HIMPUNAN BILANGAN BULAT ATAS GAUSSIAN INTEGER

SYARAT PERLU MENGKONSTRUKSIKAN RELASI EKIVALENSI PADA RING TIDAK KOMUTATIP ELVINA HERAWATY

Syarat Perlu dan Cukup Struktur Himpunan Transformasi Linear Membentuk Semigrup Reguler 1

IDEAL DAN SIFAT-SIFATNYA

Invers Tergeneralisasi Matriks atas Z p

DERET KOMPOSISI DARI SUATU MODUL

Pembagi Bersama Terbesar Matriks Polinomial

KAJIAN OPERASI ARITMETIKA INTERVAL DAN SIFAT-SIFATNYA

GELANGGANG ARTIN. Kata Kunci: Artin ring, prim ideal, maximal ideal, nilradikal.

BAB III PERLUASAN INTEGRAL

Restia Sarasworo Citra 1, Suryoto 2. Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Jl. Prof. H. Soedarto, S. H, Tembalang, Semarang Jurusan Matematika FMIPA UNDIP

OPERASI MODIFIKASI ARITMATIKA INTERVAL TERHADAP INVERS MATRIKS INTERVAL

Kriteria Struktur Aljabar Modul Noetherian dan Gelanggang Noetherian

ELEMEN PEMBANGUN ( DALAM SEMIGRUP - ( Y.D. Sumanto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP. Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

RING ABELIAN DAN MODUL ABELIAN. Oleh: Andri Novianto (1) Elah Nurlaelah (2) Ririn Sispiyati (2) ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. R S = { r s. untuk S subset multiplikatif dari R yang tidak memuat pembagi nol dan didefinisikan

MATHunesa Jurnal Ilmiah Matematika Volume 2 No.6 Tahun 2017 ISSN

HUBUNGAN DAERAH DEDEKIND DENGAN GELANGGANG HNP

KAJIAN SIFAT SIFAT GRAF PEMBAGI-NOL DARI RING KOMUTATIF DENGAN ELEMEN SATUAN

DUAL DARI SUATU GRUP. Y.D. Sumanto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Jl. Prof. H. Soedarto, S. H, Tembalang, Semarang

IDEAL PRIMA DAN IDEAL MAKSIMAL PADA GELANGGANG POLINOMIAL PRIME IDEAL AND MAXIMAL IDEAL IN A POLYNOMIAL RING

AKAR-AKAR POLINOMIAL SEPARABLE SEBAGAI PEMBENTUK PERLUASAN NORMAL PADA RING MODULO

STRUKTUR ALJABAR. Sistem aljabar (S, ) merupakan semigrup, jika 1. Himpunan S tertutup terhadap operasi. 2. Operasi bersifat asosiatif.

STRUKTUR ALJABAR 1. Winita Sulandari FMIPA UNS

SOAL DAN PENYELESAIAN RING

Buku 1: RPKPS (Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester)

Transkripsi:

SIFAT SIFAT IDEAL KUASI REGULAR R. Heru Tjahjana Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Jl. Prof Sudarto,S.H Tembalang Semarang Abstrak Tulisan ini membahas sifat ideal kuasi regular dimulai dari pengertian elemen kuasi regular dan sifat-sifatnya. Dari pengertian elemen kuasi regular dapat dipergunakan untuk membangun pengertian ideal kuasi regular. Ideal kuasi regular kanan adalah ideal kanan dari suatu ring dan setiap elemennya adalah elemen kuasi regular kanan. Ideal kuasi regular kiri adalah ideal kiri dari suatu ring dan setiap elemennya adalah elemen kuasi regular kiri. Untuk mempelajari ideal kuasi lebih lanjut juga dituliskan tentang Jacobson radikal. Kata Kunci : elemen kuasi regular, ideal kuasi regular, Jacobson Radikal 1. PENDAHULUAN Ideal dari ring T merupakan sub ring T dengan sifat yang khusus(fralegih, 1996). Bila dalam ring didefinisikan operasi bundaran "o" yang mengaitkan dua anggota sembarang dari ring T akan membawa konsekuensi-konsekuensi logis yang menarik untuk ditelusuri. Dari operasi "o" mula-mula akan didefinisikan elemen kuasi reguler baik elemen kuasi reguler kiri maupun elemen kuasi reguler kanan. Dari pengertian elemen kuasi regular kiri dapat dibangun pengertian ideal kuasi regular kiri dan juga sebaliknya dari pengertian elemen kuasi regular kanan dapat dibangun pengertian ideal kuasi regular kanan. Penulis mengahasilkan masing-masing contoh dari pengertian-pengertian di atas. Tulisan ini akan menampilkan sifat-sifat elemen kuasi regular, ideal kuasi regular dan sifatsifatnya, lebih lanjut juga akan menampilkan hubungan Jacobson Radikal dengan ideal kuasi regular. Untuk sifat- sifat tersebut penulis menuliskan bukti-buktinya. 2. PEMBAHASAN Untuk mempelajari ideal kuasi regular kiri dan kanan, definisi 2.1 berikut perlu diikuti dengan cermat. 19

Sifat sifat Ideal Kuasai Regular... ( R. Heru Tjahjana ) Definisi 2.1 (Brown,1993) Diberikan operasi o pada ring T yaitu, x o y = x+y-xy, x,y T. a) Suatu elemen x T disebut kuasi regular kiri, jika y o x = 0, untuk suatu y T. Suatu elemen x T disebut kuasi regular kanan jika, x o z = 0, untuk suatu z T. Suatu elemen disebut kuasi regular jika elemen itu adalah kuasi regular kiri dan kuasi regular kanan. b) Suatu ideal kiri (kanan) U dari T disebut ideal kuasi regular jika setiap anggotanya adalah kuasi regular kiri (kanan). Dari definisi 2.1 perlu dituliskan contoh-contoh untuk tiap hal yang didefinisikan. a) Misalkan T adalah Z yaitu himpunan bilangan bulat, dengan <Z,.,+> merupakan suatu ring. Perhatikan bahwa {2} merupakan elemen kuasi regular kiri sebab untuk 2 Z berlaku 2 o 2= 2+2 -(2.2)=0. Juga {2} merupakan elemen kuasi regular kanan sebab untuk 2 Z berlaku 2 o 2= 2+2 -(2.2)=0. Karena {2} merupakan elemen kuasi regular kiri maupun kanan maka {2} merupakan elemen kuasi regular. Oleh karena itu dalam ring Z, {2} merupakan elemen kuasi regular. b) Diberikan <Z 4,.,+> merupakan suatu ring. U={0,2} merupakan ideal kiri dari <Z 4,.,+> dan setiap elemen U merupakan elemen kuasi regular kiri. Jadi U adalah ideal kuasi regular kiri dari <Z 4,.,+>. Perhatikan bahwa U={0,2} juga merupakan ideal kanan dari <Z 4,.,+> dan setiap elemen U merupakan elemen kuasi regular kanan. Jadi U adalah ideal kuasi regular kanan dari <Z 4,.,+> c) Diberikan <Z 2,.,+> merupakan suatu ring. Pertimbangkan bahwa {0} merupakan elemen kuasi regular kiri sebab untuk 0 Z 2 berlaku 0o0= 0+0- (0.0)=0 dan {0} merupakan elemen kuasi regular kanan sebab untuk 0 Z 2 berlaku 0o0= 0+0-(0.0)=0. Karena {0} merupakan elemen kuasi regular kiri sekaligus elemen kuasi regular kanan maka {0} merupakan elemen kuasi regular dalam ring <Z 2,.,+>. Akan tetapi {1} bukanlah elemen kuasi regular kiri dalam ring <Z 2,.,+> sebab untuk setiap y Z 2 berlaku yo1 = y+1 - (y.1) 0 dan {1} juga bukan elemen kuasi regular kanan dalam ring <Z 2,.,+> sebab 20

untuk setiap z Z 2 berlaku 1oz = 1+z - (1.z) 0. Pertimbangkan lagi bahwa {0} merupakan ideal kiri dari <Z 2,.,+> dan setiap elemennya merupakan elemen kuasi regular kiri, sehingga {0} merupakan ideal kuasi regular kiri. Juga {0} merupakan ideal kanan dari <Z 2,.,+> dan setiap elemennya merupakan elemen kuasi regular kanan, sehingga {0} merupakan ideal kuasi regular kanan. Setelah pengertian-pengertian elemen kuasi regular dan ideal kuasi regular diberi contoh berikut dituliskan sifat-sifatnya dalam teorema 2.2. Teorema 2.2(Brown,2003) Diberikan T suatu ring maka berlaku, a) Suatu elemen x T merupakan kuasi regular kiri (kanan) (1-x) mempunyai invers kiri (kanan) di T. b) Suatu elemen x T merupakan kuasi regular (1-x) U(T). c) Jika U merupakan ideal kiri atau ideal kanan dari T dimana U adalah kuasi regular maka setiap elemen di U adalah kuasi regular. Bukti : a) Suatu elemen x T merupakan kuasi regular kiri (kanan) (1-x) mempunyai invers kiri (kanan) di T. Misalkan x kuasi regular kiri di T maka 0=yo x=y+x-xy, untuk suatu y T. Perhatikan bahwa (1-y)(1-x)=1-x-y+xy=1-(y+x-xy)=1-0 =1. Karena (1-y)(1- x)=1 maka (1-x) mempunyai invers kiri. Diketahui (1-x) punya invers kiri. Misalkan z(1-x)=1, untuk suatu z di T. Tulis z=1-y, untuk suatu y di T, maka (1-y)(1-x)=1 akibatnya y o x=0. Akibatnya x adalah kuasi regular kiri dari A. Catatan : untuk kuasi regular kanan bukti serupa. b) Suatu elemen x T disebut kuasi regular (1-x) U(T). 21

Sifat sifat Ideal Kuasai Regular... ( R. Heru Tjahjana ) Karena diketahui x adalah elemen kuasi regular di T maka yox=0= xoz, untuk suatu y,z di T. Karena operasi o assosiatif, kita mempunyai y = yo0 = yo(xoz) = yox)oz = 0oz=z, karena itulah maka yox=0=xoy. Kemudian seperti pada bagian a) didapat kesimpulan bahwa (1-y)(1-x)=1,artinya 1-x U(T). Diketahui (1-x) U(T), dibuktikan U merupakan kuasi regular. Karena (1- x) U(T), maka untuk suatu z anggota T berlaku bahwa z(1-x)=(1-x)z=1, tulis z=1-y untuk suatu y anggota T. Selanjutnya juga berlaku (1-y)(1-x)=1-xy+xy=1-(x+y-xy)=1. Akibatnya x+y-xy=0 sehingga xoy=0. (1-x)(1-y)=1-yx+xy=1-(y+x-xy)=1. Akibatnya y+x-xy=0 sehingga y o x =0. Dengan demikian didapat x o y =0= y o x maka x adalah kuasi regular. c) Misalkan U adalah ideal kiri dari T, U adalah kuasi regular, dan x sebarang elemen di U, maka dari definisi kita mengetahui bahwa x adalah kuasi regular kiri. Dengan demikian diperoleh y+x-xy=yox=0, untuk suatu y di T. Karena U ideal kiri dari T, maka mengakibatkan y di U. Dengan kata lain y adalah kuasi regular kiri. Misalkan berlaku zoy=0. Seperti pada b) z=zo0=zo(yox)=(zoy)ox=0ox=x. Karena itulah xoy=0=yox. Akibatnya x adalah kuasi regular dan karena x elemen sebarang di U, maka berlaku setiap anggota U merupakan kuasi regular. Untuk mempelajari sifat-sifat ideal kuasi regular lebih lanjut perlu didefinisikan pengertian Jacobson Radikal kiri dan Jacobson Radikal kanan dalam definisi 2.3 berikut ini. Definisi 2.3(Brown,1993) Sekarang akan didefinisikan Jacobson Radikal kiri dari T, diberi notasi (J(T)). dimana J(T)= {Ann T (M) M suatu T-Modul kiri yang tak terreduksi }, dan Jacobson Radikal kanan dari T, diberi notasi (J r (T)) dimana J r (T)= {Ann T (M) M suatu T-Modul kanan yang tak terreduksi }. 22

Untuk pengertian Modul kiri yang tak terreduksi dan modul kanan yang tak terreduksi pembaca dapat mempelajari dalam(adkin,1992). Selanjutnya kaitan antara Jacobson radikal dan ideal kuasi regular dituliskan dalam teorema 2.4. Teorema 2.4 (Brown,1993) Jika T suatu ring, maka berlaku a) J(T) ialah suatu ideal kuasi regular kiri dari T dan memuat setiap ideal kuasi regular kiri dari T. b) J(T)={z T tz adalah kuasi regular kiri, t T } Bukti : a) Akan dibuktikan dulu J(T) adalah suatu ideal kuasi regular kiri dari T. Misalkan z T. Andaikan z bukan kuasi regular kiri. Karena z bukan kuasi regular kiri maka 1-z tidak punya invers kiri di T ( menurut Teorema 2.3.a). Ini sama halnya mengatakan bahwa T(1-z) adalah ideal kiri sejati dari T. Menggunakan Teorema Zorn, kita dapat menemukan ideal kiri maksimum U dari T sedemikian hingga T(1-Z) U. Sehingga dapat disimpulkan z U. Karena itu 1 U. Hal ini tidak mungkin. Jadi pengandaian diingkar, kesimpulannya z adalah kuasi regular kiri. Jadi J(T) adalah ideal kuasi regular kiri. Sekarang akan ditunjukkan J(T) memuat setiap ideal kuasi regular kiri dari T. Ambil sebarang B, dengan B adalah ideal kuasi regular dari T. Andaikan B tidak termuat di J(T). Mengingat theorema 2.4 maka terdapat ideal maksimum kiri U dari T sedemikian hingga B tidak termuat di U. Karena U maksimum dan U < U+B, U+B=T. Dengan kata lain 1=z+B untuk suatu z di U dan b di B. Karena B ideal kuasi regular kiri maka b B adalah kuasi regular kiri. Karena itu z = 1-b pasti mempunyai invers kiri di T (alasannya Teorema 2.3.a). Karena yz=1 dan karena U ideal kiri dari T maka 1 di U. Hal ini tidak mungkin, sehingga pengandaian diingkar dan dapat ditarik kesimpulan bahwa B termuat di U. Jadi setiap ideal kuasi regular kiri dari T termuat di J(T). 23

Sifat sifat Ideal Kuasai Regular... ( R. Heru Tjahjana ) b) J(T) {z T tz adalah kuasi regular kiri, t T },jelas dari a). Sekarang ambil sebarang z T dan tz kuasi regular kiri, t T. Sehingga Tz adalah ideal kuasi regular kiri dari T, menurut a) T(z) J(T). Jadi J(T)={ z T tz adalah kuasi regular kiri, t T }. Sifat 2.5(Brown,1993) Jacobson Radikal kanan dari T sama dengan Jacobson Radikal kiri dari T. Secara notasi dapat disajikan J(T)=J r (T). Dengan J r (T) = { Ann T (M) M adalah T-Modul kanan yang tak terreduksi }. Bukti: Dari definisi J r (T) maka J r (T) adalah ideal dari T dan setiap elemen di J r (T) adalah kuasi regular kanan. Dari Teorema 2.4.b maka setiap elemen di J r (T) adalah kuasi regular kiri. Jadi didapat J r (T) J(T)...(1) Kemudian dari theorema 2.5 a jika diterapkan pada J r (T), maka J(T) J r (T)...(2) Dari (1) dan (2) didapat J r (T)= J(T). Akibatnya sifat-sifat yang berlaku untuk J(T) dapat berlaku pula untuk J r (T), jadi theorema berlaku pula atau terbukti pula untuk bagian kanan yaitu : Sifat 2.6(Brown,1993) a) J(T) adalah suatu ideal kuasi regular kanan dari T dan memuat setiap ideal kuasi regular kanan dari T. b) J(T)={z T zt adalah kuasi regular kanan, untuk setiap t T}. 24

3. KESIMPULAN Dari pembahasan di atas disimpulkan bahwa a) Elemen kuasi regular kiri dari suatu ring adalah elemen dari suatu ring yang memenuhi y+x - yx=0, untuk suatu y anggota ring itu b) Elemen kuasi regular kanan dari suatu ring adalah elemen dari suatu ring yang memenuhi x+z - xz=0, untuk suatu z anggota ring itu c) Ideal kuasi regular kiri (kanan) dari suatu ring merupakan ideal kiri (kanan) dari suatu ring yang setiap elemen-elemennya adalan elemen kuasi regular kiri d) Jacobson Radikal kiri (kanan) merupakan ideal kuasi regular kiri dari suatu ring dan memuat setiap ideal kuasi regular kiri (kanan) dari ring itu. DAFTAR PUSTAKA Adkins,Wiliam.A., Algebra An Approach Via Module Theory. Springer-Verlag, New York, 1992. Brown,W.C., Matrices Over Commutative Rings, Marcel Dekker, New York, 1993. Fraligh,J.B., A First Course in Abstract Algebra, Addison-Wesley Publishing Company, New York, 1996. 25