KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (Ksp)
Kelarutan (s) Kelarutan (solubilit) adalah suatu zat dalam suatu pelarut menatakan jumlah maksimum suatu zat ang dapat larut dalam suatu pelarut. Satuan kelarutan umumna dinatakan dalam gramlˉ¹ atau moll ˉ¹ (M) Contoh: Kelarutan AgCl dalam air adalah 1, 10ˉ²M. Kelarutan AgCl dalam larutan NaCl 0,1 M adalah 1,7 10ˉ¹º M.
Besarna kelarutan suatu zat dipengaruhi oleh beberapa faktor,antara lain sebagai berikut: Jenis pelarut Senawa polar (mempunai kutub muatan) akan mudah larut dalam senawa polar.misalna gula, NaCl, alkohol, dan semua asam merupakan senawa polar. Senawa non polar akan mudah larut dalam senawa non polar,misalna lemak mudah larut dalam minak.senawa non polar umumna tidak larut dalam senawa polar,misalna NaCl tidak larut dalam minak tanah.
Suhu Kelarutan zat padat dalam air semakin tinggi bila suhuna dinaikkan.adana panas (kalor) mengakibatkan semakin renggangna jarak antara molekul zat padat tersebut. Merenggangna jarak antara molekul zat padat menjadikan kekuatan gaa antar molekul tersebut menjadi lemah sehingga mudah terlepas oleh gaa tarik molekul-molekul air
Hasil Kali Kelarutan (Ksp) Senawa-senawa ion ang terlarut di dalam air akan terurai menjadi partikel dasar pembentukna ang berupa ion positif dan ion negatif.bila ke dalam larutan jenuh suatu senawa ion ditambahkan kristal senawa ion maka kristal tersebut tidak melarut dan akan mengendap
Jika garam AB dilarutkan dalam air, maka hasil kali kelarutan (Ksp) garam ini didefinisikan sebagai: A B Contoh: (s) A B Ksp [A ] [B ] Ag SO (s) 4 Ag SO 4 Ksp [Ag ] [SO 4 ]
Hubungan Antara Kelarutan dan Ksp Pada larutan jenuh senawa ion A B, konsentrasi zat di dalam larutan sama dengan harga kelarutanna dalam satuan mol Lˉ¹. Senawa ang terlarut akan mengalami ionisasi dalam sstem kesetimbangan. A B A B (s) A B Ksp [A ] [B ]
Jika harga kelarutan dari senawa AB sebesar s M, maka di dalam reaksi kesetimbangan tersebut konsentrasi ion-ion dan ion sebagai berikut : A B(s) A B Ksp[A ] [B ] s M s M s M Sehingga hasil kali kelarutanna(ksp) adalah, Ksp AB = = = [A ] (s) X [B (s) (s) ]
Contoh: Jika kelarutan garam perak sulfat dalam air murni adalah 1,5 10 5 M, tentukan hasil kali kelarutan garam tersebut! Jawab Ag SO (s) 4 Ag SO 4 10-5 1,5 10-5 K sp + - SO4 Ag 5 5 10 1,5 10 1,5 10 14
Untuk reaksi kesetimbangan : A B (s) Ksp = A X (s) B dengan s = kelarutan A B (s) dalam satuan Molar (M) Dari rumus tersebut dapat ditentukan harga kelarutan sebagai berikut s = (m n) Ksp X Besarna Ksp suatu zat bersifat tetap pada suhu tetap. Bila terjadi perubahan suhu maka harga Ksp zat tersebut akan mengalami perubahan.
Soal: Jika K sp garam Fe adalah 1 10-6, tentukan kelarutan garam (PO ) 4 tersebut dalam air murni! Jawab: Fe (PO ) 4 Fe (PO 6 10 ) 4 10 6 dengan menggunakan rumus Ksp A B (s) = X (s) Ksp (PO 4 ) Fe = (1 10 6 ) 180 = 6 (1 10 ) = 6 10 180
Pengaruh Ion Senama Perubahan Kelarutan Akibat Ion Senama Kelarutan garam dalam larutan ang telah mengandung elektrolit lain dengan ion ang sama dengan salah satu ion garam tersebut, akan lebih kecil dari kelarutan garam dalam air murni. Yang tidak berubah adalah Ksp garam tersebut.
Contoh: AgCl dilarutkan dalam larutan NaCl 0,1 M. Dalam larutan ini, terjadi reaksi ionisasi NaCl dan AgCl. NaCl Na + Cl AgCl(s) Ag + Cl Kesetimbangan kelarutan ang digambarkan dalam persamaan ionisasi ang terakhir, bergeser ke kiri akibat kehadiran ion Cl- ang dihasilkan dari ionisasi sempurna garam NaCl. Hal ini menebabkan kelarutan AgCl lebih kecil dari kelarutanna dalam air murni.
Perhitungan Kelarutan Ksp tetap (pada suhu tertentu), kelarutan bisa berubah, bergantung pada ion-ion ang hadir dalam larutan. Contoh: Tentukan kelarutan AgCl(s) dalam larutan NaCl 0,1 M, jika hasil kali kelarutan 10 AgCl(s) adalah 1,7 10
Jawab: Misalkan kelarutan AgCl(s) dalam larutan tersebut adalah s molar. NaCl (s) Na Cl -- 0,1 M 0,1 M AgCl (s) Ag Cl s M s M K sp (AgCl) + - Ag Cl ss s 10 1,7 10 0,1 0,1 s 1,7 10 9
Pengaruh Pembentukan Kompleks Garam ang sulit larut dalam air, dapat dilarutkan dengan membentuk kompleks garam tersebut. Misalna, AgBr ang sulit larut dalam air, dapat dilarutkan dengan penambahan NH,sehingga terbentuk dalam air. Ag(NH ) Br ang mudah mengion AgBr (s) NH Ag(NH ) Br
Dalam proses ini, terkait dua reaksi kesetimbangan, aitu: AgBr (s) Ag Br Ksp510 1 Ag(NH ) Ag NH K 610 8 Contoh: Tentukan jumlah minimum amoniak ang diperlukan dalam 1 L air untuk melarutkan 0,01 mol AgBr.
Jawab: Jika AgBr melarut, maka dalam larutan akan terdapat ion Br - sebanak 0,01 M, sedangkan jumlah ion Ag akan sangat sedikit karena sebagian besar akan hadir dalam bentuk ion Ag(NH ). Dari reaksi kesetimbangan ionisiasi AgBr, K sp + - Ag Br 1 + 5 10 Ag 0,01 M + 11 Ag 510 M Dari reaksi kesetimbangan pembentukan kompleks, 610 NH + Ag NH K Ag NH 8 11 510 NH 0,01 1,10 M Jadi, untuk melarutkan AgBr, dibutuhkan sedikitna 1,10 M amoniak dalam larutan. Karena 0,0 mol NH dibutuhkan untuk pembentukan 0,01 mol ion Ag(NH ) +, maka total amoniak ang dibutuhkan adalah 1,1 M.
Fungsi dan Manfaat Hasil Kali Kelarutan (Ksp) Harga Hasil Kali Kelarutan (Ksp) suatu senawa ionik ang sukar larut dapat memberikan informasi tentang kelarutan senawa tersebut dalam air. Semakin besar harga Ksp suatu zat, semakin mudah larut senawa tersebut.
Harga Ksp suatu zat dapat digunakan untuk meramal terjadi tidakna endapan suatu zat jika dua larutan ang mengandung ion-ion dari senawa sukar larut dicampurkan. Untuk meramalkan terjadi tidakna endapan AB. Jika larutan ang mengandung A+ dan Bdicampurkan digunakan konsep hasil kali ion (Qsp) berikut ini, Qsp A B [A ] [B ]
Jika Qsp > Ksp maka akan terjadi endapan A B Jika Qsp = Ksp maka mulai terjadi larutan jenuh A B Jika Qsp < Ksp maka belum terjadi larutan jenuh maupun endapan A B
Daftar Pustaka www.goggle.com www.ahoo.com www.chemistr.com Sudarmo,Unggul.004.Kimia untuk SMA Kelas XI.Jakarta:Erlangga Martoo,dkk.00.Terampil Menguasai dan Menerapkan Konsep Kimia untuk SMU semester 1.Solo:Tiga Serangkai