FAKTUR PEMBELIAN BARANG

dokumen-dokumen yang mirip
Desain Sistem Basis Data. 1. Struktur Basis Data 2. Normalisasi Data 3. ERD (entity relationship diagram)

Database desain juga termasuk diagram ER (Entity-hubungan model). Diagram ER adalah diagram yang membantu merancang database secara efektif dan

BAB 7 PENERAPAN BENTUK NORMALISASI

Langkah Pertama Bentuklah menjadi tabel Un-Normalized, dengan mencantumkan semua field data yang ada

VISUAL PROGRAMMING 2. bangdanu.wordpress.com. By: Danu Wira Pangestu

PENGANTAR BASIS DATA

Pengertian Normalisasi, Jenis-jenis Normalisasi Dan Contoh Penerapannya.

ANOMALI. Terlihat ada ketidak konsistenan. Fakta pertama menyatakan bahwa pemasok citra berlokasi di Bogor, tetapi fakta kedua menyatakan di Bandung.

Teknik Perancangan Basis Data

ANALISA RANCANGAN DATABASE

2. First Normal Form (1NF) Suatu tabel dianggap normal ke satu (1NF) jika : - Tidak terdapat baris yang bernilai ganda atau duplikat.

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN TOKO BESI LANCAR BERORIENTASI OBJEK

Pembeli. Bag. Gudang. Bag. Keuangan. Supplier

Tahapan Proses Normalisasi

BAGIAN 02 : [SISTEM BASIS DATA] Membahas: 1. Normalisasi 2. Latihan Normalisasi

Rancangan Database. Database. File. Record. Data item atau field. Characters

PERANCANGAN DATABASE 04/07/ :53

Pertemuan 12 TEHNIK NORMALISASI LANJUTAN. Contoh data :

BAB III ANALISA DAN DESAIN

Bab 4 Hasil dan Pembahasan

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

ANALISIS PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK. sehingga menghambat kegiatan operasional dalam perusahaan.

P9 Normalisasi. Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Hubungan antara file pertama dan file kedua adalah satu berbanding satu.

Tahapan Proses Normalisasi

ANALISA RANCANGAN NORMALISASI & DATABASE

PERANCANGAN BASISDATA SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN OBAT STUDI KASUS PADA INSTALASI FARMASI RSUD Dr. H. SOEWONDO KENDAL

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. berlokasi di Jl. Leuwi Panjang No. 111 Bandung Telpon Terbaik dalam pelayanan servis di bengkel.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem yang sedang berjalan tentang pembelian dan penjualan barang secara tunai

12 TEHNIK NORMALISASI LANJUTAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

bergantung pada keberadaan entitas lainnya[9]. relasi yang merekatkan dua entitas adalah bersifat

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

Oleh : Uus Rusmawan Hal - 1 -

LAMPIRAN. Lampiran 1 Notasi untuk Flowchart Diagram

Perancangan Sistem Basisdata Faktur Penjualan serta Implementasinya dengan SQL Menggunakan MS. Acces

PERTEMUAN 6 TEKNIK NORMALISASI

Tampilan Laporan Penjualan

BAB IV ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. mengetahui proses kerja yang sedang dikerjakan/berjalan.

BAB IV PERANCANGAN. dengan proses yang ditentukan, berikut ini adalah tahapan tahapan dari proses. 1. Rancangan Bagan Alir Document ( Flow Map )

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BASIS DATA RELATIONAL

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang dijadikan penelitian didalam penulisan skripsi ini adalah

Materi 3 BASIS DATA 3 SKS Semester 4 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2016 Nizar Rabbi Radliya

BAB I NORMALISASI DATABASE

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang

Modul 9 : Normalisasi 1st NF sampai dengan BCNF

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek data penulis adalah Sistem Informasi Penjualan Produk untuk

BAB IV PEMBAHASAN MASALAH

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

PERTEMUAN 12 MACAM-MACAM BENTUK NORMALISASI

SOFTWARE RITEL GROSIR DAN SERVICE (RG1CS)

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem yang ada, diperlukan suatu penggambaran aliran-aliran informasi dari

Rancang Bangun Sistem Informasi Pemasaran Dan Pembelian

BAB III ANALISIS SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

SISTEM INFORMASI PEMBELIAN, PENJUALAN DAN PERSEDIAAN pada RUDI AGENCY

BAB III ANALISA DAN DESAIN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

HUBUNGAN PERALATAN PENDUKUNG SISTEM PADA CONTOH KASUS PERANCANGAN SISTEM PENGOLAHAN DATA ORDER PAKAIAN BERBASIS KOMPUTER PADA BINATU KSH

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. yang diperoleh dicatat dan dihitung jumlah penjualannya lalu disimpan dalam

Oleh : Uus Rusmawan

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN Analisis Kebutuhan dari Objek yang Dibangun. dengan adanya suatu kebijakan dan perencanaan untuk mengembangkan

TEHNIK NORMALISASI LANJUTAN

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Showroom Berkah Mandiri Motor yang beralamat di Jl.Gunung Batu no.1

e-accounting.id Telp : Aktifitas Penjualan

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III PERANCANGAN BASIS DATA DGN TEKNIK NORMALISASI

BAB II LANDASAN TEORI Administrasi Jasa Pengangkutan Barang Dengan Kapal Laut Sistem Pelayanan Jasa Pengiriman Barang

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG PADA KOPERASI BHAKTI CITRA

DESAIN SISTEM INFORMASI PERDAGANGAN OBAT PADA APOTEK CAHAYA ABADI

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. sistem penjualan dan stok barang. Dengan menganalisis prosedur sistem yang

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. CV. Langgeng Jaya merupakan suatu usaha dagang yang bergerak dalam

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Transkripsi:

Diketahui sebuah Faktur Pembelian Barang seperti dibawah ini : FAKTUR PEMBELIAN BARANG No Faktur : 999 Kode Supplier : S-01 Tgl Faktur : 07-03-2003 Nama Supplier : Geovani KODE NAMA JUMLAH HARGA JUMLAH BARANG BARANG BELI BARANG BAYAR B-01 Sepatu 10 175.000 1.750.000 B-02 Baju 9 75.000 675.000 Total Rp 2.425.000 Terbilang : dua juta empat ratus dua puluh lima ribu rupiah Hormat kami, Kasir Dari contoh faktur diatas, kita akan mencoba melakukan proses normalisasi sesuai dengan tahapan-tahapannya. Dari faktur diatas kita akan mencoba menyusunnya menjadi sebuah tabel UNF (bentuk tidak normal). Adapun cara perancangan tabel UNF ini adalah sebagai berikut. 1. Menyusun semua data yang diketahui kedalam sebuah tabel 2. Kelompokkan / Urutkan data-data yang anda anggap saling berkaitan dengan berpedoman pada 2 cara diatas, maka akan didapatkan hasil perancangan tabel UNF sebagai berikut: NO KODE NAMA KODE NAMA TANGGAL JML HARGA JUMLAH FAKTUR SUPPLIER SUPPLIER BARANG BARANG BELI BELI BELI BAYAR 999 S-01 Geovani B-01 Sepatu 07-03-03 10 175.000 1.750.000 999 S-01 Geovani B-02 Baju 07-03-03 9 75.000 675.000 1000 S-02 Jeffry B-01 Sepatu 10-03-03 5 185.000 925.000 Dosen : Berliano Ruska, M. Kom. 61

Setelah tabel unf selesai kita buat, maka kita telah menyelesaikan tahapan awal dari proses normalisasi. Selanjutnya adalah membentuk tabel 1NF (Bentuk Normal Pertama). Bentuk normal pertama ini tidak jauh berbeda bahkan mungkin saja sama dengan bentuk tidak normal. Adapun cara-caranya adalah sebagai berikut. 1. Kelompokkan / urutkan data data yang menurut anda saling berhubungan / berkaitan. 2. Lengkapi semua data-datanya. 3. Buang / singkirkan setiap item data yang merupakan hasil proses matematika. Hasil perancangan tabel 1NF berbentuk Flat File. NO KODE NAMA KODE NAMA TANGGAL JML HARGA FAKTUR SUPPLIER SUPPLIER BARANG BARANG BELI BELI BELI 999 S-01 Memet B-01 Sepatu 07-03-03 10 175.000 999 S-01 Memet B-02 Baju 07-03-03 9 75.000 1000 S-02 Jeffry B-01 Sepatu 10-03-03 5 185.000 Sampai pada tahap ini kita telah memiliki satu file dengan sembilan field, yang tentu saja masih memiliki banyak kelemahan yaitu : 1. Inserting / Penyisipan Kita tidak bisa memasukkan data supplier saja, karena dengan hanya menyisipkan data supplier saja maka banyak field yang tidak lengkap, dengan kata lain data supplier hanya bisa ditambahkan jika terjadi transaksi pembelian. 2. Updating / Pengubahan Dengan adanya penulisan kode dan nama supplier berulang-ulang, maka, jika suatu waktu terjadi perubahan pada nama supplier kita harus merubah semua data yang mengandung hal tersebut. Hal ini sangat mempengaruhi kinerja dan konsistensi database yang kita rancang. 3. Deleting / Penghapusan Jika kita melakukan penghapusan data barang B-01, maka seluruh data yang berkaitan dengan B-01 akan ikut terhapus. 4. Redundancy data Perekaman data yang sama secara berulang-ulang. Setelah kita mendapatkan tabel 1NF dengan segala karakteristik dan kelemahan-kelemahannya, maka langkah kita selanjutnya adalah membentuk tabel bentuk normal ke dua (2NF). Tabel 2NF ini dibentuk dengan cara mencari kunci-kunci field yang dapat dipakai sebagai patokan dalam pencarian data dan bersifat unik (tidak sama). Dari bentuk 1NF diatas kita dapat menentukan kunci kandidat yaitu : Dosen : Berliano Ruska, M. Kom. 62

Nomor Faktur Kode Supplier Kode Barang Dengan ketiga kunci diatas, buatlah tiga buah tabel, pisahkan semua elemen data yang berkaitan dengan nomor faktur, kode supplier, dan kode barang, lalu kelompokkan ke tabel-tabel yang telah ditentukan. Hasil perancangan 2NF adalah sebagai berikut. TABEL BARANG KODE NAMA BARANG BARANG B-01 Sepatu B-02 Baju TABEL BARANG Kode Barang Nama Barang Aturan lain pada proses normalisasi adalah : diperbolehkannya menambah item data yang dibutuhkan dan berhubungan dengan data tersebut, untuk saat ini kita menambahkan item harga barang, satuan barang dan stok barang (anda boleh menambahkan yang lainnya jika dianggap perlu). Sehingga akan didapat hasil sebagai berikut KODE NAMA HARGA SATUAN STOK BARANG BARANG BARANG BARANG BARANG B-01 Sepatu 175000 Pasang 15 B-02 Baju 75000 Helai 7 TABEL SUPPLIER KODE NAMA SUPPLIER SUPPLIER S-01 Geovani S-02 Jeffry TABEL BARANG Kode Barang * Nama Barang Harga Barang Satuan Barang Stok Barang TABEL SUPPLIER Kode Supplier Nama Supplier Dosen : Berliano Ruska, M. Kom. 63

Pada file supplier ini kita menambahkan item data Nomor Telpon dan Alamat Supplier, sehingga akan didapat hasil sebagai berikut KODE NAMA NOMOR ALAMAT SUPPLIER SUPPLIER TELEPON SUPPLIER S-01 Geovani 856850 Jl. Paus S-02 Jeffry 856860 Jl. Belimbing TABEL SUPPLIER Kode Supplier * Nama Supplier Nomor Telepon Alamat Supplier TABEL PEMBELIAN NO TANGGAL KODE KODE JML HARGA FAKTUR BELI SUPPLIER BARANG BELI BELI 999 07-03-03 S-01 B-01 10 180000 999 07-03-03 S-01 B-02 9 80000 1000 10-03-03 S-02 B-01 5 185000 TABEL PEMBELIAN Nomor Faktur Tanggal Beli Kode Supplier Kode Barang Jml Beli Harga Beli Setelah kita melakukan pemecahan tabel seperti diatas maka sebagian dari pertanyaan atau kondisi yang harus dipenuhi telah terjawab. Tapi ada satu PERMASALAHAN lagi..!!! pada tabel pembelian, field jumlah beli dan harga tidak hanya tergantung pada nomor faktur, tetapi tergantung juga pada kode supplier, tanggal beli, dan kode barang. Hal ini disebut dengan ketergantungan transitif dan harus dipisahkan dalam dua tabel atau lebih. dan yang tidak kalah pentingnya adalah masih adanya data yang sama untuk jenis yang sama ditulis berulangulang. Berdasarkan permasalahan yang masih terjadi, maka dilakukan proses normalisasi tahap selanjutnya, yakni pembentukan tabel 3NF. Tabel 3NF ini mempunyai syarat tidak boleh ada ketergantungan transitif dan harus bergantung sepenuhnya pada kunci utama. Hasil perancangannya sebagai berikut. Dosen : Berliano Ruska, M. Kom. 64

FILE MASTER PEMBELIAN NO TANGGAL KODE FAKTUR BELI SUPPLIER 999 07-03-03 S-01 1000 10-03-03 S-02 TABEL MASTER PEMBELIAN Tanggal Beli Kode Supplier FILE DETAIL PEMBELIAN NOMOR KODE JML HARGA FAKTUR BARANG BELI BELI 999 B-01 10 175.000 999 B-02 9 80.000 1000 B-01 5 185.000 TABEL DETAIL PEMBELIAN Kode Barang ** Jml Beli Harga Beli Dosen : Berliano Ruska, M. Kom. 65

Diketahui sebuah Daftar Penjualan Barang seperti dibawah ini : DAFTAR PENJUALAN BARANG BULAN MARET 2003 NO KODE NAMA KODE NAMA TANGGAL JML HARGA TOTAL FAKTUR PELANGGAN PELANGGAN BARANG BARANG JUAL JUAL JUAL BAYAR 999 P-01 Andi B-01 Sepatu 07-03-03 10 180.000 1.800.000 999 P-01 Andi B-02 Baju 07-03-03 9 80.000 720.000 1000 P-02 Rudi B-01 Sepatu 10-03-03 5 185.000 925.000 TABEL PELANGGAN KODE NAMA PELANGGAN PELANGGAN P-01 Andi P-02 Rudi TABEL PELANGGAN Kode pelanggan Nama pelanggan Pada file pelanggan ini kita menambahkan item data Nomor Telpon dan Alamat pelanggan, sehingga akan didapat hasil sebagai berikut KODE NAMA NOMOR ALAMAT PELANGGAN PELANGGAN TELEPON PELANGGAN P-01 Andi 856850 Jl. Nangka P-02 Rudi 856860 Jl. Manggis TABEL PELANGGAN Kode pelanggan * Nama pelanggan Nomor Telepon Alamat pelanggan Dosen : Berliano Ruska, M. Kom. 66

TABEL PENJUALAN NO TANGGAL KODE KODE JML HARGA FAKTUR JUAL PELANGGAN BARANG JUAL JUAL 999 07-03-03 P-01 B-01 10 180.000 999 07-03-03 P-01 B-02 9 80.000 1000 10-03-03 P-02 B-01 5 185.000 TABEL PENJUALAN Nomor Faktur Tanggal Jual Kode Pelanggan Kode Barang Jml Jual Harga Jual FILE MASTER PENJUALAN NO TANGGAL KODE FAKTUR JUAL PELANGGAN 999 07-03-03 P-01 1000 10-03-03 P-02 TABEL MASTER PENJUALAN Tanggal Jual Kode Pelanggan FILE DETAIL PENJUALAN NOMOR KODE JML HARGA FAKTUR BARANG JUAL JUAL 999 B-01 10 180000 999 B-02 9 80000 1000 B-01 5 185000 TABEL DETAIL PENJUALAN Kode Barang ** Jml Jual Harga Jual Setelah Tabel 3NF selesai, maka langkah selanjutnya adalah pengujian terhadap hasil rancangan database, dilakukan dengan cara mengecek hubungan / relationship antar tabel. Jika tidak terdapat hubungan / relasi antar database, maka perancangan database yang saudara lakukan GAGAL TOTAL!!!. Berikut ini adalah hasil penghubungan / relasional antar file. Dosen : Berliano Ruska, M. Kom. 67

TABEL DETAIL PEMBELIAN TABEL MASTER PEMBELIAN TABEL BARANG Kode Barang * Nama Barang Harga Barang Satuan Barang Stok Barang Kode Barang ** Jml Beli Harga Beli TABEL DETAIL PENJUALAN Kode Barang ** Jml Jual Harga Jual Tanggal Beli Kode Supplier ** TABEL MASTER PENJUALAN Tanggal Jual Kode Pelanggan ** TABEL SUPPLIER Kode Supplier * Nama Supplier Nomor Telepon Alamat Supplier TABEL PELANGGAN Kode pelanggan * Nama pelanggan Nomor Telepon Alamat pelanggan Dengan memanfaatkan hasil normalisasi untuk transaksi tunai diatas, tugas anda : 1. Untuk No. BP ganjil buat program untuk penjualan 2. Untuk No. BP genap buat program untuk pembelian 3. 1 kelompok maksimal 3 orang Dosen : Berliano Ruska, M. Kom. 68