BAB II TINJAUAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II KAJIAN TEORI DAN PERUMUSAN PERTANYAAN PENELITIAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA. keuangan yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap laporan keuangan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bersama-sama guna mengetahui hubungan diantara pos-pos tertentu baik dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan. sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. PADA PERIODE

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Akuntansi Modal Bank K E L O M P O K 4 : H A F I L I A P O N G G O H O N G S U S A N T I A S S A S A R W I N D A S A R I R I K I K U M A U N A N G

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. yang membutuhkannya. Disamping itu bank dikenal sebagai tempat untuk

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENGUKUR TINGKAT KESEHATAN BANK PADA PT BPR MASARAN MITRA ANDA KABUPATEN SRAGEN. Oleh: JUNI TRISNOWATI (Dosen FE-UNSA)

ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK PADA PT. BANK NEGARA INDONESIA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

BAB II LANDASAN TEORI. Pengertian Bank menurut Global Association of Risk Professionals

PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN FINANSIAL BANK DENGAN MENGGUNAKAN RASIO CAMEL PADA PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK PERIODE TAHUN

Lampiran 1. Perhitungan Nilai CAR BRI periode

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti. meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian tentang analisis pengaruh Dana Pihak Ketiga, CAR, ROA, dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian mengenai pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non. membutuhkan kajian teori sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Peran perbankan dalam membangun ekonomi merupakan salah satu sektor

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 8/18/PBI/2006 TENTANG KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM BANK PERKREDITAN RAKYAT GUBERNUR BANK INDONESIA,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengaruh Risiko Usaha Terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) pada

TINJAUAN PUSTAKA Bank

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN BANK SYARIAH. Oleh : Junaedi,SE,M.Si

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB III PEMBAHASAN. Menurut Veithzal et al (2012:616), laporan keuangan adalah laporan periodik

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 8/22/PBI/2006 TENTANG KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM BANK PERKREDITAN RAKYAT BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian.

Perhitungan Rasio Keuangan BPR Konvensional. Kas (0%) Sertifikat Bank Indonesia (0%) 0 0 0

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam kehidupan sekarang ini sudah tidak asing lagi mendengar kata-kata

BAB II KAJIAN PUSTAKA. menghimpun dana dari masyarakat, menyalurkan dana kepada masyarakat, dan juga

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Harga Saham Perusahaan-Perusahaan Otomotif di Bursa Efek Jakarta, hasil

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Keuangan Bank Syariah membutuhkan kajian teori sebagai berikut :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Rasio keuangan adalah alat ukur yang paling sering igunakan dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perekonomian suatu negara. Perbankan mempunyai kegiatan yang. mempertemukan pihak yang membutuhkan dana (borrower) dan pihak

BAB I PENDAHULUAN. ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan yang

CAKUPAN DATA. AKSES DATA Data Antar Bank Aktiva dapat di akses dalam website BI :

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA PER 30 SEPTEMBER 2003 & 2002

BAB II BAHAN RUJUKAN

PENILAIAN KEBERHASILAN BANK DENGAN PERHITUNGAN MATEMATIS

BAB III METODE PENELITIAN

LAPORAN KEUANGAN BANK

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA BPR BKK KARANGMALANG CABANG KEDAWUNG KABUPATEN SRAGEN TAHUN 2013

BAB II TEORI PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK. bank, maupun OJK selaku pemilik otoritas dalam mengawasi bank. 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. Pengertian Bank menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Modal Kerja. dan biaya-biaya lainnya, setiap perusahaan perlu menyediakan modal

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. penting bagi para pengguna laporan keuangan dalam pengambilan keputusan.

BAB 1 PENDAHULUAN. ekonomi sebagai financial intermediary atau perantara pihak yang kelebihan dana

BAB I PENDAHULUAN. dari masyarakat terhadap perbankan dan juga sebaliknya tanpa adanya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN METODE CAMEL PADA PT. BPR NARPADA NUSA TAHUN 2016

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Dalam hal ini penulis akan melakukan analisa kinerja keuangan bank yang

BAB II LANDASAN TEORI. kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiata usahanya. Banyak

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data yang telah

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan salah satu alternatif pilihan sumber dana jangka panjang bagi

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA KOPERASI LAUT SEJAHTERA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TEGAL SARI KOTA TEGAL

Sri Pujiyanti Dr. Ir. E. Susi Suhendra, MS Universitas Gunadarma

MANAJEMEN KEUANGAN. Mencapai atau memperoleh laba maksimal untuk kemakmuran pemilik perusahaan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Pengertian perbankan dalam pasal 1 ayat 1 Undang-Undang No.10 Tahun

M 1 KARTIKA SARI. Universitas Gunadarma. Tujuan. MATERI AKPER 1 Hal -1

ANALISIS KESEHATAN LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD) STUDI KASUS PADA LPD DESA ADAT KEDONGANAN KUTA BADUNG TAHUN

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Bank merupakan lembaga kepercayaan yang berfungsi sebagai lembaga

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

No.8/26/DPbS Jakarta, 14 November 2006 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK PERKREDITAN RAKYAT BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH DI INDONESIA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tidak terlepas dari kaitannya dengan uang. Sebab untuk menjalankan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Sampel bank umum syariah yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Syariah Mandiri

BAB II BAHAN RUJUKAN


OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN

BAB II BAHAN RUJUKAN

KONSOLIDASI POS-POS. Des 2005 Des 2004 Des 2005 Des 2004 AKTIVA 41,215 28,657

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2015, No.73 2 e. bahwa sehubungan dengan huruf a sampai dengan huruf d diatas diperlukan penyesuaian terhadap ketentuan tentang Kewajiban Penyediaan M

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bank dalam menjalankan usahanya menghimpun dana dari masyarakat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KATA PENGANTAR. Jakarta, April 2005 BANK INDONESIA Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. bagi perusahaan. Termasuk didalamnya adalah perusahaan-perusahaan pada sektor

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KATA PENGANTAR. Jakarta, Agustus 2005 BANK INDONESIA Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan

ANALISIS KINERJA KEUANGAN

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMEL. Studi Pada PT. Bank Jatim, Tbk Malang Periode

BAB II LANDASAN TEORI

Transkripsi:

5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Beberapa hasil penelitian terdahulu bertujuan untuk mendapat bahan perbandingan awal yang dapat menjelaskan pembahasan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Lucia Maria Yekti Isnani (2003) pada program Strata satu (S 1) Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jember dengan judul "Penilaian Keberhasilan Perbankan Pada Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Cabang Pembantu Bondowoso". Hasil penelitian Elvin Hendrata (2002) pada program Strata satu (S1) Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jember dengan judul "Analisis Tingkat Kesehatan Bank Sesuai Standard Bank Indonesia pada PT. BPR Bumi Rinjani di Batu Malang". 2.1.1 Penelitian Lucia Maria Yekti Isnani Penelitian Lucia Maria Yekti Isnani (2003) menghasilkan perhitungan rasio keuangan BTPN Cabang Bondowoso th. 2001 s.d 2002 adalah sebagai berikut: 1. Permodalan Perkembangan permodalan dari tahun 2001 sampai 2002 adalah sebagai berikut: - Per 31 Desember 2001 = 25,35% dengan NK = 100 predikat SEHAT - Per 31 Desember 2002 = 16,36% dengan NK = 100 predikat SEHAT 5

6 2. Kualitas Aktiva Produktif a) Perbandingan Aktiva yang diklasifikasikan terhadap aktiva produktif dalam perkembangannya dari tahun 2001 sampai 2002 adalah sebagai berikut : - Per 31 Desember 2001 = 3,67% dengan NK = 100 predikat SEHAT - Per 31 Desember 2002 = 2,23% dengan NK = 100 predikat SEHAT b) Perbandingan penyusutan aktiva produktif terhadap penyusutan aktiva produktif yang wajib dibentuk, dalam perkembangannya dari tahun 2001 sampai 2002 adalah sebagai berikut : - Per 31 Desember 2001 -= 85,49% dengan NK = 85,49 predikat SEHAT - Per 31 Desember 2002 = 114,48% dengan NK = 114,48 predikat SEHAT 3 Manajemen Perkembangan manajemen dari tahun 2001 sampai 2003 adalah sebagai berikut: - Per 31 Desember 2001 = 86,0 dengan NK = 86,0 predikat SEHAT - Per 31 Desember 2002 = 91,0 dengan NK = 91,0 predikat SEHAT 4. Rentabilitas a) Perbandingan laba sebelum pajak terhadap jumlah aktiva dalam periode yang sama, dalam perkembangannya dart tahun 2001 sampai 2002 adalah sebagai berikut : - Per 31 Desember 2001 = 4,69% dengan NK = 100 predikat SEHAT

7 - Per 31 Desember 2002 = 4,22% dengan NK = 100 predikat SEHAT b) Perbandingan beban operasional terhadap pendapatan operasional, dalam perkembangannya dari tahun 2001 sampai 2002 adalah sebagai berikut : - Per 31 Desember 2001 = 60,88% dengan NK = 100 predikat SEHAT - Per 31 Desember 2002 = 77,73% dengan NK = 100 predikat SEHAT 5. Likuiditas a) Perbandingan alat likuid terhadap hutang lancar dari tahun 2001 sampai 2002 adalah sebagai berikut : - Per 31 Desember 2001 = 20,96% dengan NK = 100 predikat SEHAT - Per 31 Desember 2002 = 16,57% dengan NK = 100 predikat SEHAT b) Perbandingan antara kredit yang diberikan terhadap dana yang diterima dari tahun 2001 sampai 2002 adalah sebagai berikut : - Per 31 Desember 2001 = 48,79% dengan NK = 100 predikat SEHAT - Per 31 Desember 2002 = 74,04% dengan NK = 100 predikat SEHAT Dari hasil penelitiannya disimpulkan bahwa kesehatan BTPN Cabang Bondowoso selama dua periode yaitu tahun 2001 dan tahun 2002 dalam kategori SEHAT. Persamaan hasil penelitian Lucia Maria Yekti Isnani (2003) dengan penelitian ini adalah penggunaan rasio keuangan yang sesuai standar Bank Indonesia, sedangkan perbedaan terletak pada obyek dan waktu penelitian. 2.1.2 Penelitian Elvin Hendrata Sedangkan pada penelitian Elvin Hendrata (2002) hasil perhitungan rasio keuangan pada PT. BPR Bumi Rinjani Batu adalah sebagai berikut :

8 1. Permodalan Perkembangan permodalan dari tahun 1999 sampai 2001 adalah sebagai berikut: - Per 31 Desember 1999 = 35,19% dengan NK = 100 predikat SEHAT - Per 31 Desember 2000 = 21,96% dengan NK = 100 predikat SEHAT - Per 31 Desember 2001 = 15,42% dengan NK = 100 predikat SEHAT 2. Kualitas Aktiva Produktif a) Perbandingan Aktiva yang diklasifikasikan terhadap aktiva produktif dalam perkembangannya dari tahun 1999 sampai 2001 adalah sebagai berikut : 1. Per 31 Desember 1999 = 13,87% dengan NK = 57,53 predikat KURANG SEHAT 2. Per 31 Desember 2000 = 9,83% dengan NK = 84,47 predikat SEHAT 3. Per 31 Desember 2001 = 8,74% dengan NK = 91,73 predikat SEHAT b) Perbandingan penyusutan aktiva produktif terhadap penyusutan aktiva produktif yang wajib dibentuk, dalam perkembangannya dari tahun 1999 sampai 2001 adalah sebagai berikut : 1. Per 31 Desember 1999 = 28,63% dengan NK = 28,63 predikat TIDAK SEHAT 2. Per 31 Desember 2000 = 25,86% dengan NK = 25,86 predikat TIDAK SEHAT 3. Per 31 Desember 2001 = 44,28% dengan NK = 44,28 predikat TIDAK SEHAT

9 3. Rentabilitas a) Perbandingan laba sebelum pajak terhadap jumlah aktiva dalam periode yang sama, dalam perkembangannya dari tahun 1999 sampai 2001 adalah sebagai berikut : 1. Per 31 Desember 1999 = 3,51% dengan NK = 100 predikat SEHAT 2. Per 31 Desember 2000 = 3,38% dengan NK = 100 predikat SEHAT 3. Per 31 Desember 2001 = 3,08% dengan NK = 100 predikat SEHAT b) Perbandingan beban operasional terhadap pendapatan operasional, dalam perkembangannya dari tahun 1999 sampai 2001 adalah sebagai berikut : 1. Per 31 Desember 1999 = 89,33% dengan NK = 100 predikat SEHAT 2. Per 31 Desember 2000 = 88,60% dengan NK = 100 predikat SEHAT 3. Per 31 Desember 2001 = 91,47% dengan NK = 100 predikat SEHAT 4. Likuiditas a) Perbandingan alat likuid terhadap hutang lancar dari tahun 1999 sampai 2001 adalah sebagai berikut : 1. Per 31 Desember 1999 = 72,06% dengan NK = 100 predikat SEHAT 2. Per 31 Desember 2000 = 15,34% dengan NK = 100 predikat SEHAT 3. Per 31 Desember 2001 = 17,61 % dengan NK = 100 predikat SEHAT b) Perbandingan antara kredit yang diberikan terhadap dana yang diterima dari tahun 1999 sampai 2001 adalah sebagai berikut : 1. Per 31 Desember 1999 = 61,18% dengan NK = 100 predikat SEHAT 2. Per 31 Desember 2000 = 56,88% dengan NK = 100 predikat SEHAT

10 3. Per 31 Desember 2001 =108,08% dengan NK = 27,66 predikat TIDAK SEHAT Dari hasil penelitiannya disimpulkan bahwa kesehatan PT. BPR Bumi Rinjani Batu selama tiga periode yaitu tahun 1999 sampai dengan 2001 dalam kategori SEHAT sehingga layak untuk tetap melanjutkan usahanya. Persamaan hasil penelitian Elvin Hendrata (2002) dengan penelitian ini adalah penggunaan rasio keuangan yang sesuai standar Bank Indonesia, sedangkan perbedaan terletak pada obyek dan waktu penelitian, serta aspek yang dinilai. 2.2 Landasan Teori 2.2.1 Pengertian dan Fungsi Manajemen Keuangan Manajemen yang mengelola masalah keuangan perusahaan adalah manajemen keuangan atau yang sering disebut dengan manajemen pembelanjaan (Financial Management). Manajemen disini menekankan kepada masalah bagaimana cara mendapatkan dana dengan cara yang paling efisien dan menguntungkan. Dalam hal ini yang paling berperan ialah manager keuangan yang mengelola kegiatan operasi perusahaan. Weston dalam bukunya Managerial Finance memberikan definisi sebagai berikut : "Financial Management is defined by the functions and responsibilities of financial managers." Arti dari definisi tersebut adalah bahwa manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan. Berkaitan dengan fungsi dan tanggung jawab manajer keuangan, Weston menyatakan bahwa : "The main functions of financial managers are

11 planning for, acquiring, and utilizing funds in ways that maximize the efficiency of the organization's operation." Pendapat tersebut dapat diartikan bahwa tugas pokok manajer keuangan adalah merencanakan memperoleh dana dan menggunakan dana tersebut untuk memaksimumkan efisiensi operasi perusahaan. 2.2.2 Pengertian Laporan Keuangan Berbicara mengenai laporan keuangan tidak terlepas dari pada proses akuntansi. Akuntansi adalah suatu seni untuk mencatat, mengklasifikasikan, melaporkan dalam bentuk laporan atas semua transaksi-transaksi yang telah dilaksanakan oleh perusahaan lalu menginterpretasikan laporan keuangan tersebut. Sedangkan definisi dari laporan keuangan adalah dua daftar yang disusun oleh akuntansi pada akhir periode tertentu untuk suatu perusahaan, dimana dua daftar itu adalah daftar neraca atau posisi keuangan dan daftar pendapatan antara laporan rugi laba (Maurice Munitz, 1991 : 23). Dari penjelasan di atas terlihat bahwa neraca dan laporan rugi laba suatu perusahaan bukanlah merupakan laporan keuangan yang dapat berdiri sendiri tanpa ada hubungan dengan laporan-laporan keuangan yang lain. Menurut Institut Bankir Indonesia dalam bukunya Akuntansi Perbankan bahwa laporan keuangan bank adalah bentuk pertanggungjawaban daripada pimpinan perusahaan adalah berupa iktisar keuangan yang biasanya terdiri dari : neraca, perhitungan laba rugi, laba ditahan dan perubahan posisi keuangan. Neraca bank memberikan gambaran harta kekayaan, hutang dan modal bank. Neraca yang memberikan gambaran tentang posisi kekuatan bank

12 sekaligus memperlihatkan arah bisnis yang sedang ditempuh oleh bank yang bersangkutan. Ikhtisar laba rugi memperlihatkan kemampuan manajemen bank dalam menciptakan pendapatan dari harta yang dimiliki bank bersangkutan. Ikhtisar ini juga memperlihatkan efisiensi pengeluaran biaya, baik dana maupun overhead dan personalia, yang telah dikeluarkan oleh bank. Akhirnya, ikhtisar perubahan posisi keuangan memperlihatkan keefektifan manajemen dalam menyerap dana dan menyalurkannya. Ada beberapa tujuan dari pada laporan keuangan antara lain sebagai berikut (Ikatan Bankir Indonesia, 1997 : 15): 1. Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai posisi keuangan perusahaan (termasuk bank) pada suatu saat tertentu 2. Memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai hasil usaha perusahaan, selama periode akuntansi tertentu 3. Memberikan informasi keuangan yang dapat membantu pihak-pihak yang berkepentingan untuk menilai atau menginterpretasikan kondisi dan potensi suatu perusahaan 4. Memberikan informasi penting lainnya yang relevan dengan kebutuhan pihakpihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan yang bersangkutan. 2.2.3 Pengertian Analisis Rasio Keuangan Analisis Rasio -Keuangan adalah suatu metode analisa untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan rugi laba secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut. (S. Munawir, 1997: 37)

13 Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relationship) antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisa rasio akan dapat menjelaskan atau member] gambaran kepada pengguna analisa tentang balk atau buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan terutama apabila angka rasio tersebut dibandingkan dengan analisa rasio pembanding yang digunakan sebagai standard. (S. Munawir, 1997: 64 ) 2.2.4. Manfaat Analisis Laporan Keuangan Dengan melaksanakan analisis laporan keuangan, maka kita akan memperoleh gambaran kondisi dan posisi keuangan perusahaan dari tahun ke tahun sehingga nantinya seorang manajer dapat mengambil keputusan serta kebijaksanaan mengenai strategi yang ditetapkan dalam mencapai tujuan perusahaan. Di samping itu kepentingan intern perusahaan, analisis laporan keuangan yang berguna untuk kepentingan ekstern perusahaan. Adapun pihakpihak intern dan ekstern perusahaan yang mempunyai kepentingan terhadap analisis laporan keuangan antara lain : (Teguh Pudjo Muljono, 1995: 9-12) 1. Kepentingan Masyarakat Bank merupakan suatu lembaga keuangan yang dipercaya masyarakat untuk menyimpan dananya secara aman dan dijamin kerahasiaannya. Dengan analisis laporan keuangan, maka masyarakat dapat melihat perkembangan dari bank yang bersangkutan, sehingga benarlah apa yang dikatakan bahwa analisis laporan keuangan merupakan peringatan awal bagi pemilik dana.

14 2. Kepentingan Pemegang Saham Kepentingan para pemegang saham in] dapat diukur dengan jumlah deviden yang diterima dari saham-saham yang dimiliki tetapi nilainya banyak terbatas apakah manajemen yang mengelola bank tersebut sukses atau tidak. 3. Kepentingan Perpajakan Dengan mempelajari laporan-laporan keuangan yang telah diumumkan tersebut maka pihak pajak dapat menjalankan tugasnya dalam menentukan jumlah pajak yang akan dikenakan pada bank yang bersangkutan. 4. Kepentingan Pemerintah Mengingat kedudukan bank sangat vital terutama bank-bank pemerintah yang merupakan alat untuk melaksanakan mekanisme kebijaksanaan pemerintah bidang moneter maka tidaklah heran kalau Bank Indonesia melakukan pengawasan dan pembinaan secara intensif terhadap bank-bank pemerintah maupun bank-bank swasta. 5. Karyawan Para karyawan tentu sangat berkepentingan untuk mengetahui posisi dan kondisi keuangan dimana la bekerja sehingga dalam bekerja akan merasa tenang. Sebab dengan demikian dapat menjamin hidupnya sampai hari tua. 6. Manajemen Bank Di dalam mengelola bank yang bersangkutan, diperlukan pengaturan likuiditas, mengatur semaksimal mungkin pemanfaatan earning assets yang ada, serta menganut permodalan yang ada. Untuk kepentingan itu maka

15 besarnya capital serta assets dapat diukur secara optimal sehingga dapat dicapai tingkat profitabilitas yang memadai. 2.2.5 Pengertian Bank Pengertian bank yang dijabarkan menurut Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang perbankan : "Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak." Dan pengertian di atas dapat dijelaskan secara luas bahwa bank adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan. Aktifitas perbankan yang pertama adalah menghimpun dana dari masyarakat luas yang dikenal dengan istilah di dunia perbankan adalah kegiatan funding, kemudian diputarkan kembali atau dijualkan kembali ke masyarakat dalam bentuk pinjaman atau lebih dikenal dengan istilah kredit atau lending. (Kasmir, 2002). Jenis Bank Setelah dikeluarkannya Undang-Undang Pokok Perbankan No. 7 Tahun 1992 dan ditegaskan lag] keluarnya Undang-Undang RI No. 10 Tahun 1998 maka jenis perbankan terdiri dari : 1. Bank Umum Adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

16 2. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Namun demikian dalam prakteknya, lembaga keuangan bank masih ditambahkan satu jenis bank lag] yaitu : Bank Sentral, dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Bank Indonesia. Tujuan utama Bank Indonesia sebagai Bank Sentral adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah, untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral mempunyai tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem devisa serta mengatur dan mengawasi bank. (Kasmir, 2002) Kegiatan-kegiatan BPR Di dalam melaksanakan kegiatannya bank dibedakan antara kegiatan bank umum dengan kegiatan bank perkreditan rakyat. Kegiatan bank umum lebih luas dari Bank Perkreditan Rakyat. Artinya produk yang ditawarkan oleh bank umum lebih beragam, hal ini disebabkan bank umum mempunyai kebebasan untuk menentukan produk dan jasanya, Sedangkan BPR mempunyai keterbatasan tertentu, sehingga kegiatannya lebih sempit. Kasmir, (2002 : 42) menyebutkan bahwa kegiatan BPR yaitu sebagai berikut : a. Menghimpun dana, dalam bentuk : 1. Simpanan Tabungan Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik

17 dengan cek, bilyet giro dan atau alat yang dipersamakan dengan itu (Undang-Undang Perbankan No. 10 Tahun 1998). 2. Simpanan Deposito Deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian antara penyimpan dengan bank yang bersangkutan (Undang-Undang Perbankan No. 10 Tahun 1998). b. Menyalurkan dana dalam bentuk : 1. Kredit Investasi Biasanya digunakan untuk keperluan perluasan usaha atau membangun proyek/pabrik baru atau untuk keperluan rehabilitasi. Contoh kredit investasi misalnya untuk membangun pabrik atau membeli mesin-mesin, pendek kata masa pemakaiannya untuk satu periode yang relatif lebih lama. 2. Kredit Modal Kerja Digunakan untuk keperluan meningkatkan produksi dalam operasionalnya. Sebagai contoh kredit modal kerja diberikan untuk membeli bahan baku, membayar gaji pegawai atau biaya-biaya lainnya yang berkaitan dengan proses produksi perusahaan. 3. Kredit Perdagangan Kredit yang digunakan untuk perdagangan, biasanya untuk membeli barang dagangan yang pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan barang dagangan tersebut.

18 c. Larangan-larangan bagi BPR adalah sebagai berikut : - Menerima simpanan giro - Mengikuti kliring - Melakukan kegiatan valuta asing - Melakukan kegiatan perasuransian Pengelolaan Sumber Dana Dalam pelaksanaan operasional suatu bank diperlukan adanya dana yang dapat menjaga kontinuitas bank dalam rangka mencapai tujuan yang telah digariskan, dana tersebut dapat berbentuk uang tunai dan lainnya yang mempunyai sifat setiap waktu dapat dijadikan uang. Faisal Abdullah dalam bukunya Manajemen Perbankan menyebutkan sumber dana bank dapat diperoleh dari : 1. Dana yang berasal dari modal sendiri 2. Dana yang berasal dari pinjaman 3. Dana yang berasal dari masyarakat Bank dalam menjalankan usahanya tidak terlepas dari modal yang harus dimilikinya: Modal merupakan salah satu faktor yang penting bag] bank dalam rangka pengembangan usaha dan menampung resiko kerugian. Yang dimaksudkan dengan modal bank sesuai Paket Pebruari 1991 yang dikutip oleh Rimsky K. Judisusseno, modal bank adalah modal inti dan modal pelengkap dengan rincian sebagai berikut : 1. Modal Inti a. Modal disetor, yaitu modal yang telah disetor secara efektif oleh pemiliknya.

19 b. Agio Saham, yaitu selisih lebih setoran modal yang diterima oleh bank sebagai akibat harga saham yang melebihi nilai nominalnya. c. Modal sumbangan, adalah modal yang diperoleh kembali dari sumbangan saham, termasuk selisih antara nilai yang tercatat dan harga jual apabila saham tersebut dijual. d. Cadangan umum, yaitu cadangan yang dibentuk dari penyisihan laba yang ditahan atau dari laba bersih setelah dikurangi pajak, dan mendapat persetujuan rapat umum pemegang saham atau rapat anggota sesuai dengan ketentuan pendirian atau anggaran dasar masing-masing bank. e. Cadangan tujuan, yaitu bagian laba setelah dikurangi pajak yang disisihkan untuk tujuan tertentu dan telah mendapat persetujuan rapat umum pemegang saham atau rapat anggota. f. Laba ditahan, yaitu saldo laba bersih setelah dikurangi pajak yang oleh rapat umum pemegang saham atau rapat anggota diputuskan untuk tidak dibagikan. g. Laba tahun lalu, yaitu seluruh laba bersih tahun-tahun yang lalu setelah diperhitungkan pajak dan belum ditetapkan penggunaannya oleh rapat umum pemegang saham atau rapat anggota. h. Laba tahun berjalan, yaitu laba yang diperoleh dalam tahun buku berjalan setelah dikurangi taksiran utang pajak

20 2. Modal Pelengkap a. Cadangan revaluasi aktiva tetap, yaitu cadangan yang dibentuk dari selisih penilaian kembali aktiva tetap yang telah mendapat persetujuan Direktorat Jenderal Pajak. b. Penyisihan penghapusan aktiva produktif, yaitu cadangan yang dibentuk dengan cara membebani laba rugi tahun berjalan, dengan maksud untuk menampung kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari tidak diterimanya kembali sebagian atau seluruh aktiva produktif. c. Modal pinjaman, yaitu utang yang didukung oleh instrumen atau warkat yang memiliki sifat seperti modal. d. Pinjaman sub ordinasi, yaitu pinjaman yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : Ada perjanjian tertulis antara bank dan pemberi pinjaman Mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Bank Indonesia Tidak dijamin oleh bank yang bersangkutan dan telah disetor penuh Minimal berjangka waktu 5 (lima) Tahun Pelunasan sebelum jatuh tempo harus mendapat persetujuan dari Bank Indonesia, dan dengan pelunasan tersebut permodalan bank tetap sehat, dan Hak tagihnya dalam hal terjadi likuidasi berlaku paling akhir dari segala pinjaman yang ada (kedudukannya sama dengan modal)

21 2.2.6. Tingkat Kesehatan Bank Dewasa ini industri perbankan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Banyak bank-bank baru bermunculan yang tentu saja membuat persaingan semakin tajam di industri tersebut. Persaingan yang semakin tajam harus diikuti oleh manajemen yang semakin balk untuk dapat bertahan di industri perbankan. Salah satu faktor yang harus diperhatikan oleh bank untuk dapat bertahan adalah kondisi kesehatan bank. (Subagyo dkk, 1998: 62) Tingkat kesehatan bank adalah penilaian dengan pendekatan kualitatif atas berbagai aspek yang mempengaruhi kondisi dan perkembangan suatu bank. Pendekatan kualitatif tersebut dilakukan dengan penilaian terhadap beberapa aspek-aspek antara lain sebagai berikut (Kasmir, 2002 :34 ) : 1. Permodalan Kewajiban Pemenuhan Modal Minimun (KPMM) dalam istilah lain dikatakan sebagai Capital Adequacy Ratio (CAR), adalah prosentase tertentu dari ATMR (Aktiva Tertimbang Menurut Resiko) dalam arti beberapa jumlah modal minimum yang dibutuhkan bank dibandingkan dengan jumlah ATMR yang ada. Sedangkan ATMR adalah aktiva dalam art] luas yang dibobot oleh Bank Indonesia menurut resikonya. Aspek ini digunakan untuk mengukur kemampuan pemenuhan modal minimum dalam rangka pengembangan usaha dan menampung kemungkinan kerugian didasarkan pada resiko yang terkandung dalam aktiva neraca.

22 2. Kualitas Aktiva Produktif Kualitas Aktiva Produktif adalah kualitas semua aktiva dalam rupiah maupun valuta asing yang dimiliki oleh bank dengan maksud untuk memperoleh penghasilan sesuai dengan fungsinya, yang meliputi : 1. Kredit yang diberikan 2. Surat-surat berharga 3. Penempatan dana pada bank lain, balk dalam negeri maupun luar negeri, kecuali penanaman dana dalam bentuk giro, dan 4. Penyertaan. Kualitas Aktiva Produktif dinilai berdasarkan kollektibilitasnya. Aspek ini digunakan untuk mengetahui kualitas penanaman dana bank pada aktiva produktif dan kesiapan bank dalam menanggung kerugian dalam penanaman dana tersebut. 3. Manajemen Dalam mengelola kegiatan bank sehari-hari juga dinilai kualitas manajemennya. Aspek ini digunakan untuk mengetahui kualitas manusia/karyawan dalam bekerja serta kemampuan/kualitas organisasi bank yang bersangkutan. Penilaian untuk menentukan kualitas manajemen yang balk dilakukan dengan cara penilaian kuantitatif terhadap manajemen mencakup beberapa komponen yaitu manajemen umum, manajemen rentabilitas dan manajemen likuiditas. Setiap komponen manajemen tersebut diberikan bobot penilaian.

23 4. Rentabilitas Rentabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba. Kemampuan, memperoleh laba bisa diukur dari modal sendiri maupun dari seluruh dana yang diinvestasikan di perusahaan. Dari batasan ini kita akan bisa mengukur rentabilitas perusahaan apabila kita tahu berapa laba perusahaan yang diperoleh pada suatu periode tertentu dan beberapa modal sendiri yang digunakan untuk memperoleh laba tersebut. Penilaian rentabilitas bagi bank secara kuantitatif didasarkan dua rasio, yaitu : a. Rasio perbandingan laba dalam 12 bulan terakhir terhadap rata-rata total asset (ROA) dalam periode yang sama. b. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan dalam periode yang sama. Aspek ini digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dan kemampuan efisiensinya. 5. Likuiditas Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dalam jangka pendek dengan dana lancar yang tersedia. Atau dalam istilah bank lebih Was lagi, kemampuan untuk memastikan tersedianya dana (the availability of funds) untuk memenuhi komitmen yang telah dibuat dengan tingkat harga yang wajar (at a reasonable price) pada setiap saat. Aspek ini digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dalam jangka pendek dengan dana lancar yang tersedia dan untuk mengetahui besar kredit yang disalurkan terhadap dana yang diterima.

24 2.3 Kerangka Pemikiran Gambar 1 OUT LINE DATA HISTORIS RASIO PERMODALAN RASIO KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF RASIO MANAJEMEN RASIO RENTABILITAS RASIO LIKUIDITAS INDIKATOR KESEHATAN BPR PENILAIAN KESEHATAN KESIMPULAN Keterangan : 1. Langkah Pertama Data Historis, yaitu data yang diperoleh dari hasil penelitian pada BPR JEMBER LESTARI yang meliputi Laporan Keuangan selama tiga

25 tahun yaitu neraca tahun 2005, 2006 dan 2007 dan Laporan Rugi Laba tahun 2005, 2006 dan 2007. 2. Langkah Kedua Laporan keuangan tersebut selanjutnya diadakan suatu proses analisa rasio keuangan antara lain rasio : Pemodalan, Kualitas Aktiva Produktif, Manajemen, Rentabilitas dan Likuiditas. 3. Langkah Ketiga Selain mempergunakan rasio ini juga diadakan penelitian untuk mengukur kondisi keuangan suatu perusahaan. Cara perhitungan disesuaikan dengan SK.DIR.BI.No.30/12/KEP/DIR dan SE.BI.No.30/3/UPPB Tanggal 30 April 2001 4. Langkah Keempat Dari hasil perhitungan berdasarkan SK.DIR.BI.No.30/12/KEP/DIR dan SE.BI.No.30/3/UPPB Tanggal 30 April 2001 diadakan penelitian terhadap kondisi keuangan mengenai sehat atau tidaknya BPR JEMBER LESTARI. 5. Langkah Kelima Menarik kesimpulan yang didasari dengan hasil penelitian rasio keuangan dan penilaian data keuangan yang didasarkan pada Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia untuk tingkat sehat tidaknya keuangan BPR JEMBER LESTARI.