Oleh : Octiawan Basri

dokumen-dokumen yang mirip
SISTEM MANAJEMEN MUTU

SISTEM MANAJEMEN MUTU

PENUNJUKAN TIM AKREDITASI PENJAMINAN MUTU PADA PENGADILAN NEGERI GUNUNGSITOLI KETUA PENGADILAN NEGERI GUNUNGSITOLI

SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI KAYUAGUNG NOMOR: W6.U2/01 / KP.01.1/1/2017 TENTANG

SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN TINGGI JAYAPURA NOMOR : W30-U/ 03 /KPT/SK/4/2018 TENTANG STANDAR PELAYANAN PENGADILAN PADA PENGADILAN TINGGI JAYAPURA

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

MANUAL MUTU SISTEM MANAJEMEN MUTU PENGADILAN NEGERI MUARA TEWEH KELAS II

PENGADUAN PELAYANAN SALAH SATU BENTUK PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAYANAN PUBLIK

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PELAYANAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

SISTEM MANAJEMEN MUTU

PEMERINTAH KABUPATEN SUMENEP

BERITA NEGARA PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG KODE ETIK INSAN OMBUDSMAN KETUA OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA,

KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NECERi TEMBILAHAN KELAS D TENTANG PENUNJUKAN TIM PENJAMINAN MUTU PADA PENGADILAN NEGERI TEMBILAHAN KELAS II

RENCANA STRATEGIS PENGADILAN NEGERI MUARA TEWEH

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP)

PENGADILAN NEGERI GIANYAR TAHUN

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017 NOMOR 30

BERITA DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR 17 TAHUN 2007 TENTANG

MANUAL MUTU SISTEM MANAJEMEN MUTU

PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL

2017, No tentang Kode Etik Pegawai Badan Keamanan Laut; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembara

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH

BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM

Bab I Pendahuluan. Pembangunan Nasional dan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 menetapkan

PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KOTA BANJARMASIN NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK DI KOTA BANJARMASIN

NOTULEN RAPAT PERSIAPAN AKREDITASI PENGADILAN NEGERI BANGIL HARI : RABU, TANGGAL : 21 SEPTEMBER 2016

PERATURAN BUPATI BOYOLALI NOMOR TAHUN 2013 TENTANG

2017, No Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi Undang- Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 23, Tambahan Lembaran Neg

- 1 - PEMERINTAH KOTA PONTIANAK PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG PELAYANAN PUBLIK PEMERINTAH KOTA PONTIANAK

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perencanaan Pemb

PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2007 TENTANG KODE ETIK BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN

KETUA PENGADILAN AGAMA JAKARTA PUSAT

Pelayanan Prima di Perguruan Tinggi

PEMERINTAH KABUPATEN BELITUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN BELITUNG

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN PENGADILAN AGAMA SUBANG

PEMERINTAH KABUPATEN JENEPONTO

EXECUTIVE SUMMARY ( IKHTISAR EKSEKUTIF )

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2009 TENTANG PELAYANAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG KODE ETIK PEGAWAI BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2009 TENTANG PELAYANAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

dibidang Administrasi, Organisasi, Perencanaan dan Keuangan. Pengadilan Negeri Wonosari, merupakan lingkungan Peradilan Umum di bawah Mahkamah Agung

PEN NGADILAN NEGE ERI MANNA

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 1.1 Sejarah Umum Pengadilan Tinggi Surabaya

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016

2017, No Perilaku Pegawai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Neg

, No Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 15 tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan (Be

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA KOMITE AUDIT

PERATURAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER- 022 /A/JA/03/2011 TENTANG PENYELENGGARAAN PENGAWASAN KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN AGAMA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA. NOMOR: 0017/Dj.A/SK/VII/2011

BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2011 NOMOR 2 SERI E PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA

PERATURAN DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 01/17/PDK/XII/2012 TENTANG KODE ETIK OTORITAS JASA KEUANGAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2009 TENTANG PELAYANAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 116, Tambaha

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

STANDAR PELAYANAN PENGADILAN (SPP) DALAM LINGKUNGAN PERADILAN MILITER

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

BUPATI BLORA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BLORA,

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT

Rencana Strategis (Renstra) Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping 1

BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 30 TAHUN 2010 TENTANG

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) PENGADILAN NEGERI KEDIRI

PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL. Bab I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Tujuan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM

C. Pengelolaan Keuangan BAB IV PENUTUP Kesimpulan... 73

Reviuw Renstra Pengadilan Agama Tebing Tinggi BAB I PENDAHULUAN

DRAFT RANCANGAN PROGRAM KERJA PENGADILAN TINGGI AGAMA BANDUNG DAN PENGADILAN AGAMA SE JAWA BARAT TAHUN 2016

Sasaran Strategis I Terwujudnya proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel. Indikator Kinerja Target Realisasi

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

STANDAR PELAYANAN PENGADILAN (SPP) DALAM LINGKUNGAN PERADILAN MILITER

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN PENGADILAN NEGERI MAJENE

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2009 TENTANG PELAYANAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

BAB 1 Pendahuluan L IHA PEMILIHAN UMUM

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

Transkripsi:

Oleh : Octiawan Basri

LATAR BELAKANG Pengadilan Negeri Metro Kelas IB dituntut untuk menyediakan pelayanan standar peradilan yang bermutu, yaitu pelayanan yang mampu memenuhi kebutuhan dan kepuasan pengguna pengadilan. Untuk mencapai hal tersebut, maka Pengadilan Negeri Metro Kelas IB perlu memiliki sistem manajemen mutu, yaitu persyaratan standar yang digunakan untuk mengakses kemampuan organisasi dalam memenuhi kebutuhan pengguna pengadilan dengan peraturan yang sesuai. Salah satu dokumen mutu yang perlu disusun dalam rangka memenuhi persyaratan sistem manajemen mutu adalah manual mutu. Hal tersebut menjadi salah satu dasar pembuatan Manual Mutu Sistem Manajemen Mutu STANDARD AKREDITASI PENJAMINAN

Ruang lingkup implementasi Sistem Manajemen Mutu STANDARD AKREDITASI PENJAMINAN MUTU PERADILAN UMUM - ICPE untuk Pengadilan Negeri Metro Kelas IB meliputi seluruh proses pelayanan yang menjadi tugas pokok dan fungsi seluruh unit di Pengadilan Negeri Metro Kelas IB, meliputi :

Adapun unit di Pengadilan Negeri Metro Kelas IB yang melaksanakan kegiatan pelayanan adalah;

Visi Pengadilan Negeri Metro Kelas IB adalah Terwujudnya Pengadilan Negeri Metro Kelas IB yang Agung

Pengadilan Negeri Metro Kelas IB mengemban misi: 1. Menjaga kemandirian Pengadilan Negeri Metro Kelas IB 2. Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan 3. Meningkatkan kualitas kepemimpinan di Pengadilan Negeri Metro Kelas IB 4. Meningkatkan kredibilitas dan transparansi di Pengadilan Negeri Metro Kelas IB

Berdasarkan visi dan misi di atas, dikembangkanlah nilai-nilai utama badan peradilan. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi dasar perilaku seluruh warga badan peradilan dalam upaya mencapai visinya. Pelaksanaan dari nilai-nilai ini pada akhirnya akan membentuk budaya badan peradilan. Nilai-nilai yang dimaksud, adalah: Kemandirian Kekuasaan Kehakiman (Pasal 24 ayat (1) UUD 1945) Kemandirian Institusional: Badan Peradilan adalah lembaga mandiri dan harus bebas dari intervensi oleh pihak lain di luar kekuasaan kehakiman (Pasal 3 ayat (2) Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman). Kemandirian Fungsional: Setiap hakim wajib menjaga kemandirian dalam menjalankan tugas dan fungsinya (Pasal 3 ayat (2) Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman). Artinya, seorang Hakim dalam memutus perkara harus didasarkan pada fakta dan dasar hukum yang diketahuinya, serta bebas dari pengaruh, tekanan, atau ancaman, baik langsung ataupun tak langsung, dari manapun dan dengan alasan apapun juga Integritas dan Kejujuran (Pasal 24A ayat (2) UUD 1945; Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman)Perilaku hakim harus dapat menjadi teladan bagi masyarakatnya. Perilaku hakim yang jujur dan adil dalam menjalankan tugasnya, akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat akan kredibilitas putusan yang kemudian dibuatnya. Integritas dan kejujuran harus menjiwai pelaksanaan tugas aparatur peradilan.

Akuntabilitas (Pasal 52 dan Pasal 53 Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman) Hakim harus mampu melaksanakan tugasnya menjalankan kekuasaan kehakiman dengan profesional dan penuh tanggung jawab. Hal ini antara lain diwujudkan dengan memperlakukan pihak-pihak yang berperkara secara profesional, membuat putusan yang didasari dengan dasar alasan yang memadai, serta usaha untuk selalu mengikuti perkembangan masalah-masalah hukum aktual. Begitu pula halnya dengan aparatur peradilan, tugas-tugas yang diemban juga harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan profesional. Responsibilitas (Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 5 Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman) Badan Peradilan harustanggap atas kebutuhan pencari keadilan, serta berusaha mengatasi segala hambatan dan rintangan untuk dapat mencapai peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan. Selain itu, hakim juga harus menggali, mengikuti, dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat. Keterbukaan (Pasal 28D ayat (1) UUD 1945; Pasal 13 dan Pasal 52 Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman) Salah satu upaya badan peradilan untuk menjamin adanya perlakuan sama di hadapan hukum, perlindungan hukum, serta kepastian hukum yang adil, adalah dengan memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh informasi. Informasi yang berkaitan dengan penanganan suatu perkara dan kejelasan mengenai hukum yang berlaku dan penerapannya di Indonesia.

Ketidakberpihakan (Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman) Ketidakberpihakan merupakan syarat utama terselenggaranya proses peradilan yang jujur dan adil, serta dihasilkannya suatu putusan yang mempertimbangkan pendapat/kepentingan para pihak terkait. Untuk itu, aparatur peradilan harus tidak berpihak dalam memperlakukan pihak-pihak yang berperkara. Perlakuan yang sama di hadapan hukum (Pasal 28D ayat (1) UUD 1945; Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 52 UU No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman) Setiap warga negara, khususnya pencari keadilan, berhak mendapat perlakuan yang sama dari Badan Peradilan untuk mendapatkan pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.

BUDAYA KERJA Nilai-nilai budaya kerja yang dianut dan mendasari setiap langkah dalam penyelesaian tugas di Pengadilan Negeri Metro Kelas IB berdasarkan Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 026/KMA/SK/II/2012 TENTANG STANDAR PELAYANAN PERADILAN : Adil dan tidak diskriminatif; Cermat; Santun dan ramah; Tegas, andal, dan tidak memberikan putusan yang berlarut-larut; Profesional; Tidak mempersulit; Patuh pada perintah atasan yang sah dan wajar; Menjunjung tinggi nilai-nilai akuntabilitas dan integritas institusi Pengadilan Negeri Metro Kelas IB; Tidak membocorkan informasi atau dokumen yang wajib dirahasiakan sesuai dengan peraturan peradilan dan perundang-undangan yang berlaku; Terbuka dan mengambil langkah yang tepat untuk menghindari benturan kepentingan; Tidak menyalahgunakan sarana dan prasarana serta fasilitas pelayanan publik; Tidak memberikan informasi yang salah atau menyesatkan dalam menanggapi permintaan informasi serta proaktif dalam memenuhi kepentingan masyarakat; Tdak menyalahgunakan informasi, jabatan, dan/atau kewenangan yang dimiliki; Sesuai dengan kepantasan; dan Tidak menyimpang dari prosedur.

MOTTO PENGADILAN NEGERI METRO KELAS IB PN Metro MANDIRI Pengadilan Negeri Metro Kelas IB Melayani, Akuntabel, Nyaman, Dedikasi, Integritas, Responsif, Independen

STRUKTUR AKREDITASI PENJAMINAN MUTU PENGADILAN NEGERI METRO KELAS IB

1121 KOMITMEN BERSAMA PIMPINAN, HAKIM DAN SEGENAP JAJARAN PEGAWAI PENGADILAN NEGERI KELAS IB METRO KAMI PIMPINAN PENGADILAN NEGERI KELAS IB METRO, SELURUH HAKIM DAN SEGENAP JAJARAN PEGAWAI BERKOMITMEN MELAKSANAKAN PELAYANAN BERSTANDAR STANDARD AKREDITASI PENJAMINAN MUTU PERADILAN UMUM INDONESIA COURT PERFORMANCE EXCELLENCE SECARA: ADIL DAN TIDAK DISKRIMINATIF; CERMAT; SANTUN DAN RAMAH; TEGAS, ANDAL, DAN TIDAK MEMBERIKAN PUTUSAN YANG BERLARUT-LARUT; PROFESIONAL; TIDAK MEMPERSULIT; PATUH PADA PERINTAH ATASAN YANG SAH DAN WAJAR; MENJUNJUNG TINGGI NILAI-NILAI AKUNTABILITAS DAN INTEGRITAS INSTITUSI PENYELENGGARA; TIDAK MEMBOCORKAN INFORMASI ATAU DOKUMEN YANG WAJIB DIRAHASIAKAN SESUAI DENGAN PERATURAN PERADILAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU; TERBUKA DAN MENGAMBIL LANGKAH YANG TEPAT UNTUK MENGHINDARI BENTURAN KEPENTINGAN; TIDAK MENYALAHGUNAKAN SARANA DAN PRASARANA SERTA FASILITAS PELAYANAN PUBLIK; TIDAK MEMBERIKAN INFORMASI YANG SALAH ATAU MENYESATKAN DALAM MENANGGAPI PERMINTAAN INFORMASI SERTA PROAKTIF DALAM MEMENUHI KEPENTINGAN MASYARAKAT; TIDAK MENYALAHGUNAKAN INFORMASI, JABATAN, DAN/ATAU KEWENANGAN YANG DIMILIKI; SESUAI DENGAN KEPANTASAN; DAN TIDAK MENYIMPANG DARI PROSEDUR.

RINCIAN TUGAS STRUKTUR PENJAMINAN MUTU PENGADILAN NEGERI Tugas Top Manager adalah: Mengupayakan dan menjamin agar lingkungan kerjanya terkendali. Menetapkan Kebijakan serta Sasaran Mutu di Pengadilan Negeri Metro Kelas IB Memastikan Kebijakan dan Sasaran Mutu dipahami dan diterapkan di seluruh bagian. Mengkomunikasikan kepada seluruh jajaran Pengadilan Negeri Metro Kelas IB mengenai pentingnya memenuhi standar pelayanan serta ketentuan maupun peraturan yang berlaku. Memastikan tersedianya Sumber Daya yang diperlukan. Memastikan bahwa persyaratan pelanggan ditetapkan dan dipenuhi dengan tujuan pencapaian kepuasan pelanggan Membuat uraian tugas, tanggung jawab dan wewenang dengan dibantu oleh bagian kepegawaian. Mengupayakan agar komunikasi dengan bawahannya dipastikan berjalan lancar. Top Manager Pengadilan Negeri Metro Kelas IB memfasilitasi dilakukannya Rapat Tinjauan Manajemen setiap 6 bulan sekali untuk memastikan kesesuaian, kecukupan dan keefektifan yang berkesinambungan penerapan sistem manajemen mutu STANDARD AKREDITASI PENJAMINAN MUTU PERADILAN UMUM ICPE. Top Manager mengadakan komunikasi internal dengan Panitera dan Sekretaris unit minimal 2 (dua) kali dalam sebulan.

TUGAS MANAGEMENT REPRESENTATIVE Mengembangkan sistem manajemen mutu sesuai persyaratan standart. Menjamin sistem dilaksanakan secara efektif pada semua fungsi. Menjamin sistem manajemen mutu dipertahankan. Menjamin sistem manajemen mutu diperbaiki terus menerus. Melaporkan hasil/ kinerja sistem manajemen mutu kepada Top Manager. Mengupayakan peningkatkan kesadaran/pemahaman pegawai dalam sistem manajemen mutu Membina hubungan dengan pihak eksternal untuk hal-hal yang berkaitan dengan sistem manajemen mutu. Menyelenggarakan program pendukung untuk membudayakan kesadaran mutu keseluruh hakim/pegawai. Mengusulkan pelatihan-pelatihan yang diperlukan oleh hakim/pegawai. Memberikan penghargaan kepada Hakim, Panitera dan Sekretaris, pegawai yang berprestasi dalam kegiatan sistem manajemen mutu Melakukan komunikasi mutu kepada seluruh hakim/pegawai. Mengkoordinasikan kegiatan internal audit dan survey kepuasan pelanggan

Tugas Wakil Management Representative PENJAMINAN MUTU PENGADILAN NEGERI adalah : Membantu Tugas Management Representative

Tugas Tim Audit Internal Melakukan audit internal untuk memastikan sistem manajemen mutu diimplementasikan secara efektif dan hasilnya sesuai dengan yang telah direncanakan secara sistematis, objektif, terencana dan terdokumentasi serta mengedepankan integritas dan independensi. Membuat rencana audit dengan mempertimbangkan kekritisan unit yang akan diaudit tingkat kepentingan dan Melakukan audit sesuai dengan prosedur audit yang telah ditetapkan, yaitu 6 bulan sekali. Mengevaluasi efektivitas hasil audit terdahulu. Melaporkan hasil audit internal kepada Management Representative.

Tugas Tim Survei Kepuasan Pelanggan 1) Mengidentifikasi dan memahami persyaratan yang diminta oleh setiap pelanggan. 2) Tim survey kepuasan pelanggan bertanggung jawab untuk mengkomunikasikan kepada seluruh staf unit mengenai persyaratan pelanggan. 3) Melakukan survei kepuasan pelanggan secara periodik. 4) Membuat laporan hasil survei kepuasan pelanggan dan melaporkannya kepada Top Manager dan Management Representative.

Tugas Document Control DC bertanggung jawab mengendalikan seluruh Dokumen (Internal dan Eksternal) mulai dari Pengesahan, Penggandaan, Distribusi ke bagian yang terkait dan Penarikan serta Penghapusan Dokumen; 1. MR dibantu DC harus memastikan Dokumen yang berlaku di Lingkungan Kerja Tim Akreditasi Penjaminan Mutu Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum adalah versi terbaru dan versi sebelumnya ditarik dari peredarannya; 2. MR harus memastikan bahwa dokumen luar (Eksternal) yang masuk ke Tim Akreditasi Penjaminan Mutu Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum dikenali dan pendistribusiannya terkendali; 3. Penanggung jawab masing-masing Unit Proses bertanggung jawab dan mempunyai kewenangan membantu melaksanakan Implementasi Pengendalian Dokumen di Unitnya; 4. Penanggung jawab masing-masing Unit Proses membantu memastikan hanya Dokumen terbaru (revisi terkini) dan Dokumen yang sesuai dengan aktivitasnya, terdapat di bagiannya;

1121 KEBIJAKAN MUTU PENGADILAN NEGERI METRO KELAS IB - Memberikan Pelayanan yang berkualitas bagi pencari keadilan dan masyarakat dengan tulus dan ikhlas - Memberikan kepuasan bagi masyarakat pencari keadilan - Melakukan peningkatan pelayanan dengan tepat waktu - Memenuhi persyaratan dan peraturan yang terkait dengan kegiatan Pengadilan Negeri Metro Kelas IB - Meningkatkan profesionalisme aparat Pengadilan - Menyediakan sarana dan prasarana yang nyaman dan memudahkan masyarakat pencari keadilan - Memahami permasalahan pencari keadilan dan memberikan solusi secara tepat - Melakukan evaluasi secara berkala dan berkesinambungan terhadap sistem Manajemen Mutu dan pelaksanaannya.

SASARAN MUTU PENGADILAN NEGERI METRO KELAS IB Pengumpul Data Indikator Sasaran Pencapaian Ketua Pengadilan - Memastikan Standar Operasional Prosedur diterapkan pada 100 % Negeri masing-masing unit Hakim - Penyelesaian perkara tepat waktu (maksimal 5 bulan) 100 % Panitera/Panitera Pengganti - Penyelesaian Berita Acara Persidangan dan Minutasi Perkara tepat waktu Juru Sita/Juru Sita - Melaksanakan pemanggilan, pemberitahuan, teguran, dan eksekusi Pengganti putusan secara tepat waktu Panitera Muda Pidana - Proses penanganan penerimaan dan pemberkasan perkara tepat waktu - Proses pengiriman berkas perkara upaya hukum tepat waktu - Pemutakhiran akses informasi perkara 100 % 100 % 100 %

Panitera Muda Perdata - Proses penanganan penerimaan dan pemberkasan perkara tepat waktu 100 % - Proses pengiriman berkas perkara upaya hukum tepat waktu - Pemutakhiran akses informasi perkara Panitera Muda Hukum - Penyelesaian laporan perkara tepat waktu 100 % Sub Bagian Umum dan Keuangan Sub Bagian Kepegawaian, Organisasi dan Tatalaksana Sub Bagian Perencanaan IT dan Pelaporan - Pengelolaan arsip perkara sesuai dengan klasifikasi perkara - Penyelesaian laporan Posbakum - Pencapaian Realisasi Anggaran dan penyerapan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) - Pengelolaan surat menyurat tepat waktux - Terselenggaranya pengelolaan dan pengendalian terhadap inventaris Barang Milik Negara - Pengelolaan dan pemutakhiran data kepegawaian - Peningkatan Sumber daya manusia - Laporan Kinerja Keuangan - Pelaksanaan Pengelolaan IT 100 % 100 % 100 %

Pemetaan Proses Bisnis

IMPLEMENTASI KRITERIA Dalam sistem manajemen mutu Akreditasi Penjaminan Mutu Pengadilan Negeri terdapat kriteria yang digunakan yaitu kriteria 1 sampai dengan kriteria 7. KRITERIA 1 - LEADERSHIP KRITERIA 2 - CUSTOMER FOCUS KRITERIA 3 - PROCESS MANAGEMENT KRITERIA 4 - STRATEGIC PLANNING KRITERIA 5 - RESOURCES MANAGEMENT KRITERIA 6 - DOCUMENT SYSTEM KRITERIA 7 - PERFOMANCE RESULT

SOP Penjaminan Mutu Pengadilan Negeri MANAGEMENT REPRESENTATIVE PENGENDALIAN DOKUMEN PENGENDALIAN REKAMAN PENDISTRIBUSIAN DOKUMEN REVISI DOKUMEN KOMUNIKASI INTERNAL PEMANTAUAN PROSES TINJAU MANAJEMEN PERBAIKAN BERKESINAMBUNGAN PEMUSNAHAN DOKUMEN AUDIT INTERNAL INDENTIFIKASI PELAYANAN PERSYARATAN PENGGUNA PENGADILAN KOMUNIKASI DENGAN PENGGUNA PENGADILAN SURVEY KEPUASAN PENGGUNA PENANGANAN KELUHAN PENGGUNA PENGADILAN ANALISIS DATA PENGENDALIAN PELAYANAN YANG TIDAK SESUAI PERBAIKAN DAN PENCEGAHAN

SOP Pelayananan Utama PANITERA PENGGANTI JURU SITA PANITERA MUDA PERDATA PANITERA MUDA PIDANA PANITERA MUDA HUKUM

SOP Pelayanan Pendukung SUB BAGIAN PERENCANAAN IT DAN PELAPORAN SUB BAGIAN KEPEGAWAIAN, ORGANISASI DAN TATALAKSANA SUB BAGIAN UMUM DAN KEUANGAN

Manual Mutu ini merupakan awal dari rangkaian implementasi Sistem Manajemen Mutu Akreditasi Penjaminan Mutu Pengadilan Negeri yang bertujuan agar Pengadilan Negeri Metro Kelas IB mampu memberikan pelayanan kepada Pengguna Pengadilan yang berkualitas, terstandar, mampu memenuhi persyaratan dan kebutuhan Pengguna Pengadilan, serta sesuai dengan aturan yang berlaku. Pelayanan kepada pengguna pengadilan oleh aparatur yang peduli dan terus-menerus berupaya meningkatkan kualitas niscaya akan melahirkan aparatur pemerintah yang berintegritas dan kompeten dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara. Apabila Pengadilan Negeri Metro Kelas IB lolos Audit Akreditasi dan mendapat sertifikasi Akreditasi bukanlah merupakan hasil akhir dari proses implementasi manajemen mutu tetapi merupakan awal dari penerapan sistem manajemen mutu untuk memberikan pelayanan yang berkualitas, bermutu secara sistematis dan terorganisir. Karena secara keseluruhan Sistem Manajemen Mutu terdiri dari pelaksanaan implementasi Sistem Manajemen Mutu dan peningkatan kualitas yang terus menerus.