Bab 5 Array (Variabel Berindeks)

dokumen-dokumen yang mirip
Struktur dan Organisasi Data 2 ARRAY

BAB 2 ARRAY. Array adalah suatu himpunan hingga elemen, terurut dan homogen.

BAB 2 ARRAY & RECORD

ARRAY. Vektor adalah bentuk yang sederhana dari array, yang merupakan array dimensi satu. Array N dapat kita bayangkan :

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ALGORITMA PEMROGRAMAN MODUL V ARRAY

STATEMEN GO TO DAN IF-THEN. Pertemuan IX

ALGORITMA PEMROGRAMAN 1A** (PP :S1-KA) Pertemuan 6. Ahmad Hidayat

Algoritma & Pemrograman #10

BAB 3 PENYELESAIAN KONDISI

Bab 4 Perintah Perulangan

Pertemuan 6 Array Objektif: 1. Memahami cara mendeklarasi tipe indeks dalam array 2. Dapat membuat program sederhana menggunakan array Pertemuan 6 53

5. Teknik Pengulangan

ARRAY (LARIK) Altien Jonathan Rindengan, S.Si., M.Kom.

Sesi/Perkuliahan ke: 3

JAWABAN TUGAS 5 PEMROGRAMAN TEKNIK

Algoritma Pemrograman

Vektor. Vektor. 1. Pengertian Vektor

MATRIK dan RUANG VEKTOR

Algoritme dan Pemrograman

RINGKASAN PEMROGRAMAN QUICK BASIC

MATRIKS. Notasi yang digunakan NOTASI MATRIKS

PENGENALAN STATEMEN BASIC. Pertemuan VIII

MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA & BAHASA PEMROGRAMAN I (BASIC) Dosen Pengasuh : Suroto, S.Kom, M.Ak

ARRAY. Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom

ARRAY/LARIK. 3/25/2010 Materi Array - RIE 1

Algoritma Pemrograman

BAB V, VI ARRAY, STRING

Pertemuan 3. ARRAY dan RECORD

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman

STRUKTUR KONTROL. Struktur WHILE-DO Mempunyai struktur sebagai berikut : Bentuk Umum : WHILE condition Do statement Bentuk Proses (flow chart) :

Algoritma Pemrograman

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH PENGANTAR KOMPUTER & PRAKTIKUM (AKN) KODE / SKS KD / 4 SKS

Quis. Contoh. Definisi Konsep Part 1,2 Part 3 Part 4. Oleh : Hasan Sanlawi, S.Kom. STMIK Pranata Kampus E : Materi Kuliah STRUKTUR DATA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH APLIKASI KOMPUTER PSIKOLOGI A KODE / SKS : KK / 1 SKS

Matriks. Algoritma Pemrograman. Definisi Matriks

Turbo C adalah tool yang dipakai untuk membuat code program dalam bahasa C ataupun C++. Berikut adalah jendela utama Turbo C

CCH1A4 / Dasar Algoritma & Pemrogramanan

Larik/ Array int a1, a2, a3, a4, a5;

MATEMATIKA. Sesi MATRIKS A. DEFINISI MATRIKS B. UKURAN ATAU ORDO SUATU MATRIKS

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS

Algoritma Pemrograman

2.3 Algoritma Tidak Berhubungan dengan Bahasa Pemrograman Tertentu

MATERI IV ARRAY. Materi Praktikum Pemograman Bahasa C++ dengan menggunakan variabel Array

Saifoe El Unas 2. Free Format

BAB I. LARIK (ARRAY) Array (larik) ialah penampung sejumlah data sejenis (homogen) yang menggunakan satu identifier (pengenal).

STATEMENT INPUT - OUTPUT

3. Analisis Masalah dan Penyelesaian

Soal hari Jumat (16/10) Latihan 10 MS

MATRIK DAN KOMPUTASI

Nama : Suseno Rudiansyah NPM : Kelas : X2T Prodi : Teknik Informatika Tugas : Kuis Algoritma 2

ARRAY / LARIK. Oleh : Agus Priyanto, M.Kom SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM. Smart, Trustworthy, And Teamwork

BAB IX OPERASI MATRIK

Pelabelan matriks menggunakan huruf kapital. kolom ke-n. kolom ke-3

Array, Record, sorting : Elektro Unud (MSU) Page 1 of 13

ARRAY. contoh : A[1] := 10; var A : array[1..10] of integer; A[nomer_indeks]

BAB I MATRIKS DEFINISI : NOTASI MATRIKS :

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS

Algoritma dan Pemrograman Lanjut. Pertemuan Ke-2 Array (Larik)

Aplikasi OBE Untuk Mengurangi Kompleksitas Algoritma Program Penghitung Determinan Matriks Persegi

:Mahasiswa dapat mempraktekkan penggunaan array

PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MATRIKS

MATRIKS. Algoritma dan Pemrograman Tahar Agastani Teknik Informatika UIN Overview

Struktur Data. PDE - Struktur Data 1

OPERASI MATRIKS. a 11 a 12 a 13 a 14 A = a 21 a 22 a 23 a 24 a 31 a 32 a 33 a 34 a 41 a 42 a 43 a 44

Pertemuan 2 Matriks, part 2

BAB XI ARRAY (LARIK)

ARRAY. Larik / array adalah tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe yang sama.

LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Searching ( Pencarian ) Modul III

Sesi /Perkuliahan ke : 5

PEMROGRAMAN STRUKTURAL

JAVASCRIPT ARRAY PRAKTIKUM VII. Mahasiswa mengenal mengenai Array serta mengetahui cara menggunakan Array di dalam program.

Alih Kontrol dengan Flowchart

STATEMENT INPUT ALGORITMA & PEMROGRAMAN 1B

BAB-2 : TIPE DATA, VARIABEL DAN OPERATOR

Universitas Komputer Indonesia

Algoritma & Pemrograman #9. by antonius rachmat c, s.kom, m.cs

STATEMENT INPUT-OUTPUT

KONSEP PEMROGRAMAN BASIC. Pertemuan VII

ALGORITMA & FLOWCHART

ARRAY Terurut Homogen

Soal hari Selasa (13/10) Latihan 7 AN

ELEMEN DASAR PROGRAM FORTRAN. Kuliah ke-2

Pertemuan - 3. Array dan Matriks (Bab 2) Oleh : Boldson Herdianto. S., Skom., MMSI.

P11 Array. A. Sidiq Purnomo Program Studi Teknik Informatika Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Algoritma,Flowchart, Konsep

PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

MATRIKS. Slide : Tri Harsono PENS - ITS. 1 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) - ITS

a[0] a[1] a[2] a[3] a[4] a[5] x

MATRIKS Nuryanto, ST., MT.

Struktur Data Array. Rijal Fadilah S.Si

PENGURUTAN BILANGAN METODE BUBBLE SORT

PENGURUTAN BILANGAN METODE STRAIGHT SELECTION

Analisa Numerik. Matriks dan Komputasi

Bab 7 PEMROGRAMAN MODULAR

Makalah. STRUKTUR DATA ( Array )

DIKTAT MATA KULIAH PEMROGRAMAN I BAB VII ARRAY

Pengenalan Algoritma & Struktur Data. Pertemuan ke-1

ALGORITMA & PEMROGRAMAN II ARRAY

Transkripsi:

Bab 5 Array (Variabel Berindeks) 5.1. Pengertian array Variabel dengan tipe data tunggal (skalar) hanya dapat digunakan untuk menyimpan sebuah nilai saja, sehingga untuk menyimpan beberapa nilai sekaligus dalam suatu variabel khusus yang disebut dengan variabel array atau variabel berindeks. Variabel array dapat digunakan untuk menampung banyak data yang sejenis (numerik/string). Sebelum digunakan dalam pemrograman suatu array harus dideklarasikan dulu dengan instruksi DIM. DIM nama_variabel(index1,[index2],..) Sebagai contoh : DIM A(10) DIM nama$(20) DIM matrik(3,5) Program 5.1. DIM A(10) CLS DATA 10,15,45,21,56,67,23,18,92,11 FOR I=1 TO 10 READ A(I)? "A(";I;")=";A(I) NEXT I Output dari program di atas adalah : A(1)=10 A(2)=15 A(3)=45 A(4)=21 A(5)=56 A(6)=67 A(7)=23 A(8)=18 A(9)=92 A(10)=11

Algoritma menghitung rata-rata dengan menggunakan array: Mulai Input N Jumlah = 0 FOR i = 1 TO N Input A(i) Jumlah = jumlah+ A(i) i ratarata = jumlah/n Cetak jumlah Selesai Gambar 5.1. Algorithma menghitung rata-rata dari N buah bilangan Program 5.2. REM Contoh penggunaan array REM Program untuk menghitung rata-rata DIM A(20) Input "Masukkan banyak data (maximal 20) : ", N jumlah=0 FOR i = 1 TO n print "Masukkan data ke-";i input A(i) jumlah=jumlah+a(i) NEXT ratarata=jumlah/n Print "Rata-rata dari ";n;" bilangan tersebut adalah : ";ratarata

Pada contoh program di atas variabel A adalah variabel array yang dapat menyimpan data sejenis sebanyak 20 elemen (didefinisikan dengan perintah DIM A(20)). Algorithma dan program BASIC berikut ini adalah merupakan pengembangan dari program sebelumnya yang menggunakan variabel bertipe array untuk menghitung bilangan terbesar, bilangan terkecil serta rata-rata dari N buah bilangan yang diinputkan. Mulai Input N 1 FOR i = 1 TO N FOR i = 2 TO N Input A(i) Jumlah = jumlah+ A(i) i A(i)>max max = A(i) jumlah = A(1) max=a(1) min=a(1) A(i)<min min = A(i) 1 i ratarata=jumlah/n Cetak max,min, jumlah,ratarata Mulai Gambar 5.2. Algorithma mencari rata-rata, bilangan terbesar dan terkecil Program 5.3.

REM Contoh penggunaan array utk menghitung REM rata-rata, bil. terbesar dan bil. terkecil DIM A(20) Input "Masukkan banyak data (maximal 20) : ", N REM Memasukkan bilangan sebanyak N kali FOR i = 1 TO n Print "Masukkan data ke-";i input A(i) jumlah=a(1) max=a(1) min=a(1) FOR i= 2 TO n jumlah=jumlah+a(i) IF A(i)>max THEN max=a(i) IF A(i)<min THEN min=a(i) ratarata=jumlah/n Print "Banyak data : ";N Print "Jumlah total data : ";jumlah Print "Rata-ratanya adalah : ";ratarata Print "Bilangan terbesar : ",max Print "Bilangan terkecil : ",min Output : Masukkan banyak data (maximal 20) : 5 Masukkan data ke-1 15 Masukkan data ke-2 10 Masukkan data ke-3 8 Masukkan data ke-4 7 Masukkan data ke-5 20 Banyak data : 5 Jumlah total data : 60 Rata-ratanya adalah : 12 Bilangan terbesar : 20 Bilangan terkecil : 7

Contoh lain penerapan array adalah pembuatan program untuk mengurutkan data numerik / angka. Program 5.4. Program pengurutan data numerik 'Proses pengurutan data DIM A(100) cls Input "Banyak data (max 100) :",N For i = 1 to N print "Masukkan data ke-";i; input A(i) next i print "Data sebelum diurutkan :" For i = 1 to N print A(i); next i 'Proses pengurutan/sortir For i = 1 to N-1 For j= 1 to N-i if A(j) > A(j+1) then bantu = A(j) dapat diganti A(j) = A(j+1) dengan perintah A(j+1) = bantu SWAP A(j),A end if next j next i print print "Data setelah diurutkan : " For i = 1 to N print A(i); next I Output : Input A(i) Banyak data (max 100) :5 Masukkan data ke- 1? 10 Masukkan data ke- 2? 45 Masukkan data ke- 3? 78 Masukkan data ke- 4? 23 Masukkan data ke- 5? 96 Data sebelum diurutkan : 10 45 78 23 96 Data setelah diurutkan : 10 23 45 78 96

Keterangan : 3 baris berikut ini berfungsi untuk menukar nilai dari 2 variabel : bantu = A(j) A(j) = A(j+1) A(j+1) = bantu Ketiga baris tersebut dapat digantikan dengan hanya 1 baris saja yaitu dengan menggunakan fungsi SWAP. Selain mengurutkan bilangan, array juga dapat digunakan untuk mengurutkan karakter atau string. Hal ini disebabkan karena kode ASCII dari huruf A s/d Z saling berurutan dari kecil ke besar. Untuk membandingkan string, digunakan operator relasi. Program REM Program untuk mengurutkan string REM menggunakan array berdimensi satu cls DIM nama$(20) READ jumlah% PRINT "Data sebelum diurutkan " FOR i% = 1 to jumlah% READ nama$(i%) print nama$(i%) % REM Proses pengurutan string FOR i% = 1 to jumlah%-1 FOR j% = i%+1 TO jumlah% IF nama$(j%) < nama$(i%) THEN SWAP nama$(j%), nama$(i%) END IF % % PRINT "Data setelah diurutkan : " FOR i% = 1 to jumlah% print nama$(i%) % DATA 5 DATA "Syarif"

DATA "Riyanto" DATA "Iwan" DATA "Daisy" DATA "Tessy" RUN Data sebelum diurutkan Syarif Riyanto Iwan Daisy Tessy Data setelah diurutkan : Daisy Iwan Riyanto Syarif Tessy 5.2 Array statik dan dinamik Turbo BASIC mempunyai 2 jenis cara penyimpanan array yaitu statik dan dinamik. Array dinamik artinya ukuran array adalah variabel dan ditentukan pada saat program dijalankan, sehingga memungkinkan programmer untuk membentuk array yang besarnya sesuai dengan jumlah data yang ada. Sesudah dipakai, array tersebut dapat dihapus sehingga memorinya dapat digunakan untuk keperluan lagi. Array statik artinya array yang ukurannya sudah ditentukan sebelumnya dan dibuat pada saat program dicompile. Keuntungan dari array statik adalah elemen-elemen array tersebut lebih cepat diakses sehingga jalannya program lebih cepat. Perintah ERASE Untuk menghapus suatu array yang sudah tidak diperlukan lagi digunakan perintah ERASE.

Perintah Option Base Perintah Option Base digunakan untuk memilih nilai awal dari suatu matrik. Jika digunakan Option Base 0, maka subskrip awal suatu array adalah 0, dan jika digunakan Option Base 1 maka subskrip awalnya adalah 1. Contoh : OPTION BASE 0 DIM var(10) Artinya : mendeklarasikan array dengan subskrip dimulai dari 0 s/d 10. Jika perintah Option Base tidak dituliskan dalam program, maka akan dianggap bawah option basenya adalah 1. Program : REM Penggunaan perintah ERASE pada array dinamik CLS OPTION BASE 0 DIM A(6) REM Mengisi elemen array FOR i= 0 to 6 Print "masukkan data ke-";i; Input A(i) NEXT? "Mencetak elemen array : " FOR i= 0 to 6 PRINT A(i); NEXT ERASE A?? "Mencetak isi array setelah dihapus: " FOR i= 0 to 6 PRINT A(i); NEXT RUN masukkan data ke- 0? 10 masukkan data ke- 1? 32 masukkan data ke- 2? 34 masukkan data ke- 3? 12 masukkan data ke- 4? 43 masukkan data ke- 5? 54 masukkan data ke- 6? 76 Mencetak elemen array :

10 32 34 12 43 54 76 Mencetak isi array setelah dihapus: 0 0 0 0 0 0 0 5.3 Array Berdimensi Dua dan Operasi Matrik Array berdimensi 2 sering digunakan dalam operasi matrik. Array berdimensi 2 terdiri atas 2 elemen yaitu baris dan kolom. Matrik adalah daftar bilangan yang disusun dalam bentuk dua dimensi kolom dan baris. Nilai-nilai dalam matrik disebut dengan elemen matrik. Pada suatu program komputer, suatu matriks disimpan pada array berdimensi 2. Indeks dari matrik menunjukkan nomor elemen dari matriknya. Algorithma matrik identitas : Mulai Input N FOR i = 1 to N FOR j = 1 to N i = j A(i,j) = 1 A(i,j) = 0 Cetak A(i,j) j i Selesai Gambar 5.3. Algorithma matrik identitas

Program 5.3. Program matrik identitas DIM A(10,10) Input "Banyak baris & kolom : ",N FOR i= 1 to N For j= 1 to n if i=j then A(i,j)=1 else A(i,j)=0? A(i,j); next? next Output : Banyak baris & kolom : 4 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 Program 5.4. Program penjumlahan 2 buah matrik REM Penjumlahan 2 matrik DIM A(10,10),B(10,10),C(10,10) Input "Masukkan jumlah baris : ",bar Input "Masukkan jumlah kolom : ",kol REM Memasukkan data matrik A FOR i=1 to bar FOR j=1 to kol Print "Masukkan A[";i;",";j;"]= "; Input A(i,j) REM Memasukkan data matrik B FOR i=1 to bar FOR j=1 to kol Print "Masukkan B[";i;",";j;"]= "; Input B(i,j) REM Proses penjumlahan matrik A & matrik B FOR i=1 to bar FOR j=1 to kol C(i,j) = A(i,j)+B(i,j) REM Proses pencetakan matrik C Diktat Kuliah Bahasa Komputer I halaman 6

FOR i=1 to bar FOR j=1 to kol Print C(i,j); Print Program 5.5. Program transpose matrik REM Program transpose matrik DIM A(20,20),B(20,20) CLS Input "Masukkan banyak baris : ", baris Input "Masukkan banyak kolom : ", kolom 'Memasukkan data matrik A FOR i = 1 TO baris FOR j = 1 To kolom Print "A[";i;",";j"] : " Input A(i,j) 'mencetak matrik 1 print "Matrik A " FOR i = 1 TO baris FOR j = 1 To kolom print A(i,j);" "; print 'mencetak transpose matrik print "Transpose Matrik A " FOR i = 1 TO kolom FOR j = 1 To baris print A(j,i);" "; print Output : Diktat Kuliah Bahasa Komputer I halaman 6

Masukkan banyak baris : 2 Masukkan banyak kolom : 3 A[ 1, 1 ] :? 11 A[ 1, 2 ] :? 12 A[ 1, 3 ] :? 13 A[ 2, 1 ] :? 21 A[ 2, 2 ] :? 22 A[ 2, 3 ] :? 23 Matrik A 11 12 13 21 22 23 Transpose Matrik A 11 21 12 22 13 23 Diktat Kuliah Bahasa Komputer I halaman 6