MODUL 4. Peranan Elektrolit dalam Tubuh
|
|
|
- Hartanti Tedja
- 7 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MODUL 4
2 MODUL 4 Peranan Elektrolit dalam Tubuh i
3 Kata Pengantar Daftar Isi Pendidikan kesetaraan sebagai pendidikan alternatif memberikan layanan kepada mayarakat yang karena kondisi geografis, sosial budaya, ekonomi dan psikologis tidak berkesempatan mengikuti pendidikan dasar dan menengah di jalur pendidikan formal. Kurikulum pendidikan kesetaraan dikembangkan mengacu pada kurikulum 2013 pendidikan dasar dan menengah hasil revisi berdasarkan peraturan Mendikbud No.24 tahun Proses adaptasi kurikulum 2013 ke dalam kurikulum pendidikan kesetaraan adalah melalui proses kontekstualisasi dan fungsionalisasi dari masingmasing kompetensi dasar, sehingga peserta didik memahami makna dari setiap kompetensi yang dipelajari. Pembelajaran pendidikan kesetaraan menggunakan prinsip flexible learning sesuai dengan karakteristik peserta didik kesetaraan. Penerapan prinsip pembelajaran tersebut menggunakan sistem pembelajaran modular dimana peserta didik memiliki kebebasan dalam penyelesaian tiap modul yang di sajikan. Konsekuensi dari sistem tersebut adalah perlunya disusun modul pembelajaran pendidikan kesetaraan yang memungkinkan peserta didik untuk belajar dan melakukan evaluasi ketuntasan secara mandiri. Tahun 2017 Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat mengembangkan modul pembelajaran pendidikan kesetaraan dengan melibatkan pusat kurikulum dan perbukuan kemdikbud, para akademisi, pamong belajar, guru dan tutor pendidikan kesetaraan. Modul pendidikan kesetaraan disediakan mulai paket A tingkat kompetensi 2 (kelas 4 Paket A). Sedangkan untuk peserta didik Paket A usia sekolah, modul tingkat kompetensi 1 (Paket A setara SD kelas 13) menggunakan buku pelajaran Sekolah Dasar kelas 13, karena mereka masih memerlukan banyak bimbingan guru/tutor dan belum bisa belajar secara mandiri. Kami mengucapkan terimakasih atas partisipasi dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud, para akademisi, pamong belajar, guru, tutor pendidikan kesetaraan dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan modul ini. Kata Pengantar... ii Daftar Isi... iii Petunjuk Penggunaan Modul... 1 Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi... 1 Tujuan Pembelajaran Modul... 2 Pengantar Modul... 3 UNIT 1 LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT... 4 A. Sifat Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit... 4 B. Elektrolit Senyawa Ion dan Kovalen... 5 C. Peranan Larutan Elektrolit di dalam Tubuh Manusia... 6 Penugasan... 7 Latihan... 8 UNIT 2 REAKSI REDOKS DAN TATANAMA SENYAWA KIMIA.. 9 A. Perkembangan Reaksi Reduksi dan Oksidasi... 9 B. Reduktor dan Oksidator C. Tatanama Senyawa Penugasan Latihan Rangkuman/Peta Konsep Uji Kompetensi Kunci Jawaban dan Pembahasan Kriteria Pindah Modul Daftar Pustaka Jakarta, Desember 2017 Direktur Jenderal Harris Iskandar ii Kimia Paket C Tingkatan V Modul Tema 4 Peranan Elektrolit dalam Tubuh iii
4 PERANAN ELEKTROLIT DALAM TUBUH Petunjuk Penggunaan Modul Modul Peranan Elektrolit dalam Tubuh akan terbagi dalam 2 sub tema atau topik bahasan, yaitu (1) Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit, memuat penjelasan mengenai sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit, mengelompokan larutan elektrolit dan non elektrolit, mengelompokan larutan elektrolit kuat dan larutan eleltrolit lemah, menganalisis penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik dan menjelaskan peranan larutan elektrolit dalam tubuh manusia; (2) Reaksi Redoks dan Tatanama senyawa, memuat tentang penjelasan tentang perkembangan reaksi redoks, aturan bilangan oksidasi, reduktor dan oksidator, dan tatanama senyawa; Selain penjelasan mengenai materi, modul ini juga dilengkapi dengan latihan untuk menguji pemahaman dan penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah dipelajarinya. Modul ini disusun secara berurutan sesuai dengan urutan materi yang terlebih dahulu perlu dikuasai. Untuk itu, mempelajari modul ini sebaiknya. 1. Baca pengantar modul untuk mengetahui arah pengembangan modul 2. Membaca kompetensi dasar dan tujuan yang ingin dicapai melalui modul. 3. Mempelajari modul secara berurutan dan berdiskusi dengan tutor agar memperoleh pemahaman yang utuh. 4. Ikuti semua tahapan yang ada pada modul Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Modul ini disusun berdasarkan kompetensi dasar untuk mata pelajaran kimia tingkatan V Program Paket C setara dengan Kelas X dan XI SMA/MA, yaitu: Kompetensi yang Harus Dicapai 3.8 Menganalisis penyebab larutan dapat menghantarkan listrik Indikator Pencapaian Modul Menjelaskan sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit iv Kimia Paket C Tingkatan V Modul Tema 4 Peranan Elektrolit dalam Tubuh 1
5 Kompetensi yang Harus Dicapai Indikator Pencapaian Modul Mengelompokan larutan elektrolit dan nonelektrolit Mengelompokan larutan elektroit kuat dan larutan elektrolit lemah Menganalisis penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik 4.8. Membedakan daya hantar listrik larutan Menyimpulkan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen Menganalisis data daya hantar listrik berbagai larutan untuk dikelompokan ke dalam larutan elektrolit lemah dan elektrolit kuat 3.9 Mengidentifi kasi reaksi reduksi dan oksidasi dalam kehidupan seharihari dan menggunakan konsep bilangan oksidasi unsur 4.9 Menganalisis beberapa reaksi berdasarkan perubahannya Membedakan reaksi oksidasi dan Reaksi Reduksi Menentukan bilangan oksidasi unsur dalam senyawa atau ion Menentukan oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks Mengidentifi kasi reaksi reduksi dan oksidasi berdasarkan perubahan bilangan oksidasi Memberi nama senyawa biner dan poliatom berdasarkan bilangan oksidasi Menganalisis data percobaan pada reaksi logam magnesium dengan larutan asam klorida encer di dalam tabung reaksi yang ditutup dengan balon Menganalisis data percobaan pada reaksi padatan natrium hidroksida dengan larutan asam klorida encer di dalam tabung reaksi yang ditutup dengan balon. 3. Mengelompokan larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah 4. Menganalisis penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik 5. Menjelaskan peranan elektrolit dalam tubuh manusia 6. Membedakan reaksi reduksi dan oksidasi 7. Menentukan bilangan oksidasi unsur dalam senyawa atau ion 8. Mengidentifikasi reaksi reduksi dan oksidasi berdasarkan perubahan bilngan oksidasi 9. Menentukan reduktor dan oksidator 10. Memberi nama senyawa biner dan poliatom berdasarkan bilangan oksidasi Pengantar Modul Oralit dan air kelapa merupakan larutan yang dapat diberikan kepada seseorang yang mengalami gejala dehidrasi. Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan banyak cairan dan ion sehingga tubuh tidak dapat menjalankan fungsi normalnya. Dehidrasi dapat terjadi jika kita beraktifitas fisik berat seperti berolahraga, diare ataupun muntah. Oralit dan air kelapa diberikan karena selain merupakan cairan, juga banyak mengandung ion. Larutan jenis ini dinamakan larutan elektrolit. Apa itu larutan elektrolit? Bagaimana mengenalinya? Ada apa saja kandungannya? Pada modul ini akan dibahas mengenai konsep larutan elektrolit dan non elektrolit, bagaimana mengetahui kedua jenis larutan ini, mengapa suatu larutan dapat bersifat elektrolit dan non elektrolit, bagaimanana peranan larutan elektrolit dalam tubuh, reaksi redoks dan tatanama senyawa. Tujuan Pembelajaran Modul Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta didik dapat : 1. Menjelaskan Sifat larutan elektrolit dan non elektrolit 2. Mengelompokan larutan elektrolit dan non elektrolit 2 Kimia Paket C Tingkatan V Modul Tema 4 Peranan Elektrolit dalam Tubuh 3
6 LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT Sifat Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Larutan adalah campuran homogen antara pelarut dan zat terlarut. Contohnya larutan gula dan larutan garam, pada larutan gula, gula adalah zat terlarut dan air adalah pelarut. Sedangkan pada larutan garam, zat terlarutnya adalah garam dan air adalah pelarutnya. Apabila kita berbicara tentang larutan, banyak orang berpikir bahwa larutan hanya berwujud cair, padahal tidak demikian. Larutan pun ada yang berwujud gas dan padat. Udara yang kita hirup adalah contoh larutan yang berwujud gas, gas nitrogen (78%) adalah pelarutnya sedangkan gas O 2, CO 2, adalah zat terlarutnya. Paduan logam seperti kuningan (larutan Zn dalam Cu) merupakan contoh larutan yang berwujud padat. Berdasarkan sifat daya hantar listriknya, larutan dibedakan atas larutan elektrolit dan nonelektrolit. Elektrolit adalah suatu zat, yang ketika dilarutkan dalam air, akan menghasilkan larutan yang dapat menghantarkan listrik. Sedangkan nonelektrolit merupakan zat yang tidak menghantarkan listrik ketika dilarutkan dalam air. Hantaran listrik pada larutan dapat diuji dengan suatu alat yang disebut alat uji elektrolit. Pada pengujian larutan dengan alat uji elektrolit, ada tiga kemungkinan yang dapat diperoleh: 1. Jika lampu menyala dan di sekitar elektrode timbul gelembunggelembung gas, maka larutan yang diuji mempunyai daya hantar listrik yang baik dan disebut larutan elektrolit kuat. 2. Jika lampu tidak menyala atau menyala redup dan di sekitar elektroda timbul gelembunggelembung gas, maka larutan yang diuji memiliki daya hantar listrik yang lemah dan disebut elektrolit lemah 3. Jika lampu tidak menyala dan disekitar electrode tidak terdapat gelembunggelembung gas, maka lariutan yang diuji tidak menghantarkan listrik atau larutan non elektrolit. Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik sedangkan larutan non elektrolit tidak? Menurut Arrhenius, larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik karena mengandung ionion yang dapat bergerak bebas. Ionion itu lah yang menghantar arus listrik dalam larutan. Daya hantar listrik larutan elektrolit ditentukan oleh banyak sedikitnya ion yang terjadi pada proses ionisasi. Makin banyak ion dalam larutan, makin kuat daya hantar listriknya. Pada larutan elektrolit kuat, senyawa dalam air akan terionisasi sempurna dan menghasilkan ionion yang banyak. Pada elektrolit lemah senyawa dalam air terionisasi sebagian menghasilkan ionion yang sedikit. Sedangkan pada larutan non elektrolit senyawa dalam air tidak mengalami ionisasi. H NaCI (s) 2 O Na + (aq) + CI (aq) Elektrolit Kuat terionisasi sempurna CH 3 COOH CH 3 COO (aq) + H + (aq) Elektrolit lemah terionisasi sebagian Elektrolit Senyawa Ion dan Kovalen Nonelektrolit Elektrolit Lemah Elektrolit Kuat Telah dijelaskan sebelumnya bahwa menurut Arrhenius, larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik karena mengandung ionion yang dapat bergerak bebas. Apakah artinya hanya senyawa ion saja yang dapat menghantarkan listrik? Tapi mengapa HCl dapat menghantarkan listrik padahal HCl adalah senyawa kovalen? Jika ditinjau dari ikatannya, senyawa termasuk elektrolit adalah senyawasenyawa yang 4 Kimia Paket C Tingkatan V Modul Tema 4 Peranan Elektrolit dalam Tubuh 5
7 terbentuk dengan ikatan ion dan ikovalen polar, sedangkan senyawa yang terbentuk dengan ikatan kovalen non polar merupakan larutan non elektrolit. 1. Senyawa ion Salah satu contoh senyawa ion adalah NaCl yang terbentuk dari ion Na + dan ion Cl. Dalam wujud padatnya, ionion NaCl tidak dapat bergerak bebas, sehingga NaCl padat tidak dapat menghantarkan listrik. Namun jika senyawa ion ini dilelehkan atau dilarutkan, ionionnya dapat bergerak bebas sehingga dapat menghantarkan listrik. 2. Senyawa Kovalen Bagaimana dengan senyawa kovalen yang terdiri dari molekulmolekul? molekul bersifat netral dan tidak dapat menghantarkan listrik. Namun untuk senyawa kovalen yang bersifat polar, jika dilarutkan dalam air (pelarut polar) akan mengalami ionisasi sehingga dapat menghantarkan listrik. Hal ini terjadi karena diantara molekul polar tersebut terdapat gaya tarik menarik yang dapat memutuskan ikatanikatan tertentu dalam molekul. Artinya untuk senyawa kovalen polar hanya yang merupakan larutannya saja yang dapat menghantarkan listrik. Sedangkan untuk senyawa kovalen non polar, baik padatan, lelehan maupun larutannya tidak dapat menhantarkan listrik. Perbedaan daya hantar listrik/ elektrolit pada senyawa ion, kovalen polar dan kovalen non polar dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.1 Perbedaan elektrolit pada senyawa ion, kovalen polar dan kovalen non polar Jenis Senyawa Padatan Lelehan Larutan Ion Isolator Konduktor Konduktor Kovalen Polar Isolator Isolator Konduktor Kovalen nonpolar Isolator Isolator Isolator Peranan Larutan Elektrolit di dalam Tubuh Manusia Cairan tubuh mengandung komponen larutan elektrolit. Adanya komponen ini memungkinkan terjadinya daya hantar listrik yang diperlukan untuk kerja impuls saraf. Orang yang mengalami ketidakseimbangan elektrolit atau kekurangan cairan tabuh (dehidrasi), harus mengkonsumsi larutan elektrolit seperti larutan oralit. Beberapa elektrolit yang sangat berguna bagi tubuh diantaranya ion Natrium (Na + ), Kalium (K + ), Klorida (Cl ), kalsium (Ca 2+ ), magnesium (Mg 2+ ), bikarbonat (HCO 3 ), dan Fospat (PO 4 3 ). Kekurangan atau ketidakseimbangan ionion ini dapat berakibat fatal. Bahkan bisa menimbulkan kematian. Oralit pada umumnya mengandung garam NaCl, garam KCl, dan glukosa. Garamgaram ini dalam larutannya akan mengalami ionisasi sesuai dengan sifat larutan elektrolit. Ionion tersebut akan diserap dengan baik pada saluran pencernaan untuk mengganti kehilangan elektrolit. Dan akhirnya kesetimbangan elektrolit kembali terjaga. PENUGASAN Tujuan: 1. Melalui Penugasan peserta didik dapat 2. Membuat alat uji elektrolit 3. Merancang percobaan untuk membedakan daya hantar listrik berbagai larutan. 4. Menganalisis data hasil percobaan dan mengelompokannya menjadi larutan nonelektrolit, elek trolit kuat dan elektrolit lemah 5. Menganalisis data hasil percobaan dan mengelompokannya menjadi larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan ikatannya Alat: 1. Batu Baterai 2. Dudukan Batu Baterai 3. Lampu LED 4. Kabel Kecil 5. Elektroda Karbon (Isi Pensil) 6. Gelas Kimia/Gelas Plastik Bahan: 1. Air 2. Larutan NaCl (garam dapur) 3. Asam Sulfat (Air Accu) 4. Larutan gula 5. Alkohol(etanol) 6. Larutan Amonia 7. Larutan Cuka 8. Larutan NaOH (soda api) Langkahlangkah Kegiatan: 1. Buatlah rancangan percobaan untuk menguji daya hantar listrik larutan dengan alat uji elektrolit 2. Buatlah alat uji elektrolit dengan bahanbahan yang disediakan 3. Lakukan percobaannya, catat pengamatan Anda! 6 Kimia Paket C Tingkatan V Modul Tema 4 Peranan Elektrolit dalam Tubuh 7
8 Hasil/Kesimpulan Tugas: 1. Kelompokan larutanlarutan yang diuji tersebut mana yang termasuk elektrolit kuat, lemah dan non elektrolit. 2. Buatlah kesimpulan mengenai pengelompokan larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan ikatannya! LATIHAN 1. Apakah yang dimaksud dengan larutan elektrolit? 2. Jelaskan mengapa suatu larutan dapat menghantarkan listrik? 3. Dari pengujian daya hantar listrik larutan dengan alat uji elektrolit diperoleh data sebagai be ri kut: Larutan X Y Z Hasil Pengamatan Lampu tidak menyala, terdapat gelembung Lampu menyala, terdapat banyak gelembung Lampu tidak menyala, tidak ada gelembung Manakah yang termasuk larutan elektrolit kuat, lemah, dan non elektrolit? jelaskan! 4. Dari data hasil percobaan mengenai daya hantar listrik larutan diperoleh data sebagai berikut: Jenis Zat Padatan Lelehan Larutan K Isolator Isolator Konduktor L Isolator Konduktor Konduktor M Isolator Isolator Isolator Dari data di atas, jelaskan jenis zat mana yang berikatan ion, kovalen polar, dan nonpolar? 5. Mengapa jika diare dianjurkan untuk meminum oralit? Perkembangan Reaksi Reduksi dan Oksidasi Reaksi reduksi oksidasi (redoks) merupakan salah satu jenis reaksi kimia yang penting bagi manusia. Reaksi pembakaran, reaksi kimia dalam baterai hingga menghasilkan listrik, reaksi pemurnian logam, dan reaksi perkaratan merupakan salah satu aplikasi dari reaksi redoks. 1. Pelepasan dan Pengikatan Oksigen Pada awalnya reaksi reduksi dan oksidasi (redoks) terbatas pada reaksi yang melibatkan pengikatan dan pelepasan oksigen. Reaksi oksidasi adalah reaksi pengikatan oksigen oleh suatu zat, sedangkan Reaksi reduksi adalah reaksi pelepasan oksigen oleh suatu zat Contoh Oksidasi (Penangkapan Oksigen) C(s) + O 2 (g) CO 2 (g) 4Fe (s) + 2O 2 (g) 3Fe 2 O 3 REAKSI REDOKS DAN TATANAMA SENYAWA KIMIA Contoh Reduksi (Pelepasan Oksigen) CuO (s)+ H 2 (g) Cu (s) + H 2 O(g) CO2 (g) + H 2 O (g) C 6 H 12 O 6 (s) + O 2 (g) Namun konsep reaksi redoks berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen ini tidak berlaku luas, karena reaksi kimia tidak hanya melibatkan oksigen saja. 2. Pelepasan dan Penangkapan Elektron (Transfer Elektron) Konsep reaksi redoks perbaiki menggunakan konsep transfer elektron. Dimana oksidasi adalah pelepasan elektron dan reduksi adalah penangkapan elektron. Konsep ini dapat dijelaskan reaksi redoks yang tidak melibatkan oksigen seperti pembentukan NaCl berikut ini: Na (s) + ½ Cl 2 (g) NaCl (s) Pada reaksi di atas tedapat dua peristiwa yaitu : Na (s) Na+ (s) + e... (Pelepasan elektron/oksidasi) ½ Cl 2 (g) + e Cl... (Penangkapan elektron/reduksi) 8 Kimia Paket C Tingkatan V Modul Tema 4 Peranan Elektrolit dalam Tubuh 9
9 Berdasarkan konsep ini dapat dijelaskan bahwa peristiwa oksidasi dan reduksi berlangsung ber samaan, konsep transfer elektron tepat menjelaskan untuk reaksi yang melibatkan se nyawasenyawa yang berikatan ion. Dimana pada ikatan ion, ion positif terbentuk karena suatu atom melepaskan elektron, sedangkan ion negatif terbentuk jika suatu atom menangkap elektron. Bagaimana dengan reaksi kimia yang melibatkan ikatan kovalen?pada senyawa yang berikatan kovalen, reaksi yang terjadi tidak disertai dengan pelepasan dan penangkapan ion. 3. Penambahan dan Penurunan Bilangan Oksidasi (Perubahan Bilangan Oksidasi) Konsep reaksi redoks yang lebih universal untuk menjawab permasalahan ini adalah dengan konsep reaksi redoks berdasarkan perubahan bilangan oksidasi. Pada konsep reaksi redoks berdasarkan perubahan bilangan oksidasi, reaksi oksidasi adalah reaksi yang disertai dengan kenaikan bilangan oksidasi (biloks) sedangkan reaksi reduksi adalah reaksi yang disertai dengan penurunan (biloks). Oksidasi/Terjadi kenaikan biloks Contoh: S + O 2 SO 2 Reduksi/Terjadi penurunan biloks Apa itu bilangan oksidasi (biloks)? Bagaimana menentukan bilangan oksidasi? Bilangan oksidasi atau tingkat oksidasi didefi nisikan sebagai muatan atom dalam suatu zat. Berikut ini adalah cara menentukan bilangan oksidasi: a. Bilangan oksidasi atom dalam unsur bebas (dlm keadaan tdk tergabung) memiliki bilangan oksidasi nol. Sedangkan Bilangan oksidasi atom bermuatan adalah muatannya Contoh: Na, Be, K, Pb, H 2, O 2, P 4 = 0 Al 3+ = +3, Fe 2+ = +2, Cl = 1 b. Jumlah bilangan oksidasi seluruh atomatom dalam suatu senyawa netral adalah nol. sedangkan jumlah aljabar bilangan oksidasi seluruh atomatom dalam suatu senyawa bermuatan adalah muatannya. Contoh: Pada senyawa CO 2, jumlah bilangan oksidasi 1 atom C dan 2 atom O adalah 0. Pada ion Cr 2 O 7 2, jumlah bilangan oksidasi 2 atom Cr dan 7 atom O adalah 2 c. Unsurunsur tertentu dalam membentuk senyawa mempunyai bilangan oksidasi tertentu Golongan IA bilangan oksidasinya = +1 (H, Li, Na, K, Rb, Cs, Fr) Golongan IIA bilangan oksidasinya = +2 (Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra) Golongan VIA bilangan oksidasinya = 2 (O, S, Se, Te, Po) Golongan VIIA bilangan oksidasinya = 1 (F, Cl, Br, I, At) d. Atom H pada umumnya memiliki bilangan oksidasi +1, kecuali pada hidrida logam. Seperti LiH, NaH biloks nya = 1 e. Atom O pada umumnya memiliki bilangan oksidasi 2, kecuali pada senyawa peroksida, seperti H 2 O 2 biloksnya =1, sedangkan pada OF 2 biloksnya = +2 Contoh Soal Menentukan Biloks: Tentukan biloks Mn pada atom dan molekul berikut ini! a. Mn b. MnO2 c. MnO4 Jawab: a. Biloks Mn = 0 b. Biloks MnO 2 = 0 c. (1xBo Mn) + (2x BoO) = 0 Bo Mn + 2(2) = 0 BoMn 2 = 0 BoMn = +2 d. MnO 4 = 1 (1xBo Mn) + (4x BoO) = 1 BoMn + (4 (2) = 1 BoMn 8 = 1 BoMn = = +7 Reduktor dan Oksidator Dalam Reaksi redoks ada zat yang pereduksi (reduktor) dan pengoksidasi(oksidator). Pereduksi atau reduktor adalah zat yang dalam reaksi redoks menyebabkan zat lain mengalami re duksi, zat pereduksi mengalami oksidasi. Sedangkan pengoksidasi atau oksidator adalah zat yang dalam reaksi redoks menyebabkan zat lain mengalami reaksi oksidasi. Zat pengoksidasi mengalami reaksi reduksi. 10 Kimia Paket C Tingkatan V Modul Tema 4 Peranan Elektrolit dalam Tubuh 11
10 Contoh: Oksidasi Fe (s) + HCl (aq) FeCl 2 (aq) + H 2 (g) Reduksi Untuk logam yang dapat membentuk beberapa kation dengan muatan berbeda, maka muatan kationnya dinyatakan dengan angka romawi dan diberi tanda kurung (). Contoh No Kation Logam Anion Nonlogam Rumus Kimia Nama Senyawa 1 Na + Cl NaCl Natrium Klorida 2 Mg2 + 2F MgF 2 Magnesium Flourida 3 Mn2 + O 2 MnO Mangan(II)Oksida 4 2Mn 3+ 3O 2 Mn 2 O 3 Mangan (III)Oksida 5 Mn 4+ 2O 2 MnO 2 Mangan(IV)Oksida Reduktor = Fe Oksidator = HCl Hasil Reduksi = H2 Hasil Oksidasi= HCl Apabila dalam suatu reaksi redoks ada zat yang mengoksidasi dan mereduksi dirinya sendiri, maka reaksi tersebut dinamakan reaksi autoredoks. Reduktor = KClO3 Oksidator = KClO3 Tatanama Senyawa Reduksi KCIO 3 2KCI + 3O 2 Oksidasi Hasil Reduksi = KCl Hasil Oksidasi = O2 1. Tatanama Senyawa biner (logam dan non logam) Senyawa biner logam dan nonlogam umumnya adalah senyawa ion. Logam membentuk ion positif (kation) dan nonlogam membentuk ion negatif (anion). Berikut ini tata nama senyawa biner logam dan nonlogam : Penamaan dimulai dari nama kation logam diikuti nama anion nonlogam dan diakhiri dengan kata ida. Senyawa yang terbentuk haruslah bermuatan netral 2. Tatanama Senyawa poliatom Ionion yang dibahas di atas adalah ionion monoatom. Masingmasing terdiri atas atom tunggal. Adapun dalam ionion poliatom, atomatom terikat bersamasama dalam satu ion yang dapat berupa kation poliatom dan anionpoliatom. Dibawah ini adalah beberapa ion poliatom dan namanya : Tabel Ion Poliatom dan Namanya Ion Poliatom Nama Ion Ion Poliatom Nama Ion + NH 4 Amonium MnO 4 Permanganat OH Hidroksida 2 MnO 4 Manganat CN Sianida 2 CO 3 Karbonat NO 2 Nitrit 2 SO 3 Sulfi t NO 3 Nitrat 2 SO 4 Sulfat ClO Klorit 2 S2O 3 Tiosulfat ClO 2 Hipoklorit 2 CrO 4 Kromat ClO 3 Klorat 2 Cr 2 O 7 Dikromat ClO 4 Perklorat PO 3 Fosfi t BrO 3 Bromat 3 PO 4 Fosfat IO 3 Iodat Adapun tatanama senyawa poliatom adalah. Penamaan dimulai dari kation dan anion. Senyawa yang terbentuk haruslah bermuatan netral Untuk logam yang dapat membentuk beberapa kation dengan muatan berbeda, maka muatan kationnya dinyatakan dengan angka romawi dan diberi tanda kurung (). 12 Kimia Paket C Tingkatan V Modul Tema 4 Peranan Elektrolit dalam Tubuh 13
11 Contoh: No Kation Anion Rumus Kimia Nama Senyawa 1 Na + NO 3 NaNO 3 Natrium Nitrat 2 Mg 2+ 2NO 3 Mg(NO 3 ) 2 Magnesium Nitrat 3 + NH 4 Cl NH 4 Cl Amonium klorida 4 Fe 3+ 3OH Fe(OH) 3 Besi (III) Hidroksida 5 Fe 2+ 2OH Fe(OH) 2 Besi (II) Hidroksida PENUGASAN Tujuan: Melalui pengamatan beberapa reaksi redoks, peserta didik dapat menuliskan persamaan reaksi redoks dan menentukan reduktor, oksidator, dan hasil reduksi dan oksidasinya. Alat dan Bahan: 1. Tabung Reaksi 2. Rak Tabung Reaksi 3. Spatula 4. Logam Mg 5. NaOH (Soda Api) 6. Larutan Asam Klorida Encer 7. Balon Langkahlangkah Kegiatan: 1. Siapkan dua buah tabung reaksi dan isi kedua tabung reaksi tersebut dengan larutan HCl encer sebanyak 20 ml. 2. Masukan logam Mg pada tabung reaksi 1 dan padatan NaOH pada tabung reaksi 2, kemudian tutup kedua tabung reaksi tersebut dengan balon. 3. Catat hasil pengamatan kalian dan bandingkan kedua reaksi di atas. LATIHAN 1. Tentukan bilangan oksidasi S dalam unsur dansenyawa berikut! a. S 8 b. SO 2 2 c. SO 3 d. H 2 S 2. Kalium klorat dan belerang berperan dalam peledakan petasan. Kedua bahan tersebut bereaksi menghasilkan SO 2 yang berupa gas dan kalor yang cukup banyak sehingga menghasilkan perubahan tekanan yang cukup besar dan menyebabkan ledakan. Reaksi yang terjadi adalah: 2KClO 3 +3S 2 KCl + 3SO 2 tentukan reduktor dan hasil reduksinya! 3. Isilah Tabel berikut ini Kation Anion Rumus Kimia Nama Ca 2+ O 2 Cu + Cl Cu 2+ Cl Cu 2+ 2 SO 4 4. Tuliskan rumus kimia dari senyawa berikut: a. Alumunium Bromida b. Emas (III) Nitrat c. Timah (II) Klorida d. Tembaga (II) Oksida 5. Tuliskan Nama dari senyawa berikut: a. KMnO 4 b. Fe 2 (CO 3 ) 3 c. Cu(CN) 2 d. FeSO 4 Hasil/Kesimpulan Tugas: Tuliskan persamaan reaksi redoksnya dan tentukan reduktor, oksidator, dan hasil reduksi dan oksidasinya 14 Kimia Paket C Tingkatan V Modul Tema 4 Peranan Elektrolit dalam Tubuh 15
12 Rangkuman/Peta Konsep UJI KOMPETENSI Larutan Bersifat Pelarut Nonpolar Nonelektrolit Senyawa Kovalen Terbagi Menjadi Reduksi Terionisasi Sebagian Lemah Konsep Polar Reaksi Redoks Campuran Homogen Antara Bersifat Terdiri atas Zat Terlarut Elektrolit Berasal dari Oksidasi Senyawa Ion Terionisasi dalam Larutan Kuat Konsep Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (x) pada huruf A, B, C, D, dan E 1. Berdasarkan hasil eksperimen pengujian beberapa larutan dengan alat uji elektrolit diperoleh data sebagai berikut: Larutan Lampu Elektrode 1 Menyala Ada gelembung gas 2 Mati Tidak ada gelembung gas 3 Mati Ada gelembung gas Dari data di atas, yang termasuk larutan elektrolit adalah. a. 1 b. 2 c. 3 d. 1 dan 3 e. 2 dan 3 2. Suatu larutan dapat menghantarkan listrik, jika larutan tersebut mengandung... a. Molekulmolekul yang bergerak bebas b. Atomatom yang bergerak bebas c. Ionion yang bergerak bebas d. Partikelpartikel yang bergerak bebas e. Senyawasenyawa yang bergerak bebas 3. Senyawa berikut yang termasuk larutan nonelektrolit adalah... a. HCl b. C 12 H 22 O 11 c. NaCl d. H 2 SO 4 e. NaOH 4. Pasangan senyawa berikut yang termasuk larutan elektrolit adalah... a. Cuka dan air aki b. Gula dan Urea c. Alkohol dan cuka d. Larutan Garam dan minyak tanah e. Alkohol dan air aki Pelepasan Oksigen Penangkapan Oksigen Penurunan Biloks Senyawa Penangkapan Kenaikan Biloks Pelepasan Elektron Bilangan Oksidasi Mendasari Tatanama Senyawa Senyawa Poliatom 5. Berikut ini adalah data hasil percobaan sebagai berikut Larutan Lampu Asam sitrat Menyala redup Urea Tidak menyala Asam sulfat Menyala terang Natrium hidroksida Menyala terang Urutan elektrolit kuat, lemah, dan nonelektrolit adalah... a. Asam sitrat, Urea, asam sulfat b. Urea, asam sulfat, asam sitrat c. Asam sulfat, asam sitrat, urea d. Asam sulfat, natrium hidroksida, urea e. Asam sitrat, Urea, natrium hidroksida 16 Kimia Paket C Tingkatan V Modul Tema 4 Peranan Elektrolit dalam Tubuh 17
13 6. Kekuatan daya hantar listrik suatu larutan dipengaruhi oleh... a. Jenis Pelarut b. Jenis Ikatan c. Bentuk Ikatan d. Jumlah ion e. Jumlah ikatan 7. Senyawa berikut ini yang dalam keadaan padat tidak dapat menghantarkan listrik, namun pada keadaan lelehan dan larutannya dapat menghantarkan listrik adalah... a. CaCl 2 b. CO(NH 2 ) 2 c. C 6 H 12 O 6 d. CH 3 OH e. C 12 H 22 O Kelompok larutan elektrolit yang berupa senyawa ion adalah... a. NaCl, HCl, CH 3 COOH b. NaCl, MgCl 2, K 2 SO 4 c. K 2 SO 4, CH 3 COOH, NaCl d. KNO 3, NaBr, NH 3 e. H 2 SO 4, HCl, NH 3 9. Berikut ini hasil pengujian daya hantar listrik berbagai zat dalam tiga wujudnya sebagai berikut. Jenis Zat Padatan Lelehan Larutan K Nonkonduktor Konduktor Konduktor L Nonkonduktor Nonkonduktor Konduktor M Konduktor Konduktor Nonkonduktor N Nonkonduktor Nonkonduktor Nonkonduktor Dari data di atas, jenis zat mana yang berikatan kovalen polar... a. K b. L c. M d. N e. L dan N 10. Dari data no. 9 di atas, jenis zat mana yang berikatan ion... a. K b. L c. M d. N e. L dan N 11. Contoh reaksi reduksi ditinjau dari pelepasan oksigen adalah... a. 4Fe + 3O 2 2Fe 2 O 3 b. 2Mg + O 2 2MgO c. 2KClO 3 2KCl + 2O 2 d. 4FeS O 2 2Fe 2 O 3 + 8SO 2 e. CH 4 + 2O 2 CO 2 + H 2 O 12. Contoh reaksi oksidasi jika ditinjau dari konsep transfer elektron adalah... a. Na+ + e Na b. Cu e Cu c. Cr e Cr d. Cl 2 + 2e 2Cle. Mn Mn e 13. Pada reaksi korosi berikut ini : 2Fe + 3H 2 O Fe 2 O 3 + 3H 2 Logam Besi, Fe mengalami reaksi. a. Kimia b. Redoks c. Reduksi d. Oksidasi e. Autoredoks 14. Pada reaksi redoks Mg + 2HCl MgCl 2 + H 2 Bilangan oksidasi Mn berubah dari... a. 0 menjadi +2 b. +2 menjadi 0 c. 0 menjadi +1 d. +1 menjadi 0 e. 0 menjadi Besi diproduksi dari reaksi antara bijih besi (Fe 2 O 3 ) dengan karbon monoksida (CO) menurut reaksi berikut: Fe 2 O 3 + 3CO 2Fe + 3CO 2 Tentukan reduktor pada reaksi redoks di atas... a. Fe2O3 b. CO c. Fe d. CO2 e. H2O 16. Bilangan oksidasi I di dalam senyawa IO 3 adalah... a. +5 b. +3 c. +1 d. 1 e Bilangan oksidasi tertinggi pada atom Mn terdapat pada... a. MnO b. MnO 2 c. MnSO 4 d. KMnO 4 e. K 2 MnO Rumus kimia dari Tembaga (I) oksida adalah. a. CuO b. Cu 2 O c. ZnO d. TiO 2 e. PbO 19. Nama dari Senyawa Sn(SO 4 ) 2 adalah... a. Seng (II) Sulfat b. Seng (IV) Sulfat c. Timah (II) Sulfat d. Timah (IV) Sulfat e. Timah (IV) Sulfida 20. Pirolusit adalah nama lain dari mangan(iv)oksida dengan rumus kimia... a. MnO b. MnO 2 c. Mn 2 O d. Mn 2 O 3 e. MnO 4 18 Kimia Paket C Tingkatan V Modul Tema 4 Peranan Elektrolit dalam Tubuh 19
14 Kunci Jawaban dan Pembahasan UNIT 1: Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Latihan 1. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik 2. Larutan dapat menghantarkan listrik karena terdapat ionion yang tersebar di dalam larutan. 3. Yang termasuk elektrolit kuat :nyala lampu terang dan banyak gelembung Elektrolit lemah : nyala lampu redup/tidak menyala dan sedikit gelembung Nonelektrolit : lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa yang termasuk elektrolit kuat adalah larutan Y, elektrolit lemah adalah larutan X, dan non elektrolit adalah larutan Z. 4. Zat yang berikatan ion akan menghantarkan listrik pada lelehan dan larutannya, sedangkan wujud padat, senyawa ion tidak dapat menghantarkan listrik karena ionion dalam zat tersebut tidak dapat bergerak bebas. Zat yang berikatan kovalen polar akan menghantarkan listrik jika zat tersebut dalam bentuk larutannya. Zat yang berikatan kovalen nonpolar, tidak akan meghantarkan listrik baik pada wujud padat, lelehan, dan larutannya. Maka jenis zat yang berikatan ion adalah zat L, Kovalen polar adalah K, dan kovalen non polar adalah M. 5. Kandungan oralit adalah larutan garam NaCl, Garam KCl, dan Glukosa, garamgaram di dalam larutannya akan terurai menjadi ion K+, Cl, dan juga Na+. ionion tersebut akan menggantikan ionion tubuh yang hilang akibat diare. UNIT 2: Reaksi Redoks dan Tatanama Senyawa Kimia Latihan 1. a. S 8, bilangan oksidasi = 0 b. SO 2 = 0 (1 x bo S) + (2xBoO) = 0 (1xbOS) +(2x(2)) = 0 bos + (4) = 0 bos = +4 2 c. SO 3 = 2 2. (1xbOS) + (3xBoO) = 2 bos + (3(2)) = 2 bos6 = 2 bos = +4 d. H 2 S = 0 (2x boh) + (1xbO S) = 0 (2 (+1))+boS = 0 +2+boS = 0 bos = 2 Reduksi/Penurunan Biloks KCIO 3 + 3S 2KCI + 3SO 2 Maka reduktor = S Hasil Reduksi = KCl Oksidasi/Kenaikan Biloks 3. Isilah Tabel berikut ini Kation Anion Rumus Kimia Nama Ca 2+ O 2 CaO Kasium oksida Cu + Cl CuCl Tembaga (I) klorida Cu 2+ 2Cl CuCl 2 Tembaga (II) klorida Cu 2+ 2 SO 4 CuSO 4 Tembaga (II) sulfat 4. a. Alumunium Bromida, AlBr 3 c. Timah (II)Klorida, SnCl 2 b. Emas(III)Nitrat, Al(NO 3 ) 3 d. Tembaga (II) Oksida, CuO 5. a. KMnO 4 = Kalium permanganat c. Cu(CN) 2 =Tembaga (II)Sianida b. Fe 2 (CO 3 ) 3 = Besi (III)Karbonat d. FeSO 4 = Besi (II)Sulfat UJI KOMPETENSI 1. (D) 1 dan 3 2. (C) Ionion yang bergerak bebas 3. (B) C 12 H 22 O Kimia Paket C Tingkatan V Modul Tema 4 Peranan Elektrolit dalam Tubuh 21
15 4. (A) Cuka dan air aki 5. (C) Asam sulfat, asam sitrat, urea 6. (D) Jumlah ion 7. (B) CO(NH 2 ) 2 8. (B) NaCl, MgCl 2, K 2 SO 4 9. (B) L 10. (A) K 11. (C) 2KClO 3 2KCl + 2O (E) Mn Mn e 13. (D) Oksidasi KRITERIA PINDAH MODUL 14. (A) 0 menjadi (B) CO 16. (A) (C) MnSO (B) Cu 2 O Rumus Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban benar 20 x100% 19. (D) Timah (IV) Sulfat 20. (B) MnO 2 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai : 90100%=Baik Sekali 8089 %= Baik 7079%=Cukup <69 =Kurang Jika Anda mencapai tingkat penguasaan 70% atau lebih maka Anda dapat melanjutkan dengan kegiatan be lajar berikutnya. Tatapi jika nilai Anda dibawah 70% sebaiknya Anda harus mengulangi mempelajari ke giatan belajar tersebut, terutama pada bagian yang belum Anda kuasai. 22 Kimia Paket C Tingkatan V Modul Tema 4 Peranan Elektrolit dalam Tubuh 23
16 Daftar Pustaka Saidah, Aas dan Purba Michael.(2014). Kimia Bidang Keahlian Teknologi da Rekayasa. Untuk SMK/MAK kelas X. Jakarta : Erlangga. Sudarmono, Unggul. (2013). Kimia Untuk SMA/SMK Kelas X.Surakarta: Erla 24 Kimia Paket C Tingkatan V Modul Tema 4
MODUL 9. Satuan Pendidikan : SMA SEDES SAPIENTIAE JAMBU Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : X/2
MODUL 9 Satuan Pendidikan : SMA SEDES SAPIENTIAE JAMBU Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : X/2 I. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat larutan nonelektrolit dan elektrolit, serta oksidasi-reduksi.
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT (Diskusi Informasi) INFORMASI Larutan adalah campuran yang homogen antara zat terlarut dan zat pelarut.
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT (Diskusi Informasi) INFORMASI Larutan adalah campuran yang homogen antara zat terlarut dan zat pelarut. Berdasarkan daya hantar listriknya, larutan dapat digolongkan
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BAHAN AJAR KIMIA DASAR BAB II RUMUS KIMIA DAN TATANAMA
No. BAK/TBB/SBG201 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2008 Hal 1 dari 6 BAB II RUMUS KIMIA DAN TATANAMA A. Rumus Kimia Rumus kimia merupakan kumpulan lambang atom dengan komposisi tertentu. Rumus kimia terdiri dari
BAB III TATA NAMA SENYAWA DAN PERSAMAAN REAKSI
BAB III TATA NAMA SENYAWA DAN PERSAMAAN REAKSI A. STANDAR KOMPETENSI Mendiskripsikan hukumhukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia. B. Kompetensi Dasar : Menuliskan nama senyawa anorganik
LEMBARAN SOAL 11. Mata Pelajaran : KIMIA Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : X ( SEPULUH )
LEMBARAN SOAL 11 Mata Pelajaran : KIMIA Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : X ( SEPULUH ) PETUNJUK UMUM 1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan. Periksa dan bacalah soal dengan
Bab VI Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
Bab VI Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Sumber: Dokumentasi Penerbit Air laut merupakan elektrolit karena di dalamnya terdapat ion-ion seperti Na, K, Ca 2, Cl, 2, dan CO 3 2. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON- ELEKTROLIT
5 LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON- ELEKTROLIT A. LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT B. ELEKTROLIT DAPAT BERUPA SENYAWA ION ATAU SENYAWA KOVALEN Ketika Anda terluka, luka tersebut dapat dibersihkan disterilkan
BAB IV BILANGAN OKSIDASI DAN TATA NAMA SENYAWA
BAB IV BILANGAN OKSIDASI DAN TATA NAMA SENYAWA 1. BILANGAN OKSIDASI Bilangan oksidasi suatu unsur menggambarkan kemampuan unsur tersebut berikatan dengan unsur lain dan menunjukkan bagaimana peranan elektron
REAKSI OKSIDASI REDUKSI
6 REAKSI KSIDASI REDUKSI A. PENGERTIAN REDUKSI-KSIDASI B. ATURAN BILANGAN KSIDASI C. KSIDATR DAN REDUKTR D. REAKSI AUTREDKS (DISPRPRSI) E. PENERAPAN REAKSI REDKS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI F. TATA NAMA
REAKSI REDUKSI-OKSIDASI (REAKSI REDOKS)
BAB VI REAKSI REDUKSIOKSIDASI (REAKSI REDOKS) Telah dipelajari bahwa persamaan reaksi kimia menyatakan perubahan materi dalam suatu reaksi kimia. Dalam reaksi kimia, jumlah atomatom sebelum reaksi sama
kimia Kelas X LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT K-13 A. Pengertian Larutan dan Daya Hantar Listrik
K-13 Kelas X kimia LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Memahami perbedaan antara larutan elektrolit dan
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
BAB 6 LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat larutan non elektrolit dan elektrolit, serta reaksi oksidasi-reduksi Kompetensi Dasar Mengidentifikasi sifat larutan
BAB VI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
BAB VI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT STANDAR KOMPETENSI 3 : Mendeskripsikan sifat-sifat larutan, metode pengukuran dan terapannya. KOMPETENSI DASAR 3.1 : Menyelidiki daya hantar listrik berbagai
Chapter 7 Larutan tirtawi (aqueous solution)
Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi modif oleh Dr I Kartini Chapter 7 Larutan tirtawi (aqueous solution) Larutan adalah campuran yang homogen dari dua atau lebih
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Reaksi Reduksi-Oksidasi
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Reaksi Reduksi-Oksidasi 1. Standar Komptensi 2. Kompetensi Dasar : 3. Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit, serta reaksi oksidasi-reduksi : 3.2 Menjelaskan
Elektrokimia. Tim Kimia FTP
Elektrokimia Tim Kimia FTP KONSEP ELEKTROKIMIA Dalam arti yang sempit elektrokimia adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam sel elektrokimia. Sel jenis ini merupakan
30 Soal Pilihan Berganda Olimpiade Kimia Tingkat Kabupaten/Kota 2011 Alternatif jawaban berwarna merah adalah kunci jawabannya.
30 Soal Pilihan Berganda Olimpiade Kimia Tingkat Kabupaten/Kota 2011 Alternatif jawaban berwarna merah adalah kunci jawabannya. 1. Semua pernyataan berikut benar, kecuali: A. Energi kimia ialah energi
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT. Perbandingan sifat-sifat larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.
KIMIA DASAR I PERTEMUAN 1 Tujuan Perkuliahan: Setelah proses pembelajaran ini selesai, diharapkan mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan pengertian dari larutan beserta contohnya. 2. Menjelaskan perbedaan larutan
TES PRESTASI BELAJAR
TES PRESTASI BELAJAR Hari/tanggal : selasa/8 Mei 2012 Mata Pelajaran: Kimia Waktu : 90 menit Petunjuk : 1. Berdoalah sebelum mengerjakan soal 2. Bacalah petunjuk soal terlebih dahulu 3. Pilih salah satu
Gambar Rangkaian Alat pengujian larutan
LARUTAN ELEKTROLIT DAN BUKAN ELEKTROLIT Selain dari ikatannya, terdapat cara lain untuk mengelompokan senyawa yakni didasarkan pada daya hantar listrik. Jika suatu senyawa dilarutkan dalam air dapat menghantarkan
TES PRESTASI BELAJAR. Hari/tanggal : Senin/7 Mei 2012 Mata Pelajaran: Kimia Waktu : 90 menit
TES PRESTASI BELAJAR Hari/tanggal : Senin/7 Mei 2012 Mata Pelajaran: Kimia Waktu : 90 menit Petunjuk : 1. Berdoalah sebelum mengerjakan soal 2. Bacalah petunjuk soal terlebih dahulu 3. Pilih salah satu
MODUL KIMIA SMA IPA Kelas 10
SMA IPA Kelas 10 Perbedaan Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Larutan adalah campuran homogen dari dua zat atau lebih, larutan tersusun dari pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute). Berdasarkan keelektrolitannya,
REAKSI REDOKS dan ELEKTROKIMIA
REAKSI REDOKS dan ELEKTROKIMIA 1. Konsep Reduksi Oksidasi (Redoks) No Reaksi Oksidasi Reaksi Reduksi 1 reaksi penambahan oksigen reaksi pengurangan oksigen 2 peristiwa pelepasan elektron Contoh : Cu Cu
Oksidasi dan Reduksi
Oksidasi dan Reduksi Reaksi kimia dapat diklasifikasikan dengan beberapa cara antara lain reduksi-oksidasi (redoks) Reaksi : selalu terjadi bersama-sama. Zat yang teroksidasi = reduktor Zat yang tereduksi
Sulistyani, M.Si.
Sulistyani, M.Si. [email protected] Reaksi oksidasi: perubahan kimia suatu spesies (atom, unsur, molekul) melepaskan elektron. Cu Cu 2+ + 2e Reaksi reduksi: perubahan kimia suatu spesies (atom, unsur,
Mengubah energi kimia menjadi energi listrik Mengubah energi listrik menjadi energi kimia Katoda sebagi kutub positif, anoda sebagai kutub negatif
TUGAS 1 ELEKTROKIMIA Di kelas X, anda telah mempelajari bilangan oksidasi dan reaksi redoks. Reaksi redoks adalah reaksi reduksi dan oksidasi. Reaksi reduksi adalah reaksi penangkapan elektron atau reaksi
Tata Nama Senyawa Kimia
~CO2 = KARBONDIOKSIDA ~NaCl = NATRIUM KLORIDA ~CH3COOH = CUKA / ASAM ASETAT ~H2SO4 = ASAM SULFAT ~Na2CO3 = NATRIUM KARBONAT ~MgCO3 = MAGNESIUM KARBONAT ~NaOH = NATRIUM KARBONAT ~(NH4)2SO4 = AMONIUM SULFAT
Reaksi Dan Stoikiometri Larutan
A. PERSAMAAN REAKSI ION Reaksi Dan Stoikiometri Larutan Persamaan reaksi ion adalah persamaan reaksi yang menjelaskan bagaimana reaksi antar-ion terjadi pada elektrolit. Persamaan reaksi ion terdiri dari:
Reaksi dan Stoikiometri Larutan
Reaksi dan Stoikiometri Larutan A. PERSAMAAN REAKSI ION Persamaan reaksi ion adalah persamaan reaksi yang menjelaskan bagaimana reaksi antar-ion terjadi pada larutan elektrolit. Persamaan reaksi ion terdiri
Redoks dan Elektrokimia Tim Kimia FTP
Redoks dan Elektrokimia Tim Kimia FTP KONSEP ELEKTROKIMIA Dalam arti yang sempit elektrokimia adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam sel elektrokimia. Sel jenis
Rangkuman Materi Larutan Elektrolit dan Non elektrolit
Rangkuman Materi Larutan Elektrolit dan Non elektrolit LARUTAN ELEKTROLIT DAN LARUTAN NON ELEKTROLIT LARUTAN ELEKTROLIT 1. Pengertian Larutan Elektrolit Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan
LATIHAN ULANGAN TENGAH SEMESTER 2
Pilihlah jawaban yang paling benar LATIHAN ULANGAN TENGAH SEMESTER 2 TATANAMA 1. Nama senyawa berikut ini sesuai dengan rumus kimianya, kecuali. A. NO = nitrogen oksida B. CO 2 = karbon dioksida C. PCl
KIMIA 2 KELAS X. D. molekul-molekul kovalen yang bereaksi dengan air E. molekul-molekul kovalen yang bergerak bebas di dalam air
KIMIA 2 KELAS X PETUNJUK UMUM 1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan 2. Periksa dan bacalah soal dengan teliti sebelum Anda bekerja 3. Kerjakanlah soal anda pada lembar jawaban
LEMBARAN SOAL Larutan senyawa di bawah ini dalam air bersifat elektrolit kuat, kecuali... a. NaOH c. HCl e. Ba(OH) 2 b. H 2 SO 4 e.
LEMBARAN SOAL 13 Mata Pelajaran : KMIA Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : X ( SEPULUH ) PETUNJUK UMUM 1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan 2. Periksa dan bacalah soal dengan
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Mata Pelajaran : Kimia Kelas : X (Sepuluh) Nomor Modul : Kim.X.07 Penulis : Drs. Asep Jamal Nur Arifin Penyunting Materi : Drs. Ucu Cahyana, M.Si Penyunting Media
SOAL DAN KUNCI JAWABAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
SOAL DAN KUNCI JAWABAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT SOAL DAN KUNCI JAWABAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT 1. Pernyataan yang benar tentang elektrolit adalah. A. Elektrolit adalah zat yang
REDOKS dan ELEKTROKIMIA
REDOKS dan ELEKTROKIMIA Overview Konsep termodinamika tidak hanya berhubungan dengan mesin uap, atau transfer energi berupa kalor dan kerja Dalam konteks kehidupan sehari-hari aplikasinya sangat luas mulai
C. Reaksi oksidasi reduksi berdasarkan peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi. Bilangan Oksidasi (biloks)
97 Nama : Kelompok : Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : X 5 /2 Alokasi Waktu : 2 x 45 menit. Materi pokok : Konsep Redoks Standar Kompetensi : 3. Memahami sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit
Nama : Kelompok : Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : X 5 /2 Alokasi Waktu : 2 x 45 menit.
Nama : Kelompok : 78 Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : X 5 /2 Alokasi Waktu : 2 x 45 menit. Materi Pokok : Sifat dan jenis larutan elektrolit dan non elektrolit. Standar Kompetensi : Memahami sifat-sifat
L A R U T A N _KIMIA INDUSTRI_ DEWI HARDININGTYAS, ST, MT, MBA WIDHA KUSUMA NINGDYAH, ST, MT AGUSTINA EUNIKE, ST, MT, MBA
L A R U T A N _KIMIA INDUSTRI_ DEWI HARDININGTYAS, ST, MT, MBA WIDHA KUSUMA NINGDYAH, ST, MT AGUSTINA EUNIKE, ST, MT, MBA 1. Larutan Elektrolit 2. Persamaan Ionik 3. Reaksi Asam Basa 4. Perlakuan Larutan
REAKSI OKSIDASI REDUKSI
BAB 6 REAKSI OKSIDASI REDUKSI Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat larutan non elektrolit dan elektrolit, serta reaksi oksidasi-reduksi Kompetensi Dasar Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasireduksi
PAKET UJIAN NASIONAL 6 Pelajaran : KIMIA Waktu : 120 Menit
PAKET UJIAN NASIONAL 6 Pelajaran : KIMIA Waktu : 120 Menit Pilihlah salah satu jawaban yang tepat! Jangan lupa Berdoa dan memulai dari yang mudah. 1. Elektron ditemukan oleh. A. J.J. Thomson D. Henri Becquerel
OAL TES SEMESTER II. I. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
176 KIMIA X SMA S AL TES SEMESTER II I. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Suatu zat padat dilarutkan dalam air, ternyata larutannya dapat menghantarkan arus listrik. Pernyataan yang benar tentang
I. Judul : Membandingkan Kenaikan Titik Didih Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit.
I. Judul : Membandingkan Kenaikan Titik Didih Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit. II. Tujuan : Membandingkan Kenaikan Titik Didih Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit pada konsentrasi larutan yang
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BAHAN AJAR KIMIA DASAR
No. BAK/TBB/SBG201 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2008 Hal 1 dari 11 BAB VIII LARUTAN ASAM DAN BASA Asam dan basa sudah dikenal sejak dahulu. Istilah asam (acid) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti
Bab 4. Reaksi dalam Larutan Berair
Bab 4 Reaksi dalam Larutan Berair Larutan adalah campuran yang homogen dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit disebut zat terlarut. Zat yang jumlahnya lebih banyak disebut zat pelarut.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TATANAMA SENYAWA BINER DAN POLIATOM
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TATANAMA SENYAWA BINER DAN POLIATOM Sekolah : SMAN 16 SURABAYA Mata pelajaran : KIMIA Kelas/Semester : X/1 Alokasi Waktu : 2 x 45 menit ******************************************************************************
LAMPIRAN C CCT pada Materi Ikatan Ion
LAMPIRAN C CCT pada Materi Ikatan Ion 1 IKATAN ION A. KECENDERUNGAN ATOM UNTUK STABIL Gas mulia merupakan sebutan untuk unsur golongan VIIIA. Unsur unsur ini bersifat inert (stabil). Hal ini dikarenakan
KIMIA ELEKTROLISIS
KIMIA ELEKTROLISIS A. Tujuan Pembelajaran Mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi pada reaksi elektrolisis larutan garam tembaga sulfat dan kalium iodida. Menuliskan reaksi reduksi yang terjadi di
Ikatan kimia. 1. Peranan Elektron dalam Pembentukan Ikatan Kimia. Ikatan kimia
Ikatan kimia 1. Peranan Elektron dalam Pembentukan Ikatan Kimia Ikatan kimia Gaya tarik menarik antara atom sehingga atom tersebut tetap berada bersama-sama dan terkombinasi dalam senyawaan. gol 8 A sangat
KONSEP MOL DAN STOIKIOMETRI
BAB V KONSEP MOL DAN STOIKIOMETRI Dalam ilmu fisika, dikenal satuan mol untuk besaran jumlah zat. Dalam bab ini, akan dibahas mengenai konsep mol yang mendasari perhitungan kimia (stoikiometri). A. KONSEP
LATIHAN SOAL KIMIA KELAS XII
LATIHAN SOAL KIMIA KELAS XII 1. Suatu larutan diperoleh dari melarutkan 6 gram urea (Mr= 60) dalam 1 liter air. Larutan yang lain diperoleh dari melarutkan 18 gram glukosa (Mr = 180) dalam 1 liter air.
Laporan Praktikum Kimia Dasar II. Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit
Laporan Praktikum Kimia Dasar II Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit Oleh: Kelompok : I (satu) Nama Nim Prodi : Ardinal : F1D113002 : Teknik Pertambangan FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS JAMBI
TATA NAMA SENYAWA DAN PER- SAMAAN REAKSI
TATA NAMA SENYAWA DAN PER- SAMAAN REAKSI A. RUMUS KIMIA B. TATA NAMA SENYAWA ANRGANIK C. PERSAMAAN REAKSI Materi tersusun oleh atom-atom, misalnya tembaga, jika tembaga kita potong menjadi dua bagian masing-masing
STOKIOMETRI BAB. B. Konsep Mol 1. Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel. Contoh: Jika Ar Ca = 40, Ar O = 16, Ar H = 1, tentukan Mr Ca(OH) 2!
BAB 7 STOKIOMETRI A. Massa Molekul Relatif Massa Molekul Relatif (Mr) biasanya dihitung menggunakan data Ar masing-masing atom yang ada dalam molekul tersebut. Mr senyawa = (indeks atom x Ar atom) Contoh:
3. Sebagian dari daur nitrogen di alam, adalah sebagai berikut Urutan bilangan oksidasi nitrogen dimulai dari N 2, adalah.
Soal dan Pembahasan Reaksi Redok 20 butir Pilihan ganda 1. H 2 S dapat dioksidasi oleh KMnO 4 menghasilkan antara lain K 2 SO 4 dan MnO 2. Dalam reaksi tersebut setiap mol H 2 S melepaskan. A. 2 mol elektron
Soal-soal Redoks dan elektrokimia
1. Reaksi redoks : MnO 4 (aq) + C 2 O 4 2- (aq) Mn 2+ (aq) + CO 2 (g), berlangsung dalam suasana asam. Setiap mol MnO 4 memerlukan H + sebanyak A. 4 mol B. 6 mol D. 10 mol C. 8 mol E. 12 mol 2. Reaksi
SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER 2 KIMIA KELAS X (SEPULUH) TP. 2008/2009
SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER 2 KIMIA KELAS X (SEPULUH) TP. 2008/2009 1. Dari suatu percobaan daya hantar listrik suatu larutan diperoleh data sebagai berikut: Percobaan Larutan Lampu Gelembung gas 1 2 3 4
Partikel Materi. Partikel Materi
Bab 4 Partikel Materi Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan mampu: menjelaskan konsep atom, ion, dan molekul; menghubungkan konsep atom, ion, dan molekul dengan produk kimia
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
No. Dokumen : F/751/WKS1/P/5 No. Revisi : 1 Tanggal : 1 Juli 2016 Berlaku RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Godean Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XII/ Gasal
REAKSI REDUKSI DAN OKSIDASI
REAKSI REDUKSI DAN OKSIDASI Definisi Reduksi Oksidasi menerima elektron melepas elektron Contoh : Mg Mg 2+ + 2e - (Oksidasi ) O 2 + 4e - 2O 2- (Reduksi) Senyawa pengoksidasi adalah zat yang mengambil elektron
K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Kimia
K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Kimia Stoikiometri Larutan - Soal Doc. Name: RK13AR11KIM0601 Doc. Version : 2016-12 01. Zat-zat berikut ini dapat bereaksi dengan larutan asam sulfat, kecuali... (A) kalsium
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Belajar didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang diakibatkan
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Belajar dan Hasil Belajar Belajar didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang diakibatkan oleh pengalaman. Definisi lain mengenai belajar adalah proses aktif siswa untuk
LOGO ANALISIS KUALITATIF KATION DAN ANION
LOGO ANALISIS KUALITATIF KATION DAN ANION 1 LOGO Analisis Kation 2 Klasifikasi Kation Klasifikasi kation yang paling umum didasarkan pada perbedaan kelarutan dari: Klorida (asam klorida) Sulfida, (H 2
MODUL KIMIA SMA IPA Kelas 10
SMA IPA Kelas 0 A. Massa Atom. Massa Atom Relatif (Ar) Massa atom relatif (Ar) merupakan perbandingan massa atom dengan massa satu atom yang tetap. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut. sma
REAKSI REDUKSI OKSIDASI (REDOKS)
REAKSI REDUKSI OKSIDASI (REDOKS) I. Judul eksperimen : Reaksi reduksi oksidasi. II. Tujuan : Mengamati terjadinya reaksi reduksi oksidasi dalam berbagai situasi lingkungan serta penyetaraan persamaan koefisien
SKL 2 RINGKASAN MATERI. 1. Konsep mol dan Bagan Stoikiometri ( kelas X )
SKL 2 Menerapkan hukum-hukum dasar kimia untuk memecahkan masalah dalam perhitungan kimia. o Menganalisis persamaan reaksi kimia o Menyelesaikan perhitungan kimia yang berkaitan dengan hukum dasar kimia
Menuliskan nama senyawa kimia
81 Bab 6. Stoikiometri Standar Kompetensi Memahami terjadinya ikatan kimia Memahami konsep mol Kompetensi Dasar Menuliskan nama senyawa kimia Menjelaskan konsep mol Menerapkan hukum Gay Lussac dan hukum
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Penilaian
Silabus, RPP, LKS SMA Kelas X ( PK dan Putri) SILABUS Nama Sekolah : SMA SEDC Mata Pelajaran : KIMIA Kelas/Semester : X/2 Standar Kompetensi : 3. Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit,
Stoikiometri. OLEH Lie Miah
Stoikiometri OLEH Lie Miah 1 STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KARAKTERISTIK MATERI KESULITAN BELAJAR SISWA STANDAR KOMPETENSI Memahami hukum-hukum dasar Kimia dan penerapannya dalam perhitungan
SOAL Latihan ELEKTROKIMIA dan ELEKTROLISA
SOAL Latihan ELEKTROKIMIA dan ELEKTROLISA 1. Tulis persamaan molekul yang seimbang untuk reaksi antara KMnO 4 dan KI dalam larutan basa. Kerangka reaksi ionnya adalah MnO 4 (aq) + I 2 (aq) MnO 4 2 (aq)
PAKET UJIAN NASIONAL 7 Pelajaran : KIMIA Waktu : 120 Menit
PAKET UJIAN NASIONAL 7 Pelajaran : KIMIA Waktu : 120 Menit Pilihlah salah satu jawaban yang tepat! Jangan lupa Berdoa dan memulai dari yang mudah. 1. Dari beberapa unsur berikut yang mengandung : 1. 20
Regina Tutik Padmaningrum, Jurdik Kimia, UNY
DASAR-DASAR ANALISIS KIMIA Oleh : Regina Tutik Padmaningrum, M.Si Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta [email protected] Klasifikasi Analisis Analisis merupakan suatu bidang
LEMBARAN SOAL 9. Mata Pelajaran : KIMIA Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : X ( SEPULUH )
LEMBARAN SOAL 9 Mata Pelajaran : KIMIA Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : X ( SEPULUH ) PETUNJUK UMUM 1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan. Periksa dan bacalah soal dengan
Reaksi dalam larutan berair
Reaksi dalam larutan berair Drs. Iqmal Tahir, M.Si. [email protected] Larutan - Suatu campuran homogen dua atau lebih senyawa. Pelarut (solven) - komponen dalam larutan yang membuat penuh larutan (ditandai
REDOKS DAN ELEKTROKIMIA
REDOKS DAN ELEKTROKIMIA 1. Bilangan oksidasi dari unsur Mn pada senyawa KMnO4 adalah... A. +7 B. +6 C. +3 D. +2 E. +1 Jumlah bilangan oksidasi senyawa adalah nol, Kalium (K) mempunyai biloks +1 karena
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
1 BAB 5 LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT A. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
TES AWAL II KIMIA DASAR II (KI-112)
TES AWAL II KIMIA DASAR II (KI112) NAMA : Tanda Tangan N I M : JURUSAN :... BERBAGAI DATA. Tetapan gas R = 0,082 L atm mol 1 K 1 = 1,987 kal mol 1 K 1 = 8,314 J mol 1 K 1 Tetapan Avogadro = 6,023 x 10
PAKET UJIAN NASIONAL 8 Pelajaran : KIMIA Waktu : 120 Menit
PAKET UJIAN NASIONAL 8 Pelajaran : KIMIA Waktu : 120 Menit Pilihlah salah satu jawaban yang tepat! Jangan lupa Berdoa dan memulai dari yang mudah. 1. Di antara unsur-unsur 12 P, 16 Q, 19 R, 34 S dan 53
Ujian Akhir Semester Mata Pelajaran Kimia Kelas X Wacana berikut digunakan untuk menjawab soal no 1 dan 2. Ditentukan 5 unsur dengan konfigurasi
Ujian Akhir Semester Mata Pelajaran Kimia Kelas X Wacana berikut digunakan untuk menjawab soal no 1 dan 2. Ditentukan 5 unsur dengan konfigurasi elektron sebagai berikut: P : 2 8 7 S : 2 8 8 Q : 2 8 8
Persiapan UN 2018 KIMIA
Persiapan UN 2018 KIMIA 1. Perhatikan gambar berikut! Teori atom yang muncul setelah percobaan tersebut menyatakan bahwa... A. Atom-atom dari sebuah unsur identik dan berbeda dengan atom unsur lain B.
MODUL KIMIA KELAS X TATA NAMA SENYAWA DAN PERSAMAAN REAKSI
MODUL KIMIA KELAS X TATA NAMA SENYAWA DAN PERSAMAAN REAKSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. 1. Menentukan nama senyawa
MODUL I SIFAT KOLIGATIF LARUTAN Penurunan Titik Beku Larutan
MODUL I SIFAT KOLIGATIF LARUTAN Penurunan Titik Beku Larutan - Siswa mampu membuktikan penurunan titik beku larutan akibat penambahan zat terlarut. - Siswa mampu membedakan titik beku larutan elektrolit
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Pemilihan Kelas Penentuan kelas yang akan digunakan sebagai kelas pengembangan butir soal didasarkan pada rata-rata kelas pada ujian semester 1 kelas X MAN 1 Model Kota
BAB VI REAKSI KIMIA. Reaksi Kimia. Buku Pelajaran IPA SMP Kelas IX 67
BAB VI REAKSI KIMIA Pada bab ini akan dipelajari tentang: 1. Ciri-ciri reaksi kimia dan faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi kimia. 2. Pengelompokan materi kimia berdasarkan sifat keasamannya.
Asam + Oksida Basa Garam + air
MODUL JENIS - JENIS REAKSI dalam LARUTAN Jenis-Jenis reaksi antara lain : Reaksi Asam dan Basa Reaksi pendesakan logam Reaksi Metatesis ( Dekomposisi ) A. PENGGARAMAN Jenis-jenis Reaksi penggaraman : 1.
Antiremed Kelas 10 KIMIA
Antiremed Kelas 10 KIMIA Persiapan UAS 1 Kimia Doc Name: AR10KIM01UAS Version : 2016-07 halaman 1 01. Partikel berikut yang muatannya sebesar 19 1,6 10 C dan bermassa 1 sma (A) elektron (B) proton (C)
1. Bilangan Oksidasi (b.o)
Reaksi Redoks dan Elektrokimia 1. Bilangan Oksidasi (b.o) 1.1 Pengertian Secara sederhana, bilangan oksidasi sering disebut sebagai tingkat muatan suatu atom dalam molekul atau ion. Bilangan oksidasi bukanlah
Tabel Periodik. Bab 3a. Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi 2010 dimodifikasi oleh Dr.
Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi 2010 dimodifikasi oleh Dr. Indriana Kartini Bab 3a Tabel Periodik Kapan unsur-unsur ditemukan? 8.1 1 ns 1 Konfigurasi elektron
LOGO. Analisis Kation. By Djadjat Tisnadjaja. Golongan V Gol. Sisa
LOGO Analisis Kation Golongan V Gol. Sisa By Djadjat Tisnadjaja 1 Golongan kelima Magnesium, natrium, kalium dan amonium Tidak ada reagensia umum untuk kation-kation golongan ini Kation-kation gol kelima
LOGO Analisis Kation
LOGO Analisis Kation Golongan IV 1 Golongan kation ke empat Barium, Strontium dan Kalsium Reagensia golongan: larutan amonium karbonat 1 M Reagensia memperlihatkan reaksi basa karena hidrolisis: CO 3 +
PENDAHULUAN 1. Tujuan Percobaan 1.1 Menguji daya hantar listrik berbagai macam larutan. 1.2 Mengetahui dan mengidentifikasi larutan elektrolit kuat,
PENDAHULUAN 1. Tujuan Percobaan 1.1 Menguji daya hantar listrik berbagai macam larutan. 1.2 Mengetahui dan mengidentifikasi larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan non elektrolit. 2. Dasar teori
SMA N 1 PALIMANAN Jl. KH. Agus Salim no. 128 PALIMANAN KABUPATEN CIREBON
1 PENGAMATAN MENGENAI LARUTAN ELEKTROLIT DAN LARUTAN NON-ELEKTROLIT AHSIN FAUZI ARIEF NURRAHMAN IBNU FAISHAL M. WILDAN K. KELAS X5 ANGGOTA : SMA N 1 PALIMANAN Jl. KH. Agus Salim no. 128 PALIMANAN KABUPATEN
SMA NEGERI 6 SURABAYA LARUTAN ASAM & BASA. K a = 2.M a. 2. H 2 SO 4 (asam kuat) α = 1 H 2 SO 4 2H + 2
SMA NEGERI 6 SURABAYA LARUTAN ASAM & BASA K I M I A 1). TEORI ARCHENIUS Asam adalah zat yang jika di dalam air melepaskan ion H +, dengan kata lain pembawa sifat asam adalah ion H +. jumlah ion H+ yang
PEMBAHASAN UJIAN NASIONAL KIMIA TAHUN 2006
UJIAN NASIONAL KIMIA TAHUN 2006 HTTP://GUDANGSOALPRO.BLOGSPOT.COM 1 1. Di antara unsur-unsur 12 P, 16 Q, 19 R, 34 S dan 53 T yang terletak pada golongan yang sama dalam sistem periodik unsur adalah...
TATA NAMA SENYAWA DAN PERSAMAAN REAKSI. A. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
BAB 4 TATA NAMA SENYAWA DAN PERSAMAAN REAKSI A. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
No. BAK/TBB/SBG201 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2008 Hal 1 dari 8 Semester I BAB I Prodi PT Boga BAB I MATERI
No. BAK/TBB/SBG201 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2008 Hal 1 dari 8 BAB I MATERI Materi adalah sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Materi dapat berupa benda padat, cair, maupun gas. A. Penggolongan
Untuk penamaan senyawa biner ionik yang dibentuk dari satu unsur logam dan satu
Tata Nama Senyawa Kimia Bagaimana menyebutkan nama senyawa berdasrkan komponen penyusunnya? Apakah semua senyawa yang telah ditemukan memiliki nama khusus?dulu,senyawa dinamakan sesuai asal ditemukannya,misalnya,asam
Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab 16. Asam dan Basa
Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi Bab 16 Asam dan Basa Asam Memiliki rasa masam; misalnya cuka mempunyai rasa dari asam asetat, dan lemon serta buah-buahan sitrun
Volume gas oksigen yang diperlukan pada reaksi tersebut pada keadaan standart adalah. (Mr propana = 44)
1. Suatu unsut terletak pada periode ke-3 golongan IIIA, konfigurasi elektron unsur tersebut adalah... A. 1s 2 2s 2 2p 1 B. 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 C. 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 1 D. 1s 2 2s 2 2p 6 3d 10 4s 2
