BAB II DATA DAN ANALISA

dokumen-dokumen yang mirip
Kompetensi Dasar: - Menumbuhkan kesadaran luhur dalam melaksanakan peringatan hari raya

Bab 2 Data Dan Analisa. Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya. Pandita Sasanadhaja Dr. Ratna Surya Widya, Sp.K.J.

SILABUS PEMBELAJARAN. Indikator Pencapaian Kompetensi Instrumen

Dharmayatra tempat suci Buddha

28. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI SD

TIGA PERMATA MULIA. --Hari Asadha--

D. ucapan benar E. usaha benar

SILABUS. Kegiatan Pembelajaran Instrumen. Mengidentifikasi delapan anugerah yang diminta. Tes Lisan. Pangeran Siddharta

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

STRATEGI PEMBINAAN UMAT OLEH DHARMADUTA. Oleh: Warsito. Abstrak:

BAB I PENDAHULUAN. bangsa Indonesia. Agama ini pernah berkembang pesat dan menjadi bagian

E. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNAGRAHITA

BAB I PENDAHULUAN. yang memeluk suatu ajaran atau agama tersebut. Manusia terikat dengan

21. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Buddha untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Dhammacakka Pavattana Sutta!

E. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI SDLB TUNADAKSA

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

E. Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti

21. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Buddha untuk Sekolah Dasar (SD)

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti

E. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI SMPLB AUTIS

22. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Buddha untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

KEPUTUSAN MAHA SANGHA SABHA (PASAMUAN AGUNG) TAHUN 2002 SANGHA THERAVADA INDONESIA. Nomor : 02/PA/VII/2002

BAB III GAMBARAN UMUM VIHARA BUDDHAYANA DHARMAWIRA CENTRE. Berdiri atas prakarsa para tokoh buddhayana sebagai Pusdiklat (pusat pelatihan

E. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNANETRA

Mengapa bhikkhu harus dipotong rambutnya? Mengapa bhikkhu itu tidak boleh beristeri? Mengapa anak perempuan tidak boleh dekat bhikkhu?

E. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNADAKSA

MEDITASI VIPASSANĀ & EMPAT KESUNYATAAN MULIA

E. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNARUNGU

Oleh: D. Tiala CARA PANDANG KONSEP AGAMA (RELIGION) MENURUT SIGMUD FREUD DAN AJARAN (DOKTRIN) BUDDHISME

Sutta Nipata menyebut keempat faktor sebagai berikut: Lebih lanjut, murid para

E. Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti. Satuan Pendidikan : SD

Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dilindungi Undang-Undang

LEMBAR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN SMA EHIPASSIKO SCHOOL BSD

KEPUTUSAN SIDANG MAHASANGHASABHA (PERSAMUHAN AGUNG) TAHUN 2007 SANGHA THERAVADA INDONESIA. Nomor : 01/PA/VII/2007

Agama dan Tujuan Hidup Umat Buddha Pengertian Agama

BAB I PENDAHULUAN I. 1. Latar Belakang Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat Indonesia sejak zaman kerajaan-kerajaan, teristimewa pada masa

35. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI SMP

本師釋迦牟尼佛. (Ben shi shi jia mou ni fo) Sakyamuni Buddha

Mari berbuat karma baik dengan mendanai cetak ulang buku ini sebagai derma Dharma kepada sesama dan pelimpahan jasa kepada leluhur, agar ajaran

Sutta Kalama: Kepada Para Kalama (Kalama Sutta: To the Kalamas)

Buddha di Desa Rancaiyuh.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

TIGA KUSALAMULA TIGA AKAR KEBAIKAN

KEPUTUSAN RAPAT KARAKA SANGHA SABHA (DEWAN PIMPINAN) II/2006 SANGHA THERAVADA INDONESIA

Written by Administrator Wednesday, 25 January :43 - Last Updated Saturday, 28 January :28

Pengenalan Abhidhamma

Pentahbisan Yasa dan Buddha Memulai Misinya. Pariyatti Sāsana Yunior 2 hp ; pin

LEMBAR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GASAL SMA EHIPASSIKO SCHOOL BSD T. P. 2016/2017

KEPUTUSAN RAPAT KARAKA SANGHA SABHA (DEWAN PIMPINAN SANGHA) I/2001 SANGHA THERAVADA INDONESIA

TRISATYA DASADARMA PRAMUKA

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNANETRA

Ajaran Buddhisme Tripitaka adalah kumpulan dari ajaran Buddha selama 45 tahun. Tripitaka ditulis dalam Bahasa Pali dan Sansekerta.

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 SISTEM INFORMASI Semester : 1

BAB II BERDANA PERSPEKTIF BUDDHA. Hindu, Buddha artinya mereka yang telah bangun. 1. memeluk agama India asli disebut dengan orang Hindu.

Kebahagiaan Berdana. Diposkan pada 02 Desember 2015

BAB IV MAKNA SELIBAT DAN IMPLIKASINYA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL KEAGAMAAN PARA BIKKHU/BIKKHUNI DI BANDAR LAMPUNG

Vihara terbuka untuk bhikkhu dan bhikkhuni (maechee atau anagarini), dan juga umat awam pria dan umat awam wanita.

SILABUS PEMBELAJARAN

DHARMA CHARACTER BUILDING

Kerajaan Mataram Kuno

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Di dunia ini banyak hal yang tidak terbaca karena selalu ada sesuatu

BAB I PENDAHULUAN. pada satu objek tertentu agar pikiran dapat lebih fokus. Dalam bahasa Pāli

KEPUTUSAN KARAKASANGHASABHA (DEWAN PIMPINAN) SANGHA THERAVADA INDONESIA NOMOR: 01/RAPIM-I/III/2012 NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATO SAMMASAMBUDDHASSA

Perayaan Dwiabad Agama Baha i: Pentingnya Persatuan Manusia. Musdah Mulia

Gatha Dasar Jalan Tengah (Mulamadhyamakakarika) The Fundamental Wisdom of the Middle Way oleh Arya Nagarjuna. Pengantar

1.Definisi Hukum. 2.Pembagian/jenis-jenis Hukum

Ketuhanan Yang Maha Esa

INTERAKSI KEBUDAYAAN

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDIPEKERTI SDLB TUNANETRA

BAB I PENDAHULUAN. tengah menunjuk pada cara pandang dan bersikap. Dalam kehidupan sehari-hari

RELASI MAKNA SIMBOL CANDI BOROBUDUR DENGAN AJARAN BUDHA

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB AUTIS

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNARUNGU

Manfaatkan Waktu. Semaksimal Mungkin

PENDIDIKAN PANCASILA

LEMBAR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN SMA EHIPASSIKO SCHOOL BSD

Ekonomi dan Bisnis Akuntansi

BAB II AJARAN AGAMA BUDDHA TENTANG SELIBAT. kata bodhi (hikmat), yang di dalam tashrif selanjutnya menjadi buddhi (nurani)

I. Berilah tanda silang (X) pada huruf a,b,c,d dan e pada jawaban yang tepat!

SILABUS PEMBELAJARAN

KURIKULUM 2004 STANDAR KOMPETENSI. Mata Pelajaran

KEPUTUSAN RAPAT KARAKA SANGHA SABHA (DEWAN PIMPINAN SANGHA) III/2000 SANGHA THERAVADA INDONESIA

I. PENDAHULUAN. Sansekerta buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau

BAB II ISI. oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila telah ada di Indonesia pada bangsa Indonesia sejak zaman dahulu sebelum bangsa Indonesia terbentuk

WAWANCARA DENGAN BHANTE SADDHANYANO MENGENAI TEMA PELAYANAN

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. Padepokan/vihara Dhammadipa Arama 1

Sutta Magandiya: Kepada Magandiya (Magandiya Sutta: To Magandiya) [Majjhima Nikaya 75]

VIHARA THERAVADA DI KOTA SINGKAWANG

BAB III MAHA VIHARA MOJOPAHIT DAN PARA BIKSU

Penyusunan Kompetensi Dasar Pendidikan Agama Hindu untuk Sekolah Dasar. Menunjukkan contoh-contoh ciptaan Sang Hyang Widhi (Tuhan)

BAB III KONSEP KEADILAN DALAM BUDDHA

UPACARA KATHINA DALAM AGAMA BUDDHA

Transkripsi:

BAB II DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Wawancara kepada Bhikkuni Pundarika Wawancara kepada narasumber: Bhikku Nyana Suryanadi - Ketua Umum Sangha Agung Indonesia Hanlun Hutomo Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Prov. Riau Wiwi Ketua Wanita Buddhis Indonesia Prov. Riau Silvia Rimba Anggota Wanita Buddhis Indonesia Pusat Organisasi-organisasi Buddhis pusat dan daerah Umat-umat yang mengenal Bhikkuni Pundarika Sangha-sangha Bhikku 2.2 Data Proyek 2.2.1 Sejarah Agama Buddha Agama Buddha lahir di negara India, lebih tepatnya lagi di wilayah Nepal sekarang. Sejarah agama Buddha mulai dari abad ke-6 SM sampai sekarang dari lahirnya Buddha Siddharta Gautama. Dalam proses perkembangannya, agama ini praktis telah menyentuh hampir seluruh benua Asia dan telah menjadi agama mayoritas di beberapa negara Asia seperti Thailand, Singapura, Kamboja, Myanmar, Taiwan, dsb. Di dalam agama Buddha tujuan akhir hidup manusia adalah mencapai kebuddhaan (anuttara samyak sambodhi) atau pencerahan sejati dimana satu makhluk tidak perlu lagi mengalami proses tumimbal lahir. Untuk mencapai itu pertolongan dan bantuan pihak lain tidak ada pengaruhnya. Tidak ada dewa - dewi yang dapat membantu, hanya dengan usaha sendirilah kebuddhaan dapat dicapai. Buddha hanya merupakan contoh, juru pandu, dan guru bagi makhluk yang perlu melalui jalan mereka sendiri, mencapai pencerahan rohani, dan melihat kebenaran & realitas sebenar-benarnya. 2.2.2 Buddhisme Tiratana atau Triratna berarti Tiga Mustika, terdiri atas Buddha, Dhamma (ajaran sang Buddha) dan Sangha (persaudaraan Bhikku/ Bhikkuni). Tiratana merupakan pelindung umat Buddha. Buddha berpegang kepada Tripitaka sebagai rujukan utama karena dalamnya tercatat sabda dan ajaran sang hyang Buddha Gautama. Pengikut-pengikutnya kemudian mencatat dan mengklasifikasikan ajarannya dalam 3 buku yaitu Sutta Pittaka (kotbah-kotbah Sang Buddha), Vinaya Pittaka (peraturan atau tata tertib para bhikkhu) dan Abhidhamma Pittaka (ajaran hukum metafisika dan psikologi).

Agama Buddha menjunjung tinggi karma sebagai sesuatu yang berpegang pada prinsip sebab akibat. Kamma atau sering disebut sebagai Hukum Kamma merupakan salah satu hukum alam yang berkerja berdasarkan prinsip sebab akibat. Selama suatu makhluk berkehendak, melakukan kamma (perbuatan) sebagai sebab maka akan menimbulkan akibat atau hasil. Akibat atau hasil yang ditimbulkan dari kamma disebut sebagai Kamma Vipaka. Empat Kebenaran Mulia, yang meliputi: 1. Dukkha Ariya Sacca (Kebenaran Arya tentang Dukkha), Dukha ialah penderitaan. Dukha menjelaskan bahwa ada lima pelekatan kepada dunia yang merupakan penderitaan. Kelima hal itu adalah kelahiran, umur tua, sakit, mati, disatukan dengan yang tidak dikasihi, dan tidak mencapai yang diinginkan. 2. Dukkha Samudaya Ariya Sacca (Kebenaran Ariya tentang Asal Mula Dukkha), Samudaya ialah sebab. Setiap penderitaan pasti memiliki sebab, contohnya: yang menyebabkan orang dilahirkan kembali adalah adanya keinginan kepada hidup. 3. Dukkha Nirodha Ariya Sacca (Kebenaran Ariya tentang Terhentinya Dukkha), Nirodha ialah pemadaman. Pemadaman kesengsaraan dapat dilakukan dengan menghapus keinginan secara sempurna sehingga tidak ada lagi tempat untuk keinginan tersebut. 4. Dukkha Nirodha Ariya Sacca (Kebenaran Ariya tentang Jalan yang Menuju Terhentinya Dukkha).Marga ialah jalan kelepasan. Jalan kelepasan merupakan cara-cara yang harus ditempuh kalau kita ingin lepas dari kesengsaraan. Delapan jalan utama: 1. Percaya yang benar (Samma ditthi). 2. Maksud yang benar (Samma sankappa). 3. Kata-kata yang benar (Samma vaca). 4. Perbuatan yang benar (Samma kammanta). 5. Hidup yang benar (Samma ajiva). 6. Usaha yang benar (Samma vayama). 7. Ingatan yang benar (Samma sati). 8. Semadi yang benar (Samma samadhi). 2.2.3 Hari-hari Besar Agama Buddha 2.2.3.1 Waisak Hari Waisak merupakan peringatan 3 peristiwa. Yaitu, hari kelahiran Pangeran Siddharta (nama sebelum menjadi Buddha), hari pencapaian Penerangan Sempurna Pertapa Gautama, dan hari Sang Buddha wafat atau mencapai Nibbana/Nirwana.

2.2.3.2 Kathina Hari raya Kathina merupakan upacara persembahan jubah kepada Sangha setelah menjalani Vassa. Jadi setelah masa Vassa berakhir, umat Buddha memasuki masa Kathina atau bulan Kathina. Dalam kesempatan tersebut, selain memberikan persembahan jubah Kathina, umat Buddha juga berdana kebutuhan pokok para Bhikkhu, perlengkapan vihara, dan berdana untuk perkembangan dan kemajuan agama Buddha. 2.2.3.3 Asadha Kebaktian untuk memperingati Hari besar Asadha disebut Asadha Puja / Asalha Puja. Hari raya Asadha, diperingati 2 (dua) bulan setelah Hari Raya Waisak, guna memperingati peristiwa dimana Buddha membabarkan Dharma untuk pertama kalinya kepada 5 orang pertapa (Panca Vagiya) di Taman Rusa Isipatana, pada tahun 588 Sebelum Masehi. Kelima pertapa tersebut adalah Kondanna, Bhadiya, Vappa, Mahanama dan Asajji, dan sesudah mendengarkan khotbah Dharma, mereka mencapai arahat. 2.2.3.4 Magha Puja Hari Besar Magha Puja memperingati disabdakannya Ovadha Patimokha, Inti Agama Buddha dan Etika Pokok para Bhikkhu. Sabda Sang Buddha di hadapan 1.250 Arahat yang kesemuanya arahat tersebut ditahbiskan sendiri oleh Sang Buddha (Ehi Bhikkhu), yang kehadirannya itu tanpa diundang dan tanpa ada perjanjian satu dengan yang lain terlebih dahulu, Sabda Sang Buddha bertempat di Vihara Veluvana, Rajagaha. Tempat ibadah agama Buddha disebut Vihara. 2.2.4 Agama Buddha di Indonesia Agama Buddha bagi bangsa Indonesia sebenarnya bukanlah agama baru. Ratusan Tahun yang silam agama ini pernah menjadi pandangan hidup dan kepribadian bangsa Indonesia tepatnya pada zaman kerajaan Sriwijaya, kerajaan Maratam Purba dan keprabuan Majapahit. Candi Borobudur, salah satu warisan kebudayaan bangsa yang amat kita banggakan tidak lain cerminan dari kejayaan agama Buddha di zaman lampau. Antara tahun 850 hingga awal abad-13, kerajaan Sriwijaya diperintah oleh keluarga Syailendra yang pernah berkuasa di Mataram,

Jawa Tengah, antara tahun 778-850. Selama 75 tahun berkuasa di Mataram, keluarga Syailendra banyak mendirikan bangunan suci Buddhist berupa candi seperti Candi Kalasan, Plaosan, Sari, Borobudur, Pawon dan Mendut. Kerajaan Majapahit adalah Negara Kesatuan Indonesia kedua setelah Sriwijaya yang dibangun oleh umat Buddha dan Hindu. Umat Buddha dan Hindu dalam zaman keprabuan Majapahit, berhasil mengantarkan bangsa Indonesia memasuki zaman keemasannya. Setelah keprabuan Majapahit mengalami zaman keemasan, pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dengan Maha Patihnya Gajah Mada yang beragama Buddha, akhirnya mengalami keruntuhan karena kerukunan hidup umat beragama serta persatuan kesatuan rakyat Majapahittidak dapat lagi dipertahankan. Pada zaman pemerintahan kolonial Belanda di Jakarta didirikan Perhimpunan Theosofi oleh orang-orang Belanda terpelajar. Tujuan dari Theosofi ini mempelajari inti kebjaksanaan semua agama dan untuk menciptakan inti persaudaraan yang universal. Theosofi mengajarkan pula kebijaksanaan dari agama Buddha, di mana seluruh anggota Thesofi tanpa memandang perbedaan agama, juga mempelajari agama Buddha. Dari sini lahirlah penganut agama Buddha di Indonesia, yang setelah Indonesia merdeka mereka menjadi pelopor kebangkitan kembali agama Buddha di Indonesia. The Boan An yang menjadi pimpinan GSKI dan Perhimpunan Pemuda Theosofi Indonesia, kemudian ditahbiskan menjadi Bhikkhu di Burma dengan nama Bhikkhu Ashin Jinarakkhita (yang kemudian lebih dikenal dengan panggilan Sukong). Tahun 1956 saat kebangkitan kembali agama Buddha di bumi Indonesia, Bhikkhu Ashin Jinarakkhitalah yang memimpin kebangkitan kembali agama Buddha ke seluruh lndonesia. Karena itu Bhikkhu Ashin Jinarakkhita dinyatakan sebagai Pelopor Kebangkitan agama Buddha secara nasional di Indonesia. 2.2.5 Profil Ayya Pundarika Nama Bhikkuni : Y.A Bhikkuni Nyana Pundarika Mahatheri Nama Kecil : Mita Nama Lengkap : Ni Made Amitarini, A.Md. Nama Samanera : Nyana Pundarika Nama Upasampada : Nyana Pundarika Tempat Tanggal Lahir : Pacet, 22 Agustus 1965 Tanggal menjadi Samanera : 26 Agustus 1988 Tanggal Upasampada : 09 Maret 1989 Guru Penahbisan : B. Ashin Jinarakkhita (Alm.) Nama Ibu Kandung : NI Nyoman Suryatni (Almh.) Nama Ayah Kandung : I Komang Gde Susena Dharma

Alamat : Vihara Vimala Virya Jl. Lokomotif Jondul Baru Blok K18-20 Pekan Baru -Riau 2.2.6 Pendidikan SD N 5 Cakranegara Lombok SMPN II Mataram Lombok SMPPN Mataram Lombok Akademi Keguruan Ilmu Pendidikan Boyolali Jawa Tengah 2.2.7 Pengalaman Organisasi Ketua Sangha Bhikkuni Sangha Agung Indonesia (2011) 2.2.8 Riwayat Singkat 22 Agustus 1965 disebuah desa yang dingin, indah dikelilingi gunung-gunung yaitu Desa Cipanas, Sindang Laya Pacet, Jawa Barat lahirlah seorang bayi perempuan yang bernama Diah Tantri dari paangan Bapak I Komang Gde Susena Dharma dan Ibu Ni Nyoman Suryatni, yang merupakan anak kedua dari enam bersaudara. Pada saat kelahiran Diah Tantri, situasi Republik Indonesia sedang bergejolak masalah pemberontakan G30S/PKI sehingga ayahnya tak pernah berada dirumah. Diah Tantri lahir dan diasuh oleh ibunya seorang diri karena ayahnya sedang berjuang mempertahankan tanah air dari pemberontakan. Selama satu bulan Diah Tantri selalu menangis tidak mau makan dan tidur sehingga ibunya sangat bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Melihat dari kondisi yang memprihatinkan tersebut, maka ayah dan ibunya membawa Diah Tantri ke sebuah vihara yang kecil di Pacet. Vihara itu bernama Vihara Naga Sena Cipanas. Ayah dan ibunya menemui para Bhante, yang salah satunya adalah Ashin Jinnarakhita (Sukong). Atas usul dari Sukong maka nama Diah Tantri pun diubah menjadi Amita (Ni Made Amitarini, Ni Made penambahan dari suku Bali karena keturunan Bali.) Setelah mengganti nama, kondisinya menjadi lebih baik dan membuat ayah dan ibunya merasa senang. Masa kecil Amita banyak dihabiskan dilingkungan asrama Brimob dan dirumah nenek, dikarenakan ayahnya seorang prajurit Brimob dengan pangkat perwira menengah. Disanalah Amita menghabiskan

masa kecilnya yang menyenangkan sebelum memasuki pendidikan dasar. 2.2.9 Kehidupan seorang Bhikkuni Tidak pernah terpikirkan oleh Amita bahwa dirinya akan menjadi seorang Bhikkuni seperti sekarang ini. Dikarenakan masa remaja Amita yang sering bertemu dengan para Bhikku, maka timbullah keinginan untuk mencoba merasakan kehidupan seorang Bhikku dengan menjadi samaneri. Setelah 3 bulan menjadi samaneri dengan nama Nyana Pundarika yang diberikan oleh gurunya Ashin Jinnarakhita. Setelah menjadi samaneri, awalnya Amita ingin kembali menjadi umat awam. Tetapi tidak diperbolehkan oleh gurunya. Maka Amita pun melanjutkan pelatihannya dan kemudian ditahbiskan menjadi seorang Bhikkuni pada 09 Maret 1989 oleh gurunya, Ashin Jinnarakhita. Perjalanan yang tak mudah bagi Ayya (sapaan untuk Bhikkuni) Pundarika dalam menjalankan kehidupannya sebagai Bhikkuni dan harus membabarkan Dhamma ke seluruh pelosok daerah di Indonesia. Dengan tidak memandang dan membedakan gendernya sebagai perempuan, dia pun memasuki daerah-daerah terpencil dengan berbagai keterbatasan. Keinginan yang kuat untuk berjuang bersama dengan para wanita, khususnya umat Buddha yang berada didaerah-daerah, yang sangat membutuhkan bimbingan dari sosok seorang guru praktik spiritual secara langsung. 2.3 Data Penerbit Buku ini akan diterbitkan dibawah penerbit Karaniya. Penerbit Karaniya merupakan salah satu penerbit buku-buku Buddhis yang paling produktif di Indonesia dan pernah menerina Piagam Penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) pada tahun 2005. Penerbit Karaniya juga banyak bekerja sama dengan yayasan penerbit-penerbit buku Buddhis lainnya, seperti Ehipassiko Foundation, Young Buddhisy Association of Malaysia (YBAM), Amarin Publication, William Moris, Wisdom Publication, dan penulis-penulis dari manca negara lainnya. Penerbit Karaniya didirikan di Bandung pada hari Waisak 2533 tanggal 21 Mei 1989. Peluncuran buku pertama pada bulan Oktober 1989, yaitu Dhammapada Sabda-sabda Buddha Gotama dan Mengikuti Jejak Buddha.

Setelah itu, mengikuti prinsip Buddhayana yang non-sektarian, buku-buku dari tiga aliran besar agama Buddha (Theravada, Mahayana, Vajrayana) diterbitkan untuk membuka wawasan Dharma mereka yang ingin mengenal agama Buddha. Di samping melalui toko buku, pustaka Karaniya juga disalurkan melalui viharavihara di seluruh Indonesia. 2.4 Data Target 2.4.1 Consumer Behaviour Masyarakat yang menganut Buddhisme dan peduli dengan sesama, yang ingin belajar lebih dalam mengenai Buddhis dan meluangkan waktunya untuk kepentingan spiritual dan sosial. 2.4.2 Psikografi Personality Menganut/ menyukai ajaran Buddhis Perduli terhadap sesama Senang membaca Perduli dengan kegiatan-kegiatan sosial 2.4.3 Demografi Gender : Wanita Usia : 30-45 Pekerjaan : Ibu rumah tangga, wiraswasta, karyawan 2.5 Analisa SWOT 2.5.1 Strength Buku Belum adanya buku biografi yang mendalami tentang bhikkuni secara detil (perorangan) Tokoh Tokoh dikenal oleh berbagai masyarakat didaerah-daerah. Melakukan kegiatan dengan terjun ke lapangan secara langsung. 2.5.2 Weakness Kegiatan yang dilakukan masih dalam lingkup yang kecil sehingga kurang dikenal dikota-kota besar.

2.5.3 Opportunities Belum adanya buku yang menceritakan tentang Bhikkuni Pundarika sebelumnya. Dengan adanya buku ini maka masyarakat (umat) bisa mengenal Bhikkuni Pundarika walaupun belum pernah dikunjungi sebelumnya. 2.5.4 Threat Kurang diminati karena tokoh yang diambil kurang dikenal masyarakat luas. Banyak buku-buku publikasi tentang tokoh-tokoh populer dibanding tokoh agama. 2.6 Kompetitor Buku Menapak Pasti, kisah spiritual anak madura Bhikku Jayamedho adalah sebuah buku tentang perjalanan spirituak Bhikku Jayamedho sebagai seorang sangha. Didalam buku ini menceritakan dari awal saat mengenal agama Buddha hingga memutuskan untuk menjadi seorang Bhikku. Informasi yang dipaparkan cukup lengkap. Alasan mengapa buku ini dijadikan sebagai kompetitor adalah dilihat dari sisi desain grafis buku ini sudah cukup teratur dan rapi dalam pengaturan tulisantulisannya. Dan desain yang cukup menarik dan mudah dibaca.